• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN PADA PROSE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN PADA PROSE"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Gambar 2. Mesin CNC MillingJenis mata pahat yang digunakan dalam pemotongan adalah  Mazzak-V414/22 end mill carbide dengan diameter 12 mm
Gambar 3. Mata tools endmill carbide Kondisi permukaan benda kerja bahagian tepi dan atas pada permukaan benda kerja dapat diketahui dengan melakukan pengukuran kekasaran permukaan menggunakan alat uji kekasaran permukaan (surface test)diameter 12mm  sebagai berikut :
Gambar 5. Diagram Alir Penelitian
Gambar 7. Grafik nilai kekasaran permukaan logam pada tiap percobaan pada proses proses face milling
+2

Referensi

Dokumen terkait

Kekasaran permukaan dan kesilindrisan komponen pada proses pemesinan ( turning finishing ) sangat dipengaruhi oleh parameter-parameter pemesinan, seperti cutting speed ,

Pada Gambar 15, semakin banyak jumlah mata sayat endmill cutter maka tingkat kekasaran permukaan proses pemesinan CNC milling semakin kecil, begitu pula

1) Variasi toolpath memiliki pengaruh terhadap tingkat kekasaran permukaan. Ketika arah pahat searah dengan serat kayu dalam proses pemesinan CNC Milling router 3 axis

Hal ini sesuai dengan penelitian Syah dkk (2014) yang menyatakan bahwa semakin tinggi feed rate maka kekasaran permukaan proses pemesinan CNC Milling semakin besar, begitu pula

Perhitungan rata-rata kekasaran permukaan daerah hasil proses milling, rata-rata temperatur pahat, dan rata-rata konsumsi daya listrik mesin milling melalui

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh parameter pemesinan pada proses pengamplasan terhadap kekasaran permukaan kayu jati (Tectona grandis)

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh kecepatan potong dan feed rate dalam proses milling (vertical face milling) dengan menggunakan berbagai jenis pendinginan

Untuk melakukan proses pemesinan milling berupa kontur atau pocket pada pemesinan milling biasanya diawali dengan proses roughing secara 3-axis sampai mencapai kontur yang