• Tidak ada hasil yang ditemukan

Eksistensi KPK dalam Peradiian Korupsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Eksistensi KPK dalam Peradiian Korupsi"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam melaksanakan tugas supervisi Pasal 8 ayat (1) Undang - undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi menentukan Komisi Pembe rantasan

Penyidik Pegawai Negeri Sipil diatur dalam Pasal 6 ayat (1) huruf b, Undang- undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang- undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang

Selain kewenangan penyidikan kepada penyidik sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), juga terdapat penyidik lain menurut undang-undang

Kedudukan PPNS dalam sistem peradilan pidana dapat dilihat dari ketentuan Pasal 1 ayat (1) KUHAP, yang menyatakan bahwa penyidik adalah pejabat polisi negara

Adapun kedudukan maupun eksistensi PPNS dalam sistem peradilan pidana dapat dilihat dari ketentuan Pasal 1 ayat (1) KUHAP, yang menyatakan bahwa penyidik adalah pejabat

Pejabat PNS DJBC diberi wewenang khusus sebagai PENYIDIK atau PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP

Komisi Pemberantas Tindak Pidana Korupsi berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantas Tindak Pidana Korupsi berbunyi;9 “ Dengan Undang-undang ini

Pasal 1 butir 2 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana KUHAP diuraikan bahwa : “penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam