SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Oleh :
LINGGAR GURNITA 1002174
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA DEPARTEMEN PENDIDIKAN KEPELATIHAN
FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
PERBANDINGAN FLYING SHOOT DENGAN AWALAN DAN FLYING SHOOT TANPA AWALAN TERHADAP HASIL KETEPATAN DAN KECEPATAN TEMBAKAN PADA ATLET UKM BOLA TANGAN UPI
Oleh
Linggar Gurnita
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar
Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga
© Linggar Gurnita 2015
Universitas Pendidikan Indonesia
Oktober 2015
Hak Cipta di lindungi undang-undang
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya, atau sebagian,
PERBANDINGAN FLYING SHOOT DENGAN AWALAN DAN FLYING SHOOT TANPA AWALAN TERHADAP HASIL KETEPATAN DAN KECEPATAN TEMBAKAN PADA ATLET UKM BOLA TANGAN UPI
Disetujui dan disahkan oleh :
Pembimbing I
Drs. H. Hadi Sartono, M.Pd. NIP. 196001141987031002
Pembimbing II
Dr. Mulyana, M.Pd. NIP. 197108041998021001
Mengetahui,
Ketua Departemen Pendidikan Kepelatihan Olahraga FPOK UPI
ABSTRAK
PERBANDINGAN FLYING SHOOT DENGAN AWALAN DAN FLYING SHOOT TANPA AWALAN TERHADAP HASIL KETEPATAN DAN KECEPATAN TEMBAKAN PADA ATLET UKM BOLA TANGAN UPI
LINGGAR GURNITA 1002174
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan flying shoot dengan awalan dan
flying shoot tanpa awalan terhadap hasil ketepatan dan kecepatan tembakan dalam
olahraga bola tangan khususnya pada atlet UKM Bola tangan UPI. Selain itu penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan penulis dalam UKM Bola tangan UPI karena pada beberapa tahun kebelakang mengalami penurunan prestasi, salah satu penyebabnya karena kurangnya penguasaan keterampilan menembak terutama teknik flying shoot. Flying shoot merupakan senjata ampuh dalam mencetak gol ke gawang lawan. Hipotesis pada penelitian ini yaitu terdapat perbedaan antara flying
shoot dengan awalan dan flying shoot tanpa awalan terhadap hasil ketepatan dan
kecepatan tembakan. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan metode deskriptif dengan tes menembak menggunakan flying shoot dengan awalan dan flying shoot tanpa awalan. Hasil pengolahan dan analisis data dengan menggunakan taraf nyata α (0,05) diperoleh ketepatan dan kecepatan tembakan flying shoot dengan awalan dan flying shoot tanpa awalan kedua jenis tembakan flying shoot tersebut tidak memiliki perbedaan yang signifikan, yang berarti keduanya sama.
ABSTRACT
COMPARISON BETWEEN FLYING SHOOT WITH STEP AND FLYING SHOOT WITHOUT STEP TOWARD ACCURACY RESULT AND SHOOT
VELOCITY TO THE UPI HAND BALL UKM ATHLETES
Adviser : Drs. Hadi Sartono, M.Pd Adviser : Dr. Mulyana, M.Pd
Linggar Gurnita 1002174
This research is to find out the differences between flying shoot with step and flying shoot without step toward accuracy result and velocity of shoot in hand ball especially to the UKM Hand ball UPI athletes. Beside that this research was background by the writer problem in UPI Hand Ball UKM because some years ago had degradation in achievement, one of the causes is the less of shooting skill mastery mainly flying shoot. Flying shoot is the effective weapon to produce the goal from the enemy goalpost. The hypothesis in this research is there is differences between flying shoot with step and flying shoot without step toward accuracy result and velocity of shoot. The research method which use in collecting the data is descriptive method with flying shoot with step and flying shoot without step shooting test. Processing result and the data analysis with using significance level α (0,05) is gained the accuracy and velocity flying shoot with step and flying shoot without step, the two kind of shooting did not have differences, it means both of them are the same.
vii
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka ... 10
1.Olahraga Bola Tangan……… 10
2. Karakteristik dan Sruktur Gerak Bola Tangan……….. 11
3. Teknik Dasar Bola Tangan... 12
B. Analisis Gerak Flying Shoot ... 20
C. Hakikat Ketepatan Dan Kecepatan Tembakan Dalam Olahraga Bola Tangan ... 22
1.Pengertian Kecepatan………. 22
2. Pengertian Ketepatan……….. 24
D. Kerangka Pemikiran ... 25
E. Hipotesis ... 29
BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian... 30
viii
C. Tekhnik Pengumpulan Data ... 31
D. Desain Penelitian ... 32
E. Instrumen Dan Analisis Instrumen Penelitian... 35
F. Teknik Analisis Data ... 48
BAB IV HASIL PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA A. Hasil Pengolahan Dan Analisis Data ... 44
B. Diskusi Penemuan ... 46
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 49
B. Saran ... 49
DAFTAR PUSTAKA ... 51 LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Olahraga bola tangan ini dalam perkembangannya diantaranya menjadi Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
UKM Bola Tangan UPI berdiri pada tahun 2009, UKM Bola tangan UPI ini didirikan
karena bertujuan untuk mengikuti kejuaraan nasional dan ingin berpastisipasi
didalamnya yang pada saat itu diselenggarakan di Jakarta.
Sejak awal berdirinya, UKM Bola Tangan UPI ini selalu mengikuti
kejuaraan-kejuaraan nasional yang selalu diselenggarakan. Beberapa prestasi yang pernah diraih
oleh UKM Bola Tangan sebagai berikut :
TABEL 1.1
PRESTASI UKM BOLA TANGAN UPI
NO KEJUARAAN PRESTASI
PUTRA PUTRI
1 KEJURNAS TAHUN 2009 PERUNGGU EMAS
2 KEJURNAS TAHUN 2010 EMAS EMAS
3 KEJURNAS TAHUN 2011 EMAS EMAS
4 KEJURNAS TAHUN 2012 EMAS EMAS
5 KEJURNAS TAHUN 2013 PERAK PERAK
6 KEJURNAS TAHUN 2014 PERAK PERAK
Permainan bola tangan ini pada umumnya dimainkan hanya menggunakan
tangan kecuali penjaga gawang. Seperti yang disebutkan dalam Peraturan Permainan
(2007, hlm.314) yaitu “Penjaga gawang dibolehkan menyentuh bola dengan seluruh
bagian dari badan selama melakukan tindakan pertahanan di dalam area gawang”.
Ada beberapa teknik dasar dalam permainan bola tangan yaitu berlari,
bola. Hal ini juga dijelaskan oleh Haris (1987, hlm.12) bahwa teknik dasar dalam
permainan bola tangan terdiri dari :
1. Berlari dan melompat 2. Menangkap bola (catching) 3. Mengoper bola (passing) 4. Menggiring bola (dribbling) 5. Menembak bola (shooting)
Seperti tujuan permainan bola tangan yaitu memasukan atau menembak bola ke
gawang sebanyak-banyaknya dan menciptakan angka atau nilai untuk regu sendiri
juga mempertahankan gawang sendiri agar tidak memberikan nilai untuk lawan atau
pula kemasukan.
Menembak (shoot) bola juga merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh
setiap pemain. Keterampilan dalam olahraga bola tangan selalu berkaitan dengan
tugas gerak. Pada umumnya menembak sama dengan melempar tapi menembak
adalah suatu teknik untuk menciptakan gol pada gawang lawan, tetapi kekuatan yang
besar, ketepatan dan kecepatan lah yang dibutuhkan dalam menembak. Jadi tugas
gerak dalam bola tangan membutuhkan ketepatan dan kecepatan. Sedangkan
melempar hanya untuk mengumpan, mengoper, membuang bola, juga untuk
membuang bola dan kekuatan dan kecepatan yang dibutuhkanpun tidak terlalu besar.
Dilihat dari posisi tubuh, menembak dapat dilakukan sambil berdiri, melompat,
meloncat, dan melayang (Flying shoot). Gol banyak tercipta didalam permainan bola
tangan melalui hasil tembakan (shooting). Tetapi pada umumnya keterampilan
menembak yang harus dikuasai oleh pemain adalah teknik Flying Shoot (tembakan
melayang), karena teknik ini sering dipakai. Dan tekhnik inipun adalah salah satu
penunjang prestasi dalam bola tangan. Banyak penurunan prestasi dalam
pertandingan-pertandingan bola tangan yang dialami pada beberapa tim yang
sebagian di sebabkan karena penguasaan teknik yang kurang salah satunya teknik
flying shoot khusunya terjadi pada UKM bola tangan UPI. Apakah faktor tekhnik,
3
dapat menghasilkan akurasi (ketepatan) diatas rata-rata dan kecepatan tembakan yang
baik.
Flying shoot ini dilakukan dengan awalan 3 langkah, tetapi dapat juga
dilakukan tanpa menggunakan awalan sesuai situasi dan kondisi pada saat permainan.
Keduanya mempunyai perbedaan, yaitu Flying shoot dengan awalan dilakukan
dengan berlari lalu step 3 langkah pada langkah ke 3 (tiga) melompat cukup jauh
kedepan dengan mempertahankan sikap melayang sebelum melakukan tembakan,
sedangkan flying shoot tanpa awalan dilakukan sama dengan flying shoot dengan
awalan tetapi tanpa berlari terlebih dahulu dan step 3 langkah melainkan langsung
melompat jauh kedepan setelah menerima operan bola dari teman satu tim dan
langsung melakukan tembakan ke gawang lawan.
Dalam bola tangan flying shoot ini harus memiliki akurasi tembakan dan
kecepatan diatas rata-rata, maka dalam mencetak angkapun akan mudah. Tetapi untuk
mendapatkan akurasi tembakan dan kecepatan diatas rata-rata diperlukan latihan yang
rutin. Seperti yang dijelaskan oleh Harsono (1988, hlm.101) bahwa: “ Training
adalah proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja yang dilakukan secara
berulang-ulang dengan kian hari kian menambah jumlah beban latihan atau
pekerjaannya” Terkadang banyak atlet yang melakukan flying shoot menggunakan awalan maupun tanpa awalan belum tentu hasil ketepatan dan kecepatan
tembakannya baik. Sedangkan dari kedua flying shoot tersebut yang tepat dan cepat
terhadap hasil tembakan untuk mencetak gol belum diketahui.
Gerakan flying shoot idealnya dilakukan pada jarak 6 (enam) meter atau diluar
garis gawang, tetapi cukup sulit pula melakukan gerakan flying shoot pada jarak
tersebut karena dalam jarak 6 (enam) meter banyak gangguan dari pihak pemain
bertahan yang dapat menahan gerakan flying shoot pemain lawan dan mempengaruhi
hasil ketepatan dan kecepatan tembakan pada akhirnya. Sehingga gerakan flying
shoot yang dilakukan tidak maksimal. Dengan begitu banyak pemain penyerang yang
melakukan gerakan flying shoot pada jarak sembilan meter ataupun dari jangkauan
yang jauh dari pemain bertahan atau pula melakukan Flying shoot tanpa awalan.
dan ideal menggunakan awalan dan step dibandingkan dengan flying shoot tanpa
awalan yang dapat dilakukan pada jarak jangkauan yang dekat yaitu enam meter dan
juga tujuh meter. Dengan demikian flying shoot dengan awalan dan flyingshoot tanpa
awalan dilakukan sesuai situasi dan kondisi pada saat pertandingan. Dari kedua
gerakan flying shoot tersebut dapat menentukan hasil ketepatan dan kecepatan
tembakan yang dilakukan.
Berdasarkan penjelasan di atas yang telah dipaparkan dapat diketahui perbedaan
yang dimiliki oeh kedua flying shoot tersebut. Dari kedua flying shoot ini baik flying
shoot dengan awalan maupun flying shoot tanpa awalan keduanya berpengaruh pada
hasil tembakan (shooting) karena memiliki hasil ketepatan dan kecepatan tembakan
yang berbeda dalam permainan bola tangan. Namun dari flying shoot dengan awalan
dan flying shoot tanpa awalan belum diketahui manakah yang memiliki hasil
ketepatan dan kecepatan tembakan yang lebih signifikan dan positif, perlu diadakan
penelitian.
Maka peneliti tertarik untuk mengetahui, adakah perbedaan yang signifikan dan
positif dari flying shoot dengan awalan dan flying shoot tanpa awalan terhadap hasil
ketepatan dan kecepatan tembakan dalam bola tangan dengan memuat sebuah
penelitian dengan judul “ Perbandingan Flying Shoot Dengan Awalan dan Flying
Shoot Tanpa Awalan Terhadap Hasil Ketepatan dan Kecepatan tembakan Pada Atlet
UKM Bola Tangan UPI”
B. Rumusan Masalah
Mengacu pada latar belakang masalah tersebut, maka penulis merumuskan
permasalahan penelitian sebagai berikut:
1. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara flying shoot dengan
awalan dan flying shoot tanpa awalan terhadap hasil ketepatan dan
5
C. Tujuan Penelitian
Penetapan tujuan dalam penelitian adalah suatu langkah awal yang penting
dalam mencapai suatu tujuan . Yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mngetahui perbedaan antara flying shoot dengan awalan dan flying
shoot tanpa awalan terhadap hasil ketepatan dan kecepatan tembakan pada
atlet UKM Bola tangan UPI
D. Manfaat Penelitian
Harapan penulis dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Secara Teoritis
a. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai ilmu pengetahuan untuk atlet
dan pelatih terutama untuk bahan masukan pada saat berlatih dan
memberikan materi latihan teknik, khususnya untuk mengetahui
perbandingan menggunakan flying shoot dengan awalan dan flying shoot
tanpa awalan terhadap hasil ketepatan dan kecepatan tembakan dalam bola
tangan terutama untuk atlet UKM Bolatangan UPI.
b. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan masukan bagi para pelatih atau
pembina untuk mengembangkan dan memantapkan teori tentang tekhnik
shooting dalam olahraga bola tangan khususnya tekhnik menembak dengan
flying shoot.
2. Secara Praktek
a. Penelitian dapat dijadikan upaya oleh pelatih dan pembina dalam meningkatkan prestasi atlet dalam olahraga bola tangan khususnya untuk
meningkatkan kemampuan shooting dengan tekhnik flying shoot.
E. Batasan Penelitian
Untuk memperoleh gambaran yang jelas dan menghindari meluasnya ruang
lingkup permasalahan agar hasilnya sesuai dengan yang diinginkan menurut, maka
penelitian akan dibatasi sesuai dengan tujuan penelitian. Batasan penelitianpun
dijelaskan oleh Sugiyono (2011,hlm.281) Berikut penjelasnnya :
Karena adanya keterbatasan waktu, dana, tenaga, teori-teori, dan supaya penelitian dilakukan lebih mendalam, maka tidak semua masalah yang telah diidentifikasikan akan diteliti. Untuk itu maka peneliti memberi batasan, dimana akan dilakukan penelitian, variabel apa saja yang akan diteliti, serta bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel yang lain.
Oleh karena itu ruang lingkup penelitian di batasi pada hal-hal berikut ini :
1. Penelitian ini dibatasi pada variabel bebas, yaitu perbandingan flying shoot
dengan awalan dan flying shoot tanpa awalan serta variabel terikat yaitu
Hasil ketepatan dan kecepatan tembakan
2. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah atlet UKM Bola
Tangan Putri
3. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif
F. Definisi Operasional
Untuk menghindari salah dalam penafsiran dan memudahkan istilah-istilah,
maka penulis akan menjelaskan istilah-istilah yang ada dalam penelitian sebagai
berikut :
1. Shooting (Menembak)
Shooting adaah bentuk gerak lemparan yang ditujukan untuk memasukan bola
ke gawang. Agar berhasil, lemparan yang dilakukan harus eksplosif, dengan
mengerahkan seluruh kecepatan dan kekuatan dalam waktu yang sangat singkat
sehingga menghasilkan gerak laju. Dalam usaha memasukkan bola ke gawang lawan,
pemain penyerang diperkenankan melakukan berbagai macam cara menembak;
sesuai dengan kemahirannya dan tentu saja sesuai dengan situasi permainan pada saat
7
2. Flying shoot dengan awalan (Tembakan melayang)
Flying shoot adalah tembakan dengan posisi tubuh seolah-olah terbang
(melayang). Pemain harus dapat menangkap dan menguasai bola dengan baik dan
kemudian melakukan awalan 3 (tiga) langkah (5 langkah bila bola ditangkap pada
saat penembak sedang di udara) yang diijinkan sebelum melompat pada langkah yang
terakhir. Gerakan dimulai dengan awalan 3 (tiga) langkah, dan melompat kedepan
serta melayang diudara. Gerakan menembak dilakukan pad saat bdan mencapai titik
tertinggi pada saat melayang tersebut. Gerakan diakhiri dengan mendaratkan kaki
jauh di depan.
3. Flying shoot tanpa awalan
Dalam situs internet pada blog SDN Pakuwon 02 Cisurupan (2013)
menjelaskan bahwa: “Menembak sambil melayang dapat juga dilakukan tanpa langkah permulaan (awalan). Misalnya teman kita mengumpan bola di atas daerah
gawang lawan. Maka penembak melakukan lompatan dari luar garis daerah gawang
dan langsung melakukan tembakan setelah menagkap bola”.
Flying shoot tanpa awalan adalah menembak bola dengan cara melompat ke
atas tanpa menggunakan berlari (awalan) terlebih dahulu,lalu gerakan menembakan
bola pada saat badan melayang diudara.
4. Ketepatan
Dalam olahraga dibutuhkan ketepatan. Pengertian ketepatan dalam situs internet
pada blog Physical Training Centre (2013) yaitu, “Ketepatan adalah kemampuan
seseorang untuk mengarahkan sesuatu gerak ke suatu serangan sesuai dengan
tujuannya”.
Ketepatan merupakan faktor yang diperlukan seseorang untuk mencapai target
yang diinginkan.
Ketepatan merupakan faktor yang diperlukan seseorang untuk memberi arah
5. Ketepatan Tembakan
Ketepatan tembakan ini sama pula di tulis dalam situs blog pada Physical
Training Centre (2013) Mengatakan bahwa : “Ketepatan tembakan merupakan
gabungan dua kata antara ketepatan dan tembakan. Yang dimaksud dengan ketepatan
adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke sasaran atau target
sesuai kemampuannya”.
Ketepatan dipengaruhi oleh koordinasi, jarak dan besarnya target, ketajaman
indera, kecepatan gerak, perasaan gerak serta teknik gerakan itu sendiri. Berdasarkan
pengertian tersebut dapat dikemukakan bahwa, ketepatan tembakan adalah
“kemampuan seseorang untuk mengarahkan tembakan ke arah sasaran atau target”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketepatan tembkan merupakan
kemampuan seseorang untuk mengarahkan sesuatu benda kepada objek tertentu esuai
dengan keinginannya.
6. Kecepatan Tembakan
Didalam flying shoot dibutuhkan juga kecepatan tembakan dimana kecepatan
adalah kemampuan untuk melakukan gerakan yang sejenis secara berturut-turut
dalam waktu yang sesingkat-singkatnya atau kemampuan untuk menempuh suatu
jarak dalam waktu yang cepat, dikutip dalam Harsono (1988, hlm.216)
Penjelasan yang lainnya dari kecepatan : “Kecepatan adalah besarnya jarak yang ditempuh oleh benda tiap satuan waktu. Kecepatan adalah jenis besaran yang bergantung pada arah, sehingga kecepatan termasuk dalam besaran vektor”.
Untuk gerak satu dimensi, arah dari kecepatan dapat dinyatakan dengan tanda
positif atau negatif. Konsep tentang kecepatan dibagi menjadi dua, yaitu kecepatan
sesaat dan kecepatan rata-rata. Kecepatan sesaat adalah kecepatan benda pada
suatu saat, sedangkan kecepatan rata-rata adalah hasil bagi antara perpindahan dengan
selang waktunya.
Maka dapat disimpulkan bahwa kecepatan tembakan adalah besarnya jarak
9
G. Struktur Organisasi Penelitian
Struktur organisasi bersisi rincian tentang urutan penelitian dari setiap bab dan
bagian bab dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini struktur organisasi penelitian
dirinci sebagai berikut :
BAB I Memuat tentang pendahuluan yang berisi latar belakang penelitian,
rumusan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, manfaat
penelitian, batasan penelitian, definisi istilah, dan struktur organanisasi
penelitian.
BAB II Menerangkan tentang konsep, teori dan pendapat para ahli dengan
masalah yang diteliti, anggapan dasar, dan hipotesis.
BAB III Berisi penjabaran yang rinci mengenai metode penelitian termasuk
komponen yang lainnya seperti populasi dn sampel, variable, dan
desain penelitian, instrument penelitian, prosedur pelaksanaan tes, dan
analisis data.
BAB IV Membahas mengenai hasil penelitian dan pembahasan yang meliputi
pengolahan data untuk menghasilkan temuan berkaitan dengan masalah
penelitian.
BAB V Menjelaskan tentang kesimpulan dan saran yang memaparkan hasil
30
A. Metode Penelitian
Metode penelitian adalah cara ilmiah dalam penelitian untuk mendapatkan
data sesuai tujuan, hal tersebut dijelaskan oleh Sugiyono (2011, hlm.2)
yaitu,”Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”.
Penggunaan metode dalam suatu penelitian disesuaikan dengan masalah dan
tujuan penelitian. Masalah dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian, yaitu
apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil ketepatan dan kecepatan
tembakan dari flying shoot dengan awalan dan flying shoot tanpa awalan pada
Atlet UKM Bola Tangan UPI. Sedangkan tujuan penelitiannya yaitu, untuk
mengetahui perbandingan flying shoot dengan awalan dan flying shoot tanpa
awalan terhadap hasil ketepatan dan kecepatan tembakan pada atlet UKM Bola
Tangan UPI.
Atas hal-hal yang sudah diuraikan sebelumya dan dilihat dari tujuan
penelitian, maka peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif. Dimana
tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil ketepatan dan
ketepatan tembakan dari kedua flying shoot. Metode ini tepat digunakan dalam
memperoleh data dan menganalisis data untuk menarik kesimpulan sesuai dengan
masalah yang dikaji. Dalam Sukmadinata (2012, hlm. 54) menyatakan bahwa:
Penelitian deskriptif (descriptive research) adalah penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlansung pada saat ini atau saat yang lampau. Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau perubahan pada variabel-variabel bebas, tetapi menggambarkan suatu kondisi apa adanya.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian deskriptif
adalah penelitian yang memiliki tujuan untuk menggambarkan suatu peristiwa
pada saat ini atau sekarang yang terlihat pada suatu situasi dengan mencari
perbandingan antara variabel-variabel. Secara spesifik dapat dikemukakan bahwa
31
shoot tanpa awalan terhadap hasil ketepatan dan kecepatan tembakan pada atlet
UKM Bola Tangan UPI.
B. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi Penelitian
Populasi adalah sekumpulan orang, hewan, tumbuhan atau benda yang
mempunyai karakteristik tertentu yang akan diteliti Mulyatiningsih, (2013, hlm.9).
Sedangkan menurut Sugiyono (2011, hlm.80) yaitu:
yang dimaksud dengan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Adapun populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota
Unit Kegiatan Mahasiswa Putri Universitas Pendidikan Indonesia.
2. Sampel Penelitian
Sampel merupakan bagian dari populasi Mulyatiningsih (2012, hlm.10)
sedangkan menurut Sugiyono (2011, hlm.81) sampel adalah bagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki populasi terebut. Adapun teknik pengambilan
sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Purposive Sampling,
yaitu sasaran sampel yang diteliti telah memiliki karakteristik tertentu sehingga
tidak mungkin diambil sampel lain yang tidak memenuhi karakteristik yang telah
ditetapkan.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa UPI
Bandung sejumlah 15 orang yang tergabung dalam UKM Handball yang memiliki
karakteristik sebagai berikut:
1. jenis kelamin perempuan
2. anggota UKM Handball UPI Bandung
3. aktif dalam mengikuti latihan
4. pernah mengkuti kejurnas atau berbagai kejuaraan Handball
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam
penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa
yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Adapun teknik pengumpulan data
yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:
1. Tes hasil ketepatan dan kecepatan tembakan Flying shoot dengan
awalan.
2. Tes hasil ketepatan dan kecepatan tembakan Flying shoot tanpa awalan
Sehubungan dengan penjelasan mengenai alat ukur ketepatan tembakan
flying shoot data diperoleh dari jumlah skor yang di dapat dari 6 kali tembakan
pasangan dari hasil tebaik kecepatan, sedangkan untuk hasil kecepatan tembakan
flying shoot menggunakan alat ukur radar speed gun sebagai alat pengukur
kecepatan waktu dari hasil tembakan flying shoot data diperoleh dari hasil terbaik
yang didapat dari 6 kali tembakan. Pegambilan data dalam tes ini dibantu oleh dua
orang yang bertugas sebagai pencatat hasil tes dan pengambilan nilai tes dari alat
radar speed gun.
D. Desain Penelitian
Demi kelancaran pelaksanaan penelitian ini peneliti melakukan
langkah-langkah penelitian. Langkah-langkah-langkah penelitian dimasukkan kedalam desain
penelitian. Agar penelitian yang dilakukan sesuai prosedur yang benar dalam
menyimpulkan satu data maka dibuat desain penelitian yang bertujuan sebagai
acuan, pegangan ataupun pedoman untuk langkah-langkah dalam penelitian.
Adapun penjelasan mengenai desain penelitian oleh Nasution (2012, hlm.23)
bahwa “Desain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan
menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis serta serasi dengan
tujuan penelitian itu”. Desain penelitian menjadi bagian pokok dalam suatu
33
Desain penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Gambar 3.1
Desain Penelitian
Keterangan :
: flying shoot dengan awalan : flying shoot tanpa awalan
: hasil ketepatan dan kecepatan tembakan
ܺ
ܺ
Setelah rancangan penelitian dan desain penelitian yang dibuat,selanjutnya
adalah menyusun langkah-langkah penelitian, seperti berikut:
Gambar 3.2
Langkah – langkan Pengambilan Data Populasi
Sampel
Tes Flying
Shoot
Dengan Awalan
Pengumpulan Data
Tes Flying Shoot Tanpa Awalan
Pengolahan Data
Dan
Analisis Data
35
E. Instrumen dan Analisis Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat ukur yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data. Pengambilan atau pengumpulan data tersebut dijelaskan oleh
Arikunto (2010, hlm.203) bahwa “Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas
yag digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih
mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis
sehingga mudah di olah”. Data dalam penelitian ini adalah data yang berupa angka tentang hasil pengukuran kecepatan dan ketepatan tembakan bola.
Untuk mendapatkan data yang baik dalam penelitian ini,peneliti
menggunakan tes pengukuran. seperti yang dinyatakan oleh Nasution (2012,
hlm.53) bahwa “Dengan pengukuran dapat dihitung pengaruh variable yang satu terhadap yang lain”. Maka instrument tes yang digunakan dalam penlitian ini adalah:
Tes Flying Shoot Dengan Awalan dan Flying Shoot Tanpa Awalan
Untuk tes flying shoot telah dijelaskan oleh Nurhasan (2007, hlm.253)
seperti dibawah ini:
1. Tujuan : Tujuan dari tes ini adalah mengukur hasil
ketepatan dan kecepatan tembakan
2. Dalam Arby (2011, hlm.35) menguji tingkat validitas 0.91 dan
Reliabilitas 0.92
3. Alat yang digunakan :
1) Alat Tulis
2) Gawang
3) Meteran
5) Bola
6) Peluit
7) Radar Speed Gun
4. Pelaksanaan :
1. Testee diberikan penjelasan terlebih dahulu sebelum melakukan tes
flying shoot dengan awalan dan flying Shoot tanpa awalan
2. Setelah mendengar suara peluit yang dibunyikan testee melakukan
flying shoot 6 kali berturut-turut dari tiga tempat pos yang
berbeda-beda dan langkah terakhir harus bertolak/bertumpu didalam kotak
tumpuan (1 x 1m)
Penilaian:
1. Shooting dinyatakan berhasil apabila bola secara langsung mengenai
sasaran/kolom point yang sudah ada pada gawang.
2. Skor yang diperoleh kemudian diambil sesuai nilai kecepatan yang
terbaik
3. Bila bola mengenai sasaran pada bagian garis batas daerah skor,
maka diambil yang paling besar
4. Shooting dianggap gagal apabila testee melewati kotak tumpuan,
tidak melakukan dengan usaha maksimal, bola memantul ke tanah,
bola tidak ada yang mengenai sasaran
Mengukur Kecepatan Tembakan Bola dengan Radar Speed gun
Kecepatan tembakan bola diukur dan dinilai menggunakan radar Speed Gun
yang dipasangkan ketika tembakan bola dilakukan. Alat ukur kecepatan
Speed Gun dengan satuan km/h.
Penilaian:
1. Shooting dinyatakan berhasil apabila tembakan bola kegawang
37
2. Shooting dianggap gagal apabia tidak melakukan dengan usaha yang
maksimal, boa memantl ketanah, bola keluar gawang, serta tidak
terdeteksi oleh radar Speed Gun.
3. Skor yang diperoleh dari hasil kecepatan pada alat radar Speed Gun
diambil nilai angka yang paling besar atau terbaik.
Mengenai gambar gawang dan letak skor untuk tes flying shoot dengan
awalan dan flying shoot tanpa awalan dapat dilihat pada gambar di bawah :
0,5 0,5 1m 0,5 0,5
Keterangan:
, , : Testee yang melakukan flying shoot (dengan awalan)
5 1 3
7 7
3 5
X
: Kotak tumpuan digaris hukuman 7 meter dari gawang
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah teknik yang digunakan untuk mengolah data
yang dikumpulkan dan diklasifikasikan sesuai dengan tujuan penelitian. Data
yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang
berbentuk angka yang diperoleh dari hasil pengukuran (kecepatan dan ketepatan
lemparan bola).
Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam pengolahan data ini adalah:
1. Menghitung Nilai Rata-rata
̅
Keterangan :
̅ = Nilai rata-rata yang dicari
n = Banyaknya sampel
∑x = Jumlah skor yang didapat
2. Menghitung Simpangan Baku
s =
√
Keterangan :
39
= Jumlah keseluruhan data dikuadratkan
= Jumlah keseluruhan data
= Banyaknya sampel
3. Menghitung T-skor
Menghitung T-skor ini bertujuan untuk menyetarakan beberapa skor yang
satuan ukurannya atau bobotnya berbeda menjadi skor baku atau skor standar.
Cara menghitung T-skor digunakan pendekatan statistika dengan rumus sebagai
berikut :
T-skor = 50 + 10 ̅
4. Uji Prasyarat Analisis Data Hasil Pengukuran a. Uji Normalitas Data
Uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui data terdistribusi
normal atau tidak. Dalam penelitian ini, pengujian normalitas data akan
menggunakan uji normalitas liliefors sebagai berikut:
a. Pengamatan … dijadikan bilangan baku …
dengan menggunakan rumus :
Z =
̅Keterangan :
X = Nilai skor sampel
̅ = Rata-rata sampel
= Simpangan baku sampel
b. Untuk bilangan baku ini digunakan daftar distribusi normal baku,
c. Selanjutnya dihitung proporsi …
Jika proporsi ini dinaytakan S( ) =
d. Menghitung selisih F ( ) – S ( ) kemudian tentukan harga
mutlaknya.
e. Ambil harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak
selisih tersebut untuk menolak atau menerima hipotesis, kita
bandingkan Lo dengan nilai kritis L yang diambil dari daftar
untuk taraf nyata α yang dipilih. Kriterianya adalah : tolak hipotesis nol jika Lo yang diperoleh dari data pengamatan
melebihi L dari daftar tabel . Dalam hal lainnya hipotesis nol
diterima.
b. Uji Homogenitas Data
Langkah pengujian selanjutnya dengan uji homogenitas
(kesamaan varians). Uji homogenitas data digunakan untuk menguji
apakah dua sampel yang diambil mempunyai varians yang sama. Uji
homogenitas data dilakukan dengan menggunakan uji variansi atau Uji F
dengan taraf signifikan = 0,05. Nilai dicari dengan rumus sebagai berikut :
= Sudjana ( 2005, hlm.250)
Dimana : = – 1 = – 1.
Hipotesis statistiknya :
: Varians kedua data homogen
41
Kriteria pengujian :
Jika ≤ maka diterima
Jika > maka ditolak
5. Analisis Data
Apabila data yang didapat dalam penelitian ini memenuhi uji persyaratan
analisis, maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji-t. Uji hipotesis ini
digunakan untuk mengetahui apakah rata-rata (mean) antara satu sampel
(flyingshoot dengan awalan) dengan sampel yang lain (flyingshoot tanpa awalan)
berbeda secara signifikan atau tidak. Rumus uji-t yang dapat digunakan adalah
a. Separated Varians
Atau ada juga rumus Sudjana ( 2005, hlm.239) :
2
x = Rata-rata hasil pengukuran variabel 1
2
1
s = Simpangan baku variabel 1
2
s = Simpangan baku variabel 2
1
n = Jumlah sampel variabel 1
2
n = Jumlah sampel variabel 2
2
Dengan pasangan hipotesis yang akan diuji berbentuk :
H0 :
1
2: Tidak terdapat perbedaan rata-rata kedua variabelHa :
1
2 : Terdapat perbedaan rata-rata antara kedua variabelH0 diterima jika t(1 – ½ α)(dk) < thitung < t(1 – ½ α)(dk) dengan dk=
(n1 + n2 – 2) pada taraf signifikan 5 % ( 0,05). H0 ditolak untuk
harga t lainnya.
Adapun petunjuk untuk memilih rumus t-test Sugiyono, (2014,
hlm.139) adalah sebagai berikut :
1) Bila jumlah anggota sampel n1 = n2 dan varians homogen,
maka dapat digunakan rumus t-test, baik untuk separated
varians, polled varians ataupun menurut Sudjana, dan untuk
mengetahui t tabel digunakan dk = n1 + n2– 2.
2) Bila jumlah anggota sampel n1 ≠ n2 dan varians homogen,
maka dapat digunakan rumus t-test polled varians, dan untuk
mengetahui t tabel digunakan dk = n1 + n2 – 2.
3) Bila jumlah anggota sampel n1 = n2 dan varians tidak
homogen, maka dapat digunakan rumus t-test, baik untuk
separated varians, polled varians maupun rumus menurut
Sudjana, dan untuk mengetahui t tabel digunakan dk = n1 – 1
43
4) Bila jumlah anggota sampel n1 ≠ n2 dan varians tidak
homogen, maka dapat digunakan rumus t-test separated
varians, harga t sebagai pengganti harga t tabel dihitung dari
selisih harga t tabel dengan dk = (n1 – 1) dan dk = (n2 – 1)
dibagi dua, kemudian ditambah dengan harga t yang terkecil.
Jika data yang akan dianalisis tidak berdistribusi normal, maka
uji yang dilakukan adalah uji statistik non-parametrik yaitu uji
Mann-Whitney U-Test. Terdapat dua rumus yang digunakan untuk
pengujian. Kedua rumus tersebut digunakan dalam perhitungan,
karena akan digunakan untuk mengetahui harga U mana yang lebih
kecil, harga U yang lebih kecil akan digunakan dalam pengujian
Sumber : Sugiyono (2014, hlm. 153)
Untuk menarik kesimpulan atas pengujian ini, yaitu jika harga
49 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian dan pembahasan mengenai perbandingan flying
shoot dengan awalan dan flying shoot tanpa awalan terhadap hasil ketepatan dan
kecepatan tembakan pada atlet UKM bola Tangan UPI diperoleh data hasil tes
yang kemudian diolah dan dianalisis dengan rumus-rumus statisika, Dari hasil
tersebut dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Tidak terdapat perbedaan
yang signifikan antara flying shoot dengan awalan dan flying shoot tanpa awalan
terhadap hasil ketepatan dan kecepatan tembakan pada atlet UKM Bola tangan
UPI.
B. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan mengenai perbandingan flying
shoot dengan awalan dan flying shoot tanpa awalan terhadap hasil ketepatan dan
kecepatan tembakan pada atlet UKM Bola tangan UPI, maka penulis mengajukan
implikasi atau rekomendasi sebagai berikut :
1. Flying shoot dengan awalan dan flying shoot tanpa awalan dapat
digunakan dalam latihan bola tangan oleh para pelatih atau pembina
dalam memberikan latihan menembak pada atletnya untuk
meningkatkan ketepatan dan kecepatan tembakan dalam olahraga bola
tangan.
2. Untuk para pelatih atau pembina olahraga bola tangan agar dalam
program latihannya memberikan dan menerapkan jenis tembakan
menggunakan flying shoot dengan awalan dan flying shoot tanpa awalan
ini.
3. Kepada rekan-rekan seprofesi atau para atlet UKM Bola tangan UPI
supaya mecoba dan menerapkan tembakan menggunakan flying shoot
dengan awalan dan flying shoot tanpa awalan agar pada akhirnya kedua
keterampilan teknik menembak ini ketika dalam permainan dapat
4. Kepada para atlet UKM Bola tangan UPI Bandung supaya lebih
meningkatkan lagi untuk latihan keterampilan teknik menembak dan
DAFTAR PUSTAKA
Arby, Faishal. (2011). Kontribusi Power Tungkai Dan Power Lengan Terhadap Hasil
Flying Shoot Dalam Permainan Bola Tangan. Skripsi Sarjana Pada FPOK
UPI: Bandung
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Asosiasi Bola Tangan Indonesia (2007) Peraturan Permainan
Asosiasi Bola Tangan Indonesia (2007) Peraturan Permainan.
Clanton dan Dwight. 1997. Team Hand Ball Steps To Success.United States of
America : Human Kinetics.
Habibullah. (2013). Perbandingan Overhand Thow Dan Sidehand Throw Terhadap
Akurasi Dan Kecepatan Lemparan Dalam Olahraga Softball. Skripsi Sarjana
Pada FPOK UPI : Bandung
Haris, R. (1987). Bola Tangan Permainan dan Peraturan. Bandung: Percetakan dan
Foto Copy “ADIL”
Harsono. (1988). Coaching dan Aspek-Aspek Psikologis Dalam Coaching. Jakarta:
CV. Tambak Kusuma
Heryanto. (2005). Ketepatan Tembakan Tiga Angka Melalui Latihan Menembak Satu
Tangan Dari atas Kepala Dengan Latihan Menembak Satu Tangan Dari
Depan Dada. Skripsi Sarjana Pada FPOK UPI: Bandung
http://digby.tamu.edu./classes/406/ch9.ppt [15 Mei 2013]
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physicx//2287679-pengertian-kecepatan-velocity/ [14 Agustus 2013]
Juliantine Tite, dkk. (2007). Teori Latihan. Bandug: FPOK UPI
Mahendra, Agus. (2007). Teori Belajar Mengajar Motorik. Bandung: FPOK-UPI
Mulyatiningsih, Endang. (2013). Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan.
Bandung : ALFABETA
Nasution, S. (2012). METODE RESEARCH. Jakarta : Bumi Aksara
Nawazir, (2012). Pengertian Keceptan (Velocity). [Online]. Tersedia
Nurhasan,dkk. (2008). Modul Mata Kuliah Statistika. Bandung: FPOK UPI
Nurhasan. (2007). Tes dan Pengukuran Pendidikan Olahraga. Bandung.: FPOK UPI
Rosdakarya.
SDN Pakuwon 02 Cisurupan (2013). Materi Bola Tangan . Blogspot.com. [Online].
Tersedia: Google search :
http://Sdnpakuwon02cisurupan.blogspot.com/2013/02/materibolatangan.html
Sudjana. (2005). Metode Statistika. Bandung. Tarsito
Sugiyono (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung :
ALFABETA
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif,
dan R&D. Bandung : ALFABETA
Sukmadinata, N.S. 2012. Metode Pemelitian Pendidikan. Bandung : Remaja
________. (2013). Speed Accuracy Trade-off. [Online]. Tersedia: http://digby.tamu.