• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (Studi Pada Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (Studi Pada Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat )"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3.1 Kebutuhan dan Rasio WISN Pada Unit Kerja yang ada di Kantor Adapun hasil analisa data pada penelitian ini adalah sebagai berikut: BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat
Tabel 3.2 Bobot Faktor Pendorong dan Penghambat
Tabel 3.2 Interpretasi Analisa Data  Kuantitatif dan Kualitatif

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah tenaga kerja di rumah sakit ini sebanyak 261 orang terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) 39 orang dan selebihnya pegawai swasta (honorer) sebanyak 223 orang. Khusus

Hal ini jelas tidak sesuai dengan ketentuan pada Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural

Sementara itu, penduduknya cukup besar relatif terhadap lahan pertanian (kepadatan agraris tinggi) dan masih terus bertambah dengan laju pertumbuhan, rata- rata provinsi 1,23 persen

Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami suatu perkembangan ekonomi yang membaik pada tahun berikutnya, dapat dilihat pada tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa

Rasio distribusi sumber daya manusia penyuluh pertanian dengan rumah tangga usaha pertanian selama kurun waktu 5 tahun terahir (2013- 2017) dengan rasio perbandingan rata-rata

Teknik analisis yang digunakan dalam kegiatan Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Bidang Pariwisata di Jawa Barat yaitu Teknik.. Kata

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengadaan pegawai baru dilaksanakan dengan cukup baik sesuai alokasi dan jumlah yang dibutuhkan namun masih kurang optimal

Dalam Bagan II.2 terdapat mekanisme operasional, sebagai berikut: (1) semua kebijakan PEMDA NTT harus berorientasi pada peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, pendidikan