• Tidak ada hasil yang ditemukan

realitas Sosial dalam berita Politik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "realitas Sosial dalam berita Politik"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

YAYASAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI

TRIADI

SMA TRITECH MEDAN

SEKOLAH ISLAMI BERBASIS TEKNOLOGI &

INFORMATIKA MODERN DALAM KURIKULUM

2013

JL. Sei Serayu No. 80 Medan - Kelurahan Babura - Kecamatan Medan Baru; Telp. 061-4157021, 061-4157032 (Hunting); Website : www.tritech.sch.id;

E-mail : [email protected]

PENERIMAAN SISWA-SISWI BARU TP. 2015/2016

Pendaftaran di mulai pada 20 Maret s/d 20 Juli 2015

KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM SMA TRITECH

MEDAN

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

1. Pengertian Kurikulum

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Kurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014 memenuhi kedua dimensi tersebut.

2. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:

a.Tantangan Internal

Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

(2)

70%. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban.

b.Tantangan Eksternal

Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.

c. Penyempurnaan Pola Pikir

Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut:

1) pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama;

2) pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-lingkungan alam, sumber/media lainnya);

3) pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet);

4) pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains);

5) pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim); 6) pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran

7) berbasis alat multimedia;

8) pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik;

9) pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline) menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines); dan

10) pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis.

d. Penguatan Tata Kelola Kurikulum

(3)

1) tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifat kolaboratif;

2) penguatan manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational leader); dan

3) penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran.

e. Penguatan Materi

Penguatan materi dilakukan dengan cara pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik.

B. Karakteristik Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:

1) mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik;

2) sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;

3) mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;

4) memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan;

5) kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran;

6) kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti;

7) kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

C. Tujuan Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia.

II. KERANGKA DASAR KURIKULUM SMA TRITECH MEDAN

A. Landasan Filosofis

Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.

(4)

Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut:

1) Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini;

2) Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar, dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan berbangsa masa kini;

3) Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan kurikulum memiliki nama matapelajaran yang sama dengan nama disiplin ilmu, selalu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan akademik;

4) Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism). Dengan filosofi ini, Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat demokratis yang lebih baik.

(5)

dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan ummat manusia.

B. Landasan Teoritis

Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar” (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas¬luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.

Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.

C. Landasan Yuridis

1) Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah:

2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

3) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 4) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan

5) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

III. STRUKTUR KURIKULUM SMA TRITECH MEDAN

A. Kompetensi Inti

Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga.

1. Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut: 2. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual; 3. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;

4. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan 5. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

KOMPETENSI INTI

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya;

(6)

alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia;

3. Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural;

4. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia;

5. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan

6. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

7. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,

8. pada bidang kajian yang peradaban terkaitkebangsaan, spesifik sesuai dengan penyebab fenomena kenegaraan dan bakat dan minatnya dan kejadian, serta peradaban terkait untuk memecahkan menerapkan penyebab fenomena masalah pengetahuan dan kejadian, serta prosedural pada menerapkan bidang kajian yang pengetahuan spesifik sesuai dengan prosedural pada bakat dan minatnya bidang kajian yang untuk memecahkan spesifik sesuai masalah dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

B. Matapelajaran

1. Struktur Kurikulum Pendidikan SMA TRITECH MEDAN

Untuk mewadahi konsep kesamaan muatan SMA TRITECH MEDAN, maka dikembangkan Struktur Kurikulum Pendidikan yang terdiri atas Kelompok Matapelajaran Wajib dan Matapelajaran Pilihan.

Isi kurikulum (KI dan KD) dan kemasan substansi untuk matapelajaran wajib bagi SMA TRITECH MEDAN adalah sama dengan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah.

Matapelajaran pilihan terdiri atas pilihan akademik untuk SMA TRITECH MEDAN. Matapelajaran pilihan ini memberi corak kepada fungsi satuan pendidikan dan didalamnya terdapat pilihan sesuai dengan minat peserta didik. Struktur ini menerapkan prinsip bahwa peserta didik merupakan subjek dalam belajar yang memiliki hak untuk memilih matapelajaran sesuai dengan minatnya.

(7)

NO MATAPELAJARAN

Kelompok A (Wajib) Kelompok B (Wajib)MATAPELAJARAN MATAPELAJARANKelompok C (Peminatan)

1 Pendidikan Agama dan

Budi Pekerti Seni Budaya Matematika

2 Pendidikan Pancasila

dan Kewarganegaraan Pendidikan Jasmani, OlahRaga, dan Kesehatan Biologi 3 Bahasa Indonesia Prakarya dan

Kewirausahaan Fisika

4 Matematika Kimia

5 Sejarah Indonesia Geografi

6 Bahasa Inggris Sejarah

7 Sosiologi

8 Ekonomi

9 Akuntansi

10 Bahasa dan Sastra

Indonesia

11 Bahasa dan Sastra

Inggeris

12 Bahasa Asing Lain

(Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, Perancis)

13 Antropologi

14 Sistem Operasi

15 Progam Web

16 Pemograman Dasar

17 Administrasi Server

18 Rancang Bangun

Jaringan

19 Simulasi Digital

20 Jaringan Dasar

21 Pengelolaan Citra

Digital

22 Komposisi Foto Digital

23 Teknik Animasi 2 D

24 Teknik Animasi 3 D

25 Sistem Komputer

Matapelajaran Kelompok A dan C adalah kelompok matapelajaran yang substansinya dikembangkan oleh pusat. Matapelajaran Kelompok B adalah kelompok matapelajaran yang substansinya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.

Kegiatan Ekstrakurikuler SMA TRITECH MEDAN : Pramuka (wajib), OSIS, UKS, PMR dan lain-lain, diatur lebih lanjut dalam bentuk Pedoman Program Ekstrakurikuler.

2. Struktur Kurikuum SMA TRITECH MEDAN

(8)

a. Kelompok Matapelajaran Wajib

Kelompok Matapelajaran Wajib merupakan bagian dari pendidikan umum yaitu pendidikan bagi semua warganegara bertujuan memberikan pengetahuan tentang bangsa, sikap sebagai bangsa, dan kemampuan penting untuk mengembangkan kehidupan pribadi peserta didik, masyarakat dan bangsa.

Keterangan :

1. Matapelajaran Kelompok A dan C adalah kelompok matapelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Matapelajaran Kelompok B adalah kelompok matapelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah; 2. Satu jam pelajaran tatap muka 45 menit per minggu dan mapel yang memiliki

alokasi waktu belajar 2 jp/minggu berarti memiliki beban belajar tatap muka 2 X 45 menit per minggu; mapel yang memiliki alokasi waktu belajar 3jp/minggu berarti memiliki beban belajar tatap muka 3 X 45 menit per minggu dan seterusnya;

3. Muatan Lokal dapat memuat Bahasa Daerah;

4. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu dari yang telah ditetapkan dalam struktur di atas;

5. Kegiatan ekstra kurikulum terdiri atas Pramuka (wajib), UKS, PMR, dan lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik di masing-masing satuan;

6. Jumlah alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik;

7. Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per minggu 24 JP (Jam Pelajaran).

b. Kelompok Matapelajaran Peminatan

Kelompok matapelajaran peminatan bertujuan (1) untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok matapelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi, dan (2) untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau ketrampilan tertentu.

Jumlah Jam Pelajaran Kelompok C (Peminatan) per minggu 18 s/d 20 JP (Jam Pelajaran).

JUMLAH JAM PELAJARAN YANG HARUS DITEMPUH SMA TRITECH MEDAN adalah 42 s/d 44 JP (Jam Pelajaran).

c. Pilihan Kelompok Peminatan dan Pilihan Matapelajaran Lintas Kelompok Peminatan

Kurikulum SMA TRITECH MEDAN dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan Kelompok Peminatan dan pilihan Matapelajaran antar Kelompok Peminatan.

(9)

Semua matapelajaran yang terdapat pada satu Kelompok Peminatan wajib diikuti oleh peserta didik. Selain mengikuti seluruh matapelajaran di Kelompok Peminatan, setiap peserta didik harus mengikuti matapelajaran tertentu untuk lintas minat dan/atau pendalaman minat sebanyak 6 jam pelajaran di Kelas X dan 4 jam pelajaran di Kelas XI dan XII. Matapelajaran lintas minat yang dipilih sebaiknya tetap dari Kelas X sampai dengan XII.

Di Kelas X, jumlah jam pelajaran pilihan antar Kelompok Peminatan per minggu 6 jam pelajaran, dapat diambil dengan pilihan sebagai berikut:

1) Dua matapelajaran (masing-masing 3 jam pelajaran) dari satu Kelompok Peminatan yang sama di luar Kelompok Peminatan pilihan, atau;

2) Satu matapelajaran di masing-masing Kelompok Peminatan di luar Kelompok Peminatan pilihan;

3) Khusus bagi Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya, selain pola pilihan yang di atas, di Kelas X, peserta didik dapat melakukan pilihan sebagai berikut: 4) Satu pilihan wajib matapelajaran dalam kelompok Bahasa Asing Lain (Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, Perancis) sebagai bagian dari matapelajaran wajib Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya;

5) Dua mapel (masing-masing 3 jam pelajaran) dari matapelajaran Bahasa Asing Lainnya, atau;

6) Satu matapelajaran Bahasa Asing Lainnya (3 jam pelajaran) dan satu matapelajaran dari Kelompok Peminatan Ilmu Alam dan Matematika atau Kelompok Peminatan Ilmu-ilmu Sosial, atau;

7) Satu matapelajaran di kelompok peminatan Matematika dan Ilmu Alam dan satu Matapelajaran di kelompok Ilmu-ilmu Sosial, atau;

8) Dua matapelajaran di salah satu kelompok peminatan Matematika dan Ilmu Alam atau di kelompok peminatan Ilmu-ilmu Sosial;

9) Di Kelas XI dan XII peserta didik Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya dapat memilih satu matapelajaran (4 jam pelajaran) dari Bahasa Asing Lainnya atau satu matapelajaran di Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam atau Ilmu-ilmu Sosial;

10) Pilihan Lintas Kelompok Peminatan dan/atau pendalaman minat 4 s/d 6;

11) Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu 68 s/d 72;

12) Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per minggu 42 s/d 44 JP (Jam Pelajaran).

Catatan :

1) Matapelajaran dalam kelompok Bahasa Asing Lain ditentukan oleh SMA/MA masing-masing sesuai dengan ketersediaan guru dan fasilitas belajar;

2) Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah yang tidak memiliki Kelompok Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya, dapat menyediakan pilihan matapelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Antropologi atau salah satu matapelajaran dalam kelompok Bahasa Asing Lain sebagai pilihan matapelajaran yang dapat diambil peserta didik dari Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam atau Kelompok Peminatan Ilmu-ilmu Sosial;

3) Bagi peserta didik yang menggunakan pilihan untuk menguasai satu bahasa asing tertentu atau matapelajaran tertentu, dianjurkan untuk memilih matapelajaran yang sama sejak tahun X sampai tahun XII;

4) SMA TRITECH MEDAN Sangat menganjurkan memiliki ketiga Kelompok Peminatan;

(10)

perguruan tinggi yang bersangkutan. Pilihan ini tersedia bagi peserta didik SMA TRITECH MEDAN yang memiliki kerjasama dengan perguruan tinggi terkait;

6) Pendalaman minat matapelajaran tertentu dalam Kelompok Peminatan dapat diselenggarakan oleh satuan pendidikan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

C. Beban Belajar di SMA TRITECH MEDAN

Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester dan satu tahun pembelajaran.

 Beban belajar di SMA TRITECH MEDAN dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu.

a) Beban belajar satu minggu Kelas X adalah 42 jam pembelajaran.

b) Beban belajar satu minggu Kelas XI dan XII adalah 44 jam pembelajaran. c) Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 45 menit.

 Beban belajar di Kelas X, XI, dan XII dalam satu semester paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu.

 Beban belajar di kelas XII pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu.

 Beban belajar di kelas XII pada semester genap paling sedikit 14 minggu dan paling banyak 16 minggu.

 Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40 minggu.

Setiap satuan pendidikan boleh menambah jam belajar per minggu berdasarkan pertimbangan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya dan faktor lain yang dianggap penting.

D. Kompetensi Dasar di SMA TRITECH MEDAN

Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu Matapelajaran. Kompetensi dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti sebagai berikut:

1. kelompok 1: kelompok kompetensi dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan KI- 1;

2. kelompok 2: kelompok kompetensi dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI-2;

3. kelompok 3: kelompok kompetensi dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3; dan

4. kelompok 4: kelompok kompetensi dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4.

IV. SMA TRITECH MEDAN

Visi, Misi Dan Tujuan

(11)

1) Terselenggaranya pendidikan yang selaras, serasi dan seimbang dengan sarana prasarana yang lengkap dan baku, berlangsung disiplin dan tertib sehingga bermutu tinggi;

2) Sekolah yang mampu mendidik siswa menjadi insan yang beriman kepada Allah SWT, bertaqwa, berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi serta berkepedulian sosial.

B. Misi SMA TRITECH MEDAN

1) Mengupayakan pendidikan yang utuh dan seimbang antara dunia dan akhirat;

2) Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan segala biasnya;

3) Meningkatkan mutu sarana dan prasarana yang lengkap dan baku;

4) Menyelenggarakan kurikulum nasional, local dan cirri khas sesuai dengan perundang-undangan;

5) Mengupayakan peran serta keluarga, masyarakat dan pemerintah secara optimal;

6) Meningkatkan pendidikan Akhlaqul Karimah yang berkepedulian sosial.

C. Tujuan SMA TRITECH MEDAN

1) Mendidik kader bangsa yang beriman dan bertaqwa, cerdas, terampil dan berakhlaqul mulia sesuai dengan nilai-nilai Islam ala Ahlussunnah wal jama’ah;

2) Membekali peserta didik agar memiliki ketrampilan teknologi dan komunikasi serta mampu mengembangkan diri secara mandiri;

3) Menanamkan peserta didik sikap ulet dan gigih dalam berkompetisi, beradaptasi, dengan lingkungan dan mengembangkan sikap sportifitas;

4) Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

V. ORGAN MANAJEMEN SMA TRITECH MEDAN

Kepala Sekolah

(12)

Untuk membantu dan memperlancar tugas-tugas dari Kepala Sekolah ada baiknya mempunyai 2 (dua) orang staff yaitu Staff Internal (urusan di dalam sekolah), Staff Eksternal (urusan ke luar sekolah) dan Staff Keuangan Sekolah.

Staff Internal; adapun tugas dan wewenang daripada bagian ini adalah sebagai berikut :

1) Merupakan Staff yang membantu kelancaran tugas dari Kepala Sekolah untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Wakil Kepala Sekolah, BK, Wali Kelas dan Guru Subjek;

2) Mengerjakan pendataan terhadap kondisi kinerja Wakil Kepala Sekolah, BK, Wali Kelas dan Guru Subjek;

3) Menyiapkan laporan lengkap perhari tentang permasalahan yang berkenaan dalam proses mengajar dan belajar seperti Kehadiran, Ketidakhadiran, ijin pulang, kesiapan fasilitas proses pembelajaran, mengaturan tanda masuk, istirahat dan pulang pembelajaran baik Peserta didik, Wakil Kepala Sekolah, Bk, Wali Kelas maupun Guru Subjek.

Staff Ekstrenal; adapun tugas dan wewenang daripada bagian ini adalah sebagai berikut :

1) Mengerjakan pendataan Tenaga Pendidik dan Kependidikan untuk administrasi di Dinas Pendidikan;

2) Mengerjakan pendataan Peserta Didik untuk administrasi di Dinas Pendidikan;

3) Event Organizer (EO) kegiatan-kegiatan sekolah yang membutuhkan hubungan rekanan dan sponsorship kegiatan-kegiatan pembelajaran diluaran sekolah seperti Kegiatan Belajar Lapangan Siswa (Fieldtrip), mingguan kegiatan bidang pelajaran, Bakti Sosial Sekolah dan Kegiatan Keagamaan yang di rencanakan di sekolah.

Staff Keuangan; adapun tugas dan wewenang daripada bagian ini adalah :

1) Merupakan Staff yang membantu kelancaran tugas dari Kepala Sekolah untuk melakukan pengaturan Kesejahteraan untuk Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, BK, Wali Kelas dan Guru Subjek dan Staff Keuangan itu sendiri;

2) Mengerjakan pendataan terhadap kondisi kinerja Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, BK, Wali Kelas dan Guru Subjek;

3) Menyiapkan laporan lengkap perhari tentang permasalahan distribusi gaji penambahan dan pengurangan yang berkenaan dalam Kehadiran, Keterlambatan masuk Kerja, Ketidakhadiran dan ijin pulangKepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Bk, Wali Kelas, Guru Subjek maupun Staff Keuangan itu sendiri; distribusi dana insentif dari Pemerintah, Dana STM, Kegiatan-Kegiatan Sekolah dan Dana Pembinaan serta Kelengkapan Proses Pembelajaran Siswa.

Kopartemen

(13)

Adapun Departemen ini merupakan pengembangan ajar di SMA TRITECH MEDAN berdasarkan Matapelajaran yang diajarkan.

Departemen Sosial Sains; merupakan kumpulan Guru yang mengajar di Matapelajaran Ilmu Sosial dengan profesional dari bidang Sejarah, Ekonomi, Antropologi dan Sosiologi. Departemen Urusan Kesusilaan; merupakan kumpulan Guru yang mengajar di Matapelajaran Pkn dan Agama dengan profesional dari bidang Pancasila, Kewarganegaraan dan Agama.

Departemen Bahasa; merupakan kumpulan Guru yang mengajar di Matapelajaran Bahasa dan Sastra dengan profesional dari bidang Bahasa dan Sastra Indonesia, Inggris dan Arab, Mandarin, Jepang, Korea dan Prancis.

Departemen Seni dan Sport; merupakan kumpulan Guru yang mengajar di Matapelajaran Seni Budaya, Penjas dan Prakarya dengan profesional dari bidang Seni, Prakarya dan Olah Raga.

Depatemen Sains dan Informatika; merupakan kumpulan Guru yang mengajar di Matapelajaran Ilmu Alam dan Teknologi Informatika dengan profesional dari bidang Biologi, Kimia, Fisika, Matematika, Sistem Operasi, Progam Web, Pemograman Dasar, Simulasi Digital, Jaringan Dasar, Pengelolaan Citra Digital, Komposisi Foto Digital, Teknik Animasi 2 D, Teknik Animasi 3 D dan Sistem Komputer.

Tugas dan Wewenang Kopartemen :

1. Merancang dan menyiapkan Pengembangan disiplin ilmu sesuai silabus; 2. Merancang dan menyusun Kalender Akademik;

3. Menentukan dan menetapkan hasil evaluasi pembelajaran dari Peserta Didik.

Struktur Birokrasi Kopartemen adalah sebagai berikut :

1) Kepala Kopartemen; 2) Seketaris Kopartemen; 3) Departemen;

Tugas dan Wewenang Departemen :

1. Merancang dan menyiapkan Pengembangan Perangkat Pembelajaran sesuai silabusdisiplin ilmu masing;

2. Merancang dan menyusun Kalender Akademik Departemen masing-masing;

3. Menentukan dan menetapkan hasil evaluasi pembelajaran dari Peserta Didik sesuaidisiplin ilmu masing.

Struktur Birokrasi Departemen adalah sebagai berikut :

1) Kepala Departemen; 2) Seketaris Departemen;

Bimbingan Konseling

(14)

Kepala Labotorium

Kepala Laboratorium merupakan bagian yang menangani proses kelancaran pembelajaran yang sifatnya pratikum.

Kepala Laborotorium terdiri atas : 1) Laboratorium Bahasa; 2) Laboratorium Sains; 3) Laboratorium Art;

4) Laboratorium Teknologi.

Wali Kelas

Wali Kelas merupakan Pengkoordinir dalam menyelenggarakan administrasi dan kesiapan Siswa di kelas dalam proses pembelajaran serta kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan belajar dan studi belajar (field trip).

Tugas Wali Kelas :

Sebelum pembelajaran, menyiapkan siswa untuk memulai hari belajar melalui medium :

1) analisis kondisi siswa; 2) pengecekan agenda kelas;

3) pengecekan proses kelancaran mengajar dan belajar setiap harinya; 4) penyelesaian masalah siswa yang menjadi binaannya;

5) Perekomendasikan siswa nya untuk kepentingan akademik seperti bea siswa;

6) Memastikan kelancaran dana-dana pendidikan yang dibutuhkan untuk kelancaran proses pembelajaran siswa;

7) Sebagai jembatan antara sekolah dan orang tua/wali orang tua.

Guru Subjek (Bidang Studi)

Guru Subjek merupakan guru-guru yang mengajarkan matapelajaran yang menjadi materi pembelajaran di SMA TRITECH MEDAN.

VI. Strategi Pengembangan dan Pembangunan SMA TRITECH

MEDAN

Menejemen Sekolah Berbasis Sejahtera

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pengelolaan Lembaga Pendidikan yang berlabel Tritech agak kurang lebih baik dibandingan dengan pengelolaan Lembaga Pendidikan yang diluaran Tritech.

Keuangan menjadi sesuatu yang kru sial dalam pengolalahan suatu yayasan pendidikan. Alasan klasik selalu dijadikan kambing hitam mengapa sebuah yayasan apabila tidak bisa memenuhi hak-hak finansial karyawannya – (tenaga pendidik dan kependidikan) terkendalanya dari pembayaran SPP dari peserta didik, tidak ada bantuan yang cukup dari instusi yang diamanatkan dalam negara atau musibah yang dialami dari lembaga pendidik/perguruan.

(15)

diberikan hak jasanya dalam mengajar 24 jam pelajaran menerima hanya sebatas itu. Praktek jasa yang nyatanya 24 jam pelajaran mengajar itu dapat dicapai dalam waktu 5 (lima) atau 6 (enam) hari kerja tetapi secara lebih nyatanya lagi tenaga pendidik itu harus memenuhi kelipatan 24 jam pelajaran mengajar bukan 24 jam pelajaran mengajar, seharusnya uapah jasa yang di dapat juga kelipatan 24 jam pelajaran bukan 24 jam pelajaran mengajar seperti yang menjadi rahasia umum bahwa upah mengajar yang di bayar 24 jam pelajaran mengajar dan kewajiban yang harus dikerjakan kelipatan 24 jam pelajaran mengajar. Deskripsi itu sebagai berikut; upah jasa per jam pelajaran dihargai Rp. 50.000,- dikalikan jumlah jam pelajaran mengajar, katakanlah Rp. 50.000,- x 24 jam pelajaran dan di dapat nomonal sebesar Rp. 1.200.000,- inikan upah untuk 24 jam pelajaran mengajar yang sebenarnya bisa dipenuhi oleh tenaga pendidik dalam waktu 5 s/d 6 hari kerja. Nyatanya sudah menjadi rahasia umum bahwa upah jasa itu menjadi hak untuk pertemuan sebulan.

Gambaran itu adalah sebagai berikut : hak tenaga pendidik diberi 24 jam pelajaran mengajar yang bisa dipenuhi dalam 5 s/d 6 hari jam kerja yang diberi upah jasa sebesar Rp. 1.200.000,- yang apabila diberi hak upah jasa per jam pelajaran sebesar Rp. 50.000,- tetapi upah ini “dipaksakan” untuk 3 sesi lagi hak pertemuan pengajaran. Seharusnya 3 sesi pertemuan itu bukan lagi hak dan kewajiban dari tenaga pendidik tersebut. Seharusnya pengelola sudah paham benar akan hitungan-hitungan seperti ini.

Jadi apabila ingin menuntut hak tenaga pengajar memenuhi hak-hak mengajarnya harus dipahami bahwa jika tenaga pendidik diberi tanggung jawab mengajar 24 jam pelajaran mengajar hal ini pasti bisa dipenuhi dalam 5 s/d 6 hari kerja. Tetapi kalau ingin menuntut hak mengajarnya selama sebulan maka 24 jam pelajaran mengajar dikelipatanempatkan (24 jam pelajaran x 4 menjadi 96 jam pelajaran sebulan dan apabila diberi hak upah jasa sebesar Rp. 50.000,- seharusnya dikelipatempatkan juga dengan

Harus dapat dipahami oleh semua pihak tanggung jawab kita bersama dalam mensukseskan penerapan kurikulum 2013 harus dipenuhi dengan penilaian sikap dan kemampuan intelektual kita. Intinya kita harus mengembangkan salah satu sikap dari amanat kurikulum 2013 dengan sikap jujur.

Gambaran ini Saya ketengahkan bukan sebagai “pengganggu” kebiasaan yang sudah berlaku, tapi cobalah kita bersama-sama memahami dan menerima apa-apa kebijakan yang jauh-jauh hari sudah dikonsep baik dalam kurikulum 2013 ini. Jangan memberi upah jasa hitungan per jam pelajaran mengajar didefenisikan yang secara samar-samar. Kalau lah “dibandrol” upah jasa mengajar sebesar Rp. 50.000,- itu dijelaskan sebagai untuk kelipan mengajar dari jam pelajaran mengajar. Sikap jujur dan terbuka merupakan bagian amanat penilaian dari arahan kurikulum 2013 ini; dan paling sangat urgent adalah distribusi gaji harus tanggal 1 serta tidak ada penjelasan apabila diminta konfirmasi gaji dengan jawaban “tunggu di kabari”. Semoga kita semua menjadi pelaku-pelaku profesional dalam mensukseskan kurikulum 2013 ini. Semoga.

Menejemen Berbasis Deposit Pasti

(16)

harus mengandalkan sistem menejemen dalam masuk dan keluarnya dana-dana yang terkontrol secara baik serta mensejahterakan.

Konsep ini dapat teralisasi apabila Sekolah menerapkan beberapa kebijakan-kebijakan sebagai berikut yang terdiri atas :

1. Dana jaminan pendidikan yang diatur dari 50% pembayaran dana pendidikan untuk tiga tahun pendidikan;

2. Dana Pendidikan rutin yaitu dana pendidikan yang dibayarkan secara rutin setiap bulannya selama peserta didik mengikuti pendidikan;

3. Dana Sarana Prasarana – merupakan dana yang harus dibayarkan oleh Orang Tua/Wali untuk menunjang kelancaran proses belajar anak-anak nya yang menjadi peserta didik di SMA TRITECH MEDAN;

4. Dana Bhakti Siswa yaitu dana yang dibayarkan untuk kegitan-kegiatan yang dilakukan dari SMA TRITECH MEDAN untuk SMA TRITECH MEDAN dan Peserta Didik sendiri.

Catatan :

Konsekuensi dari tidak mematuhi kesepakatan ini, maka siap peserta didik harus siap mengundurkan diri ataupun dikeluarkan dari SMA TRITECH MEDAN.

VII. Agenda Pendidikan SMA TRITECH MEDAN

1. Kunjungan rutin ke perpustakaan USU, Digital UNIMED dan Perpustakaan Daerah;

2. Kunjungan Periodik ke dunia usaha dan industri seperti : PT DIRGANTARA INDONESIA BANDUNG, PT PINDAD BANDUNG, PT COCA COLA AMATIL, PT SOSTRO, PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR, tbk, Museum Siantar, PT Inalum, Kebun Binatang Siantar, dll dalam wadah Studi Wisata;

3. Kuliah Umum Rutin dengan pembicara : akademisi, birokrat, teknokrat, enterpreneur, diploma dan lain-lain

VIII. Fasilitas di SMA TRITECH MEDAN

1. Gedung permanen milik sendiri; 2. Hampir semua ruangan ber AC;

3. Kurikulum up to date sesuai dengan DU/DI (Kurikulum 2013); 4. Prakerin dalam dan luar negeri;

5. Hotspot/Wifi Area;

6. Bus Sekolah dan Mobil Unit Produksi;

7. Ruang Praktek Komputer, Sain, Sosial dan Budaya;

8. Sarana olah raga (Futsal, Basket, Tenis Meja dan Anggar); 9. Sarana Ekstrakulikurer;

10. Absensi Siswa secara Digital (Finger Print) 11. Per Kelas 24 Peserta Didik;

12. Sistem Pemeriksaan Ujian Secara Langsung (DMR Correction); 13. Lab Bahasa;

14. Lab Kimia; 15. Lab Fisika; 16. Studio Musik; 17. Koperasi Tritech;

18. Tradisional Music Studio; 19. Test Toefl;

20. Inosat Corner;

21. Taman Digital Telkomsel; 22. CCTV Online;

(17)

IX. Trayek MPU Lintas di SMA TRITECH MEDAN

1. KPUM 62 : RS. Adam Malik – Sei Serayu – UNIMED; 2. KPUM 131 : Pancur Batu – Sei Serayu – Belawan; 3. KPUM 46 : Tj. Anom – Sei Serayu;

Referensi

Dokumen terkait

dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia, sehingga dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari-hari siswa, baik sebagai individu, anggota masyarakat

Pembelajaran sejarah yang menarik dan menjadikan siswa mampu menarik makna dari suatu sejarah untuk kehidupan masa kini perlu dikembangkan di satu sisi, akan tetapi di sisi lain

Namun, bagi Chayka, (2015), perbezaan antara persahabatan dalam talian pada masa kini dilihat ambiguous kerana golongan muda menjadikan teknologi sebagai perantara dalam

Upaya untuk menumbuhkembangkan kehidupan sosial budaya yang yang sehat sesuai dengan jati diri dan nilai-nilai budaya bangsa, ditengah masyarakat yang berhadapan

Pengembangan kurikulum adalah suatu proses panjang yang dimulai dari evaluasi terhadap apa yang diinginkan oleh suatu bangsa mengenai kualitas hidup masa depan

Kurikulum dikembangkan dengan landasan filosofis, yuridis, dan sosiologis yang sangat baik untuk mempersiapkan SDM bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Kurikulum yang

Hasil dan Pembahasan Fungsi dan Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum 2010, Fungsi pendidikan Budaya dan Karakter

PEMBANGUNAN KARAKTER PEMERINTAHAN “Nilai-nilai yang Terkandung dalam Budaya Tabe’ dan Siri’ sebagai Faktor yang Membangun Karakter Bangsa” Pengantar Kearifan Lokal merupakan