• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN HUKUM POSITIF TERHADAP HARTA GONO-GINI DIHUBUNGKAN DENGAN HUKUM ISLAM 1 Oleh : Zulfiqar Mokodompit 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENERAPAN HUKUM POSITIF TERHADAP HARTA GONO-GINI DIHUBUNGKAN DENGAN HUKUM ISLAM 1 Oleh : Zulfiqar Mokodompit 2"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hibah harta peninggalan isteri pertama oleh suami kepada isteri kedua menurut Kompilasi Hukum Islam adalah tidak sah Hal ini didasarkan pada Pasal 87 ayat (2) KHI dan

tersebut. Untuk lebih jelasnya penulis paparkan dalam tabel 4.24.. Selanjutnya sikap responden terhadap ketentuan pembagian harta gono-gini. dalam KHI yang membagi harta bersama

Harta Kekayaan Perkawinan menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata adalah berdasarkan ketentuan Pasal 119 KUH Perdata, apabila calon suami isteri sebelum perkawinan

suami isteri sejajar. Harta bersama dikuasai bersama dan untuk kepentingan bersama. Apabila terjadi perceraian maka kedudukan harta asal akan kembali ke asal sedangkan harta gono

Tindakan yang dilakukan untuk meng- hindari ketidakadilan dalam pembagian harta gono gini pada kasus perceraian Apabila seorang istri tidak menghendaki harta kekayaan yang

Pasal 87 (1) mengatur bahwa harta bawaan dari masing-masing suami dan isteri dan harta yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan adalah di bawah

Mengenai harta bawaan ini Kompilasi Hukum Islam mengatur lebih lanjut dalam Pasal 87 ayat 1, bahwa harta bawaan dari masing-masing suami dan istri dan harta yang diperoleh

Pengambilan harta bersama harta gono gini dilakukan atas dasar UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, maka harta kekayaan yang diperoleh baik dari pihak