• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum RisTek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum RisTek"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 1949

TENTANG

KEDUDUKAN KANTOR PEMILIHAN PUSAT PREISDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

a. bahwa Kantor Pemilihan Pusat perlu dimaksudkan dalam lingkungan tanggung jawab salah seorang Menteri;

b. bahwa Menteri Kehakiman yang bertanggung jawab atas pekerjaan Kantor Pemillihan Pusat dalam menjalankan tugas kewajibannya, perlu dapat mengawasi pegawai-pegawai dan alat Kantor Pemilihan Pusat;

Mengingat:

Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Dasar

Memutuskan: Menetapkan Peraturan sebagai berikut:

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG KEDUDUKAN KANTOR PEMILIHAN PUSAT. Pasal 1

Kantor Pemilihan Pusat termasuk dalam lingkungan Kementerian Kehakiman. Pasal 2

Peraturan Pemerintah ini berlaku pada hari diumumkan.

Ditetapkan di Yogyakarta pada tanggal 25 Oktober 1949 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd.

(2)

Diumumkan

pada tanggal 25 Oktober 1949.

Sekretaris Negara, Menteri Kehakiman,

ttd. ttd.

Referensi

Dokumen terkait

bahwa atas kesepakatan bersama antara Menteri Negara Riset dan Teknologi dengan Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi, perlu ditunjuk pejabat yang mewakili

(1).Team Persiapan Pembangunan PUSPIPTEK, yang selanjutnya dalam Keputusan ini disingkat Team, berkedudukan langsung dibawah dan bertanggung jawab

Untuk melaksanakan tugas ketatausahaan sehari-hari kepada Menteri Negara Riset diperbantukan suatu Unit Tata Usaha Menteri dipimpin oleh seorang Kepala

di atas maka perlu menetapkan Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Tentang Pembentukan Kelompok Kerja Penanggulangan AIDS Sektor

Blanko-blanko daftar contoh A, B dan C yang diperlukan dalam melakukan peraturan ini disediakan dan dikirimkan oleh kantor Pusat Jawatan Kehewanan

Peraturan Menteri Negara Riset dan Teknologi tentang Standar Pelayanan Minimum bagi Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan.. dan Teknologi sesuai Pola Pengelolaan Badan Layanan

Menteri dan Menteri yang bertanggung jawab di bidang pertanian dan atau perkebunan tembakau, Menteri yang bertanggung jawab di bidang perindustrian selama masa peralihan

Siswa selalu bertanggung jawab dengan semua tugas yang menjadi kewajibannya dengan pengawasan dari guru. Siswa kadang-kadang bertanggung jawab dengan tugas yang menjadi