• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS SEJARAH PENDIDIKAN MASA ORDE LAMA (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS SEJARAH PENDIDIKAN MASA ORDE LAMA (1)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS

SEJARAH PENDIDIKAN MASA ORDE LAMA DAN ORDE BARU

Disusun Oleh :

(2)

PENDIDIKAN MASA ORDE LAMA

Kondisi pendidikan dizaman orde lama, terutama di fokuskan antara 1950-1966. Seperti di ketahui, sesudah konferensi meja bundar pada 1949, terbentulah republik indonesia serikat. Di dalam RIS di atur mengenai pendidikan dan pengajaran.Kebijakan pendidikan nasional di era ini di mulai dari pasal 30 UUDS 1950 RI,antara lain sebagai berikut:

1. tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. 2. memilih pengajaran yang akan di ikuti, adalah bebas. 3. mengajar adalah bebas,dengan tidak mengurangi pengawasan penguasa yang di lakukan terhadap itu menurut peraturan unduang-undang.

Salah satu hal yang menentukan orde lama berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pendidikannya adalah, terciptanya undang-undang No.4 tahun 1950, Tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah untuk Seluruh Indonesia.Tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap, dan warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahtraan masyarakat dan tanah air.

Pendidikan dan pangajaran berdasar atas asas-asas yang termasuk dalam pancasila, Undang-undang dasar negara republik indonesia, dan atas kebudayaan kebangsaan indonesia. Sementara, bahasa pengantar yang di pakai dalam proses belajar mengajar adalah bahasa indonesia.Penggunaan bahasa indonesia sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar ini diatur pada bab IV pasal 5, yaitu:

 Bahasa indonesia sebagai bahasa persatuanadalah bahasaa pengantardi sekolah-sekolahdiseluruh repoblik indonesia.

 Di taman kanak–kanak dan tiga kelas yang terendah di sekolah rendah, bahasa daerah dipergunakan sebagai bahasa pengantar. Pendidikan dan pengajaran nasional, diatur pada bab V pasal 6, yaitu sebagaai berikut:

a. Pendidikan dan pengajaran taman kanak-kanak. b. Pendidikan dan pengajaran rendah.

(3)

Persoalan akut dari dunia pendidikan saat itu adalah bagaimana mengatur jumlah penduduk yang masih buta huruf tidakalah sedikit.Kondisi demikian tentunya mengganggu bagi kelangsungan pembangunan bangsa saat itu untuk bisa mensejahterakan rakyat secarah keseluruhan dan bisa tampil sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang ada di dunia.Oleh karena itu tujuan dan usaha pendidikan nasional pemerintah Orde Lama pada awalnya adalah untuk menghilangkan buta huruf.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka,diadakan pendidikan wajib belajar 6 tahun,pendidikan setingkat sekolah dasar,pendidikan dasar di gratiskan dll.

Ketika fokus awal pemerintahan Orde Lama pada pelaksanaan kegiatan pendidikan nasional secara massal,terutama dikaitkan dengan pendidikan dasar atau wajib belajar 6 tahun,terjadilah ledakan pendidikan baik di sekolah dasar,maupun di sekolah menengah,yang kemudian sedikit melupakan persoalan mutu dan kelanjutan pendidikan tersebut.

Pada tahun 1954,atas dorongan Prof.Mr.Mohamad Yamin,dididrikanlah lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan yang baru.,yaitu Perguruan Tinggi Pendidikan Guru(PTPG)tenaga ini didirikan di empat tempat yaitu :

 Di Sumatera Utara dididrikan di Batu Sangkar  Pulau Jawa di Bandung dan di Malang

 Di luar Jawa dididrikan di Tonando.

Pendirian PTPG di empat lokasi tersebut merupakan sejarah baru dalam perkembangan pendidikan nasional,bukan saja untuk meningkatkan mutu guru pendidikan menengah,melainkan juga meningkatkan citra tenaga kependidikan saat itu.

Pokok-pokok kebijakan penting di dalam UU Pendidikan Tinggi antara lain :

 Sesuai dengan perkembangan kehidupan politik di Tanah Air pada waktu itu,ilmu pengetahuan haruslah di sertai dengan pembentukan watak,yaitu bagi kebahagian masyarakat sosialis Indonesia.

 Perguruan Tinggi yang bersemayam di atas menara gading harus dilenyapkan.

(4)

 Perguruan tinggi terbuka luas untuk semua warga negara yang mempunyai kemampuan,kerajinan,ketekunan dan pembawaan yang sesuai.

 Perguruan tinggi mengakui kebebasan ilmiah dan kebebasan mimbar,namun perguruan tinggi tidak dibenarkan sebagai tempat kegiatan-kegiatan.

Saat itu peran dan perjuangan para tenaga pendidik juga dilakukan dengan mengadakan pertemuan untuk mengatasi berbagai persoalan pendidikan nasional terutama berkaitan dengan persoalan tenaga pendidikan saat itu,yaitu pada tanggal 21-25 agustus 1960,diadakan konferensi antar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) negeri seluruh Indonesia di Malang. Pertumbuhan FKIP yang tergabung dalam universitas – universitas memecahkan di pusat maupun daerah sedikit banyak mulai memecahkan masalah kebutuhan garu yang berwenang di sekolah lanjutan.

Apabila kita lihat fungsi dan status FKIP pada 1960-1961, ternyata lulusan FKIP memeng memenuhi kebutuhan kekurangan guru pada masa itu, tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan riil.Keputusan presiden nomor 145 tahun 1965 merumuskan tujuan pendidikan nasional pendidikan indonesia sesuai dengan Manipol-Usdek. Manusia sosialis indonesia adalah cita-cita utama setiap usaha pendidikan di indonesia.

(5)

3. Pendidikan sebagai lembaga pengembang kebudayaan nasional.

4. Pendidikan sebagai lembaga pengembang ilmu pengetahuan teknik dan fisik atau mental.

5. Pendidikan sebagai lembaga pengerak seluruh kekuatan rakyat.

Kelima fungsi sistem pendidikan nasional inilah yang disebut ” Lima Dharma Bhakti Pendidikan ‘’. Moral pendidikan nasional di rumuskan sebagai Pancasila-Manipol USDEK. Pancasila merupakan tujuan / jiwa kurikulum yang di rumuskan sebagai berikut:

1. Semangat mengemban amanat penderitaan rakyat demi tercapainya masyarakat adil dan makmur.

2. Semangat Demokrasi Terpimpin yang mengutamakan musyawarah untuk mufakat.

3. Semangat cinta bangsa dan Tanah Air dan semangat kesatuan yang ber-Bhineka Tunggal Ika,berkepribadian,dan berkebudayaan nasional.

4. Rasa prikemanusiaan dalam bentuk persahabatan dengan seluruh bangsa-bangsa di dunia.

5. Kepercayaan dan rasa takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa secara berkeadaban sebagai karakteristik bangsa Indonesia.

Di masa pemerintahan Soekarno, pemerintah membuka Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan.Di masa itulahdi buka bermacam-macam pendidikan berbagai bidang ilmu pengetahuan,yang dapat menampung pelajar-pelajar dengan biaya ditanggung oleh negara.

Ada beberapa hal yang dapat disimpulkan dari pendidikan nasional di zaman Orde Lama dengan kepala pemerintahannya Presiden Sokarno :

1. Pendidikan pada zaman Orde Lama dipengaruhi oleh kondisi politik.

2. Salah satu bentuk pembaruhan pendidikan nasional saat itu berkaitan dengan institusionalisasinya.

3. Usaha untuk memajukan pendidikan nasional yang dilakukan pada zaman Orde Lama salah satuny adalah dengan mendirikan kantor departemen pendidikan di tingkat daerah.

(6)

PENDIDIKAN MASA ORDE BARU

Pendidikan nasional di zaman Orde Baru dengan kepala pemerintahannya

Soerharto.Pada masa Orde Baru inilah sebuah rezim dapat bertahan lebih lama dan stabil jika dibandingkan dengan rezim Orde Lama maupun rezim-rezim reformasi saat ini.

Ketetapan MPRS nomor XXVII/MPRS/1966 bab II pasal 3, dicantumkan bahwa tujuan pendidikan nasional indonesia dimaksudkan untuk membentuk msnusia pancasila sejati berdasarkan ketentuan- ketentuan seperti yang dikehendaki oleh Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.Pembentukaan manusia Pancasila sejati adalah sesuatu yang diperlukan untuk mengubah mental masyarakat yang sudah banyak mendapat indoktrinasi Manipol USDEK pada zaman Orde Lama,pemurnian semangat Pancasila dianggap sebagai jaminan tegaknya Orde Baru.

Hal tersebut kemudian dikuatkan dalam pasal 4 ketetapan MPRS nomor XXIIMPRS/1966 tersebut,disebutkan tentang isi pendidikan harus memuat:

1. Mempertinggi mental,moral,budi pekerti,dan memperkuat keyakinan beragama. 2. Mempertinggi kecerdasan dan keterampilan.

3. Membina/mengembangkan fisik yang kuat dan sehat.

Ketetapan MPRS di atas menjadi penanda perubahnya pendidikan nasional dari Orde Baru. Dua hal, yaitu pembentukan manusia pancasilais sejati yang jelas dikaitkan oleh peristiwa tragis pasca Gerakan 30 Sebtember atau 1 oktober,ketika orde baru menunduh PKI sebagai pengkhianat Pancasila karena ingin mengubah Dasar Negara pancasila menjadi komunis.Kemudian, mengubah mental masyarakat yang penuh doktrin-doktrin Manipol USDEK, yang merupakan kebijakan Soekarno. Selanjutnya, TAP MPRS tersebut

menyatakan agar di perguruan-perguruan tinggi diberikan kebebasan mimbar/ilmiah seluas-luasnya yang tidak menyimpang dari UUD 1945 DAB falsafah negara, pancasila

Pemerintah pada waktu itu belum mempunyai strategi umum yang menyeluruh dan jelas yang disebabkan oleh beberapa hal yaitu:

(7)

2. Para penyelenggara pendidikan belumlah profesional.Artinya,tingkat kemampuan para penyelenggara pendidikan belum sanggup melaksanakan proses pendidikan secara profesional.

3. Pelaksanaan pendidikan terlalu dibawah pengaruh politik sehingga proses pendidikan yang sebenarnya hal kedua,sedangkan pratik politik praktis menjadi sangat dominan dalam lingkungan kehidupan pendidikan sosial.

4. Badan-badan penyelenggara pendidikan yang tidak profesional tersebut lebih diperparah lagi karena tidak iperkuat oleh tim-tim peneliti.

Hasil identifikasi masalah –masalah pendidikan dari konferensi Cipayung menggolongkan masalah tersebut dalam 6 kategori sebagai berikut:

1. Pendidikan luar sekolah 2. Kurikulum sekolah dasar 3. Kurikulum sekolah menengah 4. Kurikulum pendidikan tinggi 5. Pembiayaan pendidikan 6. Sarana pendidikan

Tugas dari Badan Pengembangan Pendidikan adalah sebagai berikut:

1. Mengoordinasikan serta menyelenggarakan penelitian dalam bidang pendidikan. 2. Mengadakan eksperimen-eksperimen dan proyek-proyek perintis dalam rangka

pengembangan pendidikan.

3. Menyiapkan rencana, program, dan kebijaksanaan untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan .

(8)

Dirumuskan pula langkah-langkah jangka panjang mewujudkan keterkaitan antar pendidikan dan ketenagakerjaan :

 Mengadakan praturan untuk mengawasi atau membatasi pembukaan sekolah-sekolah menengah umum dan fakultas sosial politik dan memperbanyak sekolah-sekolah kejuruan, mendorong pengembangan dari fakultas untuk ilmu pengetahuan eksakta.  Meratakan dasar bagi pengtahuan sistem pendidikan dan penyempurnaan kurikulum

yang diarahkan kepada pengtahuan-pengetahuan praktis sesuai kebutuhan masyarakat dengan menyediakan fasilitas-fasilitas, seperti alat-alat laboratorium untuk praktik, dan peralatan yang memungkinkan pelajaran-pelajaran.

 Memperluas pendidikan guru dan keguruan tinggi serta meningkatkan mutu kesanggupan mereka.

 Dalam bidang perguruan tinggi, lebih diutamakan pertanian, teknik, ekonomi, kedokteran,dan keguruan.

Referensi

Dokumen terkait

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 23 Tahun 2011, tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Yogyakarta;. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI

Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 145/K/2003 tentang Pemberian Biaya Darmasiswa Kepada Mahasiswa Asing yang Belajar di

• Pengakuan kedaulatan Rl terjadi dalam Konferensi Meja Bundar, yaitu sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda dari

Aturan tentang pengelolaan pendidikan agama di sekolah sesungguhnya dijadikan sebagai standar dan ketetapan turunan dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional

Sesuai Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekoah dijelaskan bahwa Komite Sekolah berfungsi sebagai berikut:(1)

Meskipun disadari jika pesantren dan madrasah merupakan modal dan sumber pendidikan nasional, namun faktanya posisinya masih jauh dari sistem pandidikan nasional,

Tujuan Pendidikan Nasional Indonesia yang tertuang dalam Undang­Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 ayat (1)

Berdasarkan pemikiran tersebut, maka Presiden Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden RI Nomor 34 Tahun 2002 Tentang Perubahan atas Keputusan Presiden Nomor 124 Tahun