• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENJUALAN TIKET KONSER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENJUALAN TIKET KONSER"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENJUALAN TIKET KONSER

Ketut Muammar Achmadi Dimyati

1)

Shanti Herliani

2) 1)2) Teknik Informatika Universitas Pasundan Bandung

Jl Setiabudhi 193 Bandung 40153

Email :[email protected]),[email protected]2)

Abstrak

Konser ialah sebuah pertunjukkan yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah grup musik didepan umum. Konser juga dapat dijadikan bentuk apresiasi terhadap musik yang dimainkan atau dipertontonkan.

Informatic Angklung Orchestra (IFAO) merupakan grup musik yang bermain menggunakan alat musik yang terbuat dari bambu. Seperti grup musik lainnya, IFAO harus mempertunjukkan kemahirannya dalam sebuah konser, sebagai bentuk kontribusi tertinggi dalam dunia musik. Pengelolaan event untuk konser tentu saja membutuhkan tempat maupun sumberdaya manusia, penjualan tiket adalah salah satu yang ada didalamnya. Untuk memecahkan masalah keterbatasan sumber daya ini, maka dibuatlah sebuah sistem informasi yang mampu untuk melayani penjualan tiket konser, dengan menggunakan konsep Structured Systems Analysis and Design Method (SSADM). Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem informasi penjualan tiket konser yang pada implementasinya akan dijadikan perangkat lunak berbasis web.

Kata kunci : konser, keterbatasan sumber daya,

penjualan tiket.

1. Pendahuluan

Salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh sebuah grup angklung ialah konser tunggal grup angklung tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konser adalah pertunjukan musik di depan umum; pertunjukan oleh sekelompok pemain musik yang terjadi dari beberapa komposisi perseorangan [1]. Konser tersebut sebagai salah satu apresiasi terhadap angklung dan sebagai pengakuan terhadap keberadaan grup tersebut. Untuk melakukan sebuah konser, ada banyak yang harus diperhatikan. Mulai dari memikirkan latihan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, memikirkan fasilitas apa saja yang akan digunakan, peminjaman gedung untuk konser, artis – artis yang terlibat dalam konser, media yang digunakan untuk promosi konser hingga penjualan tiket konser. Tiket menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah karcis kapal, pesawat terbang, dsb. Tiket digunakan sebagai tanda bukti bahwa telah membayar atau masuk ke suatu tempat atau acara [1]. Penjualan

berasal dari kata jual. Kata jual sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah mengalihkan hak milik (misal tanah) dengan perjanjian bahwa pemilik yang lama dapat membelinya kembali [1]. Sedangkan arti kata dari penjualan menurut KBBI adalah proses, cara, perbuatan menjual [1]. Sistem informasi penjualan tiket adalah sistem informasi yang melayani penjualan tiket untuk pelanggan atau customer.

Penelitian ini berfokus pada perancangan sebuah sistem informasi yang dapat melayani penjualan tiket konser tidak terbatas waktu dan tempat dia berada.

Yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah keterbatasan sumberdaya yang dimiliki oleh grup IFAO pada saat akan melaksanakan konser. Sumberdaya yang dimaksud ialah segala sesuatu yang digunakan untuk melaksanakan konser termasuk manusia ataupun tempat.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lübeck, Rafael Mendes Wittmann, Milton Luiz Battistella, Luciana Flores tentang sistem tiket elektronik (e-ticketing) sebagai solusi dari permasalahan dalam kasus angkutan umum di kota – kota besar di Brasil, dan juga sebagai proses inovasi [2]. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi yang dapat membantu IFAO dalam menjual tiket konser, sehingga penonton konser IFAO dapat membeli tiket tidak terbatas waktu dan tempat dia berada. Penelitian ini menggunakan konsep Structured Systems Analysis and Design Method (SSADM) didasarkan pada diagram aliran data. Pada tahap awal, membuat spesifikasi kebutuhan sebelum membuat sebuah sistem [3].

Terdapat beberapa tahapan dalam SSADM, yaitu : a. Analisis sistem atau estimasi kepraktisan yang ada.

Ini melibatkan analisis sistem yang ada dan penciptaan DFD untuk visualisasi masalah yang diketahui dan deskripsi sistem. Jika sistem ini dikembangkan dari awal maka dimulai dari memproyeksikan definisi sistem baru.

b. Definisi kebutuhan. Berdasarkan data yang tersedia tentang fungsi sistem baru, yang dijalankan harus didefinisikan. Juga batas-batas sistem baru dan data yang akan diproses oleh sistem harus didefinisikan. Kebutuhan Model Infological harus dibangun.

(2)

c. Definisi persyaratan teknis dan biaya peralatan perangkat. Definisi keuntungan yang diharapkan dengan pengenalan fungsi baru.

d. Pengembangan model data logis. Daftar spesifikasi kebutuhan fungsional. Setelah pengembangan proyek lojik penambahan persyaratan baru pada SSADM dilarang. Hanya koreksi dari kebutuhan yang ada, spesifikasi dan definisi yang jelas yang diperbolehkan.

e. Memproyeksikan kebutuhan lojik. Spesifikasi

kebutuhan.

f. Memproyeksikan fisik. Model informasi fisik dan spesifikasi untuk unsur-unsur program yang dikembangkan dan dioptimalkan. Spesifikasi program elemen ditentukan dan dokumentasi disusun [3].

2. Pembahasan

Bagian pembahasan akan menjelaskan mengenai definisi – definisi yang ada pada penelitian ini dan perancangan sistem.

a. Perancangan Sistem

Pada perancangan sistem ini akan dijelaskan beberapa hal, seperti objektif sistem, requirement, bisnis sistem, functional dan non-funcntional dan aliran data pada sistem.

a. Objektif Sistem

Sistem informasi penjulan tiket yang dirancang memiliki objektif, sebagai berikut :

1. Melayani penjualan tiket dengan mudah, tidak terbatas oleh waktu dan tempat transaksi. 2. Kesesuaian perhitungan untuk pembayaran. 3. Memberikan Informasi ketersediaan kursi yang

akurat dan up to date kepada pengguna sistem. 4. Memberikan informasi terbaru kepada pengelola

sistem.

b. Business System

Business system Sistem informasi penjulan tiket yang dirancang adalah :

1. Centralized system

Centralized artinya pengelolaan data penjualan tiket akan disimpan dalam satu database.

1. Pada sistem penjualan tiket konser ini, terdapat beberapa proses yang otomatis, yaitu :

a. Ketersediaan kursi

Customer akan mengetahui ketersediaan kursi secara otomatis, diurutkan berdasarkan jenis kursinya

Proses menghitung akan segera bekerja, ketika customer melakukan pemilihan jenis tiket (VIP, ekonomi), jumlah kursi dan memilih posisi kursi c. Reminder Status Pembayaran

Reminder akan bekerja otomatis ketika transaksi pembayaran belum dilakukan. Selain itu status pembayaran akan secara otomatis berubah apabila customer telah melakukan pembayaran dengan cara transfer ke nomer rekening bank yang telah ditetapkan.

b. Functional

Adapun beberapa kebutuhan fungsional yang akan dibutuhkan oleh sistem nantinya diantaranya adalah:

a. Layanan penjualan tiket konser b. Konfirmasi pembayaran tiket konser c. Layanan Pencetakan tiket konser

c. Non-Functional

Pada sistem informasi penjualan tiket ini terdapat beberapa kebutuhan non-functional, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1;

Tabel 1. Kebutuhan non-functional

Funtional Non-Funtcional

Layanan penjualan tiket

konser Waktu layanan : 24 jamResponse time : 5 menit Konfirmasi pembayaran

tiket konser Waktu layanan : 24 jamResponse time : 2 menit Layanan pencetakan tiket

konser Waktu layanan : 24 jamResponse time : 1 menit

d. User Catalogue

Berdasarkan objektif sistem yang sudah didefinisikan, maka dapat dilihat siapa saja pihak yang terkait atau user-nya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2;

Tabel 2. User Catalog

User Hak Akses

Pengelola

a. Akses ke dalam sistem penjualan tiket konser.

b. Melihat informasi penjualan tiket konser. c. Melihat informasi mengenai ketersediaan

kursi.

d. Melihat informasi mengenai status pembayaran tiket konser.

e. Melihat informasi mengenai tiket konser. f. Melihat informasi mengenai customer.

(3)

User Hak Akses

Customer

a. Akses ke dalam penjualan tiket konser. b. Melakukan pengisian data diri untuk

pembelian tiket konser. c. Melihat ketersediaan kursi.

d. Melakukan pembayaran tiket konser. e. Menerima informasi pembayaran tiket

konser.

f. Melakukan pencetakan tiket konser. Bank Memberikan notifikasi status pembayarantiket konser.

e. Aliran Data Pada Sistem

Pada sistem informasi penjualan tiket ini mengalir beberapa data dan menghasilkan beberapa informasi kepada pihak – pihak terkait. Diantaranya customer memberikan data customer dan kursi (jenis dan jumlah kursi), nomor rekening kepada sistem dan akan menerima informasi berupa informasi tiket (jumlah harga, nomor kursi, waktu pertunjukkan) dan status pembayaran tiket. Bank akan menerima informasi notifikasi pembayaran tiket yang telah dilakukan oleh customer dan bank akan memberikan status pembayaran. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1;

Gambar 1. Aliran data

g. Prototype Pathway

Functional sistem nantinya akan menjadi tampilan atau antarmuka sebuah perangkat lunak. Diperlukan skenario yang jelas untuk menampilkan functional tersebut kepada user dalam sistem, dalam kasus ini user-nya ialah customer. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2; Gambar 2 menjelaskan skenario pembelian tiket konser.

Gambar 2. Protorype Pathway Penjualan Tiket

Gambar 3 menjelaskan skenario saat pembayaran tiket.

Gambar 3. Prototype Pathway Pembayaran Tiket

(4)

Gambar 4. Prototype Pathway Pencetakan Tiket

3. Perancangan Antarmuka

Pada perancangan antarmuka ini, akan digambarkan mengenai implentasi dari rancangan antarmuka aplikasi. Berikut ini merupakan implementasi antarmuka untuk perancangan aplikasi, antara lain :

a. Tampilan Awal Pemesanan Tiket

Pada tampilan awal pemesanan tiket ini terdapat beberapa field yang harus diisi oleh customer. Untuk detailnya dapat dilihat pada gambar 5;

b. Tampilan Pembayaran Tiket

Pada tampilan pembayaran tiket ini terdapat pilihan pembayaran yang harus dipilih dan field nomor rekening yang harus diisi oleh customer. Untuk detailnya dapat dilihat pada gambar 6;

Gambar 6. Tampilan Pembayaran Tiket

c. Tampilan Tiket Elektronik

Pada tampilan tiket elektronik ini akan menampilkan tiket elektronik yang telah dibayar oleh customer. Untuk detailnya dapat dilihat pada gambar 7;

(5)

4. Kesimpulan

Kesimpulan dari pembahasan ini adalah dihasilkannya sebuah perancangan sistem informasi, yang nantinya akan dibuat sebuah perangkat lunak berbasis web. Dengan perancangan ini diharapkan dapat memudahkan para penonton dalam membeli tiket konser grup angklung Informatic Angklung Orchestra. Membantu grup angklung Informatic Angklung Orchestra dalam menjual tiket konser selama 24 jam.

5. Ucapan Terimakasih

Ucapan terimakasih disampaikan kepada beberapa pihak yang telah membantu baik moril maupun materil dalam pelaksanaan kegiatan penelitian ini diantaranya :

a. Pelatih Informatic Angklung Orchestra

b. Manajemen dan Tim Informatic Angklung Orchestra c. Program Studi Teknik Informatika

d. Fakultas Teknik Universitas Pasundan

Daftar Pustaka

[1] Tim Penyusun. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta : Pusat Bahasa.

[2] Lübeck, Rafael Mendes Wittmann, Milton Luiz Battistella, Luciana Flores. 2012. “Journal of Technology Management and Innovation”. Volume 7:17-30.

[3] Goodland, M. and Slater C. 1995. SSADM: A Practical Approach Version 4. Berkshire : McGraw-Hill

[4] Diakses : Desember 2014, http://www.conceptdraw.com/How-To-Guide/ssadm

Biodata Penulis

Ketut Muammar Achmadi Dimyati, mahasiswa

kelompok keilmuan Sistem Informasi di Program Studi Teknik Informatika Universitas Pasundan Bandung. Pemain Angklung di Informatic Angklung Orchestra.

Shanti Herliani, memperoleh gelar Sarjana Teknik (S.T),

Program Studi Teknik Informatika Universitas Pasundan Bandung. Sekarang sedang menempuh gelar S2 Magister Sistem Informasi di STMIK LIKMI Bandung.

Gambar

Tabel 1. Kebutuhan non-functional
Gambar 3. Prototype Pathway Pembayaran Tiket Gambar 4 menjelaskan skenario pencetakan tiket konser.
Gambar 4. Prototype Pathway Pencetakan Tiket

Referensi

Dokumen terkait

Diantara perkara yang perlu diambilkira untuk kelulusan menubuhkan unit atau pusat hemodialisis baru termasuklah menilai keperluan kemudahan dan perkhidmatan jagaan kesihatan

Evaluasi tindakan keperawatan selama 5 hari yaitu dari tanggal 18 November -22 November 2015 yaitu gangguan persepsi sensori : halusinasi (pendengaran) dengan Tn.S :

landasan perspektif insider dan outsider mereka diplot dalam sebuah kontinum sebagai berikut: jika dibuat diagram untuk menggambarkan peran mereka yang

Pada proses ini berikan kaptan (dolomite) sebanyak 1- 2.5 ton/ha, berikan kapur ini bersamaan dengan pemberian pupuk kandang. Sedangkan untuk masa pemupukan sebaiknya

Melihat secara langsung dalam proses pemberian tindakan nebulizer dan hasil yang ada dalam SPO (Standar Prosedur Operasional) menyebutkan bahwa pasien diposisikan

identifikasi SEDANG PT RAN telah menyampaikan dokumen Laporan Pengelolaan dan pemantauan flora dan fauna pada blok RKT 2016, KPPN dan KPSL. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa

044 14 Penanggulangan / Pengendalian LPS sepanjang jalan raya Yos Sudarso dan Jalan Sunter II Pengadaan Langsung 1 Paket Kecamatan Koja 15.000.000 APBD Oktober 2012 30 Hari

Seluruh staf pengajar pada Fakultas Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya atas segala bimbingan dan ilmu pengetahuan yang telah