Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 1 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016P U T U S A N Nomor 394 K/Pid./2016
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
M A H K A M A H A G U N G
yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :
Nama :ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI; Tempat Lahir : Pasuruan;
Umur/Tanggal Lahir : 34 Tahun / 12 Desember 1980; Jenis Kelamin : Laki-laki;
Kebangsaan : Indonesia;
Tempat Tinggal : Dusun Wonosalam RT. 01 RW. 04, Desa Wonosari Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan;
Agama : Islam; Pekerjaan : Swasta;
Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) oleh : 1. Penyidik, sejak tanggal 21 Juli 2015 sampai dengan tanggal 09 Agustus
2015;
2. Perpanjangan Penahanan oleh Penuntut Umum dalam tingkat Penyidikan, sejak tanggal 10 Agustus 2015 sampai dengan tanggal 02 September 2015; 3. Penuntut Umum, sejak tanggal 03 September 2015 sampai dengan tanggal
15 September 2015;
4. Hakim Pengadilan Negeri Bangil, sejak tanggal 16 September 2015 sampai dengan tanggal 15 Oktober 2015;
5. Perpanjangan Penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri Bangil, sejak tanggal 16 Oktober 2015 sampai dengan tanggal 14 Desember 2015;
Terdakwa diajukan di muka persidangan Pengadilan Negeri Bangil karena didakwa dengan dakwaan sebagai berikut :
DAKWAAN:
KESATU;
Bahwa ia Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI, pada hari Jumat tanggal 07 Juni 2014 sekitar jam 09.00 WIB atau setidak-tidaknya terjadi pada bulan Juni 2014 bertempat di rumah saudara HANAFI Desa Wonosari RT.01 RW.04, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan atau setidak-tidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk dalam Daerah Hukum Pengadilan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 2 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016Negeri Bangil, telah membikin surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menerbitkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang atau yang diperuntukkan sebagai bukti dari pada suatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, yang dilakukan oleh Terdakwa dengan cara sebagai berikut;
Berawal pada tahun 2003 saksi LINDAWATI tinggal di rumah HANAFI di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan dimana saat itu saksi LINDAWATI menempati salah satu kamar rumah milik HANAFI, kemudian pada tanggal 30 April 2004 saksi LINDAWATI membeli sebidang tanah dari saksi NURUL JAMIL berupa kebon salak dengan luas 426 M2 (empat ratus dua puluh enam merter persegi) seharga Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah), yang lokasinya di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan sewaktu dilakukan transaksi tersebut dilakukan dengan bukti surat perjanjian jual-beli yang bermaterai 6000 (enam ribu) dan diketahui oleh Kepala Desa Wonosari (LUKMAN HAKIM), setelah terjadinya transaksi jual beli tanah antara LINDAWATI dan NURUL JAMIL kemudian surat perjanjian jual beli tersebut disimpan di lemari dalam kamar rumah HANAFI yang saat itu ditempati oleh saksi LINDAWATI. Setelah membeli tanah tersebut kemudian saksi LINDAWATI pergi ke Luar Negeri bekerja dan meninggalkan rumah HANAFI serta surat perjanjian jual beli tanah tersebut disimpannya di dalam lemari, sewaktu saksi LINDAWATI bekerja di Luar Negeri tanah tersebut dibangun rumah oleh saksi LINDAWATI dengan uang hasil bekerja, kemudian pada hari Jum’at tanggal 07 Juli 2014 saksi LINDAWATI menerima kabar bahwa rumahnya yang dibangun akan ditempati oleh Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI yang tidak lain adalah anak dari HANAFI, adanya laporan tersebut kemudian pada hari senin tanggal 09 Juni 2014 saksi LINDAWATI pulang ke rumah HANAFI dan mencari surat perjanjian jual beli tanah tersebut, dan sewaktu surat perjanjian jual beli tanah tersebut ketemu saksi LINDAWATI terkejut karena namanya yang tercantum dalam surat tersebut sudah dicoret dan diganti dengan nama Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI, namun dalam tanda tangan nama dari saksi LINDAWATI masih ada dan surat perjanjian tersebut diberi tanda tangan Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI, mengetahui namanya dalam surat perjanjian tersebut dicoret kemudian saksi LINDAWATI menemui Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI untuk menanyakan kenapa namanya di dalam surat perjanjian jual beli tanah tersebut dicoret namun Terdakwa hanya diam saja, setelah itu saksi mendatangi kantor
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 3 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016Kepala Desa Wonosari bertemu dengan Kepala Desa (PAK JUPRI) di mana saat itu kepala Desa Wonosari (PAK JUPRI) menerangkan bahwa tanah tersebut sudah terbit akta jual-beli antara Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI denagn saksi NURUL JAMIL, di mana saat itu akta jual beli tersebut diterbitkan pada Bulan Desember 2005 yang ditandatangani oleh Kepala Desa Wonosari yang dijabat oleh Alm. LUKMAN HAKIM, karena saksi LINDAWATI tidak pernah mencoret namanya dalam surat perjanjian jual beli tanah dan tidak pernah mengajukan surat akte jual beli tanah ke Kepala Desa tersebut kemudian saksi LINDAWATI melaporkannya kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib;
Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
A T A U KEDUA;
Bahwa ia Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI pada hari Jum’at tanggal 07 Juni 2014, sekitar jam 09.00 WIB atau setidak-tidaknya terjadi pada bulan Juni 2014 bertempat di rumah saudara HANAFI Desa Wonosari RT.01 RW.04, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan atau setidak-tidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk dalam Daerah Hukum Pengadilan Negeri Bangil, Dengan sengaja menyuruh menempatkan keterangan palsu kedalam sesuatu akte authentic tentang sesuatu kejadian yang sebenarnya harus dinyatakan oleh akte itu, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan akte itu seolah-olah keterangannya itu cocok dengan hal sebenarnya, maka kalau dalam mempergunakannya itu dapat mendatangkan kerugian, yang dilakukan oleh Terdakwa dengan cara sebagai berikut;
Berawal pada tahun 2003 saksi LINDAWATI tinggal di rumah HANAFI di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan di mana saat itu saksi LINDAWATI menempati salah satu kamar rumah milik HANAFI, kemudian pada tanggal 30 April 2004 saksi LINDAWATI membeli sebidang tanah dari saksi NURUL JAMIL berupa Kebon Salak dengan luas 426 M2 (empat ratus dua puluh enam) seharga Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah), yang lokasinya di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan sewaktu dilakukan transaksi tersebut dilakukan dengan bukti surat perjanjian jual-beli yang bermaterai 6000 (enam ribu) dan diketahui oleh Kepala Desa Wonosari (LUKMAN HAKIM), setelah terjadinya transaksi jual beli tanah antara LINDAWATI dan NURUL JAMIL kemudian surat perjanjian jual
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 4 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016beli tersebut disimpan di lemari dalam kamar rumah HANAFI yang saat itu ditempati oleh saksi LINDAWATI. Setelah membeli tanah tersebut kemudian saksi LINDAWATI pergi ke Luar Negeri bekerja dan meninggalkan rumah HANAFI serta surat perjanjian jual beli tanah tersebut disimpannya di dalam lemari, sewaktu saksi LINDAWATI bekerja di Luar Negeri tanah tersebut dibangun rumah oleh saksi LINDAWATI dengan uang hasil bekerja, kemudian pada hari Jum’at tanggal 07 Juli 2014 saksi LINDAWATI menerima kabar bahwa rumahnya yang dibangun akan ditempati oleh Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI yang tidak lain adalah anak dari HANAFI, adanya laporan tersebut kemudian pada hari senin tanggal 09 Juni 2014 saksi LINDAWATI pulang ke rumah HANAFI dan mencari surat perjanjian jual beli tanah tersebut, dan sewaktu surat perjanjian jual beli tanah tersebut ketemu saksi LINDAWATI terkejut karena namanya yang tercantum dalam surat tersebut sudah dicoret dan diganti dengan nama Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI, namun dalam tanda tangan nama dari saksi LINDAWATI masih ada dan surat perjanjian tersebut diberi tanda tangan Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI, mengetahui namanya dalam surat perjanjian tersebut dicoret kemudian saksi LINDAWATI menemui Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI untuk menanyakan kenapa namanya di dalam surat perjanjian jual beli tanah tersebut dicoret namaun terdakwa hanya diam saja, setelah itu saksi mendatangi kantor Kepala Desa Wonosari bertemu dengan Kepala Desa (PAK JUPRI) di mana saat itu kepala desa Wonosari (PAK JUPRI) menerangkan bahwa tanah tersebut sudah terbit akta jual-beli antara Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI denagn saksi NURUL JAMIL, di mana saat itu akta jual beli tersebut diterbitkan pada Bulan Desember 2005 yang ditandatangani oleh Kepala Desa Wonosari yang dijabat oleh Alm. LUKMAN HAKIM, karena saksi LINDAWATI tidak pernah mencoret namanya dalam surat perjanjian jual beli tanah dan tidak pernah mengajukan surat akte jual beli tanah ke Kepala Desa tersebut kemudian saksi LINDAWATI melaporkannya kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib;
Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 266 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
Membaca tuntutan pidana Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bangil tanggal 02 Desember 2015 sebagai berikut:
1. Menyatakan Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan pidana “telah membikin surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menerbitkan sesuatu hak,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 5 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016perikatan atau pembebasan hutang atau yang diperuntukkan sebagai bukti dari pada suatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu” sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI berupa pidana penjara selama 3 (tiga) Tahun dikurangi selama berada dalam tahanan dengan perintah agar Terdakwa tetap ditahan;
3. Menyatakan barang bukti berupa;
- 1 (satu) lembar surat perjanjian jual beli tanah tanggal 30 April 2005 yang terdapat coretan pada tulisan “LINDA”;
- 1 (satu) lembar kwitansi pembayaran jual beli kebon salak sebesar Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) tanggal 17 Desember 2005; Dikembalikan kepada saksi Lindawati;
4. Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp2.000,00 (dua ribu rupiah);
Membaca putusan Pengadilan Negeri Bangil Nomor 482/Pid.B/2015/ PN. Bil tanggal 07 Desember 2015 yang amar selengkapnya sebagai berikut :
1. MenyatakanTerdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI,tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam Surat Dakwaan Penuntut Umum;
2. Membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari Dakwaan Penuntut Umum; 3. Memerintahkan agar Terdakwa segera dibebaskan dari tahanan segera
setelah Putusan diucapkan;
4. Memulihkan hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya;
5. Menyatakan barang bukti berupa;
- 1 (satu) lembar surat perjanjian jual beli tanah tanggal 30 April 2005 yang terdapat coretan pada tulisan “LINDA”;
- 1 (satu) lembar kwitansi pembayaran jual beli kebon salak sebesar Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) tanggal 17 Desember 2005;
Masing-masing dikembalikan kepada saksi LINDAWATI;
6. Membebankan biaya perkara kepada Negara;
Mengingat akta tentang permohonan kasasi Nomor : 26/Akta.Pid./2015/ PN.Bil. yang dibuat oleh Panitera pada Pengadilan Negeri Bangil yang menerangkan, bahwa pada tanggal 08 Desember 2015 Penuntut Umum pada
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 6 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016Kejaksaan Negeri Bangil mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan Pengadilan Negeri tersebut;
Memperhatikan Memori Kasasi pada tanggal 18 Desember 2015 dari Penuntut Umum sebagai Pemohon Kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bangil pada tanggal 18 Desember 2015;
Membaca surat-surat yang bersangkutan;
Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Negeri tersebut telah dijatuhkan dengan hadirnya Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bangil pada tanggal 07 Desember 2015 dan Penuntut Umum mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 08 Desember 2015 serta Memori Kasasinya telah diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bangil pada tanggal 18 Desember 2015 dengan demikian permohonan kasasi beserta dengan alasan-alasannya telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara menurut undang-undang, oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima;
Menimbang, bahwa Pasal 244 (KUHAP) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana menentukan bahwa terhadap putusan perkara pidana yang diberikan pada tingkat terakhir oleh pengadilan lain, selain dari pada Mahkamah Agung, Terdakwa atau Penuntut Umum dapat mengajukan permintaan kasasi kepada Mahkamah Agung kecuali terhadap putusan bebas;
Menimbang, bahwa akan tetapi Mahkamah Agung berpendapat bahwa selaku badan Peradilan Tertinggi yang mempunyai tugas untuk membina dan menjaga agar semua hukum dan undang-undang di seluruh wilayah Negara diterapkan secara tepat dan adil, serta dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 114/PUU-X/2012 tanggal 28 Maret 2013 yang menyatakan frasa “kecuali terhadap putusan bebas” dalam Pasal 244 Undang-Undang Nomor : 8 Tahun 1981 tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, maka Mahkamah Agung berwenang memeriksa permohonan kasasi terhadap putusan bebas;
Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/Penuntut Umum pada pokoknya adalah sebagai berikut:
Bahwa Judex Facti / Pengadilan Negeri telah melakukan kekeliruan yakni tidak menerapkan atau menetapkan peraturan hukum tidak sebagaimana mestinya yakni dalam hal;
1. Bahwa permohonan kasasi dari Penuntut Umum dalam perkara Terdakwa tersebut telah kami sampaikan kepada Panitera Pengadilan Negeri Bangil di Bangil pada tanggal 08 Desember 2015 dengan Akta Permohonan Kasasi Nomor : 26/Akte.Pid/2015/PN.Bil, jadi masih dalam tenggang waktu
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 7 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016sebagaimana dimaksud oleh undang-undang;
2. Bahwa selanjutnya selaku Penuntut Umum baru menerima Salinan Putusan dari Pengadilan Negeri Bangil Nomor : 482/Pid.B/2015/PN.Bil. pada hari Selasa tanggal 15 Desember 2015 atas nama Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI (9 hari setelah putusan diucapkan);
3. Memori Kasasi ini diserahkan kepada Panitera Pengadilan Negeri Bangil di Bangil pada tanggal ….. Desember 2015, sesuai dengan tenggang waktu sebagaimana dimaksud oleh undang-undang;
Bahwa berdasarkan Pasal 244 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang menyatakan bahwa :
“Terhadap putusan perkara pidana yang diberikan pada tingkat terakhir oleh pengadilan lain selain daripada Mahkamah Agung, terdakwa atau penuntut umum dapat mengajukan permintaan pemeriksaan kasasi kepada Mahkamah Agung kecuali terhadap putusan bebas”.
4. Bahwa dengan memperhatikan Lampiran Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor : M.14-PW.07.03 Tahun 1983 tanggal 01 Oktober 1983 tentang Tambahan Pedoman Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, khususnya butir 19 mengenai putusan bebas dalam hubungannya dengan Banding dan Kasasi, serta memperhatikan Yurisprudensi yang dianut dalam peradilan di Indonesia, sebagaimana ternyata dalam berbagai Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, antara lain putusan Nomor : 275K/Pid/1983 tanggal 15 Desember 1983 (dalam perkara atas nama Terdakwa Raden SONSON NATALEGAWA), yang menyatakan bahwa Mahkamah Agung selaku Badan Peradilan Tertinggi yang mempunyai tugas untuk membina dan menjaga agar semua hukum dan Undang-Undang di seluruh wilayah negara diterapkan secara tepat dan adil, Mahkamah Agungwajib memeriksa, apabila ada pihak yang mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan pengadilan bawahannya yang membebaskan Terdakwa, yaitu guna menentukan sudah tepat dan adilkah putusan pengadilan bawahannya itu;
5. Bahwa menurut Yurisprudensi yaitu dalam putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia tanggal 4 Desember 1984 Nomor : 892 K/Pid/1983 dalam perkara Terdakwa-Terdakwa : 1. ASAPEBALEKE dan 2. KARENA INI Bin MUHAMMAD AMIN telah menyatakan menerima permohonan Kasasi dari Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Sengkang tanggal 26 November 1983 Nomor 33/C/Pid/1083/PN.Skg yang membebaskan Terdakwa-Terdakwa dari Dakwaan dimana selanjutnya Mahkamah Agung
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 8 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016membatalkan putusan Pengadilan Negeri Sengkang tersebut dengan mengadili sendiri dan menyatakan Terdakwa-Terdakwa tersebut bersalah tentang kejahatan yang didakwakan serta menjatuhkan pidana terhadap Para Terdakwa;
6. Bahwa berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 321 K/Pid/1983 yang menyatakan :
- Menimbang bahwa namun demikian sesuai yurisprudensi yang sudah ada apabila ternyata putusan pengadilan yang membebaskan Terdakwa itu merupakan pembebasan yang murni sifatnya, maka sesuai ketentuan Pasal 244 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana tersebut, permohonan kasasi tidak dapat diterima;
- Menimbang, bahwa sebaliknya apabila pembebasan itu berdasarkan pada penafsiran yang keliru terhadap sebutan tindak pidana yang dimuat dalam surat dakwaannya dan bukan didasarkan pada tidak terbuktinya suatu unsur perbuatan yang didakwakan, atau apabila pembebasan itu sebenarnya adalah merupakan putusan lepas dari segala tuntutan hukum atau apabila dalam menjatuhkan putusan itu pengadilan telah melampaui batas wewenangnya (meskipun mengenai hal ini tidak diajukan sebagai keberatan kasasi) Mahkamah Agung atas dasar pendapatnya bahwa pembebasan itu bukan merupakan pembebasan yang murni harus menerima permohonan kasasi tersebut;
Bahwa sesuai dengan putusan Mahkamah Agung Nomor 321 K/Pid/1983 tersebut di atas, maka suatu putusan dapat dikategorikan sebagai putusan bebas tidak murni atau yang lazim disebut sebagai pembebasan yang terselubung, apabila :
1) Putusan pembebasan itu didasarkan pada penafsiran yang keliru terhadap sebutan tindak pidana yang disebut dalam Surat Dakwaan; atau;
2) Putusan pembebasan tersebut sebenarnya adalah merupakan putusan lepas dari segala tuntutan hukum; atau
3) Dalam menjatuhkan putusan bebas itu pengadilan telah melampaui wewenangnya, baik menyangkut pelampauan wewenang kompetensi absolut atau relatif, maupun pelampauan wewenang dalam arti apabila putusan pembebasan itu telah turut dipertimbangkan dan dimasukkan unsur-unsurnon yuridis;
7. Bahwa putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangil sama sekali tidak mempertimbangkan hukum pembuktian atau tidak
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 9 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016mempertimbangkan alat bukti yang diajukan oleh Penuntut Umum yakni berupa Keterangan Para Saksi, Alat bukti Surat, AHLI, serta Barang Bukti. (Pasal 184 (1) Jo Pasal 183 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana); 8. Bahwa putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangil hanya
mempertimbangkan keterangan Terdakwa saja dan tidak mempertimbangkan keterangan saksi-saksi yang diajukan Penuntut Umum dalam Persidangan 1. Saksi LINDAWATI, 2. GRINDRA WARDANA, SUPRIYADI, padahal dalam proses persidangan ini Terdakwa tidak menggunakan haknya untuk melakukan pembelaan sedangkan saksi yang diajukan oleh Terdakwa justru memberatkan Terdakwa sendiri;
a. Saksi Lindawati pada pokoknya di Persidangan menerangkan :
- Bahwa saksi menerangkan kapasitas saksi memberikan keterangan dalam persidangan sebagai pelapor dengan adanya penggunaan surat palsu dengan penempatan keterangan palsu dalam akta autentikyang dilakukan oleh Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan surat yang dipalsukan tersebut adalah surat perjanjian jual beli tanah dari saksi NURUL JAMIL kepada saudara Lindawati;
- Bahwa saksi menerangkan yang melakukan pencoretan namanya tersebut dalam surat perjanjian jual-beli tanah dengan nurul jamil adalah Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan tujuan Terdakwa melakukan pencoretan namanya dalam surat perjanjian jual beli tanah adalah untuk menguasai atau memiliki sebidang tanah milik saksi;
- Bahwa saksi menerangkan saksi membeli tanah tersebut tidak pernah memberikan atau mengalihkan hak atas tanah tersebut kepada orang lain termasuk kepada Terdakwa;
- Bahwa terkait pembelian tanah tersebut saksi mempunyai bukti kwitansi pembayaran tentang pembelian tanah tanah tersebut dari saudara NURUL JAMIL tanggal 17 Desember 2005;
- Bahwa saksi mengambil kwitansi tersebut pada tanggal 17 Desember 2005 sekitar pukul 13.00 WIB di rumah saudara NURUL JAMIL yang beralamat di Dusun Wonosalam Timur RT.01/RW.04, Desa Wonosari Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan;
- Bahwa saksi menerangkan pada tahun 2003 saksi LINDAWATI tinggal di rumah HANAFI di Desa Wonosari Kecamatan Gondang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 10 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016Wetan Kabupaten Pasuruan di mana saat itu saksi LINDAWATI menempati salah satu kamar rumah milik HANAFI;
- Bahwa saksi menerangkan kemudian pada tanggal 30 April 2004 saksi LINDAWATI membeli sebidang tanah dari saksi NURUL JAMIL berupa kebon Salak dengan luas 426 M2 (empat ratus dua puluh enam meter persegi) seharga Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) yang lokasinya di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan;
- Bahwa saksi menerangkan sewaktu dilakukan transaksi tersebut dilakukan dengan bukti surat perjanjian jual-beli yang bermaterai 6000 dan diketahui oleh Kepala Desa Wonosari (LUKMAN HAKIM), dan saksi-saksinya adalah RODEYAH, dan HASAN;
- Bahwa saksi menerangkan setelah terjadinya transaksi jual beli tanah antara LINDAWATI dan NURUL JAMIL kemudian surat perjanjian jual beli tersebut disimpan di lemari dalam kamar rumah HANAFI yang saat itu ditempati oleh saksi LINDAWATI;
- Bahwa saksi menerangkan pembelian tanah tersebut sebesar Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) memakai atau menggunakan uang milik saksi sendiri;
- Bahwa saksi menerangkan setelah membeli tanah tersebut kemudian saksi LINDAWATI pergi ke Luar Negeri bekerja dan meninggalkan rumah HANAFI serta surat perjanjian jual beli tanah tersebut disimpannya di dalam lemari;
- Bahwa saksi menerangkan sewaktu saksi LINDAWATI bekerja di luar negeri tanah tersebut dibangun rumah oleh saksi LINDAWATI dengan uang hasil bekerja;
- Bahwa saksi menerangkan kemudian pada hari Jum’at tanggal 07 Juli 2014 saksi LINDAWATI menerima kabar bahwa rumahnya yang dibangun akan di tempati oleh Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI yang tidak lain adalah anak dari HANAFI;
- Bahwa saksi menerangkan adanya laporan tersebut kemudian pada hari senin tanggal 09 Juni 2014 saksi LINDAWATI pulang ke rumah HANAFI dan mencari surat perjanjian jual beli tanah tersebut, dan sewaktu surat perjanjian jual beli tanah tersebut ketemu saksi LINDAWATI terkejut karena namanya yang tercantum dalam surat tersebut sudah dicoret dan diganti dengan nama Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 11 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016- Bahwa saksi menerangkan namun dalam tanda tangan nama dari saksi LINDAWATI masih ada dan surat perjanjian tersebut diberi tanda tangan Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI;
- Bahwa saksi menerangkan mengetahui namanya dalam surat perjanjian tersebut dicoret kemudian saksi LINDAWATI menemui Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI untuk menanyakan kenapa namanya di dalam surat perjanjian jual beli tanah tersebut dicoret namun Terdakwa hanya diam saja;
- Bahwa saksi menerangkan setelah itu saksi mendatangi kantor Kepala Desa Wonosari bertemu dengan Kepala Desa (PAK JUPRI) dimana saat itu Kepala Desa Wonosari (PAK JUPRI) menerangkan bahwa tanah tersebut sudah terbit akta jual-beli antara Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI dengan saksi NURUL JAMIL, dimana saat itu akta jual beli tersebut diterbitkan pada bulan Desember 2005 yang ditandatangani oleh Kepala Desa Wonosari yang dijabat oleh Alm. LUKMAN HAKIM;
- Bahwa saksi menerangkan tidak pernah mencoret namanya dalam surat perjanjian jual beli tanah dengan NURUL JAMIL;
- Bahwa saksi menerangkan dalam surat perjanjian tersebut namanya memang dicoret oleh Terdakwa namun tanda tangan atas nama Lindawati masih ada;
- Bahwa saksi menerangkan tanah tersebut saat ini dikuasai oleh Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan tanah tersebut sudah keluar Akta jual Beli Nomor : 301/PPAT/AJB.GIW/2005 atas nama Terdakwa ACHMAD ZUHDI;
- Bahwa saksi menerangkan untuk pembangunan rumah tersebut dilakukan oleh saksi sendiri dengan memakai uang saksi sendiri; - Bahwa saksi menerangkan Terdakwa dalam menerbitkan Akta Jual
Beli tanah tersebut tanpa seijin saksi;
b. Saksi GIRINDRA WARDANA pada pokoknya di Persidangan menerangkan :
- Bahwa saksi kenal dengan Lindawati dan tidak mempunyai hubungan keluarga;
- Bahwa saksi menerangkan profesi saksi sebagai Karyawan Bank Rakyat Indonesia Unit Gondangwetan, dan menjabat sebagai Mantra yang berhubungan tentang kredit;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 12 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016- Bahwa saksi menerangkan pada tanggal 18 Juni 2014 saksi pernah didatangi oleh Terdakwa dalam rangka untuk pemeriksaan kredit yang diajukan oleh Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan pengajuan kredit yang dilakukan oleh Terdakwa menggunakan Akta Jual Beli Nomor 301/PPAT/AJB/GDW/ 2005 sebagai Agunan Kredit;
- Bahwa saksi menerangkan pengajuan kredit oleh Terdakwa dengan menggunakan Akta Jual Beli tersebut dilakukan pada hari Selasa tanggal 17 Juni 2014 di Kantor Bank Rakyat Indonesia Unit Gondangwetan;
- Bahwa saksi menerangkan Nilai kredit yang diajukan oleh Terdakwa adalah sebesar Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) namun yang direalisasikan adalah sebesar Rp30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah) dengan jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan dengan angsuran Rp985.000,00 (sembilan ratus delapan puluh lima ribu rupiah);
- Bahwa saksi menerangkan sebagaimana tertera dalam surat perjanjian jual-beli tersebut, tercantum atas nama Terdakwa ACHMAD ZUHDI, sebagai pemilik tanah dalam akta jual-beli dan pada saat saksi melakukan survey Terdakwa juga mengatakan kepada saksi bahwa tanah yang dimaksud dalam Akta Jual-Beli tersebut adalah miliknya Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan setelah pengajuan kredit dan direalisasikan pengajuan kredit tersebut, kemudian akta jual beli sebagaimana dimaksud saat ini berada di Kantor Bank Rakyat Indonesia Unit Gondangwetan;
- Bahwa saksi menerangkan lokasi tanah sebagai mana dimaksud dalam akta jual-beli Nomor : 301/PPAT/AJB/GDW/2005. atas mana Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan waktu dilakukan penunjukan surat Perjanjian Jual Beli mengetahui kalau asal mulanya tanah tersebut adalah atas nama Lindawati kemudian dicoret oleh Terdakwa lalu diganti dengan nama ACHMAD ZUHDI di belakang nama Lindawati; c. Saksi SUPRIYADI pada pokoknya di Persidangan menerangkan :
- Bahwa saksi menerangkan kenal dengan Terdakwa ACHMAD ZUHDI namun tidak mempunyai hubungan keluarga;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 13 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016- Bahwa saksi menerangkan mengerti memberikan keterangan dalam persidangan sehubungan dengan perkara pemalsuan surat perjanjian jual beli tanah;
- Bahwa saksi menerangkan surat perjanjian jual beli tanah tersebut antara Lindawati dengan saksi NURUL JAMIL;
- Bahwa saksi menerangkan terkait pemilikan tanah tersebut dalam Akta Jual Beli Nomor 301/PPAT/AJB/GDW/2005 atas nama ACHMAD ZUHDI dengan nomor persil 38 lokasi Dusun Wonosalam RT.01/RW.04, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan;
- Bahwa saksi menerangkan di mana tanah tersebut adalah milik Hj. Aminah kemudian dihibahkan ke AHMAD ZUHDI lalu dibeli oleh Lindawati setelah itu terbit Akta jual-beli atas nama Terdakwa di mana kejadian jual beli tersebut terjadi pada tahun 2005;
- Bahwa saksi menerangkan transaksi jual beli tanah tersebut terjadi pada tahun 2005 saksi mendapatkan keterangan tersebut berdasarkan Akta Jual Beli yang pernah ditunjukkan oleh Terdakwa; - Bahwa saksi menerangkan menurut informasi yang saya dapat
sebelum adanya jual-beli tanah tersebut saksi Lindawati dan Terdakwa mempunyai hubungan suami-istri namun pernikahan dalam kedua orang tersebut dilaksanakan secara agama atau siri sejak adanya nikah siri tersebut kemudian tinggal 1 (satu) rumah; - Bahwa saksi menerangkan sewaktu tinggal 1 (satu) rumah Lindawati
membeli sebidang tanah dengan Nurul Jamil;
- Bahwa saksi menerangkan untuk waktu pembelian tanah tersebut saksi tidak mengetahui;
- Bahwa saksi menerangkan tidak mengetahui kapan dan dimana terjadinya jual beli tanah tersebut antara Lindawati dengan Nurul Jamil;
- Bahwa saksi menerangkan pernah melakukan upaya untuk musyawarah pertemuan di Balai Desa tentang adanya konflik tanah antara Lindawati dengan Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan yang pada intinya musyawarah tersebut mengenai adanya sebidang tanah milik Lindawati dengan Terdakwa; - Bahwa saksi menerangkan di mana musyawarah tersebut tidak
menemukan hasil karena saksi Lindawati tidak mau untuk membagikan tanah miliknya untuk dibagi 2;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 14 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016- Bahwa saksi menerangkan tanah tersebut sudah timbul surat Akta Jual beli atas nama Terdakwa namun untuk Lindawati tidak ada namanya di dalam surat Akta Jual beli tersebut;
- Bahwa saksi menerangkan mengenai surat Perjanjian Jual-Beli sebidang tanah tersebut saksi pernah melihat namun untuk namanya Lindawati waktu itu sudah dicoret namanya dan diganti atas nama Terdakwa namun untuk tanda tangan atas nama Lindawati tidak dicoretnya;
- Bahwa saksi tidak mengetahui siapa yang mencoret nama Lindawati tersebut;
- Bahwa saksi membenarkan barang-bukti yang diajukan dalam persidangan;
Saksi A de charge SAIFUL ANAM pada pokoknya di Persidangan menerangkan :
- Bahwa saksi mengerti dimintai keterangan sehubungan dengan pemalsuan surat Perjanjian Jual-Beli antara Lindawati dan Nurul Jamil mengenai sebidang tanah yang berada di lokasinya di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan;
- Bahwa saksi menerangkan kenal dengan Terdakwa dan tidak mempunyai hubungan keluarga;
- Bahwa saksi menerangkan kenal dengan Lindawati dan tidak mempunyai hubungan keluarga;
- Bahwa saksi menerangkan Terdakwa Achmad Zuhdi pernah menikah dengan Lindawati secara Siri kapan tanggalnya saksi sudah lupa;
- Bahwa saksi menerangkan pernah melihat surat Akta Jual-Beli tanah sekitar tahun 2010 di mana saat itu yang menunjukkan adalah Terdakwa dan Lindawati;
- Bahwa saksi menerangkan tidak mengetahui adanya pinjaman sepeda motor terhadap Nurul Jamil;
- Bahwa saksi menerangkan tidak pernah melihat tentang adanya surat Perjanjian Jual-Beli antara Lindawati dengan Nurul Jamil;
- Bahwa saksi menerangkan tidak mengetahui adanya kwitansi untuk membeli surat jual-beli antara Lindawati dengan Nurul Jamil;
9. Bahwa fakta fakta hukum yang terjadi dipersidangan baik berupa keterangan saksi-saksi, surat, AHLI dan barang bukti serta Keterangan Terdakwa tidak semua di akumodir dalam putusan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangil :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 15 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/201610. Bahwa dalam perkara ini Terdakwa didakwa oleh Penuntut Umum tentang adanya pencoretan nama terhadap nama LINDA yang tertera dalam surat Perjanjian Jual Beli sebidang tanah beserta tanaman Salak seluas 426 M2 (empat ratus dua puluh enam meter persegi) antara saksi NURUL JAMIL dengan LINDAWATI di mana saat itu dibayar oleh saksi LINDAWATI kepada NURUL JAMIL dengan harga sebesar Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) yang kesemuanya itu menggunakan uang milik saksi LINDAWATI di mana pembelian tanah tersebut pada tahun 2005 sebagaimana bukti kwitansi yang dijadikan barang-bukti;
11. Bahwa dalam fakta-fakta di persidangan Surat Perjanjian Jual beli tanah kebon salak antara saksi LINDAWATI dengan NURUL JAMIL setelah dibuatkan surat perjanjian jual beli tanah tersebut yang tertera adalah nama saksi LINDA selaku Pembeli tanah dan terdapat tandatangannya, namun pada kenyataannya Surat Perjanjian tersebut namanya LINDA telah dicoret oleh Terdakwa ACHMAD ZUHDI dan diganti nama Terdakwa ACHMAD ZUHDI di belakang nama LINDA sedangkan untuk tanda tangan saksi Linda tidak dicoret oleh Terdakwa;
Oleh karena itu ada alasan kami selaku Penuntut Umum dalam perkara ini untuk mengajukan permohonan kasasi karena putusan bebas yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangil adalah bebas tidak murni, karena Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangil yang memeriksa dan mengadili perkara ini tidak menerapkan atau menetapkan peraturan hukum tidak sebagaimana mestinya;
Adapun yang menjadi pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangil dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI adalah sebagai berikut :
1. Bahwa Penuntut Umum tidak bisa menghadirkan saksi atas nama NURUL JAMIL;
2. Bahwa dalam berita acara Sumpah atas nama Saksi Nurul Jamil tersebut dibuat tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku dan hanya diselipkan di berkas saja;
3. Bahwa Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI tidak pernah mencoret nama saksi LINDAWATI dalam surat perjanjian Jual beli tanah antara NURUL JAMIL dengan LINDAWATI;
Menanggapi pertimbangan Majelis Hakim tersebut, kami Penuntut Umum telah mengajukan keterangan saksi-saksi, surat, serta Keterangan Terdakwa di
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 16 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016dalam persidangan (sebagaimana dalam surat tuntutan Penuntut Umum), dan diperoleh fakta hukum serta analisa yuridis sebagai berikut :
1. Bahwa kami Penuntut Umum dalam persidangan sudah memanggil saksi NURUL JAMIL secara patut di mana setelah kami memanggil saksi NURUL JAMIL secara patut sebanyak 5 (lima) kali namun saksi NURUL JAMIL sudah tidak berada di rumah dan keberadaannya sudah pindah tempat, dan dapat diperkuat dengan adanya surat dari Kepala Desa Wonosari, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan Nomor : 300/279/424.218.2.07/2005 tanggal 09 November 2015 yang ditandatangani oleh Kepala Desa Wonosari yaitu yang dijabat oleh SUPRIYADI yang menerangkan dengan sebenarnya bahwa nama NURUL JAMIL saat ini sudah tidak berada di rumah Desa Wonosari, (bukti terlampir), begitu juga keterangan AHLI yaitu Drs. H. ADAMI CHAZAWI, S.H. Dosen Pada Universitas Brawijaya Malang setelah kami panggil secara patut sebanyak 3 (tiga) kali AHLI tersebut tidak bisa hadir dan tanpa ada alasan yang pasti (bukti terlampir);
Bahwa mengingat dalam Berkas perkara atas nama Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI tersebut setelah dilakukan pemeriksaan baik terhadap saksi atas nama NURUL JAMIL dan AHLI Drs. H. ADAMI CHAZAWI, S.H. Dosen pada Universitas Brawijaya Malang hasil pemeriksaannya sudah dibuat berita acara penyumpahan dimana berita acara sumpah tersebut untuk saksi NURUL JAMIL dibuat pada hari Selasa tanggal 01 Juli 2014 sesuai dengan berita acara pemeriksaan Nurul jamil yaitu tanggal 01 Juli 2014, sedangkan untuk ahli Drs. H. ADAMI CHAZAWI, S.H. Dosen pada Universitas Brawijaya Malang juga terdapat Berita Acara Penyumpahan yang dilakukan oleh Penyidik Pasuruan Kota yaitu pada hari Kamis tanggal 04 Desember 2014 sesuai dengan berita acara Pemeriksaan Ahli;
Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal162 Kitab Undang-Undang Hukum
Acara Pidana yang berbunyi :
1. Jika saksi sudah memberikan keterangan dalam penyidikan meninggal dunia atau karena halangan yang sah tidak dapat hadir di sidang atau tidak dipanggil karena jauh tempat kediamannya atau tempat tinggalnya atau karena sebab lain yang berhubungan dengan kepentingan Negara maka keterangannya yang telah diberikannya itu dibacakan;
2. Jika keterangan itu sebelumnya telah diberikan di bawah sumpah maka keterangan itu disamakan nilainya dengan keterangan saksi di bawah sumpah yang diucapkan di sidang;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 17 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016Atas ketentuan Pasal 162 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Penuntut umum sudah memohon beberapa kali kepada Majelis Hakim untuk dibacakan keterangan saksi atas nama NURUL JAMIL dan keterangan ahli Drs. H. ADAMI CHAZAWI, S.H. Dosen Pada Universitas Brawijaya Malang dan memohon dicatat permohonan kami untuk dibacakan keterangan saksi NURUL JAMIL dan ahli Drs. H. ADAMI CHAZAWI, S.H. Dosen pada Universitas Brawijaya Malang namun Majelis Hakim tidak menanggapinya dan menurut kami keterangan tersebut sangat penting untuk membuktikan kesalahan / perbuatan Terdakwa sebagaimana yang didakwakan;
2. Bahwa mengingat Berita Acara Penyumpahan yang dibuat oleh Penyidik terhadap saksi NURUL JAMIL dan AHLI Drs. H. ADAMI CHAZAWI, S.H. Dosen pada Universitas Brawijaya Malang setelah dilakukan Penelitian oleh Penuntut Umum sewaktu penelitian berkas dari Penyidik ke Kejaksaan, Berita Acara Penyumpahan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan prosedur yang berlaku, di mana pembuatanya Berita Acara Penyumpahan tersebut terdapat dan tercantum hari tanggal bulan dan tahun, nama yang disumpah dan yang menyumpah serta saksi-saksi yang melihat Berita Acara Penyumpahan tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan dibuktikan juga tentang adanya tanda tangan baik dari para saksi yang disumpah maupun yang menyumpah, sehingga kami Penuntut umum berpendapat Berita acara Penyumpahan tersebut sudah sesuai dengan Prosedur yang berlaku;
Mengenai meletakkan Berita Acara Penyumpahan baik saksi dan maupun ahli tersebut letaknya sudah dilakukan oleh Penyidik Kepolisian sesuai dengan Prosedur yaitu diletakkan dibelakang Berita Acara pemeriksaan saksi, dan Berita Acara Penyumpahan tersebut sudah ditempel dan di segel oleh Penyidik, sehingga menurut kami Berita Acara Penyumpahan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan atau prosedur yang berlaku;
Bahwa apa yang dijadikan alasan untuk membebaskan Terdakwa yaitu berita acara Sumpah atas nama saksi Nurul Jamil tersebut dibuat tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku dan hanya diselipkan di berkas saja adalah tidak beralasan karena Majelis Hakim tidak pernah memanggil Penyidik dan tidak pernah menanyakan mekanisme Penyidikannya
sehingga kami beranggapan bahwa Berita Acara Sumpah sudah sesuai dengan ketentuan Undang-undang yang berlaku;
3. Bahwa Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI tidak pernah mencoret nama saksi LINDA dalam surat perjanjian Jual beli tanah antara NURUL
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 18 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016JAMIL dengan LINDAWATI, Bahwa dalam hal ini Majelis Hakim hanya mempertimbangkan keterangan Terdakwa saja, namun dalam fakta-fakta di persidangan masih terdapat keterangan saksi–saksi lain yaitu :
a. Saksi Lindawati pada pokoknya di Persidangan menerangkan :
- Bahwa saksi menerangkan kapasitas saksi memberikan keterangan dalam persidangan sebagai pelapor dengan adanya penggunaan surat palsu dengan penempatan keterangan palsu dalam akta
autentikyang dilakukan oleh Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan surat yang dipalsukan tersebut adalah surat perjanjian jual beli tanah dari saksi NURUL JAMIL kepada saudara Lidawati;
- Bahwa saksi menerangkan yang melakukan pencoretan namanya tersebut dalam surat perjanjian jual-beli tanah dengan Nurul Jamil adalah Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan tujuan Terdakwa melakukan pencoretan namanya dalam surat perjanjian jual beli tanah adalah untuk menguasai atau memiliki sebidang tanah milik saksi;
- Bahwa saksi menerangkan saksi membeli tanah tersebut tidak pernah memberikan atau mengalihkan hak atas tanah tersebut kepada orang lain termasuk kepada Terdakwa;
- Bahwa terkait pembelian tanah tersebut saksi mempunyai bukti kwitansi pembayaran tentang pembelian tanah tanah tersebut dari saudara NURUL JAMIL tanggal 17 Desember 2005;
- Bahwa saksi mengambil kwitansi tersebut pada tanggal 17 Desember 2005 sekitar pukul 13.00 WIB di rumah saudara NURUL JAMIL yang beralamat di Dusun Wonosalam Timur RT.01/RW.04, Desa Wonosari, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan; - Bahwa saksi menerangkan pada tahun 2003 saksi LINDAWATI
tinggal di rumah HANAFI di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan di mana saat itu saksi LINDAWATI menempati salah satu kamar rumah milik HANAFI; - Bahwa saksi menerangkan kemudian pada tanggal 30 April 2004
saksi LINDAWATI membeli sebidang tanah dari saksi NURUL JAMIL berupa Kebon Salak dengan luas 426 M2 (empat ratus dua puluh enam meter persegi) seharga Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) yang lokasinya di Dea. Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 19 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016- Bahwa saksi menerangkan sewaktu dilakukan transaksi tersebut dilakukan dengan bukti surat perjanjian jual-beli yang bermaterai 6000 (enam ribu) dan diketahui oleh Kepala Desa Wonosari (LUKMAN HAKIM), dan saksi-saksinya adalah RODEYAH, dan HASAN;
- Bahwa saksi menerangkan setelah terjadinya transaksi jual beli tanah antara LINDAWATI dan NURUL JAMIL kemudian surat perjanjian jual beli tersebut disimpan di lemari dalam kamar rumah HANAFI yang saat itu ditempati oleh saksi LINDAWATI;
- Bahwa saksi menerangkan pembelian tanah tersebut sebesar Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) memakai atau menggunakan uang milik saksi sendiri;
- Bahwa saksi menerangkan setelah membeli tanah tersebut kemudian saksi LINDAWATI pergi ke Luar Negeri bekerja dan meninggalkan rumah HANAFI serta surat perjanjian jual beli tanah tersebut disimpannya di dalam lemari;
- Bahwa saksi menerangkan sewaktu saksi LINDAWATI bekerja di Luar Negeri tanah tersebut dibangun rumah oleh saksi LINDAWATI dengan uang hasil bekerja;
- Bahwa saksi menerangkankemudian pada hari Jum’at tanggal 07 Juli 2014 saksi LINDAWATI menerima kabar bahwa rumahnya yang dibangun akan di tempati oleh Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI yang tidak lain adalah anak dari HANAFI;
- Bahwa saksi menerangkan adanya laporan tersebut kemudian pada hari senin tanggal 09 Juni 2014 saksi LINDAWATI pulang ke rumah HANAFI dan mencari surat perjanjian jual beli tanah tersebut, dan sewaktu surat perjanjian jual beli tanah tersebut ketemu saksi LINDAWATI terkejut karena namanya yang tercantum dalam surat tersebut sudah dicoret dan diganti dengan nama Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI;
- Bahwa saksi menerangkan namun dalam tanda tangan nama dari saksi LINDAWATI masih ada dan surat perjanjian tersebut diberi tanda tangan Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI;
- Bahwa saksi menerangkan mengetahui namanya dalam surat perjanjian tersebut dicoret kemudian saksi LINDAWATI menemui Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI untuk menanyakan kenapa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 20 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016namanya didalam surat perjanjian jual beli tanah tersebut dicoret namun Terdakwa hanya diam saja;
- Bahwa saksi menerangkansetelah itu saksi mendatangi Kantor Kepala Desa Wonosari bertemu dengan Kepala Desa (PAK JUPRI) di mana saat itu Kepala Desa Wonosari (PAK JUPRI) menerangkan bahwa tanah tersebut sudah terbit akta jual-beli antara Terdakwa ACHMAD ZUHDI Bin HANAFI dengan saksi NURUL JAMIL, di mana saat itu akta jual beli tersebut diterbitkan pada bulan Desember 2005 yang ditandatangani oleh Kepala Desa Wonosari yang dijabat oleh Alm. LUKMAN HAKIM;
- Bahwa saksi menerangkan tidak pernah mencoret namanya dalam surat perjanjian jual beli tanah dengan NURUL JAMIL;
- Bahwa saksi menerangkan dalam surat perjanjian tersebut namanya memang dicoret oleh Terdakwa namun tanda tangan atas nama Lindawati tidak masi ada;
- Bahwa saksi menerangkan tanah tersebut saat ini dikuasai oleh Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan tanah tersebut sudah keluar Akta jual Beli Nomor : 301/PPAT/AJB.GIW/2005 atas nama Terdakwa ACHMAD ZUHDI;
- Bahwa saksi menerangkan untuk pembangunan rumah tersebut dilakukan oleh saksi sendiri dengan memakai uang saksi sendiri; - Bahwa saksi menerangkan Terdakwa dalam menerbitkan Akta Jual
Beli tanah tersebut tanpa seijin saksi;
b. Saksi GIRINDRA WARDANA pada pokoknya di Persidangan menerangkan :
- Bahwa saksi kenal dengan Lindawati dan tidak mempunyai hubungan keluarga;
- Bahwa saksi menerangkan profesi saksi sebagai Karyawan Bank Rakyat Indonesia Unit Gondangwetan, dan menjabat sebagai Mantra yang berhubungan tentang kredit;
- Bahwa saksi menerangkan pada tanggal 18 Juni 2014 saksi pernah didatangi oleh Terdakwa dalam rangka untuk pemeriksaan kredit yang diajukan oleh Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan pengajuan kredit yang dilakukan oleh Terdakwa menggunakan Akta Jual Beli Nomor 301/PPAT/AJB/GDW/ 2005 sebagai Agunan Kredit;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 21 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016- Bahwa saksi menerangkan pengajuan kredit oleh Terdakwa dengan menggunakan Akta Jual Beli tersebut dilakukan pada hari Selasa tanggal 17 juni 2014 di Kantor Bank Rakyat Indonesia Unit Gondangwetan;
- Bahwa saksi menerangkan Nilai kredit yang diajukan oleh Terdakwa adalah sebesar Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) namun yang direalisasikan adalah sebesar Rp30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah) dengan jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan dengan angsuran Rp985.000,00 (sembilan ratus delapan puluh lima ribu rupiah);
- Bahwa saksi menerangkan sebagaimana tertera dalam surat perjanjian jual-beli tersebut, tercantum atas nama Terdakwa ACHMAD ZUHDI, sebagai pemilik tanah dalam akta jual-beli dan pada saat saksi melakukan survey Terdakwa juga mengatakan kepada saksi bahwa tanah yang dimaksud dalam Akta Jual-Beli tersebut adalah miliknya Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan setelah pengajuan kredit dan direalisasikan pengajuan kredit tersebut, kemudian akta jual beli sebagaimana dimaksud saat ini berada di Kantor Bank Rakyat Indonesia Unit Gondangwetan;
- Bahwa saksi menerangkan lokasi tanah sebagai mana dimaksud dalam akta jual-beli Nomor : 301/PPAT/AJB/GDW/2005. atas mana Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan waktu dilakukan penunjukan surat Perjanjian Jual Beli mengetahui kalau asal mulanya tanah tersebut adalah atas nama Lindawati kemudian dicoret oleh Terdakwa lalu diganti dengan nama ACHMAD ZUHDI di belakang nama Lindawati; c. Saksi SUPRIYADI pada pokoknya di Persidangan menerangkan :
- Bahwa saksi menerangkan kenal dengan Terdakwa ACHMAD ZUHDI namun tidak mempunyai hubungan keluarga;
- Bahwa saksi menerangkan mengerti memberikan keterangan dalam persidangan sehubungan dengan perkara pemalsuan surat perjanjian jual beli tanah;
- Bahwa saksi menerangkan surat perjanjian jual beli tanah tersebut antara Lindawati dengan saksi NURUL JAMIL;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hal. 22 dari 30 hal. Put. No. 394 K/Pid/2016- Bahwa saksi menerangkan terkait pemilikan tanah tersebut dalam Akta Jual Beli Nomor 301/PPAT/AJB/GDW/2005 atas nama ACHMAD ZUHDI dengan nomor persil 38 lokasi Dusun Wonosalam RT. 01 / RW. 04, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan;
- Bahwa saksi menerangkan di mana tanah tersebut adalah milik Hj. Aminah kemudian dihibahkan ke AHMAD ZUHDI lalu dibeli oleh Lindawati setelah itu terbit Akta Jual-Beli atas nama Terdakwa di mana kejadian jual beli tersebut terjadi pada tahun 2005;
- Bahwa saksi menerangkan transaksi jual beli tanah tersebut terjadi pada tahun 2005 saksi mendapatkan keterangan tersebut berdasarkan Akta Jual Beli yang pernah ditunjukkan oleh Terdakwa; - Bahwa saksi menerangkan menurut informasi yang saya dapat
sebelum adanya jual-beli tanah tersebut saksi Lindawati dan terdakwa mempunyai hubungan suami-istri namun pernikahan dalam kedua orang tersebut dilaksanakan secara Agama atau Siri sejak adanya Nikah Siri tersebut kemudian tinggal 1 (satu) rumah;
- Bahwa saksi menerangkan sewaktu tinggal 1 (satu) rumah Lindawati membeli sebidang tanah dengan Nurul Jamil;
- Bahwa saksi menerangkan untuk waktu pembelian tanah tersebut saksi tidak mengetahui;
- Bahwa saksi menerangkan tidak mengetahui kapan dan di mana terjadinya jual beli tanah tersebut antara Lindawati dengan Nurul Jamil;
- Bahwa saksi menerangkan pernah melakukan upaya untuk musyawarah pertemuan di Balai Desa tentang adanya konflik tanah antara Lindawati dengan Terdakwa;
- Bahwa saksi menerangkan yang pada intinya musyawarah tersebut mengenai adanya sebidang tanah milik Lindawati dengan Terdakwa; - Bahwa saksi menerangkan di mana musyawarah tersebut tidak
menemukan hasil karena saksi Lindawati tidak mau untuk membagikan tanah miliknya untuk dibagi 2;
- Bahwa saksi menerangkan tanah tersebut sudah timbul surat Akta Jual beli atas nama Terdakwa namun untuk Lindawati tidak ada namanya di dalam surat Akta Jual beli tersebut;
- Bahwa saksi menerangkan mengenai surat Perjanjian Jual-Beli sebidang tanah tersebut saksi pernah melihat namun untuk namanya
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]