• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Kelola Teknologi Informasi Risk M

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tata Kelola Teknologi Informasi Risk M"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

RISK MANAGEMENT

TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI

NIM : 13410100079

Nama : Andhika Maheva Wicaksono Porgram Studi : Sistem Informasi

Fakultas : Teknologi dan Informatika

INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA STIKOM

SURABAYA

(2)

1 A. Tata Kelola Teknologi Informasi

Tata Kelola Teknologi Informasi atau Information Technology Governance adalah suatu struktur hubungan dan proses yang mengarahkan serta mengendalikan organisasi untuk mencapai tujuannya dengan menambahkan beberapa nilai ketika menyeimbangkan risiko dibandingkan dengan Teknologi Informasi (TI) dan prosesnya. Berdasarkan IT

Governance Institute (TIGI) TKTI merupakan suatu tanggung jawab dari pimpinan

organisasi serta eksekutif manajemen.

Tata Kelola Teknologi Informasi (TKTI) membantu memastikan organisasi memiliki keselarasan antara Teknologi Informasi dan tujuan dari perusahaan. Perusahaan diatur dengan menggunakan praktek – praktek yang baik atau terbaik yang berlaku secara umum yang merupakan jaminan yang disediakan oleh kontrol tertentu. Tata Kelola pada perusahaan yang efektif dan efisien berfokus pada keahlian individu dan kelompok serta pengalaman pada bidang tertentu dimana mereka dapat paling efektif. Selain itu, teknologi informasi yang dahulu dianggap hanya sebagai enabler strategi organisasi, sekarang dianggap sebagai bagian integral dari strategi perusahaan dan eksekutif perusahaan harus menyetujui bahwa keselarasan strategis antara teknologi informasi dan tujuan perusahaan merupakan faktor penentu keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

B. Kerangka Kerja Tata Kelola TI

Dalam penerapan TKTI, perusahaan dapat menggunakan Kerangka Kerja atau

Framework yang dapat mempermudah dalam melakukan pengelolaan TI pada perusahaan.

(3)

2 C. Tata Kelola TI dan Tata Kelola Perusahaan

Tata kelola perusahaan berfungsi mengarahkan dan mengendalikan entitas – entitas pada suatu perusahaan. Berdasarkan pada penjelasan yang telah diuraikan diatas bahwa TKTI merupakan tanggung jawab dari dewan direksi dan manajemen eksekutif, oleh sebab itu tata kelola teknologi informasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola perusahaan.

D. COBIT Framework

Control Objective for Information and related Technology (COBIT) adalah panduan

standar dalam praktik manajemen teknologi informasi. COBIT dirancang sebagai alat untuk membantu perusahaan dalam mengelola risiko, manfaat dan evaluasi yang berhubungan dengan penerapan IT pada bisnis perusahaan. Standar COBIT dikeluarkan dari IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA. COBIT digambarkan dengan model proses yang membagi teknologi informasi menjadi 4 bagian dan 32 proses serta merangkum 210 detailed control objective sesuai bidang tanggung jawab.

E. Kerangka Kerja COBIT

(4)

3 Framework Cobit 4.1 Versi Bahasa Indonesia

(5)

4 F. Tata Kelola IT dan Manajemen Risiko

Pada dasarnya area tata kelola dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu : Enterprise Governance, Corporate Governance, dan IT Governance.

- Enterprise Governance dapat didefinisikan sebagai responsibilitas dan praktek

dari eksekutif manajemen dengan tujuan menyajikan arah tujuan organisasi, memastikan tujuan tercapai dan risiko telah ditangani dengan benar serta memverifikasi bahwa sumber daya yang digunakan adalah sumber daya yang tepat dan efisien. (ITGI 2001)

- Corporate Governance merupakan etika perusahaan atau kebiasaan perusahaan

dari manajemen tingkat atas atau bagian organisasi lainnya yang mengatur dan mengatur dan memastikan bahwa tujuan tercapai serta memonitor risiko yang ada dan bagaimana penanganannya.

- IT Governance merupakan kesadaran dari direksi dan eksekutif manajamen

dalam memastikan bahwa penggunaan IT selaras dengan tujuan organisasi serta strategi dalam mencapai tujuan organisasi tersebut. (ITGI 2001).

Dalam prakteknya tata kelola IT mendukung bisnis dan memberikan nilai tambah melalui penerapan IT. Dalam rangka mencapai tujuan tata kelola IT tersebut terdapat lima prinsip yang harus ada (ITGI 2001) :

1. IT Strategic alignment

(6)

5 ada.

Manajemen risiko harus menjadi proses yang berkesinambungan yang dimulai dengan menilai tingkat paparan organisasi dan mengidentifikasi risiko insiden utama. Setelah risiko tersebut dapat diidentifikasi, risiko harus diminimalkan dengan menggunakan prosedur kontrol dan akhirnya risiko residual harus disesuaikan dengan tingkat yang dapat diterima.

Dalam praktek tata kelola untuk manajemen risiko TI terdapat beberapa proses antara lain :

a. Menganalisis dan menilai risiko TI

b. Memonitor efisiensi pengendalian internal

c. Menerapkan kontrol yang diperlukan untuk meminimalkan risiko TI

d. Memasukkan risiko ke dalam prosedur untuk memastikan transparansi dari risiko yang signifikan pada perusahaan

e. Menanambakn bahwa pendekatan manajemen risiko proaktif dapat menciptakan keunggulan kompetitif

f. Mengupayakan bahwa manajemen risiko tertanam dalam operasi organisasi g. Memastikan bahwa manajemen telah menempatkan proses, teknologi, dan

jaminan di tempat untuk keamanan informasi meliputi : transaksi bisnis yang dapat dipercaya, layanan IT dapat digunakan serta tepat menahan serangan dan pulih dari kegagalan, informasi kritis didapat dari orang – orang yang seharusnya tidak memiliki akses pada informasi tersebut.

H. Proses Manajemen Risiko

Pada dasarnya dalam melakukan manajemen resiko sekurang – kurangnya memiliki beberapa proses meiliputi :

a. Identifikasi risiko

b. Pengukuran dan analisis risiko c. Pemilihan metode pengelolaan risiko d. Implementasi metode pengelolaan risiko

(7)

6

Daftar Pustaka

Diarina, Yulia. 2011. Yulia Diarina: Implementasi COBIT Dalam Pengelolaan Moodle di E-Learning. 27 12. Diakses 3 3, 2016.

http://blogs.itb.ac.id/djadja/2011/12/27/yulia-diarina-implementasi-cobit-dalam-pengelolaan-moodle-di-e-learning/.

GHEORGHE, Mirela. t.thn. “Risk Management in IT Governance Framework.” 545-552. ITGI. 2001. Board Briefing on IT Governance. http://www.itgi.org.

Modissa, Shelvi. t.thn. “Penerapan Tata Kelola Teknologi Informasi dengan Menggunakan Cobit

Framework 4.1 (Studi Kasus Pada The Arista Hotel Palembang).” JTI 1-9.

Utomo, Agus Prasetyo, dan Novita Mariana. 2011. “Analisis Tata Kelola Teknologi Informasi ( It

Governance ) pada Bidang Akademik dengan Cobit Frame Work Studi Kasus pada

Universitas Stikubank Semarang.” JTI 139-149.

Wahono, Buang Budi. 2015. “Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Untuk Peningkatan

Layanan Sistem Informasi Kesehatan (Studi Kasus Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara).”

Referensi

Dokumen terkait

Perlu adanya kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Disdukcapil Kota Samarinda untuk memberikan pemberitahuan, pengunguman dan informasi yang lebih jelas lagi kepada

Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang memfokuskan pada data yang ada tentang CSR (Corporate Social

Rasio CAR mencerminkan kemampuan bank untuk menutupi aktiva yang mengandung risiko seperti penyaluran kredit sehingga modal yang dimiliki oleh bank akan

Namun, dalam melaksanakan tugas tersebut banyak kendala dan hambatan yang dihadapi oleh kepala cabang, misalnya tuntutan dari manajer puncak agar semua pekerjaan

Jadi, penghambat internal pada upaya peningkatan kompetensi pedagogik dan professional adalah tentang keberadaan waktu yang sering berbenturan dengan kegiatan sekolah

Paskalis Kopong (54 tahun), Guru Kelas Sekolah Dasar Swasta Pundarika Makassar, Wawancara, di Sekolah Dasar Pundarika Makassar, 14 Mei 2018.. memiliki identitasnya sendiri

Bagi pelajar yang mengikuti program secara Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), tempoh penangguhan yang dibenarkan ialah tidak melebihi enam (6) semester sepanjang pengajian. Pelajar

Mampu menjelaskan posisi virtual memory dalam sistem komputer sebagai memori pendukung untuk membantu menyimpan data dari proses yang akan dioulah CPU;