PEDOMAN MAGANG
(VERSI KEBIASAAN BARU)
Oleh:
TIM PENYUSUN
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN
MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI BANJARMASIN
ii
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Panduan magang ini disusun berdasarkan kebutuhan yang dirasakan oleh civitas akademika Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNISKA dalam pelaksanaan magang khususnya dalam rangka menerapkan kebiasaan baru dalam upaya menjaga protokol kesehatan dan keamanan di masa pandemi Covid-19.
Pedoman ini adalah pedoman resmi yang harus diikuti oleh segenap civitas akademika FKM UNISKA dalam melaksanakan kegiatan program magang. Pada Pedoman magang ini terdapat beberapa perubahan dari Pedoman magang yang lalu dimana adanya penyesuain-penyesuaian tertentu baik dalam pelaksanaan maupun pembuatan laporan magang oleh mahasiswa. Pada panduan ini juga diharapkan adanya keseragaman antara dosen pembimbing dengan mahasiswa untuk mengacu dalam hal penulisan laporan kegiatan magang.
Segala upaya telah dilakukan untuk menyempurnakan buku pedoman ini, namun bukan mustahil dalam pedoman ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dan komentar yang dapat dijadikan masukan dalam menyempurnakan pedoman ini di masa yang akan datang. Semoga pedoman ini bermanfaat bagi para civitas akademika FKM UNISKA. Wassalamu’alaikum wr. Wb.
Banjarmasin, Februari 2021
iii
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
I. PENDAHULUAN ... 1
II. TUJUAN ... 2
III. SASARAN ... 3
IV. ORGANISASI PELAKSANA ... 3
V. BEBAN STUDI DAN WAKTU MAGANG... 4
VI. PERSYARATAN MENGIKUTI MAGANG ... 5
VII. LOKASI ... 5
VIII. PELAKSANAAN MAGANG ... 5
IX. MONITORING DAN EVALUASI ... 21
X. LAPORAN MAGANG ... 22
XI. SEMINAR ... 24
I. PENDAHULUAN
Program studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin merupakan Lembaga intitusi Pendidikan sarjana kesehatan masyarakat. Salah satu misinya adalah menyelenggarakan pengabdian yang mendukung upaya pemecahan masalah kesehatan di intansi/lingkungan/masyarakat sebagai sarana pembangunan kesehatan masyarakat. Dalam menjalankan misi tersebut, program studi mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012, dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
Kurikulum program magang bagi mahasiswa FKM UNISKA adalah untuk memberi bekal pengalaman dan keterampilan kerja praktis, penyesuaian sikap di dunia kerja sebelum mahasiswa dilepas untuk bekerja sendiri. FKM UNISKA melaksanakan program magang karena mengharap para lulusan tetap mempunyai kemampuan yang bersifat akademik dan profesional.
Pengertian magang adalah kegiatan mandiri mahasiswa yang dilaksanakan di luar lingkungan kampus untuk mendapatkan pengalaman kerja praktis yang sesuai dengan bidang peminatannya melalui metode observasi dan partisipasi. Kegiatan magang dilaksanakan sesuai dengan formasi struktur dan fungsional pada instansi tempat magang baik pada lembaga pemerintahan maupun perusahan swasta atau lembaga lain yang relevan.
Salah satu hasil kekaryaan mahasiswa secara praktis dan akademis dapat dilihat dan atau dinilai melalui program magang pada instansi pemerintah dan swasta. Harapan yang diinginkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan (FKM UNISKA) Banjarmasin dalam program magang ini adalah untuk melihat kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah-masalah kesehatan dengan pendekatan manajemen berbasis kesehatan masyarakat.
Hasil rumusan akhir definisi kesehatan masyarakat sebagai ilmu adalah “kombinasi dari ilmu pengetahuan, keterampilan, moral dan etika, yang diarahkan pada upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan semua orang, memperpanjang hidup melalui tindakan kolektif atau tindakan sosial, untuk
mencegah penyakit dan memenuhi kebutuhan menyeluruh dalam kesehatan, dengan menggunakan strategi pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri”, perspektif yang digunakan dalam kesehatan masyarakat adalah kelompok atau masyarakat dan inilah yang menjadi esensi dari ilmu kesehatan masyarakat.
Adapun kompetensi yang telah ditetapkan menjadi kompetensi dasar dengan mengacu pada hasil dari Council on Linkages Acamedia and Public Health Practice (2001) bagi lulusan tenaga kesehatan masyarakat yaitu:
1. Kemampuan untuk melakukan kajian dan analisis
2. Kemampuan untuk mengembangkan kebijakan dan perencanaan program kesehatan
3. Kemampuan untuk melakukan komunikasi 4. Kemampuan untuk memahami budaya lokal
5. Kemampuan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat 6. Memahami dasar-dasar ilmu kesehatan masyarakat
7. Kemampuan untuk merencanaan dan mengelola sumber dana 8. Kemampuan untuk memimpin dan berfikir sistim
Bidang keilmuan kesehatan masyarakat yang dapat mahasiswa jadikan sebagai masalah kesehatan meliputi administrasi kebijakan kesehatan, gizi masyarakat, kesehatan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, kesehatan ibu dan anak, epidemiologi, biostatistik dan promosi kesehatan.
Namun dengan merebaknya kejadian Pandemi Covid-19 yang saat ini sedang melanda hampr di seluruh kawasan dunia, maka tentunya dianggap perlu adanya penyesuaian kegiatan bidang akademik termasuk di dalamnya program magang mahasiswa FKM UNISKA MAB. Hal ini diperlukan untuk senantiasa tetap menjaga kesehatan dan keamanan setiap individu yang dapat terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan program magang tersebut.
II. TUJUAN
Secara umum tujuan program magang FKM UNISKA MAB adalah
untuk memberikan pengalaman bekerja dan kesempatan untuk
mengaplikasikan ilmu kesehatan masyarakat agar dapat melakukan intervensi dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapi instansi tempat magang
dengan metode problem solving. Dari kegiatan ini juga diharapkan terjalin kerjasama yang baik antara FKM UNISKA MAB dan Instansi tempat magang sebagai stakeholder. Selain itu kegiatan magang versi kebiasaan baru ini juga bertujuan untuk dapat melatih mahasiswa dalam menyusun laporan secara terstruktur meskipun tidak harus langsung menjalani magang di instansi kesehatan secara intensif.
Secara khusus tujuan program magang adalah
a. Mahasiswa mampu mengobservasi dan mengidentifikasi prosedur kerja/Standard Operating Procedure (SOP) di tempat magang/institusi kesehatan/lingkungan masyarakat dan melakukan analisis situasi.
b. Mahasiswa dapat berperan aktif dengan cara memberikan sumbangsih ide/pemikiran/gagasan terkait kegiatan program kesehatan masyarakat c. Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah, menganalisis dan memberi
altenatif pemecahan masalah.
III. SASARAN
Atas dasar hal-hal yang telah dikemukakan di atas, maka magang mempunyai dua kelompok sasaran, yaitu mahasiswa dan instansi tempat magang. Masing-masing sasaran magang ini akan memperoleh manfaat dari pelaksanaan magang, sebagai berikut :
1. Mahasiswa
a. Memperdalam aplikasi ilmu kesehatan, pola pikir, inovasi, kreatifitas dan cara kerja yang komprehensif, sehingga dapat memahami suatu permasalahan kesehatan yang dihadapi di instansi tempat magang b. Memperdalam wawasan keilmuan tentang pemahaman ilmu kesehatan
masyarakat yang sudah dipelajarinya.
c. Mendewasakan pola pikir serta meningkatkan daya nalar dan kreatifitas dalam melakukan penelaahan, perumusan dan pemecahan masalah kesehatan masyarakat.
2. Instansi Magang/Masyarakat Umum
Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga, serta ilmu dalam pemecahan masalah kesehatan sesuai bidang dan latar belakang tertentu.
IV. ORGANISASI PELAKSANA
- Pembina : Dekan FKM UNISKA
- Penanggungjawab : Wakil Dekan I FKM UNISKA
- Ketua Pelaksana : Ketua Program Studi FKM UNISKA
- Pelaksana Harian : Koordinator Magang FKM UNISKA
- Dosen Pembimbing Magang - Pembimbing Magang di Instansi
V. BEBAN STUDI DAN WAKTU MAGANG
Magang merupakan kegiatan kurikulum wajib dengan beban studi sebesar 3 SKS yang dilaksanakan selama +4 minggu dengan rincian sebagai berikut :
1. Persiapan, orientasi lapangan dan pembekalan selama 1 minggu (+40 jam kerja).
2. Pelaksanaan kerja magang selama 3 minggu efektif di lapangan bagi yang magang secara langsung di instansi magang (+160 jam kerja), pelaksanaan di lapangan disesuaikan dengan jam kerja di tempat magang. Agar efektif dan terarah dalam pelaksanaan magang maka mahasiswa membuat rincian kegiatan yang sudah disusun dan disepakati dengan dosen pembimbing dan pembimbing di instansi.
3. Pelaksanaan kerja magang “khusus” selama 3 minggu dengan melakukan kegiatan baik observasi lapangan, mengumpulkan data, menganalisis data maupun kajian literatur bagi mahasiswa yang tidak langsung mengikuti magang di instansi.
4. Konsultasi/bimbingan laporan magang kepada dosen pembimbing dapat dilaksanakan setelah mendapatkan SK pembimbing magang
5. Seminar laporan magang dilaksanakan setelah magang berakhir dan sudah disetujui oleh dosen pembimbing dan/atau pembimbing Instansi untuk diseminarkan
Adapun secara lebih rinci, tahapan kegiatan magang dapat dilihat pada tabel berikut Ini:
Tabel 1. Rincian kegiatan magang berdasarkan waktu (tahapan minggu) Kegiatan Minggu ke - I II III IV V Persiapan dan Pembekalan Pelaksanaan program magang Konsultasi Pembuatan laporan
Seminar laporan magang Revisi
VI. PERSYARATAN MENGIKUTI MAGANG
1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif di FKM Uniska pada Tahun Akademik pelaksanaan program magang.
2. Telah menempuh sebanyak 80% dari total SKS Mata Kuliah yang ditawarkan/disediakan.
VII. LOKASI MAGANG
Lokasi atau tempat magang adalah institusi baik pemerintah maupun swasta terutama yang bergerak di bidang kesehatan. Bersedia dan mampu menerima mahasiswa magang serta dapat menyediakan tenaga instruktur atau pembimbing dengan latar belakang pendidikan minimal strata 1 (S1). Lokasi magang dapat ditentukan oleh Tim FKM Uniska melalui kesepakatan bersama dengan institusi tempat magang. Tempat magang dapat pula berasal dari usulan mahasiswa dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Ketua Pelaksana Program Magang. Bagi mahasiswa yang tidak melaksanakan program magang secara langsung di instansi terkait, dapat menentukan sendiri lokasi/instansi/media yang akan digunakan untuk memfasiliasi kegiatan magangnya.
VIII. PELAKSANAAN LAPANGAN A. Waktu Pelaksanaan
B. Pelaksanaan Lapangan
Dalam pelaksanaan magang di lapangan mahasiswa aktif dan berperan sebagai tenaga kerja sesuai dengan bidang peminatan yang dimilikinya pada instansi tempat magang, sehingga mahasiswa wajib mengikuti segala aturan atau tata tertib yang berlaku pada tempat magang. Sedangkan untuk mahasiswa yang memilih untuk tidak melaksanakan kegiatan magang secara langsung di instansi terkait, dapat melakukan alternatif kegiatan berupa observasi dan pengumpulan data sekunder pada instansi kesehatan dan menyusun laporan dalam bentuk kajian analisis kuantitatif. Selain itu mahasiswa juga dapat membuat sebuah kajian berupa studi literatur dari jurnal-jurnal penelitian terdahulu.
Prosedur pelaksanaan magang:
1. Pada minggu I, mahasiswa melakukan observasi lapangan ke seluruh unit kerja yang ada di tempat magang. Bagi yang melaksanakan kegiatan berupa pengolahan data sekunder juga dapat langsung mengobservasi target lokasi dan mengurus perizinannya. Kemudian bagi yang memilih untuk melakukan studi literatur dapat mulai menentukan topik dan mencari jurnal-jurnal penelitian yang akan direview dengan menganalisis secara kritis, konstruktif dari literatur dalam bidang tertentu melalui ringkasan, klasifikasi, analisis, bahkan perbandingan. 2. Minggu II dan III, mahasiswa sudah menentukan bidang kasus yang
dinilai dapat dijadikan suatu topik dalam laporang magang. Mahasiswa melakukan kegiatan kerja di instansi tempat magang, dan memfokuskan sesuai bidang keilmuan kesehatan masyarakat yang menjadi peminatannya, dan menganalisis data yang terkait. Selanjutnya hasil kegiatan akan dituangkan dalam bentuk laporan dan diseminarkan di FKM UNISKA pada akhir kegiatan. Sedangkan yang tidak praktek magang secara langsung di instansi terkait, dapat langsung melakukan/membuat laporan hasil analisis datanya. Kelas Peminatan mahasiswa adalah :
1. Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja 2. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
3. Kesehatan Reproduksi dan Gizi
4. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan 5. Epidemiologi dan Biostatistik
C. Analisis Situasi
Kegiatan mengumpulkan dan memahami informasi tentang suatu situasi yang berguna untuk menetapkan masalah.
Tujuan Analisis Situasi:
1. Memahami masalah kesehatan secara jelas dan spesifik 2. Mempermudah penentuan prioritas
3. Mempermudah penentuan alternatif pemecahan masalah Beberapa contoh Lahan Praktik untuk Magang Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat :
1. Dinas Kesehatan Provinsi
2. Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten
3. Dinas Ketenagakerjaan/UPT Balai Hiperkes 4. Puskesmas/Rumah Sakit/Poliklinik
5. Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perusahaan/Industri 6. Lembaga BUMN (BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan, PDAM, PD PAL,
PLN, dst)
7. Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan 8. Kantor Kesehatan Pelabuhan
9. Dan lain-lain (Bidang kesehatan yang disepakati)
D. Deskripsi Kerja Magang Peminatan
1. Kesehatan Lingkungan
Setelah mengikuti magang, mahasiswa peminatan K3KL mampu melakukan kajian dan analisis mengenai konsep K3 dan Kesehatan Lingkungan dalam rangka penyelesaian masalah terkait K3 dan Kesehatan Lingkungan dengan melakukan identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah dan pemecahan masalah.
No Kompetensi Deskripsi Kegiatan Sikap
1
Bertakwa kepada Allah Subhanallahuta’ala dan mampu menunjukkan sikap
religius
Sholat berjama’ah dan tepat waktu
2
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika
Bersikap sopan santun di tempat kerja
3
Menunjukkan sikap
bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri
Melaksanakan instruksi pembimbing lapangan dengan seksama
Pengetahuan
1 Memahami alur produksi perusahaan Menggambarkan SOP Produksi perusahaan/RS
2
Memahami alur pengolahan limbah perusahaan/Rumah sakit
1. Mempelajari SOP Pengolahan limbah 2. Mempelajari peraturan yang digunakan oleh
perusahaan/RS
3
Memahami kebijakan, regulasi, dan prosedur alur produksi produksi dan yang dialukan
perusahaan/Rumah Sakit
1. Mempelajari dokumen SOP dan kebijakan di perusahaan
2. Mengidentifikasi penerapan kebijakan yang dilakukan
4
Memahami pengendalian dan pemberantasan
Vektor di perusahaan/Rumah Sakit 1. Melakukan analisis dokumen pengendalian yang telah dilakukan
2. Mengidentifikasi vektor penyakit di perusahaan/Rumah sakit
5 Memahami manajemen lingkungan yang diterapkan oleh perusahaan
Mempelajari dokumen manajemen lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan
Keterampilan
1
Mampu mengidentifikasi berbagai pajanan lingkungan (fisik, kimia, mikro organisme, dan radiasi)
1. Mengidentifikasi pajanan fisik 2. Mengidentifikasi pajanan kimia
3. Mengidentifikasi pajanan mikroorganisme 4. Menganalisis hasil pengukuran pajanan
2
Mampu mengukur besaran risiko kesehatan masyarakat sekitar dan pegawai
perusahaan/Rumah Sakit
1. Melakukan wawancara terhadap pekerja dan masyarakat sekitar
2. Mempelajari dokumen pengukuran lingkungan yang dilakukan perusahaan 3. Menganalisis risiko kesehatan dari paparan
hazard
3
Mampu melaksanakan program pengendalian dan pemberantasan vektor
1. Mengidentifikasi vektor penyakit di sekitar perusahaan
2. Mengidentifikasi sarana prasarana yang ada di perusahaan untuk mengendalian vektor penyakit
3. Melakukan program fogging
4. Melakukan program pengendalian tikus 5. Melakukan evalusi program yang telah
4
Mampu melakukan inspeksi Higine sanitasi makanan dan minuman di perusahaan/Rumah Sakit
1. Mengidentifikasi dokumen higiene sanitasi yang dilkaukan perusahaan
2. Mengidentifikasi kantin dan catering perusahaan
3. Mengidentifikasi dokumen kesehatan karyawan
4. Melakukan inspeksi higiene sanitasi makanan dan minuman
5. Mengevaluasi hasil inspeksi Mmapu melaksanankan Hazard Critical Control
Point (HACCP) di industri makanan dan minuman/Rumah Sakit
1. Mengidentifikasi dokumen HACCP perusahaan/RS
2. Mengidentifikasi bahan baku produksi 3. Melaksanakan HACCP
4. Mengevaluasi hasil inspeksi
2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Setelah mengikuti magang, mahasiswa peminatan K3KL mampu melakukan kajian dan analisis mengenai konsep K3 dan Kesehatan Lingkungan dalam rangka penyelesaian masalah terkait K3 dan Kesehatan Lingkungan dengan melakukan identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah dan pemecahan masalah.
No Kompetensi Deskripsi Kegiatan Topik Area Magang Sikap
1 Bertakwa kepada Allah
Subhanallahuta’ala dan Sholat berjama’ah dan tepat waktu
1. Manajemen Kesehatan dan 1. Lab K3 UPT Disnankertrans mampu menunjukkan sikap religius Keselamatan Kerja (OHSAS) 2. Sistem Kompensasi dan Jaminan Kesehatan dan Keselamatan Tenaga Kerja 3. Aplikasi Ergonomi di Tempat Kerja 4. Penilaian dan Pengendalian Hazard di Tempat Kerja 5. Epidemiologi 2. BPJS Ketenagakerjaan 3. Industri/ perusahaan 4. Rumah sakit 5. Klinik perusahaan 6. Puskesmas 7. Dinas Kesehatan 2 Menjunjung tinggi nilai
kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika
Bersikap sopan santun di tempat kerja 3 Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri Melaksanakan instruksi pembimbing lapangan dengan seksama Pengetahuan
Menguasai konsep dan teknik analisis masalah kesehatan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja Mengidentifikasi proses kerja di perusahaan/instansi Penyakit Akibat Kerja 2 Menguasai konsep kebijakan dan perencanaan program keselamatan
dan kesehatan kerja
Menganalisis pelaksanaan SMK3
3 Menguasai konsep dan teknik komunikasi efektif
Melakukan, mempersiapkan dan mengikuti safety talk, safety int
4 Memahami konsep budaya
keselamatan dan kesehatan kerja yang mempengaruhi kesehatan pekerja
Melakukan, mempersiapkan dan mengikuti safety talk, safety introduction, perilaku k3. 5 Menguasai konsep investigasi kecelakaan Mengindentifikasi penyebab
kecelakaan kerja dari faktor
manusia, peralatan, bahan dan
lingkungan Keterampilan
1 Mampu menerapkan 1.Mengkaji penyakit konsep dasar keselamatan dan kesehatan kerja untuk meningkatkan status kesehatan pekerja akibat kerja. 2. Mengkaji higiene industri di perusahaan. 3. Mengkaji bahaya dispersi,
kebakaran dan ledakan. 4. Menerapkan teknik dalam
analIsis masalah seperti fishbone
2 Mampu melakukan kajian dan analisis masalah risiko keselamatan dan kesehatan kerja 1. Mengkaji manajemen risiko 2. Mengkaji data kecelakaan
dan kesehatan tenaga kerja
3. Mengkaji hasil pengukuran lingkungan kerja (kebisingan, ergonomi, suhu, kadar bahan kimia dan sebagainya) 4. Mengkaji pelaksanaan SMK3/ISO 5. Mengkaji telaah dokumen audit K3 3 Mampu mengkomunikasikan bahaya keselamatan dan kesehatan kerja.
Merekomendasikan suatu kegiatan pencegahan dan evaluasi di tempat kerja
4 Mengusai konsep pengukuran di tempat kerja Melakukan pengukuran lingkungan kerja (kebisingan,
ergonomi, suhu, kadar bahan
3. Kesehatan Reproduksi
Setelah mengikuti magang, mahasiswa peminatan Kesehatan Reproduksi dapat memiliki kompetensi sebagai berikut :
a. Mampu melakukan kajian dan analisis
1. Ketepatan dalam mengidentifikasi masalah seperti Kesehatan reproduksi remaja, Kesehatan Ibu dan Anak, Aborsi, Kehamilan, Pencegahan dan penanggulangan Komplikasi, Infertilitas, Kanker pada usia lanjut dan atau osterioporosis.
2. Kemampuan dalam mengevaluasi masalah tersebut secara relevan untuk dijadikan pemecahan masalah program b. Mampu melakukan komunikasi
1. Dapat melakukan komunikasi lisan untuk mendapatkan input informasi, data dan masalah
2. Mampu melakukan interaksi individu, maupun kelompok c. Mampu melakukan pemberdayaan masyarakat
1. Mampu memahami pola kebiasaan masyarakat setempat 2. Mampu menggali potensi alam, sarana, dan kemasyarakatan
yang dapat meningkatkan derajat terkait kesehatan reproduksi
d. Mampu memahami dasar-dasar ilmu kesehatan masyarakat 1. Mampu memahami materi kesehatan reproduksi
2. Mampu memaparkan mempresentasikan materi yang sedang diangkat dalam program magang
3. Mampu melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk menunjang peningkatan derajat kesehatan
e. Mampu merencanakan dan mengelola sumber dana
Mampu menyebutkan keperluan dan mengklasifikasikan anggaran yang dapat menunjang pelaksanaan kegiatan pemecahan masalah
f. Mampu memimpin dan berfikir sistim
1. Mampu memecahkan masalah dengan melihat komponen lain yang dapat terkoneksi pada masalah yang sedang ditangani
2. Mampu merumuskan suatu kegiatan untuk memecahkan beberapa masalah
4. Gizi
Setelah mengikuti magang, mahasiswa peminatan Gizi dapat memiliki kompetensi sebagai berikut :
a. Mampu melakukan kajian dan analisis
1. Ketepatan dalam mengidentifikasi masalah seperti Asi eksklusif, MP ASI, Tablet besi bumil dan remaja, PMT keluarga miskin, Pemantauan tumbuh kembang BB, Konseling gizi, Hipertensi atau Anemia Ibu hamil, Hipertensi pada lansia dan lain sebagainya.
2. Kemampuan dalam mengevaluasi masalah tersebut secara relevan untuk dijadikan pemecahan masalah program. b. Mampu melakukan komunikasi
1. Dapat melakukan komunikasi lisan untuk mendapatkan input informasi, data dan masalah
2. Mampu melakukan interaksi individu, maupun kelompok c. Mampu melakukan pemberdayaan masyarakat
1. Mampu memahami pola kebiasaan masyarakat setempat 2. Mampu menggali potensi alam, sarana, dan kemasyarakatan
yang dapat meningkatkan derajat terkait kesehatan reproduksi
d. Mampu memahami dasar-dasar ilmu kesehatan masyarakat 1. Mampu memahami materi gizi
2. Mampu memaparkan mempresentasikan materi yang sedang diangkat dalam program magang
3. Mampu melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk menunjang peningkatan derajat kesehatan
e. Mampu merencanakan dan mengelola sumber dana
Mampu menyebutkan keperluan dan mengklasifikasikan anggaran yang dapat menunjang pelaksanaan kegiatan pemecahan masalah
f. Mampu memimpin dan berfikir system
1. Mampu memecahkan masalah dengan melihat komponen lain yang dapat terkoneksi pada masalah yang sedang ditangani
2. Mampu merumuskan suatu kegiatan untuk memecahkan beberapa masalah
5. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
a. Mampu melakukan kajian dan analisis masalah kesehatan
1) Mengidentifikasi masalah kesehatan, mutu pelayanan,cakupan program, dan data trend penyakit.
2) Menerapkan diagram pareto, fishbone, berpikir sistem (input, proses, output) dalam menyelesaikan masalah kesehatan
3) Menerapkan proses pengumpulan data dan aplikasi teknologi informasi
b. Mampu mengembangkan kebijakan dan perencanaan program kesehatan
1) Menyusun program di Puskesmas (contoh bidang perencanaan , KIA, Kesling, Promkes).
2) Menyusun program layanan rumah sakit (mutu layanan, logistik, anggaran rumah sakit, diklat)
3) Memutuskan tindakan yang sesuai dengan masalah yang dihadapi
4) Mengembangkan suatu perencanaan untuk
5) Mengevaluasi pelaksanaan kebijakan dan program kesehatan yang ada di institusi magang ataupun di masyarakat
c. Mampu melakukan komunikasi secara efektif 1) berkoordinasi antar unit kerja
2) bekerjasama dalam tim
3) Memahami tupoksi, pendelegasian wewenang
4) Melakukan advokasi untuk program dan sumber daya kesehatan 5) Mampu menyusun alur pelayanan
d. Mampu memahamim kajian terhadap budaya kerja.
1) Memahami adanya dinamika yang berkontribusi terhadap keragaman
2) budaya menganalisis apa saja budaya kerja yg mempengaruhi kinerja organisasi
e. Mampu melakukan pemberdayaan masyarakat
1) Menggabungkan berbagai strategi untuk berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang.
2) Mengidentifikasi peran faktor budaya, sosial dan perilaku dalam pelayanan kesehatan
3) Mampu mengidentifi kasi dan menjaga hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan
4) Menghimpun masukan dari masyarakat sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan kebij akan dan program kesehatan.
5) Menginformasikan kebijakan program dan sumber daya kepada masyarakat
f. Mampu memahami dasar-dasar ilmu kesehatan masyarakat
1) Memahami perkembangan sejarah, struktur, dan interaksi antara kesehatan masyarakat dan Sistem pelayanan kesehatan.
2) Mengidentifikasi dan mengaplikasikan metode riset dasar yang digunakan dalam kesehatan masyarakat
3) Mengidentifikasi keterbatasan riset dan pentingnya observasi dan kesaling-hubungan (interrelationship)
g. Mampu dalam merencanakan keuangan dan terampil dalam bidang manajemen
1) Menghitung kapitasi berbasisi komitmen pelayanan
2) Mampu menghitung angka utilisasi, unit cost, perencaaan kebutuhan logistik dll
h. Mampu memimpin dan berfikir system
1) Mengidentifikasi isu internal dan eksternal yang dapat berdampak terhadap penerapan pelayanan esensial kesehatan masyarakat (menyusun Rencana Strategis)
2) Memfasilitasi kerja sama kelompok internal dan eksternal untuk menjamin partisipasi dari pemangku kepentingan kunci
3) Menganalisis masalah dalam mutu pelayanan kesehatan melalui cari pendekatan system
4) Mengaplikasikan teori dari struktur organisasi terhadap praktek profesional
6. Epidemiologi
a. Mampu melakukan kajian dan analisis masalah kesehatan dengan pendekatan epidemiologi penyakit menular maupun penyakit tidak menular.
b. Mampu mengembangkan kebijakan dan perencanaan program kesehatan dengan menyediakan data yang berkualitas sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan program kesehatan.
c. Mampu melakukan komunikasi dengan baik kepada masyarakat maupun pemerintah untuk menseminasikan data atau hasil penelitian yang telah dilakukan
d. Mampu memahami budaya lokal agar bias melakukan pendekatan yang tepat dalam menunjang keberhasilan kegiatan penelitian dalam masyarakat
e. Mampu melakukan pemberdayaan masyarakat sehingga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan termasuk kegiatan penelitian.
f. Mampu memahami dasar-dasar ilmu kesehatan masyarakat sebagai modal penting dalam merencanakan dan melakukan identifikasi dan kajian masalah kesehatan.
g. Mampu merencanakan dan mengelola sumber dana, membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB) penelitian serta mengalokasikan dengan tepat untuk kebutuhan penelitian. h. Mampu memimpin dan berfikir system dalam melakukan suatu
projek penelitian.
7. Biostatistik
a. Mampu melakukan kajian dan analisis
1. Mengidentifikasi masalah serta melakukan analysis pemecahan masalah
2. Melakukan kajian data hasil lapangan serta melakukan analisis data menggunakan epidata dan Aplikasi Komputer b. Mampu melakukan komunikasi
1. Mampu berkomunikasi dengan baik kepada komunitas masyarakat
2. Mampu menginterpretasi hasil kajian data, sehingga menjadi informasi yang benar dan tepat
c. Mampu melakukan pemberdayaan masyarakat
1. Mampu melakukan kajian dan teknik analisis demografi d. Mampu memahami dasar-dasar ilmu kesehatan masyarakat
1. Mampu memahami secara komprehensif mengenai permasalahan kesehatan di masyarakat dan analisis berdasarkan data kesehatan masyarakat
e. Mampu memimpin dan berfikir system
1. Mampu menganalisis masalah kesehatan berdasarkan data kependudukan
2. Mampu berfikir system terhadap masalah kesehatan, sehingga mampu mendapatkan akar masalah kesehatan
8. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Fokus pada peningkatan perilaku dan kemandirian masyarakat serta upaya promotif dan preventif. Upaya penyelesaian masalah kesehatan yang ada solusi utama dengan perubahan perilaku. Oleh karena itu, memerlukan perhatian serius pada pelaksanaan strategi promosi
kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, dan tentunya sangat
memerlukan tenaga promotor kesehatan yang professional. a. Mampu melakukan kajian, analisis & identifikasi masalah-
masalah kesehatan yang ada
1) Mengidentifikasi dan merumuskan secara tepat masalah perilaku berisiko terhadap kesehatan
2) Pelaksana untuk mengorganisasikan dan mendayagunakan sumber daya masyarakat agar mau dan mampu menolong dirinya sendiri menggunakan berbagai teori dan teknik perubahan perilaku(implementing)
b. Mampu mengaplikasikan pengembangan kebijakan dan
perencanaan program kesehatan
1) Sebagai Advokator promosi kesehatan
2) Sebagai pengembang media promosi kesehatan
3) Mengadvokasi program perubahan perilaku agar dapat di didukung menjadi kebijakan yang mendukung kesehatan
(advocating)
c. Mampu melakukan komunikasi, baik promosi kesehatan & penyuluhan
1) Terampil merancang media cetak untuk promosi & pencegahan masalah kesehatan
2) Mampu memilih dan menggunakan dan menciptakan alat bantu Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) yang tepat dan inovatif
(developing media)
d. Mampu memahami budaya local
1) Mampu menggunakan strategi promkes kepada individu, kelompok dan masyarakat sesuai dengan sosial budaya masyarakat untuk mewujudkan perilaku hidup sehat
2) Mampu untuk mengorganisasikan dan mendayagunakan sumberdaya lokal yang ada (empowering)
e. Mampu memberdayakan potensi di lingkungan masyarakat
1) Mampu untuk membentuk kerja tim atau berkoordinasi dengan tim lain (teamworking)
2) Sebagai Fasilitator Tim Promosi Kesehatan (Team builder) f. Mampu memahami dasar-dasar ilmu kesehatan masyarakat
1) Mampu menerapkan strategi dasar promosi kesehatan untuk mengatasi masalah kesehatan
2) Sebagai Asisten peneliti promosi kesehatan
g. Mampu merencanakan dan mengelola sumber dana secara tepat guna
1) Mampu melakukan penelitian dan pelatihan promosi kesehatan
2) Merencanakan strategi untuk mengubah kebiasaan atau ide dan praktek manajemen teknologi pemasaran sosial dalam promosi kesehatan.
h. Mampu memimpin, berfikir sistem & inovatif
1) Terampil dalam melaksanakan program promosi kesehatan 2) Mampu menjelaskan pelaksanaan kegiatan dan pembuatan
Satuan Acara Penyuluhan (SAP) kesehatan
3) Sebagai Impelementator promosi kesehatan
E. Bimbingan Lapangan
1. Fungsi Bimbingan Lapangan
Bimbingan mahasiswa di lapangan dimaksudkan agar kegiatan mahasiswa selama magang dapat berjalan dengan lancar, baik dalam hal pencapaian tujuan belajar mahasiswa maupun bantuan teknis yang mungkin dapat diberikan kepada instansi tempat magang.
Pembimbingan di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada pihak instansi dalam hal sikap dan penampilan seseuai norma yang berlaku, metode, materi serta frekuensi bimbingan. Oleh karena itu pembimbing dari instansi berhak untuk memberikan penilaian bagi mahasiswa sesuai dengan format penilaian dan format penulisan pembuatan laporan magang yang sudah ditentukan.
2. Supervisi
Supervisi pada pelaksanaan lapangan merupakan tahapan penting jika memang diperlukan untuk dilakukan. Dilaksanakan oleh pihak pelaksana magang, atau dosen pembimbing yang bertanggungjawab.
lnformasi yang dikumpulkan pada kegiatan supervisi ini adalah :
a. Kehadiran mahasiswa, serta perilaku umum mahasiswa di lokasi magang.
b. Kerjasama dan keaktifan mahasiswa.
c. Hambatan yang dihadapi mahasiswa dan pembimbing dari pihak instansi magang.
Hambatan atau permasalahan diperoleh dari hasil laporan instansi tempat magang, penggalian atau pendalaman yang dilakukan supervisor, dan permasalahan-permasalahan yang secara kebetulan ditemukan.
Hasil supervisi dibawa dalam rapat akademik, baik yang telah diberikan saran pemecahan ataupun yang belum. Kegiatan supervisi magang minimal dilakukan 2 kali dalam satu periode magang jika diperlukan.
3. Tata Tertib dan Sanksi a. Pentingnya Tata Tertib
Guna mencapai keberhasilan pelaksanaan magang, diperlukan suatu "tata tertib" sebagai suatu pedoman dan pengarah, dimaksudkan untuk :
i. Memberi jaminan keberhasilan kegiatan magang dan nama baik almamater.
ii. Mempertahankan citra magang dan menjaga nama baik FKM UNISKA MAB.
iii. Meminimalisir kemungkinan adanya dampak negatif dari kegiatan magang.
Bagi mahasiswa peserta magang, tata tertib bersifat mengikat dan wajib dipatuhi, baik selama mengikuti pembekalan ataupun di dalam pelaksanaan magang.
b. Tata Tertib Selama Pembekalan
Selama mengikuti pembekalan mahasiswa wajib
1. Mengikuti semua acara pembekalan, sebagai satu kesatuan utuh dengan kegiatan magang.
2. Mengisi daftar hadir sendiri (tidak boleh diwakilkan orang lain) pada setiap acara pembekalan.
c. Tata Tertib Selama Kegiatan Magang
Selama kegiatan magang, mahasiswa wajib
1. Mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku pada instansi tempat magangnya.
2. Menjaga dan memelihara nama baik almamater, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, etika, dan sopan santun.
Sanksi Terhadap Pelanggaran Tata Tertib
Sanksi pelanggaran terhadap tata tertib bertingkat dari sanksi ringan (teguran lisan maupun tertulis oleh pembimbing di lapangan) sampai dengan sanksi berat (ditarik dari kegiatan magang dan atau ditambah sanksi akademis dari pihak Fakultas).
Sangsi ringan akan berpengaruh terhadap nilai keberhasilan magang sedangkan sangsi berat berarti tidak lulus magang yang diputuskan oleh organisasi pelaksana program magang setelah mendengar laporan dari Koordinator Magang.
Ketentuan yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian dalam rapat organisasi pelaksana program magang.
IX. MONITORING DAN EVALUASI
Selama pelaksanaan magang, dilakukan pemantauan atau supervisi oleh dosen pembimbing FKM UNISKA MAB. Dalam kegiatan magang didampingi dan dipantau oleh dosen pembimbing dan/atau pembimbing instansi tempat magang. Demikian juga akan dilakukan penilaian yang meliputi beberapa aspek antara lain:
1. Kedisiplinan 2. Penampilan 3. Kerjasama 4. Kreativitas 5. Aktivitas 6. Seminar Hasil 7. Laporan Hasil Akhir
Bobot penilaian adalah
50 % pembimbing di instansi 50 % pembimbing Fakultas
Ketentuan nilai magang adalah sebagai berikut:
Nilai Huruf Nilai Mentah
A 80 – 100 B+ 75 – 79 B 70 – 74 C+ 65 – 69 C 61- 64 D (tidak Lulus) ≤60
Penilaian tersebut juga diperhitungkan kehadiran mahasiswa di tempat magang. Persentase kehadiran minimal yang harus dipenuhi adalah 90%, dalam periode magang yang ditentukan. Apabila kurang dari 90% maka mahasiswa dianggap gugur dan harus menempuh magang kembali.
X. LAPORAN MAGANG (Magang Langsung Penuh Waktu di Instansi)
Mahasiswa peserta (secara individu) di akhir pelaksanaan magang harus membuat laporan dengan sistematika sebagai berikut :
1. Kertas yang digunakan adalah jenis HVS putih tanpa garis minimum 70 gr, dengan ukuran A4 (21 x 30 cm)
2. Laporan magang diketik dengan pilihan huruf “Times New Roman” berukuran (font) :
- Naskah 12
- Judul bab 12
- Judul laporan : 14-16 (tergantung panjang pendeknya judul)
3. Pengetikan dilakukan pada satu sisi halaman saja dengan jarak ketikan 1,5 spasi, dengan batas pengetikan 4 cm dari tepi kiri, 3 cm dari tepi kanan, 4 cm dari tepi atas dan 3 cm dari tepi bawah
4. Pada penomoran halaman ; Bagian pendahuluan diberi nomor halaman dengan angka romawi kecil (missal, i, ii, iii, dst.), sedangkan bagian naskah/isi dan bagian akhir laporan dengan angka (missal 1,2,3, dst). Nomor halaman diletakkan disebelah kanan atas, kecuali untuk halaman bab baru di bagian tengah bawah naskah
5. Pemberian tanda pada judul sub-bab atau anak sub-bab harus tetap konsisten. Bila menggunakan angka harus tetap demikian sampai akhir naskah. bila menggunakan gabungan dari angka romawi dan abjad, cara yang lazim digunakan adalah sebagai berikut :
A 1 a 1) a) (1) (a)
6. Penulisan daftar pustaka yang digunakan merujuk pada system Harvard dan kepustakannya maksimal 10 tahun terakhir.
Halaman Sampul
1. Tempat dan waktu magang 2. Judul
3. Logo UNISKA MAB 4. Nama, NPM
5. Prodi, Fakultas, Universitas 6. Tahun
Halaman Pengesahan: Ditandatangani oleh Dosen Pembimbing, Pembimbing Instansi, yang diketahui Kepala/Pimpinan Instansi tempat magang dan Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat.
Kata Pengantar Daftar Isi
Daftar Tabel (jika ada) Daftar Gambar (jika ada) Daftar Lampiran
BAB I. PENDAHULUAN (di tengah)
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Manfaat
1. Instansi magang
2. Mahasiswa
BAB II. Gambaran Umum Tempat Magang
A. Analisis Situasi Umum (Geografi, Demografi, Visi Misi, Profil Instansi Tempa Magang)
B. Analisis Situasi Khusus (gambaran mengenai bidang peminatan yang ditentukan, prosedur pelayanan (untuk di Puskesmas dan RS) / struktur organisasi bidang / tugas, tanggung jawab bidang / proses produksi (untuk di perusahaan), data terkait dengan bidang yang ditentukan (berdasar target dan capaian)
BAB III. Hasil Kegiatan
A. Uraian Kegiatan (berisi uraian pelaksanaan magang di instansi, dokumentasi kegiatan yang dilakukan, beserta waktu pelakasanaan)
B. Identifikasi masalah (berisi masalah yang ditentukan sesuai bidang keilmuan, kemudian didukung oleh data yang tersedia di instansi tempat magang)
C. Alternatif Pemecahan Masalah (dapat menggunakan analisis SWOT, atau penyampaian program yang direncanakan)
D. Rencana Kegiatan BAB IV. Kesimpulan dan saran Kepustakaan (minimal 5 buah) Lampiran:
1. Lembar Evaluasi Magang oleh Pembimbing Instansi 2. Lembar Penilaian Seminar/Laporan Magang
3. Lembar Rekapitulasi Penilaian Magang 4. Lembar persetujuan Untuk Presentasi Magang 5. Lembar Bimbingan/Konsultasi
6. Lembar Kehadiran (Kehadiran pada saat magang minimal 90%)
XI. LAPORAN (Pengolahan Analisis Data Sekunder)
Metode Analisis Data Sekunder (kadang disebut dengan Metode Penelitian Sekunder) merupakan salah satu metode penelitian. oleh karena namanya yang berbunyi “analisis data sekunder” sering kali disalahpahami sebagai teknik menganalisis data sekunder. Analisis Data Sekunder itu metode penelitian juga. Artinya ada prosedur pengumpulan data dan analisis data. Analisis Data Sekunder (ADS) merupakan suatu strategi penelitian yang memanfaatkan data kuantiatif ataupun kualitatif yang sudah ada untuk menemukan permasalahan baru atau menguji hasil penelitian terdahulu.
ADS mempergunakan atau memanfaatkan data sekunder, yaitu data yang sudah ada. Dalam hal ini peneliti ADS tidak mengumpukan data sendiri, baik dengan wawancara, penyebaran angket atau daftar isian, melakukan tes, menggunakan skala penilaian atau skala semacam skala likert, ataupun observasi. Data sekunder itu dapat berupa data hasil penelitian, dapat pula berupa data dokumenter administratif kelembagaan. Data sekunder itu dapat dibedakan menjadi dua macam. Pertama data hasil penelitian (orang lain), dan kedua data administratif kelembagaan. Data administratif kelembagaan
dimaksudkan yaitu data yang dikumpulkan oleh sesuatu lembaga, misalnya Rumah Sakit atau Dinas Kesehatan, yang berupa data-data administratif semisal data lengkap pasien yang mendaftar dan dirawat, data lengkap riwayat penyakit, data status kesehatan, data nilai hasil survei, data kepegawaian dan sebagainya.
Data sekunder, seperti juga data primer, bisa bersifat “kuantitatif” (berupa bilangan), misalnya statistik pasien, tenaga kesehatan dan pegawai, bisa pula “kualitatif” (bukan berupa bilangan), misalnya peraturan, hasil wawancara penelitian, rekaman video, berita surat kabar, artikel majalah, dan sebagainya. Dalam penelitian sekunder (analisis data sekunder) langkah penelitiannya sebagai berikut:
1. Menetapkan (menemukan) sumber data/informasi (instansi kesehatan) 2. Mengumpulkan data yang sudah tersedia (dalam “dokumen”)
3. Menormalisasikan data jika diperlukan dan memungkinkan (membuat data dari berbagai sumber sesetara mungkin “menjadi satu bentuk yang sama”) 4. Menganalisis data (misalnya menghitung, mentabulasi, memetakan
data-data kuantiatif, atau membandingkan berbagai peraturan dan menelaahnya)
Format Laporan
Halaman Sampul
1. Tempat dan waktu pengumpulan data sekunder 2. Judul
3. Logo UNISKA MAB 4. Nama, NPM
5. Prodi, Fakultas, Universitas 6. Tahun
Halaman Pengesahan: ditandatangani oleh Dosen Pembimbing,
Kepala/Pimpinan Instansi tempat sumber data, dan Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat.
Kata Pengantar Daftar Isi
Daftar Tabel (jika ada) Daftar Gambar (jika ada) Daftar Lampiran
BAB I. Gambaran Umum Tempat/Sumber Pengumpulan Data Ringkasan Profil Instansi
BAB II. Hasil Kegiatan
Berupa naskah laporan dalam bentuk artikel/draft jurnal, berikut tautan untuk mengunduh format penulisan artikelnya:
http://bit.ly/format-artikel (contoh artikel/jurnal terlampir) Lampiran:
1. Lembar Izin Pengumpulan Data Dari Instansi Terkait 2. Lembar Penilaian Seminar/Laporan
3. Lembar persetujuan Untuk Presentasi 4. Lembar Bimbingan/Konsultasi
5. Lembar Pernyataan Bebas Plagiarisme (bermaterai)
XII. LAPORAN (Studi Literatur / Literature Review)
Studi literatur (Literature Review) dilakukan dengan melakukan pencarian terhadap berbagai sumber tertulis, baik berupa buku-buku, arsip, majalah, artikel, dan jurnal, atau dokumen-dokumen yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Sehingga informasi yang didapat dari studi kepustakaan tersebut dijadikan rujukan untuk memperkuat argumentasi-argumentasi yang ada. Studi literatur ini dilakukan oleh peneliti setelah menentukan topik penelitian dan ditetapkannya rumusan permasalahan, sebelum mengumpulkan data (jurnal) yang diperlukan. Dalam laporan magang pada opsi ini, mahasiswa hanya diperkenankan untuk mengolah analisis kajian khusus jurnal online saja sebanyak minimal 5 (lima) jurnal. Adapun cara mengorganisasikan studi literatur yaitu:
1. Kronologi. Pada struktur ini, peneliti akan mengelompokkan dan mendiskusikan sumber-sumber publikasi sesuai urutan kemunculannya, menyoroti perubahan dalam penelitian di bidang tertentu dan topik spesik dari waktu ke waktu. Metode ini berguna untuk paper yang berfokus pada metodologi penelitian, makalah historiografi, dan tulisan lain di mana waktu menjadi unsur penting.
2. Tematik. Dalam struktur ini, peneliti akan mengelompokkan dan mendiskusikan sumber-sumber riset sesuai tema atau topiknya. Cara ini lebih kuat secara pengorganisasian, dan membantu menahan keinginan penulis untuk merangkum sumber-sumber pustaka. Dengan mengelompokkan tema atau topik penelitian
bersama, penulis dapat menunjukkan jenis topik yang penting dalam penelitian. Secara spesifik penjelasan mengenai penyusunan studi literatur/literature
review tersebut dapat dipelajari dengan mengunduh dokumen pada tautan berikut ini:
http://bit.ly/panduan-literature-review
Format Laporan
Halaman Sampul 1. Judul
2. Logo UNISKA MAB 3. Nama, NPM
4. Prodi, Fakultas, Universitas 5. Tahun
Halaman Pengesahan: ditandatangani oleh Dosen Pembimbing, dan Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat.
Kata Pengantar Daftar Isi
Daftar Tabel (jika ada) Daftar Gambar (jika ada) Daftar Lampiran
ISI LAPORAN (Artikel)
Berupa naskah laporan dalam bentuk artikel/draft jurnal dengan minimal 5 (lima) jurnal yang dikaji, berikut tautan untuk mengunduh format penulisan artikelnya: http://bit.ly/template-studi-literatur (contoh artikel/jurnal terlampir)
Kepustakaan (minimal 15 buah) Buku Referensi 10 tahun terakhir, Jurnal 5 tahun terakhir
Lampiran:
1. Lembar Penilaian Seminar/Laporan 2. Lembar persetujuan Untuk Presentasi 3. Lembar Bimbingan/Konsultasi
XIII. SEMINAR
Syarat Maju Seminar
1. Mengumpul Laporan Magang lengkap ke Sekretariat FKM melalui daring sebanyak 1 (satu) berkas (format pdf)
2. Berkas yang dikumpul sudah disetujui / ditanda tangani oleh Dosen Pembimbing Fakultas untuk diseminarkan
3. Berkas yang dikumpul sudah dinilai oleh pembimbing Instansi tempat magang (khusus untuk yang magang penuh waktu)
4. Saat mengumpulkan berkas, Waktu dan Hari sudah disetujui oleh Pembimbing Fakultas dan Mahasiswa
5. Pengumpulan laporan kepada sekretariat FKM minimal 1 hari sebelum maju seminar magang
6. Seminar magang dilaksanakan secara daring (melalui aplikasi online) dengan dihadiri minimal 5 (lima) orang audiens mahasiswa.
Di akhir kegiatan program magang mahasiswa wajib menyerahkan laporan magang (dijilid) yang telah diseminarkan dan direvisi serta telah ditanda tangani/disahkan oleh Ketua Program Studi sebanyak 1 buah ke Sekretariat FKM UNISKA Banjarmasin. Nilai magang harus sudah masuk ke Sekretariat FKM UNISKA paling lama 1 (satu) minggu setelah pelaksanaan seminar magang selesai.
XIV. LAMPIRAN-LAMPIRAN LAMPIRAN 1:
LEMBAR EVALUASI MAGANG OLEH PEMBIMBING INSTANSI
Nama Mahasiswa :
NPM :
Tempat Magang :
No. Aspek Yang dinilai Nilai (0-100)
I. Kedisiplinan 2. Penampilan 3. Kerjasama 4. Kreativitas 5. Aktivitas 6. Laporan Magang TOTAL Rata-rata = = 6 Keterangan : Banjarmasin, ……… Pembimbing Instansi (………..) NIP.
1. Kedisplinan : Ketepatan waktu, kehadiran, taat pada peraturan
2. Penampilan : Cara berpakaian, keramahan, sopan santun
3. Kerjasama : Kerjasama antar teman magang (bila ada),
karyawan di instansi, atasan dan pembimbing 4. Kreativitas : Pengungkapan ide-ide yang kreatif, inovatif, baik
untuk instansi maupun FKM
5. Aktifitas : Banyaknya kegiatan yang bermanfaat yang telah dilaksanakan selama magang
6. Laporan Magang : Bukti tertulis yang dibuat oleh peserta setelah magang sesuai dengan format yang telah ditentukan
LAMPIRAN 2:
LEMBAR EVALUASI MAGANG OLEH DOSEN PEMBIMBING
Nama Mahasiswa :
NPM :
Tempat Magang :
No. Aspek Yang dinilai Nilai (60-100)
I. Kedisiplinan 2. Penampilan 3. Kerjasama 4. Kreativitas 5. Laporan Magang : - Penulisan / Isi - Penyajian - Tanya Jawab TOTAL Rata-rata = = 5 Keterangan : Banjarmasin, ……… Dosen Pembimbing (………..) NIDN.
1. Kedisplinan : Ketepatan waktu, kehadiran dan kejujuran 2. Penampilan : Cara berpakaian (aturan yg berlaku di fakultas),
keramahan dan sopan santun
3. Kerjasama : Kerjasama saat penulisan/pembuatan laporan
4. Kreativitas : Pengungkapan ide-ide yang kreatif dan inovatif Pada saat pembuatan laporan
5. Laporan Magang : Kesesuaian penulisan, pemahaman, sikap dan Perilaku pada saat seminar
LAMPIRAN 3 :
LEMBAR REKAPITULASI PENILAIAN MAGANG
Nama Mahasiswa :
NPM :
Tempat Magang :
PENILAI NILAI ANGKA BOBOT
I. Dosen Pembimbing 50% = ….
2. Pembimbing Instansi 50% = ….
Jumlah 100% = ….
Nilai Huruf : Nilai Mentah :
Dosen Pembimbing, Pembimbing Instansi,
(... ) (………....)
LAMPIRAN 4 :
LEMBAR PERSETUJUAN UNTUK PRESENTASI MAGANG
Laporan Magang Oleh
Nama :
NPM :
Tempat Magang :
Telah diperiksa dan disetujui untuk diseminarkan pada :
Hari : Tanggal : Jam : Tempat : Banjarmasin, ... Dosen Pembimbing, (Nama Lengkap) NIDN.
LAMPIRAN 5 :
FORMULIR BIMBINGAN MAGANG
Nama Mahasiswa :
NPM :
Tempat Magang :
Bimbingan
Ke Tanggal Pokok Bahasan
Paraf Pembimbing Instansi Paraf Dosen Pembimbing
LAMPIRAN 6 :
LEMBAR KEHADIRAN MAHASISWA MAGANG DI INSTANSI
Nama Mahasiswa :
NPM :
Tempat Magang :
Pembimbing Instansi :
No Tanggal Jam masuk - pulang Uraian Kegiatan Tanda Tangan Pembimbing Instansi Magang
Mengetahui,
Kepala Bagian Instansi Tempat Magang
(Nama Lengkap) NIP.
LAMPIRAN 7 :
LEMBAR PESERTA
YANG AKAN MENGHADIRI SEMINAR LAPORAN MAGANG
Penyaji Nama : NPM : Judul Laporan : Hari/Jam : No Nama NPM Tanda Tangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Banjarmasin, 2021
Dosen Pembimbing Penyaji
CONTOH
ARTIKEL/JURNAL UNTUK
ANALISIS DATA SEKUNDER,
Pedoman Penulisan Artikel (Analisis Data Sekunder dan Studi Literatur)
Judul dalam Bahasa Indonesia (≤ 15 kata, Times New Roman-TNR 14, Center,
Cetak Tebal, 1 Spasi)
Penulis pertama1, penulis kedua2 ( Nama Lengkap Tanpa Gelar) (TNR 12, Center, 1 spasi)
Institusi penulis pertama. (jika berasal dari Instirusi yang sama, ditulis satu kali)
Lembaga penulis pertama
Alamat e-mail penulis bertama, alamat email penulis kedua (TNR 11, Center, 1 spasi)
ABSTRACT
Abstrak berbahasa Inggris ditulis dengan italic style. Jumlah kata dalam abstrak 200-250 kata yang terdiri dari latar belakang, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan dalam artikel ini. Abstrak ditulis menggunakan TNR 12, 1 spasi. Abstrak ditulis dengan ketentuan penulisan berikut: Pendahuluan: terdiri dari latar belakang, masalah utama, dan tujuan penelitian.
Metode: terdiri dari desain penelitian, populasi, sampel, metode sampling, variabel penelitian, alat untuk pengumpulan data
dan metode analisis data. Hasil: terdiri dari hasil penelitian. Simpulan: menulis kesimpulan dengan bahasa sendiri yang bertujuan untuk menjawab tujuan penelitian.
Kata kunci: Kata kuci dalam bahasa Inggris minimal 3-5 kata yang diurut sesuai alfabet, ditulis dalam lowercase style,
dipisahkan dengan koma dan di akhir kata tanpa menggunakan titik
ABSTRAK
Abstrak berbahasa Indonesia. Jumlah kata dalam abstrak 200-250 kata yang terdiri dari latar belakang, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan dalam artikel ini. Abstrak ditulis menggunakan TNR 12, 1 spasi. Abstrak ditulis dengan ketentuan penulisan berikut: Pendahuluan: terdiri dari latar belakang, masalah utama, dan tujuan penelitian. Metode: terdiri dari desain penelitian, populasi, sampel, metode sampling, variabel penelitian, alat untuk pengumpulan data dan metode analisis data.
Hasil: terdiri dari hasil penelitian. Simpulan: menulis kesimpulan dengan bahasa sendiri yang bertujuan untuk menjawab
tujuan penelitian.
Kata kunci: Kata kunci dalam bahasa Indonesia minimal 3-5 kata yang diurut sesuai alfabet,, dipisahkan dengan koma dan
di akhir kata tanpa menggunakan titik
PENDAHULUAN
Semua isi naskah ditulis menggunakan TNR 12, 1 spasi. Pendahuluan ditulis tanpa subtitle, termasuk latar belakang, masalah inti, dan tujuan penelitian. Isi pendahuluan mengungkapkan (1) latar belakang
penelitian, (2) penelitian-penelitian terkait yang pernah ada, (3) tujuan penulisan, Pendahuluan
diawali (secara singkat, misal maksimum 1 paragraf) dengan latar belakang umum kajian; dengan tujuan menjustifikasi/menguatkan alasan melakukan penelitian. Sebelum menuliskan tujuan penelitian, harus ada Gap Analysis atau pernyataan kesenjangan secara jelas dan eksplisit.
Tulisan “Pendahuluan” dan subjudul lainnya menggunakan TNR 12 tebal, Isi pendahuluan menggunakan TNR 12 normal, margin kiri dan kanan lurus dengan spasi 1,15pt dibuat dua kolom. Tulisan keseluruhan dalam bentuk paragraf tanpa numbering, dan bulleting. Numbering bisa diganti pertama, … kedua, …. atau (1)…, (2)… dalam bentuk paragraf. Ukuran kertas format A4 dengan margin normal (atas, bawah, kiri, kanan 1 inchi atau 2,54 cm).
NB: Tidak ada subjudul "Tinjauan Pustaka",
atau "Kajian Literatur", atau lainnya yang bersifat
teori dan definisi. Kalimat-kalimat yang terkesan definisi-definisi yang sudah umum tidak perlu dituliskan. Jika memang memerlukan penulisan atau
mengaitkan dengan konsep/teori, sebaiknya dituliskan langsung di Pembahasan saja (misal dengan mengutip secara langsung).
METODE
Metode ini dijelaskan secara rinci. Berisi penjelasan tentang desain penelitian, lokasi dan waktu, populasi, sampel, metode pengambilan sampel, variabel penelitian, pengumpulan data dan analisis data
HASIL
Bagian ini berisi hasil penelitian yang
disampaikan dalam bentuk narasi, tabel, dan atau gambar dan hasil uji statistik dengan penjelasan tanpa diskusi. Judul tabel tertulis di atasnya sementara judul gambar ditulis di bawahnya.
Pada Hasil setidaknya memuat unsur what/how apakah data yang disajikan telah diolah (bukan data mentah), dituangkan dalam bentuk tabel atau gambar (pilih salah satu), maupun deskriptif penelitian serta diberi keterangan yang mudah dipahami. Tuliskan temuan atau finding-nya, tetapi jangan dibahas pembahasannya di sini.
Sub Bagian
Berisi penjelasan tentang bagian ini tanpa diskusi
Sub Sub Bagian
Berisi penjelasan tentang bagian ini tanpa diskusi Judul tabel ditempatkan di atas tabel sementara judul gambar ditulis di bawahnya. Setiap tabel dan gambar harus diberi nomor sesuai dengan judul artikel (seperti: "Tabel 1", "Gambar 1"). Tabel hanya menunjukkan garis horizontal. Tabel tidak boleh terpotong dan gaya landscape
Tabel 1. Distribusi Usia pada …… dalam …… (TNR 11) Umur (tahun) Status Usus Normal Abnormal n % n % 20-29 #.# x.x #.# x.x 30-39 #.# x.x #.# x.x Total #.# x.x #.# x.x
(ukuran font dalam tabel 10 pt)
Deskripsi atau judul gambar berada di bawah gambar yang sesuai. Gambar tidak berwarna, hanya gradasi hitam dan putih.
PEMBAHASAN
Diskusi/pembahasan bukanlah penulisan ulang hasil penelitian, tetapi harus berisi ringkasan singkat dari hasil penelitian utama, argumen pendukung, diskusi hasil penelitian lain yang relevan dan
kontribusi temuan untuk pengayaan dan
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masyarakat.
Isi pembahasan menguraikan dengan jelas dan tajam, diperkuat dengan analisa argumen penulis berdasarkan temuan penelitian dengan teori dan hasil penelitian terdahulu. Pada bagian pembahasan terlihat adanya kaitan antara hasil yang diperoleh dan konsep dasar dan/atau hipotesis? Pembahasan yang dibuat harus ditunjang fakta yang nyata dan jelas; dan Pembahasan apakah ada kesesuaian atau pertentangan dengan hasil penelitian orang lain?
KESIMPULAN
Kesimpulan hanya cukup menjawab
permasalahan atau tujuan penelitian, atau dapat juga menghasilkan sebuah teori/konsep baru berdasarkan fakta/analisis yang ada; Jangan terkesan membahas lagi di bagian Simpulan. Boleh ditambahkan implikasi atau saran.
UCAPAN TERIMAKASIH
Jika perlu berterima kasih kepada pihak tertentu, mislnya seponsor penelitian, tempat
penelitian, responden, hindari pernyataan
terimakasih yang berbunga-bunga.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka ditulis dalam urutan abjad
menggunakan aturan Gaya Harvard. Nama keluarga didahulukan dan ditulis lengkap, sedangkan namanya
disingkat (ditulis hanya huruf pertama). Jika nama belakang tidak dikenal, kata terakhir dari nama tersebut dianggap sebagai nama keluarga. Daftar pustaka hanya berisi referensi yang dikutip dalam artikel. Semua referensi yang dikutip dalam artikel harus dimasukkan dalam daftar pustaka. Untuk menjaga konsistensi rujukan, kutipan, dan daftar pustaka, kami sarankan untuk menggunakan aplikasi referensi standar seperti Mendeley. Referensi standar menggunakan "format referensi Harvard 1". Jumlah rujukan di daftar pustaka minimal 15 pustaka acuan
Report
Health Research and Development Agency (2018) Riskesdas National Report. Jakarta: Publishing Agency for Health Research and Development Agency.
Journal
Deyulmar, B. A., Suroto and Wahyuni, I. (2018) ‘Analysis of Factors Associated with Fatigue in Opak Crackers in Ngadikerso Village, Semarang City, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(4), pp. 278–285.
Gurusinga, D., Camelia, A. and Purba, I. G. (2015) ‘Analysis of Associated Factors with Work Fatigue at Sugar Factory Operators PT. PN VII Cinta Manis in 2013’, Jurnal Ilmu Kesehatan
Masyarakat, 6(2), pp. 83–91.
Book
Adriani, M. and Bambang, W. (2012) Introduction to
Public Nutrition. Jakarta: Kencana Prenada
Media Group.
Tarwaka (2013) Industrial Ergonomics, Basics of
Ergonomic Knowledge and Applications at Workplace. Surakarta: Harapan Press.
Thesis, Desertation
Mauludi, M. N. (2010) Associated Factors with
Fatigue in Workers in the Cement Bag Production Process PBD (Paper Bag Division)
PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
Citeureup-Bogor in 2010. Undergraduate
Thesis. Jakarta: Faculty of Medicine and Health Sciences Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Saosa, M. (2013) Relationship between Individual
Factors and Work Exhaustion in Unloading Worker at Manado Port. Undergraduate Thesis.
Manado: Faculty of Publich Health Universitas Sam Ratulangi.
Laws, Regulations, Ministerial Decrees
Minister of Manpower Regulation (2018) Number 5
Year 2018. Concerning Safety and Health.
Jakarta: Ministry of Manpower Republic of Indonesia.
Pedoman Penulisan Artikel (Studi Literatur/Literature Review)
Judul dalam Bahasa Indonesia (≤ 15 kata, Times New Roman-TNR 14, Center,
Cetak Tebal, 1 Spasi)
Penulis pertama1, penulis kedua2 ( Nama Lengkap Tanpa Gelar) (TNR 12, Center, 1 spasi)
Institusi penulis pertama. (jika berasal dari Instirusi yang sama, ditulis satu kali)
Lembaga penulis pertama
Alamat e-mail penulis bertama, alamat email penulis kedua (TNR 11, Center, 1 spasi)
ABSTRACT
Abstrak berbahasa Inggris ditulis dengan italic style. Jumlah kata dalam abstrak 200-250 kata yang terdiri dari latar belakang, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan dalam artikel ini. Abstrak ditulis menggunakan TNR 12, 1 spasi. Abstrak ditulis dengan ketentuan penulisan berikut: Pendahuluan: terdiri dari latar belakang, masalah utama, dan tujuan penelitian. Metode: terdiri dari desain penelitian, populasi, sampel, metode sampling, variabel penelitian, alat untuk pengumpulan data dan metode analisis data. Hasil: terdiri dari hasil penelitian. Simpulan: menulis kesimpulan dengan bahasa sendiri yang bertujuan untuk menjawab tujuan penelitian.
Kata kunci: Kata kuci dalam bahasa Inggris minimal 3-5 kata yang diurut sesuai alfabet, ditulis dalam lowercase style, dipisahkan dengan koma dan di akhir kata tanpa menggunakan titik
ABSTRAK
Abstrak berbahasa Indonesia. Jumlah kata dalam abstrak 200-250 kata yang terdiri dari latar belakang, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan dalam artikel ini. Abstrak ditulis menggunakan TNR 12, 1 spasi. Abstrak ditulis dengan ketentuan penulisan berikut: Pendahuluan: terdiri dari latar belakang, masalah utama, dan tujuan penelitian. Metode: terdiri dari desain penelitian, populasi, sampel, metode sampling, variabel penelitian, alat untuk pengumpulan data dan metode analisis data. Hasil: terdiri dari hasil penelitian. Simpulan: menulis kesimpulan dengan bahasa sendiri yang bertujuan untuk menjawab tujuan penelitian.
Kata kunci: Kata kunci dalam bahasa Indonesia minimal 3-5 kata yang diurut sesuai alfabet,, dipisahkan dengan koma dan di akhir kata tanpa menggunakan titik
PENDAHULUAN
Semua isi naskah ditulis menggunakan TNR 12, 1 spasi. Pendahuluan ditulis tanpa subtitle, termasuk latar belakang, masalah inti, dan tujuan penelitian. Isi pendahuluan Mencakup latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dari literature review dan manfaat penelitian. Pendahuluan dalam literature
review mengikuti topik utama yang ditulis dan
gambaran umum topik yang akan dibahas. Secara umum pendahuluan mencakup latar belakang masalah, tujuan mengulas tema/topik yang dipilih dan ringkasan (ikhtisar) dari masalah.
Tulisan “Pendahuluan” dan subjudul lainnya menggunakan TNR 12 tebal, Isi pendahuluan menggunakan TNR 12 normal, margin kiri dan kanan lurus dengan spasi 1,15pt dibuat dua kolom. Tulisan keseluruhan dalam bentuk paragraf tanpa numbering, dan bulleting. Numbering bisa diganti pertama, … kedua, …. atau (1)…, (2)… dalam bentuk paragraf. Ukuran kertas format A4 dengan margin normal (atas, bawah, kiri, kanan 1 inchi atau 2,54 cm).
NB: Tidak ada subjudul "Tinjauan Pustaka",
atau "Kajian Literatur", atau lainnya yang bersifat
teori dan definisi. Kalimat-kalimat yang terkesan definisi-definisi yang sudah umum tidak perlu dituliskan. Jika memang memerlukan penulisan atau
mengaitkan dengan konsep/teori, sebaiknya dituliskan langsung di Pembahasan saja (misal dengan mengutip secara langsung).
METODE
Jelaskan bagaimana prosedur pencarian sumber (jurnal/artikel ilmiah, buku dll) termasuk tools yang digunakan, search engine, keyword yang dicari sehingga dipilih beberapa artikel yang diulas. Metode harus mencakup desain penelitian, kriteria screening jurnal, dan strategi mencari jurnal. Perhatikan diagram prima dibawah ini.
HASIL
Berisi hasil penelusuran sumber artikel yang digunakan yang dimasukan dalam tabel karakteristik studi, setelah itu dijelaskan satu persatu artikel yang digunakan dalam literature review.
Bagian ini berisi hasil penelitian yang
disampaikan dalam bentuk narasi, tabel, dan/atau gambar serta hasil uji statistik dengan penjelasan tanpa diskusi.
Pada Hasil setidaknya memuat unsur what/how apakah data yang disajikan telah diolah (bukan data mentah), dituangkan dalam bentuk tabel atau gambar (pilih salah satu), maupun deskriptif penelitian serta diberi keterangan yang mudah dipahami. Tuliskan temuan atau finding-nya, tetapi jangan dibahas pembahasannya di sini.
Sub Bagian
Berisi penjelasan tentang bagian ini tanpa diskusi
Sub Sub Bagian
Judul tabel ditempatkan di atas tabel sementara judul gambar ditulis di bawahnya. Setiap tabel dan gambar harus diberi nomor sesuai dengan judul artikel (seperti: "Tabel 1", "Gambar 1"). Tabel hanya menunjukkan garis horizontal. Tabel tidak boleh terpotong dan gaya landscape
Tabel 1. Distribusi Usia pada …… dalam …… (TNR 11) Umur (tahun) Status Usus Normal Abnormal n % n % 20-29 #.# x.x #.# x.x 30-39 #.# x.x #.# x.x Total #.# x.x #.# x.x
(ukuran font dalam tabel 10 pt)
Deskripsi atau judul gambar berada di bawah gambar yang sesuai. Gambar tidak berwarna, hanya gradasi hitam dan putih.
PEMBAHASAN
Diskusi/pembahasan bukanlah penulisan ulang hasil penelitian, tetapi harus berisi penjabaran ringkasan singkat dari hasil penelitian utama, argumen pendukung, diskusi hasil penelitian lain yang relevan dan kontribusi temuan untuk pengayaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masyarakat.
Menjelaskan bagaimana literature review yang
dilaporkan dapat memecahkan masalah, serta
perbedaan dan kesamaan-kesamaan dengan studi sebelumnya. Bagian ini harus mencakup kelebihan, kekurangan dan kesimpulan dari hasil penelitian. Dalam pembahasan juga mencakup kelebihan dan kekurangan artikel yang direview dan implikasi dalam praktik keperawatan.
KESIMPULAN
Kesimpulan hanya cukup menjawab
permasalahan atau tujuan penelitian, atau dapat juga menghasilkan sebuah teori/konsep baru berdasarkan fakta/analisis yang ada; Jangan terkesan membahas lagi di bagian Simpulan. Boleh ditambahkan implikasi atau saran.
UCAPAN TERIMAKASIH
Jika perlu berterima kasih kepada pihak tertentu, mislnya seponsor penelitian, tempat
penelitian, responden, hindari pernyataan
terimakasih yang berbunga-bunga.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka ditulis dalam urutan abjad
menggunakan aturan Gaya Harvard. Nama keluarga didahulukan dan ditulis lengkap, sedangkan namanya disingkat (ditulis hanya huruf pertama). Jika nama belakang tidak dikenal, kata terakhir dari nama tersebut dianggap sebagai nama keluarga. Daftar pustaka hanya berisi referensi yang dikutip dalam artikel. Semua referensi yang dikutip dalam artikel harus dimasukkan dalam daftar pustaka. Untuk menjaga konsistensi rujukan, kutipan, dan daftar pustaka, kami sarankan untuk menggunakan aplikasi referensi standar seperti Mendeley. Referensi standar menggunakan "format referensi Harvard 1". Jumlah rujukan di daftar pustaka minimal 15 pustaka acuan
Report
Health Research and Development Agency (2018) Riskesdas National Report. Jakarta: Publishing Agency for Health Research and Development Agency.
Journal
Deyulmar, B. A., Suroto and Wahyuni, I. (2018) ‘Analysis of Factors Associated with Fatigue in Opak Crackers in Ngadikerso Village, Semarang City, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(4), pp. 278–285.
Gurusinga, D., Camelia, A. and Purba, I. G. (2015) ‘Analysis of Associated Factors with Work Fatigue at Sugar Factory Operators PT. PN VII Cinta Manis in 2013’, Jurnal Ilmu Kesehatan
Masyarakat, 6(2), pp. 83–91.
Book
Adriani, M. and Bambang, W. (2012) Introduction to
Public Nutrition. Jakarta: Kencana Prenada