• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mencegah Risiko dalam Pengelolaan Keuda Sihono

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Mencegah Risiko dalam Pengelolaan Keuda Sihono"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

www.bpkp.go.id

© 2010 BPKP

www.bpkp.go.id

MENCEGAH RISIKO (HUKUM)

dalam

PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

melalui

IMPLEMENTASI

SPIP

(2)

Curriculum Vitae

2

• SIHONO

[email protected]

081341138441-08567877544

Nama

• S2 - MM

• S1 - Akuntansi

Pendidikan

• Korwas Bidang APD Perw BPKP Prov Banten (2015-2016)

• Kabid APD Perwakilan BPKP Provinsi Papua (2012 - 2015)

• Kasubbid Program dan Sertifikasi pada Pusbin JFA (2006 - 2012)

• Kasubbag Umum Perwakilan BPKP

Provinsi Sulawesi Tengah (2003 - 2006)

• Auditor pada Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur (1988 - 2003)

(3)

KEBUTUHAN PEMERINTAH SAAT INI

Tata Kelola Pemerintahan

Berkualitas

Tingkat Korupsi

Turun Investasi

Meningkat

Pembangunan Lancar & Cepat Penerimaan

Pajak Meningkat

Tingkat Pengangguran

Menurun Kebutuhan

Dasar Terpenuhi

Bahan Pokok Terjangkau

Keamanan Kondusif Inflasi

Terkendali

Kemiskinan Menurun

RPJMD - RKPD -

APBD KESEJAHTERA

AN RAKYAT

PELAYANAN PUBLIK

RPJMN APBN

PENGELOLAAN KEUANGAN

NEGARA/DAERAH PENGELOLAAN PEMBANGUNAN

AKUNTABILITAS KEUANGAN DAN KINERJA

RPJMD - RKPD -

APBD KESEJAHTERAAN

RAKYAT

RPJMN APBN

PENGELOLAAN KEUANGAN

(4)

PEMBANGUNAN NASIONAL / DAERAH

RPJMD - RKPD -

APBD KESEJAHTERAAN

RAKYAT

PELAYANAN PUBLIK

RPJMN APBN

PENGELOLAAN KEUANGAN

NEGARA/DAERAH PENGELOLAAN PEMBANGUNAN

AKUNTABILITAS KEUANGAN DAN

KINERJA

RPJMD - RKPD -

APBD KESEJAHTERAAN

RAKYAT

PELAYANAN PUBLIK

RPJMN APBN

PENGELOLAAN KEUANGAN

NEGARA/DAERAH PENGELOLAAN PEMBANGUNAN

Pemerintah Pusat

Pemerintah Daerah & DPRD

BUMN/D

Lainnya Korporasi Masyarakat

AKUNTABILITAS KEUANGAN DAN

(5)

RPJMD YANBLIK, AKUNTABEL

DAMPAK

TUJUAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN

PEMBANGUNAN

MANFAAT

DELIVERY OUTPUT CONNECTED

ACTION PELAKSANAAN

PERENCANAAN

KEBIJAKAN

PELAPORAN

PERTANGGUNGJAWABAN

PENATAUSAHAAN PELAKSANAAN

PENGANGGARAN PERENCANAAN

KEUANGAN PEMBANGUNAN

RISIKO

(Internal & Eksternal

SPIP

yang efektif pada seluruh Tahapan Pengelolaan

Keuangan dan Pembangunan

(6)

PERAN

SPIP

DAN

APIP

DALAM MENGAWAL NAWACITA

SOLUSI PENYELESAIAN

MASALAH BANGSA

KONDISI BANGSA

MITIGASI

RISIKO Penguatan

SPIP

Penguatan Kapabilitas APIP

KONDISI

Kesenjangan Korupsi Kemiskinan

Toleransi Utang Hukum

PROGRAM/ PROYEK PEMBANGUNAN

KESEJAHTERAAN RAKYAT

APIP BPK

AKUNTABILITAS KEUANGAN DAN KINERJA Nawa

Cita

Risiko

Penyerapan Rendah

.Tidak Efektif

Terlambat

KKN

Penindakan

Pencegahan

KOMITMEN LEVEL 3

(7)

PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA

Peru-musan Kebijakan

Perenca usahaan

Pelapor an

Moni-toring

dan

Evaluasi AKUNTABILITAS

KEUANGAN

AKUNTABILITAS KINERJA

WILAYAH TERTIB

ADMINISTRASI WTA

WAJAR TANPA PENGECUALIAN

WILAYAH BEBAS KORUPSI

WTP

WBK

GOOD GOVERNANCE

& CLEAN GOVERNMENT

IMPLEMENTASI SPIP pada Seluruh Tahapan Proses Manajemen/Pengelolaan Keuangan Negara/Daerah

Peran APIP yang EFEKTIF (Assurance,EWS & Consulting)

(8)

SISTEM PENGENDALIAN INTERN (SPI)

SEBAGAI

CULTURE

Menjaring SDM yang

capable dan berintegritas

(1)

Budaya pengendalian intern melalui

awareness terhadap risiko

(2)

Meningkatkan kualitas proses

pengawasan (3)

Pembinaan penyelengga

raan SPI (4)

MEMBUDAYAKAN SPI

SPI

SEBAGAI

CULTURE

Membentuk

built in control

atau

pengawasan

by system

SPI bekerja secara otomatis

melakukan fungsi pengawasan

Kondisi tsb

dipertahankan shg

tercipta “Internal control culture”, sehingga SPI menjadi

(9)

www.bpkp.go.id

9

STRUKTUR APBD

Pendapatan

Belanja

PENGELOLAAN HARUS EFEKTIF, EFISIEN, TRANSPARAN & AKUNTABEL

(10)

Perencanaan Pelaksanaan Penatausahaan Pertgjwban Pemeriksaan

RPJMD RKPD

KUA PPAS

Nota Kesepakatan

Pedoman Penyusunan RKA-SKPD o/ KDH

RKA-SKPD

RAPBD

Evaluasi Raperda APBD

oleh Gubernur/

Mendagri

Rancangan DPA-SKPD

DPA-SKPD Verifikasi

Laporan Realisasi Semester Pertama

R P-APBD

Penatausahaan Belanja

Penerbitan SPM-UP, SPM-GU, SPM-TU dan SPM-LS oleh Kepala SKPD

Penerbitan SP2D oleh PPKD

Penatausahaan Pendapatan

Kekayaan dan Kewajiban daerah

Kas Umum

Piutang

Investasi

Barang

Dana Cadangan

Utang

Akuntansi Keuangan Daerah

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

LRA * LO Raperda PJ

Pel APBD

Perda APBD

Bendahara penerimaan wajib menyetor

penerimaannya ke rekening kas umum daerah selambat-lambatnya 1 hari kerja

Penatausahaan Pembiayaan

Dilakukan oleh PPKD

PelaksanaanAPBD

Pendapatan Belanja Pembiayaan

Disusun dan disajikan Sesuai SAP (PP 71/2010)

Persetujuan Bersama (KDH

+ DPRD)

Evaluasi o/ Gubernur/MDN

15 hari

7 hari penyesuaian o/

Pemda

Perda PJ Pel APBD

Evaluasi R P-APBD

Oleh Gbrnr/MDN

Perda P-APBD INTERNAL

AUDITOR MEMBERIKAN

ASSURANCE

DAN

CONSULTANCY

PADA SELURUH TAHAP PENGELOLAAN

KEUANGAN DAERAH AGAR

OPNI BPK WTP

(11)

UUD

Presiden memegang

kekuasaan pengelolaan

keuangan negara

untuk tujuan bernegara Psl 2: Menteri/Pimpinan

Lembaga,Gubernur, Bupati/Walikota wajib melakukan pengendalian atas Penyelenggaraan Kegiatan Pemerintahan

Psl 58 (1) Presiden menyelenggarakan

sistem pengendalian intern pemerintah dalam rangka pengelolaan

keuangan negara Psl 4 (1) Presiden sebagai

Pemegang Kekuasaan Pemerintahan

akuntabilitas adalah kewajiban untuk menjawab atau menjelaskan dari aparatur pemerintahan sebagai pihak yang menerima amanah kepada pemberi amanah (publik) atas pelaksanaan amanah yang diterimanya secara obyektif.

AKUNTABILITAS

Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara

11

(12)

1. RPJMD & RENJA Blm Menjadi Dasar Penyusunan RKT & Tapkin

2. Disharmoni RPJMD dan RPJMN 3. Indikator Kinerja dalam DPA belum rasional

dan objektif

4. Perlu peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan utk Pemda kategori penilaian

sedang & rendah.

1. Proses Penetapan APBD Terlambat 2. Penyerapan APBD belum optimal

(Silpa 2008-2016 tren naik/masih tinggi)

3. Opini LKPD PROV. JATENG 2015 WTP

4. Lemahnya Sistem Pengendalian Intern dan Kapasitas SDM APIP,

Permasalahan aset tetap,

dan penyimpangan peraturan

5. Penyimpangan (Fraud ) Pengadaan Barang/Jasa

6. Porsi belanja modal masih rendah

POTRET AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

Bangun SPIP

Tingkatkan fungsi APIP sejak perencanaan

KOMITMENN INTEGRITAS

dan disiplin angg., disbursement plan terkendali, tertib adm dlm

pengelolaan angg.

Reformasi Birokrasi; orientasai pelayanan publik,

SDM yg kompeten

Upaya-Upaya

Akuntabilitas Keuangan Negara/

Daerah

Akuntabilitas Keuangan

Akuntabilitas

Kinerja Pelayanan publik meningkat

Kepercayaan publik meningkat

Bebas Korupsi

(13)

www.bpkp.go.id

Permasalahan dalam Pengelolaan Keuangan Daerah

1. KELEMAHAN

AKUNTABILITAS

KEUANGAN

Ketidakpatuhan terhadap peraturan per UU

Kelemahan prosedur pencatatan

Kelemahan penyusunan dan penyajian laporan keuangan

Kelemahan pengelolaan kas

Kebijakan akuntansi pemda belum sesuai SAP

Pengelolaan pendapatan dan belanja tidak sesuai dengan ketentuan

Penyertaan dan penempatan modal belum akuntabel.

(14)

www.bpkp.go.id

2. KELEMAHAN AKUNTABILITAS

PENGELOLAAN ASET TETAP

Aset tetap tidak dapat diyakini kewajarannya, karena:

oTidak dapat ditelusuri nilainya dan /

keberadaan aset tetap yang dilaporkan dalam neraca tidak jelas

oPencatatan aset tetap tidak akurat oTidak didukung dengan bukti

kepemilikan

Aset daerah masih banyak dikuasai oleh yang tidak berhak

Aset yang belum jelas kepemilikannya:

oSebagai efek dari pemekaran/ belum

adanya serah terima aset dari daerah induk ke daerah baru

oBelum jelas dokumen kepemilikannya

14

(15)

www.bpkp.go.id

3. KELEMAHAN PROSES PENGADAAN BARANG DAN JASA

Pengadaan tidak sesuai spesifikasi dalam kontrak Denda keterlambatan belum ditetapkan dan

belum disetor ke kas daerah.

Terdapat kekurangan volume pekerjaan.

Perubahan pelaksanaan kegiatan tidak didukung addendum kontrak

Panitia pengadaan tidak memiliki HPS

Perbedaan kuantitas antara berita acara serah terima barang dengan dokumen kontrak

Dokumen lelang tidak lengkap

Pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan

Nilai ko trak ela pui Ow er’s Esti ate OE

Harga kontrak pekerjaan dimark-up

Pengadaan barang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak

Spesifikasi teknis pengadaan barang telah menunjuk suatu merk tertentu

15

(16)

SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH

Soft

Control

Integritas & nilai etika

Filosofis manajemen &

gaya operasi

Hard

Control

Kebijakan

Prosedur

SOP Berbasis Risiko

Kegiatan Pengendalian

- Reviu Kinerja, - pembinaan SDM,

- pengendalian Sistem Informasi, - pengendalian fisik aset,

- pemisahan fungsi,

- penetapan & reviu indikator kinerja,

- pencatatan

- otorisasi transaksi - pembatasan akses

- akuntabilitas sumber daya - dokumentasi

 Kode Etik & Aturan Perilaku

 Manajemen Berbasis Kinerja

 Kepemimpinan yg kondusif

(17)

MANUSIA SISTEM

K

S

A

TUJUAN ORGANISASI

Knowledge Skills Attitude

P

O

A

C

Disemua Fungsi Manajemen

(18)

www.bpkp.go.id

18

5 AREA MANAJEMEN RISIKO

(

awareness

terhadap Risiko)

1. SAKIP

IN LINE

(RPJMD

RKPD

RKA

PERJAN)

2. PAD

3. PBJ

(19)

LAPORAN KINERJA (LAKIP)

KINERJA AKTUAL

PERJANJIAN KINERJA (Performance Agreement)

RKPD/RKT

Rencana Strategis

Rencana Kerja dan Anggaran

(RKA)

LAPORAN KEUANGAN

RPJMD

SISTEM AKUNTABILITAS

KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (SAKIP)

EVALUASI/REVIU REVIU

UU 23/2014 Strategis Nasional

RPJMN

Permasalahan dalam Akuntabilitas Kinerja

PERMENDAGRI 52/2015 SE -MENDAGRI

50/795/SJ T.4-3-206

(20)

PENILAIAN

RISIKO

(21)

RISIKO (HUKUM)

Out Put (-)

(-) Efisiensi

(-) Ketaatan terhadap aturan

(-) Kepuasan stakeholder

(-) Pencapaian sasaran & tujuan Perangkat

Daerah

(22)

POHON KINERJA

22

NASIONAL

SASARAN STRATEGIS DAERAH (outcome - impact)

PEMERINTAH DAERAH

SASARAN PROGRAM (outcome)

SASARAN PROGRAM (outcome)

SASARAN KEGIATAN (output)

SASARAN KEGIATAN (output)

SASARAN KEGIATAN (output)

SASARAN KEGIATAN (output)

Proses Proses Proses Proses Proses Proses Proses Proses

i

SASARAN PEMBANGUNAN NASIONAL (Impact)

Proses Pencapaian Output

Sumberdaya Yang

Digunakan

KABINET PRESIDEN

KEPALA DAERAH

SKPD/PD

(23)

DASAR HUKUM PENILAIAN RISIKO

1.

Permendagri No. 13 Tahun 2006 tentang

Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

2.

Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2008

(24)

Permendagri No. 13 Tahun 2006

Pasal 313

1) Dalam rangka meningkatkan kinerja transparansi dan

akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, kepala

daerah mengatur dan menyelenggarakan sistem

pengendalian intern di lingkungan pemerintahan daerah

yang dipimpinnya;

2) Pengendalian intern sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) merupakan proses yang dirancang untuk

memberikan keyakinan yang memadai mengenai

pencapaian tujuan pemerintah daerah yang tercermin

dari keandalan laporan keuangan, efisiensi dan

(25)

Permendagri No. 13 Tahun 2006

Pasal 313

3} Pengendalian intern sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekurang- kurangnya memenuhi kriteria sebagai berikut:

1) terciptanya lingkungan pengendalian yang sehat; 2) terselenggaranya penilaian risiko;

3) terselenggaranya aktivitas pengendalian;

4) terselenggaranya sistem informasi dan komunikasi; dan

(26)

PP 60 Tahun 2008, pasal 13

1) Pimpinan Instansi Pemerintah wajib melakukan

penilaian risiko.

2) Penilaian risiko sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:

a. identifikasi risiko; dan b. analisis risiko.

3) Dalam rangka penilaian risiko sebagaimana

dimaksud pada ayat (1), pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan:

(27)

MANFAAT PENILAIAN RISIKO

Membantu pencapaian sasaran/tujuan PD

Memperbaiki Kualitas

Pelayanan kpd Stakeholders

Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Dasar Penyusunan

Rencana Strategis

Menghindari Kerugian Ngr

MANFAAT

(28)

KESELARASAN VERTIKAL

Tujuan Bangsa & Negara

UUD 1945

PJP

PJM

RKP

Renstra-KLP

UU 25/2004 SPPN

(29)

VISI MISI Tujuan Sasaran

STRATEGI

Kebijakan

Program

Terdapat keselarasan dengan visi, misi, tujuan dan sasaran Kebijakan dan Program mendukung terwujudnya

Visi Pimpinan Daerah

(30)

TOLAK GRATIFIKASI

(31)
(32)

www.bpkp.go.id

32

KRITERIA Pemberian Opini BPK ??

1. KESESUAIAN DENGAN STANDAR

AKUNTANSI PEMERINTAHAN (SAP)

(PP 71/2010

+ PENGUNGKAPAN

YANG CUKUP (Buku I)

2.

SISTEM PENGENDALIAN INTERN

yang memadai

(Buku II)

(33)

Pembangunan (BPKP)

Adakah cara untuk mencegahnya???

Peran APIP Yang Efektif:

1)

Quality Assurance

2)

Early Warning System

3)

Consulting

Sistem Pengendalian Intern

yang memadai

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan

(34)

A

Four Lines of Defence

4

3

2

1

34

Risk Management dan Internal

Control

Management Oversight

Independent & Objective Assurance (Internal Auditor)

External Auditor

Sumber:

Association of Chartered Certified Accountants, UK, (dimodifikasi)

(35)
(36)

PERAN APIP

(37)

MEMILIKI KOMPETENSI KEAHLIAN AUDITOR YANG TERSERTIFIKASI MELALUI PROGRAM SERTIFIKASI JFA

Pasal 51

MEMENUHI KODE ETIK DAN STANDAR AUDIT

Pasal 52 & 53

MELAPORKAN HASIL PENUGASAN SESUAI DENGAN

KEBUTUHAN PEMANGKU KEPENTINGAN

Pasal 54

(38)

EKSTERN

IRJEN

APIP :

(39)

www.bpkp.go.id

39

Pasal 2

Dalam rangka pertanggungjawaban

pelaksanaanAPBN/APBD, setiap Entitas

Pelaporan wajib menyusun dan

menyajikan:

a. Laporan Keuangan; dan

b. Laporan Kinerja.

PP 8/2006 ttg

(40)

www.bpkp.go.id

40

Pasal 25

(1) Laporan Keuangan tahunan Kementerian

Negara/Lembaga/Pemerintah Daerah/ Satuan Kerja

Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5

disertai dengan pernyataan tanggung jawab yang

ditandatangani oleh menteri/pimpinan lembaga/

gubernur

/bupati/walikota/

kepala Satuan Kerja

Perangkat Daerah

.

PP 8/2006 ttg

(41)

www.bpkp.go.id

41

Pasal 26

(1) Pernyataan tanggung jawab sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 25

memuat

pernyataan

bahwa pengelolaan APBN/APBD

telah diselenggarakan berdasarkan

Sistem

Pengendalian Intern yang memadai

dan

akuntansi keuangan telah diselenggarakan

sesuai dengan SAP

.

PP 8/2006 ttg

(42)

Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah

sebagai Pengguna Anggaran/Kuasa

Pengguna Anggaran menyampaikan

Laporan Keuangan dan Kinerja

interim

sekurang- kurangnya setiap triwulan

kepada gubernur/bupati/walikota,

dilampiri

dengan Laporan Keuangan

dan Kinerja interim atas pelaksanaan

kegiatan Dana Dekonsentrasi/Tugas

Pembantuan

.

(43)

PERAN APIP DALAM

IMPLEMENTASI

UU NO.30 TAHUN 2014

Tentang

ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

TERKAIT TP-TGR

HASILWAS APIP dan BPK

(44)
(45)

PP 60 Th 2008 tentang SPIP

APIP melakukan pengawasan intern

atas penyelenggaraan tugas dan fungsi

Instansi Pemerintah, melalui

(Ps 48)

:

a.

Audit;

b.

Reviu;

c.

Evaluasi;

d.

Pemantauan; dan

e.

Kegiatan pengawasan lainnya

.

(46)

PP 60 Th 2008 tentang SPIP

APIP terdiri atas

(Ps.49):

1.

BPKP

2.

Inspektorat Jenderal atau nama lain

yang secara fungsional

melaksanakan pengawasan intern

3.

Inspektorat Provinsi dan

4.

Inspektorat Kabupaten/Kota

(47)

Mulai berlakunya UU 30/2014 ttg AP

47

Disahkan & diundangkan tgl 17-10- 2014

Lembaran Negara RI th 2014 Nomor : 292

Pasal 88 :

Peraturan Pelaksanaan UU ini harus

ditetapkan paling lama 2 tahun

terhitung sejak UU ini diundangkan.

(48)

Maksud UU 30 th 2014

(ps.2)

Sebagai salah satu dasar hukum bagi

B/PP, Warga Masyarakat, dan

pihak-pihak lain yang terkait dengan

Administrasi Pemerintahan dalam

upaya meningkatkan kualitas

penyelenggaraan pemerintahan.

(49)

PASAL 3

1. Menciptakan tertib penyelenggaraan Adm Pem

2. Menciptakan kepastian hukum

3. Mencegah terjadinya penyalahgunaan Wewenang

4. Menjamin akuntabilitas B/PP

5. Memberikan pelindungan hukum kpd Warga Masy dan Aparatur Pem

6. Melaksanakan ketentuan per-UU dan menerapkan AUPB

7. Memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada Warga Masy

TUJUAN UU AP

(50)

(Ps 20 ayat 1 sd 6)

Peran APIP dalam UU AP

APIP melakukan Pengawasan

terhadap larangan

penyalahgunaan Wewenang

(51)

51

Hasil

WAS

APIP

tidak terdapat kesalahan

terdapat kesalahan administratif

;

kesalahan administratif menimbulka

n kerugian KN

dilakukan TL dalam

bentuk penyempurnaan

administrasi sesuai

dengan ketentuan

peraturan per-UU

dilakukan

pengembalian

kerugian keu neg

paling lama 10 HK

terhitung sejak

diputuskan dan

(52)

52

(53)

Peraturan Mahkamah Agung

Nomor 4 tahun 2015

Pasal 3:

B/PP yang merasa kepentingannya

dirugikan oleh hasil pengawasan APIP

dapat mengajukan permohonan kepada

Pengadilan yang berwenang berisi tuntutan

agar keputusan dan/atau Tindakan Pejabat

pemerintahan dinyatakan ada atau tidak ada

unsur penyalahgunaan wewenang.

(54)

PP 60 tahun 2008

Agar terhindar dari permasalahan :

1.

APIP dalam melaksanakan tugasnya harus

independen dan obyektif.

2.

Menjaga integritas / KODE ETIK

3.

Peningkatan kompetensi auditor APIP

meliputi penyelenggaraan Diklat, Litbang,

dan pembinaan jabatan fungsional di

bidang audit (PKS/PPM)

4.

Dokumentasikan hasil pengawasan

dengan baik dan tertib (STANDAR AUDIT)

(55)
(56)

peraturan

perundang-undangan baru,

perkembangan teknologi,

bencana alam, dan

gangguan keamanan.

keterbatasan dana operasional,

sumber daya manusia yang tidak

kompeten,

peralatan yang tidak memadai,

kebijakan dan prosedur yang

tidak jelas, dan

suasana kerja yang tidak

Referensi

Dokumen terkait