• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PRODUK HILANG PADA AKHIR PROSES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAKALAH PRODUK HILANG PADA AKHIR PROSES"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PRODUK HILANG PADA AKHIR PROSES

Disusun Oleh Kelompok 4:

 Novira (2160023)

 Irmawati (2160034)

 Silvana (2160013)

 Jaelimin (2160007)

 Agus Riyanto (2160001)

 Tiffany.Tohivisa (21520269)

 Yeli Yunita.T (21520270)

 Askar P.Mowendu (2160008)

 Ruth Misilu (2160036)

PROGRAMSTUDI : AKUNTANSI

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh ...

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat- Nya Kami bisa menyelesaikan tugas Makalah mata kuliah Akuntansi Biaya yang berjudul . Produk Hilang Pada Akhir Proses Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Biaya.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu Kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi pembaca, mahasiswa dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh ...

Palu,6 November 2017 Penulis

(3)

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Dalam suatu proses produksi, tidak semua bahan yang diolah dapat menjadi produk yang memenuhi standart yang telah ditentukan. Jika bahan baku yang diolah selama periode tertentu berjumlah liter, yang banyaknya dinyatakan dalam unit ekuivalen sebanyak 500 satuan produk jadi, maka belum tentu hasil produksi dalam periode tersebut dapat mencapai 500 satuan produk tersebut. Jika laporan produksi menunjukkan bahwa produk selesai dalam periode tersebut berjumlah 300 satuan, dan persediaan produk dalam proses pada akhir periode berjumlah 100 satuan ( unit ekuivalen ), berarti di dalam proses produksi tersebut telah terjadi produk yang hilang dalam proses sebanyak 100 satuan.

Ditinjau dari saat terjadinya, produk dapat hilang pada awal proses, sepanjang proses, atau akhir proses. Untuk kepentingan perhitungan harga pokok produksi per satuan, produk yang hilang sepanjang proses harus dapat ditentukan pada tingkat penyelesaian berapa produk yang hilang tersebut terjadi. Atau untuk menyederhanakan perhitungan harga pokok produksi persatuan, produk yang hilang sepanjang proses diperlakukan sebagai produk yang hilang pada awal atau akhir proses.

1.2 Rumusan Masalah

1) Apa itu produk hilang pada akhir proses?

2) Bagaimana cara menghitung biaya produksi dan harga pokok produk?

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Produk Hilang Pada Akhir Proses

Selama proses produksi berlangsung, ada kemungkinan terjadi produk hilang. Yang dimaksud dengan produk hilang adalah apabila jumlah unit yang dimasukkan dalam proses tidak sesuai dengan yang dihasilkan.

Misalnya : Masuk proses 1000 unit, jadi 900 unit dan masih dalam proses 50 unit. Maka ada yang hilang 50 unit.

Produk yang hilang dalam proses didalam laporan harga pokok produksi harus disertakan sebagai pertanggungjawaban (kapan hilangnya).

Untuk mempermudah penyusunan laporan harga pokok produksi, ada 2 asumsi yang dipakai :

 Produk hilang pada awal proses

 Produk hilang pada akhir proses

Produk hilang dianggap terjadi pada akhir proses.

Apabila produk hilang dianggap terjadi pada akhir proses, karakteristik pengaruhnya terhadap perhitungan harga pokok produk adalah sbb:

1) Produk hilang pada akhir proses dianggap telah menikmati biaya produksi pd dept dimana produk hilang.

2) Produk hilang pada akhir proses dimasukkan ke dlm perhitungan produksi equivalen, karena produk hilang akhir proses dianggap telah menikmati biaya.

3) Produk hilang akhir proses diperhitungkan harga pokok, harga pokok produk hilang tersebut dibebankan kepada produk selesai yang dipindahkan ke dept berikutnya atau ke gudang produk selesai.

4) Dengan pembebanan harga pokok produk hilang akhir proses kepada harga pokok produk selesai, mengakibatkan jumlah total harga pokok produk selesai menjadi lebih besar, oleh karena pemikul harga pokok jumlahnya tidak bertambah yaitu sebesar produk selesai

(5)

maka harga pokok satuan yang dipindahkan ke gudang produk selesai atau ke dept berikutnya ikut bertambah.

1.2 Menghitung Biaya Produksi dan Harga Pokok Produk

CONTOH SOAL

PT. Eliona Sari memiliki dua departemen produksi untuk menghasilkan produk, Dept A dan Dept B, Data produksi untuk dua departemen produksi adalah sebagai berikut:

DeDepptt AA DeDepptt BB

PrProodduukk yygg ddiimmaassukukkkaan n ddllmm pprroosseess 1.1.000000

P

Prroodduukk sseelleessaaii ddiittrraannssffeerr kkee ddeepptt BB 770000

PrProodduukk sseelleessaaii ddiittrraannssffeerr kkee gguuddaanngg 440000

PrProodduukk ddaallaamm pprroosseess aakkhhiirr

101000%% BBBB ddaann BBPP 4400%% kkoonnvveerrssi i 220000

6060%% BBPP,, 5500 %%BBkk 110000

PrProodduukk hhiillaanngg aakkhhiirr pprroosseses 110000 220000 Data Biaya produksi adalah sebagai berikut

D

Deepptt AA DeDepptt BB

BBBBBB 2222..550000 ---

B.B. BBaahhaann PPeennoolloonngg 2626..110000 1166..110000

BTBTKK 3535..110000 2222..550000

B

BOOPP 4646..880000 2244..775500

JuJummllaahh BBiiaayyaa PPrroodduukkssii 131300..550000 6633..335500

(6)

PT. Eliona Sari Laporan Biaya Produksi Dept A

Bulan Jan 19x1

Data Produksi

Dimasukkan dalam proses 1.000 kg

Produk jadi ditransfer ke Dept B 700 kg

Produk dalam proses akhir 200 kg

Produk yang hilang akhir proses 100 kg

Jumlah produk yang dihasilkan 1.000 kg

Biaya Dibebankan di Dept A bln Jan 19x1

B

Bii.. PPrroodduukkssi i ToTottaall bbiiaayyaa U.U. EE.. HHpp//uunniitt

B

BBBBB 2222..550000 11000000 2222,,5500

B.B. PPeenonolloonngg 2626..000000 11000000 2626,,1100

BTBTKK 3535..110000 888800 3939,,8899

BTBTKK 3535..110000 888800 5353,,1188

JuJummllaahh 113030..550000 141411,,6677

Perhitungan Unit Ekuivalen Dept A

Unit Produk selesai + ( Unit dalam proses x % Penyelesaian )+ Unit produk hilang akhir

BBB = 700 + (200 x 100%) + 100 = 1000

BBp = 700 + (200 x 100%) + 100 = 1000

BTK = 700 + (200 x 40%) + 100 = 880

BOP = 700 + (200 x 40%) + 100 = 880

(7)

Perhitungan Biaya

HP produk jadi yang ditransfer ke Dept B

700 Kg x Rp 141,67 99.169

Penyesuaian krn ada produk hilang

100 kg x 141,67 14.167

HP produk jadi yang ditransfer ke Dept B

700 kg x161,91* 113.336

HP Produk dalam proses akhir

BBB (200 x 100% x Rp 22,50)= 4.500

BBP (200 x 100% x Rp 26,10)= 5.220

BTK (200 x 40% x Rp39,89) = 3.191,20

BOP (200 x 40% x Rp 53,18) = 4.254,40

Total 17.165,60

Jumlah biaya produksi Dept A Jan 19x1 130.501,6**

Ket: * =>113.336 / 700 kg =161,91

** =>Terjadi berbedaan karena factor pembulatan pada

saat menghitung HP/Unit

(8)

PT. Eliona Sari

Laporan Biaya Produksi Dept B

Bulan Jan 19x1

 Data Produksi

Di terima dari dept A 700 kg

Produk jadi ditransfer ke Gudang 400 kg

Produk dalam proses akhir 100 kg

Produk hilang akhir proses 200 kg

Jumlah produk yang dihasilkan 700 kg

Biaya Komulatif yang Dibebankan di Dept B bln Jan 19x1

BIBIAAYYAA PPRROODDUUKKSSII T.T. BBIIAAYYAA U.U. EE HPHP//uu

H

HPP ddaarrii ddeepptt AA 111133..333366 707000 161611,,9911

BiBiaayyaa yyaanngg ddiittaammbbaahhkkaann DDeepptt BB

BBBBpp 1616..110000 666600 2424,,3399

BTBTKK 2222..550000 656500 3434,,6622

BOBOPP 2424..775500 656500 3838,,0088

T

Toottaall BBiiaayyaa KKoommuullaatitiff ddeepptt BB 176.686 259,00

Perhitungan Unit Ekuivalen Dept B

Unit Produk selesai + ( Unit dalam proses x % Penyelesaian ) + Unit Hilang akhir proses

BBp = 400 + (100 x 60%) + 200 = 660

BTK = 400 + (100 x 50%) + 200 =650

BOP = 400 + (100 x 50%) + 200 =650

(9)

 Perhitungan Biaya

HP produk jadi yang ditransfer ke Dept B

400 Kg x Rp 259 103.600

Penyesuaian krn ada produk hilang

200 kg x 259 51,800

HP produk jadi yang ditransfer ke Dept B

400 kg x 388.5* 155.400

HP Produk dalm proses akhir

HP dari dept A (100 x 161,91) = 16.191,00

Biaya tambahan di dept B

BBp (100 x 60% x Rp 24,39) = 1.219,50

BTK (100 x 50% x Rp 34,62) = 1.731,00

BOP (100 x 50% x Rp 38,08) = 1.904,00

Total HP produk dalam proses Dept B 21.045,50

Jumlah biaya produksi Dept B Jan 19x1 176.445,50**

Cat. * =>155.400 / 400 kg = 388.5

** =>Terjadi berbedaan karena factor pembulatan

pada saat menghitung HP/Unit

(10)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Produk hilang pada akhir proses telah menyerap biaya produksi, sehingga harus disertakan dalam perhitungan unit ekuivalensi departemen yang terkait.Baik di departemen pertama maupun departemen setelah departemen pertama, harga pokok produk yang hilang pada akhir proses harus dihitung, dan harga pokok ini diperlakukan sebagai tambahan harga pokok produk selesai yang ditransfer ke departemen produksi berikutnya atau ke gudang. Dengan perhitungan

UE = unit selesai + %BDP akhir + unit hilang.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

http://slideplayer.info/slide/2621270/

http://slideplayer.info/slide/1909114/

https://www.scribd.com/presentation/108703754/Produk-Hilang-HP-Proses

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian yang dilakuakan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara sosial ekonomi orang tua, perilaku keuangan di keluarga dan kontrol diri (uji secara

Berkaitan dengan hasil wawancara yang telah diuraikan di atas, proses perjanjian jual beli tanah di kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo telah sesuai

Pada pengujian dengan skenario 1 dimana semua node transmitter berada pada level 1, 8 dari 9 node transmitter yang digunakan pada pengujian berhasil mengambil

akan digunakan untuk mengangkut batubara dari asalnya ke lokasi pembangkit ( Pulau Ambon ).

Analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis, dilakukan secara bivariat untuk mengetahui hubungan antar variable dengan menggunakan tabulasi silang 2x2

Kriteria Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Bimbingan (1) 1 Kemampuan melakukan variasi dan kombinasi gerak dasar oukulan backhand drive melalui permainan

4 2008 Pelestarian Sumber Daya Air Kantor LHPE Pemkab Kudus 5 2009 Konservasi dan Pelestarian Sumber Daya Air Kantor LHPE. Pemkab Kudus 6 2010 Potensi Plasma Nutfah

cabang Cawang Tomang Cengkareng merupakan Ex officio (orang yang ditunjuk sebagai perpanjangan tangan dari PT. Jasa Marga) sekaligus Pembina dari Koperasi Jasa Marga Bhakti VII