• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Tingkat Pemahaman Materi Hakeka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Tingkat Pemahaman Materi Hakeka"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Tingkat Pemahaman Materi Hakekat Guru Atau

Pendidik Pada Mahasiswa Pendidikan Kimia Kelas A Reguler

2014

IMALA TUNIL KHAIRA LUBIS

(2)

didik di sekolah. Dengan jenjang pendidikan akademik dan profesi, maka diharapkan tenaga pendidik di lembaga formal atau sekolah harus memiliki kemampuan sesuai yang diharapkan yang dapat diwujudkan dalam bentuk kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional (Kock, 2000). Menurut Nugroho Notosusanto berpendapat bahwa hakikat guru adalah mengajar yang merupakan langkah seorang guru untuk memandaikan bangsa dengan tanpa memikirkan efek untung dan ruginya secara material personal, melainkan memikirkan bagaimana nistanya jika generasi selanjutnya tidak lebih berkualitas dalam semua aspek kehidupan (Usman, 2001). Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, dibutuhkan guru yang efektif dalam melaksanakan pembelajaran. Efektif dalam melaksanakan pembelajaran salah satu ciri guru professional. Guru yang efektif dalam mengajar disenangi murid, orang tua, teman sejawat, dan kepala sekolah (Dewi, 2015). Keberhasilan pengelolaan pendidikan bergantung pada kualitas para guru. Kedudukan dan peran guru sangat besar pengaruhnya dan merupakan titik yang strategis dalam kegiatan pendidikan. Guru bukan hanya cerdas dan mempunyai gelar akan tetapi mempunyai karakter beriman, bertaqwa, berahlak mulia, berbudi pekerti luhur, dan mengamalkan ilmunya secara bertanggung jawab (Supriadi, 2009).

Didalam buku filsafat pendidikan dijelaskan tentang hakekat guru dimana dijelaskan prinsip dasar seorang guru, syarat untuk menjadi seorang guru, harapan siswa terhadap guru dan cara menjadi guru yang sukses dan menginspirasi siswanya. Hakekat guru atau pendidik penting untuk dipelajari dan dipahami oleh mahasiswa terutama bagi mahasiswa calon guru atau pendidik nantinya karena di era modern sekarang banyak sekali permasalahan yang menyangkut guru dengan siswanya. Banyak kasus guru yang dilaporkan oleh orang tua akibat melakukan kekerasan terhadap siswa yang mengundang kontroversi dari berbagai pihak.

(3)

menginspirasi orang banyak. Dari pengamatan penulis sebagai salah satu mahasiswa yang berada di jalur kependidikan, masih banyak mahasiswa yang tidak memiliki minat, idealisme dan panggilan jiwa sebagai seorang guru atau pendidik. Namun ada juga mahasiswa yang ingin menjadi guru yang baik dan menginspirasi, tetapi tidak mengetahui cara untuk menjadi guru yang diinginkannya. Menjadi guru yang baik dan menginspirasi tidak bisa datang sendiri kepada kita, melainkan kita harus berusaha mempelajari, menjiwai dan menerapkannya dalam diri kita. Semua masalah-masalah ini disebabkan kurangnya kesadaran dan minat mahasiswa dalam mempelajari hakekat guru atau pendidik.

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis akan melakukan mini riset tentang “Analisis Tingkat Pemahaman Materi Hakekat Guru Atau Pendidik Pada Mahasiswa Pendidikan Kimia Kelas A Reguler 2014”.

METODE PENELITIAN Lokasi Dan Waktu Penelitian

Mini riset ini dilaksanakan di Universitas Negeri Medan di Kelas Pendidikan Kimia Kelas Reguler A 2014 pada hari selasa tanggal 25 Oktober 2016.

Subjek Penelitian

Subjek dalam mini riset ini adalah 21 orang atau 75 persen dari 28 Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Kelas Reguler A 2014 Universitas Negeri Medan.

(4)

PEMBAHASAN

Dalam perkembangan dunia pendidikan, pemahaman mengenai Hakekat Guru/ Pendidik menjadi salah satu hal terpenting dalam kegiatan pembelajaran agar tercapainya tujuan pembelajaran karena Hakikat Guru/Pendidik merupakan materi yang membahas prinsip dasar profesi guru, tugas dasar guru dan bagaimana profil guru yang sukses.

Guru maupun calon guru sebagai subjek yang berperan penting dalam kegiatan belajar mengajar sudah seharusnya memahami secara benar mengenai hakikat guru/pendidik sebagai dasar pemahaman mengenai filsafat pendidikan secara umum. Sesuai dengan latar belakang permasalahan yang ada yaitu kurangnya pemahaman mahasiswa jurusan kependidikan sebagai calon guru ataupun calon tenaga pendidik terhadap materi Hakikat Guru/Pendidik maka dalam hal ini peneliti akan menganalisis tingkat pemahaman Materi Hakikat Guru/Pendidik pada mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Kelas A Reguler 2014. Dalam mini riset ini, peneliti akan meneliti sampel yaitu sebanyak 21 orang mahasiswa Prodi Pendidikan Kima Kelas A Reguler 2014 atau 75% dari 28 mahasiswa. Data nilai hasil tes dari sampel tersebut di skoring dengan rentang 10-100. Lalu nilai tersebut di kategorikan berdasarkan rentang nilai yang telah ditentukan oleh penulis. Ada 4 kategori yang digunakan penulis untuk menggambarkan tingkat pemahaman mahasiswa Hakekat Guru/Pendidik yaitu :

Nilai

Adapun rumus untuk menentukan nilai mahasiswa hasil tes materi Hakikat Guru/Pendidik adalah sebagai berikut :

Nilai = Jumlah jawaban benarjumlah soal × 100

(5)

NO NAMA NILAI KATEGORI

Setelah nilai hasil tes mahasiswa dikategorikan, maka dapat ditentukan persentase tingkat pemahaman dari 21 mahasiswa secara umum melalui rumus berikut :

% = Jumlah mahasiswa setiap kategorijumlah seluruh mahasiswa × 100

(6)

Hasil persentase yang diperoleh dari tingkat pemahaman mahasiswa kategori sangat mengerti yaitu 5%, mahasiswa kategori sudah mengerti 9%, mahasiswa kategori cukup mengerti 14%, dan mahasiswa kategori kurang mengerti 72%.

Berdasarkan hasil tes yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa prodi Pendidikan Kimia kelas A Reguler 2014 secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa kebanyakan mahasiswa tersebut kurang mengerti mengenai materi Hakekat Guru/ Pendidik.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian mengenai tingkat pemahaman Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Kelas A Reguler 2014 mengenai Hakekat Guru/ Pendidik diperoleh hasil presentase dari tingkat pemahaman mahasiswa kategori sangat

4.80% 9.50%

14.20%

71.50%

Persentase Pemahaman Mahasiswa Kimia Dik A 2014 Materi Hakekat Guru

(7)

mengerti yaitu 5%, mahasiswa kategori sudah mengerti 9%, mahasiswa kategori cukup mengerti 14%, dan mahasiswa kategori kurang mengerti 72%.

Dari penelitian ini terlihat jelas bahwa mahasiswa jurusan kimia dik A 2014 yang nantinya diharapkan sebagai calon tenaga pendidik yang professional masih terdapat banyak mahasiswa yang belum sepenuhnya mengerti mengenai materi Hakekat Guru/ Pendidik sebagai materi yang membahas dasar-dasar dari profesi guru akan meningkatkan potensi guru/pendidik di masa depan.

DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Rosmala., Profesionalisasi Guru Melalui Penelitian Tindakan Kelas, 2015,

Unimed Press, Medan

Hendri, Edi, 2010, Guru Berkualitas : Profesional Dan Cerdas Emosi, Jurnal

Saung Guru, 1(2) : 1-11

Kock, Heinz., 2000, Saya Guru yang Baik, Yayasan Kanisius, Yogyakarta

(8)

Supriadi, Oding, 2009, Pengembangan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar,

Jurnal Tabularasa, 6 (1) : 27-38

Referensi

Dokumen terkait

Latar belakang dilakukanya penelitian ini adalah kurangnya pemahaman siswa pada mata pelajaran IPS materi jenis-jenis pekerjaan di MI Miftahul Huda Driyorejo

Menurut RRH, AKh, DK, RD, SA, dan GR, perkuliahan kependidikan memberikan kemanfaatan dalam meningkatkan pemahaman para calon guru tentang teknik atau metode

Abstrak : Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis perbedaan tingkat pemahaman antara mahasiswa akuntansi yang berlatar belakang dari SMA jurusan IPS, SMA

Sebagai seorang mahasiswa jurusan kependidikan yang disiapkan sebagai calon guru atau calon tenaga pengajar yang sedang dalam tahap pembelajaran, Praktikan di bangku kuliah

Std. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman tentang Aset, Kewajiban, dan Ekuitas antara mahasiswa yang berasal dari SMK Jurusan Akuntansi, SMA

4.6.2 Pengendalian Diri Berpengaruh Terhadap Tingkat Pemahaman Mahasiswa Jurusan Akuntansi Terhadap Mata Kuliah Akuntansi Biaya

Berdasarkan analisis data survei pemahaman visi misi STKIP Muhammadiyah Sorong dengan responden internal stake holder (dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa) dan

dikemukakan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah terdapat perbedaan pemahaman antara mahasiswa yang berasal dari SMK Jurusan Akuntansi, SMA Jurusan IPS