• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL DAN SEJARAH USAHATANI DI INDONESI (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROFIL DAN SEJARAH USAHATANI DI INDONESI (1)"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PAPER USAHA TANI

PROFIL DAN SEJARAH USAHATANI DI INDONESIA

Di susun oleh: Kelompok ...

PROGRAM STUDI AGRIBINIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

(2)

BAB I PENDAHULUAN

Pertanian merupakan suatu kegiatan bercocok tanam yang merupakan sumber kehidupan bagi manusia. Dalam bidang pertanian terdapat usaha-usaha untuk meningkatkan produksi pertanian yang kita kenal dengan sebutan usahatani. Dimana usahatani tersebut menurut Soekartawi, 1995 memiliki arti yakni kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh seorang petani untuk mengalokasikan sumber daya yang ada secara efisien dan efektif untuk memperoleh keuntungan secara maksimal dalam waktu tertentu.

Dan menurut Adiwilaga, 1992, usahatani adalah kegiatan usaha manusia untuk mengusahakan tanahnya dengan maksud untuk memperoleh hasil tanaman atau hewan tanpa mengakibatkan berkurangnya kemampuan tanah yang bersangkutan untuk memperoleh hasil selanjutnya. Sedangkan menurut Hernanto, 1988, ilmu usahatani merupakan upaya penelaahan tritunggal yang meliputi manusia (petani), tanaman/hewan serta lahan.

Di dalam usahatani ini sendiri terdapat beberapa faktor yang mendukung dalam proses pengembangannya antara lain: tenaga kerja, modal, bahan dan faktor-faktor lainnya. Yang mana faktor-faktor ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Meskipun Indonesia merupakan negara agraris, dengan berbagai faktor pendukung yang tergolong melimpah, namun usahatani di Indonesia termasuk dalam usahatani kecil. Hal ini dikarenakan dengan jumlah penduduk yang sangat banyak dan sebagian besar dari mereka memanfaatkan sumberdaya yang sama sehingga menjadi terbatas dan juga dengan modal maupun pengetahuan yang sangat minim.

Usahatani dalam sistem pertanian tidak berbeda satu sama lain, tetapi setiap usahatani memiliki sumberdaya fisik, biologis, dan manusia yang berbeda-beda yang dikelola sesuai dengan tujuan, kemampuan, dan sumber daya yang dimiliki petani. Oleh karenanya, tiap-tiap usahatani itu merupakan suatu sistem yang unik dan menarik.

(3)

BAB II ISI

2.1 Profil Usahatani 2.1.1 Definisi Usahatani

Istilah usahatani dituliskan dalam satu kata, bukan dalam dua kata usaha tani. Kata usahatani dipakai dan diusulkan sebagai pengganti kata “farm” (Inggris) atau “bandbouw bedrijf” (Belanda). Terjemahan dari kedua kata tersebut oleh Prof. Bachtiar tidak disebut atau menggunakan istilah pertanian karena apapun bentuk hukum yang diberikan adalah usahatani yang semata mata menuju kepada keuntungan terus-menerus dan bersifat komersil. Dengan istilah usahatani (ditulis satu kata) tersebut telah mencakup pengertian yang lebih luas, dari bentuk yang paling sederhana sampai ke bentuk yang paling modern. Seperti berikut ini ada beberapa definisi mengenai usahatani dari para ahli:

a. Menurut Daniel

Ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari cara-cara petani mengkombinasikan dan mengoperasikan berbagai faktor produksi seperti lahan, tenaga, dan modal sebagai dasar bagaimana petani memilih jenis dan besarnya cabang usahatani berupa tanaman atau ternak sehingga memberikan hasil maksimal dan kontinyu.

b. Menurut Efferson

Ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari cara-cara mengorganisasikan dan mengoperasikan unit usahatani dipandang sudut efisien dan pendapatan yang kontinyu.

c. Menurut Vink (1984)

Ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari norma-norma yang digunakan untuk mengatur usaha tani agar memperoleh pendapatan yang setinggi-tingginya.

d. Menurut Prawirokusumo (1990)

(4)

usaha pertanian, peternakan, atau perikanan. Selain itu, juga dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana membuat dan melaksanakan keputusan pada usaha pertanian, peternakan, atau perikanan untuk mencapai tujuan yang telah disepakati oleh petani atau peternak tersebut.

2.1.2 Ciri Usahatani Kecil

Usahatani di Indonesia, dikategorikan sebagai usahatani kecil. Hal ini dikarenakan pertanian di Indonesia memiliki beberapa ciri, yakni :

a. Berusahatani dalam lingkungan tekanan penduduk lokal yang meningkat

b. Mempunyai sumberdaya terbatas sehingga menciptakan tingkat hidup yang rendah

c. Bergantung seluruhnya atau sebagian kepada produksi yang subsisten

d. Kurang memperoleh pelayanan kesehatan, pendidikan serta pelayanan yang lainnya

Pada umumnya, usahatani kecil tersebut dilakukan oleh para petani kecil. Sehingga pada saat seminar petani kecil di Jakarta pada tahun 1979, telah ditetapkan bahwa batasan petani kecil ialah :

a. Petani yang pendapatannya rendah, yaitu kurang dari setara 240 kg beras per kapita per tahun.

b. Petani yang memiliki lahan sempit, yaitu lebih kecil dari 0,25 ha lahan sawah di Jawa atau 0,5 ha di luar Jawa. Bila petani tersebut juga memiliki lahan tegal maka luasnya 0,5 ha di Jawa dan 1,0 ha di luar Jawa.

c. Petani yang kekurangan modal dan memiliki tabungan yang terbatas.

d. Petani yang memiliki pengetahuan terbatas dan kurang dinamis.

2.1.3 Tritunggal Usahatani

Ilmu usahatani merupakan upaya penelaahan tritunggal yaitu manusia (petani), lahan, dan tanaman atau hewan, maka ilmu ini menyangkut aspek manusia (social), lahan (kimia, fisika) serta tanaman atau hewan (aspek budidaya).

(5)

Petani adalah orang yang melakukan usaha untuk memenuhi sebagian atau seluruh kebutuhan hidupannya di bidang pertanian dalam arti luas yang meliputi usahatani pertanian, peternakan, perikanan, dan pemungutan hasil laut.

Orang yang disebut petani mempunyai fungsi yang banyak. Petani sebagai orang yang berusahatani mendapatkan produksi pertanian dalam arti luas, karenanya petani tidak akan terlepas dari ternak, ikan, dan tanaman dimanapun tumbuhnya.

Telah diungkapkan diatas bahwa petani banyak memiliki banyak fungsi dan kedudukan atas perannya. Salah satu contohnya ialah petani sebagai pengelola usahatani.

Peranan petani sebagai pengelola usahatani berfungsi mengambil keputusan dalam mengorganisir factor-faktor produksi yang sesuai dengan pilihannya dari beberapa kebijakan produksi yang diketahui. Pengambilan keputusan akan melalui tiga tahap penting yaitu:

 Menemukan data, keterangan untuk mengambil keputusan (intelegence activity) atau pengkajian.

 Mengetahui pilhan berbuat dari ragam pilihan yang ada (design activity)

 Memilih diantara alternative (choice alternative), yang berkaitan dengan upaya pemecahan masalah yang meliputi apa masalahnya, alternative apa yang ada dan mana yang terbaik.

2) Tanah

Tanah sebagai salah satu sumber daya alam dengan fungsinya yang jamak dan merupakan unsur serta tumpuan harapan utama bagi kehidupan maupun kelangsungan hidup umat manusia. Tanah adalah wadah atau ruang bagi tiap kegiatan manusia atau kelompok masyarakat menurut kepentingan masing-masing. Sehingga tanah sebagai harta produktif adalah bagian organis rumah tangga tani. Luas lahan usahatani menentukan pendapatan, taraf hidup, dan derajat kesejahteraan rumah tangga tani.

(6)

Dalam mempergunakan suatu lahan pun tidak hanya memilih jenis ataupun macam pengelolaan lahan terutama yang digunakan untuk berusahatani. Kemampuan tanah yang digunakan untuk pertanian penilaiannya didasarkan kepada:

(a) Kemampuan tanah untuk ditanami dengan berbagai jenis tanaman. Makin banyak jenis tanaman, makin baik.

(b) Kemampuan untuk berproduksi. Makin tinggi produksi persatuan luas, makin baik.

(c) Kemampuan untuk berproduksi secara lestari, mekin sedikit pengawetan tanah makin baik

3) Tanaman/Ternak/Ikan

Tanaman, ternak, dan ikan adalah makhluk Tuhan yang untuk hidupnya mempunyai kebutuhan dasar agar dapat tumbuh dan berkembang biak. Ketika petani memilihnya sebagai cabang usaha, petani harus menguasai dan memenuhi kebutuhan dasar yang diperlukan.

Tanaman mempunyai populasi yang banyak, demikian pula ternak dan ikan. Satu dan lainnya memerlukan perlakuan yang tidak sama. Tiap tahap pertumbuhan membutuhkan perlakuan yang berbedabaik fasilitas maupun makanan. Fasilitas dan makanan itu yang akan menentukan besarnya produksi yang akan dihasilkan.

Kita mengenal tanaman setahun dan tahunan. Diantara tanaman setahun kita kenal tanaman pangan, hortikultura, tanaman industry, obat-obatan dan lain-lain. Kita juga mengenal ternak kecil, ternak sedang, dan ternak besar. Untuk ikan kita kenal ikan air tawar, ikan tambak, dan ikan air asin dan jenis lainnya seperti kerang, mutiara, dan lain-lain. Persyaratan tumbuh tanaman tergantung pada ketinggian, kelembapan, suhu, kesuburan tanah, serta pH tanah. Dengan mengetahui kondisi daerah dan criteria syarat tumbuh, petani dapat menentukan perilaku budidaya yang dikehendaki.

2.1.4 Beberapa Klasifikasi Usahatani

Pola usahatani

(7)

 Sawah dengan pengairan tehnis

 Sawah dengan pengairan setengah tehnis

 Sawah dengan pengairan sederhana

 Sawah dengan pengairan tadah hujan

 Sawah pasang surut, umumnya di muara sungai

Tipe usahatani

Tipe usahatani menunjukkan klasifikasi tanaman yang didasarkan pada macam dan cara penyusunan tanaman yang diusahakan.

a. Macam tipe usahatani :

1) Usaha tani padi

2) Usahatani palawija (serealia, umbi-umbian, jagung)

b. Cara penyusunan tanaman:

1) Usahatani Monokultur

Pola tanam monokultur merupakan penanaman denngan satu jenis tanaman sayuran yang ditanam pada suatu lahan. Pola ini tidak memperkenankan adanya jenis tanaman lain pada lahan yang sama. Jadi bila menanam cabai, hanya cabai saja yang ditanam di lahan tersebut. Pola tanam monokultur banyak dilakukan petanis ayuran yang memiliki lahan khusus. Jarang yang melakukannya di lahan yang sempit.

Penataan tanaman secaratunggal (monokultur), di atas tanah tertentu dan dalam waktu tertentu (sepanjang umur tanaman) hanya ditanami satu jenis tanaman. Setelah dilakukan pemanenan atas tanaman itu, maka tanah yang bersangkutan itu kemudian ditanami lagi dengan jenis tanaman yang sama dan atau dengan jenis-jenis tanaman lain.

2) Usahatani Campuran/tumpangsari

(8)

Prinsip tumpangsari diantaranya :

- Tanaman yang ditanam secara tumpangsari, dua tanaman atau lebih mempunyai umur yang tidaksama

- Apabila tanaman yang ditumpangsarikan mempunyai umur yang hampir sama, sebaiknya fase pertumbuhannya berbeda.

- Terdapat perbedaan kebutuhan terhadap air, cahaya dan unsure hara.

- Tanaman mempunya iperbedaan perakaran.

Pola tanam tumpangsari memberikan berbagai keuntungan, baik ditinjau dari aspek ekonomis, maupun lingkunganagronomis. Ada beberapa keuntungan dari tumpangsari adalah sebagai berikut :

- Mengurangi resiko kerugian yang disebabkan fluktuasi harga pertanian

- Menekan biaya operasional seperti tenaga kerja dan pemeliharaan tanaman.

- Meningkatka nproduktifitas tanah sekaligus memperbaiki sifat tanah.

3) Usahatani bergilir /tumpanggilir

Struktur usaha tani

Struktur usahatani menunjukkan bagaimana suatu komoditi diusahakan. Cara pengusahaan dapat dilakukan secara khusus (1 lokasi), tidak khusus (berganti-ganti lahan atau varietas tanaman) dan campuran (2 jenis ataul ebih varietas tanaman, missal tumpangsari dan tumpang gilir). Ada pula yang disebut dengan “Mix Farming” yaitu manakala pilihannya antara dua komoditi yang berbeda polanya, misalnya hortikultura dan sapi perah.

Pemilihan khusus atau tidak khusus ditentukan oleh :

1) Kondisilahan

2) Musim/iklimsetempat 3) Pengairan

4) Kemiringanlahan 5) Kedalamanlahan

(9)

adalah yang menyebabkan kenaikan produk dari yang satu diikuti oleh kenaikan produk cabang usaha yang lain.

Corakusahatani

Corak usahatani berdasarkan tingkatan hasil pengelolaan usahatani yang ditentukan oleh berbagai ukuran atau kriteria, antaralain :

1) Nilai umum, sikap dan motivasi 2) Tujuan produksi

3) Pengambilan keputusan 4) Tingkat teknologi

5) Derajat komersialisasi dari produksi usahatani 6) Derajat komersialisasi dari input usahatani

7) Proporsi penggunaan faktor produksi dan tingkat keuntungan 8) Pendayagunaan lembaga pelayanan pertanian setempat 9) Tersedianya sumber yang sudah digunakan dalam usahatani

10) Tingkat dan keadaan sumbangan pertanian dalam keseluruhan tingkat ekonomi

Bentukusahatani

Bentuk usahatani dibedakan atas penguasaan faktor produksi oleh petani, yaitu :

1) Perorangan

Faktor produksi dimiliki atau dikuasai oleh seseorang, maka hasilnya juga akan ditentukan oleh seseorang

2) Kooperatif

Faktor produksi dimiliki secara bersama, maka hasilnya digunakan dibagi berdasar kontribusi dari pencurahan faktor yang lain. Dari hasil usahatani kooperatif tersebut disisihkan atas dasar musyawarah per anggotanya untuk keperluan pemeliharaan dan pengembangan faktor yang dikuasai bersama serta kegiatan sosial dari kelompok kegiatan itu antara lain: pemilikan bersama alat pertanian, pemasaran hasil dan lain-lain

2.2 Sejarah Perkembangan Usahatani Di Indonesia

2.2.1 Sejarah Perkembangan Usahatani di Indonesia Secara Umum

(10)

Pertanian di Indonesia Diawali dengan sistem ladang berpindah-pindah (shifting cultivation), yang masyarakat menanam tanaman apa saja, hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Para petani mulai membuka suatu ladang dengan membersihkan belukar bawah di suatu bagian tertentu dari hutan, kemudian menebang pohon-pohon besar. Batang-batang, cabang-cabang, dahan-dahan serta daun-daun dibakar, dan dengan demikian terbukalah suatu ladang yang kemudian ditanami dengan bermacam tanaman tanpa pengolahan tanah yang berarti, yaitu tanpa dicangkul, diberi air atau pupuk secara khusus. Abu yang berasal dan pembakaran pohon cukup untuk memberi kesuburan pada tanaman. Air pun hanya yang berasal dari hujan saja, tanpa suatu sistem irigasi yang mengaturnya.

Metode penanaman biji tanaman juga sangatlah sederhana, yaitu hanya dengan menggunakan tongkat tugal berupa tongkat yang berujung runcing yang diberati dengan batu, dekat pada ujungnya yang runcing itu. Dengan tongkat itulah para petani pria menusuk lubang ke dalam tanah, di mana biji-biji tanaman dimasukkan, pekerjaan yang dilakukan oleh wanita. Pekerjaan selanjutnya ialah membersihkan ladang dari tanaman liar, dan menjaganya terhadap serangan babi hutan, tikus dan hama lainnya.

 Sistem Bersawah

Kemudian sistem bersawah di temukan, orang mulai bermukim ditempat yang tetap, tanaman padi yang berasal dari daerah padang rumput dan kemudian juga diusahakan di daerah-daerah hutan dengan cara berladang yang berpindah diatas tanah kering. Dengan timbulnya persawahan, orang mulai tinggal tetap disuatu lokasi yang dikenal dengan nama “kampong” walaupun usaha tani persawahan sudah dimulai, namun usaha tani secara “berladang yang berpindah-pindah” belum ditinggalkan.

 Tanam Paksa

Di Jawa, sejak VOC menguasai di Batavia kebijakan pertanian bukan untuk tujuan memajukan pertanian di Indonesia, melainkan hanya untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya bagi VOC.

(11)

tanah telah muncul sejak 1870, namun kenyataanya tanam paksa baru berakhir tahun 1921,

 Setelah Indonesia Merdeka

Setelah Indonesia merdeka, maka kebijakan pemerintah terhadap pertanian tidak banyak mengalami perubahan. Pemerintah tetap mencurahkan perhatian khusus pada produksi padi dengan berbagai peraturan seperti wajib jual padi kepada pemerintah. Namun masih banyak tanah yang dikuasai oleh penguasa dan pemilik modal besar, sehingga petani penggarap atau petani bagi hasil tidak dengan mudah menentukan tanaman yang akan ditanam dan budidaya terhadap tanamannya pun tak berkembang.

 Awal Tahun 1970-an

Pada permulaan tahun 1970-an pemerintah Indonesia meluncurkan suatu program pembangunan pertanian yang dikenal secara luas dengan program Revolusi Hijau yang dimasyarakat petani dikenal dengan program BIMAS. Tujuan utama dari program tersebut adalah meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Inmas (Intensifikasi Massal), Insus (Intensifikasi Khusus) & Supra Insus à Swasembada Pangan

 Periode 1990-an

Metodologi penelitian sistem usaha pertanian terus disempurnakan mencakup: (1) keterlibatan petani dan penyuluh dalam penelitian; (2) percepatan transfer inovasi teknologi kepada pengguna melalui temu lapang dan berbagai media diseminasi serta promosi yang ditetapkan; (3) studi secara intensif berkaitan dengan adopsi dan dampak dari penerapan inovasi teknologi; (4) penelitian pengembangan inovasi teknologi matang yang dilaksanakan pada skala luas (penelitian sistem usahatani/SUT dan sistem usaha pertanian (SUP) dengan perspektif sistem usahatani yang dilaksanakan oleh BPTP).

 Pada Tahun 1998

(12)

Keterpurukan pertanian Indonesia akibat krisis moneter membuat pemerintah dalam hal ini departemen pertanian sebagai stake holder pembangunan pertanian mengambil suatu keputusan untuk melindungi sektor agribisnis yaitu “pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi.”

 Saat ini à diarahkan ke pembangunan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) à pertanian organik

2.2.1 Sejarah Perkembangan Usahatani di Beberapa Propinsi di Indonesia

 Nangroe Aceh Darussalam

Sektor pertanian di wilayah Aceh Darussalam mulai berkembang sejak tahun 1607-1636 melalui kegiatan perdgngan hasil bumi sektor pertanian seperti cengkeh, kopra, dan pala kepada pedagang asing.

Tahun 1960 selama masa penjajahan Belanda, sektor pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat Aceh.

Meskipun sektor pertanian mulai menyusut peranannya sejak tahun 1980-an, namun masih sangat penting kedudukannya bagi rakyat Aceh karena kesanggupannya menyediakan lapangan kerja bagi sebagian penduduk dan merupakan pendapatan utama bagi mereka.

Meskipun sektor pertanian mulai menyusut peranannya sejak tahun 1980-an, namun masih sangat penting kedudukannya bagi rakyat Aceh karena kesanggupannya menyediakan lapangan kerja bagi sebagian penduduk dan merupakan pendapatan utama bagi mereka.

Pada masa mendatang, Propinsi Aceh masih tetap mempertahankan surplus produksi pangannya karena terbuka peluang perluasan areal baru namun pengelolaan usaha taninya secara umum belum berjalan berjalan optimal

 Bengkulu

Sektor pertanian di daerah Bengkulu telah hadir sebelum abad ke-15, dan produksinya hanya terbatas untuk memenuhi kebutuhan setempat. Sementara pada jaman penjajahan Belanda, kegiatan pertanian rakyat lebih ditekankn dengan diadkannya sistem tanam paksa kopi.

(13)

Pertanian tersebut dikembangkan dengan tradisional berupa pertanian ladang, sawah, kebun campuran dan pekarangan.

Sampai saat ini banyak kendala yang masih dihadapi sektor pertanian Bengkulu diantara:

a. terbatasnya lahan yang mendapat pengairan teknis sempurna dan masih banyaknya lahan yang mempunyai sifat derajat keasaman tinggi.

b. intensifikasi umum lebih besar daripada intensifikasi khusus sehingga produktifitas per satuan luas masih rendah.

c. lambatnya pelaksanaan percetakan sawah baru dan lokasi pencetakan sawah yang sudah dilaksanakan terpencar-pencar.

d. lahan usaha tani umumnya bergelombang

e. Tingkat pengetahuan petani rata-rata masih rendah terutama dalam pengelolaan usaha tani antara lain karena kurangnya informasi pasar dan pengetahuan petani dalam pemasaran hasil pertanian

 Lampung

Perkembangan sektor pertanian di wilayah Lampung diawali didaerh Tulang Bawang sebagi penghasil komoditas lada hitam. Sejak Jaman Kerajan Sriwijaya, Kota Menggala dan alur Sungai Tulang Bawang tumbuh menjadi pusat perdagangan beragam komoditas, khususnya lada hitam.

Seiring dengan merosotnya pamor lada hitam, sektor pertaniannya digantikan oleh komoditas karet. Perkebunan karet selain dimiliki perkebunan swasta, mayoritasnya adalah milik rakyat. Hasil olahan karet tersebut didistribusikan ke daerah Palembang.

Sementara ubi kayu merupakan komoditas utama tanaman pangan. Sebagai salah satu sentra produksi ubi kayu di Lampung. Namun harga yang semakin turun dan eksport yang berkurang karena sedikitnya permintaan membuat tanaman singkong tidak lagi diminati. Pamor ubi kayu pun kini tenggelam beriringan dengan turunnya minat Negara pengimpor.

(14)

Puluhan ribu petani yang ikut serta dalam pola kemitraan benar-benar menyandarkan hidupnya pada perkebunan besar dan pabrik pengolahan hasil-hasil perkebunan.

BAB III KESIMPULAN

Ilmu usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seorang petani mengalokasikan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu. Dengan demikian, harus dimulai dengan merencanakan untuk menentukan dan mengkoordinasikan penggunaan faktor-faktor produksi pada waktu yang akan datang secara efisien sehingga dapat diperoleh pendapatan yang maksimal. Selain itu ilmu usahatani merupakan upaya penelaahan tritunggal yaitu manusia (petani), lahan, dan tanaman atau hewan.

Petani adalah orang yang melakukan usaha untuk memenuhi sebagian atau seluruh kebutuhan hidupannya di bidang pertanian dalam arti luas yang meliputi usahatani pertanian,peternakan, perikanan, dan pemungutan hasil laut.

Tanaman, ternak, dan ikan adalah makhluk mempunyai kebutuhan dasar agar dapat tumbuh dan berkembang bia sehingga petani harus menguasai dan memenuhi kebutuhan dasar yang diperlukan.

Tanah sebagai harta produktif adalah bagian organis rumah tangga tani. Luas lahan usahatani menentukan pendapatan, taraf hidup, dan derajat kesejahteraan rumah tangga tani.

Usaha tani tidak dapat terlepas dari budaya dan sejarah. Peluang dan hambatan ekologis dan geografis (lokasi, iklim, tanah, tumbuhan, dan hewan setempat) yang tercermin dalam budaya setempat.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Anonymousa. 2008. Definisi dan Usaha Pertanian. http ://pustaka.ut.ac.id.

Anonymousb. 2011. Definisi Ilmu Usaha Tani. http://cerdaswakatobi.blogspot.com/2011/06/

definisi-ilmu-usahatani.html (online), diakses tanggal 6 September 2012

Anwar Adiwilaga, 1982, IlmuUsahatani, Penerbit Alumni, Bandung

Hafsah, Jafar Mohammad. 2009. Peran Stategis Pertanian. http ://okezone.com.

Hernanto, Fadholi. 1991. Ilmu Usahatani. Jakarta : Penebar Swadaya.

Krisnandhi. 1965. Menggerakan dan Membangun Pertanian. Jakarta : C.D Yasaguna.

Reinjntjes, Coen, et.al. 1999. Pertanian Masa Depan. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Saragih Bungaran, 2004. KuliahTamuPerkembanganMutakhirPertanian Indonesia dan Agenda Pembangunan KeDepan.UniversitasBrawijaya. Malang

Soekartawi, et.al. 1984. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. Jakarta : UI Press.

Tohir, A Kaslan. 1982. Seuntai Pengetahuan Tentang Usahatani In donesia. Jakarta : Bina Aksara

Wandi. 2012. Sejarah Perkembangan Usahatani.

Referensi

Dokumen terkait

Osteoartritis adalah sekelompok penyakit yang tumpang tindih dengan etiologi yang mungkin berbeda-beda, namun mengakibatkan kelainan biologis, morfologis dan gambaran

Soetriono, MP selaku Dosen Pembimbing Anggota (DPA). Usahatani merupakan kombinasi sumberdaya fisik dan 「ゥッャッセZLyゥウ@ seperti bentuk lahan, tanah, air,

__________________________________ Manfaat dari penelitian ini adalah: tersedianya informasi tentang profil pemasaran dan keutungan usahatani kedele yang dapat menjadi

Usahatani kakao rakyat di Sulawesi Tenggara (kasus di Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka) dengan teknik budidaya masih tradisional dan pengelolaan serta pengolahan hasil

Banyak dokrtin/ajaran yang berbeda- beda mengenai Hukum Alam yang diungkapan oleh para tokoh/ahli yang hidup di zaman yang berbeda-beda, dan cenderung mempunyai pandangan

10.098.216 artinya usahatani jagung di daerah penelitian menguntungakan.Pada dasarnya kegiatan usahatani bertujuan untuk mencapai produksi di bidang pertanian dari

Transmisi pewarisan terdiri dari dua jenis yaitu (1) pewarisan material, yaitu pewarisan yang dapat dilihat secara fisik meliputi lahan usahatani, modal dan alat pertanian yang

Penggunaan berbagai jenis alat mesin pertanian tersebut bukan hanya meningkatkan efektifitas dan efisiensi usahatani secara teknis dan ekonomis tetapi juga menciptakan