BAB II LANDASAN TEORI
2.12 Teknik Sampling
Teknik sampling merupakan cara atau metode yang dimanfaatkan dalam suatu penelitian untuk menentukan sampel yang akan digunakan. Teknik sampling ini terbagi menjadi dua, yaitu probability sampling dan non-probability sampling (Sugiyono, 2015). Pada kedua teknik tersebut terbagi lagi menjadi bermacam-macam jenis teknik, yang dapat dilihat pada Gambar 2.11.1.
Penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling yang termasuk dalam jenis Non-Probability Sampling. Non-Probability Sampling merupakan cara atau metode pengambilan sampel yang memberikan peluang atau kesempatan yang tidak sama kepada anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Sedangkan Purposive Sampling merupakan teknik pengambilan sampel dengan menentukan target anggota sampel dari anggota populasi yang diperkirakan paling cocok untuk dikumpulkan datanya berdasarkan kriteria tertentu (Sugiyono, 2015).
1. Sample Random Sampling 2. Proportionate Stratified
Random Sampling
3. Disproportionate Stratified Random Sampling
4. Area (Cluster) Sampling
Teknik Sampling Gambar 2.12.1 Teknik Sampling
Untuk menentukan subyek penelitian secara tepat, peneliti hendaknya mengetahui apa yang menjadi subyek dari analisis penelitian. Subyek analisis sangat berkaitan dengan siapa yang diteliti (Alfitr, 2020).
Untuk menentukan banyaknya jumlah sampel yang mewakili populasi diperlukan perhitungan khusus. Semakin besar jumlah sampel dan mendekati jumlah populasi, maka peluang kesalahan dalam melakukan generalisasi akan semakin kecil. Teknik yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel pada penelitian ini adalah metode Slovin dengan batas toleransi kesalahan 0,1 atau 10%
berdasarkan rumus berikut.
๐ = ๐
1 + ๐๐2 Keterangan:
n = jumlah sampel N = jumlah populasi
e = taraf kesalahan (10%) = 0,1 2.13 Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk menentukan hubungan serta melihat hipotesis antara dua variabel atau lebih dalam suatu kuesioner adalah sama (Bora &
Yusdinata, 2017).
Dikutip dari Audina dkk. (2018) dalam penelitian (Alfitr, 2020), Uji Validitas memiliki ketentuan tertentu dalam menentukan hasilnya, ketentuan tersebut sebagai berikut:
1) Membandingkan nilai signifikan korelasi satu item dengan item total. Aturan untuk hal tersebut adalah bila nilai signifikan < 0,05 maka item dinyatakan valid, tetapi apabila nilai signifikan > 0,05 maka item dinyatakan tidak valid.
2) Membandingkan nilai R Hitung dengan nilai R Tabel. Nilai R Tabel dicari dengan menggunakan rumus df = N-2. Dengan keterangan df adalah tingkat signifikan (0,1), N ialah banyak sampel, dan 2 adalah ketetapan. Bila R Hitung
lebih besar dari R Tabel, maka item dinyatakan valid dan R Hitung lebih kecil dari R Tabel, maka item dinyatakan tidak valid.
Tabel 2.13.1 Nilai r Product Moment
Adapun cara memasukkan data uji validitas instrumen kuesioner pada IBM SPSS Statistics versi 26 yaitu:
1) Memberikan identitas variabel pada kolom bagian sheet variabel view yang terletak di sudut kiri bawah, sehingga akan muncul tampilan variabel view mulai dari name sampai role. Lalu, isi masing-masing kolom tersebut.
a) Name
Diisi dengan nama-nama variabel atau item pernyataan yang ada pada kuesioner, nomor satu untuk nama variabel atau item pernyataan pertama (var0001).
b) Type
Diisi dengan tipe data yang akan dianalisis. Jika klik pada kotak sel di bawah type secara otomatis program memberikan pilihan data yang akan dimasukkan berbentuk huruf dengan pilihan โstringโ atau data berbentuk angka dengan pilihan โnumericโ.
c) Width
Diisi dengan jumlah karakter terbanyak dari data variabel yang akan dimasukkan tersebut.
d) Decimal
Diisi dengan jumlah angka terbanyak di belakang koma pada data variabel.
e) Label
Diisi dengan penjelasan nama variabel. Dari nama variabel tidak dapat diketahui identitas variabel yang sesungguhnya, oleh karena itu terkadang perlu ada penjelasan variabel yang terletak pada label.
f) Values
Diisi dengan nilai terhadap label variabel yang dimasukkan.
g) Missing
Berfungsi untuk variabel yang datanya tidak lengkap atau ada responden yang datanya hilang. Pada kolom ini abaikan saja, karena data yang diinput tidak ada data yang kosong, maka pilihan tetap pada default program SPSS.
h) Columns
Jumlah angka maksimal dalam kolom, sebaiknya biarkan bagian ini tetap pada default program SPSS, karena program komputer akan menyesuaikan dengan data yang diinput.
i) Align
Untuk menentukan posisi atau letak data, di pinggir kanan, di tengah, atau di pinggir kiri. Jika klik pada kolom kolom Align, maka akan muncul pilihan Left, Right, Center.
j) Measure.
Untuk menentukan jenis data. Klik pada kolom measure, sehingga akan muncul tiga pilihan yaitu Scale, Ordinal, dan Nominal. Scale untuk data Rasio dan Interval, Ordinal untuk jenis data ordinal dan Nominal untuk jenis data nominal.
k) Role
Digunakan untuk menentukan peranan variabel dalam melakukan analisis data. Input untuk variabel independent (predictor/default), Target untuk variabel dependent (output), None untuk Tanpa peranan, Partition untuk variabel akan dilakukan partisi data menjadi sampel terpisah, dan Split untuk digunakan dengan IBMยฎ SPSSยฎ Modeler (bukan IBMยฎ SPSSยฎ Statistics) 2) Memasukkan data pada kolom bagian sheet data view yang terletak di sudut
kiri bawah, masukkan data sesuai urutan variabelnya.
3) Terdapat beberapa langkah Uji Validitas yaitu distribusi skor tiap-tiap pertanyaan dengan skor total. Jika data hasil sudah dimasukkan ke program SPSS pada kolom sheet data view, pilih Analyze dari menu utama lalu pilih Correlate kemudian pilih Bivariate, masukkan seluruh item variabel ke dalam kolom variables, setelah dimasukan ke dalam kolom variables selanjutnya beri centang Pearson pada Correlation Coefficients, pilih two-tailed pada test of significance dan beri centang pada flag significant correlations, lalu klik ok.
2.14 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur tingkat kepercayaan atau keandalan dari kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian (Bora &
Yusdinata, 2017).
Reliabilitas menyangkut seberapa jauh skor deviasi individu, yang menyatakan kekonsistenan pengujian apabila dilakukan pengulangan dengan tes yang sama. Suatu tes dikatakan reliabel, jika memberikan hasil yang sama bila
diteskan pada kelompok yang sama pada waktu atau kesempatan yang berbeda.
(Alfitr, 2020)
Dikutip dari Siregar (2013) dalam penelitian (Alfitr, 2020), teknik untuk mengukur reliabilitas instrumen pada suatu penelitian dapat menggunakan teknik Alpha Cronbach. Suatu penelitian dikatakan reliabel apabila telah memenuhi kriteria tertentu, yaitu bila koefisien reliabilitas (R Hitung) > 0,7 (Arikunto, 2004).
Adapun cara uji reliabilitas pada IBM SPSS Statistics versi 2 yaitu:
1) Masukkan data instrumen seperti yang terdapat pada sub-bab 2.13 mengenai uji validitas.
2) Klik Analyze, lalu klik Scale klik Reliability Analysis.
3) Masukkan seluruh variabel pernyataan ke dalam kolom items.
4) Selanjutnya dilakukan pengaturan analisis dengan klik tombol Statistics.
5) Untuk keperluan analisis validitas dan reliabilitas instrumen penelitian klik Scale if Item Deleted. Selanjutnya klik continue dan klik ok untuk proses analisis.
2.15 SPSS
Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk melaksanakan analisis statistik. SPSS menjadi aplikasi khusus pengolahan data statistik yang populer dan paling banyak digunakan dalam berbagai riset pasar, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset sains. Analisis yang dapat dilakukan SPSS antara lain uji Validitas dan uji reliabilitas dengan karakteristik lengkap yang terdapat pada aplikasi SPSS (Zein et al., 2019).
Keunggulan SPSS ialah memiliki tampilan user interface atau antar muka yang mudah dimengerti dan digunakan oleh pengguna (user friendly) dan hasil analisis yang mudah dimengerti dengan tampilan yang menarik. Kelebihan lain dari SPSS adalah memiliki sistem database tersendiri serta dapat dijalankan dan dihubungkan dengan aplikasi lainnya seperti aplikasi MS. Excel (Alfitr, 2020).
2.16 Metodologi Pengumpulan Data 2.16.1 Studi Lapangan
Menurut Danang Sunyoto (2013:22), Studi lapangan adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung terhadap kegiatan atau objek yang diteliti.
Studi lapangan yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini, antara lain:
1) Observasi
Observasi adalah teknik atau cara pengumpulan data melalui pengamatan yang dilakukan secara langsung terhadap objek penelitian yang bersifat perilaku, tindakan manusia, fenomena alam (kejadian yang ada di alam sekitar), atau proses kerja, dengan jumlah responden kecil (Guritno et al., 2011:134).
2) Wawancara
Wawancara adalah teknik atau cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya dengan jumlah responden sedikit. Wawancara dilakukan dengan tujuan mendapatkan data atau informasi dari responden secara mendalam (Guritno et al., 2011:131).
3) Kuesioner
Kuesioner adalah teknik atau cara pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan pernyataan-pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2017:14).
Pada penelitian ini membutuhkan dua tipe skala dalam kuesioner untuk pengujian aspek usability. Kuesioner pertama dibentuk dalam skala dua poin dengan pilihan jawaban ya dan tidak, yang dianggap cocok untuk menghitung rumus dari setiap nama metrik. Kuesioner kedua dibentuk dalam skala lima poin dengan model skala Likert sebagai pengukuran tingkat persetujuan pengguna terhadap pernyataan.
2.16.2 Studi Kepustakaan
Menurut Djaman Satori dan Aan Komariah (2009:105), studi kepustakaan merupakan metode pengumpulan data pendukung penelitian yang berasal dari pandangan-pandangan ahli yang tertulis dalam bentuk referensi buku, jurnal, laporan penelitian atau karya ilmiah lainnya.
2.16.3 Studi Literatur Sejenis
Pada tinjauan pustaka ini, peneliti mengumpulkan beberapa studi literatur sejenis yang dipelajari metode, kelebihan dan kekurangannya untuk menjadi bahan pertimbangan penelitian dan acuan untuk menghasilkan penelitian yang lebih baik.
Beberapa studi literatur dipaparkan dalam bentuk tabel di bawah ini:
No. Judul Penelitian Kelebihan Kekurangan Metode 1. User Interface Heuristic
Evaluation Pada Sistem Informasi Nasabah Koperasi Mitra Swadaya PT. Gajah Tunggal (Ghina Ashila, 2019)
Penelitian menghasilkan rekomendasi terkait dengan tampilan interface dan konten agar memudahkan pengguna dan tidak menimbulkan kejenuhan studi pustaka, wawancara dan kuesioner dalam pengumpulan data penelitian, serta
menggunakan metode Heuristic Evaluation untuk evaluasi.
2. Usability of Central Library Websites of Iranian Universities of Medical Sciences: An Evaluation (Shafi Habibi, Lida Seyed-Akbari, Amir Torab-Miandoab, and Taha Samad-Soltani, 2019) International
Analisis data menggunakan 19 skenario yang dirancang dari 3 sudut pandang (effectiveness, efficiency, & satisfaction) yang terdefinisi oleh standar ISO 9241-11.
Penelitian dilakukan sampling 9 website dari total 66 website perpustakaan yang ada di Iran.
Dengan tolak ukur pengambilan sampling berdasarkan
universitas golongan level 1 (universitas unggulan di Iran).
Peneliti menggunakan metode studi pustaka dan kuesioner dalam pengumpulan data penelitian, serta menggunakan metode Cognitive Walkthrough dengan standar ISO 9241-11 untuk evaluasi.
3. Evaluation of Academic Website Using ISO/IEC 9126 (Dawam Dwi Jatmiko Suwawi, Eko Darwiyanto, Martiana Rochmani, 2015) International
Penelitian dilakukan pada akademik website Telkom University dengan fokus pada evaluasi nilai functionality, reliability, usability, dan efficiency.
Pada pengujian reliabilitas nilai efficiency ditemukan tidak reliable sehingga tidak bisa digunakan dalam evaluasi dan analisis.
Peneliti menggunakan metode studi pustaka dan kuesioner dalam pengumpulan data penelitian, serta menggunakan Kano Model dengan standar ISO/IEC 9126 untuk evaluasi.
4. Evaluasi Kegunaan Sistem Informasi Akademik Universitas scroll tabel, perubahan data
Evaluasi hanya pada kegunaan sistem saja tanpa melakukan evaluasi kepuasan pengguna.
Pada pengambilan sample untuk
Peneliti menggunakan metode studi pustaka dan kuesioner dalam pengumpulan data penelitian, serta menggunakan
table, update informasi, pemeliharaan dan update link.
evaluasi hanya pada level mahasiswa saja.
metode WEBUSE untuk evaluasi usability.
5. Pengukuran Kualitas Website Sistem Informasi Akademik STIKOM Dinamika Bangsa Jambi ( Ulrica Husein, Nurhadi, Mulyadi, 2019)
Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang disusun berdasarkan instrumen WebQual 4.0 kepada 97 mahasiswa STIKOM Dinamika Bangsa, lalu dilakukan analisis data dengan metode regresi linear berganda menggunakan SPSS.
Penelitian hanya menghasilkan hasil evaluasi dengan
kesimpulan website memiliki kualitas yang memuaskan dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna tanpa ada
rekomendasi perbaikan atau pengembangan.
Peneliti menggunakan metode studi pustaka dan kuesioner dalam pengumpulan data penelitian, serta menggunakan metode Regresi Liner Berganda dengan SPSS berdasarkan instrumen WebQual 4.0 untuk evaluasi.
6. Evaluasi User Interface Pada Sistem Informasi Akademik di STIE Putra Bangsa
Menggunakan Metode User Centered Systems Design (Miftahul Huda, Wing Wahyu Winarno, Emha Taufiq Lutfi, 2017)
Evaluasi menggunakan metode User Centered Systems Design dengan beberapa variabel penelitian yang berupa aspek Visual Clarity, Consistency,
wawancara dan kuesioner dalam pengumpulan data penelitian, serta menggunakan metode User Centered Systems Design untuk evaluasi.
7. Pengukuran Kesesuaian
Fungsional Dengan Pendekatan Berorientasi Tujuan Pada Sistem Informasi Akademik (SIA) Berdasarkan Model Kualitas ISO/IEC 25010 (Ajeng Puspaningrum, 2017)
Pengukuran dilakukan dengan berorientasi pada tujuan institusi yang dirumuskan menggunakan Goal Question Metric (GQM).
Kemudian, dilakukan pemetaan rancangan pengukuran
Penelitian hanya berfokus pada pengukuran kesesuaian
fungsional saja, tidak memberikan simpulan untuk rekomendasi perbaikan.
Peneliti menggunakan metode studi pustaka, observasi, dan kuesioner dalam pengumpulan data penelitian, serta
menggunakan metode Goal Question Metric (GQM) dengan
menggunakan standar ISO/IEC 25010.
standar ISO/IEC 25010 untuk evaluasi.
8. Evaluasi Kualitas Perangkat Lunak dengan ISO/IEC 25010:2011 (Study Kasus : Aplikasi First Aid pada Platform Android) (Muhamad Harun, 2018)
Evaluasi aplikasi dilakukan pada semua aspek nilai dari standar ISO 25010:2011.
Evaluasi hanya sebatas
melakukan pengukuran kualitas saja, tanpa memberikan
rekomendasi perbaikan yang perlu dilakukan pada aplikasi.
Peneliti menggunakan metode studi pustaka dan kuesioner dalam pengumpulan data penelitian, serta menggunakan model ISO/IEC 25010 untuk evaluasi.
9. Evaluasi Usability Berdasarkan ISO/IEC 9126 dan Nielsen Model Menggunakan Metode Usability Testing (Studi Kasus:
Aplikasi Mobile Reblood) (Fitri Rifqatusaโadah, 2017)
Evaluasi dilakukan dengan menggunakan metode usability testing berdasarkan ISO 9126 dan Nielsen Model yang menghasilkan uji hipotesis kerangka kerja usability.
Peneliti menggunakan metode studi pustaka dan kuesioner dalam pengumpulan data penelitian, serta menggunakan Nielsen Model dan standar ISO 9126 dan untuk evaluasi.
10. Usability evaluation of mobile applications using ISO 9241 and ISO 25062 standards (Karima Moumane, Ali Idri, dan Alain Abran, 2016)
International
Evaluasi dilakukan dengan menggunakan ISO 25062 dan ISO 9241 kepada obejek penelitian aplikasi Google Apps dan Google Maps studi pustaka dan kuesioner dalam pengumpulan data penelitian, serta metode evaluasi empiris menggunakan kuisioner dengan standar ISO 25062 dan ISO 9241 untuk evaluasi.
3.1.1 Observasi
Peneliti melakukan observasi di IKB LSPR pada tanggal 3 dan 4 Februari 2020 dengan tujuan untuk mengetahui tampilan sistem informasi akademik berbasis website yang digunakan sebenarnya, cara penggunaan website, dan fungsi apa saja yang terdapat pada website sistem informasi akademik IKB LSPR.
3.1.2 Wawancara
Peneliti melakukan tanya jawab langsung dengan Bapak Richardson Mendoza Wong selaku IT Manager dan penanggung jawab website sistem informasi akademik IKB LSPR yang bertujuan untuk mengetahui format dan alur proses kegiatan akademik yang terdapat pada website. Tanya jawab juga dilakukan dengan Bapak Yulius Bagus Pujo dan Kak Khodijah Icha Putri selaku Head of Management Information System dan Staff Database System di IKB LSPR dengan tujuan mendapatkan data mengenai jumlah mahasiswa dan dosen untuk keperluan survei yang akan dilakukan untuk data penelitian. Wawancara dilakukan pada tanggal 3 dan 4 Februari 2020 di Kampus IKB LSPR, Kampus Sudirman Park.
3.1.3 Kuesioner
Peneliti membuat kuesioner yang disebar kepada mahasiswa jurusan Digital Media Communication & Advertising, dan dosen pembimbing akademik IKB LSPR untuk mengukur penilaian dan tingkat kepuasan pengguna terhadap website yang diteliti. Kuesioner yang digunakan untuk pengujian seperti contoh berikut.
Tabel 3.1.1 Contoh Kuesioner dengan Skala Guttman Judul Kuesioner (Nama Faktor/Karakteristik)
No. Pernyataan Pengujian
Keterangan Ya Tidak
Nama Metrik: Pernyataan metrik 1. Fungsi 1
2. Fungsi 2 3. Fungsi 3
Tabel 3.1.2 Contoh Kuesioner dengan Skala Likert Judul Kuesioner (Nama Faktor/Karakteristik)
No Pernyataan Pengujian
STS TS N S SS
Nama Metrik: Penjelasan metrik 1. Pernyataan 1
2. Pernyataan 2 3. Pernyataan 3
Kuesioner menggunakan tabel yang umumnya terdiri dari baris dan kolom, pada kolom pertama berisikan pernyataan yang sesuai dengan kebutuhan penilaian, dan kolom selanjutnya berisikan skala nilai yang akan diisi oleh responden untuk mengetahui nilai dari setiap pernyataan yang disajikan. Kuesioner menggunakan dua tipe skala untuk pengujian aspek usability. Kuesioner pertama dibentuk dalam skala dua poin (guttman) dengan jawaban ya dan tidak, yang dianggap cocok untuk digunakan menghitung rumus pada setiap nama metrik. Kuesioner kedua dibentuk dalam skala lima poin (likert) untuk mengukur tingkat persetujuan pengguna terhadap pernyataan.
Kuesioner tersebut selanjutnya dimuat ke dalam bentuk digital dengan menggunakan platform Google Form dan diisi secara daring oleh responden dari lokasi masing-masing karena situasi dan kondisi yang tidak memperbolehkan untuk responden berkumpul dalam satu tempat dan mengisinya secara bersama-sama.
3.2 Studi Pustaka
Studi pustaka untuk mendukung penelitian ini adalah 13 buku, 25 Jurnal, 7 studi literatur, dan 3 link website.
3.3 Metode Implementasi
Metode implementasi yang peneliti gunakan adalah metodologi pengujian dengan menggunakan nama metrik dari dari ISO 25023 sebagai pengujian usability.
Pengujian dengan ISO 25023 ini memiliki 6 faktor yang akan dijadikan sebagai alat pengujian. Faktor-faktor tersebut adalah Appropriateness Recognisability, Learnability, Operability, User Error Protection, User Interface Aesthetics, dan
Accessibility (Bevan et al., 2016). Alat pengujian berfokus pada nilai kualitas usability yang berasal dari nama metrik dalam bentuk pernyataan-pernyataan.
Berikut rumus-rumus yang ada pada setiap nama metrik untuk menghitung hasil pengujian usability website (Nurcahyo, 2018).
1) Pengujian Faktor Appropriateness Recognisability
Pengujian faktor appropriateness recognisability merupakan pengujian kemampuan sistem untuk mudah dipahami oleh pengguna. Pada pengujian ini terdapat 3 nama metrik yang digunakan. Nama metrik mencakup pernyataan untuk mengetahui sejauh mana pengguna memahami sistem yang ada pada website, bagaimana cara mengaksesnya dan fungsi dari website tersebut. Nama metrik yang ada pada faktor ini diantaranya:
a) Description Completeness menghitung berapa fungsi yang dipahami oleh pengguna saat menggunakan website. Pengujian dilakukan dengan memberikan tugas kepada pengguna untuk menggunakan website sesuai dengan fungsi yang ada dan dilihat hasil pengujiannya. Nilai pengujian yang lebih mendekati angka 1, maka hasil pengujian lebih baik. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:
b) Demonstration Coverage menghitung jumlah fungsi yang berhasil dijalankan setelah melihat tutorial, dan berapa kali pengguna membutuhkan tutuorial untuk menjalankan aplikasi. Pengujian dilakukan dengan memberikan tutorial penggunaan kepada pengguna, lalu menjalankan fungsi yang ada sesuai dengan tutorial. Nilai pengujian yang lebih mendekati angka 1, maka hasil pengujian lebih baik. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:
๐ท๐๐ ๐๐๐๐๐ก๐๐๐ ๐ถ๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐๐ ๐ = jumlah fungsi yang dipahami total jumlah fungsi yang ada
๐ท๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐ก๐๐๐ ๐ถ๐๐ฃ๐๐๐๐๐ =jumlah fungsi yang berhasil dijalankan total jumlah fungsi yang ada
c) Entry Point Self-Descriptiveness menghitung jumlah item input dan output data yang dipahami oleh pengguna. Pengujian dilakukan dengan memberikan pernyataan seputar item input atau output data sesuai dengan fungsi yang ada. Nilai pengujian yang lebih mendekati angka 1, maka hasil pengujian lebih baik. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:
2) Pengujian Faktor Learnability
Pengujian faktor learnability merupakan pengujian kemampuan website dalam kemudahan untuk dipelajari oleh pengguna. Pada pengujian ini terdapat 4 nama metrik yang digunakan. Nama metrik mencakup pernyataan untuk mengetahui sejauh mana pengguna dengan mudah mempelajari website. Nama metrik yang ada pada faktor ini diantaranya:
a) User Guidance Completeness mengetahui kepahaman pengguna untuk menjalankan fungsi dengan adanya tutorial. Pengujian dilakukan dengan memberikan pernyataan sesuai dengan fungsi yang ada. Nilai pengujian yang lebih mendekati angka 1, maka hasil pengujian lebih baik. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:
b) Entry Fields Defaults menghitung kemudahan pengguna dalam memilih nilai parameter untuk operasi yang mudah. Pengujian yang dilakukan dengan memberikan pernyataan mengenai parameter dari fungsi yang ada. Nilai pengujian yang lebih mendekati angka 1, maka hasil pengujian lebih baik.
Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:
๐ธ๐๐ก๐๐ฆ ๐๐๐๐๐ก ๐๐๐๐ โ ๐ท๐๐ ๐๐๐๐๐ก๐๐ฃ๐๐๐๐ ๐ =jumlah fungsi dengan input/output data yang dipahami total jumlah fungsi yang ada
๐๐ ๐๐ ๐บ๐ข๐๐๐๐๐๐ ๐ถ๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐๐ ๐ =jumlah fungsi yang dipahami total jumlah fungsi yang ada
๐ธ๐๐ก๐๐ฆ ๐น๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐ข๐๐ก๐ =jumlah fungsi dengan nilai parameter yang dipahami total jumlah fungsi yang ada
c) Error Message Understandability menghitung berapa pesan kesalahan yang dipahami oleh pengguna. Pengujian dilakukan dengan memberikan tugas kepada pengguna untuk menjalankan fungsi yang ada. Nilai pengujian yang lebih mendekati angka 1, maka hasil pengujian lebih baik. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:
d) Self-Explanatory User Interface menghitung jumlah fungsi antarmuka yang mudah dipahami oleh pengguna. Pengujian dilakukan dengan memberikan pernyataan sesuai fungsi antar muka yang ada. Nilai pengujian yang lebih mendekati angka 1, maka hasil pengujian lebih baik. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:
3) Pengujian Faktor Operability
Pengujian faktor operability merupakan pengujian kemampuan website untuk memudahkan pengguna dalam mengoperasikan website. Pada pengujian ini terdapat 9 nama metrik yang digunakan. Nama metrik mencakup pernyataan untuk mengetahui sejauh mana pengguna dapat mengoperasikan website secara benar. Nama metrik yang ada pada faktor ini diantaranya:
a) Operational Consistency mengukur konsistensi dari user interface website.
Pengujian dilakukan dengan memberikan pernyataan mengenai konsistensi dari user interface terkait pada fungsi yang ada. Nilai pengujian yang lebih mendekati angka 1, maka hasil pengujian lebih baik. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai berikut:
b) Message Clarity menghitung seberapa mudah pesan yang terdapat pada website dipahami. Pengujian dilakukan dengan memberikan pernyataan
๐ธ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐๐๐๐๐๐ก๐ฆ =jumlah fungsi dengan pesan kesalahan yang dipahami total jumlah fungsi yang ada
๐๐๐๐ โ ๐ธ๐ฅ๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐ฆ ๐๐ ๐๐ ๐ผ๐๐ก๐๐๐๐๐๐ =jumlah fungsi antarmuka yang dipahami total jumlah fungsi antarmuka yang ada
๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐๐๐ ๐ถ๐๐๐ ๐๐ ๐ก๐๐๐๐ฆ =jumlah fungsi yang sesuai dengan pengguna total jumlah fungsi yang ada
seputar pesan yang terdapat pada fungsi yang ada. Pengujian akan lebih baik jika hasilnya mendekati nilai 1. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai
seputar pesan yang terdapat pada fungsi yang ada. Pengujian akan lebih baik jika hasilnya mendekati nilai 1. Rumus untuk menghitungnya adalah sebagai