• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGENAL KLASIFIKASI DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MENGENAL KLASIFIKASI DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

MENGENAL KLASIFIKASI

DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA

(3)

The

Diagnostic and Statistical Manual of Mental

Disorders

The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) dipublikasikan oleh the

American Psychiatric Association berisi klasifikasi dan kriteria Gangguan Jiwa

Digunakan oleh klinisi, periset, asuransi kesehatan, pengambil kebijakan, perusahaan obat

(4)

DSM-ICD-PPDGJ III

Susunan diagnosisnya diambil dari sensus statistil RS Jiwa,

Militer Amerika, dan beberapa kali revisi, terakhir yang kita gunakan DSM IV-TR hasil kajian tahun 2000.

Edisi ke V sedang dalam perdebatan , publikasinya direcanakan

May 2013.[1]

ICD-10 Chapter V: Mental and behavioural disorders, bagian dari International Classification of Diseases buatan

World Health Organization (WHO), digunakan olah banyak negara, terutama Eropa.

Sistem koding yang digunakan DSM-IV sama dengan yang

digunakan ICD, meski ada yang taksama oleh karena revisinya tidak simultan.

Indonesia menggunakan Pedoman Penggolongan Diagnosis

(5)

INDONESIA

PPDGJ III

Mengacu pada ICD 10 (WHO)Sejak 1993

(6)

Penggunaan Kriteria Diagnosis

Bahasa komunikasi yang sama antar klinisi, asuransi kesehatan, penegak hukum, periset

Mempunyai LIMA Aksis Diagnosis untuk kepentingan penetapan diagnosis dan prognosis

Digunakan dalam klinik dan penelitian

(7)

DSM-I (1952)

Perang Dunia II membawa para psikiater ikut berperan dalam dunia kesehatan di Amerika untuk seleksi,

memroses, asesmen dan terapi para serdadu

Disini terlihat pergeseran gangguanjiwa yang biasanya dalam tatanan klinis ke tatanan kesehatan umum

termasuk seleksi

Dimulai oleh psikiater Brigadier General

(8)

Pada 1949, the World Health Organization mempublikasikan

revisi keenam the

International Statistical Classification of Diseases (ICD) dan pertamakali memasukan gangguan jiwa untuk pertama kali.

Isinya sama dengan DSM-1 yang dibuat Angkatan Perang

Amerika.

Pada 1950 the APA committee mereview dan mengadopsi

Medical 203, yang kemudian menjadi DSM-I,

the Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders

disetujui pada tahun 1951 dan dipublikasi tahun 1952. Kerangka kerja dan struktur sama dengan Medical 203 dan banyak teks yang sama.[6]

Isinya 130 halaman dan masuk didalamnya 106 daftar gangguan

(9)

DSM-II (1968)

APA merevisi , memasukan 182 gangguan jiwa dan tebalnya 134 halaman

Isi hampir sama dengan DSM I, istilah REAKSI dibuang, istilah “

neurosis” dipertahankan.

Baik DSM I maupun II merefleksikan psikodinamik psikiatri ,

meski menonjol juga masalah biologi sebagai konsep Kraepelin. • Simtom tidak diklasifikasikan dalam detil, kebanyakan

merupakan lapisan konflik atau reaksi maladaptif terhadap masalah kehidupan berakar dari pembedaan neurosis dan

psychosis (secara garis besar, anxietas/depresi dalam

menghadapi realita , atau halusinasi/delusi lepas dari realita). • Dimasukan masalah sosial dan biologi, tidak secara tegas

(10)

DSM-III (1980)

Tahun 1974, direvisi, dipimpin oleh Robert SpitzerDibuatlah DSM konsisten dengan nomenklatur the

International Statistical Classification of Diseases and Rel ated Health Problems

(ICD), yang dipublikasikan World Health Organization. • Revisi sangat bernuansa pimpinan kelompok dan

kelompoknya [11]

(11)

Kriterianya mengadopsi the Research Diagnostic Criteria (RDC) dan Feighner Criteria, yang dikembangkan oleh para psikiater periset utamanya dari Washington University in St. Louis dan the New York State Psychiatric Institute.

Kriteria lain adalah hasil konsensus para anggota panitia dibawah pimpinan Spitzer.

Tidak menyebutkan etiologi, mengabaikan psikodinamik

Menggunakan sistem "multiaxial" sesuai sensus dalam populasi Spitzer mengatakan, “mental disorders are a subset of medical

(12)

DSM-III-R (1987)

Tahun 1987 the DSM-III-R dipublikasi sebagai revisi dari DSM-III, arahan Spitzer.

Kategori disusun ulang, kriteria berubah banyak. Enam lategori hilang, ada tambahan lainnya

Hilang : diagnosis kontroversial seperti pre-menstrual

dysphoric disorder dan masochistic personality disorder. • "Sexual orientation disturbance" dibuang dan masuk

dalam "sexual disorder not otherwise specified" dapat termasuk "persistent and marked distress about one’s sexual orientation."[8][14]

(13)

DSM-IV (1994)

Tahun 1994, DSM-IV dipublikasi, berisi 297 gangguan dalam 886 halaman.

Panitia dipimpin oleh Allen Frances, beranggotakan 27 orang pengarah termasuk 4 psikolog.

Ada 13 kelompok kerja masing-masing beranggotakan 5–16 orang

Setiap kelompok mempunyai 20 penasihat

Bekerja dengan 3 langkah: Langkah satu mereview kepustakaan, dianalisis oleh periset, melakukan studi multicenter terkait diagnosis.[15][16]

(14)

DIAGNOSTIC AND

STATISTICAL MANUAL

OF MENTAL

DISORDERS

(15)

DSM-IV

Apa?

Buku (manual) yang berisi gangguan jiwa yang umum

terdapat : termasuk deskripsi , kriteria diagnosis, terapi dan hasil riset

Diagnostic and Statistical Manual

(16)

DSM-IV

Gangguan jiwa dalam DSM-IV terdiri atas 17

kategori.

Gambaran Psikologik

Tergambar pada masing-masing kelompok

kategori

Gangguan Mood

Gangguan Psikotik

Gangguan Anxietas

(17)

Gangguan lain dalam DSM-IV

Gangguan Tidur

Khas dengan gangguan tidur yang jelas Contoh:

Insomnia Primer – dkesulitan masuk dan mempertahankan tidur

Narcolepsy – serangan tidur yang tidak dapat ditahan meski sudah bangun tidur dengan segar

(18)

Gangguan lain dalam DSM-IV

Gangguan Masa Bayi, Kanak atau Remaja

Gangguan yang biasanya didiagnosis pada masa bayi, kanak atau dewasa :

Gangguan membaca – tak dapat membaca sampai pada umur yang biasanya dapat

Stuttering– gangguan kelancaran dan pola bicaraEncopresis – berulang bab pada tempat tidak

(19)

Gangguan lain dalam DSM-IV

Gangguan Disosiatif

Gangguan yang menginterupsi fungsi kesadaran , memori, identitas, persepsi lingkungan

Misal :

Gangguan Identitas Disosiatif – hadirnya satu atau lebih identitas/personaliti yang berbeda dalam individu yang sama

(20)

Gangguan lain dalam DSM IV

Gangguan kendali Impul

Gangguan mengendalikan impul , dorongan, godaan, sehingga tidak dapat menahan serangan berbahaya pada orang lain atau benda lainnya , misal :

Kleptomania – berulangkali tidak mampu menahan impul untuk mencuri sesuatu yang tidak ada dasar nilai

ekonomis

Pyromania– pola membakar untuk mendapatkan

kesenangan, kepouasan atau melampiaskan ketegangan • Pathological gambling – berulangkali berjudi dengan

cara maladaptif

(21)

Gangguan DSM-IV lainnya

DELIRIUM, DEMENSIA & AMNESIA serta

Gangguan Kognitif Lainnya

Gangguan yang menunjukan defisit kognitif atau memori , misal :

Delirium – Gangguan kesadaran dengan gangguan memori dan kognisi

Demensia – Gangguan memori termasuk Alzheimer’s) tanpa gangguan kesadaran

Amnesia – Gangguan kognitif dan memori tanpa

(22)

DSM-IV-TR (2000)

Merupakan "text revision" DSM-IV, dipublikasi tahun 2000.

Kategori diagnosis tidak berubah

Diberi informasi tambahan pada setiap diagnosis untuk mempertahankan tetap konsisten dengan ICD

DSM-IV-TR menghilangkan kriteria gangguan tik dan beberapa parafilia

(23)

Sistem Multi-axial

The DSM-IV mempunyai 5 aksis untuk gangguan psikiatri terkait disabilitasnya :

Axis I: Gangguan klinis, termasuk gangguan mental besar,

gangguan belajar, Substance Use Disorders

Axis II: Gangguan personaliti dan ketidakmampuan intelektual

(meski gangguan perkembangan seperti Autism, dikodekan dalam aksis dalam edisi terdahulu, sekarang pindah ke aksis 1)

Axis III: Kondisi medik umum dan gangguan fisik

Axis IV: Faktor psikososial dan lingkungan yang berkontribusi

terhadap gangguan

Axis V: Global Assessment of Functioning atau

(24)

DSM V

DSM V

revisi dari DSM IV-TR

Referensi

Dokumen terkait