• Tidak ada hasil yang ditemukan

Intelligent Control System (Fuzzy Control)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Intelligent Control System (Fuzzy Control)"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

Intelligent Control System

(Fuzzy Control)

(2)

What is Intelligence???

[1] IF … THEN …

[2] Learning Iteration Process

[3] Optimization

Fuzzy

(3)

Logika Fuzzy : memetakan suatu ruang input ke dalam suatu ruang output

Ruang input

Ruang output Kotak

Hitam

Alasan digunakannya Logika Fuzzy:

1. Konsep logika fuzzy mudah dimengerti 2. Logika fuzzy sangat sederhana

3. Logika fuzzy memiliki toleransi terhadap data-data yang tidak tepat 4. Logika fuzzy mampu memodelkan fungsi-fungsi nonlinear yang sangat

kompleks

5. Logika fuzzy dapat membangun dan mengaplikasikan pengalaman-pengalaman para pakar secara langsung tanpa harus melalui proses pelatihan

6. Logika fuzzy dapat bekerjasama dengan teknik-teknik kendali secara konvensional

(4)

4

Fuzzy Applications

Theory of fuzzy sets and fuzzy logic has been applied to problems in

a variety of fields:

▫ pattern recognition, decision support, data mining & information

retrieval, medicine, law, taxonomy, topology, linguistics, automat

a theory, game theory, etc.

And more recently fuzzy machines have been developed including:

▫ automatic train control, tunnel digging machinery,

(5)

TRADITIONAL REPRESENTATION OF LOGIC

Slow

Fast

Speed = 0 Speed = 1

bool speed; get the speed

if ( speed == 0) {

// speed is slow }

else {

(6)

FUZZY LOGIC REPRESENTATION

For every problem

must represent in

terms of fuzzy sets.

What are fuzzy

sets?

Slowest

Fastest

Slow

Fast

[ 0.0 – 0.25 ]

[ 0.25 – 0.50 ]

[ 0.50 – 0.75 ]

(7)

FUZZY LOGIC REPRESENTATION

Slowest

Fastest

float speed; get the speed

if ((speed >= 0.0)&&(speed < 0.25)) { // speed is slowest

}

else if ((speed >= 0.25)&&(speed < 0.5)) {

// speed is slow }

else if ((speed >= 0.5)&&(speed < 0.75)) {

// speed is fast }

else // speed >= 0.75 && speed < 1.0 {

// speed is fastest }

(8)

How to represent a fuzzy set in a computer ?

The membership function must be determined first.

(9)

Terminology:

Crisp or Fuzzy Logic

Crisp Logic

A proposition can be

true

or

false

only.

Bob is a student (true)

Smoking is healthy (false)

The degree of truth is

0 or 1

.

Fuzzy Logic

The degree of truth is

between 0 and 1

.

William is young (0.3 truth)

(10)

Sistem Fuzzy

a. Variabel Fuzzy

- Merupakan variabel yang hendak dibahas dalam suatu sistem fuzzy,

contoh: umur, temperatur, permintaan, dll b. Himpunan Fuzzy

- Merupakan suatu grup yang mewakili suatu kondisi atau keadaan

tertentu dalam suatu variabel fuzzy

- Contoh: 1) variabel umur terbagi menjadi 3 himpunan fuzzy: MUDA,

PAROBAYA, TUA ; 2) variabel temperatur terbagi menjadi 5 himpunan fuzzy: DINGIN, SEJUK, NORMAL, HANGAT, PANAS c. Semesta Pembicaraan

- Keseluruhan nilai yang diperbolehkan untuk dioperasikan dalam suatu variabel fuzzy, senantiasa bertambah (naik) secara monoton dari krii ke kanan. Contoh: 1) variabel umur [0, +∞]; 2) variabel temperatur [0, 40] d. Domain

(11)

Fungsi Keanggotaan

(Membership Function)

Membership function adalah suatu kurva yang menunjukkan pemetaan titik-titik input data ke dalam nilai keanggotaannya yang memiliki interval antara 0 sampai 1 melalui pendekatan fungsi.

a. Representasi Linear  pemetaan input ke derajat keanggotaannya

digambarkan sebagai suatu garis lurus. Bentuk ini paling sederhana dan menjadi pilihan yang baik untuk mendekati suatu konsep yang kurang jelas.

0 1

a domain b Derajat

keanggotaan µ[x]

Representasi Linear Naik

]=

(12)

0 1 25 35 temperatur Derajat keanggotaan µ[x] 32 0.7 PANAS 0 1

a domain b Derajat

keanggotaan µ[x]

Representasi Linear Turun

=0.7

 

[

]

=

{

(

)

(

)

;

0

;

(13)

b. Representasi Kurva Segitiga

Gabungan antara 2 garis (linear).

]=

 

0 1

a b

domain Derajat

keanggotaan µ[x]

Kurva Segitiga

c

0 1

15 30

temperatur Derajat

keanggotaan µ[x]

25 0.8

23

NORMAL

=0.8

(14)

c. Representasi Kurva Trapesium

Sama seperti bentuk segitiga, hanya beberapa titik memiliki nilai keangg

otaan 1

]=

 

0 1

a b

domain Derajat

keanggotaan µ[x]

Kurva Trapesium

d

0 1

15 35

temperatur Derajat

keanggotaan µ[x]

27 0.375

24

NORMAL

=0.375

 

c

(15)

d. Representasi Kurva Bentuk Bahu

 Daerah yang terletak di tengah-tengah suatu variabel yang dipresentasika n dalam bentuk segitiga, pada sisi kanan dan kirinya akan naik dan turun.

Daerah bahu pada variabel Temperatur

0 1

0 28

temperature Derajat

keanggotaan µ[x]

40

DINGIN SEJUK NORMAL HANGAT PANAS

(16)

• d. Representasi Kurva S

Kurva PERTUMBUHAN dan PENYUSUTAN merupakan kurva-S atau sigmoid y

ang berhubungan dengan kenaikan dan penurunan permukaan secara tak linear

0 1

Derajat keanggotaan µ[x]

domain

Kurva S PERTUMBUHAN

0 1

Derajat keanggotaan µ[x]

domain

Kurva S PENYUSUTAN

(17)

1. Operator AND

▫ Berhubungan dengan operasi interseksi pada himpunan  mengambil nilai keanggotaan t erkecil.

▫ Contoh: Misal nilai keanggotaan 27 tahun pada himpunan MUDA adalah 0.6 (µMUDA[27] =0.6); dan nilai keanggotaan Rp. 2 juta pada himpunan penghasilan TINGGI adalah 0.8 (µ GAJITINGGI[2x106=0.8]; maka α-predikat untuk usia MUDA dan berpenghasilan TINGGI

adalah 0.6

2. Operator OR

▫ Operator ini berhubungan dengan operasi union pada himpunan  mengambil nilai kean ggotaan terbesar.

▫ Contoh: Pada contoh diatas α-predikat untuk usia MUDA dan berpenghasilan TINGGI ada lah 0.8

3. Operator NOT

▫ Berhubungan dengan operasi komplemen pada himpunan ▫ Contoh: nilai α-predikat untuk usia TIDAK MUDA adalah ▫ 1- µMUDA[27]=1-0.6= 0.4

(18)

Metoda penalaran secara monoton digunakan seb

agai dasar untuk teknik implikasi fuzzy  diguna

kan untuk penskalaan fuzzy.

Jika 2 daerah fuzzy direalisasikan dengan implika

si sederhana: IF x is A THEN y is B; transfer fungs

inya y=f((x,A),B); maka sistem fuzzy dapat berjala

n tanpa harus melalui komposisi dan dekomposis

i fuzzy. Nilai output dapat diestimasi langsung da

ri nilai keanggotaan yang berhubungan dengan an

tesedennya.

(19)

0 1

50 100

Light Intensity 75 0.7

0 1

Photosynthesis umol CO2 m-2 s-1

5 3

(20)

Fuzzy Inference System

Metode Tsukamoto

Metode Mamdani

(21)

Metode Tsukamoto

Setiap konsekuen pada aturan yang berbentuk I

F-THEN harus direpresentasikan dengan suatu

himpunan fuzzy

dengan fungsi keanggotaan y

ang monoton;

Output hasil inferensi dari tiap-tiap aturan diber

ikan secara tegas (

crisp

) berdasarkan α-predikat

(

fire strength

);

Hasil akhirnya diperoleh dengan menggunakan

(22)

Contoh

Misalkan ada 2 variabel input, 1(x) dan

Var-2(y), serta 1 variabel output, Var-3(z), dimana Va

r-1 terbagi atas 2 himpunan yaitu A1 dan A2 terb

agi atas 2 himpunan B1 dan B2, Var-3 juga terba

gi atas 2 himpunan yaitu C1 dan C2 (C1 dan C2 h

arus monoton). Ada 2 aturan yang digunakan, ya

itu:

[R1] IF (x is A1) AND (y is B2) THEN (z is C1)

(23)

1 0 Var-1 µ[x] A1 B2 µ[y] 1 0 Var-2 1 0 Var-3 µ[z] C1 α1 z1 A2 µ[x] 1 0 Var-1 1 0 Var-2 µ[y] B1 C2 µ[z] 1 0 Var-3 α2 z2 Rata-rata terbobot 2 1 2 2 1 1

z

z

z

(24)

Contoh 2

(25)

Rules

[R1] IF permintaan TURUN And Persedian BAN

YAK THEN Produksi Barang BERKURANG

[R2] IF permintaan TURUN And Persedian SED

IKIT THEN Produksi Barang BERKURANG

[R3] IF permintaan NAIK And Persedian BANY

AK THEN Produksi Barang BERTAMBAH

[R4] IF permintaan NAIK And Persedian SEDIK

(26)

TURUN NAIK

1000 4000 5000

0.25 0.75 µ[x]

Permintaan (kemasan/hari)

Permintaan, terdiri atas 2 himpunan fuzzy, yaitu: NAIK dan TURUN

Fungsi keanggotaan variabel Permintaan

(27)

SEDIKIT BANYAK

100 300 600

0.40 0.60 µ[x]

Persediaan (kemasan/hari)

Persediaan, terdiri atas 2 himpunan fuzzy, yaitu: SEDIKIT dan BANYAK

Fungsi keanggotaan variabel Persediaan

(28)

BERKURANG BERTAMBAH

2000 7000

µ[x]

Produksi (kemasan/hari)

Produksi, terdiri atas 2 himpunan fuzzy, yaitu: BERKURANG dan BERTAMBAH

Fungsi keanggotaan variabel Persediaan

1.00

Mencari Nilai z untuk setiap aturan dengan fungsi MIN  karena menggunakan And

[R1] α1 = min (µ PERMINTAAN TURUN [4000], µ PERSEDIAAN BANYAK [300]  min (0.25; 0.4) = 0.25 THEN Produksi Barang BERKURANG  (7000-z)/5000 = 0.25  z1 = 5750

[R2] α2 = min (µ PERMINTAAN TURUN [4000], µ PERSEDIAAN SEDIKIT [300]  min(0.25; 0.6) = 0.25 THEN Produksi Barang BERKURANG  (7000-z)/5000 = 0.25  z2 = 5750

[R3] α3 = min (µ PERMINTAAN NAIK [4000], µ PERSEDIAAN BANYAK [300]  min (0.75; 0.4) = 0.4 THEN Produksi Barang BERTAMBAH  (z-2000)/5000 = 0.4  z3= 4000

[R4] α4 = min (µ PERMINTAAN NAIK [4000], µ PERSEDIAAN SEDIKIT [300]  min (0.75; 0.6) = 0.6 THEN Produksi Barang BERTAMBAH  (z-2000)/5000 = 0.6  z4= 5000

0.25

5750 0.4

(29)

Nilai z dapat dicari dengan cara:

4

3

2

1

4

4

3

3

2

2

1

1

z

z

z

z

z

6

.

0

4

.

0

25

.

0

25

.

0

5000

*

6

.

0

4000

*

4

.

0

5750

*

25

.

0

5750

*

25

.

0

z

4983

5

.

1

7475

z

(30)

Metode Mamdani

Metode Mamdani sering dikenal sebagai metode

Max-Min, yang diperkenalkan oleh Ebrahim Ma

mdani tahun 1975;

Output didapatkan dari 4 tahapan:

1) Pembentukan himpunan Fuzzy

2) Aplikasi fungsi implikasi (aturan)

3) Komposisi aturan

(31)

1

0

4000 µ[x]

TURUN BANYAK

µ[y]

1

0

300

1

0 µ[z]

BERKURANG

α1

[R1] IF Permintaan TURUN And Persediaan BANYAK THEN Produksi Barang BERKURANG

Permintaan Persediaan Produksi Barang 1

0 0.25

µ[z]

[R1] α1 = min (µ PERMINTAAN TURUN [4000], µ PERSEDIAAN BANYAK [300]

 min (0.25; 0.4) = 0.25

(32)

1

0

4000 µ[x]

TURUN SEDIKIT

0

300

1

0 µ[z]

BERKURANG

α2

[R2] IF Permintaan TURUN And Persediaan SEDIKIT THEN Produksi Barang BERKURANG

Permintaan Persediaan Produksi Barang 1

0 0.25

µ[z]

[R2] α2 = min (µ PERMINTAAN TURUN [4000], µ PERSEDIAAN SEDIKIT [300]

 min (0.25; 0.6) = 0.25

1 µ[y]

0.25

(33)

[R3] IF Permintaan NAIK And Persediaan BANYAK THEN Produksi Barang BERTAMBAH

[R3] α3 = min (µ PERMINTAAN NAIK[4000], µ PERSEDIAAN BANYAK [300]

 min (0.75; 0.4) = 0.4

0

4000

BANYAK µ[y]

1

0

300 0

Permintaan Persediaan Produksi Barang 1

0 0.4 µ[z]

0.4 NAIK µ[x]

1 0.75

BERTAMBAH µ[z]

(34)

[R4] IF Permintaan NAIK And Persediaan SEDIKIT THEN Produksi Barang BERTAMBAH

[R4] α4 = min (µ PERMINTAAN NAIK[4000], µ PERSEDIAAN SEDIKIT [300]

 min (0.75; 0.6) = 0.6

0

4000 300 0

Permintaan Persediaan Produksi Barang 1

0 0.6 µ[z] NAIK

µ[x]

1 0.75

BERTAMBAH µ[z]

1 α4 SEDIKIT

1 µ[y]

(35)

Komposisi Antar Aturan

Dari hasil aplikasi fungsi implikasi dari tiap aturan, digunakan metoda MAX

untuk melakukan komposisi antar semua aturan

(a1-2000)/5000 = 0.25  a1 = 3250

(a2-2000)/5000 = 0.6  a2 = 5000

BERKURANG BERTAMBAH

2000 7000

µ[x] 1.00

0.25

5000 0.6

3250

a1 a2

µ[z] =

0.25; z≤3250

(36)

Penegasan (Defuzzy)

Salah satu metode penegasan yang bisa digunakan adalah metode centroid. Untuk, itu perlu dihitung momen untuk setiap daerah

Kemudian dihitung luas setiap daerah: A1 = 3250*0.25 = 812.5

A2 = (0.25+0.6)*(5000-3250)/2 = 743.75 A3 = (7000-5000)*0.6 = 1200

µ[z] =

0.25; z≤3250

(z-2000)/5000; 3250≤z≤5000 0.6; z≥5000

5 . 1320312 125 . 0 ) 25 . 0 (

1

|

3250

0 3250 0 2  

z dz z

M 625 . 3187515 2 . 0 000067 . 0 4 . 0 0002 . 0 5000 ) 2000 (

2

|

5000

3250 5000 3250 2 3 5000 3250 2      

z z dz

z z dz z z

M

7200000

3

.

0

)

6

.

0

(

3

|

7000

5000 7000 5000 2

z

dz

z

M

74 . 4247 1200 75 . 743 5 . 812 7200000 625 . 3187515 5 . 1320312       z

Menghitung Titik Pusat:

Jadi jumlah makanan yang harus

(37)

Metode Sugeno

Penalaran SUGENO hampir sama dengan MAM

DANI;

Diperkenalkan oleh Takagi-Sugeno Kang tahun 1

985;

Output sistem tidak berupa himpunan fuzzy, mel

ainkan berupa konstanta atau

persamaan lini

(38)

Metode Sugeno

Model Fuzzy Sugeno Orde Nol

IF (x1 is A1) ο (x2 is A2) ο (x3 is A3) ο … ο (xN is AN) THEN z=k

- dengan Ai adalah himpunan fuzzy ke-i sebagai antesenden, dan k adalah

suatu konstanta (tegas) sebagai konsekuen.

Model Fuzzy Sugeno Orde Satu

IF (x1 is A1) ο (x2 is A2) ο (x3 is A3) ο … ο (xN is AN) THEN z=p*x1 + … + pN

*xN + q

- dengan Ai adalah himpunan fuzzy ke-i sebagai antesenden, dan pi adalah

suatu konstanta (tegas) ke-i dan q juga merupakan konstanta dalam kons ekuen.

Apabila komposisi aturan menggunakan metode SUGENO, maka defuzz y dilakukan dengan cara mencari nilai rata-ratanya.

(39)

Modifikasi Aturan

Persamaan ditentukan oleh User

[R1] IF permintaan TURUN And Persedian BANYAK

▫ THEN Produksi Barang = Permintaan - Persediaan

[R2] IF permintaan TURUN And Persedian SEDIKIT

▫ THEN Produksi Barang = Permintaan

[R3] IF permintaan NAIK And Persedian BANYAK

▫ THEN Produksi Barang = Permintaan

[R4] IF permintaan NAIK And Persedian SEDIKIT

(40)

Mencari Nilai α dan nilai z untuk setiap aturan dengan fungsi MIN  karena menggunakan And

[R1] α1 = min (µ PERMINTAAN TURUN [4000], µ PERSEDIAAN BANYAK [300]  min (0.25; 0.4) = 0.25 THEN Produksi Barang = Permintaan – Persediaan  Nilai z1 = 4000-300 = 3700

[R2] α2 = min (µ PERMINTAAN TURUN [4000], µ PERSEDIAAN SEDIKIT [300]  min(0.25; 0.6) = 0.25 THEN Produksi Barang = Permintaan  Nilai z2 = 4000

[R3] α3 = min (µ PERMINTAAN NAIK [4000], µ PERSEDIAAN BANYAK [300]  min (0.75; 0.4) = 0.4 THEN Produksi Barang = Permintaan  Nilai z3 = 4000

[R4] α4 = min (µ PERMINTAAN NAIK [4000], µ PERSEDIAAN SEDIKIT [300]  min (0.75; 0.6) = 0.6 THEN Produksi Barang = (1.25 * Permintaan) – Persediaan  Nilai z4 = (1.25*4000)-300 = 4700

Nilai z: 4 3 2 1 4 4 3 3 2 2 1 1

z

z

z

z

z

6

.

0

4

.

0

25

.

0

25

.

0

4700

*

6

.

0

4000

*

4

.

0

4000

*

25

.

0

3700

*

25

.

0

z

4230

5

.

1

6345

z

Jadi jumlah makanan yang harus
(41)

41

Fuzzy Controllers

(42)

42

(43)

Types of Fuzzy Controllers:

- Supervisory Control -

Types of Fuzzy Controllers:

- Supervisory Control -

Fuzzy Logic Controller Outputs Set Values for Underlying PID Controllers:

Fuzzy Logic Controller Outputs Set Values for Underlying PID Controllers:

Fuzzification Inference Defuzzification

IF temp=low AND P=high THEN A=med IF ...

Set Values

Measured Variables

Plant

PID

PID

(44)

Types of Fuzzy Controllers:

- PID Adaptation -

Types of Fuzzy Controllers:

- PID Adaptation -

Fuzzy Logic Controller Adapts the P, I, and D Parameter of a Conventional PID Controller:

Fuzzy Logic Controller Adapts the P, I, and D Parameter of a Conventional PID Controller:

Fuzzification Inference Defuzzification

IF temp=low AND P=high THEN A=med IF ...

P

Measured Variable

Plant PID

I D Set Point Variable

(45)

Types of Fuzzy Controllers:

- Fuzzy Intervention -

Types of Fuzzy Controllers:

- Fuzzy Intervention -

Fuzzy Logic Controller and PID Controller in Parallel:

Fuzzy Logic Controller and PID Controller in Parallel:

Fuzzification Inference Defuzzification

IF temp=low AND P=high THEN A=med IF ...

Measured Variable

Plant PID

Set Point Variable

Referensi

Dokumen terkait

Hasil perhitungan dari sensor ini kemudian akan di baca oleh mikrokontroler Atmega128 untuk dilakukan proses perhitungan level bukaan dari pintu air dengan menggunakan metode

FINAL GRADE /0 IoT Based Monitoring and Control System of Siam Banjar Orange Plants using Fuzzy Logic Control GRADEMARK REPORT GENERAL COMMENTS Instructor PAGE 1 PAGE 2 PAGE 3

R.Kulkarni 1,2Department of Electrical Engineering, Modern College of Engineering, Pune University, Pune-05, India Abstract— A method for tuning of conventional PID controller based