Eksistensi KPK dalam Peradiian Korupsi
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Dalam melaksanakan tugas supervisi Pasal 8 ayat (1) Undang - undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi menentukan Komisi Pembe rantasan
Penyidik Pegawai Negeri Sipil diatur dalam Pasal 6 ayat (1) huruf b, Undang- undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang- undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang
Selain kewenangan penyidikan kepada penyidik sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), juga terdapat penyidik lain menurut undang-undang
Kedudukan PPNS dalam sistem peradilan pidana dapat dilihat dari ketentuan Pasal 1 ayat (1) KUHAP, yang menyatakan bahwa penyidik adalah pejabat polisi negara
Adapun kedudukan maupun eksistensi PPNS dalam sistem peradilan pidana dapat dilihat dari ketentuan Pasal 1 ayat (1) KUHAP, yang menyatakan bahwa penyidik adalah pejabat
Pejabat PNS DJBC diberi wewenang khusus sebagai PENYIDIK atau PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP
Komisi Pemberantas Tindak Pidana Korupsi berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantas Tindak Pidana Korupsi berbunyi;9 “ Dengan Undang-undang ini
Pasal 1 butir 2 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana KUHAP diuraikan bahwa : “penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam