DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan……… .i
Pernyataan Hasil Karya Pribadi……….. ii
Kata Pengantar……… iii
Daftar Isi………. v
Daftar Gambar……… viii
Abstrak….……….. x
Abstract………... xi
BAB I PENDAHULUAN……… 1
1.1 Latar Belakang……….. 1
1.2 Batasan Kekaryaan………5
1.3 Kerangka Penciptaan……… 7
1.4 Tujuan Penciptaan………...….. 6
1.5 Manfaat Penciptaan………...……… 8
1.6 Metode Penciptaan………...…………. 8
1.7 Sistematika Penulisan………..………. 9
BAB II LANDASAN PENCIPTAAN……… 10
2.1 Penafsiran Judul……… 10
2.2 Dekoratif……… 11
2.3 Estetika………... 12
2.4 Narsisme Personality………... 12
vi
Universitas Kristen Maranatha
2.6 Seni patung……….. 16
2.7 Seniman berpengaruh……….. 16
2.7.1 Andy Warhol………. 16
3.2.2 Objek single figur, komposisi sentral, background flat………. 30
3.2.3 Unsur dekoratif……….. 31
3.2.4 Warna sebagai tanda……….. 31
3.2.5 Unsur organik……….32
3.3 Identifikasi Media dan Teknik……….. 32
3.3.1 Lukis………. 32
3.3.2 Patung……… 33
3.4 Proses Berkarya……… 34
BAB IV TINJAUAN KARYA………... 36
4.2 Karya II: “I’m Young #2”………. 39
4.3 Karya III: “I’m Perfect”……… 42
4.4 Karya IV: “Thirsty”……….. 45
4.5 Karya V: “I’m Beautiful #1”……… 47
4.6 Karya VI: “I’m Beauiful #2”……… 50
4.7 Karya VII: “I’m Beautiful #3”………. 52
4.8 Karya VIII: “I’m Charm”………..54
viii
Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Selfie Robert Cornelius(1839)... … 14
Gambar 2.2 Kumpulan karya selebritis terkenal dan potret diri………... 17
Gambar 2.3 ‘Mao’ (1972)……….18
Gambar 2.4 ‘Weird Beauty #1’ (2013)……….19
Gambar 2.5 ‘Weird Beauty #2’ (2013)……….20
Gambar 2.6 ‘Broken Face’ (2011)………...21
Gambar 2.7 ‘Life is Short’ (2011)……….……21
Gambar 2.8 ‘Changing Destiny’ (2011)………22
Gambar 2.9 Potret Diri & Topeng-topeng Kehidupan (1961)………. .23
Gambar 2.10 ‘Potret Adele Bloch-Bauer I’ (1907)……….. .25
Gambar 2.11 ‘The Kiss’……… .25
Gambar 2.12 ‘Circulation’ (2009)……… .27
Gambar 2.13 ‘Indian’ (2011)……… .27
Gambar 2.14 ‘Human-Lotus’ (2001)……… .28
Gambar 4.1 “I’m Young #1”………... .36
Gambar 4.2 “I’m Young #2”……….39
Gambar 4.3 “I’m Perfect”……… .42
Gambar 4.4 “Thristy”………...45
Gambar 4.6 “I’m Beautiful #2”………50
Gambar 4.7 “I’m Beautiful #3”………...52
x
Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK
Perkembangan zaman yang begitu pesat membawa berbagai pengaruh bagi masyarakat, baik secara positif maupun negatif. Kemunculan teknologi yang semakin canggih seperti kamera pada telepon genggam sangat memudahkan masyarakat untuk mengabadikan dirinya. Fenomena
‘selfie’ (self portrait) sebagai salah satu bukti dimana aktivitas mengabadikan diri sudah menjadi suatu budaya umum masyarakat di seluruh dunia. Tanpa disadari perkembangan tersebut menciptakan suatu budaya yang sulit untuk dipisahkan dalam aktivitas kehidupan bermasyarakat.
Kini ‘selfie’ seolah menjadi kebutuhan dasar sebagai sarana eksplorasi berlebih untuk menunjukkan kesempurnaan. Wanita sibuk dengan fantasi dan ilusinya, serta terobsesi dengan pencitraan yang tidak ada pada dirinya. Mereka cenderung menutupi sisi buruk dan melebih-lebihkan sisi baiknya dengan berhias. Representasi wanita divisualisasikan dalam karya perupaan wajah secara dekoratif dengan menampilkan berbagai unsur garis serta ornamen warna-warni sebagai bentuk eksplorasi berlebih.
ABSTRACT
The development of era rapidly bring various impact to many peoples both negative and positif impact. High technology like camera on handphone is the way for people to capture own portrait easily. Selfie (self-portrait) phenomenon is one of evidence that selfie become a culture around the world. Nowadays selfie become a trendsetter and need for women to show her perfect look as an excess of self eksploration. They looked busy with own fantasy and illusion which doesn’t exist on them self. They become obsessed to explore and cover their weakness with make up. Representation of woman visualization with decorative face which present line and colorful ornament as an over exploration.
1
Universitas Kristen Maranatha
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki tujuan, kebutuhan, dan keinginan yang beragam. Kebutuhan dan keinginan diperlukan terutama untuk mencapai tujuan hidup seseorang. Sejak lahir manusia sudah hidup dalam banyak keinginan dan kebutuhannya masing-masing. Semakin dewasa usia seseorang umumnya keinginan dan kebutuhan semakin bertambah banyak. Mustahil apabila ada manusia yang hidup tanpa suatu keinginan apapun, setidaknya hanya untuk hidup lebih baik dari sebelumnya. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia dalam mempertahankan hidup demi mencapai kenyamanan dan kebahagiaan. Keinginan adalah sebuah fungsi tambahan dalam pribadi manusia yang apabila tidak ada, tidak akan mengganggu kelangsungan hidup manusia (http://books.google.co.id/books). Seiring berjalannya waktu kebutuhan dan keinginan terus berkembang membuat manusia terjerat kearah konsumtif sehingga antara keinginan dan kebutuhan seolah menjadi sama tidak berbeda. Perkembangan zaman yang pesat secara tidak langsung membawa berbagai perubahan yang memberi berbagai dampak bagi masyarakat, baik positif maupun negatif. Perkembangan dan perubahan zaman yang semakin maju seolah memaksa seseorang untuk selalu berkebutuhan dan berkeinginan untuk selalu tampil up to date, gaul, gaya, menarik, dan cantik.
bisa dilepaskan terutama oleh kaum wanita dalam menjalankan aktivitasnya. Wanita tereksploitasi sedemikian rupa serta terjebak dalam situasi pseudo consciousness/ kesadaran semu, yaitu situasi dimana harga diri dan kepercayaan diri terbentuk berdasarkan standarisasi yang muncul dari lingkungan sekitar sehingga memanipulasi seseorang sedemikian rupa untuk membentuk struktur kerangka berpikir untuk percaya dan meyakini sepenuhnya standar itu.
Seorang jurnalis dari situs Republika Online, sebuah surat kabar online telah mensurvei, sebagian besar wanita menghabiskan lebih dari sepertiga penghasilannya hanya untuk urusan kecantikan. Hanya 4% wanita yang mengakui diri mereka cantik. Kebanyakan wanita tidak merasa nyaman dalam mengekspresikan kecantikan mereka. 57% wanita Indonesia merasa tertekan untuk menjadi cantik. Survei ini juga mengungkapkan 36% wanita mengakui bahwa kritikus terburuk dalam berpenampilan adalah diri mereka sendiri. Sementara 37% responden mengatakan masih belum memaksimalkan potensi kecantikan yang mereka miliki. Fakta lain yang juga terungkap adalah mereka yang memiliki penampilan menarik dan cantik memiliki penghasilan rata-rata 5% lebih tinggi dibanding mereka yang berwajah biasa untuk jam kerja yang sama. Orang berwajah menarik dianggap memiliki sikap jujur dan suka menolong. Terlihat suatu diskriminasi yang terkesan kasar dan dan tidak adil pada pandangan pertama. Kasus tersebut memberi dampak pada pola kebiasaan wanita yang tidak wajar.
3
Universitas Kristen Maranatha wanita untuk selalu berkeinginan tampil menarik dan cantik. Narsisme adalah suatu ganggguan psikologis pada seseorang untuk selalu memamerkan hal-hal yang ada pada dirinya (sumber: http://okyindonesia.wordpress.com). Berdasarkan faktor narsisme tersebut, munculah kata “selfie” yang sedang tren saat ini. Selfie berasal dari bahasa Inggris yaitu Self-Portrait, yang berarti kegiatan mengabadikan diri sendiri dengan perangkat elektronik
dengan memajang atau sengaja memamerkan foto tersebut pada publik termasuk jejaring sosial (sumber: http://okyindonesia.wordpress.com). Selfie kini kian menjamur di seluruh dunia apalagi dengan didukungnya kemunculan berbagai alat teknologi yang semakin menjamur di dunia. Kemunculan berbagai teknologi dan fenomena selfie secara tidak langsung membawa wanita sibuk dengan fantasi dan ilusinya masing-masing dimana mereka terobsesi dengan hal yang tidak ada dalam dirinya, seperti kesempurnaan dalam hal kecantikan untuk menunjukkan kekuasaan, kesuksesan, bahkan kekayaan sekalipun.
Sementara sesungguhnya cantik adalah sesuatu yang bersifat relatif dan individual di setiap negara dan daerah. Seperti di Jepang memandang kecantikan dari keindahan rambut lurus dan kulit mulus. Di Cina memaknai kecantikan dari ukuran kaki yang paling kecil. Suku Kayan, Thailand menilainya dari leher yang paling panjang. Lain halnya kecantikan di Iran yaitu berhidung mancung dan mungil. Brazil menilainya dari “tubuh gitar”. Suku Dayak, Kalimantan adalah mereka yang berdaun telinga panjang. Suku Mursi, Ethiopia melihat dari bibir bawah yang lebar. Afrika menilai dari mereka yang berkelebihan berat badan. Budaya Maori, Selandia Baru menilai dari tato pada bibir dan wajah yang disebut moko.
memiliki konsep individual dalam memaknai sebuah kecantikan. Berlawanan dengan esensi di atas, zaman post-modern sekarang konsep cantik seakan sudah bergeser menjadi cantik dengan memiliki tubuh langsing juga tampil muda. Kecantikan lebih dipandang dari keadaan jasmani daripada rohani. Kecantikan kini seolah sudah menjadi sebuah kategori yang terstandarisasi dan bersifat universal. Hampir semua bangsa dan daerah seolah sepakat menyetujui dan sependapat bahwa cantik itu adalah kecantikan yang umumnya dimiliki oleh wanita Barat, yaitu wanita yang memiliki badan langsing bak gitar spanyol, bentuk wajah lonjong, kulit putih/ kuning langsat, hidung kecil mancung, rambut lurus, mata yang besar tegas, serta bibir tipis seperti kecantikan yang dimiliki aktris Hollywood.
5
Universitas Kristen Maranatha berbeda dari aslinya, kasarnya mereka memalsukan diri yang sebenarnya (menciptakan identitas/ pribadi baru). Wanita terlihat sangat nyaman akan pencitraan baru yang dibuatnya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka terlihat amat terobsesi untuk selalu ingin menampilkan yang terbaik dalam dirinya dengan cara yang berlebihan. Kepalsuan identitas dari pencitraan baru seseorang inilah yang menarik untuk diangkat sebagai ide, konsep, dan motivasi untuk berkarya serta berekspresi seni rupa.
1.2Batasan Kekaryaan
1.3 Kerangka penciptaan
Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk memberikan pandangan baru dalam menyikapi realitas yang terjadi di masyarakat. Serta mengajak masyarakat untuk ikut serta mengkritisi realitas kehidupan yang nyata.
Tujuan penciptaan Tugas Akhir ini adalah:
1.4.1 Menguraikan dan mengungkapkan realitas kehidupan dari sudut pandang estetika seni rupa.
1.4.2 Memvisualisasikan respon perupa akan realitas yang terjadi.
7
Universitas Kristen Maranatha
1.5Manfaat Penciptaan
Manfaat penciptaan karya Tugas Akhir ini adalah:
1.5.1 Sebagai salah satu media refleksi diri akan realitas yang terjadi di masyarakat.
1.5.2 Memberikan informasi serta menambah keberagaman pandangan sebagai bentuk
respon dalam karya seni.
1.6Metode Penciptaan
Proses penciptaan karya dilakukan dengan beberapa metode yakni sebagai berikut: 1.6.1 Metode Eksperimentasi: ekplorasi dengan media cat akrilik dan cat minyak pada
kanvas dengan teknik ciprat, tetes, dan pulasan kuas halus serta kasar. Penciptaan karya dilakukan tidak terbatas oleh media, baik yang berasal dari alam maupun buatan manusia yang dianggap dapat mendukung makna yang ingin disampaikan seperti pada karya patung. Pendalaman teknik dilakukan secara ekspresif dan eksplorasi komposisi warna. Ekspresi wajah digambarkan dengan menambahkan unsur dekoratif pada setiap karakter.
1.6.2 Metode Studi Pustaka:
a. Melakukan pengamatan diri dan pengamatan lingkungan sebagai bentuk motivasi dan inspirasi dalam berkaya seni rupa.
1.7Sistematika Penulisan Laporan Penciptaan
Penulisan ini dibagi menjadi 5 bab, sebagai berikut:
Bab 1 Pendahuluan, menguraikan secara umum tentang gambaran dari Latar
Belakang, Batasan Masalah, Kerangka Penciptaan, Tujuan Penciptaan, Manfaat Penciptaan, dan Metode Penciptaan.
57
Universitas Kristen Maranatha
BAB V
KESIMPULAN
Keseluruhan karya yang telah dibuat mengacu dan mengangkat berbagai kebiasaan dan sisi dari wanita yang tidak terlihat. Terdapat sisi buruk dalam diri wanita yang selalu ingin ditutupi dan dirahasiakan. Kecantikan fisik dipandang sebagai sisi baik (modal) yang sangat diimpikan setiap wanita, meskipun sisi tersebut hanya dipandang secara subjektif. Berhias diri merupakan hal terpenting dan utama untuk memanipulasi dan menutupi keadaan sebenarnya sebelum beraktivitas. Segala usaha dilakukan untuk tampil secantik mungkin di mata masyarakat, mereka terbiasa dengan pencitraan palsu yang sengaja dibuat-buat. Tugas Akhir dengan mengangkat objek wajah dianggap dapat mewakili pribadi wanita yang terdiri dari berbagai sisi dalam dirinya. Gaya dekoratif juga dianggap dapat mewakili kebiasaan berhias yang dilakukan wanita.
Daftar Pustaka
Buku:
- Bangun, Sem C. 2000. Kritik Seni Rupa. Bandung: Institut Teknologi Bandung - Debby S, Suryawan. 2006. Beauty Expose by Andiyanto. Jakarta: Gramedia
- Gie, The Liang. 2009. Garis Besar Estetik (Filsafat Keindahan). Yogyakarta: Karya Yogyakarta
- Kartika, Dharsono Sony. 2007. Kritik Seni. Bandung: Rekayasa Sains
- Poerwadarminta, W.J.S. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN
BalaiPustaka
- Prabasmoro, Aquarini Priyatna. 2003. Becoming White. Yogyakarta: Jalasutra - Soemantri, Hilda. 2002. Indonesian Heritage. Jakarta: Jayakarta Agung Offset - Sugiharto, Bambang. 2013. Untuk Apa Seni? Bandung: Matahari
- Sumardjo, Jacob. 2000. Filsafat Seni. Bandung: ITB
- Sunaryo, Drs Aryo. 2009. Ornamen Nusantara. Semarang: Dahara Prize
Website:
- http://www.artonfashion.com/artists/ 2014- 03- 18/ 06:14
- http://artsnapper.com/andy-warhol-84-years-old/ 2014-03- 23/ 09:36 - http://www.bimbingan.org/ 2014-03-08/ 07:46
- http://books.google.co.id/books/ 2014-04-07/ 20:50 - http://www.cnvc.org/ 2014-03-18/ 11:00
59
Universitas Kristen Maranatha - http://female.kompas.com/read/ 2014-03-10/ 17:15
- http://id.shvoong.com/social-sciences/education/ 2014- 03-22/ 21:45 - http://www.jackygallery.com/2014-04-08/ 21:04
- http://www.lomography.com/magazine/lifestyle/ 2014- 04-03/ 08:56 - http://okyindonesia.wordpress.com/sindrom-narsisme/2014-04-07/ 21:01 - http://www.oxforddictionaries.com/definition/english/ 2014-04-27/ 08:14 - http://rolrepublikaonline/2014/02/24/21:04