Jenis Mikrobia
Jenis Mikrobia
Patogen pada Pangan
Patogen pada Pangan
dan Foodborne
dan Foodborne
Diseases
Diseases
Sumber :
Jenis Mikrobia yang
Jenis Mikrobia yang
Mengakibatkan Foodborne
Mengakibatkan Foodborne
diseases
diseases
• Intoksikasi :
– Penyakit keracunan makanan terjadi akibat
mengkonsumsi makanan yang mengandung toksin bakteri maupun jamur. (Staphylococcus aureus, Clo.botulinum, B.cereus, dan A.flavus)
• Infeksi :
– Penyakit keracunan makanan terjadi akibat
mengkonsumsi makanan maupun minuman yang terkontaminasi bakteri enteropatogen. (Salmonella)
• Toksikoinfeksi :
– Penyakit keracunan makanan terjadi akibat
Bakteri Patogen yang beresiko
Bakteri Patogen yang beresiko
mengakibatkan Foodborne
mengakibatkan Foodborne
Diseases
Bakteri Patogen yang beresiko
Bakteri Patogen yang beresiko
mengakibatkan Foodborne
mengakibatkan Foodborne
Diseases
(IFT, 2003)
Type of Causative Agent
Jenis Pangan yang beresiko
Jenis Pangan yang beresiko
menimbulkan Foodborne
menimbulkan Foodborne
Diseases
Diseases
• Daging segar dan daging olahan
• Miscellaneous
(Telur, mayonaise, cereal,kacang2an, minyak biji2an, salad, dan sandwiches)
• Seafood
• Susu dan produk olahannya
Daging dan produk unggas
Daging dan produk unggas
merupakan penyebab foodborne
merupakan penyebab foodborne
disease ke-2
Tempat penyajian makanan yang
Tempat penyajian makanan yang
beresiko menimbulkan Foodborne
beresiko menimbulkan Foodborne
Diseases
Diseases
• Fast food
• Restaurants
• Café
Foodborne Disseases
Foodborne Disseases
Foodborne Intoksikasi
Foodborne Intoksikasi
Foodborne Infeksi
Foodborne Infeksi
Foodborne Toksikoinfeksi
Foodborne Intoxication
Foodborne Intoxication
•
Karakteristik umum :
– Toksin diproduksi oleh patogen ketika fase pertumbuhan dalam makanan
– Toksin dapat labil / stabil terhadap panas
– Konsumsi makanan yang mengandung toksin aktif, bukan sel hidup, berpotensi untuk
meracuni (kecuali infant botulism)
– Gejala umum terjadi secara cepat, ±30 menit setelah konsumsi.
– Gejalanya berbeda antar jenis toksin
•
Jenis Toksin :
– Staphylococcal Intoksikasi
– Botulism
Staphylococcal Intoksikasi :
Staphylococcal Intoksikasi :
• Enterotoksin yang stabil terhadap
panas
• Waktu inkubasi pendek (1-8, kadang
hanya dalam waktu 30 menit)
• Gejala : Nausea, Projectile Vomitting,
kram, diare, tidak demam.
Botulism :
Botulism :
• Neurotoksin
• Labil terhadap panas (80
0C 5 menit)
• Ada 3 kategori :
– Food poisoning (makanan kaleng)
• Intoksikasi
– Wound botulism (penanganan bahan
terkontaminasi saat dikemas)
• Toksikoinfeksi
– Infant botulism (bee honey)
• Masa inkubasi 12-36 jam
• Menimbulkan masalah saluran
pencernaan : Nausea, vomiting, diare
• Indikator awal : Fatigue, lemah otot.
• Diikuti : mata berair, pupil sensitif
terhadap cahaya, pandangan kabur.
• Efek terhadap mulut : kering,
•
C.botulinum
Tipe A : buah & sayur
•
C.botulinum
Tipe E : psychrotroph
pada ikan asap
•
C.botulinum
Tipe B : ham kaleng
produk rumah tangga atau makanan
oven
Mikotoksin
Mikotoksin
• Diproduksi oleh :
– A.flavus, A.parasiticus : aflatoksin
– A.nidulans, A.vesicolor : sterigmatocystin – Penisillium viridicatum : ochratoksin
• Resistant terhadap panas
• Pencegahan :
– Pengemasan anaerob
– Penurunan aw sampai 0.6
– Pembekuan
Foodborne Infection
Foodborne Infection
•
Karakteristik :
– Sel hidup dari bakteri/virus patogen enterik terkonsumsi lewat makanan
– Patogen menembus membran sampai sel
epitel usus, multiply, dan menghasilkan toksin (infeksi)
– Gejala umum terjadi setelah 24 jam
– Gejala enterik : sakit perut, diare, mual, vomiting, dan demam.
• Jenis FBI :
– Salmonellosis oleh Salmonella spp.
– Listeriosis oleh Listeria monocytogenes
– Patogenik E.coli (EPEC,ETEC,EIEC,EHEC)
– Shigellosis (Bacillary Dysentery) – Campylobacteriosis (Cb.jejuni)
– Yersiniosis (Y.enterolitica Gastroentritis) – Gastroentritis oleh Vibrio sp.
– Virus enteral
Foodborne Toxicoinfections
Foodborne Toxicoinfections
•
Karakteristik :
– Bakteri pembentuk spora : konsumsi sejumlah sel vegetatif hidup
• Sel vegetatif tidak memperbanyak diri pada sal.cerna tetapi melakukan sporulasi dan mengeluarkan toksin
– Bakteri gram negatif : konsumsi sejumlah sel hidup
• Dengan cepat memperbanyak diri pada sal.cerna • Sel mati, tetapi toksin sudah dihasilkan
• Jenis FBI :
– Gastroentritis oleh
Cl.perfringens
– Gastroentritis oleh
B.cereus
Cl.perfringens
Cl.perfringens
• Masa inkubasi 8-24 jam
• Konsumsi 10
6-10
8sel vegetatif
• Gejala : diare eksplosif, sakit perut
akut, demam (tidak selalu)
• Hanya dapat dicegah dengan
B.cereus
B.cereus
• cause 2 syndromes :
– Diarrheal and emetic
• Diarrheal syndrome :
– Dosis infektif 105-107
– Produksi toksin dalam usus halus
– Inaktif pd 560C 5’
– Masa inkubasi 8-16 jam (terkadang >24)
– Masa sakit 12-24 jam
– Gejala : sakit perut, diare. – Produk
daging,sup,sayuran,puding/sa us dan susu dan olahannya
• Emetic syndrome :
– Dosis infektif 105-108
– Produksi toksin dimulai dalam makanan
– Stabil pd 1260C 90’
– Masa inkubasi 0.5-5jam (terkadang >24)
– Masa sakit 6-24 jam – Gejala : sakit perut,
diare.
V.cholerae
V.cholerae
01
01
• Patogen pada
manusia
• Secara tipikal
dihubungkan
dengan air
E.coli
E.coli
• Enteropathogenic (EPEC)
• Enteroinvasive (EIEC)
• Enterotoxigenic (ETEC)
• Enterohemorrhagic (EHEC)
– Resisten terhadap asam
Beberapa Kesalahan
Beberapa Kesalahan
Yang Terjadi Saat
Yang Terjadi Saat
Pengolahan Makanan
Cross-contamination
Of Salmonella
a) Contamination after cooking b) Human carrier
c) Raw meat/chicken etc.
Kelalaian Juru Masak Saat Defrosting Menyebabkan Kontaminasi Salmonella
• Daging beku yang disimpan pada freezer,
khususnya poultry, sebelum dimasak harus di
thawing sempurna dalam kulkas semalam.
• Jika proses thawing tidak dilakukan dengan
sempurna, waktu pemanasan lebih lama untuk melelehkan es yang berada di tengah daging.
• Kondisi tersebut mengakibatkan lama dan suhu pemanasan yang direkomendasikan tidak cukup untuk membunuh Salmonella atau bahkan
• Diare patogen yang diakibatkan oleh
foodborne infection diantaranya
disebabkan oleh
Salmonella
.
• Diare mengindikasi hilangnya cairan dan
elektrolit sehingga menyebabkan
Habitat S.aureus
Kelalaian Juru Masak Saat Mencicipi Makanan Menyebabkan Kontaminasi S.aureus
Habitat Cl.perfringens
a) Usus manusia & hewan
b) Sporanya berada pada tanah
Kelalaian Juru Masak Saat Preparasi Bahan Baku
(daging mentah dan Sayuran) Menyebabkan Kontaminasi Cl.perfringens
Simpan bahan baku pada suhu lebih dari 630C atau kurang dari 100C
Kelalaian Saat Preparasi Nasi Yang Disajikan
Menimbulkan Penyakit Yang Disebabkan oleh B.cereus
Bakteri pada nasi yang tidak mati saat pemasakan pertama tetapi membentuk spora, dapat memperbanyak diri dan memproduksi toksin selama pendinginan semalaman, kemudian nasi tidak mendapat pemanasan
Lambung
1. Toksin B.cereus atau S.aureus menyebabkan iritasi pada lambung dan menimbulkan sakit
perut.
2. Lambung memproduksi asam yang dapat menyerang
Salmonella dan Cl.perfringens tetapi keduanya dapat
terlindungi oleh makanan menuju usus halus dimana keduanya menemukan habitat alaminya
Usus halus :
1. Cl.perfringens membentuk spora dan menghasilkan toksin yang menyebabkan iritasi usus,
menyebabkan diare dan sakit perut 2. Salmonella memperbanyak diri dan menghasilkan zat yang dapat
menyebabkan iritasi usus,