SKRIPSI
Oleh :
ANJ AR BUDI KUSUMA
0734010124
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
J AWA TIMUR
APLIKASI PENDATAAN KENDARAAN KELUAR MASUK
PERUMAHAN BERBASIS LOOP DETEKTOR
Disusun Oleh :
ANJ AR BUDI KUSUMA 0734010124
Telah diper tahankan dihadapan dan diter ima oleh Tim Penguji Tugas Akhir
Pr ogram Studi Teknik Infor matika Fakultas Teknologi Industr i
Univer sitas Pembangunan Nasional ”Veter an” J awa Timur
Pada Tanggal 15 J uni 2012
Telah diper iksa, diuji dan disetujui :
Pembimbing :
Rinci Kembang Hapsar i, S,Si, M.Kom NPT. 3 7712 08 01681
Mengetahui,
Dekan Fakultas Teknologi Industr i
Universitas Pembangunan Nasional ”Veter an” J awa Timur
APLIKASI PENDATAAN KENDARAAN KELUAR MASUK
PERUMAHAN BERBASIS LOOP DETEKTOR
Disusun oleh :
ANJ AR BUDI KUSUMA 0734010124
Telah disetujui mengikuti Ujian Negara Lisan
Periode VI Tahun Akademik 2011/2012
Pembimbing I
Ketua Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri
Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur
ABSTRAK
Seiring dengan semakin banyak terjadinya tindak kriminal akhir-akhir ini didalam perumahan, maka diperlukan suatu sistem yang dapat membantu pihak keamanan perumahan dalam mencari pelaku. Dengan adanya sistem pendeteksi kendaraan secara otomatis akan menciptakan rasa aman kepada penghuninya. Kalau hanya mengandalkan manusia tidak akan bisa mengingat semua kendaraan yang keluar masuk ke dalam perumahan. Dengan menjadikan
sistem Aplikasi Pendataan Kendaraan Keluar Masuk Perumahan Berbasis loop
detector akan sangat bermanfaat sekali. Setiap kendaraan yang melewati loop
akan didata tanggal dan jam masuk dan keluarnya dan diambil gambarnya.
Semua data akan disimpan didalam database, apabila diperlukan sewaktu-waktu
bisa diambil datanya. Administrator hanya memasukkan tanggal dan jam yang diinginkan untuk mendapatkan data dari database. Software ini menggunakan
Delphi 7 dan databse yang digunakan MySQL 4.019.
Dengan diterapkannya software ini akan sangat membantu dalam
mencari para pelaku kejahatan yang menggunakan kendaraan bermotor. Karena setiap kendaraan yang lewat akan selalu didata dan disimpan kedalam database. Data tersebut bisa dilihat jika sewaktu-waktu diperlukan untuk investigasi mencari pelaku kejahatan.
Dari hasil uji coba yang telah dilakukan setiap logam yang melewati
loop akan terdeteksi. Setiap yang mengadung logam yang melewati loop akan
dicapture dan datanya akan disimpan kedalam database. Bahkan gerobak yang
melewati loop akan disimpan datanya. Data tanggal, pos, path gambar disimpan
ke dalam database dan file gambar disimpan kedalam folder yang telah tentukan. Yang disimpan bukan plat nomor ,yang menjadi patokan adalah tanggal, jam dan gambar. Untuk mengetahui plat nomor bisa dilihat dari
gambar. Penempatan kamera harus tepat agar waktu proses capture gambar plat
nomor kendaraan kelihatan.
Keyword : Aplikasi Pendataan Otomatis, Loop Detector, Delphi 7, MySQL.
Segala puji bagi Allah SWT, atas rahmat dan hidayahnya telah
memberikan ridho bagi hambanya dan syukur Alhamdulillah, sampai saat ini
penulis masih diberi kemampuan dan dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan
judul ”APLIKASI PENDATAAN KENDARAAN KELUAR MASUK
PERUMAHAN BERBASIS LOOP DETEKTOR” yang merupakan persyaratan
dalam memperoleh gelar Sarjana Komputer di Universitas Pembangunan Nasional
”Veteran” Jatim.
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak
yang telah membantu baik materiil maupun dorongan spirituil untuk
menyelesaikan penulisan tugas akhir ini, terutama kepada:
1. Orang Tua atas motivasi dan doanya sehingga semua yang dikerjakan
dapat berjalan dengan lancar.
2. Bapak Prof. Dr. Ir Teguh Soedarto, MP selaku Rektor UPN ”Veteran”
Jatim.
3. Bapak Ir. Sutiyono, MT selaku DEKAN FTI UPN ”Veteran” Jatim.
4. Ibu Dr. Ir. Ni Ketut Sari, MT selaku Kepala Jurusan Teknik Informatika,
selama proses pelaksanaan Tugas Akhir Penulis.
6. Bapak Firza Aditiawan, S.Kom selaku PIA TA yang telah mendukung
proses pelaksanaan Tugas Akhir Penulis.
7. Dosen-dosen Teknik Informatika dan Sitem Informasi, staff dan segenap
civitas akademika UPN ”Veteran” Jatim.
8. My best Friends: KRIPOSOFT dan seluruh teman-teman yang sudah
mendukung dan memberikan semangat dalam mengerjakan tugas akhir ini.
Penulis menyadari sepenuhnya masih banyak terdapat kekurangan dalam
penulisan Tugas Akhir ini. Oleh karena itu, kritik serta saran yang membangun
dari pembaca sanagt membantu guna perbaikan dan pengembangan di masa yang
akan datang.
Akhirnya dengan rahmat dan ridho Allah SWT penulis berharap semoga
Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca sekalian terutama
mahasisiwa dibidang komputer
Surabaya, 27 Juni 2012
Kata Pengantar ……… ii
1.6 Metodologi Penelitian ……… 4
1.6.1. Jenis Penelitian ……….. 4
1.6.2. Teknik Pengumpulan Data ……… 4
2.1.1. Installasi kabel loop ……….. 11
2.1.2. Kepekaan …..………. 11
2.1.3. Sinyal ……….. 12
2.1.4. Relay ….……….. 12
2.1.5. Mengatasi Masalah ………. 12
2.2 Rancangan Detektor Kendaraan ……….... 13
2.2.1 IC LM 555 ……… 13
2.2.2 IC LM 393 ………. 15
2.3 Cara Kerja Detektor Kendaraan ………. 16
2.4 Delphi ………. 19
2.4.1 Pengertian Delphi ……… 19
2.4.2 OOP (Object Oriented Programming) …….. 20
2.4.2.1 Tiga Unsur OOP ………... 20
2.4.2.2 Inheritance atau penurunan……….... 21
2.4.2.3 Polymorphism atau Polimorfisme….. 21
2.4.3 Delphi dan OOP (Object Oriented Programming)……… 22
2.4.4 IDE DELPHI ……… 23
2.4.4.1. Langkah – Langkah mengaktifkan Delphi………… 23
2.4.4.2. Jendela Utama Delphi ……….. 23
2.4.4.3. Bagian – bagian dari Jendela Delphi ... 23
3.1.1 Perancangan Alat Detektor ……… 31
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM 4.1 Analisis Sistem ……… 43
4.2 Koneksi Antara Detektor dengan Komputer …….. 43
4.3 Lingkungan Pemrograman ………. 45
4.3.1. Kebutuhan Perangkat keras …..……… 45
4.4 Implementasi Proses ……….. 45
4.4.1. Implementasi Template Layout Aplikasi …. 46 4.5 Implementasi Database Yang Digunakan ……… 58
BAB V UJ I COBA DAN EVALUASI
5.2.2 Uji Coba Transaksi Dan Validasai Transaksi ……….. 63
5.2.2.1. Login User ……… 63
5.2.2.2. MasterUser ……….. 64
5.2.2.3. Master Pos ……… 66
5.2.2.4. Tampilan penghitung otomatis .…… 68
5.2.2.5. Tampilan Laporan ……… 69
5.2.3 Uji Coba Alat ……… 69
5.2.3.1. Uji Coba 1 ……… 70
5.2.3.2. Uji Coba ke 2 ……….……….. 71
5.2.3.3. Uji Coba 3 ……… 72
5.2.3.4. Ujicoba Letak Kamera …………... 76
6.2 Saran ……….. 78
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tingginya angka kriminalitas khususnya pencurian yang sering terjadi saat
ini di kawasan perumahan menjadikan keamanan sebagai kebutuhan yang mutlak
diperlukan. Selain itu aktifitas manusia yang semakin padat di era information
technology seperti sekarang ini membuat mereka tidak sempat untuk melakukanya
sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan suatu perangkat sistem keamanan yang dapat
menjaga keamanan setiap waktu bahkan melindungi asset dan privasi yang di miliki.
Sehingga diharapkan dengan pengaplikasian sistem keamanan tersebut maka dapat
memberikan rasa aman dan nyaman. Selain hal tersebut tentunya dengan
pengaplikasian sistem keamanan maka dapat menekan angka kriminalitas yang terjadi
di masyarakat khususnya tindak kejahatan pencurian di perumahan.
Karena mobilitas manusia yang semakin cepat akibat dari aktifitas yang
mereka lakukan di era globalisasi sekarang ini menjadikan mereka memerlukan
sebuah teknologi keamanan yang mempunyai ciri information technology, yaitu
dalam mendapatkan informasi ataupun pengaksesannya menggunakan cara yang
mudah, cepat dan tidak mengganggu aktifitas penghuni perumahan. Selama ini
keamanan perumahan hanya mengandalkan manusia. Sedangkan kemampuan
manusia itu terbatas. Manusia akan mengalami kesulitan untuk mengingat semua
kendaraan yang keluar masuk perumahan. Sehingga diperlukan alat bantu untuk
mendata setiap kendaraan yang keluar masuk perumahan.
Berdasarkan hal tersebut maka dimungkinkan untuk dibuat suatu
menggunakan komputer, sehingga dapat benar-benar membantu seseorang baik
mengenai efisiensi biaya dan waktu dalam memonitoring kendaraan yang keluar
masuk perumahan. Perangkat lunak tersebut dapat dibuat dengan bahasa
pemrograman Delphi. Program tersebut diaplikasikan untuk membuat suatu sistem
keamanan yang dapat bekerja secara otomatis, yaitu dapat mendata berupa tanggal
dan gambar setiap kendaraan yang melewati pintu masuk dan pintu keluar.
1.2 Rumusan Masa lah
Masalah yang ditangani dalam rancang bangun sistem pendataan
kendaraan keluar masuk perumahan berbasis loop detector adalah bagaimana
merancang dan merealisasikan pembuatan software untuk aplikasi sistem keamanan
yang mendata setiap kendaraan yang keluar masuk kawasan perumahan.
1.3 Batasan Masalah
Pemasangan detektor kendaraan otomatis ini akan dilakukan pada pintu
masuk dan pintu keluar perumahan. Jadi kendaraan yang dimaksud dalam
penelitian ini adalah semua kendaraan yang keluar masuk kawasan perumahan.
Pada penelitian tugas akhir ini, batasan implementasinya yaitu :
1. Mendata keluar masuk kendaraan berupa tanggal masuk atau keluar
dan gambar ke dalam server.
2. Gambar disimpan didalam folder.
3. Hardware yang dipakai berupa alat jadi, disini penulis hanya
mengembangkan ke aplikasi lain.
5. Loop yang dipakai penulis berukuran 30x20 cm dan batas ketinggian
maksimaldapat mendeteksi besi ± 40cm.
6. Tidak membahas jenis kendaraan yang lewat.
7. Lokasi adalah perumahan.
1.4 Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam tugas akhir ini adalah membuat
perangkat lunak untuk suatu sistem keamanan kawasan perumahan yang dapat
membantu mendata kendaraan yang keluar masuk kawasan perumahan dan data
tersebut bisa diakses jika diperlukan setiap saat.
1.5 Manfaat
Manfaat dari dibuatnya sistem ini adalah untuk membantu pihak pengelola
perumahan dalam meningkatkan pelayanan keamanan bagi penghuni komplek
perumahan. Sehingga jika terjadi pencurian atau perampokan di area perumahan
maka tinggal di searching pada tanggal dan jam berapa peristiwa itu terjadi maka
akan muncul gambar kendaraan apa saja yang lewat pada waktu itu. Dengan
begitu dapat mempermudah pencarian pelaku pencurian atau perampokan.
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Setiap Kendaraan yang keluar masuk komplek perumahan akan didata
secara otomatis.
2. Detektor kendaraan otomatis ini akan meringankan tugas keamanan
perumahan.
komplek perumahan.
1.6 Metodologi Penelitian
1.6.1. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode loop sensor
induktif. Untuk memecahkan masalah yang terjadi, pendekatan yang
digunakan mengacu pada loop sensor untuk mendeteksi kendaraan
secara otomatis dan software untuk mendata kendaraan secara
otomatis.
1.6.2. Teknik Pengumpulan Data
Pengambilan data dilakukan melalui observasi, dan data yang di
peroleh akan dievaluasi untuk penyempurnaan rancangan loop sensor
pendeteksi kendaraan otomatis sekaligus software mendata kendaraan
secara otomatis. Pendekatan pemecahan masalah akan dijabarkan
sebagai berikut:
1.6.2.1. Analisis Sistem
Pada tahapan ini dilakukan analisis terhadap kebutuhan sistem.
Analisis kebutuhan sistem dilakukan untuk mengumpulkan
informasi tentang kebutuhan user terhadap sistem, serta
menganalisis elemen-elemen yang dibutuhkan oleh sistem. Studi
ini dilakukan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari
detektor kendaraan otomatis dan software yang mendata kendaraan
1.6.2.2. Perancangan Hardware
Tahapan ini menggambarkan rancangan sensor induktif untuk
mendeteksi kendaraan secara otomatis yang akan masuk area
perumahan.
1.6.2.3. Pembangunan Software
Tahapan ini dilakukan untuk membangun sebuah aplikasi yang
mendata kendaraan secara otomatis dengan menggunakan trigger
counter otomatis. Kendaraan yang lewat akan langsung tersimpan
dalam server dan dapat di tampilkan oleh user untuk mengetahui
kendaraan yang keluar masuk perumahan.
1.6.2.4. Uji Coba dan Analisis
Tahapan ini merupakan tahap akhir dalam perancangan detektor
kendaraan untuk mendeteksi kendaraan secara otomatis dan
pembangunan software untuk mendata kendaraan secara otomatis.
Uji coba dilakukan untuk menguji dan evaluasi terhadap detektor
kendaraan otomatis untuk mendeteksi kendaraan secara otomatis
dan software untuk mendata kendaraan secara otomatis.
1.7 Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah dalam pembahasan tugas akhir ini, maka
penulis menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut ;
Bab ini menjelaskan permasalahan yang ada beserta solusi yang
digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Penjelasan tersebut akan dibagi-bagi menjadi beberapa sub bab
latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah,
tujuan dari pembuatan tugas akhir, manfaat yang diperoleh dan
sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini membahas tentang teori-teori dasar yang dipakai untuk
menyelesaikan permasalahan, yaitu teori-teori yang berkaitan
dengan sistem loop detector dan bagaimana mendeteksi
kendaraan yang lewat secara otomatis.
BAB III : PERANCANGAN SISTEM
Bab ini membahas tentang gambaran umum dan perancangan
dari aplikasi pengajaran yang dibuat. Perancangan aplikasi
pengajaran yang dibuat meliputi design, alur dalam aplikasi,
serta tampilan yang akan digunakan.
BAB IV : IMPLEMENTASI
Bab ini membahas tentang implementasi dari aplikasi yang
dibuat secara keseluruhan serta melakukan pengujian dan
evaluasi terhadap aplikasi tersebut dapat menyelesaikan
BAB V : UJI COBA DAN EVALUASI
Bab ini menjelaskan tentang pengujian yang dilakukan untuk
mengetahui apakah aplikasi yang dibuat sesuai dengan konsep
yang sebenarnya.
BAB VI : PENUTUP
Bab ini membahas tentang kesimpulan dan saran. Kesimpulan
dan saran yang ada pada bab ini didapatkan dari hasil evaluasi
pada bab empat. Kesimpulan akan menjelaskan hasil dari
evaluasi aplikasi, sedangkan saran akan menjelaskan
LANDASAN TEORI
2.1 Teor i Induksi
Induksi magnet adalah kuat medan magnet akibat adanya arus listrik yang
mengalir dalam konduktor. Adanya kuat medan magneti di sekitar konduktor
berarus listrik diselidiki kali pertama oleh Hans Christian (Denmark, 1774 –
1851). Jika jarum kompas diletakkan sejajar dengan konduktor itu dialiri arus
listrik. Bila arah arus dibalik, maka penyimpangannya juga berbalik. Selanjutnya,
secara teoritis laplace (1749 – 1827) menyatakan bahwa kuat medan magnet atau
induksi magnet di sekitar arus listrik sebagai berikut :
1. Berbanding lurus dengan arus listrik.
2. Berbanding lurus dengan panjang kawat penghantar
3. Berbanding terbalik dengan kuadrat arak suatu titik dari kawat
penghantar itu
4. Arah induksi magnet tersebut tegak lurus dengan bidang yang dilalui arus
listrik.
Ada dua hukum dasar yang menghubungkan gejala kelistrikan dan kemagnetan :
Pertama, arus listrik dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet.
Ini dikenal sebagai gejala induksi magnet. Peletak dasar konsep ini adalah Oersted
yang telah menemukan gejala ini secara eksperimen dan dirumuskan secara
Kedua, medan magnet yang berubah-ubah terhadap waktu dapat
menghasilkan (menginduksi) medan listrik dalam bentuk arus listrik. Gejala ini
dikenal sebagai gejala induksi elektromagnet. Konsep induksi elektromagnet
ditemukan secara eksperimen oleh Michael Faraday dan dirumuskan secara
lengkap oleh Joseph Henry. Hukum induksi elektromagnet sendiri kemudian
dikenal sebagai Hukum Faraday-Henry.
Dari kedua prinsip dasar listrik magnet di atas dan dengan
mempertimbangkan konsep simetri yang berlaku dalam hukum alam, James Clerk
Maxwell mengajukan suatu usulan. Usulan yang dikemukakan Maxwell, yaitu
bahwa jika medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan
medan listrik maka hal sebaliknya boleh jadi dapat terjadi. Dengan demikian
Maxwell mengusulkan bahwa medan listrik yang berubah terhadap waktu dapat
menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Usulan Maxwell ini kemudian
menjadi hukum ketiga yang menghubungkan antara kelistrikan dan kemagnetan.
Jadi, prinsip ketiga adalah medan listrik yang berubah-ubah terhadap
waktu dapat menghasilkan medan magnet. Prinsip ketiga ini yang dikemukakan
oleh Maxwell pada dasarnya merupakan pengembangan dari rumusan hukum
Ampere. Oleh karena itu, prinsip ini dikenal dengan nama Hukum
Ampere-Maxwell.
Dari ketiga prinsip dasar kelistrikan dan kemagnetan di atas, Maxwell
melihat adanya suatu pola dasar. Medan magnet yang berubah terhadap waktu
dapat membangkitkan medan listrik yang juga berubah-ubah terhadap waktu, dan
magnet. Jika proses ini berlangsung secara kontinu maka akan dihasilkan medan
magnet dan medan listrik secara kontinu. Jika medan magnet dan medan listrik ini
secara serempak merambat (menyebar) di dalam ruang ke segala arah maka ini
merupakan gejala gelombang. Gelombang semacam ini disebut gelombang
elektromagnetik karena terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang
merambat dalam ruang.
Pada mulanya gelombang elektromagnetik masih berupa ramalan dari
Maxwell yang dengan intuisinya mampu melihat adanya pola dasar dalam
kelistrikan dan kemagnetan, sebagaimana telah dibahas di atas. Kenyataan ini
menjadikan J C Maxwell dianggap sebagai penemu dan perumus dasar-dasar
gelombang elektromagnetik.
Gambar 2.1 Elektromagnetik
Teori Maxwell tentang listrik dan magnet meramalkan adanya gelombang
elektromagnetik
Ramalan Maxwell tentang gelombang elektromagnetik ternyata
benar-benar terbukti. Adalah Heinrich Hertz yang membuktikan adanya gelombang
pembangkitan gelombang elektromagnetik dari sebuah dipol listrik (dua kutub
bermuatan listrik dengan muatan yang berbeda, positif dan negatif yang
berdekatan) sebagai pemancar dan dipol listrik lain sebagai penerima. Melalui
eksperimennya ini Hertz berhasil membangkitkan gelombang elektromagnetik dan
terdeteksi oleh bagian penerimanya. Eksperimen ini berhasil membuktikan bahwa
gelombang elektromagnetik yang awalnya hanya berupa rumusan teoritis dari
Maxwell, benar-benar ada sekaligus mengukuhkan teori Maxwell tentang
gelombang elektromagnetik.
2.1.1. Instalasi Kawat Loop
Ada beberapa poin penting sehubungan dengan melihat
memotong loop dan instalasi loop sensor. Adalah penting bahwa ketika
instalasi selesai loop tidak lebih dari 2 " di bawah aspal atau
beton. Semakin dalam ditanam loop sistem deteksi sensitif loop
berkurang . Hal ini juga penting bahwa kabel dari detektor ke awal
loop akan memutar 3 - 5 kali.
2.1.2. Kepekaan
Kebanyakan pengaturan detektor kendaraan dapat disesuaikan
untuk sensitivitas. Jika detektor hilang maka sensitivitas diatur terlalu
rendah. Jika detektor menciptakan deteksi palsu, itu kemungkinan
dipasang terlalu sensitif. Namun, semua detektor loop induktif
berurusan dengan karakteristik fisik induksi dalam satu lingkaran.
Kesalah pahaman lain tentang sensitivitas loop adalah bahwa
sensitivitas. Meningkatkan atau menurunkan jumlah ternyata tidak
mempengaruhi sensitivitas Peningkatan jumlah meningkatkan stabilitas
bergantian. Tiga sampai lima ternyata sangat ideal untuk menjaga
stabilitas yang tepat dan kombinasi sensitivitas.
2.1.3. Sinyal
Semua detektor memberikan sinyal output konstan. Output relay
ditutup saat kendaraan masuk dalam loop, dan tidak terbuka lagi sampai
kendaraan keluar dari loop. Sebagian besar perangkat ini memerlukan
gaya sinyal output sebagai persyaratan perangkat yang terhubung
dengan detektor.
2.1.4. Relay
Relay ini tertutup saat mendeteksi kendaraan yang ada dalam
medan loop sensor, dan membuka lagi saat kendaraan telah
meninggalkan medan loop sensor.
2.1.5. Mengatasi Masalah
LED Detektor yang akan menunjukkan masalah dengan loop, tapi
hanya membutuhkan reset. Petir, badai listrik dapat menyebabkan
malapetaka pada peralatan detektor kendaraan.
Detektor loop Induktif relatif sederhana sebagai sebuah sistem,
tetapi penting untuk mempersenjatai diri dengan pengetahuan tentang
bagaimana cara kerjanya dan bagaimana bagian-bagian yang saling
Detektor ini dirancang untuk mendeteksi kendaraan dan
menghitungnya secara otomatis untuk mengetahui kendaraan yang
lewat. Detektor ini menggunakan loop sensor induktif sebagai pengirim
sinyal. Sensor ini disambungkan dengan kabel tembaga yang
diperpanjang membentuk persegi panjang yang dinamakan dengan
medan loop sensor.
Detektor ini akan lebih baik dengan adanya software penghitung
otomatis setiap kendaraan yang terdeteksi oleh detektor. Dengan trigger
maka software ini mampu menghitung otomatis. Software akan
menghitung jika ada sinyal dari detektor, jika tidak ada sinyal maka
tidak akan dihitung.
2.2 Rancangan Detektor Kendar aan
Dalam tahapan ini akan membahas rancangan detektor kendaraan
yang akan di uji coba kan dalam area pintu masuk perumahan. Detektor ini
dirancang dengan menggunakan 3 buah IC, yaitu LM 555, LM 393.
2.2.1 IC LM555 :
Penjelasan tiap pin (kaki) pada IC LM555 adalah sebagai berikut :
1. Ground, adalah pin input dari sumber tegangan DC paling negative.
2. Trigger, input negative dari lower komparator (komparator B) yang
menjaga osilasi tegangan terendah kapasitor di 1/3 Vcc dan mengatur RS
flip-flop.
reset latch, yang akan langsung berpengaruh mengulang kerja IC555 dari
keadaan low state.
5. Control voltage, pin ini berfungsi untuk mengatur kestabilan tegangan
referensi input negative upper comparator (komparator A). pin ini bisa
dibiarkan digantung, tetapi untuk menjamin kestabilan referensi
komparator A, biasanya dihubungkan dengan kapasitor berorde sekitar
10nF ke pin ground.
6. Threshold, pin ini terhubung ke input positif upper comparator
(komparator A) yang akan me-reset RS flip-flop ketika tegangan pada
7. Discharge, pin ini terhubung ke open collector transistor Q1 yang
emitternya terhubung ke ground.Switching transistor ini berfungsi untuk
meng-clamp node yang sesuai ke ground pada timing tertentu.
8. VCC, pin ini untuk menerima supply DC voltage (most positive) yang
diberikan. Biasanya akan bekerja optimal jika diberi 5 –15V(maksimum).
2.2.2 IC LM393
IC LM393 sebagai pengirim induktor ke aplikasi penghitung untuk
kemudian dibaca dan dicatat jumlah kendaraan ynag melintasi loop sensor ini.
Dibawah ini adalah gambar IC LM393 :
Gambar 2.3 IC LM393
Rangkaian LM393 terdiri dari dua voltase ketepatan pembanding
dengan suatu spesifikasi voltase offset sama rendah. Konfigurasi pin pada
LM393 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
2.3 Car a Ker ja Detek tor Kendaraan
Detektor ini mempunyai 11 pin, penjelasannya adalah sebagai berikut :
1. Pin 1 dan 2 adalah untuk power ( 220V AC).
detektor ke interface adalah sebagai berikut :
a. Kabel power dipasang di pin 1 dan 2, kabel interface dihubungkan
dengan pin 5 dan 6, kemudian kabel loop dihubungkan dengan pin 7
dan 8.
b. Setelah pin 7 dan 8 terhubung dengan kabel loop, pin 5 dan 6
terhubung dengan interface kemudian detektor dihubungkan dengan
listrik bertegangan 220V melalui pin 1 dan 2. Kemudian kabel power
PC juga dihubungkan dengan listrik, maka detektor sudah siap untuk
bekerja.
c. Saat detektor sudah mengandung arus dari listrik kabel power, maka
loop berada dalam state 0. Jika ada induksi logam (mobil) yang masuk
dalam loop, maka loop berada pada state 1. Detektor akan
di pin 3 dan 4 kemudian masuk ke dalam port PC RS 232 A atau USB
RS 232 A konverter.
Jadi alur kerja detektor kendaraan ini adalah kabel loop mengirim
frekuensi induksi ke detektor kemudian frekuensi tersebut dirubah menjadi
tegangan kemudian interface sebagai penguat tegangan. Tegangan inilah yang
akan dibaca oleh program yang kemudian program meng-counter (menambah)
menjadi +1.
Jika loop berada dalam state 0 berarti tegangan 0 Volt, jika loop berada
dalam state 1 maka interface mengeluarkan tegangan 12 Volt. Jika frekuensi low
di-on-kan maka frekuensinya adalah 59 khz, jika frekuensi high di-on-kan, maka
frekuensinya adalah 64 khz.
Kabel loop ditanam di dekat pos pintu masuk dan pintu keluar
perumahan. Kedua ujung kabel loop yang terhubung ke loop perpanjangan kabel,
yang pada gilirannya menghubungkan ke detektor kendaraan. Detektor loop
menyebabkan induksi di daerah loop. Sebuah frekuensi dasar dibuat bila tidak
ada kendaraan selama loop. Jika benda logam besar, seperti kendaraan, bergerak
di loop, frekuensi induksi meningkat. Peningkatan frekuensi dirasakan dan,
tergantung pada desain detektor, memaksa membuka relay biasanya untuk
menutup. relay akan tetap ditutup sampai kendaraan meninggalkan loop dan
frekuensi kembali ke tingkat dasar. Relay bisa memicu sejumlah perangkat seperti
sistem interkom audio, gerbang dan lampu lalu lintas.
Secara umum, mobil akan menyebabkan peningkatan lebih besar pada
frekuensi dari kendaraan jenis truk. Hal ini terjadi karena permukaan logam di
Ada kesalah pahaman bahwa deteksi kendaraan loop induktif didasarkan
pada massa logam. Ini adalah tidak benar. Deteksi didasarkan pada luas
permukaan logam, atau dikenal sebagai efek kulit. Luas permukaan logam pada
bidang yang sama seperti loop, semakin besar kenaikan frekuensi. Logam di
bidang loop dapat terdeteksi dengan mudah, namun logam yang tegak lurus
dalam loop tidak akan terdeteksi.
Detektor kendaraan ini akan dihubungkan dengan kabel yang membentuk
loop dan kabel yang satu lagi akan dihubungkan dengan interface com untuk
dihubungkan ke komputer . Bila ada kendaraan yang mendekati kabel loop, maka
frekuensi akan meningkat dan detektor akan mengirim sinyal ke interface yang
kemudian diubah menjadi tegangan. Kemudian interface akan mengirimkan
tegangan tersebut ke aplikasi penghitung otomatis. Aplikasi penghitung otomatis
akan menambah 1 bila ada kendaraan yang masuk dalam medan loop. Relay akan
tertutup sampai kendaraan melewati medan loop yang dipasang di area pintu
masuk dan keluar. Bila kendaraan sudah melewati medan loop sensor, maka relay
akan terbuka dan frekuensi akan kembali ke batas dasar, yaitu 0.
Bila kendaraan sudah masuk area parkir, maka data jumlah kendaraan
yang dihitung oleh aplikasi otomatis tersebut akan langsung tersimpan dalam
server.
Saat kendaraan berhenti di dekat pos pintu masuk, maka operator parkir
akan menginput nomer polisi kendaraan. Data yang diinputkan operator parkir
tersebut juga akan langsung tersimpan dalam server yang sama. Setelah operator
input nomer polisi kendaraan yang hendak parkir, maka komputer operator akan
mobil tersebut.
2.4. DELPHI
2.4.1 Penger tian Delphi
Delphi adalah suatu bahasa pemograman (development language)
yang digunakan untk merancang suatu aplikasi program.
2.4.1.1. Kegunaan Delphi
- Untuk membuat aplikasi windows
- Untuk merancang aplikasi program berbasis grafis
- Untuk membuat program berbasis jaringan (client/server)
- Untuk merancang program .Net (berbasis internet)
sebagai sebuah program, tanpa dijalankan terpisah.
-Mudah digunakan, source code delphi yang merupakan turunan
dari pascal, sehingga tidak diperlukan suatu penyesuain lagi.
-Bersifat multi purphase, artinya bahasa pemograman Delphi dapat
pengembangan aplikasi.
- Perkembangan selanjutnya diikuti dengan Delphi versi 4, 5 dan 6.
-Versi terkini dari delphi adalah versi 7 dengan tambahan vitur
*.net dengan tambahan file XML
2.4.2. OOP (Object Oriented Programming)
OOP adalah metode pemograman dengan membentu sebuah
yang disebut object. Encapsulation juga disebut dengan penyembunyian
informasi (information hiding) Contoh = ketika kita menyalakan sebuah
TV kita tidak tahu apa yang terjadi dengan proses dan percakapan antar
menampilkan sebuah gambar.
Atau = ketika melakukan klik pada subuah object dalam suatu
aplikasi program kita tidak tahu apa yang dilakukan
program sehingga ditampilkan asil yang sesuai.
Catatan = dari dua contoh kasus tersebut terdapat kesamaan proses
mengenai information hiding yang tidak diketahui oleh
user sampai hasil ditampilkan.
2.4.2.2. Inheritance atau penur unan
Inherintance adalah sebuah object yang dapat diturunkan menjadi
object yang baru dengan tidak menghilangkan sifat asli dari object tersebut.
Contoh = TV merupakan salah satu media elektronik yang dgunakan
untuk menampilkan gambar dengan tujuan untuk
memberikan informasi kepada konsumen . Secara umum
TV memunyai cara kerja yang sama dengan media
elektronik yang lain dalam proses penyampaian informasi,
tetapi mempunyai sifat yang unik yang dapat
membedakan dengan media elektronikyang ada.
Atau = Dalam aplikasi program kita sering menggunakan command
button, untuk beberapa perintah yang berbeda.
2.4.2.3. Polymorphism atau Polimorf isme
Polymorphism merupakan penggunaan berbagai macam object yang
berbeda tetapi secara fungsi bergantung pada satu object sebagai
cara kerja tersebut berbeda – beda.
2.4.3. Delphi dan OOP (Object Oriented Programming).
Secara default ketika kita merancang suatu aplikasi program,
label tersebut alam jendela code editor tentang turunan dari label tersebut.
Type
Tform = class(tform)
Label1 = tlabel
2.4.4. IDE DELPHI.
2.4.4.1. Langkah – Langkah mengaktifkan Delphi
1. Klik start
2. pilih program Files
3. pilih Borland Delphi
4. pilih dan klik Delphi 7
2.4.4.2. J endela Utama Delphi
Gambar 2.5Jendela Utama Delphi
2.4.4.3. Bagian – bagian dar i J endela Delphi
1. Object Tree View
Merupakan sebuah diagram pohon yang menggambarkan
hubungan logis menghubungkan semua komponen yang terdapat
dalam suatu proyek program. Komponen tersebut meliputi form,
modul atau frame. Fungsinya digunakan untuk menampilkan seluruh
dengan penempatnnya.
Gambar 2.6Jendela Object TreeView
2. Object Inspector
Merupakan jendela yang digunakan utnuk mengatur tampilan
komponen pada form, misal bagaimana mengubah tulisan button
pada command button menjadi simpan, atau menghapus tulisan pada
label dan mengganti nama menjadi Nama Mahasiswa atau
memberikan perintah tertentu pada sebuah komponen sehingga ada
interaksi ketika program dijalankan.
Secara Umum Object Inspector terbagi menjadi 2, yaitu :
a. Properties
Digunakan untuk mengatur tampilan pada sebuah komponen baik
Ga mbar 2.7Jendela Object Inspector(Properties)
b. Events
Merupakan jendela properties yang digunakan untuk memberikan
fungsi yang lebih detail dari fungsi sebenarnya. Misalnya ketika
tombol simpan di klik maka program akan menjalankan perintah
penyimpanan data. Dari kalimat tersebut ada event klik untuk
mengeksekusi sebuah tombol simpan. Perintah event klik tersebut
Ga mbar 2.7Jendela Object Inspector(Event)
3. FormDesigner
Merupakan tempat yang digunakan untuk merancang semua aplikasi
programyang diambil dari komponen pallete.
Gambar 2.8Jendela Form Designer
4. Component Pallete
aplikasi pada untuk membentuk sebuah aplikasi user interface. Dalam
komponen allete semua icon dikelompokan dalam berbagai komponen
sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.
Gambar 2.9JendelaKomponen Pallete
5. Code Editor
Bagian dari delphi yang digunakan untuk menuliskan code
program. Pada bagian code editor terdapat 3 bagian utama yaitu
bagian paling kiri yang berisi berupa angka menunjukan baris
dan kolom. Keterangan modified menunjukan bahwa telah terjadi
modifikasi terhapap baris program. Dan paling kanan menunjukan
status keyboard tentang tombol insert atau over write.
Gambar 2.10 Jendela Code Editor
6. Code Explorer
Jendela yang digunakan untuk menampilkan seluruh variabel , type,
dan rountine yang didefinisikan pada sebuah unit.
7. Code Diagram
Merupakan fasilitas pada delphi yang digunakan untuk mendesain
sebuah diagram atas komponen – komponen yang digunakan dalam
suatu rancangan aplikasi.
Gambar 2.12Jendela Code Diagram
2.4.4.4. Proyek Delphi
1. File Proyek
File ini disimpan dengan ber-ekstention .dpr . File ini berisi
informasi
mengenai seluruh proyek program.
2. File Unit
File ini merupakan kumpulan dari barisan code program yang
terdapat di jendela code editor, baik itu yang dituliskan oleh
File Unit dibagi menjadi 2:
a. Bagian Interface
Barisan ini dimulai dari kata Interface (setelah nama unit)
berisi seluruh deklarasi variabel, tipe data object maupun deklarasi
tambahan.
b. Bagian Implementation
Dimulai dari kata kunci implementation dan diakhiri dengan
kata end. Fungsi digunakan untuk menuliskan code program
sebagai bagain dari interaksi antar komponen ataupun dengan
user.
3. File Form
Berisi tentang seluruh informasi yang ada kaitannya dengan form
yang dibuat, meliputi tinggi, lebar, pososi form atau tentang
komponen didalamnya. Penggunaan file ini tidak dianjurkan karena
untuk pengaturan sudah disediakan object inspector sebagai media
3.1 Per enca naan Har dwar e
Dalam perancangan alat ini, terdapat masukan berupa sensor yang dikirim
oleh detektor yang kemudian diproses oleh software untuk dicatat dan disimpan
dalam database server. Kendaraan otomatis akan di data setiap terdeteksi
kendaraan yang masuk dan keluar area perumahan. Data ini dapat ditampilkan
kapan saja kita mau. Misalnya ingin melihat kendaraan yang lewat perhari,
perminggu, perbulan dan pertahun yang masuk dan keluar area perumahan.
Hardware dirancang untuk dipasang dalam area pintu masuk dan keluar.
Medan loop sensor ditanam dibawah aspal. Sebuah medan loop sensor dibuat 3
sampai 5 putaran kabel kawat tembaga dan membentuk persegi panjang untuk
memaksimalkan sensitivitas detektor dalam bekerja.
3.1.1 Perancangan Alat Detektor
Dalam tahapan ini akan membahas tentang bagaimana cara
merancang alat detektor kendaraan. Cara merancang alat detektor ini adalah
sebagai berikut:
• Kabel Kawat Tembaga
Kabel tembaga ini untuk memperpanjang dan membentuk medan
loop sensor. Dalam membentuk medan loop sensor, kabel tembaga dibuat
3 sampai 5 putaran untuk menstabilkan sensitivitas detektor. Bentuk loop
pemasangan maka bentuk bentuk loop persegi panjang. Pada umumnya
loop ditanam didalam tanah agar tidak bergeser atau bergerak. Luas luas
loop dan luas penampang logam mempengaruhi sensitifitas loop detector.
Hasil dari rangkaian tersebut adalah sebagai berikut:
Gambar 3.1 Loop Sensor
3.1.2 InterfaceCom RS 232 A
Interface ini berfungsi untuk mengubah sinyal atau channel dari
sensor detektor menjadi tegangan, sehingga sinyal yang dikirim dari
detektor akan dapat dibaca oleh software penghitung kendaraaan. Interface
ini akan menghubungkan antara detektor dengan komputer. Jadi interface
ini berada di tengah, antara detektor dengan komputer.
Interface com ini menggunakan kabel RS 232 A yang akan
dihubungkan ke komputer. Bila dihubungkan ke laptop, maka harus ada
kabel konverter. Dalam hal ini dapat menggunakan kabel konverter UC
232A.
3.2 Per enca naan Software
Aplikasi ini akan dibangun dan di install dalam server yang akan
maka aplikasi ini otomatis akan memprosesnya. Aplikasi pendata otomatis ini
akan mencatat dan menyimpan data kendaraan yang terdeteksi di dalam server.
Dalam mermbangun sebuah aplikasi pendata otomatis, maka dibutuhkan
beberapa tahapan yang akan dijalankan. Tahapan itu antara lain adalah sebagai
berikut :
3.2.1 Pemrograman dengan Bahasa Borland Delphi
Perencanaan dalam membangun sebuah aplikasi pendata kendaraan
secara otomatis ini akan dibangun dengan bahasa pemrograman Borland
Delphi.
Program ini dibangun dengan bahasa pemrograman Borland Delphi.
Program ini dirancancang khusus untuk membaca sinyal induksi dari
detektor kendaraan. Setiap detektor mengirim sinyal ke server, maka
otomatis aplikasi ini akan memprosesnya. Aplikasi ini akan mencatat dan
menyimpannya ke dalam database yang langsung tersimpan dalam server.
Setiap memproses sinyal, otomatis akan mencatat dan otomatis akan
bertambah data kendaraan yang tersimpan dalam server.
Data yang tersimpan di database dapat diakses sewaktu-waktu jika
kita inginkan. Misalnya jika terjadi perampokan di area perumahan maka
data kendaraan yang keluar masuk bisa dicari berdasarkan tanggal dan
3.2.2 Diagram Blok
tindak kriminal di area perumahan bisa membantu pencarian kendaraan
yang digunakan oleh pelaku dengan memasukkan perkiraanan tanggal dan
3.3. Context Diagram
Konteks Diagram adalah suatu diagram yang menjelaskan secara umum
suatu sistem dan inputoutput dari sistem itu sendiri. Konteks diagram dari sistem
informasi keuangan dapat dilihat pada Gambar 3.3.
Gambar 3.4 Context Diagram
Dari Gambar 3.3 dapat dijelaskan user sebelum masuk sistem harus
melakukan login dan setiap kendaraan yang keluar masuk akan didata dan
disimpan kedalam database dan apabila data tersebut diinginkan administrator
bisa searching kendaraan keluar masuk yang diinginkan berdasarkan tanggal dan
jam.
3.4. DFD (Data Flow Diagram)
Data Flow Diagram ini menjelaskan arus data dari suatu sistem. Data
Flow Diagram dari Aplikasi pendataan kendaraan keluar masuk perumahan
3.4.1. DFD Level 1
Ga mbar 3.5 DFD Level 1
Dari Gambar 3.4.1 menjelaskan bahwa administrator bisa melihat
data keluar masuk kendaraan. Kendaraan yang melewati loop di pintu
masuk dan keluar akan diambil gambarnya dan disimpan tanggal dan jam
kendaraan tersebut masuk dan keluar.
3.4.2. DFD Level 2 Pr oses Login.
Gambar 3.4.2. menjelaskan proses login user yang mengakses
software. User memasukkan user id dan password lalu dicek ke dalam
database, jika user dan password benar maka semua menu yang ada di
dalam software akan terbuka.
3.4.3. DFD Level 2 Pr oses Kendaraan Masuk
Gambar 3.7 DFD Level 2 Proses Kendaraan Masuk
Dari gambar 3.4.3. menjelaskan setiap kendaraan yang masuk dan
melewati loop sensor akan di capture dan hasil capture tersebut di simpan
pada folder tertentu dan nama file gambar disimpan didalam database
3.4.4. DFD Level 2 Pr oses Kendaraan Keluar
Gambar 3.8 DFD Level 2 Proses Kendaraan Keluar
Dari gambar 3.4.4. menjelaskan setiap kendaraan yang keluar dan
melewati loop sensor akan di capture dan hasil capture tersebut di simpan
pada folder tertentu dan nama file gambar disimpan didalam database
bersama tanggal dan jam kendaraan tersebut keluar.
3.4.5. Level 2 Proses Quer y Data
Gambar 3.9DFD Level 2 Proses Searching Data
Dari gambar 3.4.5. menjelaskanproses searching data kendaraan yang keluar
yang keluar masuk sesuai dengan yang diingikan maka akan muncul gambar
kendaraan yang keluar masuk pada kisaran tanggal dan jam yang diinginkan.
3.5. Entitas Relation Diagr am (ERD)
Entitas Relation Diagram ini menjelaskan hubungan yang terjadi antar
entitas yang ada di dalam sistem. Entitas Relation Diagram dari sistem deteksi
kendaraan otomatis dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Meli hat
3.6 Physical Data Model
3.7. Desain Basis Data
1. User_id : berisi user untuk akses kedalam program
2. Nama : berisi nama user
3. Password : berisi tentang password agar data tidak bisa digunakan oleh
sembarang orang
1. Kodepos : berisi kode setiap pos
Tabel 3.3 Table Kendaraan
1. Tanggal : berisi tanggal kendaraan masuk.
2. Gambar : berisi file gambar kendaraan waktu masuk.
3. Kodepos : berisi kode pos dimana kendaraan masuk.
4. Nopol : berisi nopol kendaraan yang lewat.
5. Gambar2 : berisi file gambar kendaraan waktu masuk.
6. Mk : berisi status kendaraan, M=Masuk, K=Keluar.
7. Tanggalkeluar : berisi tanggal kendaraan keluar.
4.1. Analisis Sistem
Detektor kendaraan ini akan dipasang dalam pintu masuk perumahan.
Detektor ini menggunakan interface Com untuk menghubungkan antara detektor
dengan komputer pos. Interface ini berfungsi untuk mengubah frekuensi ke
tegangan. Hasil dari perubahan ini akan dihitung secara otomatis oleh software
penghitung otomatis. Komputer akan diletakkan dalam pos pintu masuk agar
dekat dengan loop sensor.
Data dari penghitung otomatis inilah yang akan di pakai administrator
untuk mengetahui data berapa jumlah mobil yang masuk dan keluar perumahan.
Setiap kendaraan yang lewat akan terdeteksi oleh detektor. Komputer
Administrator akan dihubungkan dengan server agar dapat masuk ke dalam
database dan bertugas untuk mengolah dan membuat laporan kepada atasannya
tentang data kendaraan.
4.2. Koneksi Antar a Detektor dengan Komputer
Antara detektor kendaraan dan komputer harus ada penghubung yang
dapat mengubah sinyal menjadi tegangan. Penghubung ini disebut Interface, dan
dalam penelitian ini menggunakan interface com. Interface ini berfungsi
mengubah frekuensi menjadi tegangan. Jika ada kendaraan yang berhenti dalam
interface. Interface akan mengubah sinyal menjadi tegangan yang kemudian
dibaca dan dihitung oleh aplikasi penghitung otomatis.
Dalam rangkaian detektor, kendaraan ini, ada 2 pasang kabel. 1 pasang
kabel pertama untuk dihubungkan dengan kabel loop sensor, 1 pasang kabel
kedua akan dihubungkan dengan interface. Kabel yang ada dalam detektor akan
terhubung langsung dengan listrik, sedangkan kabel yang terdapat dalam interface
akan dihubungkan langsung dengan komputer.
Sedangkan aplikasi penghitung otomatis juga akan di install dalam
komputer yang sama. Server dapat diletakkan dalam pos. Hal ini untuk
menghindari dari hujan, petir atau orang yang ingin mencurinya.
Detektor akan dipasang di dekat pos. Kabel loop 3-5 kali putaran kabel
untuk menguji kepekaan detektor dalam bekerja. Apakah dengan 5 putaran kabel
tersebut, akan mampu mendeteksi truk, atau hanya mampu mendeteksi mobil saja.
Panjang loop 1 meter dan luas loop cukup 60 cm, dan ditanam dekat pos.
tujuannya detektor di tanam adalah terhindar dari tertabrak kendaraan, cepat rusak
dan juga lebih aman agar tidak hilang dicuri orang.
Kendaraan jenis mobil akan menimbulkan frekuensi lebih tinggi karena
logam mobil lebih rendah letaknya sehingga lebih dekat dengan detektor. Berbeda
dengan truk, karena logam truk letaknya lebih tinggi dari mobil sehingga
frekuensi yang ditimbulkan oleh truk lebih kecil dari frekuensi yang ditimbulkan
4.3. Lingkungan Pemr ogr aman
4.3.1. Kebutuhan Per angka t ker as
Perangkat keras yang digunakan pada aplikasi ini tidak
memerlukan spesifikasi yang terlalu tingga. Spesifikasi perangkat keras
sebagai berikut:
4.3.2. Kebutuhan Per angkat Lunak
Perangkat lunak yang digunakan pada aplikasi ini sebagai berikut:
a. Windows XP SP 2
b. Delphi 7
c. MySQL 5.0.19
4.4. Implementa si Pr oses.
Pada bagian bab ini membahas mengenai implementasi bagian dari
4.4.1. Implementasi Template Layout Aplikasi.
Pada Implementasi Layout ini, terdapat beberapa desain diantara layout
utama. Berikut adalah beberapa screenshot pembuatan layout. Tampilan
pertama waktu program dijalankan adalah sebagai berikut :
Gambar 4.1. Tampilan Awal Program
1. Menu Utama
Pada menu utama ini terdapat beberapa menu yaitu
File,Master,Transaksi dan Laporan. Tampilan dari menu utama adalah
sebagai berikut :
Untuk scriptmenu utama adalah sebagai berikut :
Script untuk memanggil form deteksi kendaraan otomatis :
proce
Script untuk memanggil form laporan kendaraan keluar masuk :
procedure TMainPerumahanFrm.LaporanClick(Sender: TObject);
Script untuk memanggil form login :
proce
Script untuk memanggil form master user :
procedure TMainPerumahanFrm.User1Click(Sender: TObject);
begin
UserFrm :=TUserFrm.Create(Self);
UserFrm.Free;
end;
Script untuk memanggil form master pos :
procedure TMainPerumahanFrm.Pos1Click(Sender: TObject);
Menu ini fungsinya untuk menambah,edit dan hapus user. Tampilan
dari menu user adalah sebagai berikut :
Gambar 4.3 Menu User
Untuk script menu user adalah sebagai berikut :
Script untuk insert user :
proce
dure TUserFrm.Button1Click(Sender: TObject);
begin
Script untuk delete user :
procedure TUserFrm.Button4Click(Sender: TObject);
begin
if Application.MessageBox('anda yakin hapus data
ini','Perumahan',MB_YESNO or MB_DEFBUTTON2)=mryes then
begin
Q.close;
Q.SQL.Clear;
Q.SQL.Text:='delete from master_user where user_id=:user_id';
Q.ParamByName('user_id').AsString:=Edit1.Text;
Script untuk searching user :
procedure TUserFrm.Edit1Exit(Sender: TObject);
begin
Q.Close;
Q.SQL.Clear;
Q.SQL.Text:='select * from master_user where user_id=:user_id';
Q.ParamByName('user_id').AsString:=Edit1.Text;
begin
Menu ini berfungsi untuk menambah, edit, dan hapus pos. Tampilan
dari menu pos adalah sebagai beikut :
Gambar 4.4 Menu Pos
Untuk script menu user adalah sebagai berikut :
p.Par
p.SQL.Text:='update pos set namapos=:namapos where
kodepos=:kodepos';
if Application.MessageBox('apa anda yakin menghapus data
p.Clo se;
p.SQL.Clear;
p.SQL.Text:='delete from pos where kodepos=:kodepos';
p.ParamByName('kodepos').AsString:=Edit1.Text;
Script untuk searching pos :
procedure TPosFrm.Edit1Exit(Sender: TObject);
begin
p.Close;
p.SQL.Clear;
p.SQL.Text:='select* from pos where kodepos=:kodepos';
4. Menu Transaksi
Menu ini adalah proses dimana setiap kendaraan lewat didata secara
otomatis. Tampilan menu transaksi ini adalah sebagai berikut :
Gambar 4.5 MenuTransaksi
Script untuk proses deteksi kendaraan otomatis :
Script connect ke alat(COM) :
COM :='COM1';
ComPort1.Connected:=not ComPort1.Connected;
Script connect kamera :
tsCap321.Driver:=1;
tsCap321.Connected := Not tsCap321.Connected;
Script mendeksi jika ada logam di atas loop :
if (cekmasuk='Y') and (jammanless<DMMasterFrm.Tanggal) then
begin
lblCTSState.Caption:=format(lbl_loop_stat,['H']) ;
cekmasuk:='T';
simpan_data;
end;
Script membuat nama file gambar
jamtgl := DMMasterFrm.Tanggal;
DecodeDate(tanggal,thn,bln,tgl);
DecodeTime(tanggal,jm,mnt,dtk,mdtk);
vfnJPG:=inttostr(thn)+inttostr(bln)+inttostr(tgl)+inttostr(jm)+int
tostr(mnt)+inttostr(dtk);
Script proses ambil dan simpan gambar ke dalam folder :
tsCap321.Refresh;
tsCap321.SaveAsBMP :=
ExtractFilePath(Application.ExeName)+'\foto\'+vfnJPG + '.bmp';
vLoadBMP := TBitmap.Create;
vLoadBMP.LoadFromFile(
ExtractFilePath(Application.ExeName)+'\foto\'+vfnJPG + '.bmp' );
vSaveJPEG := TJPEGImage.Create;
vSaveJPEG.Assign( vLoadBMP );
Script proses Simpan data ke dalam database
Q.Close;
Q.SQL.Clear;
Q.SQL.Text :='insert into kendaraan(tanggal,gambar,kodepos)'+
' values(:tanggal,:gambar,:kodepos)';
Q.ParamByName('kodepos').AsString := EPos.Text;
Q.ExecSQL;
Script untuk menampilkan pos yang aktif :
Q.Close;
Q.SQL.Clear;
Q.SQL.Text:='select * from pos order by namapos';
Q.Open;
while not Q.Eof do
begin
EPos.Items.Add(Q.FieldByName('namapos').AsString);
EPos.Value:=(Q.FieldByName('kodepos').AsString);
Q.Next;
end;
EPos.ItemIndex:=0;
5. Menu Laporan.
Menu ini berisi laporan kendaraan yang keluar masuk area
perumhan. Tampilan dari menu laporan adalah sebagai berikut :
Script untuk laporan adalah :
if cTgl.Checked=True then
begin
QRep.Close;
QRep.SQL.Text:='select * from kendaraan where tanggal between
:ptgl1 and :ptgl2';
QRep.ParamByName('ptgl1').AsDateTime:=ETgl1.DateTime;
QRep.ParamByName('ptgl2').AsDateTime:=ETgl2.DateTime;
QRep.Open;
end
else
begin
QRep.Close;
QRep.SQL.Text:='select * from kendaraan';
QRep.Open;
end;
LRec.Caption:='Total ' + FormatFloat('#,#0;(#,#0);0',
QRep.RecordCount)+ ' Kendaraan';
Script untuk menampilkan gambar :
try
MZoomFrm.vFile:=ExtractFilePath(Application.ExeName)+'\foto\'+QRep
.FieldByName('gambar').AsString+'.jpg';
except
MZoomFrm.vFile:=ExtractFilePath(Application.ExeName)+'\foto\'+'Bla
nk.jpg';
end;
4.5. Implementasi Database Yang Digunakan
Gambar 4.7 Database Perumahan
Nama database yang digunakan dalam program ini adalah
perumahan. Didalam database tersebut terdiri dari 3 tabel yaitu :
Tabel Kendaraan ini berisi semua kendaraan yang keluar masuk di
area perumahan. Semua Kendaraan yang keluar masuk area perumahan akan
didata dan disimpan dalam tabel kendaraan.
2. Tabel Master_user
Gambar 4.9 Tabel Master_User
Tabel ini berisi user yang mempunyai hak akses ke dalam program
dan memasukkan master user dan master pos setelah melihat report.
3. Tabel Pos
Tabel ini berisi pos yang digunakan didalam area perumahan. Setiap
kendaraan yang lewat bisa dideteksi di pos mana kendaraan masuk atau
Pada bab ini membahas tentang ujicoba dan evaluasi program yang menerangkan
bagaimana jalannya program secara detail dan akan dijelaskan pada sub bab
dibawah ini:
5.1 Uji Coba Sistem
Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai proses uji coba dari aplikasi
yang telah dibuat berdasarkan dari desain sistem yang telah dijelaskan
sebelumnya. Uji coba ini dilakukan untuk melihat dari aplikasi yang telah dibuat
sesuai dengan yang diharapkan, mulai dari awal proses input (masukan) data yang
dilakukan oleh administrator sampai dengan hasil output (keluaran).
5.2 Uji Coba Input Sample Data
Sebelum menguji metode yang dijalankan pada proses ini, maka akan
dilakukan pengisian data terlebih dahulu, data yang diisi adalah semua data pada
tabel yang diperlukan, ada beberapa data yang harus diisikan yakni:
a. Data master user, user berfungsi untuk menjalankan program.
b. Data master pos yang berfungsi untuk mengetahui dari pos mana
kendaraan masuk atau keluar.
Dalam pengisian data tersebut nantinya digunakan untuk bahan untuk
menjalankan program pedeteksi kendaraan otomatis. Untuk lebih detail tentang
5.2.1. Pr oses Pengisian Data Master
Ada beberapa tabel yang berkaitan didalam aplikasi ini,berikut pengisian data
tabel:
5.2.1.1. Tabel Master User
Dalam tabel Master User diisikan 2 user yaitu ADMIN dan
SUPERVISOR, berikut hasil dari proses penginputan ke dalam tabel
master user:
Gambar 5.1 Master User
5.2.1.2. Tabel Master Pos
Dalam Tabel Master Pos diisikan 2 data yaitu pos masuk dan pos
keluar, berikut hasil dari proses penginputan ke dalam tabel master
Gambar 5.2Tabel Master Pos
5.2.2 Uji Coba Transaksi Dan Validasai Transak si
Dalam uji coba ini, adalah menguji bagaimana program berjalan,
berikut adalah langkah-langkah pengujian melakukan input master :
5.2.2.1. Login User
Dalam percobaan login ini, di-input-kan username “ADMIN”
dengan password “ADMIN”. Setelah login akan muncul keberhasilan
login sebagai berikut:
Gambar 5.4 Menu Utama
Login yang berhasil akan dimasuk pada halaman utama, dimana
akan ditambahkan aka nada tambahan menu Master dan Laporan.
5.2.2.2. Master User
Dalam Form Masteruser ini mencakup 3 yaitu simpan, edit dan hapus.
1. Tambah User
Jika semua data sudah diinput dan tekan tombol simpan maka data akan
tersimpan.
2. Edit User.
Gambar 5.6 Edit User
Jika ingin mengedit data isikan user_id pada inputan userid maka
akan muncul semua data nama dan password. Namun yang hanya bisa
diedit nama dan password. Setelah nama atau password diganti lalu tekan
tombol Update maka data akan tersimpan.
3. Hapus User
Gambar 5.7 Hapus User
Proses Hapus hampir sama dengan proses edit namun tombol yang
dipilih adalah hapus. Setelah ditekan tombol hapus makan akan muncul
Gambar 5.8 Konfirmasi
Jika kita pilih Yes maka data akan terhapus dan jika dipilih No maka data
tidak jadi dihapus.
5.2.2.3. Master Pos
Dalam Form Master pos ini mencakup 3 yaitu simpan, edit dan hapus.
1. Input Pos
Gambar 5.9 Input Pos
Jika semua data sudah diinput dan tekan tombol simpan maka data
2. Edit Pos
Gambar 5.10 Edit Pos
Jika ingin mengedit data isikan kodepos pada inputan Kode Pos maka
akan muncul data nama pos. Namun yang hanya bisa diedit nama pos.
Setelah nama pos diganti lalu tekan tombol Update maka data akan
tersimpan.
3. Hapus Pos
Gambar 5.11 Hapus Pos
Proses Hapus hampir sama dengan proses edit namun tombol yang
dipilih adalah hapus. Setelah ditekan tombol hapus makan akan muncul
Gambar 5.12 Konfirmasi
Jika kita pilih Yes maka data akan terhapus dan jika dipilih No maka data
tidak jadi dihapus.
5.2.2.4. Tampilan penghitung otomatis
Tampilan utama ini yang akan selalu muncul setiap saat karena
berfungsi sebagai penghitung otomatis, tampilan utama adalah sebagai
berikut :
5.2.2.5. Tampilan Laporan
Form laporan ini berfungsi untuk menampilkan kendaraan yang
keluar masuk area perumahan sesuai dengan tanggal dan jam yang
diinginkan. Dibawah ini adalah tampilannya :
Gambar 5.14 Tampilan Laporan
5.2.3 Uji Coba Alat
Alat detektor kendaraan yang sudah terpasang dengan betul dan
sudah terhubung dengan komputer, maka detektor tersebut siap di uji coba
.
5.2.3.1. Uji Coba 1
Uji coba pertama dilakukan terhadap mobil yang masuk area
perumahan. Saat mobil berhenti dekat pos masuk, maka frekuensi
langsung meningkat dan tidak berubah sampai mobil itu meninggalkan
medan loop sensor. Saat lampu indikator menyala, maka berarti sensor
mendeteksi adanya kendaraan yang barada dalam loop dan berhasil
mengirim sinyal ke interface com. Jika mobil sudah melewati loop, maka
Frekuensi akan kembali ke frekuensi dasar yaitu 0. Hal ini dapat dilihat
dari lampu indikator yang tidak menyala.
Hasil dari uji coba terhadap mobil tersebut adalah detektor
kendaraan berhasil mendeteksi mobil dan langsung di hitung oleh aplikasi
penghitung otomatis.
5.2.3.2. Uji Coba ke 2
Uji coba kedua dilakukan terhadap truk yang masuk area
perumahan. Saat truk berhenti dekat pos masuk, maka frekuensi langsung
meningkat dan tidak berubah sampai truk itu meninggalkan medan loop
sensor. Saat lampu indikator menyala, maka berarti sensor mendeteksi
adanya kendaraan yang barada dalam loop dan berhasil mengirim sinyal
ke interface com. Jika truk sudah melewati loop, maka Frekuensi akan
kembali ke frekuensi dasar yaitu 0. Hal ini dapat dilihat dari lampu
indikator yang tidak menyala.
Hasil dari uji coba terhadap truk tersebut adalah detektor
kendaraan berhasil mendeteksi truk dan langsung di hitung oleh aplikasi
penghitung otomatis.
5.2.3.3. Uji Coba 3
Uji coba ketiga ini akan dilakukan terhadap logam kecil (paku,
sendok, pisau) yang berada dalam medan loop sensor.
1. Uji Coba Terhadap Paku
Hasil dari uji coba terhadap paku tersebut adalah detektor
kendaraan tidak dapat mendeteksi logam kecil dengan tegangan
yang lebih kecil dari frekuensi yang di tentukan.
Gambar 5.18 Uji coba dengan media paku
2. Uji Coba Terhadap Sendok Dan Pisau
Yang kedua dilakukan uji coba terhadap sendok dan pisau
dalam posisi berdiri, maka detektor tidak akan mendeteksi sendok
dan pisau tersebut. sedangkan detektor ini mendeteksi luas logam
yang ada dibagian bawah kendaraan. Jadi paku atau logam yang
tidak memiliki luas logam, maka tidak akan terdeteksi oleh
detektor kendaraan ini.
Yang ketiga, uji coba dilakukan terhadap paku, sendok dan