• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii. A. Kondisi Umum... 1 B. Visi... 5 C. Misi... 8

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii. A. Kondisi Umum... 1 B. Visi... 5 C. Misi... 8"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ………...…………... i

DAFTAR ISI ………...………. iii

BAB I PENDAHULUAN A. Kondisi Umum ………...……….. 1

B. Visi ………...………. 5

C. Misi ………...………. 8

BAB II SASARAN DAN ARAH KEBIJAKAN A. Sasaran Pembangunan ……….. 9

B. Arah Kebijakan ...………...………. 10

C. Perjanjian Kinerja ………...…………. 14

BAB III PENUTUP ………...……….. 16

LAMPIRAN :

(6)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Kondisi Umum

Inspektorat merupakan salah satu lembaga teknis yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kuningan yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Berdasarkan peraturan daerah tersebut, Inspektorat berkedudukan sebagai unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah, dipimpin oleh seorang Inspektur dan dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 64 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas serta Tata Kerja Inspektorat sebagai berikut:

a. Kedudukan

Inspektorat merupakan unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan Daerah, dipimpin oleh seorang Inspektur dan dalam melaksanakan tugasnya, Inspektur bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

(7)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

2

b. Tugas Pokok

Inspektur mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan oleh perangkat daerah serta pemerintahan desa.

c. Fungsi

1) Perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan;

2) Pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya;

3) Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Bupati;

4) Pelaksanaan penanganan pengaduan masyarakat;

5) Pelaksanaan pengawasan terhadap larangan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan;

6) Penyusunan laporan hasil pengawasan; 7) Pelaksanaan administrasi Inspektorat;

8) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

(8)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

3

Sumber daya manusia merupakan unsur yang sangat penting dalam sebuah organisasi dan berperan sebagai penggerak roda organisasi yang dapat menentukan berhasil tidaknya sebuah organisasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sumber daya manusia merupakan aset organisasi yang harus terus dibina dan dipelihara agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas organisasi.

Organisasi Inspektorat terdiri atas 1 orang Inspektur, 1 orang Sekretaris, 4 orang Inspektur Pembantu, 3 orang Kepala Sub Bagian, fungsional umum, pejabat fungsional P2UPD, dan pejabat fungsional auditor,dengan susunan organisasi sebagai berikut :

a. Inspektur

b. Sekretariat, membawahkan: 1) Sub Bagian Umum;

2) Sub Bagian Keuangan;

3) Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan. c. Inspektur Pembantu Bidang Pemerintahan dan Aparatur; d. Inspektur Pembantu Bidang Perekonomian dan Pembangunan; e. Inspektur Pembantu Bidang Kesejahteraan Sosial;

f. Inspektur Pembantu Bidang Keuangan dan Aset Daerah; g. Kelompok Jabatan Fungsional.

(9)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

4

Inspektorat didukung oleh personil sebanyak 53 orang Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

a. Keadaan pegawai berdasarkan jabatan

No. Uraian Jumlah

1. Inspektur -

2. Sekretaris 1

3. Inspektur Pembantu 2

4. Kepala Sub Bagian 3

5. Pejabat Fungsional Umum 13 6. Pejabat Fungsional P2UPD 14 7. Pejabat Fungsional Auditor 22

Jumlah 55

Sumber : Sub Bagian Umum, Januari 2019

b. Keadaan pegawai berdasarkan pendidikan formal

No. Uraian S2 S1 D3 Tingkat Pendidikan SLTA SLTP Jumlah 1. Inspektur - - - - 2. Sekretaris dan Irban 2 1 - - - 3 3. Kepala Sub Bagian 1 2 - - - 3 4. Pejabat Fungsional Umum - 5 1 7 - 13 5. Pejabat Fungsional P2UPD 2 12 - - - 14 6. Pejabat Fungsional Auditor 5 16 - 1 - 22 Jumlah 10 36 1 8 - 55 Sumber : Sub Bagian Umum, Januari 2019

(10)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

5

c. Keadaan pegawai berdasarkan golongan

No. Uraian IV Golongan III II I Jumlah

1. Inspektur - - - - -

2. Sekretaris dan Irban

3 - - - 3

3. Kepala Sub Bagian 1 2 - - 3

4. Pejabat Fungsional Umum - 5 8 - 13 5. Pejabat Fungsional P2UPD 7 7 - - 14 6. Pejabat Fungsional Auditor - 22 - - 22 Jumlah 11 36 8 - 55

Sumber : Sub Bagian Umum, Januari 2019

B. Visi

Reformasi birokrasi mewarnai pendayagunaan aparatur negara dan pemerintah dengan tuntutan untuk mewujudkan administrasi negara yang mampu mendukung kelancaran dan keterpaduan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 menegaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, dan kekhasan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(11)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

6

Efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu ditingkatkan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek hubungan antara Pemerintah Pusat dengan daerah dan antar daerah, potensi dan keanekaragaman daerah, serta peluang dan tantangan persaingan global dalam kesatuan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara.

Majunya suatu bangsa sangat ditentukan oleh inovasi yang dilakukan bangsa tersebut. Untuk itu maka diperlukan adanya perlindungan terhadap kegiatan yang bersifat inovatif yang dilakukan oleh aparatur sipil negara di Daerah dalam memajukan Daerahnya. Perlu adanya upaya memacu kreativitas Daerah untuk meningkatkan daya saing Daerah. Untuk itu perlu adanya kriteria yang obyektif yang dapat dijadikan pegangan bagi pejabat Daerah untuk melakukan kegiatan yang bersifat inovatif. Dengan cara tersebut inovasi akan terpacu dan berkembang tanpa ada kekhawatiran menjadi obyek pelanggaran hukum.

Salah satu langkah untuk memperkuat Otonomi Daerah adalah adanya mekanisme pembinaan, pengawasan, pemberdayaan, serta sanksi yang jelas dan tegas. Adanya pembinaan dan pengawasan serta sanksi yang tegas dan jelas tersebut memerlukan adanya kejelasan tugas pembinaan, pengawasan dari Kementerian yang melakukan pembinaan dan pengawasan umum serta kementerian/lembaga pemerintah non

(12)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

7

kementerian yang melaksanakan pembinaan teknis. Sinergi antara pembinaan dan pengawasan umum dengan pembinaan dan pengawasan teknis akan memberdayakan Daerah dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Untuk pembinaan dan pengawasan terhadap Daerah kabupaten/kota memerlukan peran dan kewenangan yang jelas dan tegas dari gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat untuk melaksanakan tugas dan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap Daerah kabupaten/kota.

Untuk mewujudkan organisasi Inspektorat yang profesional dalam melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan, maka visi yang ingin dicapai Inspektorat dalam kurun waktu lima tahun kedepan diformulasikan dengan pernyataan sebagai berikut:

“MENJADI LEMBAGA PENGAWASAN INTERNAL YANG PROFESIONAL DALAM RANGKA MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN DAERAH YANG BAIK”.

Penjelasan Visi:

Inspektorat Kabupaten Kuningan merupakan lembaga pengawasan internal yang harus melaksanakan tugas secara profesional. Profesionalisme merupakan cermin dari kemampuan (competensi), yaitu memiliki pengetahuan (knowledge), keterampilam (skill), bisa melakukan (ability) ditunjang dengan

(13)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

8

pengalaman (experience) dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan.

Tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) yaitu kepemerintahan yang mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip profesionalitas, akuntabilitas, transparansi, pelayanan prima, demokrasi, efisiensi, efektivitas, supremasi hukum, dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.

Sesuai dengan kedudukan dan fungsi sebagai aparat pengawas internal pemerintah, maka Inspektorat dituntut untuk melaksanakan tugas tersebut secara profesional dalam rangka mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik di Kabupaten Kuningan.

C. Misi

Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan, maka dirumuskan misi sebagai berikut:

1. Mewujudkan penyelenggaraan pengawasan internal secara profesional;

2. Meningkatkan kapabilitas Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

(14)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

9 BAB II

SASARAN DAN ARAH KEBIJAKAN

A. Sasaran Pembangunan

Sumber daya manusia merupakan faktor utama dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Untuk mewujudkan pelaksanaan pengawasan yang baik, maka dibutuhkan tersedianya Sumber Daya Manusia(SDM) Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) yang profesional. Sesuai dengan kedudukan dan fungsi sebagai aparat pengawas internal pemerintah, maka Inspektorat dituntut untuk melaksanakan tugas tersebut secara profesional dalam rangka mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik di Kabupaten Kuningan.

Sesuai dengan visi dan misi Inspektorat, maka dalam rangka pelaksanaan pengawasan, tujuan yang ingin dicapai adalah :

1. Meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, efisien, efektif dan akuntabel;

2. Meningkatkan akuntabilitas kinerja;

3. Meningkatkan kapabilitas dan profesionalisme APIP.

Tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai melalui sasaran sebagai berikut:

(15)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

10

1. Meningkatnya pengawasan terhadap obyek pengawasan; 2. Meningkatnya hasil pengawasan terhadap kegiatan SKPD; 3. Meningkatnya implementasi SPIP;

4. Meningkatnya kepuasan stakeholder;

5. Meningkatnya kinerja organisasi yang akuntabel; 6. Meningkatnya kapabilitas dan profesionalisme APIP.

B. Arah Kebijakan

Cara untuk mencapai tujuan dan sasaran sebagaimana telah ditetapkan, dilakukan melalui penetapan beberapa kebijakan, program, dan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun dalam kurun waktu lima tahun. Kebijakan, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai berikut:

1. Kebijakan

a. Fokus pengawasan yang berbasis prioritas dan risiko meliputi :

 Pengawasan Teknis

 Pengawasan Keuangan dan Kinerja

 Pemeriksaan dalam rangka penanganan pengaduan masyarakat

 Penguatan Tata Kelola Pemerintahan yang baik melalui penegakan integritas;

(16)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

11

c. Jadwal Pelaksanaan Pengawasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

2. Program dan Kegiatan

a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

- Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik

- Penyediaan ATK

- Penyediaan Barang Percetakan dan Penggandaan

- Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor;

- Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan;

- Penyediaan Makan dan Minuman; - Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi; - Penyediaan Jasa Pengamanan Kantor.

b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur - Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Gedung Kantor; - Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor;

- Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional;

- Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor;

(17)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

12 c. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan

Capaian Kinerja dan Keuangan

- Penyelenggaraan, Perencanaan, Monitoring dan Pelaporan Keuangan;

d. Program Peningkatan Informasi Pembangunan - Pameran Pembangunan Tahunan dan Hari Jadi

Kuningan;

e. Program Pembinaan Obyek Pengawasan

- Pengelolaan Laporan Pajak Pajak Pribadi (LP2P); - Peningkatan Kinerja Obyek Pengawasan

- Pengelolaan LHKPN; - Pengelolaan LHKASN;

- Peningkatan kinerja obyek pengawasan;

f. Program Peningkatan Koordinasi Pengawasan - Pembentukan UPG;

- Monitoring TEPRA;

- Evaluasi berkala temuan hasil pengawasan; - Monitoring ADPPK;

- Pemutakhiran data tindak lanjut hasil pengawasan; - Monev SPIP;

g. Program Peningkatan Kinerja Instansi Pemerintah Daerah

(18)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

13

- Evaluasi lakip SKPD;

h. Program Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan - Reviu RKPD;

- Reviu RPJMD, Renstra, Renja, SKPD;

- Pelaksanaan pengawasan kinerja dan terfokus; - Pemeriksaan dengan tujuan tertentu;

- Reviu LKPD;

- Reviu RKA SKPD dan PPKD

i. Program Peningkatan Kapabilitas APIP

- Penyusunan pedoman dan standar pengawasan; - Self assessment;

- Penyusunan peta kompetensi dan pelayanan administrasi kepegawaian APIP;

- Peningkatan kapasitas SDM APIP;

- Peningkatan SDM APIP untuk mengikuti diklat substantif bidang pengawasan;

- Penilaian angka kredit;

- Pendidikan dan pelatihan JFA dan P2UPD; - Penyusunan PKPT dan kebijakan pengawasan;

C. Perjanjian Kinerja

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019 mengacu pada dokumen Renstra Inspektorat

(19)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

14

Kabupaten Kuningan Tahun 2018-2023, dokumen Rencana Kinerja Tahun 2019, dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2019.

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2018 adalah sebagaimana tabel berikut:

Tabel 2.1

PERJANJIAN KINERJA

INSPEKTORAT KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

1 2 3 4 1. Meningkatnya akuntabilitas keuangan dan kinerja perangkat daerah

1 Opini BPK atas Laporan

Keuangan Pemerintah

Kabupaten Kuningan

WTP

2 Jumlah Perangkat Daerah yang memiliki Nilai diatas BB

5

3 Prosentase Penyelesaian Tindak Lanjut Pengawasan BPK

70

4 Prosentase Penyelesaian Tindak Lanjut Pengawasan Inspektorat Provinsi

60

5 Prosentase Penyelesaian Tindak Lanjut Pengawasan Inspektorat kabupaten 50 2. Meningkatnya integritas dan pelaksanaan Reformasi Birokrasi

1 Nilai SPIP Pemerintah Kabupaten Kuningan

3

2 Indeks capaian penilaian mandiri Reformasi Birokrasi

55

3 Capaian Nilai Monitoring Center For Prevention (MCP) dari KPK

60

3 Meningkatnya kapabilitas APIP

Nilai Level Kapabilitas APIP Inspektorat Kabupaten Kuningan

(20)

Perjanjian Kinerja Inspektorat Kabupaten Kuningan Tahun 2019

15

Untuk pencapaian Indikator Kinerja tersebut akan dilaksanakan melalui beberapa program sebagai berikut:

Tabel 2.2

PROGRAM INSPEKTORAT KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019

NO. PROGRAM ANGGARAN (Rp)

1. Program Pengawasan Penyelenggaraan

Pemerintahan 1.470.000.000,00

2. Program Peningkatan Koordinasi Pengawasan 250.000.000,00 3. Program Peningkatan Kinerja Instansi Pemerintah 65.000.000,00 4. Program Pembinaan Obyek Pengawasan 215.000.000,00 5. Program Peningkatan Kapabilitas APIP 310.000.000,00

(21)
(22)
(23)

Referensi

Dokumen terkait

Keputusan yang dikeluarkan dalam keadaan darurat merupakan suatu keputu- san bebas dan tidak dapat diajukan pengu- jian ke lembaga peradilan, selain PTUN, dengan

Identitas kultur dapat dipahami dari gaya komunikasi, orientasi budaya, dan makna diri yang dipraktikkan oleh suatu etnik dalam relasi sosial di

Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengimplementasikan algoritma pencarian rute terpendek (algoritma dijsktra) pada kasus tambal ban di Kota Manado

Lampiran

Pengelolaan risiko kredit dalam Bank juga dilakukan dengan melakukan proses analisa kredit atas potensi risiko yang timbul melalui proses Compliant Internal

Hemat peneliti, adanya prakarsa pemer- intah dan pemerintah kabupaten/kota dalam usulan pembentukan desa atau ketatnya pengaturan UU No. 6 Tahun 2014 dalam susulan pembentukan desa,

Pada multifragmentary complex fracture tidak terdapat kontak antara fragmen proksimal dan distal setelah dilakukan reposisi. Complex spiral fracture terdapat dua atau