• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 2 No. 2 Tahun 2020 E-ISSN:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 2 No. 2 Tahun 2020 E-ISSN:"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

266

PENINGKATAN EFEKTIVITAS PENYUSUNAN LAPORAN

KEUANGAN SEDERHANA BAGI HIMPUNAN PENGUSAHA

LAUNDRY INDONESIA (HIPLI)

(INCREASING EFFECTIVITY IN FINANCIAL REPORT CREATION

FOR INDONESIA ASSOCIATION OF LAUNDRY ENTERPRISE)

Deni Darmawati1, Shafrani Dizar2, Cicely Delfina Harahap3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti

Jl. Kyai Tapa No. 1- Grogol Grogol Pertamburan – Jakarta Barat 1Email : [email protected]

2 Email : [email protected] 3 Email : [email protected]

ABSTRAK

Akuntansi merupakan sistem informasi yang menghasilkan laporan keuangan yang akan digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau Small Medium Enterprise (SME) sebagai penopang perekonomian bangsa sampai saat ini masih banyak yang belum menerapkan akuntansi dalam menjalankan usahanya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan para pengusahsa laundry dalam penerapan penyusunan laporan keuangan sederhana serta kendala yang dihadapi. Oleh karena itu, Program Studi Akuntansi bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Laundry (HIPLI) melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul kegiatan “Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana Bagi Himpunan Pengusaha Laundry Indonesia (HIPLI)”. Hasil kegiatan ini memperlihatkan bahwa pihak yang berkepentingan, seperti pemerintah, organisasi profesi akuntan, institusi pendidikan memotivasi, memfasilitasi dan mendukung organisasi UMKM mampu untuk menyusun laporan keuangannya sendiri.

Kata Kunci: Akuntansi, Kualitas Laporan Keuangan, Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), Small Medium Enterprise (SME)

ABSTRACT

Accounting is an information system that generates financial statements used by relevant parties to report their economic activities and financial conditions. Many small Medium Enterprises (SMEs), the support of the nation's economy to date, still have not implemented accounting in conducting their businesses. This activity aims at improving the understandings and competencies of the laundry-business owners in applying simple financial statements and identifying challenges. Therefore, the accounting study Program in cooperation with the community of Laundry Entrepreneurs (HIPLI) implements a public service program, namely "Simple Financial Statements preparation training for the Association of Laundry Indonesia (HIPLI)". The results of this activity show that the relevant parties, such as governments, accountant profession organizations, educational institutions can motivate, facilitate and support the SMEs to compile their own financial report.

(2)

267 PENDAHULUAN

Peran Usaha Kecil Mikro dan Menengah atau Small Medium Enterprise memiliki peran penting dalam pembangunan perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja membuat pemerintah dan berbagai pihak lain menaruh perhatian lebih terhadap keberadaan maupun pengembangannya. Sebagai salah satu indikasi bahwa UKM telah mendapat banyak perhatian baik dari pemerintah maupun pihak swasta, kita bisa melihat adanya berbagai jenis bantuan permodalan yang dikhususkan untuk Usaha Kecil dan Menengah, sumber permodalan tersebut dapat berbentuk investasi, modal kerja maupun jenis bantuan lainnya seperti ijin halal, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Usaha Laudry merupakan salah satu Usaha Kecil Mikro dan Menengah, dimana pertumbuhan penduduk dan banyaknya permintaan akan hidup efisien di tengah kesibukan masyarakat, mendorong usaha yang berkaitan dengan urusan cuci-mencuci tersebut terus berkembang. Prospek bisnis laundry masih sangat cerah tidak hanya menyasar urusan cuci baju semata, namun sudah berkembang pesat dan menyeluruh mulai dari laundry sepatu, karpet, tas lain-lain.

Kabid Pengembangan Organisasi Himpunan Pengusaha Laundry Indonesia (HIPLI) Pusat, Heriwati menyatakan bahwa “Saat ini pasar yang tergarap untuk usaha laundry baru sekitar 2 persen, ada sekitar 300 an pengusaha yang tergabung dengan HIPLI. Wilayahnya tersebar mulai dari Bengkulu, Palu, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurutnya HIPLI sangat diperlukan selain fungsi monitoring juga dapat memperkuat dan mengedukasi pelaku usaha laundry. “Cita-cita HIPLI ingin menjadi mitra pemerintah untuk mendorong penguatan ekonomi” (Liputan 6.com)

Muncul permasalahan yakni dalam pencatatan laporan keuangan, walaupun sejauh ini pencatatan transaksi dan laporan keuangan sudah dilakukan dengan sistem smart link dan HUI aplikasi namun masih banyak para pengusaha laundry yang belum mampu membuat laporan keuangan yang baik secara mandiri. Informasi akuntansi mempunyai peran penting untuk mencapai keberhasilan usaha, termasuk bagi usaha kecil. Informasi akuntansi dapat menjadi dasar yang andal bagi pengambilan keputusan dalam pengelolaan usaha kecil dan menengah, antara lain untuk keputusan penetapan harga, pengembangan pasar, termasuk untuk keputusan investasi. (Wasiaturrahma, 2020)

Namun, dalam kenyataannya pelaksanaan pembukuan akuntansi untuk menghasilkan laporan keuangan merupakan hal yang masih sulit bagi UMKM. Keterbatasan pengetahuan

(3)

268

pembukuan akuntansi, rumitnya proses akuntansi, dan anggapan bahwa laporan keuangan bukanlah hal yang penting bagi UMKM. Berbagai macam keterbatasan lain dihadapi oleh UMKM mulai dari latar belakang pendidikan yang tidak mengenal mengenai akuntansi atau tata buku, kurang disiplin dan rajinnya dalam pelaksanaan pembukuan akuntansi, terbatasnya panduan proses akuntansi yang mudah dipahami, minimnya pelatihan yang diperoleh baik dari perguruan tinggi maupun instansi pemerintah dan tidak adanya kecukupan dana untuk mempekerjakan akuntan atau membeli software akuntansi untuk mempermudah pelaksanaan pembukuan akuntansi.

Ikatan Akuntan Indonesia (2012:5)mengemukakan pengertian laporan keuangan yaitu “Laporan keuangan merupakan struktur yang menyajikan posisi keuangan dan kinerja keuangan dalam sebuah entitas”. Tujuan umum dari laporan keuangan ini untuk kepentingan umum adalah penyajian informasi mengenai posisi keuangan (financial

position), kinerja keuangan (financial performance), dan arus kas (cash flow) dari entitas

yang sangat berguna untuk membuat keputusan ekonomis bagi para penggunanya. Untuk dapat mencapai tujuan ini, laporan keuangan menyediakan informasi mengenai elemen dari entitas yang terdiri dari aset, kewajiban, networth, beban, dan pendapatan (termasuk

gain dan loss), perubahan ekuitas dan arus kas.

Menurut Harahap (2009:105), laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Adapun jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah neraca, laporan laba-rugi atau hasil usaha, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan posisi keuangan.

Atas fenomena tersebut, pada tanggal 01 Feb 2020 Pengusaha Laudry se-Jakarta Barat yang tergabung dalam HIPLI mendapatkan pelatihan dari Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti bagaimana menyusun laporan keuangan sederhana agar dalam proses pencatatan pelaporan keuangan dapat menggunakan standar akuntansi yang tepat. Hal ini juga bertujuan agar pengusaha laundry memiliki sumber informasi riil yang berguna bagi kelangsungan usaha dan bisa menjadi bahan informasi dalam pengambilan keputusan bisnis.

Pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan pengusaha laundry mengenai cara mencatat transaksi akuntansi yang biasanya terjadi pada usaha laundry. Peningkatan kemampuan ini meliputi pelatihan langsung dengan tujuan dan semangat yang sama yaitu

(4)

269

melakukan pengelolaan keuangan dalam bisnis laundry dengan cara membuat laporan keuangan sederhana

METODE PELAKSANAAN

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan diskusi interaktif dan latihan soal agar pelatihan bisa menjadi menarik dan tidak membosankan sehingga tujuan pelatihan dapat tercapai. Pelatihan dilengkapi dengan membahas kasus-kasus yang pernah dihadapi oleh para peserta, sehingga pelatihan menjadi lebih aplikatif dan dapat di implementasikan sesuai dengan kenyataan. (Taofik Rusdiana, 2019)

Metode yang digunakan dalam proses kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu mars HIPLI, pembukaan oleh Ketua Tim PKM dan Ketua Umum HIPLI, kemudian para peserta melakukan Pretest untuk melihat berapa besar tingkat pengetahuan peserta tentang transaksi dalam akuntansi dan pencatatan laporan keuangan (Neraca, Laporan Laba Rugi). Materi pelatihan dipaparkan oleh Tim Dosen Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti tentang teori Penyusunan Laporan Keuagan yang mudah dipahami oleh para peserta pengusaha laundry, dan memberikan contoh transaksi-transaksi akuntansi yang terjadi di usaha laudry dan pada sesi terakhir diskusi tanya jawab, dan melakukan post-test kepada peserta untuk melihat berapa besar tingkat pengetahuan tentang pencatatan laporan setelah pemberian materi pada kegiatan PKM ini.

Peserta yang ikut dalam pelatihan ini adalah Pengusaha Laudry se-Jakarta Barat yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Laudry Indonesia. Pelaksanaan kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa. Mahasiswa yang terlibat yaitu mahasiswa aktif Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti sebanyak 5 (lima) orang. Berikut foto peserta yang hadir dalam pelatihan:

(5)

270

Gambar 1 Peserta Pelatihan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pelatihan telah dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 01 Februari 2020 mulai pukul 10.00 s.d 12.00 WIB di dengan peserta sebanyak 47 (empat puluh tujuh) orang. Pelatihan dibuka terlebih dahulu oleh Ketua Tim PKM pada foto berikut:

Gambar 2

(6)

271

Materi pelatihan dipaparkan oleh Tim Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti. Berikut foto pada saat pemaparan materi oleh tim dosen:

Gambar 3 Pemaparan Materi

Kegiatan ini dibantu oleh 5 (lima) orang mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB USAKTI. Mahasiswa memastikan fasilitas yang disediakan dan dibutuhkan pada saat pelaksanaan kegiatan.

(7)

272

Gambar 4

Mahasiswa FEB USAKTI

Indikator Keberhasilan

Para peserta sangat antusias mengikuti acara penyampaian materi dan beberapa peserta pelatihan telah menggunakan sistem smart link dan HUI aplikasi sehingga memahami tata cara pembuatan laporan keuangan, dan dapat menjawab pertanyaan pretest yang diajukan seperti apakah pengeluaran Rumah Tangga bisa dilakukan dengan menggunakan uang kas usaha laundry; apakah Bapak/Ibu bisa meyusun Laporan Neraca; apakah Bapak/Ibu bisa Menyusun Laporan Laba Rugi; apakah Bapak/Ibu mengetahui perbedaan Neraca dan Laporan Laba Rugi; apakah Bapak/Ibu mengetahui besarnya keuntungan dari setiap transaksi laundrypakah Bapak/Ibu melakukan pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas; apakah Bapak/Ibu mengetahui double entry system; apakah Bapak/Ibu melakukan control terhadap pembayaran laundry dan konsumen.

0 5 1 0 1 5 2 0 2 5 3 0 S e b el u m S e su d ah 1 2 3 4 5 6 7 8 Peserta menyampaikan bahwa materi yang disampaikan dengan bahasa sederhana

dan mudah dimengerti menjadikan mereka lebih memahami mengenai trasaksi-transaksi akuntansi yang berkaitan dengan usaha laundry dan dapat membuat laporan keuangan yang sederhana. Berikut hasil pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan

(8)

273 . 0 5 10 15 20 25 30 1 2 3 4 5 6 7 8 Seblum Sesudah Gambar 5

Pengetahaun tentang Laporan Keuangan

Pemaparan materi yang cukup jelas terlihat dari jumlah peserta yang dapat memahami materi dengan baik dan antusias yang tinggi dari peserta. Hal ini terlihat dari keaktifan para peserta untuk bertanya selama proses penyuluhan berlangsung. Gambar 6 memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan jumlah peserta yang memahami tentang Laporang Keuangan (Neraca, Laporan Laba Rugi), dan dapat menjawab pertanyaan postest yang diajukan sebagai berikut :

1. Bagaimana cara mencatat penggunaan uang usaha untuk pribadi? 2. Sebutkan account dari Neraca?

3. Sebutkan account dari Laporan Laba Rugi?

4. Buatlah jurnal untuk transaksi pembayaran hutang, pembelian asset dan pembayaran gaji karyawan

5. Apakah keterkaitan kas masuk dan kas keluar pada Laporan Keuangan (Neraca dan Laporan Laba Rugi)?

(9)

274

Kurang Paham Sangat Paham

Gambar 6

Pemahaman Terhadap Materi

Kegiatan pelatihan ini telah terlaksana dengan lancar. Berikut faktor pendukung dan faktor penghambat dari pelaksanaan pelatihan pembuatan laporan keuangan sederhana yang diikuti pengusaha laundry Se-jakarta Barat

a. Aspek Teknis

1) Proses Pelaksanaan Kegiatan : Pelatihan telah berjalan dengan baik 2) Faktor Pendukung : Adanya kerjasama dengan Himpunan

Pengusaha Laundry Indonesia sehingga pelaksanaan kegiatan PKM menjadi lebih tepat sasaran dan berjalan dengan lancar, dan lebih holistik..

3) Faktor Penghambat : Tidak banyak para pelaku usaha laundry di Jakarta Barat dapat hadir dalam pelatihan ini. Kegiatan PKM akan lebih efektif jika para pelaku usaha laundry lebih banyak yang hadir sehingga dapat memberikan pengetahuan dan diskusi lebih mengenai pembuatan Laporan Keuangan sederhan

(10)

275 b. Aspek Substansi

1) Azas Manfaat : Dengan memiliki pengetahuan dan memahami transakasi akuntansi maka pengusaha laundry se-Jakarta Barat dapat membuat pencatatan dan pelaporan keuangan yang memadai.

2) Temuan Lapangan : Masih belum memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pembuatan Laporan Keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan EMKM.

KESIMPULAN

Sudah menjadi keharusan bagi seluruh pihak yang terkait untuk menciptakan UMKM yang mandiri, produktif dan berdaya saing tinggi. Sejalan dengan telah disalurkannya program permodalan yang dilakukan oleh Pemerintah, maka baik pemerintah, lembaga profesi akuntansi maupun penyelenggara pendidikan harus dapat mendorong, membina dan memfasilitasi terselenggaranya praktik akuntansi secara tepat dan berkelanjutan pada UMKM.

DAFTAR PUSTAKA

Harahap, S. S. (2009). Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT Rajagrafindo. Taofik Rusdiana, N. A. (2019). PEMBERIAN PEMAHAMAN MENGENAI SEDIAAN

HERBAL YANG BERFUNGSI UNTUK PEMELIHARAAN KESEHATAN JANTUNG DAN GINJAL DI DESA CIBEUSI, SUMEDANG, JAWA BARAT. jakarta: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat_UNPAD.

Wasiaturrahma, C. S. (2020). PENINGKATAN KINERJA KOPERASI MELALUI PENDAMPINGAN MANAJEMEN KEUANGAN PADA KOPERASI 64 BAHARI

SURABAYA . Yogyakarta: Jurnal Berdaya Mandiri .

(2012). Standar Akuntansi Keuangan . Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia.

Gambar

Gambar 3  Pemaparan Materi

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan arsitektur tropis pada bangunan ini dengan menerapkan ventilasi silang, pilotis, dan bukaan yang besar untuk memanfaatkan angin, pemilihan bentuk massa

Focus Group Discussion (FGD) dilakukan dengan komunitas pariwisata Desa Sebunyuk untuk mengetaui hambatan dan potensi dari wilayah ini. Diketahui bahwa permasalahan

Kenyataan di lapangan, berdasarkan pengalaman dalam melaksanakan pembelajaran menulis di kelas menunjukkan bahwa keterampilan menulis sering ditakuti bahkan dihindari oleh siswa.,

Merujuk pada permasalahan yang dihadapi oleh BUMDES Abadi Jaya terkait dengan kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang cara pencatatan transaksi keuangan ke dalam

[r]

Skripsi ini berjudul Representasi Citra Perempuan Dalam Lirik Lagu (Analisis Semiotika Representasi Citra Perempuan dalam Lirik Lagu "Cewek B Aja" oleh Kemal

Kendala-kendala yang dihadapi dalam mewujudkan implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah dalam Penyediaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Administrasi Jakarta Selatan

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa tingkat pemahaman peserta akan perhitungan besaran biaya produksi dengan menggunakan metode perhitungan biaya berdasarkan