• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Ekonomi sektor Tertutup (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengertian Ekonomi sektor Tertutup (1)"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Pengertian Ekonomi Tertutup

Sistem ekonomi tertutup merupakan sistem yang menutup semua akses kegiatan ekonomi suatu negara dengan negara lain. Ia menutup diri dan mengandalkan produksi barang dan jasa dalam negeri. Seluruh produk barang dan jasa yang dihasilkan hanya dijual di dalam negeri. Dalam sistem ekonomi tertutup ini, kegiatan warga negara baik individu atau perusahaan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Mereka bertindak sebagai produsen sekaligus merupakan konsumen, sehingga pertukaran produk barang dan jasa baru tidak akan terjadi. Karena itu kelangkaan atas barang atau jasa pun bisa saja terjadi. (Baca juga : Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya Alam)

Karena kegiatan ekonomi yang serba menutup diri, mereka tidak mengenal dunia luar negeri. Hubungan lintas negara pun tidak akan terjalin sehingga menyebabkan tidak adanya kegiatan ekspor, impor maupun hubungan politik luar negeri. Sehingga tidak terjadi arus modal. Negara tersebut juga mudah tertinggal oleh negara lain dalam hal perkembangan dan kemajuan. Meski demikian, terdapat beberapa keuntungan atas sistem ekonomi tertutup ini, yaitu :

1. Perekonomian negara tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi global.

2. Tahan terhadap krisis moneter karena tidak tergantung pada sistem pasar bebas.

3. Menjadi negara dengan sistem perekonomian yang mandiri

Terkait keuntungan pada poin ketiga, negara yang menganut sistem ekonomi tertutup harus mampu membuat kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya tanpa dunia luar (negara lain). Karena bagaimana pun, faktor geografis dan alam bisa jadi alasan mengapa suatu negara melakukan ekspor. Yaitu untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya yang tidak tercukupi oleh produsen dalam negeri. Maka pemerintah dituntut untuk mampu menjadikan negaranya kokoh dan mandiri sebagai negara penganut sistem ekonomi tertutup.

Perbedaan Ekonomi Terbuka dan Tertutup

Dari penjelasan di atas, jelas terdapat perbedaan antara sistem ekonomi terbuka dan tertutup, yaitu terletak pada :

1. Kebijakan ekonomi. Kebijakan yang diambil suatu negara terkait dengan ekonomi dan perdagangan internasional merupakan perbedaan mendasar antara ekonomi terbuka dengan ekonomi tertutup. Ekonomi terbuka memberikan kesempatan pada individu atau pun perusahaan-perusahaan untuk berkembang dan memperluas jaringan serta pasar. Sedang ekonomi tertutup mencegah hal terjadinya tersebut.

(2)

terbuka memberikan kesempatan bagi individu dan perusahaan untuk membeli saham (investasi) sebuah perusahaan yang berada di luar negeri. Di samping itu ia juga bisa membeli mata uang asing yang dapat digunakan untuk berwisata di berbagai negara. Namun dalam sistem ekonomi tertutup, individu dan perusahaan tidak diperbolehkan menggunakan uangnya untuk berinvestasi di luar perbatasan negaranya. (Baca juga : Prinsip Ekonomi Syariah Islam)

Negara yang menerapkan sistem ekonomi tertutup cenderung mengisolasi diri dan memiliki kemandirian ekonomi. Saat ini, hampir semua negara di dunia melakukan sistem ekonomi terbuka. Hanya sedikit negara yang memberlakukan sistem ekonomi tertutup, di antaranya adalah Zimbabwe, Myanmar dan Korea Utara.

Pengertian Perekonomian Tertutup

Sederhana

Perekonomian tertutup yaitu arus perekonomian yang tidak melibatkan luar negeri sehingga tidak mengenal ekspor dan impor. Sedangkan perekonomian sederhana yaitu tidak mengenal keterlibatan pemerintah dalam kegiatan perekonomian. Kesimpulannya, perekonomian tertutup sederhana yaitu sistem perekonomian yang hanya melibatkan dua pelaku, yaitu rumah tangga dan perusahaan.

A. Konsumsi dan Tabungan

(3)

Ada dua macam hal yang akan digunakan yaitu:

a. Pembelian barang dan jasa atau bisa juga disebut sebagai melakukan kegiatan konsumsi. Konsumsi dalam Bahasa Inggris Consumption sehingga dilambangkan dengan huruf C. b. Menabung. Dalam bahasa Inggris disebut sebagai Saving, sehingga dilambangkan dengan huruf S.

Apabila digambarkan dalam bentuk rumus, maka kita akan bisa mendapatkan:

Y = C + S Artinya=

– Y = Yield ( Pendapatan Nasional)

– C = Consumption (Konsumsi) barang dan jasa di masa yang akan datang.

Kemudian, adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan nasional untuk

dialokasikan sebagai tabungan, yaitu:

– Banyaknya pendapatan yang didapat oleh rumah tangga setelah dikurangi pengeluaran untuk dikonsumsi.

– Tingkat bunga. Kenaikan tingkat bunga akan meningkatkan kecenderungan untuk menabung

dan berinvestasi.

– Keinginan untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak terduga di masa depan.

B. Konsumsi dan Investasi

Apabila tabungan berjumlah cukup besar, maka akan digunakan untuk kegiatan menghasilkan kembali barang dan jasa yang diperlukan konsumen. Dengan kata lain, tabungan akan digunakan untuk melakukan investasi (I). Bila digambarkan dalam bentuk rumus, maka akan didapatkan rumus sebagai berikut:

Y = C + S

Y = C + l sehingga I = S

(4)

– Tingkat bunga. Kenaikan tingkat bunga akan mengurangi keinginan untuk berinvestasi, dan sebaliknya.

– Jumlah Permintaan. Semakin besar tingkat permintaan konsumen terhadap barang dan jasa, keinginan untuk melakukan investasi juga semakin besar. – Perkembangan Teknologi. Kemajuan teknologi juga akan meningkatkan keinginan untuk berinvestasi, karena teknologi yang maju akan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan jumlah keuntungan.

Itulah pembahasan mengenai faktor pengaruh komponen pendapatan nasional. Ada dua faktor utama yang mempengaruhi yaitu KONSUMSI DAN TABUNGAN serta KONSUMSI DAN INVESTASI. Untuk bisa mempertahankan pendapatan nasional sebuah Negara supaya jumlahnya stabil, sebuah Negara harus bisa membuat rencana perhitungan mengenai tingkat konsumsi.

Referensi

Dokumen terkait

,salah satunya adalah Kejaksaan yang merupakan lembaga negara yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004, yang menjalankan tugas dan wakil pemerintahan dalam menegakkan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu melihat pengaruh budaya organisasi dan pelatihan terhadap kinerja pada PT Bangtelindo cabang Bandung, maka

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola sebaran panas di Kolam Pelabuhan Tambak Lorok Semarang menuju ke arah timur pada bulan Agustus 2012, kemudian

Harga Satuan yang disampaikan Penyedia Jasa tidak dapat diubah kecuali terdapat Penyesuaian Harga (Eskalasi/Deskalasi) sesuai ketentuan dalam Instruksi Kepada Peserta Lelang 3

Di Indonesia, tingkat Inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk

Dalam pengaturan latihan dengan metode drill terhadap keterampilan yang jamak seperti halnya pada keterampilan bulutangkis, “terdapat dua cara yang lajim dilakukan yaitu

No NSPP Nama Pondok Pesantren Alamat Telepon Kecamatan...

Jika di lokasi manhole yang terdapat rencana titik penyambungan kabel, maka pada saat penarikan kabel perlu di siapkan slack atau spare kabel sepanjang 10 (sepuluh) meter atau