• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan Individu Berbagai Kemampuan da

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perbedaan Individu Berbagai Kemampuan da"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Perbedaan Individu

Berbagai Kemampuan

dan Cara Mengukur

Disusun oleh:

Ishma Rahmi Kumullah 123020247

Ashri Kurnia 123020287

(2)

Pengertian

Individu

• Pada hakekatnya manusia sebagai kesatuan sifat mahluk individu dan mahluk sosial. Individu berarti tidak dapat dibagi (undivided) dan tidak dapat dipisahkan.

Keberadaannya sebagai mahluk yang pilah, tunggal, dan khas. Seseorang berbeda dengan orang lain karena ciri-cirinya yang khusus tersebut (Webster’s:743).

(3)

Karakteristik

Individu

Setiap individu mempunyai ciri dan sifat atau

karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang

diperoleh dari pengaruh lingkungan; karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis.

Karakteristik yang berkaitan dengan perkembangan

faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap, sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan sosial psikologis

(4)

Memahami

Perbedaan Individu

Di dalam aspek pengembangan individu dikenal 2 aspek:

Makna “perbedaan” dan “perbedaan individual” menurut Lindgren (1980)

menyangkut variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis.

1. semua diri manusia mempunyai unsur-unsur kesamaan didalam pola perkembangannya,

2. di dalam pola yang bersifat umum dari apa yang membentuk warisan manusia – secara biologis dan sosial – tiap-tiap individu mempunyai

(5)

Perbedaan Individu dalam

Berbagai Kemampuan

1. Perbedaan kognitif

Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Setiap orang memiliki persepsi tentang hasil pengamatan atau penyerapan atas suatu obyek. Berarti ia menguasai segala sesuatu yang diketahui, dalam arti pada dirinya terbentuk suatu persepsi, dan pengetahuan itu

(6)

2.Perbedaan kecakapan bahasa

Bahasa merupakan salah satu kemampuan individu yang sangat penting dalam kehidupan. Kemampuan tiap individu dalam

berbahasa berbeda-beda. Kemampuan berbahasa merupakan

kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna, logis dan sistematis. Kemampuan berbahasa sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan serta faktor fisik (organ

(7)

3. Perbedaan kecakapan motorik

Kecakapan motorik atau kemampuan psiko-motorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi gerakan syarat motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat untuk melakukan kegiatan.

4. Perbedaan Latar Belakang

(8)

5. Perbedaan bakat

Bakat merupakan kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir. Kemampuan tersebut akan berkembang dengan baik apabila

mendapatkan rangsangan dan pemupukan secara tepat sebaliknya bakat tidak berkembang sama, manakala lingkungan tidak

(9)

6. Perbedaan kesiapan belajar

(10)

Perbedaan Individu

dalam Cara Mengukur

Individu dalam mengukur suatu keadaan berkaitan

dengan Teori Perkembangan Kognitif dikembangkan oleh Jean Piaget, seorang psikolog Swiss yang hidup tahun

1896-1980.

(11)

Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia:

• Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun)

Periode praoperasional (usia 2–7 tahun)

• Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)

(12)

Periode

Sensorimotor

Periode sensorimotor adalah periode pertama dari empat periode. Piaget berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spatial penting dalam enam sub-tahapan:

• Sub-tahapan skema refleks, muncul saat lahir sampai usia enam minggu dan berhubungan terutama dengan refleks.

• Sub-tahapan fase reaksi sirkular primer, dari usia enam minggu sampai empat bulan dan berhubungan terutama dengan munculnya kebiasaan-kebiasaan.

• Sub-tahapan fase reaksi sirkular sekunder, muncul antara usia empat sampai sembilan bulan dan berhubungan terutama dengan koordinasi antara penglihatan dan pemaknaan.

• Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular sekunder, muncul dari usia sembilan sampai duabelas bulan, saat berkembangnya kemampuan untuk melihat objek sebagai sesuatu yang permanen walau kelihatannya berbeda kalau dilihat dari sudut berbeda

(permanensi objek).

• Sub-tahapan fase reaksi sirkular tersier, muncul dalam usia dua belas sampai delapan belas bulan dan berhubungan terutama dengan penemuan cara-cara baru untuk

mencapai tujuan.

(13)

Periode

Praoperasional

Pemikiran (Pra)Operasi dalam teori Piaget adalah prosedur melakukan tindakan secara mental terhadap objek-objek. Ciri dari tahapan ini adalah operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. Dalam tahapan ini, anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan

gambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Anak dapat

mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknya berbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda.

(14)

Periode Operasional

Konkret

Proses-proses penting selama tahapan ini adalah:

Pengurutan—kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya.

Klasifikasi—kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda

menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan)

Decentering—anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya.

Reversibility—anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal.

Konservasi—memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut.

(15)

Periode Oprerasional

Formal

Tahap ini mulai dialami anak dalam usia sebelas tahun (saat pubertas) dan terus berlanjut sampai dewasa.

Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Dalam tahapan ini, seseorang dapat memahami hal-hal seperti

(16)

Referensi

Dokumen terkait

Halaman awal dari program sistem informasi geografis titik kemacetan di kota Medan beserta menampilkn jalur alternatif yang menggunakan animasi 3 dimensi dapat dilihat

Dari uraian tentang pokok permasalahan di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah merancang pangkalan data elektronik yang sesuai dengan kebutuhan untuk membantu

Pajak Penghasilan Pasal 21 menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: PER-31/PJ/2012 Tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran Dan Pelaporan

Jadi kesimpulannya bahwa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran Osborn-Parne pada mapel fiqih di kelas XI MA NU Miftahul Ulum Loram

dikembangkan berdasarkan penelitian Claramita, Prabandari, van Dalen, dan van der Vleuten (2010) tentang kebutuhan komunikasi dalam konteks budaya Indonesia. Untuk mencapai

Umbul Sungsang minangka simbol sumber panguripane masyarakat Dhusun Pringapus banjur didadekake judhul cerbung dening pangripta. Papan Umbul Sungsang dijaga banget dening

Kriteria penilaian yang digunakan dalam sistem pendukung keputusan pengadaan buku perpustakaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggunakan metode MOORA

Sampel berjumlah 117 siswi kelas X di SMA Negeri 1 Pundong Bantul tahun ajaran 2016/2017.Instrumen menggunakan kuesioner.Metode analisis menggunakan analisis univariat