• Tidak ada hasil yang ditemukan

APA MUSIK KESUKAAN IKAN KOI?

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "APA MUSIK KESUKAAN IKAN KOI?"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

154

IFSA 3.0_036

APA MUSIK KESUKAAN IKAN KOI?

Felicia Tiffany Hertada 1 , Opik Prasetyo, S.Pd 2

1 Siswa SMA Pradita Dirgantara, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia

2 Guru SMA Pradita Dirgantara, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia Email: [email protected]

ABSTRAK

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa suara memberikan pengaruh terhadap ikan. Terdapat spesies ikan yang memiliki pendengaran lebih sensitif dan disebut spesialis pendengaran, salah satunya ikan koi. Dalam kehidupan manusia, suara sangat berkaitan dengan musik dan musik memiliki jenisnya masing-masing.

Berasal dari pernyataan-pernyataan tersebut, muncul pertanyaan oleh peneliti yang sekaligus menjadi tujuan penelitian ini yaitu apa musik kesukaan ikan koi.

Penelitian dilakukan dengan melakukan percobaan pada 19 ikan koi. Ikan koi pada percobaan ini akan diperdengarkan musik dari berbagai jenis sebanyak 8 kali percobaan. Pengamatan respon ikan koi dilihat dari lama waktu dan jumlah ikan koi yang mendekati sumber suara yaitu ketika musik tertentu dimainkan. Pengujian dilakukan dengan statistik deskriptif dan MANOVA. Hasil dan kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa musik atonal adalah jenis musik kesukaan ikan koi dengan urutan peringkat pertama hingga terakhir yaitu musik atonal, klasik, rock, pop, blues, dangdut, hingga tanpa musik. Penelitian ini juga membawa hasil dan kesimpulan yang membuktikan bahwa musik memiliki pengaruh terhadap perilaku ikan koi dan terdapat ikan koi yang memiliki preferensi yang berbeda terhadap setiap jenis musik. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat untuk memudahkan penangkapan ikan, membantu proses perkembangbiakan ikan, mempengaruhi pola makan ikan, dan mempercepat pertumbuhan ikan.

Kata kunci: ikan koi, musik, spesialis pendengaran, musik atonal, respon ikan

PENDAHULUAN

Bukan hal yang baru bahwa ikan dan suara memiliki keterhubungan yang

cukup erat. Jika ikan terekspos pada jenis suara tertentu maka ikan dapat

mengalami respon perilaku, respon fisiologis (stres) bahkan mengalami kerusakan

pendengaran sementara maupun permanen (Hastings & Popper, 2007). Selain itu,

beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa terdapat pengaruh suara pada

pertumbuhan dan perkembangan ikan (Kusku et al., 2019).

(2)

155

Dalam kehidupannya, ikan memperoleh informasi penting tentang lingkungannya dengan mendengarkan suara di sekitar mereka. Selain lumba-lumba dan paus yang sangat umum diketahui bisa berkomunikasi dengan suara, ikan juga dapat berkomunikasi dengan suara. Meskipun suara yang didengar ikan terbatas pada frekuensi rendah (seringkali tidak lebih dari 800–1000 Hz, walaupun ini sangat bergantung pada spesies) dibandingkan dengan banyak vertebrata darat dan mamalia air, ikan dapat membedakan antara suara dengan amplitudo dan frekuensi yang berbeda (Fay & Popper, 1999). Ikan juga dapat menggunakan isyarat pendengaran untuk mencari lokasi sumber suara (Popper & Hawkins, 2019). Bagi ikan, suara dapat berperan dalam navigasi, mencari mangsa, mendeteksi predator, komunikasi status reproduksi, dan beberapa spesies laut menggunakan suara untuk pemilihan habitat. Suara di media air merambat dengan cepat dan dalam jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan di udara, hal itu akan memberikan informasi kepada ikan dari jarak yang jauh. Jarak ini menjangkau lebih jauh daripada rangsangan sensorik lainnya.

Berbicara mengenai suara, hal ini sangatlah berkaitan dengan musik. Musik diartikan sebagai ilmu dan seni suara, yaitu berupa bentuk sinkronisasi suara- suara yang membentuk harmoni nada – nada sehingga terdengar estetik, tujuannya adalah untuk menghibur diri sendiri atau orang lain yang mendengarnya.

Membedakan dengan suara secara umum, musik memiliki karakteristik (Miller, n.d.) berupa melodi, harmoni, ritme, timbre, format.

Musik dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan pengarang lagu, asal daerah, style, genre, dan lain-lain. Batasan jenis pada musik tidak jelas dan satu lagu mungkin masuk dalam lebih dari satu jenis musik yang berbeda. Pada umumnya pengelompokan musik dan lagu dilakukan secara manual dan subyektif oleh manusia yaitu dengan mendengarkan lagu secara langsung kemudian dikelompokan berdasarkan jenis musik dan lagu tersebut (Pachet & Cazaly, 2000).

Jumlah spesies pada ikan lebih banyak daripada jumlah semua spesies vertebrata lain seperti mamalia, reptil, dan burung. Ada 28.400 spesies ikan yang tersebar di 515 famili (Nelson et al., 2016). Sebagai negara dengan jumlah perairan (laut, sungai, danau) yang lebih banyak daripada daratan maka penelitian dengan subyek ikan menjadi hal yang menarik dan perlu untuk dilakukan. Terdapat beberapa penelitian tentang penangkapan ikan (Hermawati et al., 2018), perkembangbiakan ikan (Sugiyanto et al., 2019) dan pertumbuhan ikan (Kusku et al., 2019) yang memanfaatkan frekuensi suara. Maka berdasar paparan diatas, peneliti beranggapan bahwa ikan dapat merespon atau mendengarkan musik.

Selain itu, dari jenis-jenis musik yang ada, peneliti ingin mengetahui apakah ikan

memiliki preferensi berbeda terhadap musik. Penelitian ini menggunakan ikan koi

atau Cyprinus rubrofuscus sebagai bahan uji coba karena termasuk dalam spesialis

pendengaran (P.Farrel, 2011) yang sensitif terhadap suara. Hipotesa awal peneliti

adalah musik akan mempengaruhi perilaku ikan dan ikan akan merespon setiap

(3)

156

jenis musik berbeda. Maka dari itu, peneliti melakukan penelitian dengan judul “Apa Musik Kesukaan Ikan Koi?”

Adapun tujuan dari penelitian ini merupakan tujuan verifikasi dan development. Tujuan verifikasi yaitu untuk menguji pengaruh jenis musik pada perilaku dan respon ikan koi. Kemudian sebagai tujuan development, yaitu untuk menjawab rumusan “Apa jenis musik yang disukai ikan koi?”.

Penelitian ini membatasi ikan yang digunakan adalah ikan koi atau Cyprinus rubrofuscus. Penelitian adalah penelitian kuantitatif dan mengamati respon ikan koi mendekati sumber suara terhadap jenis musik berbeda. Pengujian menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial.

Dengan dicapainya tujuan penelitian, maka manfaat berikut akan didapatkan.

Manfaat teoritis atau akademis dari penelitian ini yaitu untuk sumber pembelajaran dan menjadi referensi dari penelitian lain, seperti dalam perkembangan alat pemanggil ikan dan inovasi lainnya (Sugiyanto et al., 2019). Penelitian ini juga dapat memberikan manfaat praktis atau aplikatif. Jenis musik yang disukai ikan sebagai hasil penelitian dapat memberikan informasi bagi masyarakat terutama pekerjaan yang berkaitan dengan animalia ikan, seperti memudahkan penangkapan ikan dengan memperdengarkan musik tertentu. Atau manfaat lain memperdengarkan jenis musik tertentu akan membantu proses perkembangbiakan ikan, mempengaruhi pola makan ikan dan mempercepat pertumbuhan ikan.

METODE PENELITIAN Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Untuk menjawab pertanyaan “apa jenis musik yang disukai ikan koi?” maka penelitian ini akan menguji hubungan:

1. Lama waktu ikan mendekat sumber suara dalam rentang jarak tertentu terhadap musik atonal, pop, rock, blues, klasik dan dangdut.

2. Jumlah ikan mendekat sumber suara dalam rentang waktu tertentu terhadap musik atonal, pop, rock, blues, klasik dan dangdut.

Selain kondisi dengan sumber suara musik, dilakukan pengujian juga pada kondisi dimana tanpa musik yang dimainkan.

Data yang telah dikumpulkan akan dipelajari sifat-sifat nya menggunakan

statistik deskriptif berupa rata-rata, standar deviasi dan standar error. Selain itu

juga dilakukan pengujian Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Uji statistik

ini dipilih karena variabel predictor jenis musik bertipe kategorikal dan variabel

outcome lama waktu, jumlah ikan bertipe kuantitatif.

(4)

157 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan pada tanggal 7 Januari 2021 sampai dengan 14 Januari 2021 setiap pukul 14.00 WIB. Dalam satu hari akan diambil satu data dari sampel ikan koi yang ada pada kolam peneliti, sehingga memenuhi jumlah data, yaitu 8 (delapan) buah data. Satu data yang dimaksud adalah satu percobaan terhadap 6 (enam) variabel jenis musik. Adapun lokasi penelitian terletak di kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan akan digunakan untuk mengambil data dan membuat arena percobaan. Berikut adalah alat dan bahan tersebut:

a) Penggaris b) Pengeras Suara c) Pemutar Lagu

d) Pemberi Tanda (Peneliti menggunakan stiker) e) Timer

f) Kolam Ikan g) Air

Rancangan Penelitian

Ikan memiliki dua jalur utama untuk mengidentifikasi suara sampai ke telinga. Yang pertama, dan yang paling primitif, adalah konduksi suara langsung dari media air ke jaringan dan tulang. Jalur suara kedua, diturunkan ke telinga secara tidak langsung melalui kandung kemih atau gelembung gas. Beberapa spesies ikan yang sensitif terhadap tekanan suara melalui jalur tidak langsung yang efektif ke telinga, adalah otophysans (ikan mas, lele, dan lain-lain), clupeids (teri), mormyrid (ikan gajah), dan lainnya)(Fay & Popper, 1999). Spesies ini telah diistilahkan sebagai "spesialis pendengaran," yang berarti bahwa sensitivitas suaranya tinggi dibanding spesies yang hanya mendengar melalui jalur langsung.

Berdasarkan hal tersebut, ikan koi atau Cyprinus rubrofuscus dijadikan sebagai bahan uji coba dari penelitian ini karena ikan koi termasuk otophysans (P.Farrel, 2011) yang merupakan salah satu kelompok sensitif terhadap suara.

Selain alasan tersebut, ikan koi juga digunakan untuk mempermudah peneliti dalam

percobaan dengan melakukannya pada ikan yang mudah didapatkan dan ditemui di

masyarakat. Gambar 1 adalah ikan koi yang akan digunakan dalam percobaan.

(5)

158 Gambar 1. Ikan Koi

Penelitian ini akan dilakukan dengan observasi langsung terhadap 19 (sembilan belas) ikan koi atau Cyprinus rubrofuscus bila diperdengarkan berbagai jenis musik yang berbeda. Respon ikan akan dilihat dari lama waktu mendekat sumber suara dan banyak ikan yang mendekati sumber suara. Jenis musik yang akan diambil adalah musik atonal, pop, rock, blues, klasik, dangdut yang populer di Indonesia, serta satu kondisi sebagai variabel kontrol, yaitu kondisi dimana tanpa musik yang dimainkan. Untuk memperjelas pilihan jenis musik, berikut adalah definisi dari setiap jenis musik pada penelitian ini:

a) Musik Atonal

Musik atonal didefinisikan sebagai musik yang mengabaikan kunci atau tonal center (harmoni tonal). Musik atonal adalah jenis musik tanpa nada dan disonansi yang memberikan rasa kesamaan, tetapi sebenarnya tidak sama.

Jika musik biasanya sangat bernada dan tonal, maka atonal adalah sebaliknya.

(G´omez et al., 2006) b) Musik Pop

Menurut definisi, pop adalah genre yang disukai. (Rojek, 2011) Musik pop (singkatan dari kata populer) merupakan sebuah genre musik populer yang berakar dari bentuk modern-nya di Amerika Serikat dan Inggris pada pertengahan tahun 1950-an. Musik pop memang kerap meminjam elemen dari gaya lain seperti urban, dance, rock, latin, dan country. Meskipun begitu, terdapat elemen inti yang menjadi ciri khas aliran musik pop.

c) Musik Rock

Musik rock adalah genre musik populer yang suaranya berkembang di sekitar gitar, instrumen keyboard, drum dan biasanya menggunakan sedikit akor, irama tidak keras, nada yang sederhana, dan beat yang cepat. (Honingh

& Bod, 2011)

(6)

159 d) Musik Blues

Musik blues adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat. Musik blues dikenal sebagai berbagai musik yang diciptakan oleh atau untuk orang- orang Amerika berkulit hitam (Ripani, 2006). Pada tahun 1910 istilah blues mulai populer dan resmi dipakai dikalangan masyarakat pada saat itu. Musik ini dikonotasikan dengan perasaan frustasi dan melankolis.

e) Musik Klasik

Musik klasik adalah jenis musik yang menggunakan tangga nada diatonis, yaitu sebuah tangga nada yang menggunakan aturan dasar teori perbandingan dan musik klasik mengenal harmoni serta berstruktur tidak hanya berdasar pola-pola ritme dan melodi (Panutan, 2016). Musik klasik yang paling sering didengarkan adalah musik klasik barat karya musisi seperti Mozart, Bach, Bethoven, Handel, Hydn dan lain sebagainya.

f) Musik Dangdut

Musik dangdut adalah salah satu jenis musik populer tradisional Indonesia.

Musik dangdut juga merupakan musik yang mendapat pengaruh dari kebudayaan Arab, Melayu, India, dan juga pengaruh warna musik rock (Romadhon, 2013).

Seperti sudah dijelaskan diatas bahwa jenis-jenis musik ini tidak bersifat mutlak, maka peneliti menentukan pemilihan dari masing-masing jenis musik berdasar hasil pencarian dari situs youtube.com. Jenis musik yang akan dimainkan untuk percobaan tertera pada tabel 1. Pada tabel 1 dijelaskan pula judul musik atau lagu yang digunakan sebagai representasi jenis, komposer lagu tersebut, dan penyanyinya.

Tabel 1. Keterangan Jenis Musik dan Musik yang Dipilih

NO. Jenis Musik Judul

Musik/Lagu Komposer Penyanyi

1. Atonal Second

Syndrome Peter Edward

Burg -

2. Pop Shallow Lady Gaga, Mark

Ronson, Andrew Wyatt, dan Anthony

Rossomando

Lady Gaga, Bradley Cooper

3. Rock Numb Chester

Bennington, Mike Shinoda, Joe Hahn, Dave Farrell, Rob

Linkin Park

(7)

160

NO. Jenis Musik Judul

Musik/Lagu Komposer Penyanyi

Bourdon, dan Brad Delson

4. Blues Just Need to Say Marcus Maia Katharina

5. Klasik Nocturne op.9

No.2 Chopin -

6. Dangdut Kopi Dangdut Fahmi Shahab Vita Alvia

Sebelum percobaan, ikan akan diberikan perlakuan yang sama. Tidak ada pengaruh eksternal yang akan mempengaruhi percobaan. Pengaruh tersebut seperti suara lain yang bising dan mengganggu, pancuran atau aliran air yang deras, perbedaan densitas cahaya, dan segala perlakuan yang akan mempengaruhi tingkah laku ikan dalam percobaan seperti pada gambar 2. Diharapkan dengan ini percobaan dapat memberikan data yang bersifat fakta, akurat, dan benar terjadi apa adanya.

Gambar 2. Kolam Ikan Percobaan

(8)

161 Tahapan Penelitian

1. Pembuatan Arena Penelitian dan Percobaan

Gambar 3. Arena Percobaan

Gambar 3 merupakan desain arena percobaan dari penelitian ini. Kolam ikan yang digunakan dalam percobaan memiliki panjang 300 cm atau 3meter dan lebar 80 cm. Dalam percobaan penelitian ini, pengeras suara akan diubah posisinya setiap 2 kali percobaan atau dengan kata lain total percobaan adalah sebanyak 8 kali (2 x 4 posisi pengeras suara). Posisi pengeras suara yang berbeda ini diterapkan dalam percobaan guna menghilangkan kemungkinan lain yang mempengaruhi percobaan.

Kemungkinan lain tersebut seperti, tempat dominan ikan berenang di dalam kolam atau pengaruh lain yang berpengaruh kepada pergerakan ikan di dalam kolam.

Batas pengukuran yang tertera pada gambar 3 merupakan acuan perhitungan

ikan yang mendekati sumber suara atau dianggap melakukan respon pada musik

yang dimainkan. Batas pengukuran akan diberikan di sisi kanan dan kiri pengeras

suara dan masing-masing akan ditarik garis lurus, seperti yang terlihat pada gambar

4. Wilayah yang berada di dalam garis inilah yang akan digunakan untuk mengukur

jumlah ikan yang merespon kepada suara. Kemudian terlihat pada gambar 5 adalah

kolam ikan percobaan yang telah disusun sesuai desain pada gambar 3 dan 4.

(9)

162

Gambar 4. Batas Pengukuran

Gambar 5. Arena Kolam Ikan Percobaan 2. Melakukan Percobaan dan Mencatat Hasil

Penelitian akan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Mempersiapkan alat, bahan, dan arena

2. Mulai melepas ikan dari sisi seberang pengeras suara. Bila pengeras suara terdapat di sebelah kanan kolam, maka ikan dilepaskan di sebelah kiri kolam.

3. Memutar musik

4. Memperhatikan dan mencatat detik pertama ikan masuk ke dalam area 60 cm

5. Memperhatikan dan mencatat banyak ikan yang masuk area 60 cm dan

30 cm dalam 1 menit

(10)

163

6. Memperhatikan dan mencatat banyak ikan yang masuk area 60 cm dan 30 cm dalam 2 menit

7. Memperhatikan dan mencatat banyak ikan yang masuk area 60 cm dan 30 cm dalam 3 menit

8. Matikan musik

9. Terapkan langkah 1-8 kepada semua percobaan dengan musik dan posisi pengeras suara yang berbeda.

Terlihat pada langkah 2 bahwa ikan dilepaskan atau dimulai pada sisi seberang atau posisi terjauh dari pengeras suara. Hal ini bertujuan untuk melihat respon tercepat dan terbanyak dari ikan koi terhadap suatu musik tertentu.

Kemudian, pada proses pengukuran pada langkah 4-7, ikan koi yang dihitung masuk ke dalam area adalah ikan yang seluruh bagian tubuhnya masuk di dalam area tersebut dan tidak hanya sebagian. Ikan koi yang telah keluar area dan masuk kembali akan dihitung kembali sebagai ikan yang memberikan respon.

3. Mengolah Data

Setelah melakukan semua percobaan yaitu sebanyak 8 kali percobaan, data yang didapatkan dari setiap percobaan dipindahkan ke dalam jurnal penelitian.

Dalam penelitian ini, hasil akan dibentuk menjadi tabel dan grafik untuk mempermudah dalam melakukan perbandingan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

Dari total 8 percobaan yang dilakukan dengan masing-masing 2 (dua) percobaan pada setiap posisi pengeras suara, ikan akan datang mendekati sumber musik, seperti yang terlihat pada gambar 6 dengan lama waktu yang berbeda-beda pada setiap percobaan dan jenis musik.

Gambar 6. Ikan Koi Mendekati Pengeras Suara (Sumber Musik)

(11)

164

Tabel 2. Lama waktu (detik) ikan pertama masuk ke dalam area 60 cm

Hasil yang didapatkan kemudian peneliti rangkum menjadi tabel dan grafik.

Tabel 2. menunjukkan hasil dari penelitian yang dibentuk menjadi tabel, yaitu lama waktu ikan pertama masuk atau datang ke dalam area 60 cm dalam satuan detik.

Rata-rata dari lama waktu ikan pertama masuk ke dalam area setiap suatu musik dimainkan dihitung dari total waktu dari 8 percobaan dibagi 8. Dalam tabel 1 juga dipaparkan standar deviasi (rumus 1).

𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝐷𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖 = √

2

∑(𝑥

𝑖

−(∑ (𝑛−1)

𝑛𝑖=1

𝑥

𝑖

/𝑛) )

2

(1) n : Ukuran sampel, 𝑥 𝑖 : Nilai x ke-i

Dari tabel 2. lama waktu, rata-rata waktu, standar deviasi, dan standar error dibentuk menjadi sebuah grafik. Pembuatan grafik ini bertujuan untuk mempermudah dalam analisis penelitian. Gambar 7. menunjukkan grafik waktu ikan pertama masuk ke dalam area pada setiap musik yang dimainkan. Setiap bar pada grafik tersebut mewakili salah satu jenis musik. Sedangkan grafik pada gambar 8 menampilkan rata-rata, standar deviasi, dan standar error dari waktu ikan pertama masuk ke dalam area pada setiap musik yang dimainkan.

Jenis Musik Percobaan Rata-

rata Std

Deviasi Std Error

1 2 3 4 5 6 7 8

Atonal 20 17 18 15 30 22 40 28 24 8,40 2,97

Pop 19 40 41 40 60 42 45 41 41 11,11 3,93

Rock 30 46 28 16 40 40 51 30 35 11,26 3,98

Blues 29 25 116 47 65 30 55 32 50 30,25 10,70

Klasik 38 18 16 22 37 25 30 30 27 8,19 2,90

Dangdut 48 37 68 46 70 120 74 39 63 27,28 9,65

Tanpa musik 39 50 65 70 180 160 78 43 86 54,02 19,10

(12)

165

Gambar 7. Grafik Waktu Ikan Pertama Masuk ke Dalam Area

Gambar 8. Grafik Rata-Rata, dan Standar Error Waktu Ikan Pertama Masuk ke Dalam Area pada Setiap Musik yang Dimainkan.

Hasil selanjutnya pada penelitian ini adalah banyaknya ikan yang masuk ke dalam area 60 cm dan 30 cm setelah musik dimainkan. Banyaknya ikan yang dihitung akan dicatat setiap menit pertama, kedua, dan ketiga setelah musik dimainkan. Jumlah ikan yang didapatkan merupakan akumulasi karena pada menit kedua jumlah ikan adalah jumlah ikan yang masuk area dalam dua menit atau jumlah ikan yang masuk di menit pertama dijumlah dengan yang masuk pada menit kedua. Begitu juga pada menit ketiga merupakan total semua ikan yang masuk area dalam 3 menit. Ikan koi yang telah keluar area dan masuk kembali juga akan dihitung kembali sebagai ikan yang memberikan respon. Hasil yang didapatkan

0 20 40 60 80 100 120

Atonal Pop Rock Blues Klasik Dangdut Tanpa musik

Wa kt u (d etik )

Rata-rata dan Standar Error Waktu Kedatangan Ikan Pertama Setiap Jenis Musik

Rata-rata

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200

1 2 3 4 5 6 7 8

Wa kt u (d et ik)

Percobaan

Waktu Ikan Pertama Masuk Area Setiap Musik

Atonal Pop Rock Blues Klasik Dangdut Tanpa musik

(13)

166

kemudian akan dibentuk menjadi sebuah tabel dan grafik. Tabel yang akan dibentuk akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tabel banyak ikan yang masuk area 60 cm (tabel 3, 4, dan 5) dan area 30 cm (tabel 6, 7, 8). Tabel 3, 4, dan 5 masing-masing merupakan jumlah ikan yang masuk pada area 60 cm pada menit pertama, kedua, dan ketiga. Sedangkan, tabel 6, 7, dan 8 masing-masing merupakan jumlah ikan yang masuk pada area 30 cm pada menit pertama, kedua, dan ketiga.

Tabel 3. Jumlah Ikan yang Masuk ke Dalam Area 60 Cm pada Menit Pertama

Jenis Musik Percobaan Rata-

rata

Std Dev

Std 1 2 3 4 5 6 7 8 Err

Atonal 4 4 8 2 4 3 3 8 4,5 2,27 1,51

Pop 3 3 2 1 1 1 1 4 2,0 1,20 1,09

Rock 5 4 3 3 2 2 1 6 3,3 1,67 1,29

Blues 3 2 0 1 0 1 1 9 2,1 2,95 1,72

Klasik 6 4 3 2 2 2 2 6 3,4 1,77 1,33

Dangdut 1 1 0 1 0 0 0 4 0,9 1,36 1,16

Tanpa Musik 1 2 0 0 0 0 0 3 0,8 1,16 1,08

Tabel 4. Jumlah Ikan yang Masuk ke Dalam Area 60 Cm pada Menit Kedua

Jenis Musik Percobaan Rata-

rata Std

Dev Std 1 2 3 4 5 6 7 8 Err

Atonal 8 11 12 5 6 4 8 15 8,6 3,78 1,94

Pop 7 9 6 1 2 3 4 14 5,8 4,27 2,07

Rock 14 11 7 5 5 4 8 10 8,0 3,46 1,86

Blues 6 6 1 2 3 2 2 14 4,5 4,28 2,07

Klasik 18 14 7 7 6 3 11 12 9,8 4,89 2,21

Dangdut 5 4 4 3 2 1 6 9 4,3 2,49 1,58

Tanpa Musik 4 5 4 2 0 0 2 7 3,0 2,45 1,57

(14)

167

Tabel 5. Jumlah Ikan yang Masuk ke Dalam Area 60 Cm pada Menit Ketiga

Jenis Musik Percobaan Rata-rata Std

Dev Std Err

1 2 3 4 5 6 7 8

Atonal 17 17 22 11 13 10 18 15 15,4 3,96 1,99

Pop 10 15 9 3 6 5 10 14 9,0 4,21 2,05

Rock 25 17 14 7 7 7 14 10 12,6 6,30 2,51

Blues 11 12 4 5 5 4 8 14 7,9 3,98 1,99

Klasik 28 22 12 9 7 5 16 12 13,9 7,81 2,79

Dangdut 8 8 8 4 3 2 14 9 7,0 3,89 1,97

Tanpa Musik 7 6 9 2 0 1 4 7 4,5 3,25 1,80

Tabel 6. Jumlah Ikan yang Masuk ke Dalam Area 30 Cm pada Menit Pertama

Jenis Musik Percobaan Rata-

rata Std Dev Std 1 2 3 4 5 6 7 8 Err

Atonal 2 0 1 1 1 1 0 1 0,9 0,64 0,80

Pop 0 0 0 1 0 0 0 0 0,1 0,35 0,59

Rock 0 0 1 0 0 0 0 0 0,1 0,35 0,59

Blues 0 0 0 0 0 0 0 0 0,0 0,00 -

Klasik 3 0 1 1 1 1 0 1 1,0 0,93 0,96

Dangdut 1 0 0 0 0 0 0 0 0,1 0,35 0,59

Tanpa Musik 0 0 0 0 0 0 0 0 0,0 0,00 -

Tabel 7. Jumlah Ikan yang Masuk ke Dalam Area 30 Cm pada Menit Kedua

Jenis Musik Percobaan Rata-rata Std Dev Std Err

1 2 3 4 5 6 7 8

Atonal 3 4 3 2 3 2 2 5 3,0 1,07 1,03

Pop 0 1 2 1 0 1 1 1 0,9 0,64 0,80

Rock 2 3 4 0 2 1 0 1 1,6 1,41 1,19

(15)

168

Blues 1 0 0 0 1 1 1 1 0,6 0,52 0,72

Klasik 0 0 2 2 2 3 1 2 1,5 1,07 1,03

Dangdut 1 1 2 0 0 1 0 0 0,6 0,74 0,86

Tanpa Musik 1 2 2 0 0 0 0 0 0,6 0,92 0,96

Tabel 8. Jumlah Ikan yang Masuk ke Dalam Area 30 Cm pada Menit Ketiga

Jenis Musik Percobaan Rata-

rata Std

Dev Std 1 2 3 4 5 6 7 8 Err

Atonal 7 8 7 4 9 4 7 10 7,0 2,14 1,46

Pop 1 5 4 2 1 2 3 3 2,6 1,41 1,19

Rock 5 4 5 1 4 2 2 4 3,4 1,51 1,23

Blues 2 3 2 3 2 2 2 1 2,1 0,64 0,80

Klasik 8 9 6 2 3 3 3 5 4,9 2,59 1,61

Dangdut 2 2 4 1 1 0 1 1 1,5 1,20 1,09

Tanpa Musik 3 3 4 0 0 1 0 1 1,5 1,60 1,27

Dari seluruh tabel tersebut (tabel 3, 4, 5, 6, 7, dan 8) akan dibentuk dua

grafik dari rata-rata pada setiap tabel. Gambar 9 adalah grafik untuk kelompok tabel

yang pertama (tabel 3, 4, dan 5 lampiran) yaitu jumlah ikan yang masuk pada area

60 cm. Data yang dimasukkan dalam grafik ini adalah rata-rata dari jumlah ikan

yang masuk ke dalam area 60 cm pada menit pertama, kedua, dan ketiga setelah

setiap jenis musik dimainkan. Sumbu y merupakan nilai rata-rata dan sumbu x

merupakan kelompok menit ke-1 sampai 3. Pada grafik tersebut disertakan juga

error bar berupa standar error. Begitu juga untuk gambar 10 merupakan grafik rata-

rata jumlah ikan yang masuk pada menit pertama, kedua, dan ketiga namun ke

dalam area 30 cm.

(16)

169

Gambar 9. Grafik Rata-Rata Jumlah Ikan Masuk Area 60 cm.

Gambar 10. Grafik Rata-Rata Jumlah Ikan Masuk Area 30 cm.

Pembahasan

1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif merupakan bagian dari analisis data yang memberikan gambaran awal setiap variabel yang digunakan dalam penelitian, gambaran atau deskriptif suatu data tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata (mean), maksimum,

-5.0 0.0 5.0 10.0 15.0 20.0

Menit ke-1 Menit ke-2 Menit ke-3

R at a- ra ta Ju m la h (I ka n)

Rata-rata Jumlah Ikan Masuk Area 60 Cm

Atonal Pop Rock Blues Klasik Dangdut Tanpa musik

-2.0 -1.0 0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 7.0 8.0

Menit ke-1 Menit ke-2 Menit ke-3

JU M LA H (I KAN )

Rata-rata Jumlah Ikan Masuk Area 30 Cm

Atonal Pop Rock Blues Klasik Dangdut Tanpa musik

(17)

170

minimum, dan standar deviasi dari setiap variabel yang digunakan dalam penelitian (Ghozali, 2013). Statistik deskriptif pada penelitian ini menggunakan nilai rata-rata, standar error dan standar deviasi.

Pada tabel 2 terlihat bahwa standar deviasi musik atonal pada waktu ikan pertama masuk area 60 cm adalah 8,4. Hal ini memiliki arti bahwa dari delapan percobaan pada musik atonal tersebut menyimpang sebesar 8,4 dari nilai rata- ratanya (24). Nilai standar deviasi yang lebih kecil daripada nilai rata-rata menunjukkan bahwa jenis musik atonal yang dimainkan mempengaruhi lama waktu ikan pertama masuk dalam area 60 cm.

Pada tabel 3 hingga 9 didapatkan hampir semua nilai standar deviasi di bawah rata-rata, tetapi terdapat nilai standar deviasi yang berada diatas rata-rata pada tabel 3 untuk musik blues, dangdut dan tanpa musik dan tabel 6 untuk pop, rock, dangdut. Nilai standar deviasi yang lebih besar daripada nilai rata-rata menunjukkan bahwa jenis musik pop, blues, rock dan dangdut yang dimainkan tidak bisa menggambarkan pengaruh jumlah ikan yang masuk area dalam menit 1 (pertama).

Selanjutnya untuk nilai rata-rata, pada tabel 2 peneliti mengambil rata-rata terendah pada waktu pertama kali ikan masuk area 60 cm. Jenis musik atonal memiliki rata-rata yang paling rendah dalam artian musik atonal mengundang ikan dengan waktu tercepat dengan rata-rata 24 detik. Lalu peneliti mengambil rata-rata tertinggi pada rata-rata jumlah ikan memasuki area 60 cm dan 30 cm yang dapat dilihat pada tabel 9. Rata-rata tertinggi diambil dari tabel 3 hingga tabel 8.

Tabel 9. Data Rata-Rata Tertinggi Jumlah Ikan Masuk Dalam Area Jenis Data Rata – Rata Tertinggi Area 60 cm pada menit pertama 5 (Atonal) Area 60 cm pada menit kedua 10 (Klasik) Area 60 cm pada menit ketiga 15 (Atonal) Area 30 cm pada menit pertama 1,0 (Klasik) Area 30 cm pada menit kedua 3,0 (Atonal) Area 30 cm pada menit ketiga 7,0 (Atonal)

Dari tabel 9, rata-rata tertinggi dominan dimiliki oleh musik atonal.

Walaupun pada jumlah ikan masuk area 60 cm pada menit kedua dan area 30 cm

pada menit pertama, musik klasik memiliki rata- rata tertinggi. Hal ini berarti musik

atonal yang mendominasi rata-rata jumlah ikan tertinggi dan memiliki waktu

tercepat dalam mengundang ikan pertama kali masuk area 60 cm adalah musik yang

paling disukai ikan.

(18)

171 2. Uji Signifikansi

Untuk melakukan uji signifikansi pada penelitian ini digunakan uji Multivariate anova (MANOVA) dan perhitungan dilakukan menggunakan aplikasi perangkat lunak SPSS 23.0. Hipotesis yang digunakan adalah:

H 0 : Tidak terdapat pengaruh jenis musik dengan jumlah ikan datang pada area tertentu dan menit tertentu serta lama waktu ikan datang pertama pada area 60 cm.

H 1 : Terdapat pengaruh jenis musik dengan jumlah ikan datang pada area tertentu dan menit tertentu serta lama waktu ikan datang pertama pada area 60 cm.

Untuk menguji hipotesis dilakukan langkah-langkah berikut di bawah.

a). Uji Homogenitas Varian

Tabel 10. Levene's Test of Equality of Error Variances

F df1 df2 Sig.

Area 30 cm pada menit pertama 2.128 6 49 .067

Area 30 cm pada menit kedua 1.826 6 49 .113

Area 30 cm pada menit ketiga 2.759 6 49 .022

Area 60 cm pada menit pertama 1.058 6 49 .400

Area 60 cm pada menit kedua 1.060 6 49 .399

Area 60 cm pada menit ketiga 1.669 6 49 .149

Lama Waktu 5.825 6 49 .000

Hasil uji Levene pada tabel 10. menunjukkan bahwa semua variabel memiliki varian yang sama apabila nilai sig. > 0,05. Apabila Sig. >0,05 maka uji Post Hoc menggunakan Uji Benferroni, sedangkan jika <0,05 maka menggunakan Games-Howell. Dari data terlihat bahwa variabel Lama Waktu menggunakan uji Games-Howell dan yang lainnya menggunakan uji Benferroni.

b) Uji MANOVA

Uji MANOVA digunakan untuk menguji apakah terdapat pengaruh

yang signifikan dari variabel predictor terhadap kelompok variabel

outcome. Hasil tabel 11. menunjukkan bahwa nilai F untuk Pillae Trace, Wilk

Lambda, Hotelling Trace, Roy’s Largest Root memiliki signifikansi yang lebih

(19)

172

kecil dari 0,05. Artinya, terdapat pengaruh lama waktu ikan mendekat, jumlah ikan pada area 30 cm pada menit pertama, area 30 cm pada menit kedua, area 30 cm pada menit ketiga, area 60 cm pada menit pertama, area 60 cm pada menit kedua, area 60 cm pada menit ketiga dengan jenis musik atonal, pop, rock, blues, klasik, dangdut, tanpa musik yang diperdengarkan .

Tabel 11. Multivariate Tests

Effect Value F Hypothesis

df Error df Sig.

Intercept Pillai's Trace .938 92.311

b

7.000 43.000 .000

Wilks' Lambda .062 92.311

b

7.000 43.000 .000

Hotelling's Trace

15.027 92.311

b

7.000 43.000 .000

Roy's Largest

Root 15.027 92.311

b

7.000 43.000 .000

Jenis Pillai's Trace 1.507 2.300 42.000 288.000 .000

Wilks' Lambda .109 2.955 42.000 205.140 .000

Hotelling's Trace

3.709 3.650 42.000 248.000 .000

Roy's Largest Root

2.489 17.066

c

7.000 48.000 .000

Selain itu juga dilakukan pengujian hubungan antara jenis musik dengan lama waktu ikan mendekat di area 60 cm dan jumlah ikan mendekat di area 30 cm, 60 cm pada waktu 1 menit, 2 menit dan 3 menit.

Dalam tabel 12, diambil cuplikan tabel Tests of Between Subjects Effect pada baris “Jenis”. Pada baris tersebut ada 7 baris lagi, tiap baris menunjukkan hasil uji pengaruh satu variabel predictor yaitu jenis terhadap masing-masing variabel outcome. Pada tabel tersebut, nilai pada kolom

“Sig.” dikatakan signifikan apabila nilai Sig. < 0,05. Ketujuh nilai menunjukkan <0,05, sehingga kesimpulan dan jawaban hipotesis adalah:

• Jenis musik mempengaruhi jumlah ikan datang pada area 30 cm pada menit pertama dengan nilai signifikansi 0,000 yang artinya H 0 ditolak atau H 1 diterima.

• Jenis musik mempengaruhi jumlah ikan datang pada area 30 cm pada

menit keduadengan nilai signifikansi 0,000 yang artinya H 0 ditolak atau

H 1 diterima.

(20)

173

• Jenis musik mempengaruhi jumlah ikan datang pada area 30 cm pada menit ketiga dengan nilai signifikansi 0,000 yang artinya H 0 ditolak atau H 1 diterima.

• Jenis musik mempengaruhi jumlah ikan datang pada area 60 cm pada menit pertama dengan nilai signifikansi 0,001 yang artinya H 0 ditolak atau H 1 diterima.

• Jenis musik mempengaruhi jumlah ikan datang pada area 60 cm pada menit kedua dengan nilai signifikansi 0,004 yang artinya H 0 ditolak atau H 1 diterima.

• Jenis musik mempengaruhi jumlah ikan datang pada area 60 cm pada menit ketiga dengan nilai signifikansi 0,000 yang artinya H 0 ditolak atau H 1 diterima.

• Jenis musik mempengaruhi lama waktu ikan pertama datang pada area 60 cm dengan nilai signifikansi 0,000 yang artinya H 0 ditolak atau H 1

diterima.

Tabel 12. Tests of Between-Subjects Effects

Source Dependent Variable

Type III Sum of Squares

df Mean

Square

F Sig. Noncent.

Paramet er

Observ ed Power

h

Jenis Area 30 cm

pada menit pertama

8.714 6 1.452 6.188 .000 37.130 .997

Area 30 cm pada menit kedua

36.607 6 6.101 6.737 .000 40.423 .998

Area 30 cm pada menit ketiga

195.929 6 32.655 11.470 .000 68.821 1.000

Area 60 cm pada menit pertama

90.929 6 15.155 4.352 .001 26.113 .968

Area 60 cm pada menit kedua

310.607 6 51.768 3.664 .004 21.982 .932

Area 60 cm pada menit ketiga

764.429 6 127.405 5.078 .000 30.465 .987

Lama

Waktu 22909.21 6 3818.20 5.383 .000 32.299 .991

(21)

174 Analisis Data

Dari gambar 7. kita bisa melihat bahwa musik atonal dan klasik mengundang ikan Koi dengan lama waktu yang paling singkat. Bilah pada grafik tersebut memperlihatkan bahwa musik atonal dan klasik memiliki durasi yang pendek pada beberapa percobaan. Dilihat dari lama waktu ikan pertama masuk ke dalam area, ikan koi mempunyai ketertarikan yang lebih dengan musik atonal dikuti klasik.

Kebenaran dari pernyataan ini dilihat dari gambar 8 dan tabel 2.

Gambar 8 menunjukkan rata-rata detik kedatangan ikan pada setiap jenis musik. Seperti pembahasan sebelumnya pada statistik deskriptif, musik atonal adalah yang tercepat dalam mengundang ikan. Jika kita mengurutkan dari rata-rata pada gambar 8 dan tabel 2, maka urutan jenis musik yang mendatangkan ikan dari yang tercepat ke yang terlama adalah musik atonal, klasik, rock, pop, blues, dangdut, dan yang terakhir saat tanpa musik yang dimainkan.

Untuk membuktikan kebenaran dari pengujian sebelumnya, diperlukan analisis terhadap jumlah ikan yang masuk ke dalam area 60 cm dan 30 cm pada menit pertama, kedua, dan ketiga. Pengamatan dimulai dengan melihat rata-rata jumlah ikan yang masuk area 60 cm pada tabel 3, 4 dan 5 serta gambar 9.

Pada menit pertama musik dimainkan, urutan dari jumlah ikan terbanyak hingga paling sedikit mirip dengan urutan waktu masuknya ikan ke dalam area 60 cm, hanya saja terdapat rata-rata jumlah ikan yang setara dan sama pada dua jenis musik yaitu pop dan blues serta dangdut dan ketika tanpa musik. Lalu pada menit kedua, urutan sebelumya berubah dengan musik klasik sebagai musik yang memiliki rata-rata jumlah ikan terbanyak pada menit kedua. Kemudian urutan dilanjutkan oleh atonal, rock, pop, blues, dangdut, dan tanpa musik.

Melanjutkan pembahasan pada rata-rata jumlah ikan yang masuk area 60 cm, peneliti menganggap bahwa rata-rata pada menit ketiga ini adalah yang terpenting.

Hal tersebut dikarenakan jumlah ikan pada menit ketiga adalah total dari semua ikan yang masuk ke dalam area 60 cm sepanjang musik dimainkan. Terlihat pada gambar 9 dan tabel 5, urutan dari yang tertinggi hingga terendah pada jumlah ikan yang masuk ke dalam area 60 cm adalah dari musik atonal, klasik, rock, pop, blues, dangdut, dan tanpa musik. Kebenaran urutan ini akan dilihat dengan pembahasan ketiga yaitu jumlah ikan yang masuk arena 30 cm.

Rata-rata jumlah ikan yang masuk arena 30 cm, terlihat pada tabel 6, 7, 8 dan

gambar 10, memiliki rata-rata dari yang lebih rendah dibandingkan rata-rata

jumlah ikan yang masuk ke dalam arena 60 cm. Di menit pertama, rata-rata ikan

yang masuk ke dalam arena 30 cm terbanyak adalah musik atonal dan klasik dengan

rata-rata 1 (satu). Rata-rata dari musik lainnya adalah 0 (nol). Lalu atonal memiliki

rata-rata tertinggi pada menit kedua. Klasik dan rock memiliki rata-rata yang sama

yaitu 2(dua) dan pop, blues, dangdut serta tanpa musik memiliki rata-rata 1(satu).

(22)

175

Pada menit ketiga, rata-rata jumlah ikan yang memasuki area 30 cm pada musik atonal meningkat jauh dan selisih dengan rata-rata dari musik lainnya cukup jauh yaitu 7 (tujuh), kecuali dengan musik klasik. Seperti pada sebelumnya, rata- rata ini adalah yang terpenting. Musik klasik memiliki rata-rata 5(lima). Sedangkan untuk pop dan rock adalah 3 (tiga) dan terendah dipegang oleh tiga musik yaitu (blues, dangdut, dan tanpa musik).

Jika dilihat dari tabel 3 dan 6, terlihat bahwa musik yang memiliki standar deviasi lebih besar dari rata-rata, sehingga nampak juga pada error bar di grafik 9 dan 10, adalah selain atonal dan klasik. Diikuti dengan mengamati tabel dan grafik berikutnya maka jenis musik yang paling berpengaruh adalah atonal dan klasik.

Sama seperti pembahasan statistik deskriptif, urutan musik yang paling mengundang ikan terbanyak dengan jangka waktu yang pendek dimulai dari musik atonal, kemudian musik klasik, rock, pop, blues, dangdut, dan tanpa musik.

Hasil penelitian ini juga memperkuat fakta bahwa ikan koi memang merespon musik dan tidak hanya kebetulan belaka setelah melihat bahwa ketika tanpa musik yang dimainkan, ikan akan datang dengan jangka waktu yang lebih lama untuk memasuki area 60 cm. Selain itu, dapat dilihat pada tabel 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 bahwa sebelum di rata-rata dan sesudah di rata-rata, “tanpa musik” dominan menempati peringkat terbawah pada setiap urutan dengan jumlah ikan paling sedikit dan lama waktu paling lama.

Dari hasil pengujian homogenitas dan signifikansi dengan menggunakan MANOVA, disimpulkan juga bahwa jenis musik mempengaruhi secara signifikan terhadap lama waktu ikan mendekat dalam area 60 cm dan jumlah ikan mendekat dalam area 30 cm serta 60 cm pada menit ke-1, ke-2 dan ke-3.

Penjelasan lain pada saat percobaan dilakukan, banyak juga ikan yang mendekati sumber suara tetapi menjauh kembali ketika belum memasuki area 60 cm. Ikan yang menjauh tersebut terjadi ketika musik sedang berada pada bagian musik yang intens, bervolume keras, dan cepat. Hal ini berbeda ketika tidak ada musik yang dimainkan, kebanyakan ikan datang dengan bergerak searah dan tidak berputar kembali walaupun dengan jangka waktu yang panjang. Dari kejadian tersebut, peneliti mengambil kesimpulan bahwa suara keras dan intens ini dijauhi ikan karena berdasar penelitian (Popper & Hastings, 2009) disebutkan bahwa suara keras dan intens menyebabkan kerusakan jaringan pada ikan yang juga dapat menyebabkan kematian.

Dalam percobaan juga terlihat bahwa terdapat beberapa ikan yang memiliki preferensi atau selera kesukaan musik masing-masing. Seperti terdapat satu ikan koi yang dominan selalu datang pertama kali ketika musik atonal dimainkan.

Maka jika ikan koi menyukai musik tertentu, informasi ini akan dapat

digunakan untuk menangkap ikan, membantu proses perkembangbiakan,

mempengaruhi nafsu makan ikan sehingga mempercepat pertmbuhan ikan,

(23)

176

SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka disimpulkan bahwa dengan menggunakan pengujian statistik deskriptif dan inferensial, dibuktikan bahwa jenis musik yang diperdengarkan mempengaruhi perilaku dan respon ikan

Penelitian dilakukan dengan menguji yang pertama lama waktu ikan mendekat sumber suara dalam rentang 60 cm terhadap musik atonal, pop, rock, blues, klasik dan dangdut. Yang kedua menguji jumlah ikan mendekat sumber suara di jangkauan 30 cm dan 60 cm dalam rentang waktu 1 menit, 2 menit dan 3 menit terhadap musik atonal, pop, rock, blues, klasik dan dangdut.

Jenis musik yang paling disukai ikan koi adalah atonal. Urutan dari jenis musik yang paling disukai ikan koi adalah musik atonal, klasik, rock, pop, blues, dangdut, hingga tanpa musik.

Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut:

a) Melakukan penelitian pada spesies ikan lain, baik kepada ikan yang merupakan spesialis pendengaran maupun generalis.

b) Menguji penelitian ini untuk penangkapan ikan, perkembang biakan ikan, maupun untuk manfaat lainnya.

c) Melakukan analisis pada fitur masing-masing jenis musik terhadap preferensi ikan.

d) Melakukan penelitian dengan musik yang lain pada setiap jenis musik.

e) Mengkondisikan lingkungan penelitian yang sama untuk setiap percobaan seperti kandungan mineral dan mikroba di air, lingkungan di luar air yang benar-benar tanpa suara atau getaran.

DAFTAR PUSTAKA

Fay, R. R., & Popper, A. N. (1999). Comparative Hearing: Fish and Amphibians.

Springer-Verlag New York, Inc.

G´omez, E., Gouyon, F., Amatriain, X., Bonada, J., Cano, P., Herrera, P., & Loscos, A.

(2006). TONAL DESCRIPTION OF MUSIC AUDIO SIGNALS.

Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi.

Hastings, M. C., & Popper, A. N. (2007). Update on exposure metrics for evaluation

of effects of sound on fish. The Journal of the Acoustical Society of America,

(24)

177

122(5), 3059. https://doi.org/10.1121/1.2942908

Hermawati, H., Adil, A., Nurjumadil, M., & Jamaluddin, J. (2018). “Piber Ledfresur”

(Penangkapan Ikan Berbasis Led Dan Frekuensi Suara). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 4(2), 64. https://doi.org/10.26858/jptp.v4i2.6613 Honingh, A., & Bod, R. (2011). Clustering and classification of music by interval

categories. Lecture Notes in Computer Science (Including Subseries Lecture Notes in Artificial Intelligence and Lecture Notes in Bioinformatics), 6726 LNAI(August), 346–349. https://doi.org/10.1007/978-3-642-21590-2_30 Kusku, H., Ergun, S., Yilmaz, S., Guroy, B., & Yigit, M. (2019). Impacts of urban noise

and musical stimuli on growth performance and feed utilization of koi fish (Cyprinus carpio) in recirculating water conditions. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences, 19(6), 513–523. https://doi.org/10.4194/1303-2712- v19_6_07

Miller, S. J. (n.d.). 10 Characteristic Music.

Nelson, J. S., Grande, T. C., & Wilson, M. V. H. (2016). Fishes of The World (Fifth edit).

John Wiley & Sons, Inc.

P.Farrel, A. (2011). Encyclopedia of Fish Physiology : from Genome to Environment (Issue September 2016). Elsevier Inc.

Pachet, F., & Cazaly, D. (2000). A Classification of Musical Genres. Content-Based Multimedia Information Access Conference, April, 1238–1245.

Panutan, C. K. (2016). Pengaruh Musik Klasik Mozart. 1, 1–79.

Popper, A. N., & Hastings, M. C. (2009). The effects of human-generated sound on fish. Integrative Zoology, 4(1), 43–52. https://doi.org/10.1111/j.1749- 4877.2008.00134.x

Popper, A. N., & Hawkins, A. D. (2019). An overview of fish bioacoustics and the impacts of anthropogenic sounds on fishes. Journal of Fish Biology, 94(5), 692–

713. https://doi.org/10.1111/jfb.13948

Ripani, R. J. (2006). The New Blue Music: Changes in Rhythm & Blues, 1950-1999.

Rojek, C. (2011). Pop Music, Pop Culture.

Romadhon, A. (2013). Musik Dangdut Koplo Di Grup Bhaladika Semarang Dalam Konteks Perubahan Sosial Budaya. Catharsis: Journal of Arts Education, 2(1).

Sugiyanto, S., Setiawan, J. D., Nugraha, F., & Yuwana, R. W. (2019). Dasar-Dasar Perancangan Alat Pemanggil Ikan. Rotasi, 21(2), 115.

https://doi.org/10.14710/rotasi.21.2.115-119

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimana pengaruh substitusi sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda dalam pengencer NaCl fisiologis terhadap motilitas dan viabilitas sperma ikan koi (Cyprinus

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis “Pengaruh Cekaman Suhu terhadap Penyakit Koi Herpes Virus (KHV) pada Ikan Koi (Cyprinus carpio koi)” adalah karya saya dengan arahan dari

Budidaya Ikan Hias Koi Cyprinus carpio Lokal di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok.. Jurnal Media

Koi Herpesvirus (KHV) merupakan penyakit viral pada ikan mas dan koi {Cyprinus carpio) yang sangat menular, menginfeksi semua umur atau ukuran ikan. Penyakit tersebut

Telah dilakukan penelitian tentang studi pengaruh pH dan kandungan mineral Fe, Ca, Mg dan Cl terhadap pertumbuhan ikan mas koi (Cyprinus carpio) pada akuarium yang diisi dengan

Karya ketujuh (gambar 7 terlampir), menggambarkan dua objek ikan koi yang berenang berlawanan arah yang mana pada ikan koi memiliki warna yang berbeda yaitu

2.1. Morfologi Ikan Koi.. Koi memiliki berbagai corak warna yang lebih indahdan mempunyai badan yang berbentuk seperti torpedo dengan perangkat gerak berupa sirip. Ada-pun

69 PENGGUNAAN PUPUK DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PIGMENTASI IKAN KOI Cyprinus carpio Yaqub Riki Rahmawan1, Novita MZ1 2 , Neneng Nurbaeti1 1 Program Studi Akuakultur Fakultas