• Tidak ada hasil yang ditemukan

Praktek Pengisian Dokumen Ekspor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Praktek Pengisian Dokumen Ekspor"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Praktek Pengisian Dokumen

Ekspor

(2)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

I

PENGERTIAN

Adalah Formulir isian tentang Pemberitahuan Ekspor Barang

yang wajib diisi secara obyektif, lengkap dan jelas oleh

seorang eksportir dan pihak-pihak terkait yang terdiri dari 33

items (sebagaimana uraian berikut)

1. Pengadaan formulir PEB dpt dilakukan oleh umum.

2. Bentuk & isi PEB berukuran A4 (210 x 297 mm) dg format & besarnya kolom yg sama.

3. PEB dibuat dlm rangkap 3 (tiga) dg ketentuan sbb :

(3)

II. PEDOMAN PENGISIAN PEB

1) Setiap PEB hanya diperuntukkan bagi 1

pengirim & 1 penerima;

2) Setiap PEB dpt berisi lebih dari 1 jenis barang

ekspor;

3) Dlm hal PEB hanya berisi 1 jenis barang

ekspor atau hanya terdiri dari 1 pos tarif, maka

eksportir hanya mengisi PEB lembar I.

4) Dlm hal PEB berisi lebih dari 1 jenis barang

ekspor atau lebih dari 1 pos tarif, maka

eksportir wajib meng-isi Lembar Lanjutan di

samping mengisi lembar I.

5) Tatacara pengisian data uang dg angka

adalah sbb: untuk memisahkan angka ribuan

diberi tanda titik; & angka desimal diberi tanda

koma & 2 (dua) digit di belakang koma.

(4)

III.

Pengisian kolom-kolom PEB adalah sebagai berikut :

A.

JENIS PEB :

Ada dua jenis PEB yaitu PEB biasa & PEB berkala.

Isilah angka 1 pada kotak yg tersedia untuk PEB biasa atau

angka 2 pada kotak yg tersedia untuk PEB berkala.

Contoh :

-

Dlm hal PEB biasa

Jenis PEB :

1

1.

Biasa

2. Berkala

-

Dlm hal PEB berkala

(5)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

B. JENIS BARANG EKSPOR :

Barang ekspor dibagi menjadi 4 jenis yaitu :

Barang ekspor umum, barang ekspor terkena pajak ekspor, barang ekspor yg mendapat fasilitas ekspor/Bapeksta Keuangan & barang ekspor lainnya.

Isilah pada kolom yg tersedia,:

angka 1 untuk barang ekspor umum,

angka 2 untuk barang ekspor terkena pajak ekspor,

angka 3 untuk barang ekspor yg mendapat fasilitas

ekspor/Bapeksta Keuangan

(6)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Jika barang ekspornya termasuk jenis barang ekspor lainnya, maka di samping mengisi angka 4 pada kolom yg tersedia, juga harus diisi kotak di sampingnya dg huruf :

a. untuk barang kiriman, b. untuk barang pindahan, c. untuk barang diplomatik,

d. untuk barang keperluan misi keagamaan, kemanusiaan, olah raga, kesenian, kebudayaan & pendidikan,

e. untuk barang asal impor untuk diekspor kembali,

f. untuk barang yg dikirim ke luar negeri yg akan dimasukkan kembali ke Daerah Pabean,

g. untuk barang cendera mata, h. untuk barang contoh,

i. untuk barang keperluan penelitian &

(7)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Jika barang ekspornya termasuk jenis barang ekspor yg mendapat fasilitas

ekspor/Bapeksta Keuangan & juga terkena pajak ekspor, maka jenis barangnya dianggap sebagai jenis barang ekspor yg mendapat fasilitas ekspor/Bapeksta Keuangan, sehingga angka 3 yg diisi pd kotak yg tersedia.

Contoh :

- untuk jenis barang ekspor umum Jenis barang ekspor : 1

- untuk jenis barang ekspor yg terkena pajak ekspor Jenis barang ekspor : 2

- untuk jenis barang ekspor yg mendapat fasilitas ekspor/Bapeksta Keuangan Jenis barang ekspor : 3

- untuk jenis barang ekspor lainnya yaitu barang pindahan Jenis barang ekspor : 4 ---> b

- untuk jenis barang ekspor yg mendapat fasilitas ekspor/Bapeksta Keuangan dan juga terkena pajak ekspor

(8)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

C. CARA PERDAGANGAN : Cara perdagangan dibedakan menjadi cara perdagangan biasa & cara perdagangan imbal dagang.

Isilah pd kotak yg tersedia, angka 1 untuk cara perdagangan biasa atau angka 2 untuk cara perdagangan imbal dagang , Contoh :

D. CARA PEMBAYARAN :

Isilah pada kotak yang tersedia,

angka 1 jika pembayaran dilakukan di muka,

angka 2 jika pembayaran dg Sight Letter of Credit, angka 3 jika pembayaran dilakukan dg Wesel Inkaso,

angka 4 jika pembayaran dilakukan dg Perhitungan Kemudian, angka 5 jika pembayaran dilakukan dg Konsinyasi,

angka 6 jika pembayaran dilakukan dg Usance Letter of Credit, angka 7 jika pembayaran dilakukan dg Lainnya. Contoh :

Untuk cara perdagangan biasa Untuk cara perdagangan imbal dagang

1 1. Biasa 2. Imbal Dagang 2 1. Biasa 2. Imbal Dagang

(9)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

E. DATA PEMBERITAHUAN :

Pengisian kolom-kolom pd data pemberitahuan sangat tergantung kpd jenis barang ekspornya. Jadi tdk semua kolom wajib diisi. Tabel di bawah ini

menunjukkan kolom-kolom yg harus diisi, yg diisi apabila ada atau yg tdk perlu diisi.

No Barang Jenis

Ekspor Kolom Yg Harus Diisi Kolom Yg Diisi Apabila Ada

Kolom Yg Tidak Perlu

Diisi Keterangan 1 Umum 1 s.d. 4 5 s.d. 8 15 menggunakan PPJK (5 s.d.7) apabila

9 s.d. 12 13 ; 18 ; 21 ; 22 ; 26 30 (13) apabila ada transit 14 ; 16 ; 17 ; 19 ; 20 28 33 (28) jika lebih dari satu TP

(10)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

No Barang Jenis

Ekspor Kolom Yg Harus Diisi Kolom Yg Diisi Apabila Ada

Kolom Yang Tidak Perlu

Diisi Keterangan 1 Terkena PE 1 s.d. 4 5 s.d. 7 menggunakan PPJK (5 s.d.7) apabila

8 s.d. 12 13; 15 (13) apabila ada transit 14 ; 16 ; 17 18 (28) jika lebih dari satu TP

(11)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

No Barang Jenis

Ekspor Kolom Yg Harus Diisi Kolom Yg Diisi Apabila Ada

Kolom Yg Tidak Perlu

Diisi Keterangan 3 BapekstaFasilitas 1 s.d. 4 5 s.d. 7 menggunakan PPJK (5 s.d.7) apabila

(12)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

No Barang Jenis

Ekspor Kolom Yg Harus Diisi Kolom Yg Diisi Apabila Ada

Kolom Yg Tidak Perlu

Diisi Keterangan 4 Lainnya 1; 2; 4 3 15 menggunakan PPJK (5 s.d.7) apabila

9 s.d. 12 5 s.d. 8 30 (13) apabila ada transit 16; 17; 24; 25 13 33 (28) jika lebih dari satu TP

(13)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Cara pengisian kolom-kolom PEB : Cara pengisian kolom-kolom PEB :

Angka 1. Identitas Eksportir : NPWP/Paspor/KTP/Lainnya - Diberi tanda “X” (coret) bagi identitas yg tdk dipergunakan. - Diisi nomor identitas Eksportir.

Contoh : NPWP/Paspor/KTP/Lainnya 5.237.708.2-011

Angka 2. Nama, Alamat Eksportir : Diisi nama & alamat lengkap Eksportir. Angka 3. No. & Tgl. SIUP :

Diisi nomor & tgl Surat Izin Usaha Perdagangan ( SIUP ) atau Surat Izin yg dikeluarkan oleh Departemen Teknis /Lembaga Pemerintah Non Departemen dan tgl pengeluaran.

Angka 4 . Nama, Alamat Penerima / Pembeli : Diisi :

(14)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 5. Identitas PPJK : NPWP

- Diisi nomor NPWP Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK).

Angka 6. Nama, Alamat PPJK :

Diisi nama & alamat lengkap Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan.

Angka 7. No. & Tgl. Surat Izin PPJK :

Diisi kode kantor yg mengeluarkan Surat Izin Usaha Pengurusan Jasa Kepabeanan, nomor izin, & tgl pengeluaran izin pd kotak yg disediakan. Contoh :

Untuk mengisikan Surat Izin PPJK dg No.1001/KW.04/KI.03/1998 tgl 1 September 1998 yg dikeluarkan oleh KPBC Tanjung Priok III pd KWBC IV adalah sbb :

(15)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 8. Cara pengangkutan :

1. Laut; 2. Kereta Api; 3. Jalan Raya; 4. Udara; ...; 9. Lainnya. Isilah pd kotak yg tersedia,

angka 1 jika pengangkutan menggunakan Sarana Pengangkutan Laut,

angka 2 jika pengangkutan menggunakan Sarana Pengangkutan Kereta Api, angka 3 jika pengangkutan menggunakan Sarana Pengangkutan Jalan Raya, angka 4 jika pengangkutan menggunakan Sarana Pengangkutan Udara,

angka 5 jika pengangkutan menggunakan Pos,

angka 6 jika pengangkutan menggunakan Multimoda transportasi, angka 7 jika pengangkutan menggunakan Instalasi / Pipa,

angka 8 jika pengangkutan menggunakan Angkutan Sungai, Danau, & Penyeberangan atau

(16)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 9. Perkiraan Tgl. Ekspor :

• Diisi tanggal/bulan/tahun keberangkatan

sarana pengangkut.

(17)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 10. Nama Sarana Pengangkut / No. Voy/ Flight :

Diisi :

- nama sarana pengangkut.

- nomor Voy (Voyage) untuk angkutan laut, atau - nomor Flight untuk angkutan udara.

Angka 11. Pelabuhan Muat :

Diisi :

- nama pelabuhan dan negara muat,

- kode lokasi/Pelabuhan muat pd kotak yang disediakan sesuai Tabel kode lokasi/Pelabuhan.

Contoh : JUANDA IDSUB

Angka 12. Pelabuhan Bongkar :

Diisi :

- nama pelabuhan bongkar,

- kode lokasi/Pelabuhan bongkar sesuai Tabel kode lokasi/Pelabuhan pd kotak yg disediakan.

(18)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 13. Pelabuhan Transit DN :

Diisi :

- nama pelabuhan transit di Dalam Negeri,

- kode lokasi/Pelabuhan transit pada kotak yg disediakan sesuai Tabel kode lokasi/Pelabuhan.

Contoh : TANJUNG EMAS IDSRG

Angka 14. No. Invoice : Tgl. :

Diisi nomor & tgl Invoice.

Contoh : 229/000707 19/05/2013

Angka 15. No. LPSE : Tgl. :

Diisi nomor & tgl LPSE.

Contoh : 200/000101 20/05/2013

Angka 16. Propinsi Asal Barang :

Diisi nama propinsi & kode propinsi asal barang sesuai tabel kode propinsi pd kotak yg disediakan.

(19)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 17. Negara Tujuan :

Diisi nama & kode negara tujuan pd kotak yg disediakan sesuai tabel negara. contoh : Jepang JP Diisi nomor dan tanggal

Surat izin Ekspor;

Surat izin yg dikeluarkan KARANTINA;

SM/SPM untuk Sertifikat Mutu/Sertifikat Pengujian Mutu; atau

lainnya, misalnya ekspor barang kena cukai (BKC) diisi izin ekspor BKC (CK-8). Keterangan :

(20)

PETUNJUK PENGISIAN PEB Cost, Insurance and Freight CIF Carrier Paid To CPT Carrier and Insurance Paid To CIP Delivered At Frontier DAF Delivered Ex Ship DES Delivered Ex Quay (Duty Paid) DEQ Delivered Duty Unpaid DDU Delivered Duty Paid DDP

Angka 19. Cara Penyerahan Barang :

Diisi cara penyerahan barang sebagaimana tercantum dlm kontrak penjualan, dg menggunakan istilah INCOTERM (sebanyak 3 digit) dlm kotak yg disediakan.

(21)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 20. Valuta :

Diisi jenis valuta yg dipergunakan dlm nilai FOB dlm kotak yg disediakan. Contoh : Valuta United States Dollar

United States Dollar USD

Angka 21. Freight :

Diisi freight yg diperlukan untuk mengekspor barang ybs dlm valuta asing sebagaimana tercantum dlm angka 20.

Angka 22. Asuransi :

(22)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 23. FOB :

Diisi nilai total FOB dlm valas sebagaimana tercantum pd angka 20. Contoh : untuk US $ 25.000,- ——> US $ 25.000,00

Keterangan :

Dlm hal jenis barang ekspor lebih dari satu jenis & lebih dari satu pos tarif/pembebanan PE, maka total FOB atau rekapitulasi diisi di angka 23

lembar pertama sedang perinciannya diisi di angka 32 Lembar Lanjutan per jenis barang/pos tarif.

Angka 24. Merek dan Nomor Kemasan/No. Peti Kemas :

(23)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 25. Jumlah dan Jenis Pengemas :

Diisi dg jumlah & jenis kemasan atau jumlah & jenis pengemas

barang ekspor. Apabila

jenis kemasannya lebih dari satu, agar

dicantumkan

semua

jenis

kemasan ybs, misal: drum, bag, peti,

case.

Contoh : Case

CS

Angka 26. Berat kotor (kg) :

(24)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 27. Berat bersih (kg):

Diisi berat bersih (netto) dlm kilogram (kg) atas keseluruhan barang ekspor ybs.

Keterangan :

Dlm hal jenis barang ekspor lebih dari satu jenis & lebih dari satu pos

tarif/pembebanan PE, maka total berat bersih atau rekapitulasinya diisi di angka 27 lembar pertama sedang berat bersih tiap jenis barang atau pos

tarif/pembebanan PE dirinci di angka 29 Lembar Lanjutan.

Angka 28. No. :

Diisi sesuai dg nomor urut.

Keterangan :

(25)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 29.

- Pos Tarif /HS:

Diisi kode pos tarif (HS) barang ekspor sesuai dg klasifikasi barang

ybs.

- Uraian Jenis barang secara lengkap :

Diisi secara lengkap uraian barang ekspor menurut keadaan

sebenarnya sehingga memudahkan bagi Instansi yg berkepentingan

dlm mengklasifikasikannya ke dlm buku tarif guna keperluan

pendataan.

Keterangan :

Dlm hal barang ekspor lebih dari satu pos tarif dan/atau lebih dari

satu uraian jenis barang, maka angka 29 lembar pertama diisi

kata-kata “Lihat Lembar Lanjutan” kemudian pd angka 29 Lembar

(26)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 30.

- HPE barang pd tgl penerimaan :

Diisi Harga Patokan Ekspor per satuan barang ekspor berdasarkan Harga Patokan Ekspor yg secara berkala ditetapkan oleh Departeman Perindustrian &

Perdagangan yg berlaku pd saat tgl penerimaan dokumen PEB di Bank Devisa & Kantor. Apabila tidak ada Harga Patokannya, agar diisikan tanda “—”.

Keterangan :

Dlm hal Harga Patokan barang Ekspor berbeda untuk beberapa jenis barang ekspor, lembar pertama tdk diisi tetapi dirinci pd Lembar Lanjutan.

- PE ( % atau lainnya ) :

Diisi besarnya % ( prosentase ) atau US $, dg memperhatikan tarif Pajak Ekspor ( PE ) yg ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan pd saat PEB diajukan ke Bank Devisa atau Kantor Pabean.

Keterangan :

(27)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 31. Jumlah dan Jenis satuan

:

Diisi dg jumlah & jenis barang menurut satuan barang.

Diisi dg uraian & kode satuan barang ekspor ybs dg berpedoman

kpd dasar harga transaksi ekspor, sebagai misal per piece (pce), per

ton , per drum. Kode satuan barang terdapat pd Tabel satuan, yg

wajib diisikan pd kotak yg telah disediakan.

Keterangan :

Dlm hal lebih dari satu jenis satuan barang, maka diisi dilembar

pertama rekapitulasi jumlah & jenis satuan barang ybs, sedangkan

perinciannya diisi pd angka 31 Lembar Lanjutan.

(28)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 32. Nilai FOB :

Diisi Nilai FOB barang ekspor ybs sesuai dg faktur. - Per Satuan:

diisi nilai harga satuan barang ybs dg mempergunakan jenis satuan yg telah dicantumkan.

Contoh : US $ 10,- US $ 10,00 - Jumlah Nilai :

diisi jumlah nilai FOB untuk jenis barang sebagaimana tercantum pd angka 29 dg cara mengalikan :

jumlah satuan (angka 31) x nilai persatuan (angka 32).

Contoh : 2500 x US $ 10,- = US $ 25.000,- US $ 25.000,00

Keterangan :

(29)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

Angka 33. Nilai

PE

dalam Rupiah

:

Diisi jumlah Rupiah keseluruhan hasil perhitungan Pajak Ekspor (

PE ) ke dlm kotak.

Contoh : Jumlah PE = Rp. 1.000.000,-

Keterangan :

Dlm hal terdiri dari beberapa jenis barang yg terkena/dibayar PE

jumlah Rupiah hasil perhitungan PE, agar diisi pd halaman

rekapitulasi (Lembar pertama).

Jika barang ekspor tersebut tdk terkena PE, kotak ybs agar diisi dg

tanda “—”.

F. :

Diisi tempat, tgl, tandatangan serta nama jelas Pemberitahu dg

(30)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

G.

:

No. & Tgl Pendaftaran : (diisi oleh Bea dan Cukai

)

Diisi nomor & tgl pendaftaran pd kotak yg telah disediakan

sebanyak 6 (enam) digit.

Contoh

:

Nomor pendaftaran 000001 tgl 1 Juni 1998 ditulis :

000001

01/06/1998

Nama Kantor

:

Diisi nama Kantor tempat diajukannya Pemberitahuan &

diisikan

kode kantor sebanyak 6 digit (sesuai tabel kode kantor DJBC) pd

kotak yg telah disediakan.

(31)

PETUNJUK PENGISIAN PEB

H.

UNTUK PEJABAT BC

:

Diisi oleh pejabat

BC

I.

UNTUK Bea Cukai/Bank:

diberi tanda “X”

(coret) bagi yg tdk dipergunakan.

diisi nomor penerimaan yg diberikan oleh penerima pembayaran.

diisi nomor tanda bukti pembayaran.

(32)

PUNGUTAN EKSPOR

1. Dlm hal tarif Pungutan Ekspor ditetapkan secara advalorum (persentase harga barang), penentuan jumlah Pungutan Ekspor dihitung berdasarkan rumus:

Tarif Pungutan Ekspor x Jumlah Satuan barang x Harga Patokan Ekspor (HPE) x Nilai Kurs

Contoh: Ekspor komoditi X bulan Februari 2003 sejumlah 1.000 MT dg tarif Pungutan Ekspor sebesar 3%, HPE sebesar US $ 160,00/MT & kurs 1 US$ : Rp 8.800

= 3% x 1.000 MT x US $ 160,00 x Rp 8.800.000 = Rp 42.240.000

2. Dlm hal tarif Pungutan Ekspor ditetapkan secara spesifik/adnaturam (satuan barang), penentuan jumlah Pungutan Ekspor dihitung berdasarkan rumus:

Tarif Pungutan Ekspor dlm satuan mata uang tertentu x Jumlah Satuan barang x Nilai Kurs

Contoh: Ekspor komoditi Y bulan Mei 2003 sejumlah 1.000 M3 dg tarif Pungutan Ekspor sebesar US$ 5,00/M3, & kurs 1 US$ = Rp 8.600

(33)

PUNGUTAN EKSPOR

3. Tarif advalorem dlm HPE belum ditetapkan oleh Memperindag,

maka Pungutan Ekspor menggunakan rumus:

Tarif Pungutan Ekspor x Jumlah Nilai FOB yg tertera pada Invoice x Nilai Kurs

4. Pembayaran / penyetoran Pungutan Ekspor dpt dilakukan di 2

tempat, yaitu:

a) Bank Devisa, atau

b) Kantor Pelayanan Bea & Cukai

(34)

PUNGUTAN EKSPOR

Hal – hal yg perlu diperhatikan dlm menghitung Pungutan Ekspor:

1. Tarif PE yg digunakan untuk perhitugnan PE adalah tarif PE yg

berlaku pd saat PEB didaftarkan pd KPBC

2. Harga Patokan Ekspor (HPE) yg digunakan untuk perhitungan

PE adalah HPE yg berlaku pd saat PEB didaftarkan pd KPBC

3. Nilai Kurs yg digunakan untuk menghitung PE adalah nilai kurs

yg berlaku pd saat dilakukan pembayaran PE

4. Dlm hal tdk ada HPE penentuan jumlah PE dihitung berdasarkan

harga FOB yg tercantum dlm PEB dg rumus :

Tarif PE x Jumlah satuan barang x harga FOB x kurs

Contoh : Ekspor komoditi Z bulan Februari 2003 sejumlah 1.000 MT dg tarif pungutan ekspor 3%, harga FOB sebesar US$200,00/MT & kurs 1 US$ = Rp 8.800 maka PE terutang :

(35)

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah kunjungan baru untuk setiap jenis pelayanan rawat jalan diisi dengan penjumlahan angka kunjungan baru dari pelayanan rawat jalan tersebut (spesialisasi

Nomor (8) : Diisi dengan jenis dan masa/tahun ketetapan atau pemotongan/pemungutan pajak seperti Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa

bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas Majelis berkesimpulan Pemohon Banding mengimpor Nut, Bolt, Screw, Washer (69 jenis barang sesuai lembar lanjutan PIB) dan

Rekapitulasi ini tidak memuat jenis-jenis barang, tetapi hanya memuat per Golongan dari 01 s/ d 06 (Tanah s/ d Konstruksi dalam Pengerjaan) dan bidang barang dari bidang 01

KIB Gedung dan Bangunan ini terdiri dari 17 kolom yang cara pengisiannya adalah sebagai berikut : Kolom 1 : Diisi nomor urut Kolom 2 : Jenis Barang / nama Barang Pada kolom 2

KIB ini terdiri dari 17 kolom yang cara pengisiannya adalah sebagai berikut : Kolom 1 : Diisi nomor urut Kolom 2 : Jenis Barang Pada kolom 2 tuliskan jenis Jalan, Irigasi Dan Jaringan

 Kolom No di ganti Kolom SPT  Kolom SPT diisi nomor SPT yang sesuai dengan Legenda Peta 35, 59, 60,69  Peta 3.4 Peta Jenis Tanah, Tabel satuan tanah pada isi peta:  Pada

Nama barang ini menjadi salah satu elemen data utama untuk menelusuri keterkaitan dalam setiap proses mutasi barang 3 Satuan barang Satuan barang untuk setiap jenis barang yang