• Tidak ada hasil yang ditemukan

Praktek Pengisian Dokumen Impor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Praktek Pengisian Dokumen Impor"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

Praktek Pengisian Dokumen Impor

(2)

1.

Formulir /dokumen utama impor

(3)
(4)

5.

Berbagai dokumen impor

(hampir sama dengan dokumen ekspor) :

a.

Surat penawaran harga dari eksportir luar negeri

b.

Kontrak jual beli impor

(Sale’s Contract Import)

c.

L/C Import

d.

Quality Sertificate

e.

Manufacture’s Certificate

f.

Inspection Certificate

g.

B/L dan atau AWB

h.

Consular Invoice

i.

Instruction Manual

j.

Insurace Policy

k.

Claim Constatering Bewijs ( CCB)

l.

PIB,

(5)
(6)

FORMULIR UTAMA IMPOR

• Dlm pelaksanaan impor dpt dilakukan dg L/C

maupun non L/C. Persiapan formulir yg

diperlukan utk importir, a.l.:

1. Formulir aplikasi pembukaan L/C dlm hal

impor dg L/C

2. Formulir perubahan L/C (bila diperlukan)

3. Pemberitahuan Impor Barang (PIB) atau

PIBT dlm hal barang tertentu

4. Formulir SSBC untuk pelunasan bea masuk

& cukai

(7)

L/C

Import Opening

• Adalah formulir permintaan pembukaan L/C impor,

minimal memuat tentang:

1. Bank terkait (issuing / opening, confirming /

negosiating bank)

2. Nomor Registrasi bank

3. Nomor L/C

(8)

6. Cara membuka

7. Tgl kedaluarsa L/C

8. Nama & alamat

supplier

9. Nomor

contract order

10. Uraian / spesifikasi barang

11. Dikapalkan dari

12. Cara pengiriman (

partshipment

/

transhipment

)

13. Negara asal barang

14. Syarat khusus

(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)

I. PENGERTIAN

• Pemberitahuan Impor Barang (PIB) adalah pemberitahuan oleh

pemberitahu (importir / orang / badan lain yg ditunjuk) atas barang

yg akan diimpor berdasarkan dokumen pelengkap Pabean sesuai

prinsip self asessment.

• Bentuk dan isi PIB berukuran A4 (201 x 297 mm).

• Pengadaan formulir PIB dpt dilakukan oleh umum.

• PIB dibuat dlm rangkap 3 (tiga) dgn ketentuan sebagai berikut :

– lembar asli untuk Pengeluaran Barang; – lembar kedua untuk BPS Jakarta;

– lembar ketiga untuk Bank Indonesia bagian Pengolahan Data dan Informasi Ekonomi dan Moneter.

Dlm hal diperlukan, pemberitahu dapat membuat lembar copy

tambahan sesuai kebutuhan. Lembar tambahan merupakan copy

lembar asli dg tanda tangan asli.

(15)

II. PEDOMAN PENGISIAN PIB

Setiap Pemberitahuan hanya diperuntukkan bagi satu Pengirim dan

satu Penerima;

Setiap Pemberitahuan dpt berisi lebih dari satu Jenis Barang;

Dlm hal ruang untuk data barang tdk mencukupi, dpt dibukukan

lembar lanjutan yg hanya berisi data angka 31, 32, 33, 34, 35 dan 36

dgn diberikan tanda tangan, nama jelas dan cap perusahaan pada

setiap lembar halaman lanjutan.

Tata cara pengisian dgn angka

:

untuk memisahkan angka ribuan diberi tanda titik;

untuk memisahkan angka pecahan desimal diberi tanda koma

dan 2 (dua) - 4 (empat) digit dibelakang koma.

Contoh : USD 25.000,00

USD 10,1234

(16)

PETUNJUK PENGISIAN PIB

III. PENGISIAN KOLOM-KOLOM PIB

A.

Jenis PIB : Pilih di antara 1.

Biasa, 2. Berkala, atau 3.

Penyelesaian. Pada kotak ditulis angkat sesuai

transaksinya

B. JENIS IMPOR

Diisi pada kotak yg tersedia, dengan pilih salah satu angka :

1.

Untuk Dipakai

2. Sementara 3. Reimpar 5. Pelayanan Segera, 6.

Vooruislag

(17)

PETUNJUK PENGISIAN PIB

D. DATA PEMBERITAHUAN

DIISI OLEH PEMBERITAHU : (angka 1 s/d 42)

PEMASOK :

Angka 1. Nama, Alamat, Negara Pemasok : Diisi : nama, alamat lengkap dan Negara Pemasok,

kode negara pemasok sesuai tabel pd kotak yg disediakan Importir :

Angka 2. Identitas Importir : NPWP/Paspor/KTP/Lain-lain

Diberi tanda "X" (coret) bagi identitas yg tdk dipergunakan. Diisi nomor identitas Importir.

Angka 3. Nama dan Alamat Importir. Diisi nama dan alamat lengkap Importir.

Angka 4. Status :

Diisi status Importir seperti yg tercantum di bawah ini :

IU untuk Importir Umum; IP untuk Importir Produsen; IT untuk Importir Terdaftar; AT untuk Agen Tunggal; BULOG; PERTAMINA; DAHANA; atau

(18)

PETUNJUK PENGISIAN PIB

Angka 5. API :

Diberi tanda "X" (coret) bagi Identitas yg tdk dipergunakan (dlm hal dipergunakan API, APIT dicoret, dipergunakan APIT, API dicoret).

Diisi nomor Angka Pengenal Impor. Dlm hal Importir tdk mempunyai Angka Pengenal Impor, kolom tdk perlu diisi

PPJK :

Angka 6. NPWP : tulis nomor NPWP-nya (Jika menggunakan PPJK), jika tidak dikosongi.

Angka 7. Nama, Alamat PPJK : Diisi nama dan alamat lengkap PPJK.

Angka 8. No & Tgl.Surat Izin PPJK :

Diisi kode kantor yg mengeluarkan Surat Izin, nomor Surat Ijin

(19)

PETUNJUK PENGISIAN PIB

Angka 9. Cara pengangkutan : 1. Laut; 2. Kereta Api; 3.Jalan Raya ; 4. Udara;……..; 9. Lainya.

Diisikan kode cara pengangkutan pd kotak yg disediakan untuk, pilih

yg tepat :

1 Sarana Pengangkutan Laut;

2 Sarana Pengangkutan Kereta Api;

3 Sarana Pengangkutan Jalan Raya;

4 Sarana pengangkutan Udara;

5 Pos;

6 Multimoda transportasi;

7 Instalasi / Pipa;

(20)

PETUNJUK PENGISIAN PIB

Angka 10. Nama Sarana Pengangkut & No. Voy/Flight dan bendera :

Angka 11: Perkiraan Tgl. Tiba : Diisi tanggal /bulan/tahun keberangkatan sarana pengangkut tiba.

Contoh : 24 Maret 2012ditulis : 24/03/12

Angka 12. Pelabuhan Muat :

Diisi : nama pelabuhan negara muat barang, kode lokasi/Pelabuhan muat pd kotak yg disediakan sesuai Tabel kode lokasi/pelabuhan.

Contoh : OSAKA, JAPAN JPOSA

Angka 13. Pelabuhan transit : jika ada

Angka 14. Pel. Bongkar Diisi : nama pelabuhan bongkar, kode lokasi/Pela-buhan bongkar sesuai Tabel kode lokasi/Pelabuhan pd kotak yg disediakan.

Contoh : Tanjung Emas IDSRG

(21)

PETUNJUK PENGISIAN PIB

Angka 16. No. LC : ……… Tgl. : 10/02/2012

Diisi nomor dan tanggal LC

Angka 17. No. BL/AWB : ………. Tgl. : __ /__/__

Diisi nomor dan tgl Bill of Lading atau Airway Bill. Dlm hal ada

master Airway Bill, maka diisi nomor dan tgl Master serta nomor dan

tgl House Airway Bill.

Angka 18.

BC1.1 : Pos Tarif : Sub Pos :

Tgl

:

Angka 19.

Pemenuhan Persyaratan/Fasilitas Impor: diisi

fasilitas impor yang diperoleh, misal :

- KITE/Kemudahan Impor Tujuan Ekspor

:

- Skep Fasilitas Kemudahan Ekspor

:

(22)

PETUNJUK PENGISIAN PIB

Angka 20. Tempat Penimbunan : Diisi nama tempat penimbunan sementara.

Angka 21. Valuta :

Diisi : jenis valuta yg dipergunakan dlm transaksi,

Kode valuta sesuai tabel kode jenis mata uang.

Contoh : United States Dollar USD Bila dlm invoice terdapat dua atau lebih jenis valuta, angka 21 diisi salah satu jenis valuta yg menggambarkan seluruh nilai transaksi, yaitu dg cara mengkonversikan mata uang tsb ke jenis mata uang yg dipilih, berdasarkan kurs yg berlaku.

Angka 22. NDPBM :

Diisi Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk (kurs) yg ditetapkan oleh Menteri

Keuangan. Apabila valuta tsb tdk terdapat dlm keputusan Menteri Keuangan, dikonversikan dg kurs harian yg berlaku pd saat PIB ditandasahkan.

Angka 23. Penyerahan Barang :

(23)

PETUNJUK PENGISIAN PIB

Angka 24. Freight :

Diisi biaya angkut (freight) atas barang ybs

Angka 25. Asuransi : DN / LN

Diisi nilai asuransi sebagaimana tercantum dlm polis asuransi, dan berikan

keterangan dibelakang nilai asuransi tsb dg (LN) dlm hal asuransi ditutup di luar negeri dan (DN) dlm hal asuransi ditutup di dlm negeri Angka

26. Nilai CIF :

Diisi nilai Pabean dalam valuta asing

Contoh : USD 27,500.- ---> USD 27.500,00 Rp.

Diisi nilai Pabean dlm rupiah penuh (Nilai CIF dalam valuta asing sebagaimana tercantum pd angka 22 dan dibulatkan dg cara pembulatan ke bawah, bagian dari rupiah dlm jumlah berapapun dibulatkan menjadi rupiah penuh)

(24)

PETUNJUK PENGISIAN PIB

Angka 27. Merek dan Nomor Kemasan/No Peti Kemas :

Diisi merek dan nomor kemasan/no peti kemas yg tercantum pd koli/pengemas ybs. Dlm hal barang diangkut dg peti kemas, butir ini diisi merek yg tercantum pada koli atau pengemas barang atau merek yg tercantum pd peti kemas, serta Nomor Peti Kemas.

Angka 28. Jumlah dan Jenis Pengemas :

Diisi dg jumlah dan jenis kemasan atau jumlah dan jenis pengemas barang impor. Apabila jenis kemasannya lebih dari satu, agar dicantumkan semua jenis kemasan ybs,

misal: drum, bag, peti,case. Contoh : Case CS

Angka 29. Berat kotor (kg) :

Diisi berat kotor (bruto) dlm kilogram (kg) atas keseluruhan barang impor ybs. Angka 30. Berat bersih (kg) :

(25)

ANGKA 31 S.D. 36 ADALAH PENGISIAN UNTUK SETIAP JENIS

BARANG

Angka 31. No. : Diisi no. urut. dari barang impor ybs

Angka 32. Pos Tarif/HS; Uraian Jenis dan Jumlah

Barang Lengkap;

Referensi Tarif/Harga :

-

Pos Tarif /HS : Diisi kode pos tarif (HS) barang ybs sesuai dg klasifikasi barang ybs. - Uraian Jenis dan Jumlah barang secara lengkap :

Diisi secara lengkap uraian barang impor ybs menurut keadaan sebenarnya sehingga

memudahkan Instansi yg berkepentingan dlm mengklasifikasikannya ke dlm buku tarif guna keperluan pendataan.

- Referensi Tarif/Harga :

Dlm hal ada, diisi Refferensi Tariff dan/atau data Harga yg diterbitkan Kantor Pusat DJBC.

(26)

Angka 33. Negara Asal : Diisi negara asal masing-masing jenis barang tsb.

Angka 34. Tarif dan Fasilitas :

Diisi besarnya tarif (pembebasan) bagi setiap pungutan dan dlm hal ada fasilitas, diisikan jenis pungutan dan besarnya fasilitas yg didapat.

- BM :

Diisi tarif/pembebanan Bea Masuk dlm % sesuai BTBMI yg berlaku. Contoh : BM : 40%

- Cukai :

Diisi tarif/pembebanan CUKAI sesuai ketentuan yg berlaku. Dlm hal tdk ada pungutan CUKAI, ruang ini tdk perlu diisi.

- PPN : Diisi tarif/pembebanan PPN sesuai ketentuan yg berlaku.

- PPnBM : Diisi tarif/pembebanan PPnBM sesuai ketentuan yg berlaku. Dlm hal tdk ada pungutan PPnBM, ruang ini tdk perlu diisi.

- PPh :

-Diisi tarif/pembebanan PPh pasal 22 sesuai ketentuan yg berlaku. Dlm hal BM mempunyai

tarif BM = 40% ; PPN = 10% ; PPh = 2,5% sedangkan Fasilitas BM = 25%, penulisannya adalah sbb :

Contoh : BM = 40% F BM = 25%

(27)

PETUNJUK PENGISIAN PIB

Angka 35. Jumlah dan Jenis Satuan :

Diisi jumlah & jenis satuan yg dipergunakan dlm nilai satuan barang sebagaimana tercantum pd angka 32. Contoh : Dlm invoice tercantum jumlah barang adalah 100 cases (=2500 Kg) sedangkan harga CIF nya adalah US $ 10,-/Kg.

Untuk ini diisi ---> 2.500 Kg

Angka 36. Jumlah Nilai CIF :

- Per Satuan : Diisi nilai harga satuan barang ybs dg mempergunakan jenis satuan yg telah dicantumkan.

Contoh : US$ 10,- ---> 10,00 - Jumlah Nilai :

Diisi jumlah nilai CIF untuk jenis barang sebagaimana tercantum pd angka 32 dg cara

mengalikan : Jumlah satuan (angka 35) x nilai persatuan (angka 36).

(28)

ANGKA 37 S.D. 42 ADALAH PENGISIAN UNTUK PUNGUTAN DARI SEMUA BARANG YG DIURAIKAN PADA ANGKA 31 S.D. 36

Angka 37. BM :

Diisi nilai BM dlm rupiah penuh untuk : yg dibayar, dan/atau yg ditanggung

Pemerintah, dan/atau ditangguhkan/berkala, dan/atau dibebaskan. Pd masing-masing kolom yg disediakan

Contoh : Impor barang "X" :

nilai Pabean (butir 26) = Rp. 1.000.000,00 BM berdasarkan BTBMI (butir 34) = 40% Fas (butir 34) BM 25%

Maka butir 37 (BM) diisi :

BM pd kolom Bayar = Rp. 300.000,00

( 75% x 40% x Rp. 1.000.000,00)

(29)

Angka 38. CUKAI :

Diisi nilai Cukai dlm rupiah penuh untuk : yg dibayar, dan/atau yg ditanggung Pemerintah, dan/atau ditangguhkan/berkala, dan/atau dibebaskan.

Pada masing-masing kolom yg disediakan

Angka 39. PPN :

Diisi nilai PPN dlm rupiah penuh untuk : yg dibayar, dan/atau yg ditanggung Pemerintah, dan/atau ditangguhkan/berkala, dan/atau dibebaskan.

Pada masing-masing kolom yg disediakan

Angka 40. PPnBM :

Diisi nilai PPnBM dlm rupiah penuh untuk : yg dibayar, dan/atau yg ditanggung Pemerintah, dan/atau ditangguhkan/berkala, dan/atau dibebaskan.

Pada masing-masing kolom yg disediakan

Angka 42. PPh :

Diisi nilai PPh pasal 22 dlm rupiah penuh untuk : yg dibayar, dan/atau yg ditanggung Pemerintah, dan/atau ditangguhkan/berkala, dan/atau dibebaskan.

(30)

Angka 43. Total :

Diisi nilai Total dlm rupiah penuh untuk masing-masing : yg dibayar, dan/atau yg ditanggung Pemerintah, dan/atau ditangguhkan/berkala, dan/atau dibebaskan.

Pd masing-masing kolom yg disediakan

D. : Diisi tempat, tgl, tanda tangan serta nama jelas Pemberitahu dg huruf cetak berikut cap perusahaan setelah pengisian dokumen tsb dilakukan secara lengkap dan benar.

E. : DIISI OLEH BEA DAN CUKAI

No. dan Tgl. Penerimaan : (diisi oleh Bea dan Cukai)

Diisi nomor dan tgl penerimaan pd kotak yg telah disediakan

(31)

No. dan Tgl Pendaftaran : (diisi oleh Bea dan Cukai) Diisi nomor dan tgl pendaftaran pd kotak yg telah disediakan.

Contoh : Nomor pendaftaran 000001 tgl 1 April 1997 ditulis : 000001 01/04/97

Nama Kantor : Diisi nama Kantor Pabean tempat diajukan Pemberitahuan dan diisi kode kantor sebanyak 6 digit (sesuai tabel kode kantor DJBC) pd kotak yg telah disediakan.

Contoh : Tanjung Emas 060100

(32)

G. UNTUK JAMINAN / PEMBAYARAN :

a. Pembayaran via : 1. Pos, 2. Pabean atau 3. Kantor Pabean

(33)

Dokumen pelengkap Pabean adalah dokumen yg diserahkan untuk menyertai PIB yg

digunakan sebagai salah satu dasar dlm penelitian atau pemeriksaan dokumen PIB antara lain:

(1) Invoice;

(2) Packing List;

(3) Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB);

(4) Bukti pembayaran (SSBC/BPBC) = SSPCP atau Jaminan; (5) Surat Kuasa untuk penyelesaian oleh PPJK;

(6) Angka Pengenal Impor (API)/ Angka Pengenal Importir Terbatas (APIT) yg berlaku;

(7) Keputusan pembebasan/keringanan atau rekomendasi dari instansi terkait dan atau izin fasilitas;

(8) STTJ untuk impor mendapat fasilitas Bapeksta; dan

(9) Copy NPWP dalam hal pelayanan PIB dilakukan secara manual atau impor dilakukan tanpa API/APIT

(34)

Bila PIB yg anda ajukan ditetapkan jalur hijau, anda wajib

menyerahkan berkas-berkas PIB dg Dokumen Pelengkap Pabean

selambat-lambatnya hari kerja ketiga

setelah tgl penerbitan SPPB.

Bila PIB yg anda ajukan ditetapkan jalur merah, anda wajib

menyerahkan berkas-berkas PIB dg Dokumen Pelengkap Pabean

segera setelah menerima Instruksi Pemeriksaan!!

Invoice dan Packing List dpt berupa print-out, facsimile maupun

komputer dg menunjuk data yg sama dalam PIB.

(35)

PETUNJUK PENGISIAN PIB

RUMUS PERHITUNGAN BEA MASUK:

Tarif Advolorem : BM = CIF x tarif

Tarif Spesifik : BM = Tarif x Jumlah Satuan Barang

MENGHITUNG BEA MASUK

BEA MASUK ANTI DUMPING

Dikenakan terhadap barang impor yg :

1. Harga ekspor dari barang tsb lebih rendah dari nilai normalnya, dan 2. Impor barang tsb:

a. Menyebabkan kerugian terhadap industri DN yg memproduksi barang sejenis. b. Menghalangi pengembangan industri barang sejenis di DN

(36)

PETUNJUK PENGISIAN PIB

MENGHITUNG BEA MASUK

BEA MASUK IMBALAN

Dikenakan terhadap barang impor yg :

1. Ditemukan ada subsidi yg diberikan di negara pengekspor thdp barang tsb

2. Impor barang tsb berakibat merugikan industri DN atau mengahalangi perkembangan industri DN

(37)

PETUNJUK PENGISIAN PIB

CARA PERHITUNGAN Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) :

Pungutan Pajak dlm rangka impor meliputi: - Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tarif 10% - PPnBM tarif bervariasi sesuai KepMenKeu - PPh (Pajak Penghasilan) dg tarif sbb:

嗓 Bagi yg memiliki Angka Pengenal Importir (API) tarif 2,5% 嗓 Bagi yg tdk memili API, tarif 7,5%

PPh dan PPN dihitung berdasarkan Nilai Impor yaitu CIF + BM.

PPh = Nilai Impor x tarif PPN = Nilai Impor x tarif

(38)

TATALAKSANA PENGELUARAN BARANG

(UITSLAG)

A. TEBUSAN DOKUMEN DI BANK DEVISA

B. MENERIMA DOKUMEN IMPOR DARI BANK

DEVISA

C. MENEBUS / MENUKAR D/O ASLI DG B/L ASLI DI

PALAYARAN

D. PROSES PIB, LPS-I DI BEA & CUKAI

(39)

TEBUSAN DOKUMEN DI BANK DEVISA

Importir akan menyiapkan dokumen-2 sbb:

1. Mengisi form PIB

2. Mengisi form SSBC

3. Mengisi form PPn Impor

4. Mengisi form PPh

5. Membuat Surat Kuasa dari Perusahaan

(40)

MENERIMA DOKUMEN IMPOR DARI BANK

DEVISA

Setelah importir menyelesaikan semua

kewajiban pungutan pembayaran berbagai

bea di bank devisa, maka bank devisa akan

menyerahkan full set dokumen impor kpd

importir.

Importir akan menerima dokumen dari bank

devisa sbb:

1. PIB full set yg telah ditandasahkan oleh

pejabat bank devisa

2. Kwitansi pembayaran SSBC, PPn & PPh

3. Dokumen LPS-I asli yg dilak (amplop) untuk

bea & cukai & lembar copy asli LPS-I untuk

(41)

4. Invoice, packing list asli berangkap tiga

5. B/L asli yg sudah ditandatangani / dicap supplier

luar negeri (eksportir)

(42)

MENEBUS / MENUKAR D/O ASLI DG B/L ASLI

DI PALAYARAN

Dg B/L asli, importir & forwarder, pegawai pemegang

kuasa dan importir menghubungi perusahaan

pelayaran untuk menukar B/L asli menjadi D/O asli

Langkah dari meja ke meja sbb:

1. B/L asli dibubuhi tandatangan & stempel perusahaan

importir pd lembar belakang

2. Bila dikerjakan oleh EMKL / forwarder maka ybs ikut

serta mendandatangani / stempel B/L bagian belakang

3. Importir menerima I lembar D/O asli & copy untuk

(43)

PROSES PIB, LPS-Impor DI BEA & CUKAI

Proses ini disebut iklaring barang impor yg dibagi

menjadi 2 unsur kegiatan:

1. Proses inklaring barang bongkar di container yard

2. Proses inklaring di Seksi Penelitian Dokumen

(44)

PROSES INKLARING DI SEKSI PENDOK (Penelitian Dokumen)

BEA & CUKAI CONTAINER YARD (sebelum NSW)

Dari meja ke meja sbb:

1. Meja Pertama

: PIB set 1 map berikut D/O

asli dan copy diserahkan ke loket pertama

seksi Pendok

2. Meja Kedua

: PIB set 1 map diteruskan ke

Subseksi Penerimaan Pemberitahuan

Umum (PU) untuk tutup PU dg cara

pemeriksaan PU & Pencocokan Manifest

sbb:

1) Pencocokan nama eksportir dan importir

2) Pencocokan B/L, Voyage, Nama Kapal,

(45)

3) Pelabuhan muat & pelabuhan bongkar

4) Tgl kapal tiba & gudang bongkar

5) Wilayah pabean bea & cukai barang

dibongkar

6) Pencocokan nama barang, jumlah koli, jenis

kemasan, berat bruto / netto, merk

kemasan

3. Meja Ketiga

: PIB set 1 map yg sudah

ditutup PU diteruskan kpd Subseksi Pendok

utk diteliti kebernarannya. Penelitian ini

meliputi:

1) Kelengkapan PIB

(46)

4) Perhitungan BM, BMT, PPm, PPh & bukti kwitansi

SSBC, PPn, PPh

5) Ijin perusahaan API, dan NPWP

6) Surat kuasa

7) Kebenaran tarif PTBMI

8) Kebenaran invoice, packing list, LPS-Impor

9) Meneliti nama barang yg tertera pada invoice

Apabila hasil Pendok dinyatakan benar, maka PIB asli

ditandasyahkan oleh Subseksi Pendok, dan

selanjutnya :

a. PIB ditandasyahkan dan difiat impor, PIB lembar I

dikirim ke pintu uitslag container yard utk proses

pengeluaran barang (uitslag). PIB asli diserahkan

kpd Bea & Cukai &

(47)

4. Meja Keempat : D/O asli yg sudah dibubuhi fiat ke

luar oleh Bea & Cukai digunakan untuk tuislag

(48)

Ketentuan Umum di Bidang Impor

Mencakup batasan-2 a.l:

1) Barang yang diatur tataniaga impornya

barang yg diakui / disetujui Menteri

Perdagangan dan Menteri Perindustrian

2) Barang yg dilarang utk diimpor yg tdk

boleh diimpor

3) Barang yg diimpor dlm keadaan baru

kecuali kapal niaga & kapal ikan

4) Impor yg boleh dilakukan oleh perusahaan

yg memiliki Angka Pengenal Importir (API),

API-Sementara (APIS), API-Terbatas

(49)

KETENTUAN BIAYA IMPOR

1.

Nilai Lawan Valuta : yaitu sejumlah harga beli barang impor

dikalikan dengan kurs jual devisa

2.

Bea Masuk : Bea Masuk dihitung dari :

% BM X CNF NDPBM bila asuransi dibayar di dalam negeri

% BM X CIF NDPBM bila asuransi dibayar di Luar negeri

v

NDPBM : Nilai Dasar Pengenaan Bea Masuk ; yang dikeluarkan oleh

Men-Keu setiap minggu sebagai dasar perhitungan BM.

v

Untuk freight : bila tidak ada B/L atau

Airway Bill

maka :

-

freightnya dihitung 15% X FOB bila impor dari Eropa/Afrika dan

USA,

-

dari Asia non ASEAN 10% X FOB,

(50)

3.

Asuransi : biaya asuransi dapat dibayar di maskapai

asuransi

dalam

negeri

dan

atau

luar negeri,

konsekuensinya adalah jika dibayar di luar negeri maka

BM dihitung dari CIF dan bila dibayar di dalam negeri

dihitung dari CNF,

4.

jika tidak ada polis maka asuransi ditentukan 0,5% dari

CNF.

(51)

6.

Pajak : terdiri PPh Pasal 22 impor, PPN dan

PPnBM kalau ada.

7.

Tarif PPh Impor : 2,5% dari Nilai Impor, bila

punya API, Non API 7,5%

8.

Nilai Impor : Bila asuransi dibayar di LN = CIF

NDPBM + BM

9.

Bila asuransi dibayar di DN = CNF NDPBM +

BM

(52)

10.

Biaya

Inklaring

(Penerimaan Barang)

ü

Cargo doring

ü

Los Stevedoring (Fiost / Liners)

ü

Loon

ü

Biaya lainnya

(53)
(54)

BATASAN-2 POKOK YG DIATUR DLM KETENTUAN

TATA NIAGA IMPOR

1. IU (Importir Umum) badan usaha yg memiliki

Angka Pengenal Importir Umum (API-Umum)

utk mengimpor barang bukan limbah yg tdk diatur

tataniaga impornya

2. IU-Limbah Impor Umum yg diakui oleh Dirjen

Perdagangan Luar Negeri & disetujui untuk

mengimpor Limbah Non-B3

3. IP (Importir Produsen) yg disetujui utk

mengimpor sendiri barang bukan limbah yg

diperlukan semata-mata utk proses produksinya

4. IP Limbah B3 produsen yg diakui oleh Menteri

(55)

5. IP Limbah Non-B3 produsen yg diakui oleh

Dirjen Perdagangan Luar Negeri & disetujui utk

mengimpor sendiri non-B3 yg diperlukan

semata-mata utk proses produksinya

6. IT (Importir Terdaftar) adalah pemilik API Umum yg

mendapat tugas utk mengimpor barang tertentu yg

diarahkan pemerintah

7. PT Dahana perusahaan umum yg ditugasi utk

melakukan pengadaan beserta distribusi bahan

peledak militer (komersial) dan atau komponennya

di seluruh wilayah Indonesia

8. PT MNK (Multi Nitrotama Kimia) PT yg

ditugaskan utk melakukan pengadaan &

pendistribusian bahan peledak utk industri

(56)

9. PT Trijaya Esta PT yg ditugaskan utk

melakukan pengadaan dan distribusi bahan

peledak utk industri ( komersial) dan atau

komponennya di seluruh wilayah Indonesia

10. PT Pertamina (Perusahaan Pertambangan

Minyak dan Gas Bumi Negara) yg diberi

tugas utk menyediakan migas & pelumas yg

berasal dari minyak bumi utk keperluan

dalam negeri

11. BAPEDAL (Badan Pengendalian Dampak

Lingkungan) lembaga yg mempunyai

tugas pokok mengendalikan dampak

lingkungan, serta pemulihan dan

penanggulangan pencemaran dan

(57)

BARANG-BARANG YANG DIKECUALIKAN

DARI TATANIAGA IMPOR

1. Barang-2 pindahan

2. Barang bersifat hibah dari negara / organisasi

internasional pemberi bantuan kpd Pemerintah RI

3. Barang yg dibiayai dg bantuan luar negari kpd

Pemerintah RI

4. Barang dan atau bahan yg dimasukkan ke perusahaan

pengolahan di Kawasan Berikat (PPDKB) utk diolah

lebih lanjut menjadi barang olahan sesuai dg izin

industri PPDKB tsb

5. Barang dan atau bahan yg dimasukkan dlm Kawasan

Berikat dan atau Gudang Berikat utk ditimbun,

(58)

6. Barang impor yg disetujui oleh Dirjen Perdagangan

Luar Negeri, Depdag atau pejabat yg ditunjuk utk

diberikan pengecualian dari ketentuan tataniaga

impor meliputi:

a. Barang impor sementara

b. Barang untuk keperluan penelitian dan

pengembangan IPTEK

c.

Barang utk hibah dan bantuan lainnya bagi

(59)

ANGKA PENGENAL IMPORTIR

( API )

• Perdagangan impor hanya boleh dilakukan oleh

seseorang / badan yg memperoleh API

• Tujuan pemberian API adalah utk memudahkan

pendataan, monitoring & pengawasan perusahaan yg

bergerak di bidang impor dlm rangka tercapainya

(60)

JENIS-JENIS API

(1) API-Umum (APIU) (2) API Produsen (APIP) &

(3) API Terbatas (APIT)

1. APIU diberikan kpd perusahaan dagang, pemilik

APIU dpt mengimpor komoditi dg tujuan utk

diperdagangkan. Jenis komoditi yg dpt diimpor

adalah barang yg tdk diatur tataniaga impornya

2. APIP Diberikan kpd perusahaan industri di luar

PMA & PMDN. Hanya dipergunakan utk

mengimpor produk tertentu utk keperluan proses

produksi perusahaan pemilik APIP

3. APIT diberikan kpd perusahaan industri

(61)

API SYARAT UNTUK APA ?

Api merupakan syarat untuk:

1. Mengimpor barang melalui pembukaan L/C pd

bank devisa & atau cara pembayaran lain yg lazim

berlaku dlm perdagangan internasional

(62)

d. Barang utk diimpor kembali setelah diperbaiki /

dirakit di luar negeri yg sebelumnya adalah barang

asal impor

e. Barang untuk contoh sesuai dg Keputusan Menteri

Keuangan No. 140/KMK.05/1997

f.

Kendaraan bermotor keperluan Kedutaan Besar

Negara Asing serta Lembaga Internasional sesuai

dg Keputusan Menteri Perdagangan RI No.

(63)

DOKUMEN-2 DLM PEMUATAN

1. Resi Gudang (

Godown Receipt

)

2. Resi mualim (

Mate’s Receipt

)

3. Lembaran hitungan (

Tally Sheet

)

4. Surat Muatan (

Bill of Lading

)

5. Daftar himpunan B/L (

Manifest

)

6. Pemberitahuan umum

7. Surat-surat pengapalan :

1) Surat Tanda Kebangsaan (

certificate of

registry

)

(64)

4) Pas Kecil

5) Surat Laut Sementara

6) Surat Ukur (

meetbrief

)

7) Surat Layak Laut (

Seaworthy Certificate

)

8) Sertifikat Lambung Timbul (

Loadline

Certificate / Plimsoll Mark

)

9) Daftar Anak Buah Kapal (

Monsterrol / Surat

Sijil / Crewlist

)

10) Petikan Dari Daftar Kapal

11) Sertifikat Kemanan Radio (

Radio Safety

Certificate

)

(65)
(66)
(67)

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul

(untuk selanjutnya Y disebut peubah acak berdistribusi Log-Gamma) dan ben- tuk representasi kanonik fungsi karakteristik dari peubah acak Y tersebut serta aplikasinya

Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui hambatan yang biasa terjadi pada komunikasi lintas budaya di institusi pendidikan dan bagaimana praktisi pendidikan

Tahap Action atau implementasi prototipe dilakukan secara bertahap oleh tim pelaksana PkM ke warga Kampung Lodan, terutama para Ibu dan anak-anak selama 4 - 6x

Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengaruh pembelajaran model bermain baik digunakan untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan

Pengembangan ba- han ajar bahasa Inggris dengan media audio untuk SMP dalam penelitian ini juga telah mendapatkan penilaian yang positif baik dari ahli bahasa Inggris, ahli

Peneliti melakukan penelitian mengenai Intervensi penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV-AIDS di Sekolah Menengah Atas