• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 1 dari 12 hal. Put. No. 559 K/Pid.Sus/2015

P U T U S A N Nomor 559 K/Pid.Sus/2015

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG

memeriksa perkara pidana dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :

Nama : SALLEH BIN RAMBLI;

Tempat lahir : Kucing;

Umur / tanggal lahir : 34 tahun / 28 Maret 1968; Jenis kelamin : Laki - laki;

Kebangsaan : Malaysia;

Tempat tinggal : Jl. Lot. 5977 Lorong Matang Jaya 12 Taman Matang Jaya Kucing Serawak Malaysia;

Agama : Islam; Pekerjaan : Pedagang; Terdakwa pernah ditahan:

1. Penyidik tanggal 30 Juni 2012, No.SP.Han.62/VI/2012/Dit.Reskrim, sejak tanggal 30 Juni 2012 sampai dengan tanggal 19 Juli 2012;

2. Perpanjangan Penahanan Penuntut Umum tanggal 17 Juli 2012, Nomor TAP-82/Q.1.10/Euh.1/07/2012, sejak tanggal 20 Juli 2012 sampai dengan tanggal 28 Agustus 2012;

3. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri tanggal 15 Agustus 2012, Nomor 45/Pen.Pid/2012/PN.PTK. sejak tanggal 29 Agustus 2012 sampai dengan tanggal 27 September 2012;

4. Penuntut Umum tanggal 27 September 2012, Nomor PRINT-582/Q.1.10/Euh.2/09/2012. sejak tanggal 27 September 2012 sampai dengan tanggal 16 Oktober 2012;

5. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pontianak tanggal 10 Oktober 2012, Nomor 587/Pid.Sus/2012/PN.PTK. sejak tanggal 10 Oktober 2012 sampai dengan tanggal 8 Nopember 2012;

6. Perpanjangan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pontianak tanggal 29 Oktober 2012, Nomor 587/Pen.Pid/2012/PN.PTK. sejak tanggal 9 Nopember 2012 sampai dengan tanggal 7 Januari 2013;

7. Perpanjangan Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak tanggal 27 Desember 2012, Nomor 26/Pen.Pid/2012/PT.PTK. sejak tanggal 8 Januari 2013 sampai dengan tanggal 6 Pebruari 2013;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 2 dari 12 hal. Put. No. 559 K/Pid.Sus/2015

8. Hakim/ Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak, sejak tanggal 04 Februari 2013 sampai dengan tanggal 05 Maret 2013;

9. Perpanjangan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak, sejak tanggal 06 Maret 2013 sampai dengan tanggalu 04 Mei 2013

yang diajukan di muka persidangan Pengadilan Negeri Pontianak karena didakwa : Kesatu:

Primair:

Bahwa Terdakwa SALLEH Bin RAMBLI Pada hari Jumat tanggal 29 Juni 2012 sekira jam 22.00 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Juni Tahun 2012 bertempat di Jl. Tanjung Raya II Gg. Bersatu Kec. Pontanak Timur atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang masuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Pontianak yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, “Yang melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau member bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang lain, untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut diwilayah negara Indonesia ke luar wilayah Negara Republik Indonesia”, perbuatan tersebut dilakukan Terdakwa dengan cara sebagai berikut :

Bahwa pada hari minggu tanggal 24 Juni 2012 saksi AI bersama ayahnya datang ke rumah Terdakwa untuk meminta pekerjaan dan Terdakwa menyanggupinya setelah itu Terdakwa menyuruh saksi AI untuk menyiapkan foto copy KTP dan Kartu Keluarga kemudian pada hari Selasa tanggal 26 Juni 2012 saksi AI dan ayahnya datang ke rumah Terdakwa dengan membawa foto copy KTP dan Kartu Keluarga, setelah foto copy KTP dan Kartu Keluarga Terdakwa terima kemudian saksi AI Terdakwa tampung di rumah setelah itu ayah saksi AI langsung pulang ke rumah Rencananya saksi AI akan Terdakwa pekerjakan di rumah Terdakwa di Malaysia untuk membantu istri Terdakwa menjaga bayi kemudian pada hari Jumat tanggal 29 Juni 2012 sekira jam 03.00 WIB Terdakwa bersama saksi AI berangkat menuju ke Jakarta menggunakan taxi dan kami sempat singgah di Kedutaan Malaysia di Jakarta sekitar jam 09.00 WIB untuk mengambil paspor bayi Terdakwa yang baru jadi. Kemudian Terdakwa bersama saksi AI langsung menuju ke bandara Sukarno Hatta Jakarta, sekira jam 13.45 WIB Terdakwa bersama dengan saksi AI berangkat ke Pontianak menggunakan pesawat Lion Air dan sampai di Pontianak sekitar jam 16.45 WIB Terdakwa langsung menelpon Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji, dan Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 3 dari 12 hal. Put. No. 559 K/Pid.Sus/2015

Haji memberikan alamat Jalan Tanjung raya II Gg Bersatu seteleh mendapat alamat tersebut Terdakwa bersama saksi AI melanjutkan perjalanan menggunakan taxi menuju ke tempat tinggal Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji. Sekitar jam 18.00 WIB Terdakwa bersama saksi AI sampai di Jalan Tanjung raya II Gg Bersatu dan bertemu dengan Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji kemudian Terdakwa langsung menyerahkan saksi AI kepada Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji berikut dengan 1 lembar KTP Asli atas nama AI RATNASARI, foto copy Kartu Keluarga dan uang sejumlah Rp1.600.000,00 setelah semua Terdakwa serahkan kemudian Terdakwa memberitahu saksi AI dengan mengatakan “ AI kamu saya titipkan kepada pak HAJI, kalau kamu perlua apa bilang aja sama pak HAJI Sekitar jam 18.30 WIB Terdakwa pergi ke Bus SJS untuk membeli tiket pulang ke Malaysia dan sekitar jam 21.00 WIB Terdakwa menuju ke Malaysia menggunakan Bus SJS, sampai di tengah perjalanan ada yang menelpon Terdakwa dan meminta Terdakwa untuk ke Polda Kalbar namun tidak Terdakwa tanggapi karena Terdakwa tidak tahu pada saat itu posisi Bus sampai dimana. Pada hari Sabtu tanggal 30 Juni 2012 sekira jam 04.00 WIB Bus yang yang saya tumpangi di rajia di depan Polsek Entikong oleh anggota Polsek Entikong, seluruh penumpang di cek satu persatu dan periksa tanda pengenalnya, setelah tanda pengenal Terdakwa di periksa kemudian Terdakwa beserta barang barang milik terdawa di bawa ke Polsek Entikong guna diproses lebih lanjut;

Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Jo. Pasal 10 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang;

Subsidair :

Bahwa Terdakwa SALLEH Bin RAMBLI Pada hari Jumat tanggal 29 Juni 2012 sekira jam 22.00 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Juni Tahun 2012 bertempat di Jl. Tanjung Raya II Gg. Bersatu Kec. Pontanak Timur atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang masuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Pontianak yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, “yang membawa warga negarai Indonesia ke luar wilayah negara Indonesia dengan maksud untuk dieksploitasi diluar wilayah republik Indonesia”, perbuatan tersebut dilakukan Terdakwa dengan cara sebagai berikut :

Bahwa pada hari minggu tanggal 24 Juni 2012 saksi AI bersama ayahnya datang ke rumah Terdakwa untuk meminta pekerjaan dan Terdakwa menyanggupinya setelah itu Terdakwa menyuruh saksi AI untuk menyiapkan foto copy KTP dan Kartu Keluarga kemudian pada hari Selasa tanggal 26 Juni 2012 saksi AI dan ayahnya datang ke rumah Terdakwa dengan membawa foto copy KTP

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 4 dari 12 hal. Put. No. 559 K/Pid.Sus/2015

dan Kartu Keluarga, setelah foto copy KTP dan Kartu Keluarga Terdakwa terima kemudian saksi AI Terdakwa tampung di rumah setelah itu ayah saksi AI langsung pulang ke rumah Rencananya saksi AI akan Terdakwa pekerjakan di rumah Terdakwa di Malaysia untuk membantu istri Terdakwa menjaga bayi kemudian pada hari Jumat tanggal 29 Juni 2012 sekira jam 03.00 WIB Terdakwa bersama saksi AI berangkat menuju ke Jakarta menggunakan taxi dan kami sempat singgah di Kedutaan Malaysia di Jakarta sekitar jam 09.00 WIB untuk mengambil paspor bayi Terdakwa yang baru jadi. Kemudian Terdakwa bersama saksi AI langsung menuju ke bandara Sukarno Hatta Jakarta, sekira jam 13.45 WIB Terdakwa bersama dengan saksi AI berangkat ke Pontianak menggunakan pesawat Lion Air dan sampai di Pontianak sekitar jam 16.45 WIB Terdakwa langsung menelpon Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji, dan Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji memberikan alamat Jalan Tanjung raya II Gg Bersatu seteleh mendapat alamat tersebut Terdakwa bersama saksi AI melanjutkan perjalanan menggunakan taxi menuju ke tempat tinggal Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji. Sekitar jam 18.00 WIB Terdakwa bersama saksi AI sampai di Jalan Tanjung raya II Gg Bersatu dan bertemu dengan Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji kemudian Terdakwa langsung menyerahkan saksi AI kepada Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji berikut dengan 1 lembar KTP Asli atas nama AI RATNASARI, foto copy Kartu Keluarga dan uang sejumlah Rp1.600.000,00 setelah semua Terdakwa serahkan kemudian Terdakwa memberitahu saksi AI dengan mengatakan “ AI kamu saya titipkan kepada pak HAJI, kalau kamu perlua apa bilang aja sama pak HAJI Sekitar jam 18.30 WIB Terdakwa pergi ke Bus SJS untuk membeli tiket pulang ke Malaysia dan sekitar jam 21.00 WIB Terdakwa menuju ke Malaysia menggunakan Bus SJS, sampai di tengah perjalanan ada yang menelpon Terdakwa dan meminta Terdakwa untuk ke Polda Kalbar namun tidak Terdakwa tanggapi karena Terdakwa tidak tahu pada saat itu posisi Bus sampai dimana. Pada hari Sabtu tanggal 30 Juni 2012 sekira jam 04.00 WIB Bus yang yang saya tumpangi di rajia di depan Polsek Entikong oleh anggota Polsek Entikong, seluruh penumpang di cek satu persatu dan periksa tanda pengenalnya, setelah tanda pengenal Terdakwa di periksa kemudian Terdakwa beserta barang barang milik terdawa di bawa ke Polsek Entikong guna diproses lebih lanjut;

Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 4 Jo. Pasal 10 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang;

Atau Kedua:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 5 dari 12 hal. Put. No. 559 K/Pid.Sus/2015

Bahwa Terdakwa SALLEH Bin RAMBLI Pada hari Jumat tanggal 29 Juni 2012 sekira jam 22.00 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Juni Tahun 2012 bertempat di Jl. Tanjung Raya II Gg. Bersatu Kec. Pontanak Timur atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang masuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Pontianak yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini,

Menempatkan warga Negara Indonesia untuk bekerja ke luar negeri

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4”, perbuatan tersebut dilakukan Terdakwa dengan cara sebagai berikut:

Bahwa pada hari minggu tanggal 24 Juni 2012 saksi AI bersama ayahnya datang ke rumah Terdakwa untuk meminta pekerjaan dan Terdakwa menyanggupinya setelah itu Terdakwa menyuruh saksi AI untuk menyiapkan foto copy KTP dan Kartu Keluarga kemudian pada hari Selasa tanggal 26 Juni 2012 saksi AI dan ayahnya datang ke rumah Terdakwa dengan membawa foto copy KTP dan Kartu Keluarga, setelah foto copy KTP dan Kartu Keluarga Terdakwa terima kemudian saksi AI Terdakwa tampung di rumah setelah itu ayah saksi AI langsung pulang ke rumah Rencananya saksi AI akan Terdakwa pekerjakan di rumah Terdakwa di Malaysia untuk membantu istri Terdakwa menjaga bayi kemudian pada hari Jumat tanggal 29 Juni 2012 sekira jam 03.00 WIB Terdakwa bersama saksi AI berangkat menuju ke Jakarta menggunakan taxi dan kami sempat singgah di Kedutaan Malaysia di Jakarta sekitar jam 09.00 WIB untuk mengambil paspor bayi Terdakwa yang baru jadi. Kemudian Terdakwa bersama saksi AI langsung menuju ke bandara Sukarno Hatta Jakarta, sekira jam 13.45 WIB Terdakwa bersama dengan saksi AI berangkat ke Pontianak menggunakan pesawat Lion Air dan sampai di Pontianak sekitar jam 16.45 WIB Terdakwa langsung menelpon Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji, dan Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji memberikan alamat Jalan Tanjung raya II Gg Bersatu seteleh mendapat alamat tersebut Terdakwa bersama saksi AI melanjutkan perjalanan menggunakan taxi menuju ke tempat tinggal Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji. Sekitar jam 18.00 WIB Terdakwa bersama saksi AI sampai di Jalan Tanjung raya II Gg Bersatu dan bertemu dengan Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji kemudian Terdakwa langsung menyerahkan saksi AI kepada Sdr SYAHMADAN M. ILYAS alias Pak Haji berikut dengan 1 lembar KTP Asli atas nama AI RATNASARI, foto copy Kartu Keluarga dan uang sejumlah Rp1.600.000,00 setelah semua Terdakwa serahkan kemudian Terdakwa memberitahu saksi AI dengan mengatakan “ AI kamu saya titipkan kepada pak HAJI, kalau kamu perlua apa bilang aja sama pak HAJI Sekitar jam 18.30 WIB Terdakwa pergi ke Bus SJS untuk membeli tiket pulang ke Malaysia dan sekitar jam 21.00 WIB Terdakwa menuju ke Malaysia menggunakan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 6 dari 12 hal. Put. No. 559 K/Pid.Sus/2015

Bus SJS, sampai di tengah perjalanan ada yang menelpon Terdakwa dan meminta Terdakwa untuk ke Polda Kalbar namun tidak Terdakwa tanggapi karena Terdakwa tidak tahu pada saat itu posisi Bus sampai dimana. Pada hari Sabtu tanggal 30 Juni 2012 sekira jam 04.00 WIB Bus yang yang Terdakwa tumpangi di rajia di depan Polsek Entikong oleh anggota Polsek Entikong, seluruh penumpang di cek satu persatu dan periksa tanda pengenalnya, setelah tanda pengenal Terdakwa di periksa kemudian Terdakwa beserta barang barang milik Terdakwa di bawa ke Polsek Entikong guna proses lebih lanjut;

Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri;

Mahkamah Agung tersebut;

Membaca tuntutan pidana Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Pontianak tanggal 17 Desember 2012 sebagai berikut :

1. Menyatakan Terdakwa SALLEH Bin RAMBLI bersalah melakukan tindak pidana “Menempatkan Warga Negara Indonesia untuk bekerja keluar Negeri ” sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 (orang perseorangan dilarang menempatkan Warga Negara Indonesia untuk bekerja ke Luar Negeri) sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia diluar Negeri sebagaimana dalam dakwaan kesatu;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa berupa pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dipotong selama Terdakwa berada dalam tahanan dan denda sebesar Rp2.000.000.000,00 (dua milyar rupiah) Subsidair 3 (tiga) bulan kurungan dan dengan perintah Terdakwa tetap ditahan,

3. Menyatakan barang bukti berupa:

- 1 (satu) lembar tiket pesawat lion air an Salleh bin Rambli

- 1 (satu) lembar tiket pesawat lion air an Ai Ratnasari Dirampas untuk dimusnahkan;

- 1 (satu) buku passport warna merah No. k26835660 an SALLEH BIN RAMBLI Dikembalikan kepada Terdakwa;

4. Menetapkan agar Terdakwa dibebani untuk membayar biaya perkara sebesar Rp5.000,00 (lima ribu rupiah).

Membaca putusan Pengadilan Negeri Pontianak Nomor

587/PID.B/2012/PN.PTK tanggal 29 Januari 2013 yang amar lengkapnya sebagai berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 7 dari 12 hal. Put. No. 559 K/Pid.Sus/2015

1. Menyatakan Terdakwa SALLEH BIN RAMBLI tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “ Menempatkan Warga Negara Indonesia Untuk Bekerja di Luar Negeri “;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 (tiga) Tahun dan denda sebesar Rp2.000.000.000,00 (dua milyar rupiah), dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dapat dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan;

3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

4. Memerintahkan agar Terdakwa tetap ditahan; 5. Menetapkan barang bukti berupa :

- 1 (satu) lembar tiket pesawat lion air an Salleh bin Rambli;

- 1 (satu) lembar tiket pesawat lion air an Ai Ratnasari; Dirampas untuk dimusnahkan

- 1 (satu) buku passport warna merah No. k26835660 an SALLEH BIN RAMBLI;

Dikembalikan kepada Terdakwa;

6. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp5.000,00 (lima ribu rupiah);

Membaca putusan Pengadilan Tinggi Pontianak Nomor

35/PID.SUS/2013/PT.PTK tanggal 22 April 2013 yang amar lengkapnya sebagai berikut:

1. Menerima permintaan banding dari Terdakwa;

2. Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Pontianak 587/PID.B/2012/PN.PTK tanggal 29 Januari 2013 yang dimintakan banding tersebut;

MENGADILI SENDIRI :

- Menyatakan dakwaan Penuntut Umum tidak dapat diterima;

- Memerintahkan agar Terdakwa Salleh Bin Rambli tersebut segera dikeluarkan dari tahanan;

- Membebankan biaya perkara untuk kedua tingkat peradilan kepada Negara;

Mengingat akan akta tentang permohonan kasasi Nomor 05/Akta.Pid/2013/PN.PTK, Jo. Nomor 587/Pid.Sus/2012/PTK Jo. Nomor 35/Pid.Sus/2013/PT.PTK, yang dibuat oleh Panitera pada Pengadilan Negeri Pontianak yang menerangkan, bahwa pada tanggal 02 Mei 2013 Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Pontianak mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi tersebut;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 8 dari 12 hal. Put. No. 559 K/Pid.Sus/2015

Memperhatikan memori kasasi tanggal 13 Mei 2013 dari Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Pontianak sebagai Pemohon Kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pontianak pada tanggal 14 Mei 2013;

Membaca surat-surat yang bersangkutan;

Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Tinggi tersebut telah diberitahukan kepada Pemohon Kasasi/ Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Pontianak pada tanggal 26 April 2013 dan Pemohon Kasasi/ Penuntut Umum mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 02 Mei 2013 serta memori kasasinya telah diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pontianak pada tanggal 14 Mei 2013 dengan demikian permohonan kasasi beserta dengan alasan-alasannya telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara menurut undang-undang, oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima;

Menimbang, bahwa Pasal 244 KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) menentukan bahwa terhadap putusan perkara pidana yang diberikan pada tingkat terakhir oleh pengadilan lain, selain daripada Mahkamah Agung, Terdakwa atau Penuntut Umum dapat mengajukan permintaan kasasi kepada Mahkamah Agung kecuali terhadap putusan bebas;

Menimbang, bahwa akan tetapi Mahkamah Agung berpendapat bahwa selaku badan Peradilan Tertinggi yang mempunyai tugas untuk membina dan menjaga agar semua hukum dan undang-undang di seluruh wilayah Negara diterapkan secara tepat dan adil, serta dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 114/PUU-X/2012 tanggal 28 Maret 2013 yang menyatakan frasa “kecuali terhadap putusan bebas” dalam Pasal 244 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, maka Mahkamah Agung berwenang memeriksa permohonan kasasi terhadap putusan bebas;

Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/ Penuntut Umum pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa pada prinsipnya kami menyadari sepenuhnya hal-hal mengenai berat ringannya hukuman adalah wewenang Judex Facti dan tidak tunduk pada pemeriksaan Kasasi, sepanjang hukuman itu masih dalam batas ancaman hukuman, minimum atau maksimum. Akan tetapi apabila terjadi penerapan hukuman yang sedemikian drastisnya dari Tuntutan Jaksa Penuntut Umum dengan pidana penjara yang telah dijatuhkan oleh Majelis Hakim terlebih dalam hal ini putusan tersebut sudah sangat melukai rasa keadilan masyarakat maka tidak ada salahnya apabila Majelis Hakim pada tingkat Kasasi melakukan terobosan hukum perkara ini, sebagaimana putusan Mahkamah Agung tanggal 7 Januari 1982 No. 471 K/Kr/1979 yang mana

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 9 dari 12 hal. Put. No. 559 K/Pid.Sus/2015

dalam putusan ini Mahkamah Agung menciptakan Yurisprudensi pemidanaan; - Bahwa Jaksa Penuntut Umum dalam tuntutannya menuntut Terdakwa dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Pontianak memutus Terdakwa dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun penjara pula namun putusan Pengadilan Negeri Pontianak tersebut malah dibatalkan oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Tinggi Pontianak dalam amar putusannya yaitu Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Pontianak Nomor: 588/Pid.B/2012/PN.PTK tanggal 29 Februari 2013. Hal tersebut menurut kami Jaksa Penuntut Umum tidaklah tepat karena sesuai dengan tuntutan kami Penuntut umum yang menuntut Terdakwa dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun hal ini telah memenuhi ketentuan berdasarkan Pasal 102 huruf a dalam Undang-undang No. 39 Tahun 2004tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri yang ancaman pidana yaitu Pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/ atau denda paling sedikit Rp2.000.000.000,00 (dua milyar rupiah) dan paling banyak Rp15.000.000.000,00 (lima belas milyar rupiah) sebagaimana dalam fakta-fakta dipersidangan yang menerangkan perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa yaitu sebagai orang yang Menempatkan Warga Negara Indonesia Untuk Bekerja di luar Negeri yang telah dilakukan oleh Sdr. SYAHMADAN M. ILYAS Als. PAK HAJI Bin H. ILYAS (Terdakwa dalam berkas terpisah) yang merupakan warga negara Asing (Malaysia). Hal ini berarti Majelis hakim pengadilan Tinggi Pontianak dalam memutuskan perkara tanpa memperhatikan Undang-undang No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri;

- Bahwa kami memahami dan menyadari sepenuhnya bahwa pidana penjara bukanlah sarana balas dendam melainkan mempunyai tujuan untuk membina pelaku kejahatan agar tidak mengulangi perbuatannya dan agar hal tersebut menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk tidak melakukan hal-hal sebagaimana yang telah Terdakwa lakukan, oleh sebab itu dalam menyusun dan menentukan tuntutan pidana kami mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan bagi Terdakwa;

- Berdasarkan hal tersebut diatas, kami Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Pontianak memohon dalam Memori Kasasi ini agar Majelis Hakim pada Tingkat Kasasi dapat mempertimbangkan hal- hal sebagaimana tersebut diatas;

- Hal ini sangatlah penting sekali dipertimbangkan, mengingat perkara

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 10 dari 12 hal. Put. No. 559 K/Pid.Sus/2015

Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri membawa efek yang sangat besar dan luas khususnya dalam upaya penegakan hukum terhadap Pri Kehidupan Masyarakat. Dan hal yang paling utama adalah setiap putusan yang dihasilkan seyogyanya dapat mewakili rasa keadilan masyarakat demi terciptanya pembinaan penegakan hukum secara tepat dan adil, sehingga dengan demikian setiap keputusan yang dihasilkan dapat menjadi panutan bagi semua peradilan;

- Apabila penjatuhan hukuman terhadap perkara Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri ini cenderung lebih rendah, serta kurang memperhatikan nilai-nilai Edukatif, preventif, Korektif maupun Represif maka hal tersebut dikhawatirkan akan membuat dampak yang kurang baik terhadap pembinaan penegakan hukum kedepannya, terlebih lagi terhadap pelaku Tindak Pidana Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri yang lainnya, oleh karena pemidanaan yang terlalu singkat atau terlalu rendah atau membebaskan terhadap Terdakwa tidak akan membawa efekjera dan pembelajaran untuk para pelaku Tindak Pidana Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri yang lainnya;

Menimbang, bahwa atas alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat:

Bahwa terlepas alasan kasasi Pemohon Kasasi/ Penuntut Umum ternyata

Judex Facti Pengadilan Tinggi Pontianak telah salah menerapkan hukum dengan

pertimbangan sebagai berikut:

Bahwa Judex Facti tidak cermat mempertimbangkan mengenai fakta hukum yang terungkap di Persidangan setelah dihubungkan dengan dakwaan Penuntut Umum;

Bahwa dakwaan Penuntut Umum pada alternatif kedua bukan merupakan dakwaan yang kabur karena uraian perbuatan materillnya telah diuraikan dengan jelas meskipun tidak disebutkan Ayat dan huruf yang menyertai Pasalnya;

Bahwa perbuatan Terdakwa yang didatangi oleh keluarga korban, maka perbuatan Terdakwa tersebut tidak memenuhi kualifikasi dari pengertian “penempatan” sebagaimana maksud dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004;

Bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut, Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan baik dalam dakwaan Kesatu maupun dalam dakwaan kedua oleh karena itu Terdakwa harus dibebaskan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 11 dari 12 hal. Put. No. 559 K/Pid.Sus/2015

Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut di atas, permohonan kasasi Pemohon Kasasi/ Penuntut Umum dapat dikabulkan dan putusan Judex Facti harus dibatalkan dan Mahkamah Agung akan mengadili sendiri yang amar putusannya sebagaimana tersebut di bawah ini;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas Mahkamah Agung berpendapat, bahwa putusan Pengadilan Tinggi Pontianak Nomor 35/PID.SUS/2013/PT.PTK tanggal 22 April 2013 yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri Pontianak Nomor 587/PID.B/2012/PN.PTK tanggal 29 Januari 2013 tidak dapat dipertahankan lagi, oleh karena itu harus dibatalkan dan Mahkamah Agung akan mengadili sendiri perkara tersebut, sehingga amarnya sebagaimana tertera di bawah ini;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dibebaskan dari semua dakwaan, maka biaya perkara dalam tingkat kasasi ini dibebankan kepada negara;

Memperhatikan Pasal 191 Ayat (1) KUHP, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;

M E N G A D I L I

Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/ Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Pontianak tersebut;

Membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Pontianak Nomor 35/PID.SUS/2013/PT.PTK tanggal 22 April 2013 yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri Pontianak Nomor 587/PID.B/2012/PN.PTK tanggal 29 Januari 2013;

MENGADILI SENDIRI

1. Menyatakan Terdakwa SALLEH BIN RAMBLI tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan kesatu primair dan subsidair atau dakwaan kedua;

2. Membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari segala dakwaan tersebut;

3. Memulihkan hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya;

4. Menyatakan barang bukti berupa :

a. 1 (satu) lembar tiket pesawat lion air an Salleh bin Rambli; b. 1 (satu) lembar tiket pesawat lion air an Ai Ratnasari; Dikembalikan pada yang berhak;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 12 dari 12 hal. Put. No. 559 K/Pid.Sus/2015

c. 1 (satu) buku passport warna merah Nomor k26835660 an SALLEH BIN RAMBLI;

Dikembalikan kepada Terdakwa;

Membebankan biaya perkara dalam semua tingkat peradilan kepada Negara; Demikianlah diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Rabu tanggal 04 Mei 2016 oleh Timur P. Manurung, S.H., M.M., Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Dr. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M.H., dan H. Eddy Army, S.H., M.H., Hakim-Hakim Agung sebagai Anggota, dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga oleh Ketua Majelis dengan dihadiri oleh Hakim-Hakim Anggota tersebut serta Dr. H. Agung Sulistiyo, S.H., M.H. Panitera Pengganti dan tidak dihadiri oleh Penuntut Umum dan Terdakwa;

Hakim-Hakim Anggota, K e t u a,

Ttd/Dr. H. Andi Samsan Nganro, SH, MH. Ttd/Timur P. Manurung, SH, MM.

Ttd/H. Eddy Army, SH, MH.

Panitera Pengganti,

Ttd/ Dr. H. Agung Sulistiyo, S.H., M.H.

Untuk Salinan : MAHKAMAH AGUNG R.I

a.n. Panitera

Panitera Muda Pidana Khusus

ROKI PANJAITAN, S.H. NIP. 19590430 198512 1 001

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Visi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang adalah “Menjadi Fakultas Sains dan Teknologi terkemuka dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan

11/33/PBI/2009 tentang pelaksanaan GCG Bagi Bank Umum, Bank Syariah dan UUS dalam Pasal 2 dijelaskan bahwa pelaksanaan pelaksanaan prinsip- prinsip GCG minimal

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai persepsi mahasiswa perempuan tentang tayangan serial drama Korea dengan mengambil tujuh dari delapan

Untuk itu akan dilakukan penelitian nilai delay untuk mengetahui kinerja dari jaringan nirkabel 4G di Surabaya, agar didapatkan hasil performansi dari TCP/IP, sehingga

Secara hukum, perjanjian yang dibuat menimbulkan akibat hukum dan para pihak yang terkait berhak mengajukan pembatalan perjanjian atau menjadikannya sebagai alasan

Hasil penelitian terhadap nilai bau menunjukkan perbedaan jarak tungku tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap bau ikan asap, namun dengan semakin

Pada angket no 12 yang menjawab benar atau tahu berjumlah 63 orang atau 63%, kemudian yang menjawab salah/ tidak tahu berjumlah 37 orang atau 37% maka rata-rata

Hal itu sejalan dengan penelitian dari D (2017) nilai OR 11,7 sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian preeklamsia pada