(Studi Kasus: Website Akademik Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations)
Skripsi
Oleh :
Muhammad Wafiyuddin Al Wahab 11150910000020
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2020 M / 1441 H
EVALUASI USABILITY SISTEM INFORMASI AKADEMIK MENGGUNAKAN METODE USABILITY
TESTING DENGAN ISO 25023
(Studi Kasus: Website Akademik Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations)
Skripsi
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom)
Oleh :
Muhammad Wafiyuddin Al Wahab 11150910000020
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2020 M / 1441 H
LEMBAR PERSETUJUAN
EVALUASI USABILITY SISTEM INFORMASI AKADEMIK
MENGGUNAKAN METODE USABILITY TESTING DENGAN ISO 25023 (Studi Kasus: Website Akademik Institut Komunikasi dan Bisnis London
School of Public Relations) Skripsi
Oleh :
Muhammad Wafiyuddin Al Wahab 11150910000020
Menyetujui,
Dosen Pembimbing I, Dosen Pembimbing II,
Dewi Khairani, M.Sc Emilya Setyaningtyas, M.I.Kom
NIP. 19820522 201101 2 009 NIP. 0313069103
Mengetahui,
Ketua Program Studi Teknik Informatika
Dr. Imam Marzuki Shofi, MT.
NIP. 19720205 200801 1 010
LEMBAR PENGESAHAN
PERNYATAAN ORISINALITAS
Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Skripsi/tesis/disertasi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1/strata 2/strata 3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlalu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 6 Februari 2021
Muhammad Wafiyuddin Al Wahab
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI SKRIPSI Sebagai civitas akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Muhammad Wafiyuddin Al Wahab
NIM : 11150910000020
Program Studi : Teknik Informatika Fakultas : Sains dan Teknologi Jenis karya : Skripsi
demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Hak Bebas Royalti Noneksklusif (Non-exclusive Royalty Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul:
Evaluasi Usability Sistem Informasi Akademik Menggunakan Metode Usability Testing Dengan ISO 25023
(Studi Kasus: Website Akademik Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations)
beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Noneksklusif ini Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta berhak menyimpan, mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan memublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Jakarta, 6 Februari 2021 Yang menyatakan,
(Muhammad Wafiyuddin Al Wahab)
Nama : Muhammad Wafiyuddin Al Wahab Program Studi : Teknik Informatika
Judul : Evaluasi Usability Sistem Informasi Akademik Menggunakan Metode Usability Testing Dengan ISO 25023 (Studi Kasus: Website Akademik Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations)
ABSTRAK
Aplikasi berbasis website menjadi salah satu teknologi informasi yang dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan sarana informasi dan teknologi. Untuk menghasilkan website yang berkualitas perlu dilakukannya evaluasi website.
Sebagai salah satu atribut kualitas, usability dikenal sebagai kunci utama yang menentukan keberhasilan dari sebuah sistem interaktif. Pentingnya usability menunjukkan bahwa usability evaluation penting dilakukan. Sehingga penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi kualitas usability dengan menggunakan standar terbaru usability measures, yaitu ISO 25023 yang memiliki 6 faktor karakteristik dengan metrik-metrik tersendiri yang diharapkan dapat memudahkan dosen dan mahasiswa mendapatkan dan bertukar informasi mengenai aktifitas akademik. Cara kerja metode ini yaitu dengan meminta responden mengisi kuisioner yang berisikan penyataan-pernyataan yang berkaitan dengan metrik- metrik faktor usability untuk ditarik hasil kesimpulan dan saran. Sehingga didapatkan rekomendasi perbaikan dan pengembangan dari website yang dievaluasi. Pada penelitian ini melibatkan 131 responden dengan penilaian kualitas usability sebesar 68,34% yang terbilang baik. Dengan kata lain, website mempunyai kekurangan atau kendala yang tidak terlalu berdampak besar bagi pengguna.
Kata Kunci : Sistem Infomasi Akademik, Website, Usability Evaluation ISO 25023
Jumlah Pustaka : 13 buku, 25 Jurnal, 7 studi literatur, dan 3 link website
Name : Muhammad Wafiyuddin Al Wahab Study Program : Teknik Informatika
Title : Evaluasi Usability Sistem Informasi Akademik Menggunakan Metode Usability Testing Dengan ISO 25023 (Studi Kasus: Website Akademik Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations)
ABSTRACT
Website-based applications is one of the information technologies needed for information and technology facilities. To produce a high quality website, it is necessary to evaluate. Usability as one of the quality attributes is known as the main key that determines the success of an interactive system. Therefore, usability evaluation is important to do. So this research was conducted to evaluate the quality of usability using the latest standard of usability measures. ISO 25023 has 6 characteristic factors with separate metrics which are expected to make it easier for lecturers and students to obtain and exchange information about academic activities. This method works by asking respondents to fill out a questionnaire containing statements related to usability factor metrics to draw conclusions and suggestions. So that we get recommendations for improvement and development from the evaluated website. This study involved 131 respondents with a usability quality assessment of 68.34% which is fairly good. In other words, the website has shortcomings or obstacles that don't have a big impact on the user.
Keywords : Academic Infomation System, Website, Usability Evaluation ISO 25023
References : 13 books, 25 Journal, 7 study of literature, dan 3 link website
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT., karena atas berkat, nikmat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Komputer Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Proses penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari berbagai bantuan, dukungan, saran, dan kritik yang telah penulis dapatkan, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Allah SWT. yang telah memberikan nikmat, rahmat, dan karunia-Nya kepada penulis.
2. Keluarga tercinta, Ayahanda Chaeruddin, Ibu Sholihah, Abang Wahid, Kakak Wilda, dan Adik Widad yang telah mencurahkan kasih sayang, doa, dan dukungan penuh kepada penulis dalam mengerjakan skripsi.
3. Ibu Prof. Dr. Lily Surraya Eka Putri, M.Env.Stud., selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Bapak Dr. Imam Marzuki Shofi, MT., selaku ketua Program Studi Teknik Informatika, serta Bapak Andrew Fiade, M.Kom., selaku sekretaris Program Studi Teknik Informatika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
5. Ibu Dewi Khairani, M.Sc., selaku Dosen Pembimbing I dan Ibu Emilya Setyaningtyas, M.I.Kom., selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi, dan arahan kepada penulis sehingga skripsi ini bisa selesai dengan baik.
6. Seluruh dosen, staf karyawan Fakultas Sains dan Teknologi, khususnya Program Studi Teknik Informatika yang telah memberikan bantuan dan kerjasama yang telah terjalin dari awal perkuliahan.
7. Pihak LSPR Communication & Business Institute, Ibu Prita Kemal Gani, MBA MCIPR. APR. selaku Founder dan CEO dan Ibu Dr. Yolanda Stellarosa, M.Si. selaku Wakil Rektor II yang telah bersedia membantu dan
mengizinkan penulis melakukan penelitian terhadap sistem informasi akademik LSPR Communication & Business Institute.
8. Bapak Richardson Mendoza Wong selaku IT Manager dan penanggung jawab website, Bapak Yulius Bagus Pujo selaku Head of Management Information System dan Kak Khodijah Icha Putri selaku Staf Database System LSPR Communication & Business Institute yang telah membantu memberikan penjelasan kepada penulis mengenai pengaplikasian program dan membantu memberikan informasi kepada penulis mengenai data jumlah mahasiswa dan dosen LSPR Communication & Business Institute yang diperlukan dalam penelitian.
9. Addini Yusmar, Fikriansyah Martinus, Faisal Rifqi, Shofan Aminuddin, dan M. Hasbi A. Shiddieqy yang senantiasa memberikan saran, bantuan dan doa kepada penulis dalam setiap proses penyusunan skripsi mulai dari pengumpulan judul, seminar sampai dengan sidang.
10. Sahabat-sahabat setia, Syifa Budi Pratiwi, Aulia Nur Novika, Kindy Islamiatti, Denita Agnez, Syamaidzar, dan Adela Setiawan yang tak bosan- bosannya memberikan semangat, dukungan, doa serta menjadi tempat pelipur lara bagi penulis.
11. Teman-teman seperjuangan semasa kuliah Teknik Informatika angkatan 2015 khususnya TI–A, TI–B, juga TI–C. Terima kasih atas kenangan dan kebersamaannya selama masa kuliah.
12. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu yang secara langsung maupun tidak langsung membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat serta menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan dengan mengirimkan melalui email ke:
Jakarta, 29 Desember 2020
Muhammad Wafiyuddin Al Wahab
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN... iii
LEMBAR PENGESAHAN ... iv
PERNYATAAN ORISINALITAS ... v
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI SKRIPSI ... vi
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xvi
DAFTAR GAMBAR ... xviii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 5
1.3 Batasan Masalah ... 6
1.4 Tujuan ... 6
1.5 Manfaat ... 6
1.5.1 Bagi Peneliti ... 6
1.5.2 Bagi Pengguna ... 6
1.5.3 Bagi Pemilik ... 6
1.6 Metodologi Penelitian ... 7
1.6.1 Metode Pengumpulan Data ... 7
1.6.2 Metode Evaluasi ... 7
1.7 Sistematika Penulisan ... 7
BAB II LANDASAN TEORI ... 9
2.1 Penelitian Sebelumnya ... 9
2.2 Pengertian Sistem ... 11
2.3 Pengertian Informasi ... 11
2.4 Pengertian Sistem Informasi ... 13
2.5 Sistem Informasi Akademik ... 14
2.6 Website ... 15
2.6.1 Software yang Dibutuhkan dalam Pembuatan Website ... 16
2.6.2 Unsur-Unsur Website ... 16
2.6.3 Jenis-Jenis Website ... 17
2.7 Evaluasi Kualitas Perangkat Lunak (Website) ... 18
2.7.1 Pengertian Evaluasi ... 18
2.7.2 Jenis-Jenis Evaluasi ... 19
2.7.3 Evaluasi Kualitas Website ... 19
2.8 ISO (International Organization for Standardization) ... 20
2.8.2 ISO 25000 ... 23
2.8.3 ISO 25023 ... 26
2.9 Usability ... 26
2.10 Metode Pengujian Usability ... 28
2.11 Usability Testing pada ISO 25023 ... 29
2.12 Teknik Sampling ... 31
2.13 Uji Validitas ... 32
2.14 Uji Reliabilitas ... 35
2.15 SPSS ... 36
2.16 Metodologi Pengumpulan Data ... 37
2.16.1 Studi Lapangan... 37
2.16.2 Studi Kepustakaan ... 38
2.16.3 Studi Literatur Sejenis ... 38
BAB III METODE PENELITIAN... 42
3.1 Metode Pengumpulan Data ... 42
3.1.1 Observasi ... 42
3.1.2 Wawancara ... 42
3.1.3 Kuesioner ... 42
3.2 Studi Pustaka ... 43
3.3 Metode Implementasi ... 43
3.4 Kerangka Berfikir ... 52
BAB IV ANALISIS, PENERAPAN DAN IMPLEMENTASI ... 53
4.1 Identifikasi Lembaga/Institusi ... 53
4.1.1 Profil Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR - Jakarta ... 53
4.1.2 Visi dan Misi IKB LSPR - Jakarta ... 54
4.1.3 Gambaran Website ... 54
4.2 Identifikasi Tujuan Pengujian ... 59
4.3 Data Responden ... 60
4.4 Penyebaran Kuesioner ... 61
4.5 Analisis Website ... 62
4.6 Uji validitas ... 64
4.7 Uji Relialibitas ... 65
4.8 Implementasi ... 66
4.8.1 Pengujian Usability ... 66
4.8.2 Analisa Hasil ... 87
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ... 98
5.1 Hasil Evaluasi ... 98
5.2 Wireframe ... 101
5.3 Mockup ... 113
BAB IV PENUTUP ... 150
6.1 Kesimpulan ... 150
6.2 Saran ... 150
DAFTAR PUSTAKA ... xxi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1.1 Perbandingan dengan Penelitian Sebelumnya ... 9
Tabel 2.8.1 Perbandingan Model-Model Kualitas ... 21
Tabel 2.9.1 Klasifikasi Teknik Evaluasi Usability ... 28
Tabel 2.11.1 Ukuran Atribut Usability ... 30
Tabel 2.13.1 Nilai r Product Moment ... 33
Tabel 3.1.1 Contoh Kuesioner dengan Skala Gunttman ... 42
Tabel 3.1.2 Contoh Kuesioner dengan Skala Linkert... 43
Tabel 3.3.1 Keterangan dan Bobot Nilai Kuesioner dengan Skala Linkert ... 50
Tabel 3.3.2 Kategori Penilaian Kuesioner ... 51
Tabel 4.2.1 Identifikasi Tujuan Pengujian ... 59
Tabel 4.3.1 Demografi Responden ... 60
Tabel 4.5.1 Pernyataan Kuesioner dan Pengelompokan Skala ... 62
Tabel 4.6.1 Hasil Uji Validitas ... 64
Tabel 4.7.1 Hasil Uji Reliabilitas ... 65
Tabel 4.8.1 Pengujian Metrik Description Completeness ... 66
Tabel 4.8.2 Pengujian Metrik Demonstration Coverage ... 67
Tabel 4.8.3 Pengujian Metrik Entry Point Self-Descriptiveness ... 68
Tabel 4.8.4 Pengujian Metrik User Guidance Completeness ... 69
Tabel 4.8.5 Pengujian Metrik Entry Fields Defaults ... 70
Tabel 4.8.6 Pengujian Metrik Error Message Understandability ... 71
Tabel 4.8.7 Pengujian Metrik Self-Explanatory User Interface ... 72
Tabel 4.8.8 Pengujian Metrik Operational Consistency ... 73
Tabel 4.8.9 Pengujian Metrik Message Clarity ... 74
Tabel 4.8.10 Pengujian Metrik Functional Customizability ... 75
Tabel 4.8.11 Pengujian Metrik User Interface Customizability ... 76
Tabel 4.8.12 Pengujian Metrik Monitoring Capability ... 77
Tabel 4.8.13 Pengujian Metrik Undo Capability ... 78
Tabel 4.8.14 Pengujian Metrik Understandable Categorization of Information .. 79
Tabel 4.8.15 Pengujian Metrik Appearance Consistency ... 79
Tabel 4.8.16 Pengujian Metrik Input Device Support ... 80
Tabel 4.8.17 Pengujian Metrik Avoidance of User Operation Error ... 81
Tabel 4.8.18 Pengujian Metrik User Entry Error Correction ... 82
Tabel 4.8.19 Pengujian Metrik User Error Recoverability ... 83
Tabel 4.8.20 Pengujian Metrik Appearance Aesthetics of User Interfaces ... 84
Tabel 4.8.21 Pengujian Metrik Accessibility for Users with Disability ... 85
Tabel 4.8.22 Pengujian Metrik Supported Languages Adequacy ... 86
Tabel 4.8.23 Hasil Perhitungan Nilai Pengujian ... 88
Tabel 4.8.24 Hasil Perhitungan Nilai Pengujian ... 91
Tabel 4.8.25 Tabel Distribusi Frekuensi ... 94
Tabel 4.8.26 Hasil Jawaban Pengujian Faktor User Interface Aesthetics ... 96
Tabel 5.1.1 Hasil Evaluasi ... 98
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.8.1 Standar Internasional Seri SquaRE (ISO/IEC 2012) ... 23
Gambar 2.8.2 Karakteristik Kualitas ISO/IEC 25000 ... 24
Gambar 2.12.1 Teknik Sampling ... 31
Gambar 3.4.1 Kerangka Berfikir ... 52
Gambar 4.1.1 Tampilan Log In Page Website ... 55
Gambar 4.1.2 Tampilan Home Pae Website ... 56
Gambar 4.1.3 Tampilan Preference Page Website ... 56
Gambar 4.1.4 Tampilan View Transcript Page Website ... 57
Gambar 4.1.5 Tampilan View Transcript Page Website (2) ... 57
Gambar 4.1.6 Tampilan Class Attendance Page Website ... 58
Gambar 4.1.7 Tampilan Schedule Page Website ... 58
Gambar 4.1.8 Tampilan Grading Details Page Website ... 59
Gambar 4.4.1 Tampilan Kuesioner Online Dosen ... 61
Gambar 4.4.2 Tampilan Kuesioner Online Student ... 62
Gambar 5.3.1 Wireframe Login Page Website... 101
Gambar 5.3.2 Wireframe Login Page Website... 101
Gambar 5.3.3 Wireframe Login Page Website... 102
Gambar 5.3.4 Wireframe Home Page Website ... 102
Gambar 5.3.5 Wireframe Biodata Page Website ... 103
Gambar 5.3.6 Wireframe Biodata Page Website ... 103
Gambar 5.3.7 Wireframe Biodata Page Website ... 104
Gambar 5.3.8 Wireframe Password Page Website ... 104
Gambar 5.3.9 Wireframe Password Page Website ... 105
Gambar 5.3.10 Wireframe Manual Book Page Website ... 105
Gambar 5.3.11 Wireframe Class Attendance Page Website ... 106
Gambar 5.3.12 Wireframe Grading Details Page Website ... 106
Gambar 5.3.13 Wireframe Grading Details Page Website ... 107
Gambar 5.3.14 Wireframe Grading Details Page Website ... 107
Gambar 5.3.15 Wireframe Schedule Page Website ... 108
Gambar 5.3.16 Wireframe Status Student Infp Page Website ... 108
Gambar 5.3.17 Wireframe Student List Page Website ... 109
Gambar 5.3.18 Wireframe Student Study Plan Page Website ... 109
Gambar 5.3.19 Wireframe Student Study Plan Page Website ... 110
Gambar 5.3.20 Wireframe Student Study Plan Page Website ... 110
Gambar 5.3.21 Wireframe Student Study Plan Page Website ... 111
Gambar 5.3.22 Wireframe Student Study Plan Page Website ... 111
Gambar 5.3.23 Wireframe Student Study Plan Page Website ... 112
Gambar 5.3.24 Wireframe Transcript Page Website ... 112
Gambar 5.3.25 Wireframe Transcript Page Website ... 113
Gambar 5.4.1 Login Page Website ... 114
Gambar 5.4.2 Mockup Login Page ... 114
Gambar 5.4.3 Home Page Website ... 114
Gambar 5.4.4 Mockup Home Page ... 115
Gambar 5.4.5 Preference Page Website ... 115
Gambar 5.4.6 Mockup Profile Setting Biodata Page... 115
Gambar 5.4.7 Class Attendance Page Website ... 116
Gambar 5.4.8 Mockup Class Attendance Page ... 116
Gambar 5.4.9 Grading Details Page Website ... 116
Gambar 5.4.10 Mockup Grading Details Page Dosen... 117
Gambar 5.4.11 Mockup Grading Details Page Dosen/Mahasiswa ... 117
Gambar 5.4.12 Mockup Grading Details Page Dosen/Mahasiswa ... 118
Gambar 5.4.13 Schedule Page Website ... 118
Gambar 5.4.14 Mockup Schedule Page... 119
Gambar 5.4.15 View Transcript Page Website ... 119
Gambar 5.4.16 View Transcript Page Website ... 119
Gambar 5.4.17 Mockup View Transcript Page Dosen ... 120
Gambar 5.4.18 Mockup View Transcript Page Dosen/Mahasiswa ... 120
Gambar 5.4.19 Mockup Student Study Plan Page Dosen ... 121
Gambar 5.4.20 Mockup Student Study Plan Page Dosen ... 121
Gambar 5.4.21 Mockup Student Study Plan Page Dosen ... 122
Gambar 5.4.22 Mockup Student Study Plan Page Mahasiswa... 122
Gambar 5.4.23 Mockup Student Study Plan Page Mahasiswa... 123
Gambar 5.4.24 Status Student Info Page Website ... 123
Gambar 5.4.25 Mockup Status Student Info Page... 124
Gambar 5.4.26 Student List Page Website ... 124
Gambar 5.4.27 Mockup Student List Page ... 125
Gambar 5.4.28 Mockup Login Page Bahasa Inggris ... 125
Gambar 5.4.29 Mockup Login Page Bahasa Indonesia ... 126
Gambar 5.4.30 Mockup Manual Book Page ... 126
Gambar 5.4.31 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Login Page ... 127
Gambar 5.4.32 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Login Page ... 127
Gambar 5.4.33 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Login Page ... 128
Gambar 5.4.34 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Login Page ... 128
Gambar 5.4.35 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Login Page ... 129
Gambar 5.4.36 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Login Page ... 129
Gambar 5.4.37 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Profile Page ... 130
Gambar 5.4.38 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Profile Page ... 130
Gambar 5.4.39 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Profile Page ... 131
Gambar 5.4.40 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Profile Page ... 131
Gambar 5.4.41 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Profile Page ... 132
Gambar 5.4.42 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Profile Page ... 132
Gambar 5.4.43 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Profile Page ... 133
Gambar 5.4.44 Pesan Kesalahan/Pemberitahuan pada Profile Page ... 133
Gambar 5.4.45 Halaman Website Akademik ... 134
Gambar 5.4.46 Mockup Halaman Website Akademik Student... 134
Gambar 5.4.47 Mockup Halaman Website Akademik Student... 135
Gambar 5.4.48 Mockup Halaman Website Akademik Student... 135
Gambar 5.4.49 Mockup Halaman Website Akademik Dosen... 136
Gambar 5.4.50 Mockup Halaman Website Akademik Dosen... 136
Gambar 5.4.51 Mockup Halaman Website Akademik Dosen... 137
Gambar 5.4.52 Mockup Halaman Website Akademik Dosen... 137
Gambar 5.4.53 Preference Page Website ... 138
Gambar 5.4.54 Preference Page Website ... 138
Gambar 5.4.55 Preference Page Website ... 138
Gambar 5.4.56 Mockup Biodata Page Dosen/Mahasiswa ... 139
Gambar 5.4.57 Mockup Biodata Page Dosen/Mahasiswa ... 139
Gambar 5.4.58 Grading Details Page Website ... 139
Gambar 5.4.59 Mockup Grading Details Page Dosen/Mahasiswa ... 140
Gambar 5.4.60 Mockup Grading Details Page Dosen/Mahasiswa ... 140
Gambar 5.4.61 Student List Page Website ... 141
Gambar 5.4.62 Mockup Student List Page Dosen... 141
Gambar 5.4.63 Status Student Info Page Website ... 142
Gambar 5.4.64 Mockup Status Student Info Page Dosen ... 142
Gambar 5.4.65 Student Study Plan Page Dosen Website ... 143
Gambar 5.4.66 Student Study Plan Page Dosen Website ... 143
Gambar 5.4.67 Mockup Student Study Plan Page Dosen ... 144
Gambar 5.4.68 Mockup Student Study Plan Page Dosen ... 144
Gambar 5.4.69 Transcript Page Dosen/Mahasiswa Website ... 145
Gambar 5.4.70 Mockup Transcript Page Dosen/Mahasiswa ... 145
Gambar 5.4.71 Class Attendance Page Website... 145
Gambar 5.4.72 Mockup Class Attendance Page Mahasiswa ... 146
Gambar 5.4.73 Schedule Page Website ... 146
Gambar 5.4.74 Mockup Schedule Page Mahasiswa... 146
Gambar 5.4.75 Student Study Plan Page Mahasiswa Website ... 147
Gambar 5.4.76 Mockup Student Study Plan Page Mahasiswa... 147
Gambar 5.4.77 Mockup Student Study Plan Page Mahasiswa... 148
Gambar 5.4.78 Mockup Student Study Plan Page Dosen ... 148
Gambar 5.4.79 Mockup Student Study Plan Page Dosen ... 149
Gambar 5.4.80 Helpdesk Page Website ... 149
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi diawali dari kemajuan di bidang komputerisasi. Pada awalnya, penggunaan komputer hanya sekedar untuk menulis, membuat grafik dan gambar, serta alat menyimpan data telah berubah menjadi alat komunikasi dengan jaringan yang bisa mencakup seluruh dunia (Daryanto Setiawan, 2017).
Berkat perkembangan teknologi, proses interaksi antar manusia mampu menjangkau lapisan masyarakat di belahan dunia mana pun dan menjadi semakin terbuka. Seiring dengan kemajuan teknologi, mendapatkan serta bertukar informasi secara cepat dan mudah menjadi sebuah kebutuhan masyarakat saat ini (Daryanto Setiawan, 2017; Sianipar, 2016).
Internet sebagai salah satu dari perkembangan teknologi, awalnya hanya dipakai oleh kalangan terbatas yang berfungsi menghubungkan kampus-kampus atau universitas-universitas dan hanya dapat bertukar informasi berbasis teks.
Seiring perkembangannya, saat ini internet menjadi jaringan yang mencakup seluruh dunia dan dapat digunakan oleh publik, serta dapat bertukar informasi berbasis tampilan grafis. Selain itu, internet yang awalnya dianggap sebagai media komunikasi satu arah kini berkembang secara teknologi dan fungsinya yang dapat melibatkan penggunanya sebagai kontributor informasi, sehingga saat ini komunikasi dapat berjalan aktif dua arah (Daryanto Setiawan, 2017; Lathif &
Sugandi, 2020).
Pada era digital saat ini, secara umum manusia memiliki gaya hidup baru yang tidak bisa dilepaskan dari perangkat serba elektronik. Teknologi menjadi alat yang dapat membantu sebagian besar kebutuhan manusia. Teknologi digunakan
untuk mempermudah dalam melakukan apapun tugas dan pekerjaan manusia (Setiawan, 2017).
Era digital lahir dengan adanya digitalisasi dan jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer. Media baru di era digital memiliki karakteristik dapat dimanipulasi dan bersifat jaringan atau internet. Saat ini, media massa mulai beralih ke media baru atau internet karena adanya perubahan budaya dalam sebuah penyampaian informasi. Kemampuan media baru di era digital ini memudahkan masyarakat dalam menerima informasi lebih cepat. Tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan untuk mendapatkan dan bertukar informasi secara cepat dan mudah telah menjadi kebutuhan masyarakat pada saat ini (Setiawan, 2017; Sianipar, 2016).
Dalam perkembangan teknologi informasi dibutuhkan adanya sistem informasi. Sistem informasi ini terdiri dari modul-modul yang saling terintegrasi menyajikan informasi dan pengolahan data untuk disajikan sesuai dengan kebutuhan pengguna, database, source code dan model design dari suatu rancangan sistem informasi yang digunakan untuk mempermudah dalam proses pengembangannya dan perawatannya (Hidayat & Muttaqin, 2018).
Aplikasi berbasis website menjadi salah satu teknologi informasi yang sedang berkembang pesat saat ini. Perkembangan website berawal dari pengguna yang hanya berinteraksi satu arah, lalu berkembang sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya seperti pada situs jaringan sosial facebook, twitter dan lain-lain. Hingga saat ini, pada web 3.0 yang menjadi sarana bagi perangkat tertentu untuk membaca halaman–halaman web seperti trend teknologi API (Application Programming Interface) dimana website dapat mengimplementasikan sebuah interface dengan menggunakan software sehingga dapat saling berinteraksi dengan software lain pada website tertentu (Nurhayati et al., 2020; Prasetyo, 2017).
Peran teknologi sistem informasi berbasis website sangat dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan akan sarana informasi dan teknologi yang secara tidak langsung telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari tanpa
mengenal batasan status maupun usia. Di era internet saat ini, website menjadi media yang umum digunakan untuk berbagi informasi. Jutaan bahkan milyaran domain website dapat diakses secara online untuk mencari berbagai macam informasi (Sianipar, 2016; Suwawi et al., 2015).
Untuk dapat menghasilkan website yang berkualitas, dikembangkan beberapa model evaluasi website dalam penelitian seperti website quality evaluation, usability evaluation technique dan quality assurance model. Evaluasi kualitas suatu website penting dilakukan untuk memastikan apakah website tersebut memenuhi harapan dan tujuan penggunanya serta mengetahui apakah ada bagian yang perlu diperbaiki. Selain itu, hasil evaluasi dapat membantu mengetahui bagian-bagian website yang perlu dimodifikasi untuk pengembangan website. Namun, standar evaluasi kualitas website masih terbatas. Sebagian besar penelitian masih terfokus pada karakteristik fitur usability (Suwawi et al., 2015).
Usability menjadi salah satu atribut kualitas yang menilai seberapa mudah antarmuka (user interface) digunakan oleh pengguna. Usability dikenal sebagai kunci utama yang menentukan keberhasilan dari sebuah sistem interaktif.
Pentingnya usability menunjukkan bahwa usability evaluation penting dilakukan dalam tahap pengembangan untuk menghasilkan sistem yang lebih baik dari sebelumnya (Hendradewa, 2017).
Banyak ragam metode yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi usability terhadap perangkat lunak seperti metode Jakob Nielsen dan metode pengujian usability dengan standar ISO. Metode Jakob Nielsen dikenal dengan Nielsen model digunakan untuk menguji kualitas usability perangkat lunak yang menilai seberapa mudah antarmuka suatu website digunakan pengguna (Nurcahyo, 2018). Pengujian dengan menggunakan standar ISO 25000 yang dibuat oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commission (IEC) diperkenalkan pertama kali pada tahun 2005.
Model terbaru untuk penilaian kualitas perangkat lunak adalah model ISO/IEC 25010. Standar ini menilai kualitas perangkat lunak sebagai fungsi dari delapan
karakteristik, yang masing-masing merupakan fungsi dari beberapa sub- karakteristik dengan total 31 sub-karakteristik. Sedangkan ISO 9241-11, ISO 9241- 220, ISO / IEC 25022 dan 25023, dan ISO / IEC 25066 merupakan standar ISO terbaru untuk usability, usability reports, dan usability measures yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas dari suatu perangkat lunak yang berfokus pada sejumlah aspek salah satunya adalah usability (Bevan et al., 2016; Landeta et al., 2019).
Pada penelitian berjudul New ISO Standards for Usability, Usability Reports and Usability Measures yang dilakukan oleh Nigel Bevan, Jim Carter, Jonathan Earthy, Thomas Geis, dan Susan Harker (2016) menjelaskan beberapa standar ISO baru untuk usability, usability reports dan usability measures, serta revisinya yang diterbitkan pada tahun 2016/2017 dan bagaimana cara pengunaannya. ISO tersebut mendefinisikan ketentuan dasar dan konsep dari usability (ISO 9241-11), memberikan panduan tentang proses dan hasil dari desain yang berpusat pada manusia sebagai pengguna (human-centred design) (ISO 9241-220), memberikan contoh langkah-langkah yang digunakan dalam evaluasi usability (ISO / IEC 25022 dan 25023), dan menentukan apa yang harus dimasukkan dalam laporan evaluasi kegunaan (usability) untuk tes kegunaan, pemeriksaan/tinjauan dan survei (ISO / IEC 25066).
Merujuk pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Achmad Nurcahyo (2018), dengan judul Pengujian Usabilitas Berdasarkan Panduan ISO 9126 untuk Aplikasi E-Commerce, dilakukan pengujian pada aspek usability dengan mengukur tingkat kepuasaan pengguna (user) terhadap penggunaan suatu aplikasi yang menggunakan metode usability testing dengan standar ISO 9126. Pengujian dilakukan pada dua aplikasi e-commerce yaitu aplikasi OLX dan aplikasi People- Nearby Application (PNA) yang merupakan pengembangan perangkat lunak pada penelitian sebelumnya. Diperoleh nilai usability pada setiap faktor pengujian usability dari kedua aplikasi tersebut. Berdasarkan hasil dari pengujian kedua aplikasi e-commerce dapat disimpulkan bahwa sistem yang telah dibuat merupakan sistem yang bermanfaat, dapat dipahami, dipelajari, dioperasikan, dan menarik bagi
pengguna. Untuk penilaian usability kedua aplikasi tersebut dapat digolongkan dalam kategori baik.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi terhadap beberapa mahasiswa dan dosen Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations atau yang biasa disebut degan IKB LSPR, serta wawancara dengan Kepala Departemen Corporate Communication dari IKB LSPR, IKB LSPR telah memanfaatkan sistem informasi yang merupakan bagian dari teknologi informasi sebagai media informasi digital. Website menjadi salah satu teknologi informasi yang digunakan oleh IKB LSPR sebagai media digital yang membantu proses penyampaian serta bertukar informasi secara mudah dan cepat. Sistem informasi akademik menjadi salah satu pemanfaatan website sebagai media digital yang digunakan oleh IKB LSPR untuk memudahkan para dosen dan mahasiswanya dalam mendapatkan dan bertukar informasi mengenai aktifitas akademik. Namun dalam penggunaannya, website akademik tersebut masih belum maksimal dan masih perlu adanya perbaikan terhadap fungsi menu dan tampilan dari websitenya yang dikarenakan belum pernah dilakukan evaluasi pengguna dan manfaat secara langsung untuk para dosen dan mahasiswanya.
Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian ini mengangkat topik Evaluasi Kualitas Sistem Informasi Akademik yang berfokus pada aspek kualitas Usability dengan mengangkat studi kasus di IKB LSPR. Sehingga dapat mengetahui lebih lanjut hasil evaluasi dan memberikan manfaat bagi IKB LSPR untuk dapat perbaiki website akademik yang ada agar lebih baik lagi.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti merumuskan masalah yaitu bagaimana cara melakukan evaluasi kualitas sistem informasi yang berfokus pada aspek kualitas usability pada website akademik IKB LSPR).
1.3 Batasan Masalah
Sebagai pembatasan pengembangan penelitian dan alat untuk tetap fokus dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, maka peneliti memberikan ruang lingkup batasan sebagai berikut:
a. Evaluasi berfokus pada aspek kualitas Usability.
b. Evaluasi menggunakan standar ISO 25023.
c. Evaluasi website berdasarkan pengguna atau user yang mengakses menggunakan PC.
d. Pengguna merupakan Dosen dan Mahasiswa IKB LSPR.
e. Pada penelitian ini peneliti melakukan proses identifikasi, analisis, dan pemodelan ulang design wireframe, mockup dan prototype website.
f. Rekomendasi perubahan hanya pada faktor yang diteliti saja.
1.4 Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur serta menganalisa kualitas usability dari website akademik IKB LSPR dan memberikan rekomendasi perbaikan kualitas yang selaras dengan penilaian kepuasan pengguna.
1.5 Manfaat 1.5.1 Bagi Peneliti
Sebagai sarana untuk pengembangan disiplin ilmu yang telah dipelajari.
1.5.2 Bagi Pengguna
Memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaan website.
1.5.3 Bagi Pemilik
a. Meningkatkan kualitas usability pada website.
b. Menjadi bahan pengetahuan serta acuan untuk evaluasi website kedepannya.
1.6 Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan peneliti dalam penulisan dan penelitian dibagi menjadi dua, yaitu metode pengumpulan data dan metode evaluasi. Berikut penjelasan kedua metode tersebut:
1.6.1 Metode Pengumpulan Data
Dalam melakukan analisis data serta penulisan, peneliti menggunakan 2 metode pengumpulan data, yaitu:
a. Studi Pustaka
b. Studi Lapangan dengan observasi, wawancara dan kuesioner 1.6.2 Metode Evaluasi
Metode evaluasi yang digunakan adalah metode usability testing dengan standar ISO 25023. Peneliti menggunakan kuesioner yang berisikan pernyataan- pernyataan terkait dengan aspek-aspek usability dari metrik-metrik yang terdapat pada standar ISO 25023. Kemudian pernyataan-pernyataan tersebut diberikan kepada responden dan hasil yang didapat dari kuesioner tersebut selanjutnya dianalisa sehingga dapat menghasilkan hasil evaluasi berupa rekomendasi perbaikan yaitu design wireframe, mockup dan prototype website yang sesuai dengan standar ISO 25023.
1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan tersusun ke dalam enam bab. Setiap bab-nya terdiri dari beberapa sub bab yang secara keseluruhan saling berkaitan satu sama lain. Secara singkat diuraikan sebagai berikut:
BAB I: PENDAHULUAN
Bab ini akan membahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan, manfaat, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II: LANDASAN TEORI
Bab ini berisi mengenai berbagai teori yang mendasari analisis permasalahan dan rujukan-rujukan yang berkaitan dengan topik yang dibahas, serta hal-hal yang digunakan dalam proses pengujian perangkat lunak.
BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini membahas mengenai metodologi penelitian yang akan digunakan serta langkah-langkah pengerjaan penelitian.
BAB IV: ANALISIS, PERANCANGAN SISTEM, IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM
Bab ini membahas mengenai pelaksanaan analisis, perancangan, dan implementasi sesuai dengan metode yang digunakan.
BAB V: HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi hasil dan pembahasan yang didapat dari penelitian.
BAB VI: PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan dan saran yang diusulkan untuk pengembangan lebih lanjut.
Pemaparan mengenai perbandingan penelitian terdahulu dengan penelitian yang peneliti lakukan bertujuan agar tidak melakukan penelitian yang sama dengan penelitian sebelumnya. Penelitian sebelumnya yang pertama adalah penelitian oleh Achmad Nurcahyo dari UII pada tahun 2018. Sementara, penelitian yang kedua merupakan penelitian oleh Qurrotul Aini dari UIN Jakarta pada tahun 2018. Berikut hasil perbandingan dari kedua penelitian terdahulu dengan penelitian ini.
Tabel 2.1.1 Perbandingan dengan Penelitian Sebelumnya Penelitian
Sebelumnya (1)
Penelitian Sebelumnya (2)
Penelitian Peneliti
Judul Penelitian
Pengujian Usabilitas Berdasarkan Panduan ISO 9126 untuk Aplikasi E-Commerce
Analisis Website Perpustakaan
Universitas Islam Negeri Menggunakan
Metode Benchmarking Dan Goal Oriented Requirements Engineering (GORE) Model
(Studi Kasus : UIN Jakarta, UIN Yogyakarta dan UIN Malang)
Evaluasi Usability Sistem Informasi
Akademik Menggunakan Metode Usability Testing Dengan ISO 25023 (Studi Kasus: Website Akademik Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations)
Latar Belakang
& Tujuan
Melakukan pengujian usability pada
perangkat lunak e-commerce dengan menggunakan panduan dari standar ISO 9126 dan melakukan perbaikan untuk aplikasi PNA dari hasil perbandingan dengan aplikasi OLX.
Menganalisa goal dari 3 website perpustakaan UIN yang sudah ditentukan, dan memberikan
rekomendasi perbaikan untuk kualitas informasi dan tampilan website yang selaras dengan kepuasan pengguna.
Melakukan pengujian serta menganalisa kualitas usability dari website akademik IKB LSPR dengan
menggunakan standar ISO 2023 dan
memberikan
rekomendasi perbaikan yang selaras dengan kepuasan pengguna.
Teori Dilakukan
pengumpulan data dan informasi. Setelah itu, rekayasa ulang guna menggambarkan ulang bagaimana proses bisnis yang berjalan pada kedua aplikasi e- commerce.
Selanjutnya, dilakukan pengujian usabilitas pada kedua aplikasi tersebut menggunakan standar ISO 9126.
Pengujian menerapkan metode Bechmarking dan Goal Oriented Requirement
Engineering (GORE) Model. Metode Benchmarking digunakan untuk mendapatkan basic requirement
dengan cara kuesioner dan metode Goal Oriented Requirement Engineering
(GORE) Model didapat dan dirumuskan berdasarkan tujuan sistem.
Pengujian pada aspek usability menggunakan metode usability testing dengan standar ISO 25023 untuk mengukur tingkat kepuasaan pengguna (user) terhadap penggunaan website.
Metode Pengujian aspek usability menggunakan metode Jacob Nielsen dan standar ISO 9126, dan untuk
pengumpulan data dilakukan dengan metode studi literatur dan studi lapangan dengan kuesioner.
Pengujian website menggunakan metode Bechmarking dan Goal Oriented Requirement Engineering
(GORE)Model, dan pengumpulan data dilakukan dengan metode studi literatur dan studi lapangan dengan observasi dan kuesioner
Pengujian aspek usability menggunakan metode usability testing dengan standar ISO 25023, dan untuk pengumpulan data dilakukan dengan metode studi literatur dan studi lapangan dengan observasi, wawancara dan kuesioner.
Hasil Tercapainya semua requirement yang didapat dan sistem baru website perpustaaan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Website perpustakaan UIN Jakarta, UIN Yogyakarta dan UIN Malang sudah memenuhi kebutuhan pengguna tetapi belum maksimal.
Kebutuhan GORE didapat dengan menggunakan i*
framework yaitu
dengan menyusun model aktor, diagram Strategic Dependency, dan diagram Strategic Rationale.
2.2 Pengertian Sistem
Menurut Jogiyanto (2005), Sistem adalah “jaringan kerja yang terdiri dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, dikumpulkan bersama-sama untuk dapat melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.”
(Wahyudi et al., 2019).
Menurut Romney dan Steinbart (2015), Sistem adalah "rangkaian dari dua atau lebih data atau komponen yang saling berkaitan dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sebagian besar sistem terdiri dari sub sistem yang mendukung sistem yang lebih besar." (Destiningrum & Adrian, 2017).
Menurut Mara dan Qadhli (2017), Sistem adalah “serangkaian prosedur yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu yang mempunyai beberapa karakteristik yaitu: batasan (boundary), lingkungan (environment), masukan (input), keluaran (output).” (Destiningrum & Adrian, 2017).
Berdasarkan uraian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa sistem adalah serangkaian prosedur yang saling berkaitan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu dan memiliki karakteristik sesuai dengan yang dibutuhkan.
2.3 Pengertian Informasi
Menurut Krismaji (2015) Informasi adalah “data yang telah dikumpulkan dan diorganisasi sehingga memiliki nilai kegunaan dan manfaat.” (Hamdani, 2019).
Menurut Romney dan Steinbart (2015), Informasi adalah "data yang dikelola dan diproses sehingga memberikan arti dan dapat membantu proses pengambilan keputusan. Sebagaimana perannya, pengguna membuat keputusan yang lebih baik sebagai kuantitas dan kualitas dari peningkatan informasi." (Destiningrum &
Adrian, 2017).
Menurut Mara dan Qadhli (2017), Informasi adalah “data yang telah diproses dengan suatu cara untuk memberikan arti dan memperbaiki pengambilan keputusan.” (Destiningrum & Adrian, 2017).
Berdasarkan uraian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti sehingga bermanfaat dalam pengambilan keputusan bagi penerimanya.
Menurut Stair & Reynolds (2012:7), informasi yang baik memiliki 11 karakteristik, sebagai berikut:
1) Dapat Diakses
Informasi harus mudah diakses dan digunakan oleh pengguna atau penerima khusus ataupun umum, sehingga membantu penggunanya atau penerimanya dalam mencapai kebutuhannya.
2) Akurat
Informasi harus bersifat benar dan tepat, sehingga penerimanya tidak akan membuat keputusan yang tidak tepat atau yang dapat merugikan suatu proses.
3) Lengkap
Informasi harus meliputi kumpulan data dan fakta yang lengkap.
4) Ekonomis
Penyedia informasi harus memperhitungkan nilai suatu informasi dengan biaya yang akan dikeluarkan pada saat pengambilan informasi.
5) Fleksibel
Informasi dapat dikatakan fleksibel apabila informasi dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.
6) Relevan
Informasi harus sesuai dengan fakta, tidak ditambahkan atau dibuat-buat secara tidak tanggung jawab. Sehingga informasi dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan yang tepat.
7) Dapat Dipercaya
Informasi harus didapatkan dengan cara atau metode yang benar sebelum data-data yang telah ada diproses menjadi suatu informasi, sehingga informasi tersebut dapat dipercaya.
8) Aman
Suatu informasi harus bersifat aman, sehingga tidak mudah untuk dimanipulasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (unauthorized user).
9) Mudah Dimengerti
Informasi yang disajikan harus mudah dimengerti oleh penerimanya. Tidak rumit ataupun kompleks saat digunakan. Sehingga tidak membuat penerimanya bingung dalam mengartikannya dan mengambil suatu keputusan.
10) Tepat pada Waktunya
Informasi dikatakan tepat waktu apabila informasi tersebut ada, sesuai, dan disampaikan pada saat penerima membutuhkan informasi tersebut.
11) Terverifikasi
Informasi harus dapat diakui kebenarannya serta dapat dibandingkan dengan beberapa sumber yang sama.
2.4 Pengertian Sistem Informasi
Menurut Krismaji (2015), Sistem informasi adalah “tata cara untuk mengumpulkan, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data, serta tata cara untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan, dan melaporkan informasi yang diorganisasi berdasarkan kebutuhan sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan.” (Hamdani, 2019).
Menurut Jogiyanto (2005) Sistem informasi adalah : “Suatu sistem yang terdapat dalam suatu organisasi untuk kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi yang bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi, serta menyediakan pihak luar tertentu untuk laporan-laporan yang diperlukan.” (Destiningrum & Adrian, 2017).
Menurut Mara dan Qadhli (2017), Sistem informasi adalah “kumpulan komponen dalam suatu organisasi yang berfungsi sebagai pengolahan untuk menghasilkan sebuah laporan-laporan yang disajikan kepada pihak tertentu.”
(Destiningrum & Adrian, 2017).
Berdasarkan uraian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa sistem informasi adalah kumpulan tata cara atau komponen yang diorganisasi dan saling melengkapi dengan menghasilkan output yang baik guna mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi kepada pihak tertentu.
2.5 Sistem Informasi Akademik
Sistem informasi akademik merupakan sebuah sistem informasi yang berkaitan dengan kegiatan akademik di perguruan tinggi. Sistem informasi akademik dibangun untuk memenuhi kebutuhan perguruan tinggi akan layanan pendidikan terkomputerisasi untuk meningkatkan kinerja, kualitas pelayanan, daya saing dan kualitas SDM yang dihasilkannya. Sistem informasi akademik selain sebagai sumber informasi, juga sebagai media komunikasi. Sistem informasi akademik membantu pengelolaan data nilai mahasiswa, mata kuliah, data dosen serta administrasi fakultas/jurusan untuk dikerjakan secara digital dengan bantuan software dan jaringan internet sehingga mengefektifkan waktu dan menekan biaya operasional (Wekke et al., 2018).
Untuk membangun sistem informasi akademik yang handal diperlukan dukungan perangkat lunak dan konfigurasi perangkat keras yang tepat (Puspaningrum, 2017). Menurut studi literatur (Santi, 2019), sistem informasi akademik dapat memuat data-data sebagai berikut:
1) Data Mahasiswa 2) Data dosen 3) Data Mata Kuliah
4) Kartu Rencana Studi (KRS) 5) Daftar Nilai Mahasiswa
6) Data mahasiswa yang sudah lulus 7) Data Keuangan
Rancangan model sistem informasi akademik cukup beragam sesuai dengan kebutuhan dari universitas. Namun, terdapat modul proses bisnis yang sama jika dikaitkan dengan pedoman pendidikan di Indonesia pada setiap universitas (Santi,
2019). Menurut studi literatur Ayodele & Absalom tahun 2010 dalam studi literatur (Santi, 2019), sistem informasi akademik memiliki beberapa fungsi, yaitu :
1) Pendaftaran mahasiswa/siswa 2) Pendaftaran kelas/kursus 3) Pengelolaan kelas/kursus
4) Pengelolaan nilai mahasiswa/siswa 5) Laporan hasil belajar
6) Validasi hasil laporan 7) Administrasi
Mengidentifikasi beberapa faktor yang menghambat pengembangan sistem informasi akademik, diantaranya: teknologi dan infrastruktur, desain materi, finansial, SDM, budaya, dan buta teknologi (technology illeteracies) (Santi, 2019).
Dari faktor-faktor penghambat tersebut yang menjadi salah satu fokus penelitian ini adalah desain materi, yakni bentuk konten-konten penyampaian informasi data akademik melalui sistem informasi akademik yang berpusat pada pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran.
2.6 Website
Website atau web merupakan diartikan sekumpulan halaman yang berisikan informasi dalam bentuk data digital baik berupa teks, gambar, video, audio, dan animasi lainnya yang dapat diakses melalui jaringan internet dengan menggunakan aplikasi web browser seperti Mozila Firefox, Google Chrome atau web browser lainnya (Abdulloh, 2016).
Website merupakan salah satu fasilitas internet yang menghubungkan dokumen-dokumen dalam ruang lingkup lokal maupun jarak jauh. Dokumen pada website disebut dengan web page dan link dalam website memungkinkan pengguna bisa berpindah dari satu halaman ke halaman yang lain, baik di antara halaman yang disimpan dalam server maupun server di seluruh dunia (Hakim & Musalini, 2004).
Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan website merupakan sekumpulan halaman berisikan kumpulan informasi baik berupa teks, grafik, gambar, video, atau audio yang disediakan secara perorangan, kelompok, atau organisasi yang saling berhubungan dan ditempatkan pada sebuah server yang dapat diakses melalui jaringan internet.
2.6.1 Software yang Dibutuhkan dalam Pembuatan Website
Menurut Rohi Abdulloh (2016), dalam proses pembuatan website dibutuhkan beberapa macam perangkat lunak (software) pendukung, diantaranya:
1) Text Editor
Text editor merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk menuliskan skrip HTML, CSS, PHP, dan lainnya. Ada banyak aplikasi text editor yang dapat digunakan diantaranya Notepad, Notepad++, dan Adobe Dreamweaver.
2) Paket Apache dan Phpmyadmin
Apache dalam pembuatan website berfungsi sebagai web server, yaitu tempat menyimpan file-file skrip PHP dan file-file lainnya yang diperlukan dalam website, sedangkan Phpmyadmin dalam pembuatan website merupakan apikasi berbasis web yang digunakan untuk membuat database MySQL sebagai tempat menyimpan data-data website. Apache dan MySQL biasanya sudah disediakan dalam satu paket aplikasi seperti Appserv atau Xampp.
3) Web Browser
Web browser merupakan perangkat lunak (software) yang digunakan untuk menampilkan hasil website yang telah dibuat. Web browser yang sering digunakan diantaranya adalah Mozilla Firefox, Google Chrome, dan Safari.
2.6.2 Unsur-Unsur Website
Menurut Rohi Abdulloh (2016), terdapat unsur-unsur penunjang yang harus tersedia dalam pembuatan sebuah website, yaitu:
1) Nama Domain (Domain Name) : Nama domain merupakan nama unik di dunia internet yang digunakan sebagai alamat untuk mengidentifikasi sebuah website. Nama domain diperjualbelikan secara bebas di internet dengan status sewa tahunan.
2) Web Hosting : Web Hosting dapat diartikan sebagai ruangan tempat menyimpan berbagai data, file-file, gambar, video, data email, statistik, database, dan lain sebagainya yang akan ditampilkan di website. Web Hosting diperoleh dengan sistem sewa. Pengguna akan memperoleh kontrol panel yang terproteksi dengan username dan password untuk administrasi website-nya.
3) Bahasa Program (Scripts Program) : Bahasa program digunakan untuk menerjemahkan setiap perintah dalam website dari bahasa manusia ke bahasa komputer pada saat diakses. Jenis bahasa program akan menentukan statis, dinamis, atau interaktifnya sebuah website. Semakin banyak bahasa program yang digunakan maka website akan terlihat semakin dinamis dan interaktif.
Jenis-jenis bahasa program yang digunakan untuk membuat website, antara lain: HTML, ASP, PHP, JSP, Java Scripts, Java Applets, XML, dan Ajax.
4) Desain Website (web design) : Setelah melakukan penyewaan domain name dan web hosting serta penguasaan bahasa program, unsur website yang perlu untuk diperhatikan desain. Desain website menentukan kualitas dan keindahan sebuah website. Kualitas dan keindahan desain website akan berpengaruh kepada penilaian pengunjung akan bagus atau tidaknya sebuah website.
5) FTP (File Transfer Protocol) : FTP merupakan akses transfer data ke pusat data yang diberikan pada saat kita memesan web hosting. FTP digunakan untuk memindahkan file-file website yang ada pada komputer kita ke pusat web hosting agar dapat terakses ke seluruh dunia.
2.6.3 Jenis-Jenis Website
Menurut Rahmat Hidayat (2010), terdapat pengelompokan jenis website yang diarahkan berdasarkan fungsi, sifat atau style dan bahasa pemrograman yang digunakan. Jenis-jenis website berdasarkan sifat atau stylenya, yaitu:
1) Website dinamis : website yang menyediakan konten yang dapat berubah setiap saat. Bahasa pemrograman yang digunakan untuk website ini antara lain PHP, ASP, .NET serta memanfaatkan MySQL atau MS SQL untuk database.
Contohnya website media informasi seperti detik.com
2) Website statis : website yang kontennya jarang sekali untuk berubah. Bahasa pemrograman yang digunakan biasanya HTML dan belum menggunakan database. Contohnya website profil dari suatu organisasi atau perusahaan.
Berdasarkan fungsinya, website terbagi atas:
1) Personal website : website yang berisikan konten mengenai informasi pribadi seseorang.
2) Commercial website : website yang bersifat bisnis atas kepemilikan suatu perusahaan.
3) Government website : website yang dimiliki oleh instansi pemerintahan atau pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada pengguna.
4) Non-profit organization website : website yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan tertentu yang tidak bersifat bisnis atau non-profit.
Sedangkan, dilihat dari segi bahasa pemrograman yang digunakan, website terbagi atas:
1) Server Side : website dengan bahasa pemrograman yang tergantung kepada tersedianya server. Seperti PHP, ASP, dan .NET, jika tidak ada server maka website yang telah dibangun menggunakan bahasa pemrograman tersebut tidak akan dapat berfungsi.
2) Client Side : website yang dapat diakses melalui web browser saja, tidak bergantung atau tidak membutuhkan server untuk menjalankannya. Contohnya adalah HTML.
2.7 Evaluasi Kualitas Perangkat Lunak (Website) 2.7.1 Pengertian Evaluasi
Menurut Prof. Dr. Suharsimi Arikunto (2010:36), evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data atau informasi yang bertujuan untuk dibandingkan dengan kriteria tertentu dan kemudian diambil kesimpulan. Kesimpulan inilah yang disebut sebagai hasil evaluasi.
Menurut Longman Dictionary (2006), evaluasi adalah suatu tindakan memperhatikan dan mempertimbangkan suatu hal yang bertujuan untuk menghasilkan keputusan seberapa berguna dan bernilai hal tersebut.
Maka dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan sebuah kegiatan mempertimbangkan data atau informasi yang telah dikumpulkan untuk dibandingkan dengan kriteria tertentu sehingga mendapatkan nilai keputusan sebagai kesimpulan.
2.7.2 Jenis-Jenis Evaluasi
Menurut Prof. Dr. Suharsimi Arikunto (2004: 293), mengutip pernyataan Michael Schriven, seorang ahli dalam penelitian evaluasi. Terdapat banyak jenis evaluasi tergantung pada objek dan tujuan evaluasi. Evaluasi berdasarkan fungsinya terbagi menjadi dua, yaitu:
1) Evaluasi Formatif : pengumpulan data atau informasi dilakukan pada waktu program kegiatan objek yang dievaluasi masih berlangsung. Hasil evaluasi formatif dapat digunakan untuk meningkatkan dan memodifikasikan program kegiatan tersebut.
2) Evaluasi Summatif : pengumpulan data atau informasi dilakukan pada waktu program kegiatan objek yang dievaluasi telah selesai dilaksanakan. Evaluasi ini dilaksanakan untuk menentukan sejauh mana sesuatu kegiatan mempunyai nilai kemanfaatan.
2.7.3 Evaluasi Kualitas Website
Kualitas merupakan konsep penilaian yang tidak berwujud. Tidak mudah untuk menentukan kualitas dengan cara operasional. Namun, setiap orang dapat merasakan jika terdapat kekurangan pada kualitas suatu produk. Penilaian baik atau buruk kualitas digunakan untuk mengetahui seberapa baik dan buruk fungsi dari suatu produk. Sebagian besar orang dapat menilai kualitas dengan mudah tetapi sulit untuk menggambarkan bagaimana makna nilai kualitas tersebut (Suwawi et al., 2015).
Evaluasi perangkat lunak dilakukan untuk mengetahui kesesuaian perangkat lunak yang ada dengan tujuan yang diinginkan dan juga untuk mencari kesalahan yang terdapat pada perangkat lunak tersebut saat digunakan (Nurcahyo, 2018).
Menurut Mebrate (2010) yang dikutip Suwawi dkk. (2015), pada sudut pandang pengguna, indikator bagus atau tidaknya kualitas sebuah perangkat lunak yaitu mudah digunakan, mudah dimengerti, dilengkapi dengan fungsionalitas dan bantuan navigasi yang diperlukan.
Terdapat tingkatan pengujian yang berbeda dalam pengujian perangkat lunak.
Pengujian perangkat lunak terbagi menjadi dua, yaitu pengujian fungsionalitas dan non fungsionalitas. Pengujian fungsionalitas merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui sistem dapat menjalankan fungsi dan menampilkannya dengan baik. Sedangkan, pengujian non fungsionalitas adalah pengujian yang berhubungan dengan sifat sistem seperti security, privacy, usability, reliability, availability, dan performance. (Nurcahyo, 2018)
2.8 ISO (International Organization for Standardization)
Standar merupakan dokumen yang berisi informasi mengenai aturan, petunjuk, atau karakteristik dari suatu aktivitas yang umum. Standar dibuat melalui konsensus dan disetujui oleh badan tertentu dengan tujuan untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Standar digunakan untuk memastikan kualitas, keamanan, dan keandalan dari sebuah produk atau jasa, dan untuk mengukur efisiensi dalam produksi. Standar berfungsi untuk menjaga kualitas, kompatibilitas, menurunkan variasi, dan sebagai sumber informasi atau pengukuran. Suatu standar harus terkonsolidasi dengan hasil dalam ilmu science, teknologi, dan pengalaman serta dapat memberikan keuntungan kepada organisasi (Hatto, 2010).
ISO atau International Organization for Standardization merupakan sebuah organisasi internasional non-pemerintah yang telah diakui untuk merancang suatu dokumen yang digunakan sebagai aturan, petunjuk, karakteristik, dan spesifikasi pada suatu aktivitas (Hatto, 2010).
Dapat diartikan ISO adalah sebuah standar internasional yang dikembangkan oleh suatu organisasi dari beberapa negara yang telah diakui dengan tujuan untuk memberikan petunjuk, karakteristik, dan aturan pada suatu sistem untuk mendukung pengambilan keputusan.
Terdapat berbagai macam model standar kualitas seperti McCall, Boehm, FURPS, Dromey, ISO/IEC 9126, dan ISO/IEC 25000. Model ISO/IEC 9126 merupakan model kualitas yang merangkum dari model-model sebelumnya, dan menjadi standar yang digunakan untuk menilai kualitas dari perangkat lunak. Pada tahun 2007, lembaga standar internasional mengeluarkan ISO/IEC 25000 menjadi standar baru menggantikan ISO/IEC 9126 untuk menilai kualitas dari perangkat lunak (Puspaningrum, 2017).
Dari studi perbandingan antar model yang telah dilakukan Miguel, et al., (2014) yang dikutip (Puspaningrum, 2017), ISO/IEC 25000 merupakan model yang memiliki aspek pengukuran yang paling lengkap. Perbandingan dari model-model kualitas yang ada dapat dilihat pada Tabel 2.8.1.
Tabel 2.8.1 Perbandingan Model-Model Kualitas
Karakteristik McCall Boehm FURPS Dromey ISO 9126 ISO 25000
Accuracy X X
Adaptability X X
Analyzability X X
Attractiveness X X
Changeability X X
Correctness X X
Efficiency X X X X X
Flexibility X
Functionality X X X X
Human Engineering X
Installability X X
Integrity X X
Interoperablity X X
Maintainability X X X X
Maturity X X
Modifiability X
Operability X X
Performance X X X
Portability X X X X X
Reliability X X X X X X
Resource Utilization X X
Reusability X X X
Stability X X
Suitability X X
Supportability X X X
Testability X X X X
Transferability X
Understandability X X X
Usability X X X X X