GAMBARAN DISTORTION PRODUCT OTOACOUSTIC EMISSIONs (DPOAEs) DAN AUDITORY BRAINSTEM RESPONSE (ABR)
PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN
Tesis
Oleh:
dr. SARA YOSEPHINE ARUAN
PROGRAM PENDIDIKAN MAGISTER KEDOKTERAN ILMU KESEHATAN TELINGA HIDUNG TENGGOROK
BEDAH KEPALA LEHER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
GAMBARAN DISTORTION PRODUCT OTOACOUSTIC EMISSIONs (DPOAEs) DAN AUDITORY BRAINSTEM RESPONSE (ABR)
PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN
Tesis
Diajukan untuk Melengkapi Tugas dan Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar Magister dalam Bidang Ilmu Kesehatan Telinga Hidung
Tenggorok Bedah Kepala Leher
Oleh:
dr. SARA YOSEPHINE ARUAN
PROGRAM PENDIDIKAN MAGISTER KEDOKTERAN ILMU KESEHATAN TELINGA HIDUNG TENGGOROK
BEDAH KEPALA LEHER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
KATA PENGANTAR
Salam sejahtera, puji syukur saya sampaikan kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas kasih setia, penyertaan dan karuniaNya saya dapat menyelesaikan tesis ini sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan untuk memperoleh gelar Magister dalam bidang Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan. Saya menyadari penulisan tesis ini masih jauh dari sempurna, baik isi maupun bahasannya. Walaupun demikian, mudah-mudahan tulisan ini dapat menambah perbendaharaan penelitian dengan judul Gambaran
Distortion Product Otoacoustic Emissions (DPOAEs) dan Auditory
Brainstem Response (ABR) Pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di
RSUP H. Adam Malik Medan.
Dengan telah selesainya tulisan ini, pada kesempatan ini dengan tulus hati saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga dan penghargaan setinggi-tingginya kepada yang terhormat dr. T. Sofia Hanum, Sp.THT-KL (K) atas kesediaannya sebagai ketua pembimbing penelitian ini, dr. H. R. Yusa Herwanto, M.Ked (ORL-HNS), Sp.THT-KL dan dr. Linda I. Adenin, SpTHT-KL sebagai anggota pembimbing. Di tengah kesibukan beliau, dengan penuh perhatian dan kesabaran, telah banyak memberi bantuan, bimbingan, saran dan pengarahan yang sangat bermanfaat kepada saya dalam menyelesaikan tulisan ini.
Rasa terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Fotarisman Zaluchu,SKM,MSi,MPH sebagai pembimbing ahli yang banyak memberi bantuan, bimbingan dan masukan dalam bidang metodelogi penelitian dan statistik.
Yang terhormat Rektor Universitas Sumatera Utara, Bapak Prof. dr. Syahril Pasaribu, Sp.A(K), DTM&H dan mantan Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. dr. Chairuddin Panusunan Lubis, Sp.A(K), DTM&H, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti Program Magister Kedokteran Klinik di Departemen THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Yang terhormat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Prof. dr. Gontar Alamsyah Siregar, Sp.PD(KGEH), atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengikuti Program Magister Kedokteran Klinik di Fakultas Kedokteran USU.
Yang terhormat Bapak Direktur RSUP H. Adam Malik Medan, yang telah mengizinkan peneliti untuk mengambil data di rumah sakit yang beliau pimpin dan telah memberikan kesempatan pada saya untuk menjalani masa pendidikan di rumah sakit yang beliau pimpin.
Yang terhormat Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok dan Bedah Kepala Leher Fakultas Kedokteran USU Prof. Dr. dr. Abdul Rachman Saragih, Sp.THT-KL(K) dan Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran USU, Dr. dr. Tengku Siti Hajar Haryuna Sp.THT-KL, Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran USU sebelumnya Prof. dr. Askaroellah Aboet, Sp.THT-KL(K) yang telah memberikan izin, kesempatan dan ilmu kepada saya dalam mengikuti Program Magister Kedokteran Klinik sampai selesai.
SpTHT-KL, dr. Adlin Adnan, KL, dr. Rizalina A. Asnir, Sp.THT-KL(K), dr. Siti Nursiah, Sp.THT-KL, dr. Andrina Y.M. Rambe, Sp.THT-KL, dr. Harry Agustaf Asroel, M.Ked, Sp.THT-KL, dr. Farhat, M.Ked (ORL-HNS), Sp.THT-KL(K), Dr. dr. Tengku Siti Hajar Haryuna, Sp.THT-KL, dr. Aliandri, Sp.THT-KL, dr. Ashri Yudhistira,M.Ked (ORL-HNS) Sp.THT-KL, dr. Devira Zahara, M.Ked (ORL-HNS), SpTHT-KL, dr. H.R. Yusa Herwanto, M.Ked (ORL-HNS), SpTHT-KL, dr. M. Pahala Hanafi Harahap, SpTHT-KL dan dr. Ferryan Sofyan, M.Kes, SpTHT-KL. Terima kasih atas segala ilmu, keterampilan dan bimbingannya selama ini.
Yang terhormat Kepala Departemen/Staf Ilmu Kesehatan Anak Prof. Dr. H. Munar Lubis, SpA(K) dan Ketua Divisi Perinatologi FK USU/RSUP H. Adam Malik Medan Medan yang telah banyak membantu saya dalam mengambil sampel penelitian.
Direktur dan seluruh staf PT. Demka Indonesia, yang telah memberi bantuan dalam pengadaan alat penelitian Integrity V500 dan Vivolink untuk pemeriksaan DPOAEs dan ABR.
Yang tercinta teman-teman sejawat PPDS Ilmu Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran USU, atas bantuan, nasehat, saran maupun kerjasamanya selama masa pendidikan.
Yang mulia dan tercinta Ayahanda (Alm) Oberlin Aruan dan Ibunda (Alm) Dora Panjaitan, ananda sampaikan rasa hormat dan terima kasih yang tak terhingga serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas kasih sayang yang telah diberikan dan dilimpahkan kepada ananda sejak dalam kandungan, dilahirkan, dibesarkan dan diberi pendidikan yang baik serta diberikan suri tauladan yang baik hingga menjadi landasan yang kokoh dalam menghadapi kehidupan ini.
Yang tercinta Bapak Mertua Kapten Anumerta Dj. Saragi dan (Alm) Ibu Mertua Aspita Situmorang yang selama ini telah memberikan dorongan dan restu untuk selalu menuntut ilmu setinggi-tingginya.
Azarya Rumahorbo dan Daniel Amadeo Rumahorbo, tiada kata yang lebih indah yang dapat ibunda ucapkan selain ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya atas pengorbanan tiada tara, cinta dan kasih sayang, kesabaran, ketabahan, pengertian dan dorongan semangat yang tiada henti-hentinya dan doa kepada ibunda sehingga dengan rahmat Tuhan akhirnya kita sampai pada saat yang berbahagia ini.
Kepada seluruh kerabat dan handai taulan yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Akhirnya izinkanlah saya mohon maaf yang setulus-tulusnya atas segala kesalahan dan kekurangan saya selama mengikuti pendidikan ini, semoga segala bantuan, dorongan, petunjuk yang diberikan kepada saya selama mengikuti pendidikan kiranya mendapat balasan yang berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Amin.
Medan, Oktober 2013
Penulis
GAMBARAN DISTORTION PRODUCT OTOACOUSTIC EMISSIONs
(DPOAEs) DAN AUDITORY BRAINSTEM RESPONSE (ABR)
PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN
ABSTRAK
Pendahuluan: Deteksi dini gangguan pendengaran pada BBLR
diperlukan agar dapat dilakukan intervensi untuk mencegah gangguan perkembangan bicara anak selanjutnya. Insidens gangguan pendengaran pada BBLR diperkirakan cukup tinggi, yaitu antara 4-9.7%. Untuk mengetahui gangguan pendengaran pada BBLR dilakukan pemeriksaan dengan DPOAEs dan ABR.
Tujuan : Untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan DPOAEs dan
ABR pada BBLR yang dirawat di ruang Perinatologi RSUP H. Adam Malik Medan.
Metode: Penelitian bersifat deskriptif case study yang menggunakan
pengumpulan data primer disertai pengukuran non-intervensi. Didapatkan 32 BBLR yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan DPOAEs dan ABR.
Hasil Penelitian: Dari penelitian terhadap 32 sampel (64 telinga)
diperoleh hasil yaitu masing-masing sebanyak 8 bayi (25%) mendapat hasil DPOAEs dan ABR refer. Terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan hasil pemeriksaan ABR, namun tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara variabel lainnya dengan hasil pemeriksaan DPOAEs dan ABR.
Kesimpulan: DPOAEs dan ABR dapat digunakan sebagai alat deteksi
dini gangguan pendengaran pada BBLR, walaupun pada penelitian ini tidak dijumpai hubungan yang bermakna secara statistik pada sebagian besar variabel yang kemungkinan disebabkan oleh kurangnya jumlah sampel penelitian.
DISTORTION PRODUCT OTOACOUSTIC EMISSIONs (DPOAEs)
dan AUDITORY BRAINSTEM RESPONSE (ABR) VALUES IN LOW BIRTH WEIGHT (LBW) INFANT
AT H. ADAM MALIK GENERAL HOSPITAL MEDAN
ABSTRACT
Introduction: Early identification of hearing loss in LBW infant has been
recognized to be beneficial, as early intervention programmes help to promote normal language development. The incidence of hearing loss in LBW infant was high as 4-9.7%. We using DPOAEs and ABR test to assess hearing loss in LBW infant.
Purpose: To know Distortion Product Otoacoustic Emissions (DPOAEs)
and Auditory Brainstem Response (ABR) Values in LBW infant at H. Adam Malik General Hospital Medan.
Methods: A descriptive case-study was conducted in 32 LBW infants who
meet the inclusion criteria. Data collection was done through hearing assessment with Distortion Product Otoacoustic Emissions (DPOAEs) and Auditory Brainstem Response (ABR).
Result: From 32 LBW infants (64 ears), eight babies (25%) presented
alteration in the Distortion Product Otoacoustic Emissions (DPOAEs) and Auditory Brainstem Response (ABR) test. There is a significant association between gender and ABR result, but there is no significant association between other variables and DPOAEs nor ABR result.
Conclusion: DPOAEs and ABR can be used as an early detection tool of
hearing loss in LBW infant, even though this study found no significant association in most of the variables, which may be due to the small sample size.
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN ………. …..i
KATA PENGANTAR………. …..ii
ABSTRAK………..vi
ABSTRACT………..vii
DAFTAR ISI……….viii
DAFTAR LAMPIRAN………...xi
DAFTAR TABEL………..xii
DAFTAR GAMBAR………xiv
BAB 1. PENDAHULUAN……….1
1.1 Latar Belakang………1
1.2 Rumusan Masalah……… 4
1.3 Tujuan Penelitian………...4
1.3.1 Tujuan umum………. 4
1.3.2 Tujuan khusus……….4
1.4 Manfaat Penelitian……….5
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ………... 6
2.1 Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)………... 6
2.2 Gangguan Pendengaran Pada Bayi Berat Lahir Rendah………8
2.3 Fisiologi Pendengaran………14
2.4 Perkembangan Respon Neonatal………. ……...15
2.5 Emisi Otoakustik ……….. ………….16
2.6 Brainstem Evoked Response Audiometry………21
2.7.1 Perkembangan telinga dalam……….. 26
2.7.2 Gangguan perkembangan telinga dalam……… 30
2.8 Anatomi Telinga……….33
2.8.1 Anatomi telinga dalam……….. 33
2.8.2 Sistem saraf pendengaran sentral……… 33
2.9 Kerangka Teori ………. 36
2.10 Kerangka Konsep………. ... 37
BAB 3. METODE PENELITIAN ... 38
3.1 Jenis Penelitian………..38
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian………38
3.3 Populasi dan Sampel………..38
3.3.1 Populasi……….38
3.3.2 Sampel………..38
3.4 Variabel Penelitian ………39
3.5 Definisi Operasional………..39
3.6 Alat dan Bahan Penelitian……….40
3.7 Langkah-langkah Pemeriksaan………41
3.8 Teknik Pengumpulan Data ……… 42
3.9 Pengolahan dan Analisa Data ………... 43
3.10 Masalah Etika ..……….. …… 43
3.11. Kerangka Kerja ………..……… 44
3.12. Jadwal Penelitian ………..…………. 45
BAB 4. HASIL PENELITIAN………..………. 46
4.1. Hasil Analisis Univariat……….. 46
4.3 Hasil Uji Statistik Pemeriksaan DPOAEs dan ABR……… 53
BAB 5. PEMBAHASAN……….. 55
BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN……… 64
6.1. Kesimpulan……… 64
6.2. Saran ………. 65
DAFTAR PUSTAKA……….. 66
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1………73
Lampiran 2………75
Lampiran 3……… 77
Lampiran 4………78
Lampiran 5………79
Lampiran 6………80
Lampiran 7………82
Lampiran 8………..110
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1. Data DPOAEs Normal ………. 21 Tabel 2.2. Data Latensi ABR Normal……… 24 Tabel 2.3. Perkembangan Embriologi Telinga………. 31 Tabel 4.1. Distribusi subjek penelitian berdasarkan jenis kelamin….. 46 Tabel 4.2. Distribusi subjek penelitian berdasarkan berat lahir……… 46 Tabel 4.3. Distribusi subjek penelitian berdasarkan umur bayi………. 47 Tabel 4.4. Distribusi subjek penelitian berdasarkan umur kehamilan
ibu………...
47 Tabel 4.5. Distribusi frekuensi BBLR dengan hasil DPOAEs
berdasarkan jenis kelamin ... 47 Tabel 4.6. Distribusi frekuensi BBLR dengan hasil ABR berdasarkan
jenis kelamin ……….. 48 Tabel 4.7. Distribusi frekuensi BBLR dengan hasil DPOAEs
berdasarkan kelompok berat lahir ………. 48 Tabel 4.8. Distribusi frekuensi BBLR dengan hasil ABR
berdasarkan kelompok berat lahir ………. 49 Tabel 4.9. Distribusi frekuensi BBLR dengan hasil DPOAEs
berdasarkan kelompok umur bayi ………. 49 Tabel 4.10 Distribusi frekuensi BBLR dengan hasil ABR
berdasarkan kelompok umur bayi ………. 50 Tabel 4.11. Distribusi frekuensi BBLR dengan hasil DPOAEs
berdasarkan kelompok umur kehamilan ibu ……….. 50 Tabel 4.12. Distribusi frekuensi BBLR dengan hasil ABR berdasarkan
kelompok umur kehamilan ibu ……… 51 Tabel 4.13. Distribusi frekuensi BBLR dengan hasil DPOAEs
berdasarkan telinga yang terlibat ……….. 52
Tabel 4.15. Distribusi frekuensi hasil pemeriksaan DPOAEs dan ABR 52 Tabel 4.16.
Tabel 4.17.
Hasil uji statistik pemeriksaan DPOAEs ……… Hasil uji statistik pemeriksaan ABR ………...
DAFTAR GAMBAR