TABU DAN MITOS SEPUTAR WANITA HAMIL PADA ETNIK JAWA DI DESA BAKARAN BATU
KABUPATEN DELI SERDANG
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Mempertahankan Skripsi
Oleh:
YUDA GUSTI DERMAWAN NIM. 309422060
JURUSAN PENDIDIKAN ANTROPOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
ABSTRAK
Yuda Gusti Dermawan : 309122060, Tabu Dan Mitos Seputar Wanita Hamil Pada Etnik Jawa Di Desa Bakaran Batu Kabupaten Deli Serdang. Program Studi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan.
Penelitian ini mengenai Tabu dan Mitos Seputar Wanita Hamil Pada Etnik Jawa Di Desa Bakaran Batu Kabupaten Deli Serdang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perkembangan mitos dan tabu di dalam etnik Jawa, simbol atau makna yang terkait seputar masa kehamilan, akibatnya serta pandangan yang tertanam pada ideologi wanita Jawa.
Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, penelitian tanpa terlibat langsung dengan aktifitas orang – orang yang sedang diamati dan melalui tanya jawab. Data – data dari hasil penelitian ini didukung oleh hasil wawancara yang peneliti lakukan tanpa terlibat dengan aktifitas yang sedang diamati dalam penelitian Tabu dan Mitos Seputar Wanita Hamil Pada Etnik Jawa Di Desa Bakaran Batu Kabupaten Deli Serdang.
Mengenai Tabu Dan Mitos Seputar Wanita Hamil sudah sejak lama berlaku pada etnik Jawa dan dikembangkan oleh etnik Jawa deli di Bakaran Batu. Akan tetapi informan hanya menjalankan sesuai dengan yang diketahui keluarga dan yang berkembang dimasyarakat. Mitos dan tabu dijalani karena alasan takut dengan hal gaib tetapi juga ditinggalkan karena ketidakmasukakalan makna dan kegiatan yang dilakukan. apalagi Generasi sekarang yang telah mengikuti perkembangan zaman, mulai merasa enggan untuk mengikuti adat yang selama ini telah hidup dalam masyarakat. Hal ini disebabkan karena pikiran awam yang tertanam dalam pikiran telah digantikan dengan pengetahuan yang rasional. Dengan adanya percampuran kebudayaan telah membuat wanita hamil etnik Jawa cenderung menjalankan pantangan dari etnik Melayu dari pada etnik Jawa asli sebab aturan mitos dan pantangan pada etnis Jawa cenderung tidak rasional atau tidak masuk akal. Hal tersebut berarti telah terjadi akulturasi kebudayaan etnik Jawa di Desa Bakaran Batu dengan etnik lain terkait kehamilan. ibu hamil pada etnik Jawa di Desa Bakaran Batu melakukan mitos dan tabu bukan berdasarkan pengetahuannya secara benar. Akan tetapi sekedar mengikuti apa yang dikatakan keluarganya tidak boleh atau pantang. Wanita hamil etnik Jawa di Desa Bakaran Batu tidak mengetahui secara lengkap mitos dan tabu wanita hamil yang digunakan masyarakat Jawa di Pulau Jawa pada umumya.
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang mana telah memberikan kesehatan dan karunia – Nya kepada penulis serta kekuataan untuk menyelesaikan skripsi : Tabu Dan Mitos Seputar Wanita Hamil Pada Etnik Jawa Di Desa Bakaran Batu Kabupaten Deli Serdang.
Penyelesaian ini tidak terlepas bantuan dari berbagai pihak yang terkait secara langusng maupun tidak langsung, maka penulis dalam hal ini mengucapkan terima kasih banyak dan kerendahan hati kepeda:
1. Bapak Prof. Dr. H. Ibnu Hajar Damanik, M.Si selaku Rektor Universitas Negeri Medan beserta kepada Purek 1, Purek 2, Purek 3, dan Purek 4.
2. Bapak Dr. H. Restu M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial beserta PD 1, PD 2, dan PD 3.
3. kepada Ibu Dra. Puspitawati M.Si selaku Ketua Prodi Pendidikan Antropologi dan sekaligus sebagai Dosen Pembimbing yang memberiakan arahan serta masukan yang begitu banyak sampai penyelesaian skripsi ini.
Bakhrul akmal Khair M.Si, Supsiloani M.Si, Sulian Ekomila, S.Sos MSp, Murni Eva Marlina Rumapea M.Si, Noviy Hasanah M.Hum, Rosramadhana Nasution M,Si, Muhammad Iqbal S.Sos, Onggal Sihite M.Si, Dan Agung Suharyanto M.Si yang telah banyak sekali memberikan bantuan, arahan, semangat, serta motivasi dan petunjuk yamg telah memberikan begitu banyak sumber dan referensi yang diberikan sehingga terselesaikanya skripsi ini walaupun didalamnya masih terdapat kekurangan didalam penulisanya.
Penulis juga mengucapakan terima kasih kepada seluruh informan yang membantu peneliti dalam penulisan skripsi ini terutama kepada informan yang bernama Ely Rosita Amd.Par dan Sugiyarti mewakili yang lainya sebagai nara sumber yang memberikan data – data dalam penelitian dan kepada Sekdes yaitu Yusdiarningsih yang membantu menyelesaikan urusan birokrasi dan administrasi di Kantor Desa Bakaran Batu mengenai data – data warga penduduk
Tak lupa pula penulis mengucapkan rasa syukur dan terima kasih juga kepada orang tua yang tercinta Ayahanda Fauzan dan Ibunda Misawati beserta adik tercinta Agnes Sapta Prayuda yang sangat memberikan dukungan penuh materil maupun non materil sehingga terselesaikanya sebuah karya ilmiah skripsi ini.
yang telah bekerja keras untuk penulis juga untuk yang lain dalam hal administrator kemahasiswaan serta kepada anggota tim JJS’CREW yaitu Lamhot Turnip, Alex B H Panjaitan, Mamopar Manalu, Malthus Rodinasa Lumbangaol dan Damu Roy Sahnan Nasution yang selalu setia menemani peneliti dalam kedaan apapun tanpa terkecuali dan terima kasih banyak juga kepada kakanda stambuk 2008, 2009,adik – adik stambuk 2010, 2011, 2012 Prodi Pendidikan Antropologi.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari sempurna, masih terdapat kekurangan dan kelebihan dalam penyampaianya dan tata bahasa. Maka dengan kerendahan hati penulis mengharapkan saran dan kritik untuk penyempurnaan serta perbaikan skripsi ini agar dapat dipergunakan dengan sebaik– baiknya.
Medan, Juli 2013 Penulis
DAFTAR ISI
1.6 Manfaat Penelitian... 13
3.5.1 Data Reduction (Reduksi Data) ... 29
3.5.2 Data Display (Penyajian Data) ... 30
3.5.3 Conclusion Drawing (Verification) Kesimpulan ... 30
BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Daerah Penelitian ... 30
4.2 Gambaran Umum Kecamatan ... 31
4.4.2 Struktur Organisasi Pemerintahan Desa (SOPD) ... 38
4.5 Keadaan Penduduk ... 41
4.8 Pantangan-pantangan Wanita Hamil ... 69
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan... 75
5.2 Saran ... 76
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Personil Pemerintahan ... 32
Tabel 2. Jumlah Rumah Tangga... 34
Tabel 3. Perangkat Desa ... 39
Tabel 4. Jumlah Penduduk ... 42
Tabel 5. Jumlah Penduduk ... 42
Tabel 6. Pekerjaan ... 42
Tabel 7. Kepemilikan Ternak ... 43
iv
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keberagaman suku bangsa di Indonesia telah melahirkan ragamnya adat -istiadat dan kepercayaan pada setiap suku bangsa. Tentunya dengan adanya adat-istiadat tersebut, masyarakat mengembangkan beragam keyakinan dan kepercayaan yang dianutnya. Menurut teori evolusi kebudayaan, manusia pada umumnya telah menjalani suatu hal yang universal dalam kehidupannya, seperti yang terdapat pada tujuh unsur kebudayaan universal. Salah satu hal yang dialami secara universal oleh seluruh etnik di dunia adalah keyakinan-keyakinan masyarakat terhadap sesuatu hal yang tidak terlihat (gaib). Keadaan seperti ini juga dijalani etnik Jawa secara turun temurun. Dalam hal ini Tasrif Syam (Andrew Beatty 2001: 227) menyatakan bahwa sebagai suatu etnik, tradisi dan tindakan masyarakat Jawa senantiasa berpegang kepada dua hal, yakni filsafat hidup yang religius dan mistis, dan etika hidup yang menjunjung tinggi moral dan martabat keluarga.
simbol-simbol tertentu menjadi perhatian etnik Jawa dan menjadi suatu tradisi yang terlestari. Salah satu kegiatan upacara tersebut berorientasi pada hal-hal mitos, tabu atau pantangan ibu hamil yang berkembang dalam kehidupan etnik Jawa yang sampai saat ini masih dipercaya, seperti dilarang duduk di depan pintu agar saat melahirkan tidak mengalami kesulitan, harus membawa gunting kecil atau pisau lipat di baju agar terhindar dari gangguan makhluk halus atau roh – roh jahat.
Di Indonesia terutama di wilayah pulau Jawa pedesaan, berlaku begitu banyak mitos dan tabu/ pantangan-pantangan seputar kehamilan yang beredar di masyarakat. Mitos-mitos dan tabu ini kuat diterapkan oleh masyarakat karena memiliki makna-makna tersendiri yang bila dijalankan akan dapat melindunginya dari hal – hal buruk yang akan terjadi baik nyata maupun tidak nyata. Beberapa mitos bahkan dipercaya sebagai amanat/ pesan dari nenek moyang yang harus ditaati, sebab bila tidak dilaksanakan dapat menimbulkan dampak/akibat yang tidak menyenangkan.
Sebagai makhluk yang memiliki keterbatasan, manusia menyadari bahwa di luar dirinya masih ada sesuatu yang lebih kuat atau perkasa dan maha menguasai alam semesta, dan begitu juga setiap etnik memiliki beragam adat-istiadat dan kepercayaan.1 Dengan adanya beragam kepercayaan pada setiap etnik, muncul di dalam diri manusia untuk menghormati dan mematuhi setiap aturan yang berlaku. Semua itu mereka lakukan demi mendapatkan keberkahan di kehidupannya dengan masyarakat lain. Baik di dalamnya berupa simbol – simbol
1 Saiful. 2008. Upacara Tradisional Orang Jawa tentang Upacara Selametan Turun Tanah
atau mistis yang diadopsi dari leluhur nenek moyang sampai juga pada kekuatan gaib yang berhubungan dengan roh.
Menurut Tasrif Syam (Andrew Beatty 2001 : 227) Pandangan hidup selalu menghubungkan segala sesuatu dengan Yang Maha Kuasa yang serba rohaniah, mistis dan magis, dengan menghormati roh nenek moyang, leluhur serta kekuatan gaib yang tidak tampak oleh indera manusia. Oleh karena itu, orang Jawa menggunakan simbol-simbol atau lambang dalam kehidupan budaya dan kebiasaannya, baik simbol yang berhubungan dengaan leluhur dan yang berhubungan dengan kekuataan gaib maupun simbol yang berhubungan dengan roh. Pemakaian simbol-simbol ini telah dilakukan secara turun temurun dan masih dipertahankan hingga masa ini. Simbol yang digunakan umumnya oleh masyarakat jawa tercermin dalam kehidupan mereka, sejak lahir sampai dengan meninggal senantiasa tidak terlepas dari yang namanya simbol-simbol.
Di Sumatera Utara etnik Jawa menempati urutan pertama dalam hal segi jumlah penduduknya yang berkisar 33% (BPS SUMUT dalam Pelly, 2000), akan tetapi etnik Jawa di Sumatera Utara berbeda dengan etnik Jawa di pulau Jawa itu sendiri. Etnik Jawa di Medan dan sekitarnya dikenal dengan istilah Jawa Deli (jadel). Wilayah Sumatera Utara tentunya berbeda dengan kehidupan masyarakat Jawa di pulau Jawa dan kebudayaan yang dihasilkan pun juga berbeda. Penyebaran kebudayaan antar etnik di Sumatera Utara memberikan resiko masuknya unsur budaya lain pada etnik Jawa di Medan, seperti proses percampuran dengan budaya-budaya lain di Sumatera Utara yakni Batak, Aceh, Melayu, dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini tentunya ingin diketahui ada atau tidaknya bentuk akulturasi yang terjadi pada etnis Jawa di Sumatera Utara, khususnya di wilayah Batang Kuis.
Berdasarkan hal - hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut agar mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tabu dan mitos seputar wanita Hamil pada etnik Jawa di Desa Bakaran Batu Kabupaten Deli Serdang.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi identifikasi masalah adalah sebagai berikut:
1. Sejarah tabu atau pantangan dalam masyarakat etnik Jawa.
2. Akulturasi Kebudayaan antar etnis di Desa Bakaran Batu terhadap etnik Jawa. 3. Ritual dan upacara-upacara pantangan bagi wanita etnik Jawa di Desa
Bakaran Batu.
4. Makna simbol dari ritual yang terkait dalam pelaksanaan mitos dan tabu bagi wanita hamil di Desa Bakaran Batu
5. Pandangan masyarakat Desa Bakaran Batu sekarang akan mitos tersebut.
1.3 Perumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apa sajakah mitos-mitos dan tabu seputar wanita hamil yang terdapat pada etnik Jawa di Desa Bakaran Batu?
3. Apa akibatnya apabila mitos dan tabu tersebut dilanggar oleh wanita hamil etnik Jawa di Desa Bakaran Batu?
4. Apakah telah terjadi akulturasi kebudayaan etnik Jawa dengan etnik lain di desa Bakaran Batu dalam hal tabu terhadap ibu hamil?
5. Bagaimana pandangan masyarakat Desa Bakaran Batu saat ini mengenai mitos tersebut?
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui mitos-mitos dan tabu seputar wanita hamil yang terdapat pada etnik Jawa di Desa Bakaran Batu.
2. Untuk mengetahui makna dari mitos dan tabu seputar kehamilan yang terdapat pada etnik Jawa di Desa Bakaran Batu.
3. Untuk mengetahui akibat apabila tabu tersebut dilanggar oleh wanita hamil etnik Jawa di Desa Bakaran Batu.
4. Untuk mengetahui apakah telah terjadi akulturasi kebudayaan etnik Jawa dengan etnik lain di desa Bakaran Batu dalam hal tabu terhadap ibu hamil. 5. Untuk mengetahui pandangan masyarakat Desa Bakaran Batu sekarang
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah:
1. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis lain serta peneliti sendiri mengenai mitos dan tabu terhadap wanita hamil etnik Jawa khususnya bagi wanita etnik Jawa dimedan (jadel).
2. Memberikan motivasi kepada peneliti lain untuk pembanding tulisan lain yang berkenaan dengan mitos tersebut.
3. Memberikan masukan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam memahami mitos dan tabu seputar wanita hamil di Desa Bakaran Batu.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan paparan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya mengenai Tabu Dan Mitos Seputar Wanita Hamil Pada Etnik Jawa Di Desa Bakaran Batu Kabupaten Deli Serdang, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pada dasarnya tujuan dari orang-orang terdahulu menciptakan mitos bermacam-macam tentang kehamilan hanyalah supaya si wanita hamil maupun suaminya dapat menjaga kehamilan dengan baik. Tujuanya untuk menyiapkan kehamilan yang sehat. Sehingga bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama yang berkaitan dengan kebiasaan, konsumsi bahan makanan, dan sebagainya.
2. Dari hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa makna Tabu dan Mitos seputa Wanita Hamil Pada etnik Jawa yang bertempat tinggal di Desa Bakaran Batu masih memahami akan hal tersebut pada usia kandungan satu bulan atau masa kehamilan pertama. Untuk masa kehamilan selanjutnya sudah tidak lagi begitu mengikuti aturan yang berlaku pada saat kehamilan pertama.
cenderung menjalankan pantangan dari etnik Melayu dari pada etnik Jawa asli sebab aturan mitos dan pantangan pada etnis Jawa cenderung banyak dan kurang rasional.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dilapangan adapun beberapa hal yang bisa dijadikan saran sekaligus masukan sebagai berikut:
DAFTAR PUSTAKA
Beaty, Andrew. 2001. Variasi Agama di Jawa, Jakarta: Raja Grafindo Persada. Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media
Group.
Cassirer, Ernst. 1981. Manusia dan Kebudayaan: Sebuah Esay Tentang Manusia. Jakarta: Gramedia.
Danandjaja, Ames. 1986. Foklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng dan Lain-Lain. Jakarta: Pustaka Grafitipers.
Geertz, Clifford. 1981. Abangan, Santri, Priyyai Dalam Masyarakat Jawa, Jakarta: Pustaka Jaya.
Greetz, H. 1985.Keluarga Jawa (terj). Jakarta: Grafiti Pers.
Herusatoto, Budiono. 2005. Simbolisme Dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Hanindita.
Koentjaraningrat, Donald K. Emmerson. 1982. Aspek Manusia Dalam Penelitian Masyarakat, Jakarta: Gramedia.
_____ , 1984. Kebudayaan Jawa, Jakarta : Balai Pustaka. _____ , 1987. Sejarah TeoriAntropologi I, Jakarta : UI-Press. _____ , 1993. Ritus Peralihan Di Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka. _____ , 1997. Beberapa Pokok Antropologi Sosial, Jakarta: Dian Rakyat. _____ , 1999. Pengantar Antropologi II, Jakarta : Rineka Cipta.
_____ ,1999.Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia, Jakarta: Djamabatan.
Kusuma, Bayu Adi. 2007. Informasi, Pesan, dan Makna. Online. (diunduh dari pkp.brawijaya.ac.id/e_sosek/courses/PTP4001/…/daskom_mgg_7.ppt).
Moleong, L.J. 2000.Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdahaya. Nadar, F.X. 2008.Pragmatik dan Penelitian Pragmatik.Yogyakarta: Graha Ilmu. Rahardi, R. Kunjana. 2005. Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia.Jakarta:
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D). Bandung: CV. ALFABETA.
Sulaiman, 1993.Dalam Koentjaraningrat. Ritus Peralihan Di Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Suparlan, Parsudi. 1992. Antropologi Untuk Indonesia: Membangun Martabat Manusia, Yogyakarta: Gajah Mada Pers.
Suwondo, H. Bambang. 1983. Upacara Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta, Jakarta: Depdikbub Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah 1981/1982.
Spradley, James. 2006. Metode Etnografi. Yogyakarta : Tiara Wacana
http://ibuhamil.com/diskusi-umum/19532-pantangan-bumil-mitos-atau-fakta.html
1 Saiful. 2008. Upacara Tradisional Orang Jawa tentang Upacara Selametan