MOTIVASI
Agresi, Frustrasi & Konflik
MOTIVASI
• KEKUATAN YANG
MENDORONG (DRIVING) & MENARIK (PULLING) UNTUK TERJADINYA TINGKAH LAKU, YANG DIARAHKAN KE
TEORI-TEORI MOTIVASI
mengarahkan pemahaman kita tentang :
GOALS
STRIVINGS
NEEDS
WANTS DESIRES URGES
TEORI MOTIVASI A.MASLOW
SELF ACTUALIZATION
ESTEEM NEEDS
(Prestise, sukses, self respect) BELONGINGNESS & LOVE NEEDS
(Afeksi, affiliasi, identifikasi, dll) SAFETY NEEDS
(rasa aman, keteraturan, stabilitas, dll) BIOLOGICAL NEEDS
TEORI MOTIVASI MC. CLELLAND
SOCIAL MOTIVES
Need for Achievement
Need for Affiliation
NEEDS
menurut MURRAY
Abasement Counteraction Harmavoidanc
e Rejection
Achievement Defendance Infavoidance Sentience/
Sense impression
Affiliation Deference Nurturance Seks
Aggresion Dominance Order Succorance
PENDAHULUAN
Sumanto baru saja melakukan pembunuhan,
dengan alasan balas dendam karena sakit hati yang telah dipendamnya sejak lama
Alia belajar rajin dan tidak pernah absen, ka-
rena ingin segera lulus S1
Tono merasa sangat lapar dan pikirannya ha-
nya pada makanan
Amir aktif dalam kegiatan kemahasiswaan
karena ingin memiliki banyak teman
Adalah contoh beberapa MOTIVE, mulai dari
• Kebutuhan yg muncul dalam diri individu,
membuat ia menampilkan perilaku yg mengarah ke tujuan, dalam situasi tertentu guna meme- nuhi kebutuhan tsb.
• Faktor penyebab/penggerak individu berpe-rilaku disebut sebagai MOTIVASI
• Tidak semua perilaku, dilandasi oleh motivasi yang jelas.
Dorongan untuk T.L
• M
Extrinsikmotivasi Intrinsik (self motivation)
DEFINISI MOTIVASI
T.L selalu diarahkan pada Tujuan/Goal tertentu dan tingkah laku ini cenderung menetap.
MOTIVASI
• Alasan (inferences/kesimpulan) dari suatu peri-laku
• Kekuatan yg mendorong & menarik (driving & pulling) untuk terjadinya T.L yg menetap, yg diarahkan pd Tujuan/Goal tertentu
FUNGSI MOTIVES
Inferences (menyimpulkan
)
• Ciri terpenting dari motives adalah tidak dapat
diobservasi langsung, dapat disimpulkan dari apa yg dikatakan dan apa yg dilakukan individu ke
arah tujuan tertentu
• Individu belum tentu sadar akan motives yang ada di balik T.Lnya
Explanation (menjelaskan)
• Apabila kesimpulan kita tentang motive benar, maka kita dapat menjelaskan T.L
• Biasanya T.L dapat didasarkan oleh kombinasi needs
• Dengan memahami motives dapat memahami mengapa seseorang melakukan T.L tertentu.
Prediction (meramalkan)
• Dari sampel T.L individu dapat disimpulkan mo-tive.Bila kesimpulan benar, kita dapat meramal- kan apa yg akan dilakukan di masa y.a.d
TEORI-TEORI MOTIVASI
DRIVE THEORIES (Push theories of motivation) • Merupakan teori yg menekankan aspek pendo-
rong terjadinya perilaku
• T.L didorong ke arah tujuan karena adanya
“driving state” (keadaan/kekuatan pendorong) yg ada di dalam diri organisme.
Motivasi berisi :
• Situasi/kondisi yang mendorong • Perilaku yg mengarah pada tujuan • Tercapai tujuan yg diinginkan
Urutan tsb diatas membentuk siklus motivasi
1.Driving State (Kebutuhan)
2.Goal directed (Behavior)
3.Goal (Tujuan)
Sumber Dorongan:
1. Dari lahir (instinctive)
Contoh : teori-teori Freud dan para ethologist 2.Dari proses belajar
TEORI-TEORI MOTIVASI
INCENTIVE THEORIES (Pull theories of
motivation)
• “Sesuatu/stimulus” (insentive) sebagai tujuan yg memotivasi perilaku.
• Perilaku :usaha mendapatkan insentif positif dan menghindari insentif negatif
TEORI-TEORI MOTIVASI
OPPONENT PROCESS THEORY
• Pandangan HEDONISTIK tentang motivasi,
bahwa manusia termotivasi untuk mencari goal yg memberikan perasaan emosi menyenangkan dan menghindari perasaan emosi yang
menyakitkan
• Dikelompokkan juga sebagai teori emosi
• Kondisi yang termotivasi dapat diikuti oleh kondisi yg sebaliknya
• Urutan prosesnya : sangat gembira
intensi-tas gembira berkurang perasaan nyaman
TEORI-TEORI MOTIVASI
• Teori ini membantu menjelaskan “akar motif” yg dipelajari (learned motive)
• Contoh : perilaku “kecanduan” dan menyerem- pet bahaya
OPTIMAL LEVEL THEORIES (Just right
theories)
• Termasuk teori hedonistik yg menyatakan
bahwa kondisi yg disukai manusia adalah kondi- si yg “pas”/optimal.
• Arousal terlalu tinggi, mencari situasi untuk menurunkan
• Arausal terlalu rendah, mencari situasi untuk meningkatkan
• Berkaitan dengan konsep HOMEOSTATIS,ke- cenderungan tubuh untuk mempertahankan
proses internal fisiologis pada tingkat optimal • KETIDAKSEIMBANGAN akan menimbulkan
T.L motivated yg diarahkan untuk memperbai- ki /mengembalikan pada kondisi seimbang.
MOTIVASI BIOLOGIS
Motivasi Biologis dibangkitkan oleh keadaan
ketidaksembangan (disequilibrium) :
1.Di dalam tubuh (kondisi fisiologis), sehingga tubuh cenderung mempertahankan keseimbangan (homeostatis) tjd secara
otomatis & disertai dengan T.L termotivasi
2.Hormon tertentu, khususnya makhluk tingkat rendah. Misal : sexual drive
3.Sensory Stimuli (incentive), mis :bau makanan • Jenis: Motivasi rasa Lapar, rasa Haus, Seksual
MOTIVASI LAPAR
Merupakan motive dasar utama untuk mem-
pertahankan hidup.
Yang mengaktifkan Motivasi Lapar
1. Kontraksi Perut :
Penelitian terakhir, syarat perut dipotong
orang tetap lapar
2.Substansi Nutrisi yg larut dalam darah
Bila nutrisi kurang dari batas ttt mencetus-
kan drive lapar. Makanan meningkatkan nutrisi
kembali ke homeostatis
3.Glukosa (kadar gula) dalam darah
Penyuntikan insulin ke sirkulasi gula darah
Rasa lapar makan
4.Bahan bakar lain dalam asam lemak
Tubuh mempunyai cara mendeteksi, memoni-tor tingkat penggunaan untuk menunjukkan lapar
5.Motivasi lapar tidak sekedar faktor internal, tetapi juga pandangan & penciuman terhdp makanan lezat (rangsang eksternal)
6.Motivasi lapar proses belajar (lapar pada
KENYANG & OBESITAS
• Kenyang
– Kita berhenti makan sebelum pemulihan bahan bakar terjadi oleh karenanya tubuh mempunyai cara
menghentikan makan
– DEUTCH (1978) : Usus mempunyai reseptor gizi
merangsang kenyang
– Hormon Cholecystokinin : untuk pemecahan lemak dilepas saat makanan tiba di usus.
• Obesitas
Penderita Obesitas, makan berlebihan karena
OTAK & MOTIVASI LAPAR
Otak bagian Hipothalamus
LATERAL HIPOTHALAMUS (L.H)
• Merangsang motivasi lapar
• Kerusakan L.H malas makan & minum
• Tempat “feeding centre”
VETROMEDIAL HIPOTHALAMUS (V.M.H)
• Menghentikan rasa lapar /makan
• Kerusakan VMH nafsu makan bertambah
MOTIVASI HAUS
T.L minum dipicu oleh kondisi :
1. Sel kehilangan air dehidrasi sel syaraf di hipothalamus
(osmorecepto) merangsang haus
2.Penurunan volume darah. Hilangnya air dari tubuh
mengakibatkan hipovolemia tekanan darah turun
merangsang ginjal melepas enzim renin mengalir dalam
darah merangsang minum
3.Stimulus incentive (indrawi) merangsang utk menikmati
minum
Kelebihan cairan tubuh dibuang oleh Ginjal, namun kadar cairan
dalam tubuh perlu diper- tahankan hormon ADH (antidireutic
hor-mon) mengatur hilangnya airnya melalui ginjal.
MOTIVASI SEKSUAL
T.L seksual dipicu oleh :
• Faktor Biologis tergantung kondisi faali
• Faktor Sosial menyangkut orang lain, dasar untuk mengelompok
• Faktor Psikologis bagian penting kehidupan emosi (intense
pleasure)
JADI tidak sekedar hormon & respon faali/ biologis, peran hormon adl
mengaktifkan T.L Ada ciri2 yg terlepas dari drive biologis yaitu :
a.Tidak selalu untuk mempertahankan hidup, but untuk kelangsungan species
b.Tidak karena hilangnya cairan /zat di tubuh
c. Pada makhluk yg lebih tinggi (manusia), lebih dipengaruhi oleh informasi sensoris dari lingkungan
KESIMPULAN : T.L seksual dipicu lebih kare-
HORMON SEKSUAL
• Wanita : Estrogen. Dari indung telor & kelenjar adrenalin (estradiol yg terpenting)
• Pria : Androgen. Dari testis & kelenjar adrenalin (testoteron) • Pada organisme species rendah (hewan), untuk terjadinya T.L
sexual sirkulasi hormon sexual di dalam darah harus diatas
level normal.
• Dalam siklus reproduktif : estrogen dalam darah meningkat
keadaan estrus (heat) hubungan sexual bisa terjadi
• Pada Manusia (wanita) masih diperdebatkan.
– PENELITIAN : di tengah siklus menstruasi estrogen tinggi
motive seksual tinggi
– Setelah menstruasi estrogen turun motive seksual Tinggi
Menopause (estrogen Turun ), drive seksual tidak berkurang – JADI : hubungan antara hormon & drive seksual tidak
STIMULUS EKSTERNAL, LEARNING & T.L SEKSUAL
• Untuk Wanita, HABIT & SIKAP jauh lebih penting daripada hormon
• Pada Pria dan species tingkat rendah (jantan), harus ada level testosteron tertentu untuk terjadinya T.L seksual • KASTRASI akan menyebabkan drive seksual menurun.
• Bila tingkat Androgen sesuai, akan menjadi pemicu motive seksual bila ada stimulus eksternal ( ada wanita)
• Untuk manusia : stimulus eksternal (misal, cara Bicara,
penampilan, bahasa tubuh dsb) adalah hal yg terpenting. T.L seksual terjadi karena stimulus tsb berlaku sebagai
“incentive”
• LEARNING : dalam hal ekspresi T.L seksual dan variabilitas T.L seksual lebih karena pengalaman
TEORI MOTIVASI Mc.CLELLAND
MOTIF SOSIAL dipelajari, berbeda-beda
kekuatannya antar individu merupakan
komponen penting kepribadian
Disebut motif Sosial, karena :
1. Dipelajari dalam kelompok sosial, terutama keluarga 2.Melibatkan orang lain.
Motif Sosial merupakan kondisi umum, karena – Menentukan apa yg akan dilakukan orang
membantu mengerti T.L seseorang
– Persisten, tidak pernah habis-habisnya sepan-jang waktu, juga tidak pernah benar-benar da- pat
JENIS MOTIVE SOSIAL
NEED FOR ACHIEVEMENT
NEED FOR POWER
NEED FOR ACHIEVEMENT
Ciri-ciri orang dengan N-Ach Tinggi : – Berusaha mencapai goal
– Berusaha menghasilkan performance terbaik – Task oriented
– Menyenangi tugas-tugas yg menantang
Sumber motivasi berprestasia adalah melalui
learning (dipelajari) melalui :
Pengalaman di awal kehidupan yaitu melalui ob-
servational learning (imitasi T.L orang tua)
Melalui penghargaan & support, serta harapan orang
REALISASI N-Ach
N-Ach bisa terealisasi tergantung pada faktor antara
lain :Fear of Failure
Bila N-Ach tinggi dan Fear of Failure rendah, maka
T.L berprestasi dapat ditampilkan.
Realisasi N-Ach dipengaruhi oleh gender. Pada wanita
menurut (Horner, 1968) memiliki fear of success
(takut sukses), khususnya terjadi pada wanita yg menerima peran tradisional.
Ada belief bahwa wanita yang sukses tidak
NEED FOR POWER
Yaitu kapasitas (kemampuan) seseorang untuk
memebri dampak tertentu yg diinginkan pada tingkah laku atau emosi orang lain (secara sadar atau tidak sadar)
Tujuan N-Power adalah mempengaruhi, membujuk,
mengendalikan, memimpin, memaksa dan menaikkan reputasi diri di mata orang lain.
Ekspresi N-Power tergantung pada
• Status Sosial – Ekonomi • Tingkat Kematangan
• Jenis Kelamin
NEED FOR POWER
Contoh Ekspresi N-Power tinggi :
• Perilaku impulsif & agresif
• Kegiatan Olahraga yang kompetitif • Masuk & mengendalikan organisasi
• Peminum & mendominasi wanita secara seksual (pada pria)
• Mengumpulkan harta benda
• Berteman dengan orang tidak populer dan mu- dah dikuasai
NEED - POWER
MACHIAVELLIANISM tidak sama N-POWER Machiavellianism yaitu paham yg menghalalkan
cara licik, manipulatif, dan eksploitatif dengan cara memperdaya, menipu & bernafsu jahat
NEED FOR AFFILIATION
Orientasinya lebih pada hubungan interperso-
nal
Berusaha untuk menjaga ‘keseimbangan’ de-
ngan lingkungan pergaulan
Tidak menyukai konflik dengan orang lain,
SOAL KUIS
• Jelaskan pengertian motivasi !
• Gambarkan siklus motivasi berikut penjelasannya, sertakan contohnya
AGRESI MANUSIA
Agresi dapat dibagi menjadi 2 kelompok :
1. Hostile Aggression : agresi yg bertujuan untuk menyakiti orang/pihak lain
2.Instrumental Aggression : penggunaan agresi sebagai alat untuk memuaskan kebutuhan lain
PANDANGAN tentang agresi
• Agresi human instinct (Freud)
• Agresi muncul karena pengaruh lingkungan,
VARIASI AGRESI
Fisik – Verbal; Aktif – Pasif; Direct – Indirect
• F-A-D: Memukul
• F-A-I: Menggunakan pembunuh bayaran
• F-P-D: Menghalangi org memperoleh sesuatu yg diinginkan
• F-P-I : Menolak melakukan sesuatu agar sese- orang tidak memperoleh yg diinginkan
• V-A-D: Mencaci maki
• V-A-I: memfitnah, gosip
• V-P-D: Menolak menjawab/bicara
PENYEBAB AGRESI
Frustrasi
• Terjadi karena perilaku yg terhalang (motiva- ted behavior) atau tujuan yg tidak tercapai
- Hipotesis Awal : frustrasi selalu berakibat agresi dan agresi selalu disebabkan oleh frustrasi
- Pandangan lain : frustrasi dapat berakibat lain seperti menarik diri, menyerah, narkoba, dsb
Frustrasi menjadi agresi tergantung pada :
– Intensitas Frustrasi (intensitas & harapan)
– Apakah frustrasi dilihat sebagai akibat org lain
Penyebab lain Agresi
– Kondisi Lingkungan yg tidak menyenangkan (panas, bising, ribut,sesak)
TEORI TENTANG AGRESI
SOCIAL LEARNING THEORY (Bandura)
Terbentuknya agresi melalui modeling /imitasi
Model Agresi berperan dalam :
• Membuat perhatian mengarah ke T.L agresi • Membuat seolah-olah agresi boleh dilakukan • Meningkatkan ‘gairah’ melakukan agresi
TEORI TENTANG AGRESI
CLASSICAL CONDITIONING THEORY
Caranya dengan memasangkan stimulus
tertentu dengan situasi penyebab agresi
INSTRUMENTAL CONDITIONING
Tingkah laku Agresif muncul karena
Mengendalikan Agresivitas Manusia
Membatasi model agresif
Katarsis (hanya penyaluran,bukan pencegahan) Memberikan model non agresif
Interpretasi alasan agresi orang lain (dilaku-
kan di luar kendali)
Meningkatkan emosi yg incompatible (humor,
senyuman, empati, dll)
Hukuman. Efektif bila :
– Bersifat berat jera
– Diberikan segera setelah agresi
– Pasti akan diterima oleh pelaku agresi – Niat melakukan agresi relatif lemah – Manfaat melakukan agresi kecil
FRUSTRASI & KONFLIK
Frustrasi adalah terhalangnya T.L yg terarah
menuju Goal.
Motive terhalang untuk terpuaskan, antara la-
in karena terjadi konflik antar motif yg simul- tan muncul perasaan sedih, marah, takut,
cemas atau bersalah.
Valensi : arah motivasi
• Positif (+) : dikehendaki
SUMBER FRUSTRASI
Frustrasi Lingkungan (rintangan lingkungan)
• Fisik : Tidak punya uang, pintu tertutup • Orang : Polisi, guru, orang tua
Frustrasi Personal
Tidak tercapainya tujuan karena diluar
ke-mampuan seseorang tingkat aspirasi jauh di
atas kemampuan untuk melaksanakan
Frustrasi yg ditimbulkan oleh konflik
Konflik motivasi = ekspresi 1 motif menggang- gu ekspresi motif lain
JENIS-JENIS KONFLIK
APPROACH – APPROACH CONFLICT
– konflik antara 2 tujuan yg sama menariknya (+) pada saat yg sama
– Misal : Lapar >< ngantuk, nonton film >< datang ke pesta sahabat
– Relatif mudah diatasi, T.L emosional relatif sedikit
AVOIDANCE – AVOIDANCE CONFLICT – konflik antara 2 tujuan yg sama-sama tidak
menyenangkan (-) pada saat yg sama
– Misal : Mengerjakan PR >< Memperoleh Hukuman
– Agak sulit diatasi muncul kebimbangan da-lam T.L &
Lanjutan ….
APPROACH-AVOIDANCE CONFLICT
– individu tertarik pada tujuan/goal yg (+), tetapi juga mempunyai valensi (-)
– Paling sulit diatasi, karena valensi (+) dari goal didekati
semakin dekat,semakin kuat valensi (-)
– Bila aspek (-) lebih kuat dari aspek (+) frustrasi
– Kebimbangan juga terjadi. Bila goal tercapai, diraihnya lebih lambat, ragu2, uneasy karena valensi (-) yg melekat pd goal – Reaksi emosional yg mungkin muncul, takut, marah, benci, sebel
MULTIPLE APPROACH – AVOIDANCE CONFLICT
– Tujuan (+) dan (-) lebih dari satu
– Keputusan diambil berdasarkan kekuatan total valensi yg berkonflik
MENGHADAPI KONFLIK
• Beberapa T.L yang mungkin muncul saat meng- hadapi konflik :
Menghindar / Melarikan diri Membiarkan /Mengambang Menghadapi dengan cara :
• Negosiasi • Dominansi