Tentir Histologi
Gastrointestinal
dr. Nawang Sari, M. Biomed
Muhammad Fathur Arief I1011141039
Anton Lius I1011141077
Bambang Aditya Rahman I1011141020
Eric Herrianto Dwiputra I1011141055
Fahmi Majid I1011141069
Sarah Ersha Mutiari I1011141035
Teresa Asali I1011141044
Tri Sandra I1011141001
Diana Putri Lestari I1011141004
Nora Indah Meilina I1011141006
Sipend
: Irma Nur Rizka H. I1011141009
Gastrointestinal atau saluran pencernaan dapat di bedakan atas
organ organ nya yang meliputi
mulut, esofagus, lambung, usus
halus, usus besar dan rectum
.
Pembahasannya mencakup:
A. Struktur Mikroskopik pada saluran pencernaan yaitu dari Rongga Mulut –Anus, terdiri atas:
1.Lapisan-Lapisan 2.Struktur
3.Sel-Sel
B. Saluran Gastro intestinal/GI tract C. Kelenjar Pencernaan, antara lain:
1.Kelenjar Liur, Kelenjar pada dinding organ pencernaan
2.Hati, Pankreas, Kandung Empedu yang merupakan kelenjar utama
Terdapat peran yang terjadi pada sistem pencernaan, antara lain; A. Melahap (ingestion)
B. Mengunyah, menelan, mencerna (digestion) C. Menyerap (absorption)
1. Karbohidrat, seperti monosakarida 2. Protein, yaitu asam amino
3. Lemak, antara lain monogliserida, asam lemak, gliserol D. Membuang sisa makanan yang tak tercerna
SALURAN GASTROINTESTINAL, yaitu A. Rongga Mulut B. Esofagus C. Stomach/Lambung D. Intestines/Usus E. (Anus)
POSISI ORGAN RONGGA ABDOMEN
A. Rongga Mulut 1. Dinding
a. Bibir, pipi dalam(tepi) b. Palatum
2. Struktur
a. Lidah
b. Gigi, gusi
3. Kelenjar liur (salivary)
Terdiri dari:
1. Permukaan Eksternal
Karena regio merah bibir tidak memiliki kelenjar yang menghasilkan minyak atau keringat, area ini rentan terhadap kekeringan dan pajanan udara dingin yang kering.
Struktur seperti kulit tipis, ada kelenjar keringat, folikel rambut dam kelenjar sebasea
2. Merah bibir (vermilion zone )
Epitel berlapis pipih dengan kerartin, kapiler dekat dengan permukaan, kaya akan vaskularisasi
3. Mukosa Internal
Struktur sama dengan mukosa rongga mulut dengan kelenjar ludah minor
KETERANGAN: 1. S: Skin(Kulit)
2. V: Vermilion Border, garis tepi zona vermilion yang merupakan batas antara zona vermilion dengan kulit
3. O: Oral Mukosa
4. G: Kelenjar saliva (serous, mucous & seromucous) 5. M: Otot Rangka
KETERANGAN:
1. Epitel Berlapis Gepeng dengan Lapisan Tanduk 2. Folikel Rambut
3. Kelenjar Sebasea
Merah Bibir
1
KETERANGAN:1. Epitel Gepeng Berlapis tanpa Lapisan Tanduk 2. Kapiler darah(Paling banyak)
Merah bibir, tidak mengandung kelenjar keringat, tidak berfolikel rambut, kelenjar sebasea non fungsional
Non Fungsional,dalam arti merah bibir perlu dibasahi oleh lidah Tautan antara epitel dan jaringan Ikat dibawahnya(rete aparatus) sangat berkembang, sehingga lengkung kapiler pada papila dermis sangat dekat dengan permukaan kulit, inilah yang menyebabkan merah bibir tampak merah muda.
Vermilion border kaya persyarafan sensori sehingga membuat sangat sensitif
Permukaan Internal Bibir
1) Sifatnya selalu basah, oleh karena itu perlunya cairan. Nah bagian mukosa yang akan menghasilkan cairan.
2) Epitel gepeng berlapis tanpa keratin
3) Jaringan ikat sub epitelnya kepadatan kolagennya tak teratur & kelenjar liur minor yaitu kelenjar mukosa (pada umumnya)
PERMUKAAN DORSAL LIDAH
Papila Foliata
Sepertiga posterior merupakan akar lidah dan dua pertiga anterior merupakan badan lidah. Mukosa akar lidah dipenuhi dengan massa nodul limfoid yang dipisahkan oleh kriptus, yang kesemuanya membentuk tonsila lingualis. Di badan lidah terdapat keempat jenis papilla yang kesemuanya mengandung inti jaringan ikat yang dilapisi dengan epitel skuamosa berlapis.
Papilla filiformis yang runcing menimbulkan friksi yang membantu menggerakkan makanan selama mengunyah. Papilla foliata yang menyerupai rigi pada sisi lidah berkembang paling baik pada anak-anak. Papilla fungiformis tersebar pada
permukaan dorsal dan 6-12 papilla vallata yang sangat besar terdapat berupa garis V di dekat sulcus terminalis. Kuncup kecap terdapat pada papilla fungiformis dan foliata tetapi lebih banyak pada papilla vallata.
LIDAH
Merupakan bangunan terbesar dalam rongga mulut, massa besar saling terjalin yang terdiri atas serat otot rangka yang
menyebabkan mampu bergerak.
Serat ototnya terdiri dari 2 kelompok, yaitu 1. Otot Ekstrinsik
Gerakan kedalam, luar, dan samping 2. Otot Intrinsik
Perubahan bentuk lidah.Terdiri dari 4 arah(longitudinal superior, longitudinal inferior, vertikal dan transversal) Terdiri dari 3 permukaan:
1. Dorsal
a. 2/3 anterior dan1/3 posterior yang dipisahkan oleh alur dangkal berbentukV (Sulcus Terminalis) yang puncaknya mengarah ke posterior dan banyak cekungan(foramen sekum)
b. 1/3 lidah posterior tidak rata disebut tonsilalingua c. Paling posterior disebut akar lidah
d. 2/3 anterior banyak papil lidah ditandai dengan penonjolan diatas permukaan
2. Ventral 3. DuaLateral
PAPIL LIDAH
Berdasarkan bentuk dan fungsinya: A. Papila Filiformis
B. Papila Fungiformis
C. Papila Foliata
D. Papila Sirkumvalata
Akan dibahas, satu-satu yaaaaa
A.
Papila Filiformis
1. Jumlahnya banyak dan bentuknya langsing, tampak seperti beludru/ karpet (velvety)
2. Epitel gepeng berlapis berkreatin, agar bisa menjilat makanan
.
Pada lidah kucing berkeratin derajat tinggi, seperti amplasB.
Papila Fungiformis
1. Berbentuk seperti jamur(tangkai langsing, atas melebar mirip topi) 2. Jumlahnya lebih sedikit dari filiformis
3. Epitel gepeng berlapis tanpa keratin, ditandai dengan titik merah tersebar diantara papila filiformis, agar darah dalam lengkung kapiler sub epitel tidak terhalang
4. Memiliki kuncup kecap pada permukaan dorsal bagian atasnya yang mirip topi
C.
Papila Foliata
1. Sepanjang posterolateral lidah, terdapat jajaran alur vertikal
2. Saat neonatus berkuncup kecap fungsional, tetapi pada tahun ke-2 atau ke-3 dapat berdegenerasi
3. Terdapat kelenjar Von Ebner, yaitu saluran kelenjar liur minor serosa yang terletak pada bagian tengah lidah bermuara pada alur papila ini
4. Agregasi dari kelenjar serous dengan kelenjar Von Ebner, yaitu dengan mensekresi cairan yang melarutkan konstituen makanan dengan
memfasilitasi penerimaan rasa
D.
Papila Sirkumvalata
1. Jumlahnya Hanya 8-12 buah
3. Berderet berbentuk V
4. Terbenam dibawah permukaan lidah dan dikelilingi parit melingkar yang dilapisi epitel
5. Dasar parit bermuara saluran keluar kelenjar Von Ebner
6. Epitel yang melapisi parit dan dinding papila, berkuncup kecap (bintik-bintik), kecuali pada bagian dorsal
7. Menyekresi lipase untuk mencegah pembentukan suatu lapisan hidrofobik.
KETERANGAN
VE: Von Ebner’s glands VE
Berikut, apasih yang dimaksud dengan kuncup kecap.. 1) Organ sensoris intraepitel
2) Fungsi pengecapan
3) Terletak pada permukaan lidah & posterior rongga mulut, yang memiliki 3.000 kuncup kecap
4) Bentuk oval, p= 70-80 mm, l=30-40 mm yang tampak lebih pucat dari epitel sekitarnya
5) Terdiri dari 60-80 sel berbentuk kumparan(spindle shaped)
6) Ujung kuncup kecap menyempit menonjol lewat lubang (pori kecap) pada permukaan bebas epitel tempat kuncup kecap berada
7) Jangka hidup10 hari
8) Tidak terdapat pada Papila Filiformis
Nah selain itu, terdapat 4 macam sel: 1. Sel Basal(sel tipe IV)
Sel cadangan untuk regenerasi. Akan menjadi sel gelap lalu sel terang kemudian menjadi sel intermedia, dan akhirnya mati.
2. Sel Gelap(sel tipe I) 3. Sel Terang(sel tipe II)
4. Sel Intermedia(sel tipe III)
Sel gelap (tipeI) , Sel terang (tipeII), dan Sel Intermedia (tipe III),
sinaptik sehingga berperan mengecap. Memiliki ciri Bermikro vili halus dan panjang yang menjulur dari pori kecap. Bentuk kuncup kecap seperti bawang.
Keterangan:
Panah 3 yang huruf B adalah kuncup kecapnya. Dia hampir sama dengan kelenjar goblet bentuknya, TAPIIII kelenjar goblet merata sedangkan kuncup kecao kayak bawang, punya lapisan-lapisannya.
Tastan
• Berbagai zat kimia asal makanan yg larut dlm saliva berinteraksi dg kanal ion / reseptor pd mikrovili sel pengecap perubahan elektrik pd potensial istirahat sel tsb depolarisasi yg menginisiasi potensial aksi
ditansmisikan ke otak sinyal diinterpretasikan sebagai sensasi rasa • Sensasi rasa primer : asin, asam, manis, pahit dan umami(Gurih)
• Setiap Kuncup Kecap(KK) dapat mengecap 5 sensasi rasa tsb tetapi tiap KK mengkhususkan diri pd 2 dari 5 sensasi rasa tsb
• Ion logam (asin), ion hidrogen dari asam (asam), gula dan senyawa organik terkait (manis), alkaloid dan toksin tertentu (pahit), asam amino seperti glutamate (umami)
• Sensasi rasa disebabkan adanya kanal ion khusus (rasa asin & asam) dan reseptor membran terkait protein G (pahit, manis, umami) pd plasmalema KK • Pada KK terdapat Reseptor CD36 transporter as lemak yg mampu
mendeteksi lemak sebagian individu mjd penyuka lemak
• Proses persepsi rasa jg melibatkan alat penciuman ( olfactory apparatus) drpd KK berkurangnya kemampuan mengecap bila hidung tersumbat ( nasal congestion) saat pilek
Proses pembuatan email
Odontoblas (O) merupakan sel terpolarisasi panjang yang berasal dari mesenkim rongga pulpa yang berkembang (Pupla Dentis). Odontoblas khusus untuk sintesis kolagen dan GAG dan terikat bersama-iama oleh kompleks taut berupa
suatu lapisan tanpa lamina basal sehingga matriks yang kaya-kolagen dan disebut predentin (P) hanya disekresikan di ujung apikalnya pada permukaan gigi. Kira-kira pada hari pertama sekresi, predentin mengalami mineralisasi menjadi dentin (D) berupa kristal hidroksiapatit yang terbentuk dalam proses yang serupa dengan proses yang terjadi pada osteoid tulang yang sedang berkembang. Dengan proses tersebut, kolagen diselubungi dan matriks berkapur menjadi lebih bersifat
asldofilik dan terpulas agak berbeda dari predenlin.
Ameloblas(A) merupakan sel terpolarisasi tinggi dengan ujung apikal yang awalnya berkontak dengan dentin (D). Ameloblas tergabung membentuk selapis sel yang dikelilingi di basal oleh jaringan ikat (CT).
Saat odontoblas menyekresi predentin, ameloblas menyekresi matriks yang sedikit mengandung kolagen, tetapi kaya akan sejumlah glikoprotein yang cepat memulai pembentukan kalsium hidroksiapatit untuk membuat email.
• Epitel gepeng berlapis tanpa lapisan tanduk • Tidak mengandung sel goblet
• Fungsi, menghantarkan bolus makanan dari faring ke dalam lambung • Di dalam submukosa ada kelenjar esofagus, dia untuk menseksresi mukus
sehingga memudahkan transpor makanan dan mekindungi mukosa esofagus • Di dalam lamina propia ada kelenjar kardiak esofagus untuk mensekresi
mukus esofagus juga
• Kan ada gerakan volunter dan involunter , naahh di esofagus 1/3 bagian atas (proksimal) itu otot seklet, 1/3 bagian tengah itu otot skelet dan otot polos, dan 1/3 bawah (distal) itu otot polos
• Hanya bagian yg distal yang ditutupi oleh lapisan serosa, sisanya ditutupi selapis jar. Ikat longgar, adventisia, yg menyatu dengan jar. Sekitar Lambung (gaster), terdiri atas
• Fundus-Korpus • Kardia
• Pilorus
Fungsi utama lambung adalah melanjutkan Pencernaan karbohidrat yang sudah dimulai di mulut, menambah cairan asam kepada makanan, mengubah makanan oleh kerja otot menjadi suatu massa kental (kimus), dan membantu dimulainya pencernaan protein oleh enzim pepsin. Lambung uga menghasilkan lipase
lambung yang mencerna trigliserida dengan bantuan lipase lidah. Mukosa dan submukosa lambung yang kosong memperlihatkan lipatan-lipatan memanjang yang dikenal sebagai rugae, yang akan mendatar bila lambung terisi makanan. Dinding pada semua regio lambung tersusun atas empat lapisan utama, yaitu mukosa , submukosa, muscularis externa dan serosa.
Sel yang menyekresi HCL dan pepsin terbatas terutama di area korpus dan fundus. Kelenjar kardia dan pylorus terutama menghasilkan mukus.
Usus • Small Intestines a. Duodenum b. Jejenum c. Ileum • Large Intestines a. Caecum-appendix b. Colon • Ascending • Transverse • Descending • Pelvic/sigmoid c. Rectum (anal canal)
SALURAN GASTROINTESTINAL • Umumnya berbentuk tube/tabung • Terdiri dari
a. Mucosa, dia lapisan paling dalam dan secara langsung mengitari lumen
Epitelium, pembatas yang basah dengan fungsi sekretoris dan absorpsi
Mucosa Muskularis, terdiri dari 2 lapisan otot polos tipi, yang berguna untuk pergerkan mukosa
b. Submucosa, menyongkong mukosa, membri percabangan saraf, pembuluh darah dan pembuluh limfe ke mukosa. Dia mengandung kelenjar juga
c. Muskularis, teridiri dari
Otot polos sirkular, di dalam. Fungsinya mengurangi diameter lumen sehinggga mencegah pergerakan isi lumen ke arah proksimal ( ke arah mulut)
Otot polos longitudinal, di luar. Fungsinya mendorong isi lumen ke arah dista ( anus)
Ada pleksus pembuluh darah dan pleskus sarafnya. Fumgsinya melembutkan dan mendorong isi lumen sepanjang saluran cerna melalui gerakan peristaltik
d. Adventitia/Serosa (mesothelium), lapisan paling luar saluran cerna. Terdiri dari jaringan ikat yang diliputi oleh mesotel ( epitel selapis gepeng) untuk mengurangi gesekan selama gerakan pencernaan
Structures of the Alimentary Canal
Mucosa
• Epitelium-berbeda hampir tiap organ-perbedaan berdampingan a. esofagus-gastro gastropunya sumur,kelenjar
b. Gastro-duodenum usus halus vili intestinal c. Ileo-Caecal Caecal tidak ada tonjolan
d. Recto-Anal Recto Selapis kolumner dg sel goblet
Anal Berlapis gepeng tanpa lap. Tanduk-tanduk • Lamina Propria – Jaringan penyambung Longgar
a. Limfosit >> GALT (Gut Association Lymphoid Tissue) – IgA yang b. Lymph nodules +/- disekresikan ke lumen suatu organ
• Mukosa Muskularis – Otot polos tipis a. Dua Lapis
• Dalam –Sirkular-Helical ikut masuk lamina propria, vilus kontraksi (memendek shg ada aliran)
• Luar – Longitudinal
• Circular- +/- bagian tertentu pada lambung b. Berperan untuk kontraksi
• Bergerak-melipat-mukosa fasilitasi digesti dan absorpsi • Memeras Kelenjar -Sekresi
Submucosa
• Jaringan penyambung > padat lamina propria • Submucosa plexus of Meissner
Merupakan sistem saraf otonom (ANS: simpatik, parasimpatik, serat-serat, badan sel saraf postganglion)
b. Pembuluh darah c. Kelanjar mukosa
Muskularis
• Otot polos
+ intestinal cell of Cajal=pace maker • Dua lapis
a. Dalam – sirkular
b. Luar – Longitudinal : colon-caecum-taenia coli
• Diantara kedua lapisan tersebut terdapat Myenteric plexus of Auerbach – ANS
a. Simpatik - gerakan peristaltik b. Parasimpatik - gerakan peristaltik
Adventitia/Serosa
• Jaringan Penyambung Longgar • Adventitia bila mesothelium (-)
• Seros bila mesothelium (+) = peritoneum viseral mesentery STRUKTUR MUKOSA
• Gastric pit ( foveola gastrica) • Vilus Intestinal (+ sel goblet) • Crypt of Liberkϋhn = klj usus • Plica (semi) sirkularis Kerckring • Microvilus-mikrovili -sel
• Permukaan – Sumur/ gastric pit • Epitelium – Kolumnar selapis a. high turn over rate
maksudnya sel epitel yang terdapat dipermukaan lambung memiliki umur yang singkat, hanya beberapa hari saja sehingga perggantiannya cepat
b. Permukaan apikal-mikrovili-brushborder
Sebenarnya brush border adalah nama yang diberikan kepada mikrovili yang ada pada permukaan epitel
c. Dinding apikal-tight junction-sirkular agar cairan di lumen tidak menembus antar sel
d. Banyak Spot desmosom
Ini ya gambar gasternya...
Sel-sel yang ada di lambung berhubngan dengan kelenjar seperti gambar diatas adalah sebagai berikut...
1. Sel mukosa leher , fungsi untuk seksresi mukus yang bersifat kurang alkali, larut dalam air dan agak berbeda dari seksresi mukus yang berasal dari mukosa epitel permukaan
2. Sel parietal, ciri khas : sangat eosinofilik karena padat mitokondia, invaginasi dalam yang sirkuler pada membran plasma apikal, membantuk kanalikus
intrasel. Fungsi untuk menyekresi asam hidroklorida (HCL) dan faktor intrinsik, suatu glikoprotein yang diperlukan untuk mengambil vit B12 di usus halus.
3. Sel zimogen (chef sel), fungsi untuk penghasil dam pengeskpor protein. Dia juga menghasilkan enzim lipase dan hormon leptin, renin. Ada enzim
pepsinogen yang tidak aktif ada di sitoplasma yang bergranul
4. Sel enteroendokrin, fungsi untuk mengasilkan berbagai hormon dan hampir semua berupa polipeptida pendek. Sel enterokromafin (EC) menyekresi serotonin, sel G mengahsilkan polipeptida gastrin
5. Sel pembatas permukaan, fungsi untuk membentuk mukus yang mugkin melindungi permukaan lambung terhadap autodigesti
6. Sel punca, ada yang bergerak ke atas menggantikan sel mukosa di foveola dan permukaan waktu pergantian 4-7 hari, yang lain bermigrasi lebih dalam ke kelenjar dan berdiferensiasi menjadi sel mukosa leher, sel parietal , sel
zimogen dan sel enteroendokrin.
Gastroesophageal junction
Pada esofagus itu sel epitelnya adalah sel epitel gepeng berlapis tanpa keratin, sedangkan pada lambung adalah sel epitel selapis columnar (silindris), ketika bagian distal esofagus berhubungan dengan bagian lambung sehingga terbentuk tautan yang disebut dengan Gastroesophageal junction.
Gambarnya...! Thu...disamping....
Empat Tipe Sel
Terdapat 4 tipe sel di lambung, • Mucous cells
• Parietal cells
HCl and “intrinsic factor” • Zymogenic (chief) cells
Pepsinogen, pepsinogen ini akan akan aktif menjadi pepsin melalui asam lambung,
Ciri2 sel chief: a. atas-merah
b. ½ bawah-biru= sel zimogen sekresi protein c. ½ atas-pucat, dekat faveola gastrica = Ismus Cells • Enteroendocrine cells
Contohnya:
• Sel DENS ( Diffuse neuroendokrin system),
Sebenarnya yang benar itu sel DNES ya!!! Sumber gatner, dia menghasilkan gastrin, CCK dan gastrin inhibitor peptide
• Sel APUD (Amine precursor uptake Decarboxylation)
Sekarang kita membahas bagian lambung ya!!! Kardia Gaster
• < 1/2 hingga >1/4 kedalaman faveola gastrika ( bagian sumurnya) • Kelenjar pucat tidak berwarna
Kedalamannya sumurnya itu, bisa mencapai lebih dari ¼ tetapi kurang dari ½
Fundus Gaster
• < ¼ kedalaman faveloa gastrica (dangkal) • Kelenjar panjang_lurus penuhi lamina propria • > sel parietal
Ini ya gambar fundus gasternya!!! Kedalaman sumurnya sangat dangkal
1. Sel Mukus Permukaan 2. Faveola Gastrika 3. Sel Mukus Leher 4. Sel Parietal (HCl)
Pilorus Gaster
• > ½ kedalaman faveola gastrica • Dominan epitel
• Sel mukus terlihat silindris karena dominan • Sel parietal jarang, besar dg inti ditengah
Perbedaan gaster fundus, kardia dan pilorus secara histologi bisa dilihat dengan mudah, dilihat dari sumurnya ( faveola gastricanya) yaitu:
1. Fundus, faveola gastricanya(sumurnya) sangat dangkal (kedalaman kurang dari ¼)
2. Kardia , faveola gastricanya antara ¼ sampai ½ saja
3. Pilorus, faveola gastericanya lebih dari 1/2
• Lamina propria-rojection-lined by epithelium • Bentuk-bervariasi
a. Duo- lebar,menyerupai spatula/ daun yg lebar b. Jejenum proximal – menyerupai lidah
c. Ileum – panjang langsing/menyerupai jari • Pada bagian tengah/inti
a. Satu arteriol+venula Jaring kapiler bertingkat b. Satu kapiler limph buntu (central lacteal)
c. Satu serat otot polos longitudinal- berdekatan dg central lacteal kontraksi shg vili memendek aliran kapiler limf
Gambar ya!!!
sel-sel usus halus adalah sebagai berikut
1. Eristrosit atau sel absorptif, di apeks terdapat lapisan homogen yan disebut brush (striated) border, disini terlihat sebagai lapisan mikrovili fungsi
mikrovili untuk memperluas permukaan usus dengan nutrien. Tonjolan ada 3 jenis plica, vili, mikrovili. Plica memperluas usus sebesar 3 kali lipat, vili memperluas 10 kali lipat dan mikrovili memperluas 20 kali lipat. Eritrosit fungsinya untuk menyerap molekul nutrien(lemak, asam amino dan
karbohodrat) yang dihasilkan proses pencernaan. Lemaknya dalam bentuk kilomikron dibawa ke lakteal yaitu limfa berujung buntu dari vilus intestinal. Sedangkan protein dan karbohidrat masuk saluran darah dari vilus intestinal
2. Sel goblet, fungsi untuk manghasilkan musinogen yang mengalami hidrasi mrmbentuk musin yang kalo bergambung dengan lambung namanya mukus. Dia juga melindungi dan melumasi lapisan usus.
3. Sel Paneth , dia memiliki granula. Granulanya mengalami eksositosis untuk melepaskan lisozim, fosofolipase A dan oeotidak hidrofobik yang disebut
defisien, yang kesemuanya mengikat dan menguraikan membran
mikroorganisme dan dinding bakteri. Sel paneth berperan penting pada imunitas alami dan dalam mengatur lingkungan mikro di kriptus intestinal.
4. Sel enteroendokrn, fungsi untuk menyekresikan berbagai peptida dan menggambarkan sistem neuroendokrin difus
Sel penyekresi peptida di saluran cerna dibagi 2
a. Tipe “tertutup” dengan apeks sel yang dilapisi oleh sel-sel epitel lain b. Tipe “ terbuka” dengan apeks sel yang memiliki mikrovili dan berkontak
dengan lumen organ ini
5. Sel M ( microfold) , yaitu sel epitel khusus pada ileum yang menutupi folikel limfoid pada plak Peyer. Dia mengendositosis antigen secara selektif dan mentransfornya ke makrofag dan limfosit dibawahnya. Intinya sel M sebagai stasiun penguji di mana materi dalam lumen usus di pindahkan ke sel-sel imun MALT di lamina propia
6. Kriptus Liberkhum adalah kelenjar tubulosa sederhana di mukosa, terbuka ke ruang antara vili intestinal.
Duodenum
• Ada 1 soliter limfonodus, hilang timbul, bukan plakat payers karena Cuma 1 lapang pandang pada lapisan submukosa
• Ada mikrovilus
• Kriptus Liberkuhn Lamina propria( seperti pada faveola gastrica) • Terdapat sel goblet
• Epitel selapis silindris • Vilus intestinal
• Sub mukosa terdapat klj Brunner yang merupakan saluran keluarnya
terbuka kedalam dasar kriptus Liberkuhn
Ini gambar duodenum ya!!!!!
The Duodenum and Related Organs
Duodenum dan organ-organ yang terkait dengannya itu apa saja??
3 1
Yuk kita lihat,
Ini gambar duodenum juga ya!!!!
LP itu lamina propia Lu itu lumen
E itu epitel
Jejenum
• Kriptus Liberkuhn bermuara
• Sel panet ( sel merah/granula dekat kriptus Lieberkuhn) sekresi anti bakteri berupa lisosim
• Sel DNES
Ileum
• Harus potongan melintang dan jalani seluruh diameter • Epitel selapis silindris dg sel goblet
• Plakat payer (kumpulan limfatikus pada lapisan submukosa) • Vilus intestinal memendek
Dalam ileum, ada lamina propia
dan submukosa usus halus mengandung agregat nodul lomfoid yang dikenal plak Peyer, yaitu komponen penting MALT
Kriptus Liberkϋhn
• Bagian akhir atas diantara dasar vilus • Kelenjar tubular tidak bercabang • Panjang 0,3 – 0,5mm, hampir mencapai
muscularis mucosa
• Muara terdapat pada Jejenum • Berdekatan dg sel panet Plika (Semi) Sirkularis Kerckring
• Lipatan permanen-berjalan spiral/sirkular • Melingkari ≥ 2/3 lumen intestinal
• Dimulai dari duodenum dan maks.ujung akhir dari duodenum - jejenum proximal. Sebelum ½ ileum distal (-)
• Terdiri atas mucosa dan submucosa • Anatomi=potongan memanjang saja
Sel Kolumnar (menyerap, sel dalam) • Terdapat pada lamina basal
• Bentuk : silindris, inti bulat pada basal
• Permukaan apikal – mikrovili (berlapis) brush border • Permukaan lateral
a. plasmalemaseperti jari saling merapat (interdigitation)
Cara membedakan doudenum, jejunum dan ileum secara histolog juga bisa dilihat dengan mudah, cara membedakannya adalah
1. Jika dia duodenum ada kelenjar Brunner
2. Jika dia ileum, ada plakat payernya
3. Jika dia jejunum terdapat kriptus liberkhun bermuara/berakhir
b. Apikal – kompleks junction ( zonula occludens, zonula adherens, macula adherens)- filamen zonula adherens bergabung terminal web shg kontraksi terminal web (miosin) maka akan mencembung
Mikrovili – brush border
• Proses sitoplasmik- pada perbatasan membran sel • Menutupi – glycocalyx PAS (+)
• Sel-sel pada akhir vilus : mikrovili lebih anjang dari pada dasar vilus • ± 20 filamen longitudinal didalamnya
• Kontraksi terminal web lateral sel pada permukaan apikal akan mencembung
Anatomy of the Large Intestine
Usus besar (kolon). pada gambar atas, usus besar terdiri atas sekum(cecum); colon ascendens, colon transversalis, colon descendens dan regio sigmoid; dan rektum. Pandangan anterior usus besar dengan ujung proksimal yang dipaparkan
memperlihatkan katup ileosekal padl perlekatannya dengan ileum, di sepanjang kantong buntu yang disebut sekum dan penjulurannya, yaitu apendiks.
Mukosa memiliki plicae yang dangkal tanpa vili. Lapisan muscularis memiliki dua lapisan, tetapi lapisan longitudinal luar hahya terdiri atas tiga berkas serabut otot yang disebut taeniae coli (pita kolon). Pita-pita tersebut menyebabkan dinding kolon membentuk serangkaian kantong yang disebut haustia. Serosa kolon berlanjut dengan serosa mesenterium penunjang dan memperlihatkan serangkaian massa jaringan adiposi yang tergantung dan disebut apendiks omentum.
Usus Besar dia memiliki ciri-ciri: • No villi
• Smooth muscle • Taeniae coli • Haustra • Epiploic appendages
• Otherwise like rest of Gl tract
Feces Formation and Defecation
Lain-Lain (ENZIM) • Amylase
• Protease pancreas
• Dipeptidase
• Alkaline phosphatase • Enterokinase
Appendix
• Kriptus tidak sama panjang
• Terdapat sesuatu yang menyerupai plakat payers tapi penuh/banyak nodulus limfatikusnya tetapi bukan agregat tidak disebut plakat payers ( hanya 1 sisi)
1. Kriptus Lieberkuhn 2. Nodulus Limfatikus
Rektum
1. Kriptus Lieberkuhn
2. Epitel selapis silindris dg sel
goblet ,lamina propria, muskularis mukosa
3. Nodulus limfatikus 4. Submukosa
RektoAnal
1. Epitel Selapis gepeng dg sel goblet
2. Kriptus Lieberkuhn
3. Peralihan epitel selapis torak dg epitel berlapis gepang
4. Dermis
5. Epitel berlapis gepeng
Keleniar liur utama. Sekitar 90% saliva dihasilkan oleh trga pasang kelenjar liur: Kelenjar parotis, kelenjar submandibular dan sublingual. Lokasi dan ukuran relatif kelenjar tersebut diperlihatkan pada gambar berupa diagram. Ketiga kelenjar
tersebut plus kelenjar liur minor lainnya di seluruh mukosa mulut menghasilkan 0,75 hingga 1,5 liter liur per harinya.
1. Kelenjar Parotis , fungsi untuk sekresi sel-sel serosa di sekeliling lumen yang sangat kecil. Serosa mengandung granula skeretori dengan sejumlah besar alfa-amilase dan protein yang kaya akan prolin. Amilase bertanggung jawab atas hisdrolisis karbohidrat yang dimakan, sedagan protein prolin memiliki sifat antimikroba dan pengikatan ca2+ yang dapat membantu memoertahankan permukaan email
2. Kelenjar submandibula, dia mensekresi sekret campuran ( sel mukosa dan serosa). Serosa juga untuk mensekresi enzim lisozim dan menhindrolisis sejulah tipe dinding bakteri. Yang mendominasi adalah sel serosa.
3. Kelenjar sublingual dia sama juga mensekresi sekret campuran ( sel mukosa dan serosa). Tapi yang mendominasi adalah sel mukosa. Produk saliva
utamanya adalah mukus, tetapi sel demilun serosa mensekresi amilase dan lisozim.
Kelenjar Liur
Sel yang ada di liur1. Sel serosa, bentuk piramid demhan dasar lebar penghasil protein
2. Sel mukosa, menghsil mukus yang mengandung musin glikoprotein yang
penting untuk membasahi dan melumasi. Bentuk kuboid atau kolumnar sampai silindris dengan inti terdesak di basal.
3. Sel mioepitel, fungsi untuk mencegah pelebaran bagian ujung ketika lumen terisi saliva dan kontraksinya mempercepar sekresi produk kelenjar.
4. Pada sistem duktus intralobular, ujung sekretoris nya bermuara ke dalam duktus interjakaris, yang dilapisi sel-sel epitel kuboid dan sejumla duktus pendek tersebut bergabung membentuk duktus striata
Kali ini kita akan membahas mengenai kelenjar liur. Dari buku BF(Bloom&Fawcett) kelenjar liur dibagi dalam dua ketegori yaitu kelenjar liur minor dan kelenjar liur mayor. Kelenjar liur minor terdapat di mukosa dan bermuara langsung ke permukaan epitel mulut yang akan secara langsung membasahi dan melumas rongga mulut. Nah, untuk kuliah kemaren kita lebih
banyak membahas mengenai kelenjar liur mayor yang terdiri dari kelenjar parotis,
submandibular, dan sublingual. Dari buku BF dikatakan sekret beberapa kelenjar liur itu
agak berbeda. Liur yang ditampung dari ringga mulut dapat berbeda komposisinya tergantung derajat keikutsertaan kelenjar liur terkait. Sekresi setiap kelenjar dapat
bersifat serosa(kental), seromukosa (mix) atau mukosa (Encer) bergantung pada
kandungan musin glikoproteinnya. Menurut BF, klasifikasi hasil sekresi :
a. Kelenjar Parotis sekresi saliva bersifat serosa
.
c. Kelenjar Sublingual sekresi saliva Mukosa namun ada beberapa kandungan seromukosa.
oke sekarang kita move on ke slide berikutnya dan kali ini akan membahas Liver alias Hepar a.k.a Hati. Yaa, mungkin agak sedikit berbeda rasanya kalau kali ini akan membahas mengenai benda yang satu ini. Hati itu merupakan orang terbesar di tubuh dengan berat
sekitar 1,5 kg atau sekitar 2% berat tubuh orang dewasa. Dengan lobus kanan yang besar
dan lobulus kiri yang lebih kecil, hati merupakan kelenjar terbesar dan terletak dalam rongga perut dibawah diafragma. terdapat tiga macam lobulus hepar yang lebih akrab dengan sebutan triad portal atau daerah portal terdiri dari :
a. Lobulus Klasik, degan darah yang melalui hepatosit dari enam area trias porta hingga vena sentra, menekankan fungsi endokrin struktur yang membentuk faktor untuk ambilan plasma.
b. Lobulus Porta, area portal memiliki duktus biliaris di bagian tengah dan empedu, yang bergerak dalam arah berlawanan saat darah mengalir menuju area ini dari semua hepatosit disekelilingnya.
c. Asinus Hati, cara ketiga untuk menggambarkan sel hati, menekankan sifat suplai darah ke hepatosit dan gradien oksigen dari hepatica yang bercabang ke vena sentral.
Secara fungsional, hepatosit mungkin adalah sel yang serbaguna dalam tubuh. Hepatosit memiliki banyak retikulum endoplasma-baik kasar maupun halus. Hepatosit sering mengandung tumpukan glikogen, yang dimana tumpukan glikogen hati itu merupakan timbunan glukosa dan dimobilisasi jika kadar glukosa darah menurun dibawah normal. Dengan cara ini, hepatosit mempertahankan kesetabilan kadar glukosa darah, yakni salah satu sumber energi utama tubuh. Hepatosit bertanggung jawab atas konversi lipid dan asam amino menjadi glukosa melalui suatu proses enzimatik kompleks yang disebut Glukoneogenesis. Hepatosit merupakan tempat utama deaminasi asam amino yang
menimbulkan produksi urea yang diangkut dalam darah ke ginjal dan diekskresikan dalam tempat tesebut.
Oke sekarang kita lanjut membahas mengenai jaringan ikat pada hati, dengan cara
pemulasan perak untuk mikroskopi cahaya, stroma intralobular tampak sebagai jalinan serat
retikular diantara sinusoid- sinosoid dan lempeng-lempeng sel parenkim seperti gambar berikut ini:
Lanjut membahas mengenai segitiga Kierman, intinya dari gambar tersebut bahwa segitiga
kierman terdiri atas Cabang Arteri Hepatika, Cabang Duktus Biliaris, dan Cabang Vena Porta. Ini gambarnya:
Lanjut lagi ke sel hati, kalau di slide gambar yang ditunjukan mungkin lebih hanya akan membahas sel kuppfer dan sel sinusoid, kita bahas satu-satu ya..
a. Sel Kupffer, sering tampak dengan cabang-cabang melintangi lumen dan diduga terletak
di dalam sinusoid, namun melekat pada endotelnya. Sel kupffer ini seringkali mengandung eritrosit dan endapan pigmen dengan besi yang telah ditelannya. Struktur sel kupffer sering sering tamppak dalam bentuk makrofak, nah menurut buku BF , fungsi secara
keseluruhannya belum diketahui. Namun dri om junqi mengatakan bahwa sel Kupffer atau makrofag stelata ini memiliki fungsi menghancurkan eritrosit tua, menggunakan ulang heme, menghancurkan bakteri, dan sebagai sel penyaji antigen pada imunitas adiptif.
b. Sel sinusoid, merupakan celah diantara lempeng yang mengandung komponen
mikrovaskuler penting seperti vit A, Komponen matriks ekstrasel, dan imunitas setempat.
Selanjutnya kita bahas pankreas yang merupakan kelenjar campuran eksokrin dan endokrin yang menghasilkan hormon dan enzim pencernaan (Inget lagi yaa Kelenjar Eksokrin dan Endokrin itu apa hehe). Enzim digestiv yang dihasilkan oleh bagian eksokrin dan hormon disintesis oleh kelompok sel epitel endokrin yang dikenal sebagai pulau langerhans. Kalau di slide dr.Nawang di tulis tu menghasilkan insulin, glukagon, somatostatin, gastrin, dan
polipeptida pankreas (dihapal yaa teman2). Tambahan aja nii dari buku om junqi di katakan
bahwa pankreas menyekkresikan 1,5-2 L getah perharinya getah pankreas tersebut kaya
akan ion bikarbonat (HCO3-) dan enzim digestif seperti protease(Tripsinogen,
kimotripsinogen, proelstase E, kallikreinogen, prokarboksipeptidase), α-amilase, lipase,
dan nukleus(DNAase dan RNAase).Protease disimpan sebagai zimogen inaktif dalam
Sekresi empedu merupakan suatu fungsieksokrin karena hepatosit terlibat dalam ambilan transformasi, dan ekskresi komponen darah ke dalam kanalikuli biliaris. Empedu mempunyai sejumlah komponen penting lainnya selain air dan elktrolit, asam empedu, fosfolipid, kolesterol dan pigmen empedu yang mengandung heme seperti bilirubin yang bewarna hijau kekuningan.
Untuk keterangan tabel bisa dibaca di file kuliah dr. Nawang, terima kasih, selamat belajar…