• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

1

GAMBARAN UMUM

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN

TERPADU SATU PINTU

Sejarah Singkat

Pelayanan publik merupakan kewajiban pemerintah kepada setiap warga Negara dan penduduk sehingga metode dan prosedur senantiasa harus diaktualisasikan disesuaikan dengan harapan dan keinginan publik dan perubahan lingkungan. Penyelenggaraan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh aparatur pemerintah dalam berbagai sektor terutama yang menyangkut pemenuhan hak-hak sipil dan kebutuhan dasar penduduk masih dirasakan belum seperti yang diharapkan oleh masyarakat.

Masyarakat umum dan kalangan dunia usaha sering mengeluhkan proses pelayanan perijinan oleh pemerintah yang berbelit-belit, tidak transparan, dan perlu biaya ekstra. Mereka sering bolak-balik dari satu kantor ke kantor lain hanya untuk mengurus suatu layanan perijinan. Tentu saja hal ini membuat masyarakat menjadi merasa dipermainkan oleh aparat pemerintah, sehingga kinerja pelayanan publik secara keseluruhan menjadi buruk. Bagi kalangan dunia usaha masalah yang sering dikeluhkan adalah ketidakjelasan prosedur, biaya dan waktu pemrosesan ijin yang tidak pasti selesainya, sehingga biaya yang dikeluarkan pada akhirnya tinggi. Bagi masyarakat, kondisi ini menyebabkan kepercayaan kepada pemerintah menurun.

(2)

2

Merespon permasalahan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali berdasarkan Perda Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2008, tentang Susunan Organisasi dan Perangkat Daerah Provinsi Bali. Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Bali dibentuk sebagai salah satu upaya Pemerintah Provinsi Bali untuk meningkatkan Pelayanan Publik.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali (DPMPTSP) adalah salah satu OPD di Provinsi Bali yang mempunyai tugas pokok membantu Gubernur dalam bidang Penanaman Modal dan Perizinan. Dalam sejarah kelahirannya di Provinsi Bali pada tahun 1973 pernah dibentuk Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) dengan Surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali Nomor 35/Skep/46/EK-1/I/1973 tanggal 25 Oktober 1973.

Adapun tugas-tugas BKPMD Provinsi Daerah Tingkat I Bali tersebut: 1. Menyelenggarakan segala usaha dan kegiatan yang berhubungan dengan

penanaman modal.

2. Dalam menyelenggarakan tugas tersebut BKPMD menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

a. Menampung keinginan dan memberikan penjelasan kepada calon penanam modal tentang kemungkinan penanaman modal di Daerah Bali.

b. Menerima permohonan PMDN meneliti persyaratan-persyaratan teknis sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dan selanjutnya meneruskan permohonan tersebut kepada BKPM Pusat, sepanjang wewenang untuk memutuskannya berada pada Pemerintah Pusat.

(3)

3

c. Memberikan pertimbangan kepada BKPM Pusat mengenai permohonan penanaman modal asing.

d. Mengkoordinasikan penyelesaian izin lokasi, izin penggunaan tanah, izin bangunan, izin Undang-Undang Gangguan dan izin - izin lainnya di Daerah Bali, dalam rangka penanaman modal.

e. Mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan penanaman modal di Daerah Bali.

f. Menyusun laporan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali tentang pelaksanaan dan perkembangan penanaman modal di daerah Bali. serta bertanggung jawab atas penyampaiannya kepada BKPM Pusat dan Menteri Dalam Negeri.

Dalam perkembangan selanjutnya BKPMD Propinsi Daerah Tingkat I Bali yang dibentuk tahun 1973 ini dalam tahun 1974 dirubah menjadi Team Pembantu Gubernur Urusan Penanaman Modal melalui Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali No.35/Skep/32/EK-I/1974 tanggal 30-4-1974. Dengan demikian secara resmi keberadaan BKPMD Propinsi Bali sejak tanggal 30 April 1974 telah diubah menjadi sebuah Team Pembantu Gubernur yang menangani urusan penanaman modal.

Dalam perkembangan selanjutnya dalam tahun 1980 keluarlah Keputusan Presiden RI No.20 tahun 1980 tanggal 29 Maret 1980 tentang Pembentukan BKPMD, dan ditindak lanjuti dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No.167 tahun 1980 tanggal 2 Agustus 1980 tentang Organisasi dan Tata Kerja BKPMD, serta Instruksi Menteri Dalam Negeri No.3 tahun 1981 tanggal 10 Pebruari 1981

(4)

4

tentang Pelaksanaan Keputusan Menteri Dalam Negeri No.167 tahun 1980 tentang Organisasi dan Tata Kerja BKPMD.

Atas dasar Keputusan Presiden No.20 tahun 1980 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri No.167 tahun 1980 tersebut di atas maka keluarlah Keputusan Menteri Dalam Negeri No.177 tahun 1981 tanggal 30 Juli 1981 tentang Pembentukan Badan Koordinasi Penanaman Modal Propinsi Daerah Tingkat I Riau, Bali, Sulawesi Tenggara dan Maluku. Dalam pasal 3 disebutkan bahwa dengan berlakunya Keputusan ini maka satuan-satuan organisasi yang mempunyai tugas-tugas dibidang urusan penanaman modal dan ketentuan-ketentuan lain yang bertentangan dengan Keputusan ini dinyatakan tidak berlaku lagi.

Lebih lanjut atas dasar Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 177 tahun 1981 ini akhirnya ditindak lanjuti dengan keluarnya Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali No.68/HOT/IC/1981 tanggal 9 Desember 1981 tentang Pelaksanaan Keputusan Menteri Dalam Negeri No.177 tahun 1981 tentang Pembentukan BKPMD Propinsi Daerah Tingkat I Riau, Bali, Sulawesi Tenggara dan Maluku.

Dalam Diktum kelima Keputusan Gubernur ini disebutkan bahwa sejak berlakunya Keputusan ini maka Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali tanggal 30 April 1974 No.35/Skep/32/I/1974 tentang Perubahan BKPMD menjadi Team Pembantu Gubernur urusan Penanaman Modal dinyatakan tidak berlaku lagi.

Dalam perkembangan selanjutnya terjadi pergeseran paradigma pemerintahan daerah mengenai penyelenggaraan otonomi daerah yaitu dengan

(5)

5

keluarnya Undang-undang No.22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Oleh karena itu terjadi perubahan kelembagaan. Selanjutnya keluarlah Perda Provinsi Bali No.2 tahun 2001 tanggal 21 Maret 2001 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah. Nomenklatur juga dirubah menjadi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Bali.

Selanjutnya dalam perkembangannya UU 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah direvisi lagi menjadi Undang-Undang No.32 tahun 2004. Dengan dirubahnya Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah tersebut konsekuensinya terjadi lagi perubahan kelembagaan. Selanjutnya keluarlah Perda No.2 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah. Nomenklatur BKPMD dirubah menjadi BPM (Badan Penanaman Modal) Provinsi Bali. Uraian tugas sesuai dengan Peraturan Gubernur No. 58 tahun 2008. Perda 2 tahun 2008, pada akhir tahun 2011 oleh Biro Organisasi telah dievaluasi dan sudah ada Perda Perubahannya yaitu Perda 4 tahun 2011, namun belum berjalan karena personilnya belum dilantik.

Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Provinsi Bali adalah salah satu OPD di Provinsi Bali yang kelembagaannya dibentuk berdasarkan Perda No.4 Tahun 2011. Lembaga ini beroperasi sejak awal 2012 yang merupakan penggabungan dari dua lembaga yaitu Badan Penanaman Modal (BPM) dengan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Provinsi Bali yang berlokasi di Jalan Raya Puputan-Niti Mandala Renon Denpasar. Adapun alamat kantor Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali yaitu di Jalan Raya Puputan-Niti Mandala Renon Denpasar.

(6)

6

Perizinan yang ditangani, meliputi: Izin Pemasukan/Pengeluaran Ternak/Hewan, Izin Pemasukan/Pengeluaran Sapi Potong, Izin Pemasukan/ Pengeluaran Ternak Potong selain Sapi Potong, Izin Pemasukan Pengeluaran DOC (Day Old Chicken), Izin Pemasukan/Pengeluaran Hewan Kesayangan/ Satwa, Izin Pemasukan/Pengeluaran Produk Hewan Pangan, Izin Pemasukan/ Pengeluaran Produk Hewan Non Pangan, Izin Distributor Obat Hewan, Rekomendasi ekspor hewan/ternak, produk hewanpangan dan non pangan, Rekomendasi ekspor hewan/ternak, produk hewanpangan dan non pangan, Izin Pertunjukan Kesenian untuk Pariwisata, Izin Usaha Sarana Wisata Tirta, Izin mengenai Usaha Biro Perjalanan Wisata (BPW), Izin Usaha Cabang Biro Perjalanan Wisata (BPW), Izin Usaha Agen Perjalanan Wisata, Izin Usaha Biro Perjalanan Wisata Lanjut Usia (BPW Lansia), Izin Usaha MICE (Meeting,

Incentive, Convention, Exhibition), Izin Usaha Jasa Pariwisata dan Izin Usaha dan

rekomendasi klasifikasi hotel berbintang.

Walaupun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali baru berdiri namun sudah mendapat penghargaan yaitu:

1. Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Undang-undang 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dari Ombudsman RI. Tanggal 18 Juli 2014 dengan nilai 960.

2. Certificate Of Registration ISO 9001:2008.

3. Investment Award Nominasi PTSP Bidang Penanaman Modal Terbaik Tahun 2010 dari BKPM RI.

(7)

7

4. Piagam Citra Pelayanan Prima Peringkat I dalam Lomba Citra Pelayanan Prima Tingkat Provinsi Bali Tahun 2012 dari Gubernur Bali.

5. Piagam Citra Pelayanan Prima atas Partisipasinya dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Tahun 2010 dari Gubernur Bali.

Adapun nama-nama yang pernah menjabat sebagai pimpinan dari awal pembentukan BKPMD sampai DPMPTSP saat ini sebagai berikut :

1. Drs.H Mulyono (Tahun 1982 s/d 1 April 1984).

2. Drs. Dewa Made Beratha (1 April 1984 s/d 7 Nopember 1989). 3. Drs. I Gede Wardana (7 Nopember 1989 s/d 31 Desember 1997). 4. Ir. A A Gde Harmoni (Tahun 1998 s/d Tahun 2001).

5. Drs. IB Yudara Pidada (Tahun 2002 s/d Desember 2003). 6. Dra. I Gusti Ayu Djanawati ( Januari 2004 s/d Tahun 2005 ). 7. Drs. I Made Kandiyuana P.HD (Tahun 2006 s/d Pebruari 2008). 8. Dewa Komang Adi, SH, MT (Pebruari 2008 s/d Juli 2008). 9. Drs. I Gusti Made Sudjana, M.Si (Juli 2008 s/d Pebruari 2009). 10.Ir.I Nyoman Suwirya Patra, MM (Pebruari 2009 s/d Mei 2011). 11.Ida Bagus Made Parwata, SE, M.Si (Juni 2011 s/d sekarang).

4.2 Visi, Misi, Kebijakan dan Program

1. Visi: Terwujudnya peningkatan penanaman modal yang berkelanjutan dan pelayanan perizinan yang berkualitas menuju Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera berlandaskan Tri Hita Karana.

(8)

8 2. Misi:

a. Mendorong minat dan peluang penanaman modal secara merata antar wilayah dan antar sektor.

b. Membangun iklim penanaman modal yang berdaya saing.

c. Mewujudkan pelayanan publik cepat, efektif, efesien, transparan dan akuntabel.

3. Kebijakan dan Program

Kebijakan Umum Provinsi Bali dalam meningkatkan penanaman modal adalah:

a. Mewujudkan penanaman modal yang berlandaskan Tri Hita Karana. b. Mengembangkan aksesibilitas penanaman modal yang memadai pada

wilayah-wilayah yang mengalami kelambatan pertumbuhan ekonomi. c. Menciptakan keterkaitan penanaman modal antar sektor dan antar

wilayah.

d. Meningkatkan sistem informasi manajemen penanaman modal.

e. Mendorong pelaksanaan penanaman modal secara lebih merata antar sektor dan anatr wilayah.

f. Meningkatkan pengendalian dan pengawasan atas pelaksanaan penanaman modal.

g. Memberikan kepastian hukum dan kemudahan penanaman modal untuk terwujudnya iklim penanaman modal yang lebih kondusif. h. Memberikan pelayanan yang cepat, efektif, efisien, transparan dan

(9)

9

Kebijakan Khusus Pemerintah Provinsi Bali di bidang Penanaman Modal:

a. Kebijakan Gubernur Bali dengan surat nomor 570/1124/BKPMD tanggal 6 Nopember 2001 untuk Penghentian Sementara Pemberian Surat Persetujuan (SP) pada bidang usaha properti dan jasa akomodasi, biro perjalanan wisata dan SPA untuk daerah kabupaten Badung dan kota Denpasar.

b. Dilanjutkan dengan Kebijakan Gubernur Bali dengan surat nomor 570/1665/BPM tanggal 27 Desember 2010 untuk Penghentian Sementara penerbitan Persetujuan Prinsip (Pendaftaran Penanaman Modal) untuk bidang usaha jasa akomodasi (hotel berbintang dan hotel melati) di kabupaten Badung, Denpasar dan Gianyar.

Berdasarkan arah kebijakan tersebut dan memperhatikan pagu anggaran yang ada maka disusun program dan kegiatan sebagai berikut: a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran.

1) Kegiatan penyediaan jasa komunikasi sumber daya air dan listrik. 2) Kegiatan penyediaan jasa kebersihan kantor.

3) Kegiatan penyediaan alat tulis kantor.

4) Kegiatan penyediaan barang cetakan dan penggandaan.

5) Kegiatan penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor.

6) Kegiatan penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan.

(10)

10

7) Kegiatan penyediaan makanan dan minuman.

8) Kegiatan rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah. 9) Kegiatan upacara keagamaan.

b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur. 1) Kegiatan Pengadaan perlengkapan gedung kantor. 2) Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas.

3) Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor. c. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur.

1) Kegiatan Pengembangan dan peningkatan kualitas SDM. d. Program Publikasi Melalui Media Cetak / Elektronik.

1) Kegiatan Peningkatan pemahaman masyarakat dalam pengurusan perizinan.

e. Program Peningkatan Kualitas dan Penyebarluasan Informasi.

1) Kegiatan Sosialisasi dan publikasi pelayanan perizinan dan non perizinan.

f. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi. 1) Kegiatan Promosi penanaman modal.

2) Kegiatan Pelaksanaan promosi luar negeri

g. Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi.

1) Kegiatan Penyusunan sistem informasi penanaman modal di daerah.

2) Kegiatan Forum kerjasama di bidang penanaman modal. h. Program Pengkajian dan Perencanaan Penanaman Modal.

(11)

11

1) Kegiatan Pengkajian dan perencanaan penanaman modal. i. Program Mengendalikan Pelaksanaan Penanaman Modal.

1) Kegiatan Pembinaan dan pelaporan. 2) Monitoring dan Evaluasi.

j. Program Mengkoordinasikan dan Mendorong Peran Swasta dalam Pembangunan.

1) Kegiatan Pemantauan, sinkronisasi dan implementasi pelayanan perizinan dan non perizinan.

4.3 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas

4.3.1 Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali

Struktur organisasi merupakan kerangka dasar yang bersifat menyeluruh dari kegiatan dan fungsi dalam suatu organisasi, termasuk menetapkan hubungan mengenai kedudukan, wewenang dan tanggung jawab diantara anggota dalam melaksanakan fungsinya masing-masing. Dengan struktur organisasi yang baik, akan terlihat susunan dan pembagian tugas pada masing-masing unit yang ada dalam organisasi. Dengan telah ditetapkannya kedudukan dan peranannya melalui struktur yang baku, maka akan semakin jelas jenjang hirarki diantara pejabat atau pegawai yang terlibat di dalamnya sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dari struktur itu pula dapat diketahui dengan jelas mengenai wewenang dan tanggung jawab yang diemban dan rentang kendali yang harus dilakukan serta arah komando sehingga pelaksanaan tugas-tugas yang merupakan misi organisasi tersebut dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan prinsip dan tujuan organisasi.

(12)

12

Dilihat dari segi hubungan wewenang dan tanggung jawab pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dapat dikatakan bahwa struktur organisasinya memakai bentuk organisasi garis yaitu dimana perintah datang dari atasan kepada bawahan yang berjalan satu arah, demikian juga bawahannya bertanggung jawab kepada atasan yang membawahinya, kemudian kepada pimpinan. Adapun Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Gambar 4.1

Bagan Struktur Organisasi Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali 4.3.2 Uraian Tugas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Provinsi Bali

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali sebagai unsur pendukung tugas Kepala Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bidang Penanaman Modal dan Perizinan. Uraian tugas pokok fungsi ini sesuai Pergub Nomor 82 Tahun 2011.

Susunan Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali terdiri dari:

1. Kepala Dinas 2. Sekretaris

a. Kasubag Umum dan Kepegawaian

b. Kasubag Keuangan dan Penyusunan Program 3. Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan

(13)

13 a. Kasubid Pengkajian

b. Kasubid Pengembangan

4. Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama a. Kasubid Promosi

b. Kasubid Kerjasama

5. Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan a. Kasubid Monitoring dan Evaluasi b. Kasubid Pembinaan dan Pelaporan

6. Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan Satu Pintu A 7. Kepala Seksi A

8. Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan Satu Pintu B 9. Kepala Seksi B

10. Kepala Bidang Pengaduan 11. Kepala Seksi Pengaduan

Adapun uraian tugas masing-masing adalah sebagai berikut: 1. Kepala Dinas mempunyai tugas:

a. menyusun rencana dan program kerja Dinas;

b. mengkoordinasikan penyusunan rencana dan program kerja;

c. merumuskan kebijakan umum serta menyelenggarakan administrasi berdasarkan kewenangan;

d. mendistribusikan tugas kepada bawahan; e. menilai prestasi kerja bawahan;

(14)

14

g. melakukan pengendalian terhadap pelayanan umum dan perizinan; h. membina bawahan dalam pencapaian program Badan;

i. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pada tahun berjalan; j. melaksanakan pembinaan umum dan pembinaan teknis; k. melaksanakan sistem pengendalian intern;

l. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan m. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Gubernur melalui Sekretaris

Daerah.

2. Sekretaris mempunyai tugas:

a. menyusun rencana dan program kerja kesekretariatan;

b. mengkoordinasikan program kerja masing-masing sub Bagian; c. mengkoordinasikan para Kepala Sub Bagian;

d. menilai prestasi kerja bawahan;

e. membimbing dan memberi petunjuk kepada Kepala Sub Bagian dan bawahan;

f. melakukan koordinasi dengan para Kepala Bidang dan Kepala UPT;

g. menyelenggarakan kegiatan kesekretariatan berdasarkan rencana kerja yang telah disusun;

h. melaksanakan dan mengawasi kegiatan pengelolaan urusan umum dan kepegawaian, penyusunan program dan keuangan;

i. menghimpun dan menyusun rencana anggaran dan program pembangunan bidang penanaman modal dan perizinan;

(15)

15

j. mengumpulkan dan menyusun laporan keuangan Sekretariat, Bidang dan UPT;

k. melaksanakan sistem pengendalian intern;

l. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan m. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan.

3. Kepala Sub Bagian Kepegawaian mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan program kerja Sub Bagian; b. memberikan petunjuk kepada bawahan;

c. menilai prestasi kerja bawahan; d. membuat buku penjagaan pegawai;

e. menyiapkan bahan dan membuat konsep usulan kepangkatan, pemindahan, mutasi, pemberhentian, pensiun, kenaikan gaji berkala, kartu pegawai, karis/karsu, asuransi kesehatan, tabungan asuransi pegawai negeri (Taspen), cuti dan penghargaan;

f. menghimpun dan memelihara Daftar Susunan Pegawai (DSP);

g. menyiapkan blanko-blanko kepegawaian serta menata dan menyimpan berkas kepegawaian;

h. membuat rekapitulasi absensi kepegawaian;

i. menyiapkan bahan penyusunan surat pernyataan menduduki jabatan, pernyataan melaksanakan tugas, dan pengusulan penyesuaian pangkat/golongan;

j. menyiapkan bahan telaahan, kajian dan analisis organisasi dan ketatalaksanaan, analisis jabatan dan pengukuran beban kerja;

(16)

16

k. melaksanakan sistem pengendalian intern;

l. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan m. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Sekretaris.

4. Kepala Sub Bagian Keuangan dan Penyusunan Program mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan program kerja Sub Bagian;

b. memberikan petunjuk kepada bawahan; c. menilai prestasi kerja bawahan;

d. melaksanakan penatausahaan keuangan;

e. melaksanakan pengurusan gaji pegawai dan tunjangan lainnya; f. melaksanakan monitoring pelaksanaan anggaran;

g. menyusun dan menyampaikan laporan pertanggung jawaban keuangan; h. menghimpun bahan kebijakan sebagai masukan dalam penyusunan

Rencana dan Program Kerja;

i. menghimpun bahan penyusunan anggaran/pembiayaan pembangunan di bidang penanaman modal dan perizinan;

j. kompilasi bahan dan menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP);

k. melaksanakan sistem pengendalian intern;

l. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan m. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Sekretaris.

5. Kepala Sub Bagian Umum mempunyai tugas:

a. menyusun rencana dan program kerja Sub Bagian; b. memberikan petunjuk kepada bawahan;

(17)

17 c. menilai prestasi kerja bawahan;

d. mengelola, memelihara dan mendistribusikan barang serta menyiapkan usulan penghapusannya;

e. memelihara, menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan kantor;

f. melaksanakan kegiatan kerumahtanggaan Badan; g. mengelola urusan surat menyurat;

h. menghimpun peraturan perundang-undangan yang berlaku yang berkaitan dengan penanamana modal dan perizinan;

i. menyusun dan meneliti bahan penyusunan produk hukum yang berkaitan dengan penanaman modal dan perizinan;

j. melaksanakan tugas-tugas kehumasan dan keprotokolan; k. melaksanakan sistem pengendalian intern;

l. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan m. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Sekretaris.

6. Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan program kerja Bidang;

b. mengkoordinasikan program kerja masing-masing Sub Bidang; c. mengkoordinasikan para Kepala Sub Bidang;

d. menilai prestasi kerja bawahan;

e. membimbing dan memberi petunjuk kepada Kepala Sub Bidang dan bawahan;

(18)

18

f. menyusun petunjuk pelaksanaan, pengkajian dan pengendalian penanaman modal dan perizinan;

g. mengkoordinir, pengkajian, penyusunan perencanaan investasi dan pengembangan penanaman modal;

h. menyelenggarakan telaahan, kajian dan analisis organisasi dan ketatalaksanaan badan;

i. mengkoordinasikan penyusunan data, informasi investasi pengembangan penanaman modal;

j. menyelenggarakan pengembangan penanaman modal berbasis IPTEK; k. melaksanakan sistem pengendalian intern;

l. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan m. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan.

7. Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan program kerja Bidang;

b. mengkoordinasikan program kerja masing-masing Sub Bidang; c. mengkoordinasikan para Kepala Sub Bidang;

d. menilai prestasi kerja bawahan;

e. membimbing dan memberi petunjuk kepada Kepala Sub Bidang dan bawahan;

f. merumuskan rencana, mengkoordinasikan serta melaksanakan kegiatan promosi penanaman modal;

g. mengkoordinasikan, perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan mengkaji kerjasama kebijakan di bidang penanaman modal;

(19)

19

h. melaksanakan sistem pengendalian intern;

i. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan j. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan.

8. Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan program kerja Bidang;

b. mengkoordinasikan program kerja masing-masing Sub Bidang; c. mengkoordinasikan para Kepala Sub Bidang;

d. menilai prestasi kerja bawahan;

e. membimbing dan memberi petunjuk kepada Kepala Sub Bidang dan bawahan;

f. mengkoordinasikan kegiatan pengendalian pelaksanaan penanaman modal;

g. melaksanakan sistem pengendalian intern;

h. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan;dan i. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan.

9. Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan mempunyai tugas: a. menyusun rencana dan program kerja Bidang;

b. mengkoordinasikan rencana dan program kerja; c. mendistribusikan tugas kepada bawahan;

d. menilai prestasi kerja bawahan;

e. mengkaji kerjasama kebijakan di bidang pelayanan perizinan;

f. membimbing dan memberi petunjuk kepada Kepala Sub Bidang dan bawahan;

(20)

20

g. mengkaji kerjasama kebijakan di bidang pelayanan perizinan;

h. mengkoordinir proses persetujuan dan kemudahan pelaksanaan penanaman modal;

i. merencanakan dan melaksanakan pelayanan perizinan dan non perizinan; j. mengkoordinasikan Tim Teknis yang terdiri dari unsur-unsur perangkat

daerah yang mempunyai kewenangan di bidang pelayanan perizinan; k. memproses dan mempersiapkan penerbitan perizinan dan non perizinan; l. memberikan bimbingan dan penyuluhan tentang perizinan dan non

perizinan;

m. melaksanakan sistem pengendalian intern;

n. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan; dan o. melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Badan.

10. Tim Teknis mempunyai tugas:

a. berkoordinasi dan membantu dalam memberikan masukan dan kajian tentang perizinan dan non perizinan kepada Kepala Bidang;

b. memberikan informasi berkaitan dengan syarat-syarat perizinan dan non perizinan;

c. meneliti kelengkapan, memproses dan mengeluarkan perizinan dan non perizinan; dan

d. memberikan saran pertimbangan dalam rangka memberikan rekomendasi mengenai diterima atau ditolaknya suatu permohonan perizinan kepada Kepala Badan melalui Kepala Bidang Perizinan dan kepada Kepala Badan yang bersangkutan.

(21)

21

11. Kelompok Jabatan Fungsional Badan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan Diklat Prajabatan CPNS K2 Golongan III Angkatan 1 Tahun 2015 yang dilaksanakan di Kantor Diklat Kabupaten Banyumas, dari bidang

Seiring dengan perkembangan dunia musik dari dulu sampai sekarang ini jauh lebih baik dan memudahkan pencinta musik seolah-olah di manjakan dengan sebuah alat musik

a) Untuk kegiatan Monitoring evaluasi dan pelaporan dilaksanakan sesuai dengan jadwal monitoring yang sudah ditetapkan dengan sasaran pelaku usaha dan

81 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu.. Peraturan

Unit Organisasi : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sub Unit Organisasi : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu U P B : Dinas Penanaman Modal

Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Malang. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Pelayanan Terpadu Satu

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu mempunyai tugas membantu Walikota melaksanakan Urusan Pemerintahan di bidang Penanaman Modal Pelayanan

[r]