BAB. II
KEADAAN UIVIUM DAN
PERKEMBANGAN PARIWISATA
Dl DAERAH TINGKAT I BALI,
KHUSUSNYA DAERAH SANUR.
2:.l. KEADAAN UMUM PULAU BALI.
2.I.I. Letak Astronomi, Klimatologi dan Meteorologi.
Yang dimaksud dengan letak astronomi adalah letak suatu daerah terhadap garis lintang dan bujur. Dalam hal ini Pulau Bali terletak diantara 7° 54' dan 8° 3' L.S. dan 115° 4 3 ’ B.T. Letak geografi dari pada Pulau Bali terletak di daerah equator ( antara 23 1/2 Lintang Utara dan 23 1/2 Lintang Selatan ), dengan demikian Pulau Bali terletak di daerah Tropis,
Ditinjau dari curah hujan, maka secara umum bahwa Bali a- dalah merupakan daerah yang mempunyai curah hujan cukup tinggi, dimana termasuk mempunyai bulan basah sekali ( cu
rah hujan lebih besar dari 120 mm/bulan ). Melihat letak klimatologisnya, Bali beriklim tropis, dimana musim peng- hujannya berkisar pada bulan Oktober s/d April dan musim panas pada bulan April s/d Oktober. Pada musim-musim peng- hujan berhembus angin Barat, sedangkan pada musim panas berhembus angin Timur.
2.,1.2, Luas P. Bali dan luas masing-masing Daerah Tk. II.
Luas Pulau Bali adalah 5.632,86 Km2.
Sedangkan luas masing-masing Daerah Tk. II, adalah sebagai berikut :
a. Buleleng 1.320,80 Km2,
b. Jembrana 841,80 Km2.
c. Tabanan 863,06 Km2.
d. Badung 542,50 Km2,
e. Gianyar 368 Km2,
f. Bangli 520 Km2.
g. Klungkung 315 Km2.
h. Karangasem 861,70 Km2.
Jumlah luas P. Bali : 5,632,86 Km2.
2.1.3. Letak Maritim dan Ekonomis.
Pulau Bali merupakan salah satu pulau dari kepulau- an Nusa Tenggara yang dikelilingi oleh lautan yang luas.
Oleh karena itu laut yang mengelilingi Bali mempunyai pe- ngaruh. yang penting baik terhadap aktivitas pendudiak mau- pun terhadap iklim di Bali sendiri.
Kalau ditinjau dari segi ekonomis, P. Bali mempxinyai letak yang strategis dan menguntxingkan*. karena P. Bali merupakan penghubung lalu lintas darat/laut antara P. Jawa dengan pu- lau-pulau Nusa Tenggara, juga terletak antara Benua Asia dan Australia, sehingga P. Bali merupakan penghubung antara kedua Benua tersebut. Ditambah dengan terkenalnya P. Bali sebagai obyek Pariwisata di dunia Internasional, maka P. Ba
li mempunyai letak yang sangat menguntungkan pula.
2.. 1.4. Prasarana Pemerintahan.
Sebelum tahun 1958, daerah Bali merupakan salah sa
tu Daerah Pulau disamping 5 Daerah Pulau lainnya ( Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores dan Timor ), dimana 6 daerah pulau itu berada dibawah Pemerintahan Propinsi Administrasi Sun- da Kecil/Nusa Tenggara.
Daerah Bali pada masa ini dipimpin oleh seorang Kepala Dae
rah dengan 8 Swapraja yang dipimpin oleh Kepala Swapraja ( Raja ), yang akibat perkembangan selanjutnya Swapraja ter
sebut diganti menjadi Daerah Tingkat II { Kabupaten ).
Sejak 14 Agustus 1958, Daerah Bali telah menjadi suatu Pro-
--- 8a:aS
Q 1EJ>J '<0'nk Pucf^-MS-
® UK,' v . o u K aH - P A T E H O iWo .-ma nECiM^TAW
SKALA 1.750000
P U S A T R E K R E A S i D A N O L A H R A G A S E L A M D f S A N U R - B A L I
PEMBAGIArSl W ILA Y A H D A E R A H TK. II P R O P . BALI
Propinsi, dengan dileburnya Propinsi Sunda kecil/Nusa Teng- gara nienjadi 3 propinsi, yaitu :
- Propinsi Bali.
- Propinsi Nusa Tenggara Barat.
- Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Daerah administrasi Pemerintahan dibawah Kabupaten ialah Kecamatan, didaerah Bali terdapat 50 buah Kecamatan, ke- mudian dibawah Kecaumatan ialah Desa.
Di Bali terdapat 2 jenis Desa, yaitu : - Desa Dinas sebanyak 564 Desa Dinas.
- Desa Adat sebanyak 1.456 Desa Adat,
Desa-desa di Bali memp'inyai bawahan lagi yang disebut de
ngan Banjar. Jadi Desa Dinas mempunyai Banjar Dinas yang dikepalai oleh Kelian Dinas dan Desa Adat mempunyai Ban-
jar Adat yang dikepalai oleh Kelian Adat.
2.2. PERKEMBANGAN KEPARIWISATAAN DI DAERAH TK. I BALI.
Kegiatan kepariwisataan di Bali sekarang ini berkem- bang semakin pesat. Perkembangan yang pesat ini dimung- kinkan dengan adanya sarana-sarana hotel dan jasa-jasa
angkutan yang semakin lengkap untuk melayani keperluan wisatawan baik luar negeri maupun domestik.
Makin meningkatnya jumlah wisatawan luar negeri maupun domestik yang berkunjung ke Bali dengan perincian seba- gai berikut :
- Tahun 1976 :
Tamu luar negeri sebanyak 119.945 orang.
Tamu domestik sebanyak 84.182 orang.
204.127 orang.
- Tahun 1977 237.000 orang.
- Tahun 1978 279.000 orang.
Dari sumber Diparda ( Dinas Pariwisata Daerah ) Bali bah- wa pendapatan yang diperoleh daerah dari industri wisata- nya untuk tahun 1975 meliputi US $ 21.86 juta, yaitu be- rupa belanja yang dikeluarkan/ditukarkan di daerah terse- but. Sedang nilai eksportnya xmtuk tahun yang sama hanya
sebesar US $ 6.591 juta. Untuk tahun 1976 meningkat men- jadi US $ 35.86 juta sedangkan nilai eksportnya hanyalah sebesar US $ 8.839 juta.
Musim kunjungan wisatawan asing di Pulau Bali adalah bu- lan Maret, Juli, Agustus dan Desember, tetapi pada bulan~
bulan lainnya Pulau Bali tidak pernah sepi dari kunjung
an wisatawan asing maupun domestik, hal tersebut sesuai dengan harapan dari Pemerintah akan terus meningka^znya kunjungan wisatawan ke Bali, sehingga dapat menjadikan Bali sebagai pusat pengembangan pariwisata di Indonesia bagian Timur.
2.3. PULAU BALI SEBAGAI PRIORITAS PENGEMBANGAN No : II DTV7 - BAHARI ( DAERAH TUJUAN WISATA ) .
Latar belakang Pulau Bali dipilih sebagai prioritas pengembangan no: II DTW - Bahari yaitu melalui suatu sur
vey yang dilakukan oleh FT. IDA CIPTA berdasarkan surat Direktorat Jendral Pariwisata tertanggal 5 Maret 1979, no. 01/P3KSTLN/III/79, ditentukan berdasarkan kriteria- kriteria yang terdiri dari :
a. Faktor utama :
- Keadaan taman laut { bunga karang, ikan hias, ikan buru ).
- Ada tidaknya kerangka kapal tenggelam.
- Terdapat/tidaknya V-enda peningi^alan purbakala di ba- wah laut.
- Assesibilitas { kapasitas airport, jaringan jalan raya/ferry, fasilitas transport, relatip dekat de- ngan pusat pemukiman ).
b. Faktor pendukung :
- Kunjungan wisatawan bahari.
- Dikenal di dunia wisata bahari.
- Keadaan cuaca setempat.
- Daerahnya aman atau tidak rawan.
c. Faktor pelengkap :
- Kebudayaan, sejarah dan alam yang indah.
- Fasilitas akomodasi, sumber air tawar, fasilitas ke- sehatan dan penjaga pantai.
- Pemasaran dan kemungkinannya.
Berdasarkan penilaian masing-masing faktor tersebut menu- rut bobotnya untuk masing-masing DTW, maka disimpulkan foahwa Pulau Bali terpilih sebagai prioritas no : II, ada- pun urut-urutan prioritas pengembangan dari DT\*7, adalah sebagai berikut :
. Prioritas I : DTV7 Riau ( P.Bintan ).
. Prioritas II : DTO Bali.
. Prioritas III : DTW Jakarta I ( Kepulauan Seribu ).
. Prioritas IV : DTW Maluku ( Nusa Ina ).
. Prioritas V : DT^'? Java Timur.
. Prioritas VI : DT\-^ Minahasa.
. Pr’oritas VII : DTV? Jakarta II ( Selat Sunda ) .
/ /
j ^ f ) ^ \
i o ^ V '
P U S A T R E K R E A S i D A N O L A H R A G A S E L A M D l S A N U R . B A L I
ilMDOIMESIA S C U B A DSVING TOUR
2
SKALA 1 .7500CO
1
1 P U S A T R E K R E A S I D A W O L A H R A 6 AI S E L A M D l S A N U R - B A L I
1
PETA LOKASI
1 WISATA B A H A R i Oi BALI
3 1
2.4. KEADAAN UMUM WILAYAIi WISATA SANUR.
2.4.1. Lingkungan alam dan sejarah perkembangannya.
Sanur termasuk dalam wilayah Kecamatan Kesiman Da- 6rah TK. II Badung, terletak di bagian tepi Timur dari kota Denpasar. Merupakan daerah pantai berpasir putih yang sangat potensiil untuk dikembangkan guna meningkatkan ke- hidupan pendudiik Sanur khususnya dan Bali serta Indonesia umumnya.
A. Lokasi dan luas Sanur :
- Terletak pada bagian Selatan Pulau Bali ( + 8° L.S.
dan 115® g.T. ).
- Bentuk desa agak melengkung menyusur pesisir pantai dengan ukuran :
* Utara - Selatan + 3,5 Km.
* Timur Barat + 1,6 Km.
- Luas daerah Sanur + 588,46 Ha.
- Batas-batas wilayah Sanur :
* Sebelah Utara dengan Desa Sumerta.
* Sebelah Selatan dengan pantai/laut.
* Sebelah Timur dengan pantai/laut Selat Lombok.
* Sebelah Barat dengan Desa Dangin Puri ( Denpasar ).
- Termasuk dalam wilayah Kota Administratip Denpasar.
B. Sejarah perkembangan Sanur :
Pada mulanya masyarakat Sanur hidup dari pertanian dan nelayan, pengaruh pariwisata mulai terasa sekitar mene- tapnya orang asing seperti New House, Le K/ayeur dan lain-lainnya.
Kemudian beberapa hotel kecil mulai dibuka, seperti Hotel Sindhu Beach, Hotel Narmada dan Hotel Segara
( 1 9 5 6 ), Hotel Tanjung Sari ( 1 9 6 3 ) dan sebagainya.
Setelah Hotel Bali Beach tahun 1966 dibuka, terjadi- lah perubahan yang tampak, bukan hanya pembangunan phisik ( hotel, restaurant, toko kesenian dan seba
gainya ) tapi juga mempengaruhi cara hidup masyarakat setempat.
Pertumbuhan hotel-hotel besar terus berkembang, seper^
ti Hotel Hyatt tahun 1973, Hotel Sanur Beach tahun 1974 serta hotel-hotel kecil dan sarana pariwisata lainnya.
Hingga pada masa sekarang di Sanur terdapat 1808 ka- mar yang terdiri dari :
- Hotel berbintang 4 + 5 , sebanyak 1340 kamar dari 3 buah hotel.
- Hotel berbintang 2 + 3 , sebanyak 324 kamar.
- Hotel non bintang, sebanyak 144 kamar.
* Untuk hotel berbintang 2 + 3 dan non bintang ter
dapat sebanyak 17 buah.
2.4.2. Pola penggunaan tanah.
Gambaran umum pola penggunaan tanah yang ada : - Desa Sanur merupakan suatu des* administratip yang ter
diri dari beberapa desa adat ( 2 desa adat ) dan yang terdiri dari 24 Banjar.
- Masih terlihat pola desa-desa yang ada dengan balai- balai Banjar, kahyangan tiganya ( Pura Desa ) terma-
suk kuburannya.
Daerab Sanur terdiri dari atas dua bagian yaitu ba- gian Barat merupakan tanah persawahan dan bagian Ti
mur tanah ladang ( termasuk daerah perumahannya ).
- Perketr.bangan pariwisata yang pesat di daerah Sanur terdapat di pesisir pantai bagian Timur Sanur, mem- bujur dari Utara ke Selatan, merupakan daerah perho- telan dengan perkembangan-perkembangannya yang ber- kaitan drngan pariwisata.
2^4.3. Kependudukan.
Berdasarkan data statistik Kantor Perbekel Sanur, jumlah penduduk desa Sanur dalam tahun 1976 adalah seba-- nyak 11.490 orang, yang mana terdiri dari :
* 5.808 orang pria - 50,55 % dari jumlah penduduk.
* 5.682 orang wanita - 49,45 % dari jumlah penduduk.
Dimana jumlah tersebut tersebar pada 24 Banjar.
Katagori umur penduduk desa Sanur menurut data tahun 1976 adalah sebagai berikut :
* 0 - 4 tahun : 1.296 orang - 11,28 % dari jumlah.
* 5 - 14 tahun : 3.073 orang - 26,75 ?/o dari jumlah.
* 15 - 24 tahun : 2.147 orang - 18,64 % dari jumlah.
* 25 - 54 tahun : 3.916 orang - 34,08 % dari jumlah.
* 55 tahun keatas: 1.063 orang - 9,75 % dari jumlah.
2.5. PERKEMBANGAN PARIWISATA DI DAERAH SANUR.
Pada tahun 1932, seorang pelukis Belgia yang bernama Le ^';ayeur mulai menetap di Sanur, sejak itulah daerah Sa
nur mulai didatangi oleh para wisatawan.
2 .5,1. Potensi wisata yang ada.
Lokasi tempat-terrpat wisata yang ada di wilayah Sanur, yaitu :
- Tempat kramat :
Pura Dalem Pengembak dan Pelinggih Segara ( Merta Sari ), Tukad Maling Kiyuh ( Alit Bungalow ) dan Telaga Cede A- lit { pcrsawahan sebelah Barat Werdhapura ),
- Peninggalan sejarah :
Belanjong, Pura dipantai Hotel Sindhu Beach, Museum Le Mayeur dan Jero Geriya Gede.
- Rekreasi pantai :
Tempat rekreasi pantai bagi umum yang telah populer, wa- laupun keadaannya belum sesuai dengan yang diharapkan yaitu di sekitar Hotel Bali Beach, sekitar La Ta Verna dan menyebar di sepanjang pantai.
2 .5.2. Industri pendukung pariwisata.
Keadaan industri pendukung pariwisata di daerah Sanur, baik untuk kepentingan umum maupun untuk pelayanan umum maupun wisata dapat dikatakan memadai,
a. Restaurant.
Hampir setiap hotel yang ada di Sanur menyediakan makan- an bagi taraunya sehingga hampir setiap hotel mempunyai restaurant, Disamping restaurant-restaurant di dalam hotel terdapat juga restaurant-restaurant yang terdapat diluar hotel, baik melayani wisatawan maupun melayani keperluan umum.
Jumlahnya meliputi 15 restaurant.
b. Souvenir Shop.
Pada hotel-hotel bertarap Internasional mempunyai Souve
nir shop yang terdapat di dalam arkade dari hotel-hotel tersebut.
Souvenir shop yang terdapat di luar hotel, dimana pada akhir tahun 1975 sudah terdapat 77 kapling artshop.
Lokasi dari Souvenir shop ini terdapat pada tempat-tem- pat pada arkade hotel-hotel, komplek di sekitar Museum Le Mayeur, Komplek Beach Market ( sebelah Selatan Hotel Bali Sea Side Cottage ), komplek disebelah Selatan Ho
tel Bali Hyatt dan Komplek disebelah Timur Hotel Sanur Beach, serta terdapatnya kios-kios souvenir shop di se- panjang jalan umum yang ada di wilayah Sanur.
c<, Travel Agency.
Travel agency yang ada di wilayah Sanur sebanyak 18 bu- ah. Pada \amumnya travel tersebut berada pada arkade ho
tel-hotel besar yang ada di wilayah Sanur dan hanya se- buah yang ada di luar arkade hotel.
2 .5.3. Prospek perkembangan pariwisata di Sanur.
Dengan makin bertambahnya jumlah wisatawan yang da- tang ke Pulau Bali, dimana pada tahun 1977 diperkirakan se
banyak 237.000 orang { Checi Company, berdasarkan Air Poli
cy ) yang mana jumlah tersebut akan terus berkembang dan pada tahun 1985 diperkirakan sebanyak 675.000 orang ( hasil proyeksi dari Checi Company ). Dengan demikian kebutuhan kamar hotel di Bali pada tahun 1985 sebanyak + 7000 kamar,
mengingat dan mempcrtimbangkan pengembangan hotel di wila
yah Nusa Dua dan Kuta maka untuk wilayah Sanur proyeksi..
jumlah kebutxahan kamar hotel pada tahun 1985, adalah ; 1450 kamar untuk hotel golongan I dan 550 kamar untuk ho
tel golongan II, jadi jumlahnya 2000 kamar ., yang mana pa
da tahun 1976 di Sanur terdapat 1.286 kamar dari hotel go
longan I dan 445 kamar dari hotel golongan II.
Dengan demikian Sanur sebagai Tourist Resort { Daerah Wi- sata ) mempunyai prospek perkembangan pariwisata yang ba- ik, disamping itu dengan dibukanya jalan bypass dari Nusa Dua “ Air port Ngurah Rai - Kuta - Sanur, akan lebih mem- perlancar lalu lintas menuju Sanur maupun dari Sanur ke o- byek pariwisata yang lain di Bali.
l* O S A T R E K R E A S I D A N O L A N R A O A SfeLAiVi P I S A N U R - B A L I_______________