• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Di Indonesia, pertumbuhan perekonomian didukung dari berbagai sektor antara lain industri manufaktur (21,14%), pertanian dan perhutanan (13,75%), perdagangan besar (13,24%), konstruksi (9,98%), tambang dan penggalian (8,83%). Dapat diketahui pula bahwa sektor industri manufaktur yang memiliki persentase yang lebih tinggi dibandingkan jenis sektor lainnya sehingga sektor ini menjadi sangat penting dalam memberikan kontribusi bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia ("5 sektor penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi RI", 2015). Hal ini dapat dibuktikan melalui Kementerian Perindustrian bahwa laju pertumbuhan industri manufaktur pada tahun 2014 sebesar 5,61%. Dan kontribusi yang diberikan oleh industri manufaktur sebesar 17,87% terhadap PDB nasional.

Oleh karena itu, perusahaan manufaktur dianggap sebagai penopang perekonomian negara, maka perusahaan manufaktur perlu dikelola dengan baik supaya perusahaan tetap dapat bertahan dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat dan meningkat dari waktu ke waktu. Untuk menghadapi persaingan yang ketat, maka produktivitas industri manufaktur perlu dipacu dengan menerapkan entrepreneurial orientation agar dapat meningkatkan financial performance dengan baik. Kaplan dan Norton (2001) financial performance merupakan strategi dari pemegang saham untuk melihat pertumbuhan dan profitabilitas yang terjadi pada perusahaan tersebut. Dengan memiliki entrepreneurial orientation berarti memiliki peranan yang signifikan dalam kesuksesan suatu bisnis, sehingga bisnis tersebut dapat menghasilkan financial performance yang baik (Mahmood & Hanafi, 2013). Hasil dari penelitian Rauch, Wiklund, Lumpkin, & Frese (2009) juga mendukung bahwa entrepreneurial orientation dijadikan sebagai kunci utama untuk meningkatkan kinerja perusahaan, karena perusahaan yang menerapkan strategi kewirausahaan berarti berani mengambil keputusan sehingga dapat terciptanya kinerja yang lebih baik.

Beberapa peneliti yang ikut mendukung hubungan positif antara entrepreneurial

(2)

orientation terhadap financial performance yaitu Wiklund (1999), Yang (2008), Davis, Bell, Payne, & Kreiser (2010).

Entrepreneurial orientation sangat penting digunakan untuk menangkap peluang bisnis baru dengan memiliki keunggulan yang lebih dibandingkan dengan pesaing lainnya. Namun terdapat perbedaan dalam penerapan tindakan proaktif dan berani mengambil resiko pada perusahaan family business dan non-family business. Dimana family business akan melakukan tindakan proaktif dan mengambil resiko lebih rendah daripada non-family business (Short et al, 2009 dan Naldi, 2007).

Menurut Lumpkin & Dess (1996) proactiveness sebagai salah satu dimensi dari entrepreneurial orientation yang merupakan tindakan yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk dapat mengantisipasi atas keinginan dan kebutuhan masyarakat di masa depan. Dengan proactiveness membuat perusahaan untuk perlu mengenali keinginan pelanggan sehingga dapat menciptakan produk yang lebih unggul dibanding pesaingnya (Pardi, Suharyono, Imam dan Zainul, 2014).

Hal tersebut didukung oleh penelitian lainnya yang menemukan hubungan positif antara entrepreneurial orientation terhadap competitive advantage (Parkman, Holloway & Sebastiao, 2012; Liu, Hou, Yang, & Ding, 2011).

Competitive advantage dapat tercipta ketika sebuah perusahaan harus memiliki kemampuan untuk memproduksi produk dengan biaya lebih rendah dibandingkan dengan pesaing dan menjadikan produk yang dibuat memiliki keunikan sehingga produk dapat mudah dikenal oleh banyak orang dan dihargai oleh pelanggan (Porter, 1991). Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu memiliki karakteristik yang unik sehingga dapat meningkatkan keuntungan bagi perusahaan (Majeed, 2011). Semakin tinggi tingkat competitive advantage maka semakin tinggi juga tingkat financial performance suatu perusahaan (Chen, Leu, & Chiou, 2006).

Entrepreneurial orientation untuk mencapai financial performance yang positif, selain melalui competitive advantage juga menggunakan job satisfaction.

Job satisfaction merupakan hasil dari penilaian pekerja tersebut tentang sejauh mana lingkungan kerja memenuhi kebutuhan individu (Funmilola, Sola, &

Olusola, 2013). Untuk menciptakan kepuasan kerja tidaklah mudah karena harus

(3)

memperhatikan beberapa hal. Seorang karyawan akan merasa puas jika keinginan dan kebutuhannya telah terpenuhi, sehingga ia akan berperilaku positif terhadap profesinya dan secara tidak langsung akan memperoleh job satisfaction dari karyawan. Hal ini didukung oleh penelitian Sriprasert (2013) yang menunjukkan entrepreneurial orientation berdampak positif terhadap job satisfaction.

Pengelolaan karyawan harus dilakukan dengan tepat dengan cara memperhatikan kepuasan kerja karyawan sehingga dapat mencapai tingkat keberhasilan suatu perusahaan. Dengan memiliki karyawan yang puas dengan pekerjaannya maka akan dapat memotivasi mereka sehingga menghasilkan kinerja yang lebih baik yang akan berdampak pada kinerja keuangan perusahaan (Currall, Towler, Judge, dan Kohn, 2014). Hal tersebut didukung oleh penelitian-penelitian lainnya yang menunjukkan bahwa job satisfaction memiliki hubungan yang positif terhadap financial performance (Satyawati dan Suartana, 2014; Khan, Asghar, Zaheer, 2014; Mulvey, Miceli dan Near, 1992).

Selain itu, job satisfaction juga memiliki pengaruh terhadap competitive advantage dimana kepuasan kerja yang didapat oleh karyawan bisa memberikan dampak bagi keunggulan bersaing. Apabila karyawan telah merasa puas terhadap hasil kerja maka akan memberikan pengaruh bagi keunggulan perusahaan terhadap pesaingnya (Mazurenko dan Connor, 2012).

Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui lebih dalam tentang “Pengaruh Entrepreneurial Orientation terhadap Financial Performance melalui Competitive Advantage dan Job Satisfaction sebagai Variabel Intervening pada Perusahaan Publik Sektor Manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo.”

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka rumusan masalah yang timbul dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah Entrepreneurial Orientation berpengaruh terhadap Competitive Advantage pada perusahaan publik sektor manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo?

(4)

2. Apakah Entrepreneurial Orientation berpengaruh terhadap Job Satisfaction pada perusahaan publik sektor manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo?

3. Apakah Entrepreneurial Orientation berpengaruh terhadap Financial Performance pada perusahaan publik sektor manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo?

4. Apakah Competitive Advantage berpengaruh terhadap Financial Performance pada perusahaan publik sektor manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo?

5. Apakah Job Satisfaction berpengaruh terhadap Financial Performance pada perusahaan publik sektor manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo?

6. Apakah Job Satisfaction berpengaruh terhadap Competitive Advantage pada perusahaan publik sektor manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo?

1.3 Batasan Penelitian

Penelitian ini hanya meneliti pengaruh entrepreneurial orientation pada perusahaan publik sektor manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo. Penelitian yang dilakukan bersifat general, tanpa membedakan antara family business dan non- family business. Oleh karena itu, penelitian ini tidak membedakan adanya pengaruh entrepreneurial orientation pada family business dan non-family business.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang diuraikan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui pengaruh Entrepreneurial Orientation terhadap Competitive Advantage pada perusahaan publik sektor manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo.

2. Untuk mengetahui pengaruh Entrepreneurial Orientation terhadap Job Satisfaction pada perusahaan publik sektor manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo.

3. Untuk mengetahui pengaruh Entrepreneurial Orientation terhadap Financial Performance pada perusahaan publik sektor manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo.

(5)

4. Untuk mengetahui pengaruh Competitive Advantage terhadap Financial Performance pada perusahaan publik sektor manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo.

5. Untuk mengetahui pengaruh Job Satisfaction terhadap Financial Performance pada perusahaan publik sektor manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo.

6. Untuk mengetahui pengaruh Job Satisfaction terhadap Competitive Advantage pada perusahaan publik sektor manufaktur di Surabaya dan Sidoarjo.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun beberapa manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian ini, di antaranya adalah:

1. Mengetahui keterikatan dan pengaruh entrepreneurial orientation terhadap financial performance melalui competitive advantage dan job satisfaction.

2. Memberikan informasi bagi perusahaan pentingnya penerapan entrepreneurial orientation, competitive advantage dan job satisfaction untuk mencapai financial performance.

1.6 Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah penulisan dan pemahaman, maka pembahasan akan dijabarkan dalam 5 (lima) bab. Masing-masing bab akan dijabarkan sebagai berikut :

BAB 1 PENDAHULUAN

Dalam bab pendahuluan ini, akan diuraikan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan penelitian, tujuan yang ingin dicapai, manfaat penelitian yang ingin diberikan dan sistematika pembahasan penulisan.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Dalam bab landasan teori ini, akan dibahas mengenai teori-teori yang akan digunakan dalam penelitian ini yang disertai dengan definisi dan penjelasan dari setiap variabel, diikuti dengan model penelitian dan hipotesis-hipotesis yang akan diuji.

(6)

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Dalam bab metode penelitian ini, akan diuraikan mengenai model analisis, definisi operasional variabel, skala pengukuran, jenis dan sumber data, instrumen dan pengumpulan data, populasi, sampel dan teknik sampling, unit analisis, dan teknik analisis data.

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS

Dalam bab deskripsi data dan pembahasan ini akan diuraikan mengenai hasil penelitian dan analisis.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam bab kesimpulan dan saran ini merupakan bagian paling akhir yang berisi mengenai kesimpulan, saran, dan keterbatasan penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Berikut ini adalah urutan proses pemesanan paket wisata dengan menggunakan sistem reservasi ini : 1) pelanggan melakukan instalasi aplikasi ke dalam mobile device yang

Ujian regrasi yang dijalankan menunjukkan bahawa wujudnya hubungan positif yang signifikan antara kepimpinan dengan pengurusan personal dan sosial kecerdasan emosi dalam kalangan

segala sesuatu produk yang berstatus syubhat, karena telah diterangkan juga dalam Al-Quran bahwasannya Allah telah melarang umatnya untuk mengkonsumsi produk

Kedua, peningkatan hasil belajar siswa hingga ter- capainya tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada kegiatan memerankan tokoh drama siswa kelas XI IPB SMA

Peraturan Desa Nomor 01 Tahun 2014 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bleberan Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul.. Diakses tanggal 10

(iv) penggunaan logo rasmi SKUM pada sijil penyertaan / penghargaan tertakluk kepada program dan aktiviti yang dijalankan oleh syarikat korporat, NGO dan badan-badan lain

Metode ini berbeda dari metode peleburan, dalam hal sumber unsur penentu tidak perlu pada air kristal asam sitrat, akan tetapi boleh juga air ditambahkan ke dalam bukan

Verifikasi hasil perhitungan dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan Excel dengan hasil perhitungan manual dengan metode yang ada pada buku teks untuk desain