• Tidak ada hasil yang ditemukan

Chapter I Pengaruh 2,4D dan Frekuensi Subkultur Terhadap Perubahan Genetik Kultur Apikal Bud Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) pada Media MS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Chapter I Pengaruh 2,4D dan Frekuensi Subkultur Terhadap Perubahan Genetik Kultur Apikal Bud Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) pada Media MS"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah mencari konsentrasi zat pengatur tumbuh terbaik dan posisi eksplan terbaik dari apikal bud kelapa sawit var Tenera dengan penambahan arang

Keragaman Somaklonal Tanaman Kelapa Sawit Hasil Kultur Jaringan Penelitian perbanyakan melalui kultur jaringan sebenarnya telah mulai dirintis sejak lebih dari tiga dasawarsa

(2007) bahwa primer P1A0, P4T12a dan P1T6 mampu mendeteksi perubahan genetik antara ortet (tanaman induk yang digunakan sebagai sumber eksplan untuk perbanyakan tanaman pada

2011).Maka dari itu dibutuhkan penelitian mengenai perubahan genetik yang terjadi pada planlet kelapa sawit hasil kultur jaringan yang disebabkan oleh zat pengatur tumbuh..

Pertumbuhan dan Perkembangan Kalus Embriogenik dan Embrio Somatik Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada Sistem Perendaman Sesaat.. Jurnal Menara

A1B0 Putih kekuningan Putih kekuningan Putih kekuningan A1B1 Putih kekuningan Putih kekuningan Putih kekuningan A1B2 Putih kekuningan Putih kekuningan Putih kekuningan A2B0

Kebanyakan eksplan menghasilkan sejumlah (endogenus) auksin dan sitokinin. Berdasarkan kebutuhan zat pengatur tumbuh untuk membentuk kalus, jaringan tanaman digolongkan

Tujuan penelitian ini adalah mencari konsentrasi zat pengatur tumbuh terbaik dan posisi eksplan terbaik dari apikal bud kelapa sawit var Tenera dengan penambahan arang