• Tidak ada hasil yang ditemukan

236574846 Draft Juknis Bos Kabupaten Selasa 24 Juni 2014 Setelah Uji Publik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "236574846 Draft Juknis Bos Kabupaten Selasa 24 Juni 2014 Setelah Uji Publik"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Hasil amandemen Undang-Undang Dasar 1945 ke IV yaitu tentang pendidikan yang terdapat pada Pasal 31 ayat 1, 2, 3, 4, dan 5 berbunyi : Ayat 1 : Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan;

Ayat 2 : Setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya;

Ayat 3 : Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang;

Ayat 4 : Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja Negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan nasional;

Ayat 5 : Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk memajukan peradaban kesejahteraan umat manusia.

(2)

Disparitas pertisipasi satuan pendidikan antar kelompok masyarakat di Indonesia masih cukup tinggi. Angka Partisipasi Kasar (APK) kelompok masyarakat yang mampu secara ekonomi secara umum lebih tinggi di semua jenjang pendidikan dibandingkan dengan APK bagi keluarga miskin. Untuk membantu meningkatkan pendidikan bagi masyarakat miskin, maka kebijakan pembangunan pendidikan diarahkan untuk mencapai misi 5 K yaitu Ketersediaan, Keterjangkauan, Kualitas/Mutu, Kesetaraan dan Kepastian memperoleh layanan pendidikan yang lebih berkualitas melalui peningkatan pelaksanaan layanan Pendidikan Dasar dan Menengah yang bermutu, serta memberi kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih besar kepada kelompok masyarakat yang selama ini kurang dapat menjangkau layanan pendidikan, seperti masyarakat miskin, masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, masyarakat di daerah-daerah konflik, millennium Development Goal (MDGs) yaitu memberikan pendidikan yang merata pada semua anak, dimanapun, laki-laki dan perempuan.

Salah satu alasan rendahnya partisipasi pendidikan khususnya pada kelompok miskin adalah tingginya biaya pendidikan baik biaya langsung maupun tidak langsung. Biaya langsung meliputi antara lain iuran satuan pendidikan, buku, seragam dan alat tulis, sementara biaya tidak langsung meliputi antara lain biaya transportasi, kursus, uang saku dan biaya lain-lain. diperuntukkan agar satuan pendidikan mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan operasionalnya dan membantu untuk meningkatkan angka partisipasi satuan pendidikan bagi peserta didik secara keseluruhan.

(3)

B. MAKSUD DAN TUJUAN PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA BOS KABUPATEN

Maksud dan Tujuan dari petunjuk teknis penggunaan dana BOS Kabupaten ini antara lain :

1. Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS Kabupaten bermaksud untuk memberikan pemahaman yang sama dan sebagai pedoman bagi pejabat pengelola dana BOS Kabupaten.

2. Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS Kabupaten bertujuan agar pengelolaan dana BOS Kabuapten dapat dilaksanakan dengan tertib administrasi, transparan, akuntabel, efisien dan efektif, tepat waktu, serta terhindar dari penyimpangan.

C. PENGERTIAN

Istilah yang digunakan antara lain :

1. Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten, yang selanjutnya disingkat dengan BOS Kabupaten adalah program pemerintah daerah yang berupa penyediaan pendanaan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah sebagai pelaksana program wajib belajar.

2. Penerima BOS Kabupaten adalah satuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan.

3. Rekening penyalur adalah rekening penampung yang dibuka oleh satuan pendidikan yang digunakan untuk menerima dan menyalurkan dana BOS Kabupaten untuk menunjang operasional satuan pendidikan yang bersangkutan.

4. Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) adalah naskah yang berisi perjanjian antara Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah atas nama Bupati Kepala Daerah Tingkat II dengan Kepala Satuan Pendidikan. 5. RAPBS adalah Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah. 6. RKAS adalah Rencana Kerja Anggaran Sekolah

D. SASARAN

(4)

E. BESARAN DANA BOS KABUPATEN

Dana BOS Kabupaten disalurkan ke satuan pendidikan negeri melalui SKPD Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan swasta disalurkan melalui BPKAD Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Besaran Dana BOS Kabupaten bersumber dari APBD Kabupaten Kutai Kartanegara dimana masing-masing satuan pendidikan akan menerima sebesar :

N

o Jenjang Satuan Pendidikan

Jumlah Dana yang diterima per peserta didik/ tahun (dalam Rp)

1 PAUD 250.000

2 SD/MI 400.000

3 SMP/MTs 600.000

4 SMA/MA 800.000

5 SMK 1.000.000

F. PENGGUNAAN DANA BOS KABUPATEN

Penggunaan dan pertanggungjawaban BOS Kabupaten akan diuraikan untuk setiap komponen yang diperbolehkan untuk didanai oleh dana tersebut. Satuan pendidikan penerima harus menggunakan dana tersebut secara transparan sesuai dengan RAPBS dan RKAS yang telah disusun masing-masing satuan pendidikan.

Ketentuan penggunaan dana sebagai berikut :

1. Penggunaan BOS Kabupaten berdasarkan pada tahun anggaran

2. Satuan Pendidikan penerima dana BOS Kabupaten harus menggunakan dana tersebut secara transparan, partisipatif, efisien, dan akuntabel sesuai dengan Juknis dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Satuan pendidikan (RAPBS) dan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) yang telah disusun

3. Sebuah kegiatan atau program operasional satuan pendidikan tidak diperkenankan untuk dibiayai oleh lebih dari satu sumber pendanaan. 4. Dana Bos kabupaten hanya untuk dipergunakan bagi kegiatan-kegiatan

(5)

NO PROGRAM KEGIATAN KETERANGAN

a. In House Training ………..

b. Seminar/Lokakarya ………

c. Musyawarah Guru Mata Pelajaran(MGMP) d. Kelompok Kerja Guru

(6)

NO PROGRAM KEGIATAN KETERANGAN Pembelian barang habis pakai meliputi:

- ATK,

- bahan/alat praktikum, - buku nilai,

- konsumsi harian guru, - baterai/CD/USB/kaset, - spidol, kapur tulis, tinta

komputer, pita mesin ketik, tinta stensil,

- biaya penerimaan tamu - peralatan lainnya yang

terkait dengan pembelajaran di sekolah yang merupakan biaya operasional rutin - honorarium staf tata usaha

bagi pegawai honorer - honorarium laboran

- honorarium instruktur yang diangkat sekolah,

- honorarium kelebihan mengajar,

- tunjangan khusus yg terkait dengan manajemen sekolah

(7)

NO PROGRAM KEGIATAN KETERANGAN

- biaya monitoring, dan - honor penguji.

Merupakan pembiayaan untuk kegiatan Persiapan dan

pelaksanaan ujian Kompetensi dan Ujian Nasional (UN) meliputi:

- honor pembimbing, - honor kepanitiaan, - honor pengawas, - honor penguji internal

/eksternal,

- biaya bimbingan belajar /try out,

- biaya pembuatan prediksi soal UN,

- biaya analisis SKL UN,

- biaya analisis mata pelajaran ujian nasional

- biaya analisis daya serap peserta didik

Merupakan Pembiayaan untuk kegiatan kepeserta didikan yang meliputi:

- bimbingan akademik dan non akademik

- ekstrakurikuler, - keagamaan sekolah

- bimbingan olimpiade mata pelajaran,

- lomba keterampilan peserta didik,

- Karya Ilmiah Remaja (KIR), - cerdas cermat mata

(8)

NO PROGRAM KEGIATAN KETERANGAN

e. Penerimaan Peserta Didik Baru

f. Pemberian beapeserta didik ………

- debat bahasa, - lomba baca alquran, - lomba kaligrafi, - pengembangan diri.

Merupakan Pembiayaan untuk bantuan khusus peserta didik meliputi:

- biaya transport peserta didik terpencil,

- bahan bakar transport peserta didik terpencil, - beapeserta didik miskin, - beapeserta didik prestasi, - uang duka,

- bantuan sosial lainnya

1. Pada saat penyusunan RKAS/RAPBS, harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

a. Standar harga belanja mengikuti Standar Harga Belanja dan Jasa (SHBJ) 2014. SHBJ Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan standar maksimal. Sekolah menyesuaikan dengan kemampuan keuangannya. b. Nomenklatur program/kegiatan dan kode rekening belanja (terlampir).

1) Belanja pegawai adalah belanja kompensasi dalam bentuk uang yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan.

2) Belanja barang dan jasa adalah pengeluaran untuk menampung belanja pembelian/ pengadaan barang yang nilai manfaatnya kurang dari 12 (dua belas) bulan dan/atau pemakaian jasa dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintahan daerah yang nilainya tidak memenuhi syarat nilai kapitalisasi minimum.

3) Belanja modal adalah belanja untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 (duabelas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan yang melewati batas nilai kapitalisasi minimum.

(9)
(10)

Keterangan Untuk penggunaan dana BOS Kabupaten: a. Bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yaitu:

1. Pembelian barang habis pakai;

2. Pengadaan buku pelajaran/buku penunjang perpustakaan/alat peraga atau media pembelajaran;

3. Biaya perawatan/pemeliharaan ringan terhadap perlengkapan/peralatan belajar mengajar;

4. Biaya pemeliharaan lingkungan (pemeliharaan taman, komputer, kebersihan ruangan, serta pemeliharaan ringan lainnya yang berhubungan dengan fasilitas pembelajaran);

5. Biaya daya dan jasa, meliputi biaya listrik, air, koran, petugas keamanan, petugas kebersihan, dan jasa lainnya yang berhubungan dengan penyelenggaraan pendidikan;

6. Honorarium pengajar.

7. Operasional kegiatan belajar mengajar;

b. Bagi Pendidikan Dasar (SD/MI/SMP/MTs/SMPLB), yaitu: 1. Pembelian barang habis pakai;

2. Pengadaan buku pelajaran/buku penunjang perpustakaan;

3. Biaya perawatan/pemeliharaan ringan terhadap perlengkapan/peralatan fasilitas pendidikan;

4. Biaya pemeliharaan lingkungan dan sarana prasarana satuan pendidikan (pemeliharaan taman, komputer, kebersihan ruangan, serta pemeliharaan ringan lainnya yang berhubungan dengan fasilitas pembelajaran), perawatan/pembuatan sarana prasarana non gedung;

5. Biaya daya dan jasa, meliputi biaya listrik, air, koran, petugas keamanan, petugas kebersihan, Internet dan jasa lainnya yang berhubungan dengan penyelenggaraan pendidikan;

6. Honorarium, meliputi honorarium guru honorer/staf tata usaha/laboran/instruktur berdasarkan analisa kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta kualifikasi yang diperlukan.

7. Operasional pengelolaan dana dan laporan penggunaan dana (Tim pengelola dana terdiri dari Kepala Satuan pendidikan, Bendahara dan Operator).

(11)

9. Peningkatan mutu manajemen satuan pendidikan/guru/tenaga kependidikan/peserta didik meliputi:inhouse training, seminar, dan kegiatan penunjang lainnya.

10. Pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar;

11. Biaya kegiatan peserta didik, meliputi remedial, pengayaan mata pelajaran, bimbingan belajar dan bahan ajar untuk remedial; 12. Kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan OSIS, UKS, dan kegiatan

kepeserta didikan lainnya yang sesuai dengan pendidikan dan pembelajaran satuan pendidikan;

13. Belanja kegiatan penerimaan peserta didik baru, Ujian Nasional dan Ujian Satuan pendidikan/Madrasah, Ujian Semester dan UTS 14. Pemberian bantuan terhadap peserta didik berprestasi;

15. Bantuan biaya transportasi khusus untuk proses pencairan dan penyampaian laporan SPJ BOS Kabupaten

16. Biaya transport perjalanan dinas untuk berbagai keperluan perjalanan dinas pendidik tenaga kependidikan dan peserta didik dalam kota maupun ke luar kota yang tidak dibiayai oleh dana lain.

17. Belanja makan minum rapat dan tamu.

18. Pembelian, Pembuatan dan Pemeliharaan sarana prasarana satuan pendidikan termasuk 7 K. (Keindahan, Kebersihan, Kerindangan, Ketertiban, Kerapian, Kekeluargaan).

19. Seluruh bentuk belanja honor bulanan dan honor kegiatan tidak melebihi 30% dari pagu anggaran bagi satuan pendidikan negeri, sedangkan untuk satuan pendidikan swasta sebesar 30% dari pagu anggaran selama 1 tahun anggaran.

20. Seluruh bentuk belanja ATK, penggunaan dana tidak boleh melebihi 15 % dari pagu anggaran.

c. Bagi Satuan pendidikan Menengah (SMA/SMK/MA/MAK/SMALB), yaitu:

1. Pembelian barang habis pakai;

2. Pengadaan buku pelajaran/buku penunjang perpustakaan;

3. Biaya perawatan/pemeliharaan ringan terhadap perlengkapan/peralatan fasilitas pendidikan;

(12)

5. Biaya daya dan jasa, meliputi biaya listrik, air, koran, petugas keamanan, petugas kebersihan, Internet dan jasa lainnya yang berhubungan dengan penyelenggaraan pendidikan;

6. Honorarium, meliputi honorarium guru honorer/staf tata usaha/ laboran/instruktur berdasarkan analisa kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta kualifikasi yang diperlukan.

7. Operasional pengelolaan dana dan laporan penggunaan dana (Tim pengelola dana terdiri dari Kepala Satuan pendidikan, Bendahara dan Operator).

8. Pengadaan alat dan bahan pembelajaran;

9. Peningkatan mutu manajemen satuan pendidikan/guru/tenaga kependidikan/peserta didik meliputi: inhouse training, seminar, lokakarya dan kegiatan penunjang lainnya.

10.Pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar;

11.Biaya kegiatan peserta didik, meliputi remedial, pengayaan mata pelajaran, bimbingan belajar dan bahan ajar untuk remedial; 12.Kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan OSIS, UKS, dan kegiatan

kepeserta didikan lainnya yang sesuai dengan pendidikan dan pembelajaran satuan pendidikan;

13.Belanja kegiatan penerimaan peserta didik baru, Ujian Nasional dan Ujian Satuan pendidikan/Madrasah, Penyuluhan, Ujian Semester dan UTS

14.Pemberian bantuan terhadap peserta didik berprestasi;

15.Bantuan biaya transportasi khusus untuk proses pencairan dan penyampaian laporan SPJ BOS Kabupaten

16.Biaya transport perjalanan dinas untuk berbagai keperluan perjalanan dinas pendidik tenaga kependidikan dan peserta didik dalam kota maupun ke luar kota yang tidak dibiayai oleh dana lain.

17. Belanja makan minum rapat dan tamu.

18. Pembelian, Pembuatan dan Pemeliharaan sarana prasarana satuan pendidikan termasuk 7 K. (Keindahan, Kebersihan, Kerindangan, Ketertiban, Kerapian, Kekeluargaan).

19. Seluruh bentuk belanja honor manajemen sekolah dan honor kegiatan tidak melebihi 30% dari pagu anggaran bagi satuan pendidikan negeri, sedangkan untuk satuan pendidikan swasta sebesar 30% dari pagu anggaran selama 1 tahun anggaran.

(13)

G. LARANGAN PENGGUNAAN DANA BOS KABUPATEN

1. Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan. 2. Menanamkan dana subsidi pendidikan dalam bentuk saham. 3. Dipinjamkan kepada pihak lain.

4. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas satuan pendidikan dan memerlukan biaya besar, misalnya studi banding, studi tour dan sejenisnya.

5. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru.

6. Membeli pakaian seragam bagi guru/peserta didik untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris satuan pendidikan).

7. Digunakan untuk rehabilitasi berat.

8. Membangun gedung/ruangan baru kecuali pembangunan toilet/wc satuan pendidikan.

9. Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran. 10.Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah

pusat atau pemerintah daerah secara penuh.

11.Membayar iuran kegiatan yang diselenggarakan UPTD Kecamatan atau SKPD Kabupaten atau pihak lainnya kecuali untuk menanggung biaya peserta didik/guru yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.

12.Membayar honor jam mengajar bagi guru PNS. H. PERPAJAKAN

(14)

BAB II

DANA BOS KABUPATEN

A. Alokasi Dana BOS Kabupaten

(1) Pemerintah Daerah memberikan dana BOS Kabupaten untuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. (2) Pemberian dana BOS Kabupaten sebagaimana dimaksud yaitu

berdasarkan jumlah peserta didik per satuan pendidikan per tahun. B. Pengelola

1. Dana BOS Kabupaten disalurkan ke satuan pendidikan negeri melalui SKPD Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan swasta disalurkan melalui BPKAD Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Besaran Dana BOS Kabupaten bersumber dari APBD Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun Anggaran 2014

2. Dengan pertimbangan kelancaran operasional Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara membentuk Tim Pengelola Dana BOS Kabupaten yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kutai Kartanegara.

3. Tim Pengelola Kabupaten Kutai Kartanegara mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

a. Meminta dan menerima data satuan pendidikan dan jumlah peserta didik;

b. Menetapkan satuan pendidikan penerima dana BOS Kabupaten; c. Menetapkan perhitungan alokasi dana tiap satuan pendidikan;

d. Melakukan verifikasi data satuan pendidikan dan jumlah peserta didik; e. Melayani proses administrasi dalam rangka pencairan dana BOS

Kabupaten;

f. Menetapkan waktu penyaluran dana BOS Kabupaten ke satuan pendidikan penerima, yang didasarkan pada kelengkapan administrasi yang diperlukan;

g. Melaksanakan monitoring dan evaluasi penggunaan dana BOS Kabupaten;

h. Menerima dan meneliti laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS Kabupaten oleh satuan pendidikan penerima

i. Menyampaikankan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS Kabupaten kepada Bupati Kutai Kartanegara secara periodik 4. Tim Pengelola Tingkat Satuan Pendidikan/Satuan pendidikan :

Organisasi Pelaksana :

- Kepala Satuan pendidikan - Bendahara

(15)

Masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : a. Penanggungjawab adalah kepala satuan pendidikan dan tim pengelola

dana BOS Kabupaten satuan pendidikan.

b. Tim pengelola satuan pendidikan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) kepala satuan pendidikan yang terdiri dari unsur Ketua, Bendahara serta anggota dimana anggota yang dimaksud terdiri dari unsur dewan guru yang ditunjuk melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan kredibilitasnya dengan tujuan untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan.

c. Tim Pengelola Tingkat Satuan Pendidikan melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai berikut :

(1) Melakukan verifikasi jumlah dana yang diterima dengan data peserta didik yang ada. Bila jumlah dana yang diterima lebih dari yang semestinya, maka harus segera mengembalikan kelebihan dana tersebut pada rekening kas Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

(2) Mengelola dana BOS Kabupaten secara transparan dan bertanggungjawab.

(3) Menyusun RAPBS dan RKAS bersama unsur satuan pendidikan sesuai dengan program dan kebutuhan satuan pendidikan dan disahkan oleh Tim Pengelola Kabupaten.

(4) Membuka rekening satuan pendidikan pada Bank atau Kantor Pos. (5) Satuan Pendidikan bertanggung jawab terhadap keabsahan data

satuan pendidikan dan jumlahpeserta didik yang diusulkan kepada Dinas Pendidikan.

(6) Menggunakan dana BOS Kabupaten sesuai dengan ketentuan. (7) Mempertanggungjawabkan penggunaan dana BOS Kabupaten

bersama-sama dengan pertanggungjawaban dana bantuan pusat. (8) Menyusun dan menyampaikan laporan SPJ Belanja kepada Tim

(16)

BAB III

PENERIMA DAN MEKANISME USULAN DANA BOS KABUPATEN

1. Satuan pendidikan yang berhak menerima dana BOS Kabupaten dari Pemerintah Daerah adalah sebagai berikut:

a. Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (TK , RA dan Kelompok Bermain) yang terdaftar pada Dinas Pendidikan;

b. Satuan pendidikan Dasar (SD) Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri;

c. Satuan pendidikan Dasar (SD) Swasta dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Swasta yang terdaftar pada Dinas Pendidikan;

d. Satuan pendidikan Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri;

e. Satuan pendidikan Menengah Pertama (SMP) Swasta dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta yang terdaftar pada Dinas Pendidikan;

f. Satuan pendidikan Menengah Atas (SMA) Negeri/Madrasah Aliyah (MA) Negeri dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Negeri;

g. Satuan pendidikan Menengah Atas (SMA) Swasta/Madrasah Aliyah (MA) Swasta yang terdaftar pada Dinas Pendidikan;

h. Satuan pendidikan Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Negeri;

i. Satuan pendidikan Menengah Kejuruan (SMK) Swasta dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Swasta yang terdaftar pada Dinas Pendidikan; j. Satuan pendidikan Luar Biasa (SLB) baik SDLB, SMPLB, maupun SMALB.

(17)

BAB IV

MEKANISME PENGANGGARAN DAN PENYALURAN

(1) Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan rekomendasi berupa penetapan perhitungan dan jumlah alokasi dana BOS Kabupaten untuk setiap satuan pendidikan kepada Bupati melalui Kepala BPKAD selaku PPKD.

(2) Dana BOS Kabupaten dianggarkan dalam bentuk Belanja Langsung bagi satuan pendidikan negeri dan Belanja Tidak Langsung bagi satuan pendidikan swasta

(3) Pelaksanaan anggaran BOS Kabupaten berdasarkan atas RKA-DPA SKPD Dinas Pendidikan dan RKA-DPA BPKAD.

Mekanisme Penyaluran :

1. Penyaluran dana BOS Kabupaten ke satuan pendidikan meliputi beberapa tahapan, yaitu Untuk satuan pendidikan swasta mengajukan permohonan pencairan dana BOS Kabupaten kepada Bupati melalui Dinas Pendidikan yang ditembuskan kepada BPKAD.

2. Satuan Pendidikan Penerima dana BOS Kabupaten memenuhi persyaratan antara lain :

a. Persyaratan pengajuan penerima dana BOS Kabupaten untuk satuan pendidikan negeri :

1) RAPBS/RKAS 2) Data Siswa

3) Foto copy Rekening Bank/ Kantor Pos

4) Foto Copy KTP Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah 5) Foto Copy SK Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah

b. Persyaratan pengajuan penerima dana BOS Kabupaten untuk satuan pendidikan swasta :

(Ketentuan berdasarkan Peraturan Bupati Kutai Kartanegara Nomor 26 Tahun 2013, pasal 18 tentang Hibah Dana BOSDA dan dana BOS Kabupaten)

1) RKAS/RAPBS 2) Data Siswa

3) Surat usulan pencairan belanja hibah (Lampiran A.V.a dari Perbup nomor 26 Tahun 2013)

4) Foto copy SK Penetapan sekolah penerima dari Dinas Pendidikan yang telah dilegalisir oleh pejabat berwenang

5) Data Siswa

(18)

8) Foto Copy SK pengangkatan Kepala Sekolah dan Bendahara 9) Foto Copy KTP Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah

10) Kwitansi rangkap 4 (empat) bermaterai cukup, ditandatangani kepala sekolah dan bendahara sekolah dan dibubuhi cap sekolah, serta dicantumkan nama lengkap

11) Pakta Integritas(Lampiran A.VI.a dari Perbup nomor 26 Tahun 2013) 12) Naskah Perjanjian hibah daerah (NPHD)

(1) Tim Verifikasi melakukan verifikasi dan validasi kelengkapan administrasi pencairan dana BOS Kabupaten sebagaimana tersebut di atas.

(2) Satuan pendidikan yang dinyatakan telah lengkap persyaratan administrasi pencairan dana BOS Kabupaten oleh Tim Verifikasi, akan melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bersama-sama antara Kepala satuan pendidikan dengan Kepala Dinas Pendidikan atas nama Bupati. Hal ini berlaku untuk satuan pendidikan swasta.

(3) Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan perhitungan dan penetapan jumlah alokasi dana BOS Kabupaten, NPHD yang telah ditandatangani sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan rekomendasi kepada BPKAD.

(4) Penyaluran dana BOS Kabupaten ke satuan pendidikan swasta melalui BPKAD sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

(5) Penyaluran dana BOS Kabupaten ke satuan pendidikan negeri dilaksanakan melalui SKPD Dinas Pendidikan.

(19)

BAB VI

PENGAWASAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN

(1) Pengawasan penggunaan dana BOS Kabupaten dilakukan oleh: a. Inspektorat;

b. BPKAD;

c. Dinas Pendidikan, Pengawas/Penilik Tingkat Satuan Pendidikan, Unsur masyarakat seperti Dewan Pendidikan, Komite Satuan pendidikan

(2) Satuan pendidikan berkewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan setiap triwulan terhadap penggunaan dana BOS Kabupaten.

(3) Pertanggungjawaban penggunaan dana BOS Kabupaten oleh satuan pendidikan sebagaimana dimaksud diatas harus disertai dengan dokumen dan bukti pertanggungjawaban yang sah dan lengkap, untuk triwulan pertama dan triwulan kedua paling lambat tanggal 10 Juli dan untuk triwulan ketiga dan triwulan keempat paling lambat akhir Desember tahun berkenaan. (4) Penggunaan dana BOS Kabupaten sepenuhnya menjadi tanggungjawab

satuan pendidikan.

(5) Pedoman Pembukuan menggunakan Ketentuan pembukuan keuangan daerah dan ketentuan perpajakan yang berlaku, meliputi :

a) Membuat Buku Kas Umum (BKU), Buku Kas Tunai, Buku Pembantu Bank, Buku Pembantu Pajak, Kwitansi dan Buku Pembantu lainnya sesuai kebutuhan.

b) Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dicatat dalam BKU dan Buku Pembantu yang relevan sesuai dengan urutan tanggal kejadiannya. c) Setiap akhir bulan BKU dan Buku Pembantu ditutup pada akhir bulan dan

diketahui kepala satuan pendidikan.

d) Saldo tunai yang ada di Kas Tunai tidak lebih dari Rp. 10.000.000,-(sepuluh juta rupiah)

(6) Lampiran Bukti Fisik Pengeluaran :

a) Setiap transaksi pengeluaran harus didukung dengan bukti kwitansi yang sah. Sebelum kwitansi diterbitkan baik kwitansi untuk pembayaran honor maupun pembelian barang dan jasa, harus dibuatkan buku per rincian obyek.

b) Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi materai yang cukup sesuai dengan ketentuan biaya materai. Untuk transaksi dengan nilai sampai dengan Rp. 250.000,- tidak dikenai biaya materai, sedang transaksi dengan nilai nominal antara Rp. 250.000,- sampai dengan Rp. 1.000.000,- dikenai biaya materai dengan tarif sebesar Rp. 3000,- dan transaksi dengan nilai nominal lebih besar Rp. 1.000.000,-dikenai biaya materai sebesar Rp. 6.000,-. Tanggal, bulan dan tahun harus tertulis dalam kwitansi atau nota pembelian.

(20)

d) Uraian tentang jenis barang/jasa yang dibayar dapat dipisah dalam bentuk faktur sebagai lampiran kwitansi.

e) Setiap bukti pembayaran harus disetujui kepala satuan pendidikan dan pembayaran dilakukan oleh bendahara satuan pendidikan. Ditandatangani oleh kepala satuan pendidikan dan bendahara satuan pendidikan.

f) Segala jenis bukti pengeluaran harus disimpan oleh satuan pendidikan sebagai bukti dan bahan laporan.

g) Untuk pembayaran honor kegiatan ataupun honor pengelola dana BOS Kabupaten harus dilampiri Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Kepala Satuan pendidikan yang bersangkutan, kwitansi dan daftar tanda terima honor.

h) Bukti setor pajak harus dilampirkan apabila ada pajak yang disetor.

i) Pembiayaan untuk pelatihan dan sejenisnya yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan harus dilampiri: SK Panitia Pelaksana Kegiatan, Dokumentasi Kegiatan, Kwitansi Belanja dan Daftar Tanda Terima Honor. j) Pengiriman guru/pegawai untuk mengikuti pelatihan dan sejenisnya tanpa

biaya konstribusi dari pihak penyelenggara harus dilampiri : Surat Undangan/Surat Tugas dari Satuan pendidikan, Kwitansi.

k) Belanja transportasi harus melampirkan surat tugas, kwitansi, laporan perjalanan dinas,SPPD, dan daftar tanda terima.

l) Belanja rutin satuan pendidikan misalnya belanja air dan listrik: bukti/resi pembayaran dilampirkan.

m) Pembayaran jasa kebersihan atau perawatan satuan pendidikan melampirkan kwitansi pembayaran dan ditandatangani.

(7) Pelaporan

Laporan merupakan bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan dana BOS Kabupaten dan laporan tersebut harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:

a) Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil pelaksanaan kegiatan. b) Pertanggungjawaban dana BOS Kabupaten mengikuti tahun anggaran. c) Seluruh arsip keuangan, yang berkaitan dengan belanja satuan pendidikan

melalui dana BOS Kabupaten baik berupa laporan keuangan maupun dokumen pendukungnya disimpan, diarsipkan dan ditata dengan rapi dalam urutan nomor dan tanggal kejadiannya, serta disimpan disuatu tempat yang aman dan mudah untuk ditemukan setiap saat.

d) Laporan pertanggungjawaban belanja (SPJ Belanja) BOS Kabupaten disampaikan kepada Tim Pengelola BOS Kabupaten.

e) Waktu Pelaporan

Laporan pertanggungjawaban belanja (SPJ Belanja) dana BOS Kabupaten disampaikan setiap triwulan.

(21)

1. SANKSI

Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat mengakibatkan kerugian keuangan negara akan diberikan oleh pejabat yang berwenang dalam bentuk:

a. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

b. Penghentian penyaluran dana BOS Kabupaten untuk periode berikutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara

Wiyono, SIP, MSi Pembina

NIP. 19690204 199003 1 009

N

o Nama Jabatan Paraf

1 Ir. Muhammad Taufik, MM

NIP. 19620604 199301 1 001 Sekretaris 2. DR. H. Rahmadi, MMPd

NIP. 19630318 198601 1 005 Kabid Dikmen 3. Drs. H. Hamrin HW, MPd

NIP. 19590701 198403 1 014

Kabid Dikdas

4. H. Tursino, SPd, MM, MSi NIP. 19650312 198903 1 015

Kasi Pengembangan Mutu SMP/SMA 5. Dra. Hj. Titik Maysaroh, MSi

NIP. 19651207 199003 2 011 Kasi Data TK, SD, SDLB 6. Saipul Anwar, SPd.

NIP.19690310 199103 1 016 Kasi PAUD 7. Patahangi, SPd, MM

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Daripada hasil kajian mendapati bahawa tahap keupayaan menvisualisasi ruang imej mental, proses menvisualisasi dan keupayaan menvisualisasi bagi keseluruhan responden

Investasi pada produk unit link mengandung risiko, termasuk namun tidak terbatas pada risiko politik, risiko perubahan peraturan pemerintah atau perundang-undangan lainnya,

Dalam hal penjualan batubara dilakukan secara jangka tertentu (term), harga batubara mengacu pada rata-rata 3 (tiga) Harga Patokan Batubara terakhir pada bulan

[r]

Ahmad Fadlil Dalam Dakwah Islamiyah Di Sidayu 1943-1983” dalam rangka memperdalam khazanah sejarah pesantren dan budaya masyarakat lokal lebih..

Dari rumusan masalah tentang Peranan Panti Asuhan Dalam Membina Moral Anak Asuh yang telah dikemukakan di atas, maka untuk membina moral anak sesuai

3. Beberapa manfaat perencanaan usaha adalah pekerjaan atau aktivitas dapat dilakukan secara teratur dan dengan tujuan yang jelas, menghindari pekerjaan atau aktivitas yang