• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOSIALISASI DAN LOMBA SENAM AEROBIC GYMNASTICS SE- DIY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SOSIALISASI DAN LOMBA SENAM AEROBIC GYMNASTICS SE- DIY"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

20

Ratna Budiarti1*, Endang Rini Sukamti2, Pranatahadi3, Wisnu Nugroho4

Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta

1[email protected], 2[email protected], 3[email protected],

4[email protected] Abstract

This community service activity aims to introduce the National Development group of aerobic gymnastics to the society, find potential athletes for aerobic gymnastics, and introduce to the children to get to know about new gymnastics disciplines. The objective of the service team is to carry out Three Pillars of Higher Education in the form of community service and to collaborate with various parties in order to introduce aerobic gymnastics. The socialization activities and aerobic gymnastics competition were attended by teachers and elementary school students aged 9-11 years old in the Special Region of Yogyakarta. Socialization activities were conducted offline by inviting representatives of the PERSANI Pengda (Regional Committee of Indonesian Gymnastics Federation) management as partners, administrators of districts/municipalities, Physical Education teachers, and coaches, with the total of 19 persons, implementing socialization at the Faculty of Sport Sciences, Yogyakarta State University. The aerobic gymnastics competition was attended by 32 participants and was assessed by three judges via online. The result of this service is the accomplished socialization and introduction program of aerobic gymnastics for the PERSANI commitees, Elementary School Physical Education Teachers, elementary school students, parents and coaches. The implementation of aerobic gymnastics competition activities create exercise packages for students aged 9-11 years old. This activity is a means of identifying the talents of prospective aerobic gymnastics athletes who can be encouraged to practice gymnastics so that later they can gain the achievements for Special Region of Yogyakarta. The results of this activity will be published in a journal.

Keywords: socialization, gymnastics competitions, aerobic gymnastics

Abstrak

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan cabang olahraga senam aerobic gymnastics kelompok National Development pada khalayak ramai, mencari bibit unggul atlet aerobic gymnastics dan memberikan pengalaman bagi anak-anak untuk mengenal disiplin senam yang baru.

Tujuan tim pengabdi adalah melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka memperkenalkan cabang olahraga senam aerobic gymnastics. Kegiatan sosialisasi dan lomba senam aerobic gymnastics ini diikuti oleh guru-guru serta siswa sekolah dasar usia 9-11 tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara luring dengan mengundang perwakilan pengurus Pengda PERSANI selaku Mitra, pengurus pengkab/pengkot, guru olahraga, dan pelatih, berjumlah 19 orang. Pelaksanaan sosialisasi di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Lomba senam aerobic gymnastics diikuti oleh 32 peserta dan dinilai oleh tiga juri secara daring. Hasil pengabdian ini adalah tersampaikannya sosialisasi dan pengenalan olahraga aerobic gymnastics bagi Pengkab/kota Persani, Guru Olahraga Sekolah Dasar, siswa sekolah dasar, orangtua dan pelatih. Terlaksananya kegiatan lomba senam aerobic gymnastics, terciptanya paket senam untuk siswa usia 9 -11 tahun. Kegiatan ini sebagai ajang identifikasi bakat calon atlet aerobic gymnastics yang dapat diarahkan untuk berlatih senam sehingga kelak dapat memberikan prestasi di DIY. Hasil dari kegiatan ini akan dipublikasikan ke dalam jurnal.

Kata Kunci : sosialisasi, lomba senam, aerobic gymnastics

(2)

AbdiMuh : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Volume I Nomor 2 Edisi November-April

21 PENDAHULUAN

Dalam upaya untuk menggali maupun meningkatkan prestasi olahraga senam di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya senam aerobic gymnastics perlu diadakan berbagai bentuk kegiatan yang mengandung unsur-unsur pada cabang olahraga senam. Salah satu program yang dirasa cukup efektif dan mampu menyerap minat anak-anak dalam belajar dan mengikuti senam adalah dengan menyelenggarakan sosialisai dan lomba senam aerobic gymnastics kelompok National Development. Kelompok ini dipilih karena di cabang olahraga senam proses pembinaan atlet dilaksanakan sedini mungkin. Sosialisai dan lomba senam aerobic gymnastics diharapkan dapat menggali bakat dan meningkatkan minat anak untuk menggeluti cabang olahraga senam khususnya aerobic gymnastics.

Perlu diketahui bahwa anak yang sehat pada umumnya memiliki aktifitas fisik yang cukup tinggi, mereka selalu bergerak dinamis dengan didorong naluri keingintahuaannya terhadap lingkungan sekitar. Dengan mengarahkan anak untuk tetap bergerak secara aktif, selain dapat mengantarkan anak untuk berprestasi juga dapat

membantu anak untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Olahraga senam juga dapat membantu anak-anak untuk lebih percaya diri, aktif bergerak, melatih keberanian dan bersosialisasi dengan anak-anak yang lainnya.

Sehingga anak-anak akan mendapatkan manfaat yang banyak ketika mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan sosialisasi ini akan menggunakan sistem Information technology (IT) dalam hal ini Tim akan membuat tutorial paket koreografi senam yang akan disebarkan kepada Pengda/kota Persani dan guru- guru olahraga Sekolah Dasar yang mengampu kelas bawah. Paket tutorial yang diberikan berupa video yang dapat diakses langsung sehingga akan memudahkan dalam mempelajari dan menirukan gerakan. Sosialisasi dilaksanakan lebih awal supaya dapat dievaluasi untuk pencapaian tahapan selanjutnya yaitu pelaksanaan lomba senam aerobic gymnastics dari hasil sosialisasi.

Dengan melihat fenomena yang ada bahwa belum adanya kegiatan sosialisasi dan pelaksanaan lomba senam aerobic gymnastics bagi anak-anak usia 9-11 tahun maka hal ini perlu dilakukan mengingat senam ini memiliki peluang yang bagus untuk prestasi, pada nomor anak-anak ada 4 set

(3)

Volume I Nomor 2 Edisi November-April

22 medali yang bisa diperebutkan, senam ini bisa dilakukan perorangan, berpasangan maupun bertiga dan pesertanya boleh laki-laki dan perempuan. Salah satu hal yang sangat penting untuk di perhatikan bagi para calon atet, pelatih, dan pembina olahraga adalah sistem pembinaan yang terprogram, terstruktur dan sesuai dengan tingkatan usia.

Pencapaian kegiatan ini harus mendapatkan perhatian khusus. Salah satu upaya pendekatan kegiatan yang dapat diberikan untuk meningkatkan prestasi dalam senam adalah melalui program “Sosialisasi dan Lomba Senam Aerobic Gymnastic di Daerah Istimawa Yogyakarta”. Dengan kegiatan ini nantinya juga diharapkan dapat mencari bibit-bibit atlet senam aerobic gymnastics di DIY. Sehingga para pelatih dapat mengamati dan menjaring calon atlet melalui kegiatan tersebut. Tujuan dari diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah; (1) Mengenalkan senam aerobic gymnastics kelompok National Development pada khalayak ramai, (2) Masyarakat (Pengkab/kota Persani dan Guru Olahraga Sekolah Dasar) mau mengembangkan serta merealisasikan hasil sosialisasi, (3) Mencari bibit unggul atlet senam aerobic gymnastics, (4) Memberikan

pengalaman bagi anak-anak untuk melakukan gerakan-gerakan senam, dan (5) Melatih keberanian anak melalui lomba senam sehingga meningkatkan kepercayaan diri anak.

1. Hakikat Senam

Senam merupakan bentuk aktivitas fisik yang melibatkan beberapa unsur pendukung terjadinya proses kebugaran tubuh. Soenyoto, Tommy (2014) menjelaskan Senam merupakan aktivitas jasmani yang efektif untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Menurut Agus Mahendra (2004:14), senam ialah kegiatan utama yang paling bermanfaat dalam mengembangkan komponen fisik dan kemampuan gerak (motor ability). Sedangankan menurut Fahmi (2001:1) Senam adalah olahraga yang dirangkai khusus dengan intensitas gerak dinamis biasanya diiringi tatanan musik yang khas serta selalu mempertontonkan kekuatan, kelincahan, kelentukan, keseimbangan, dan kesempurnaan pelakunya.

Gerakan-gerakan senam sangat sesuai untuk mengisi program pendidikan jasmani. Aktivitas fisik tersebut sangat mempengaruhi perkembangan seluruh komponen organ tubuh manusia secara utuh.

(4)

AbdiMuh : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Volume I Nomor 2 Edisi November-April

23 Artinya dapat dijelaskan bahwa dengan melakukan aktivitas senam tersebut, organ tubuh dapat berkembang dengan baik sesuai dengan fungsinya.

Sehingga, secara otomatis kebugaran tubuh dapat dicapai dengan baik.

Berlainan dengan cabang olahraga lain umumnya yang mengukur hasil aktivitasnya pada obyek tertentu, senam mengacu pada bentuk gerak yang dikerjakan dengan kombinasi terpadu dan menjelma dari setiap bagian anggota tubuh dari komponen- komponen kemampuan motorik seperti kekuatan, kecepatan, keseimbangan, kelentukan, kelincahan, dan ketepatan (Triyasari, Arin dkk 2016). Sisi lain yang dapat diperoleh selain tingkat kebugaran tubuh, aktivitas senam ini juga dapat diarahkan kepada pencapaian prestasi atlet pada kejuaraan. Baik capaian kebugaran tubuh maupun capaan prestasi, diperlukan latihan yang benar, bertahap, berjenjang dan berkesinambungan.

b. Jenis dan Nomor yang dilombakan dalam Senam

Senam adalah suatu olahraga yang memiliki beragam jenis dan variasi yang sangat banyak, sehingga senam perlu adanya pengelompokan

dan pengelompokan senam menurut FIG (Federation Internationale de Gymnastics) atau Federasi Senam Internasional dibagi menjadi; (1) Senam artistic, (2) Senam ritmik sportif, (3) Senam akrobatik, (4) Senam aerobik sport, (5) Senam trampoline, dan (6) Senam umum.

3. Senam aerobic gymnastics

Olahraga senam aerobik merupakan olahraga yang biasa dilakukan untuk menjaga kebugaran. Mempunyai sifat menyenangkan dan memiliki manfaat dalam tubuh. Selain bersifat menjaga kebugaran dan menyenangkan, biasa disebut fun aerobic, selain senam fun aerobic ada juga senam prestasi yang sering disebut dengan aerobic gymnastics. Senam ini merupakan olahraga senam dalam bentuk koreografi yang dirangkai khusus dengan intensitas gerak dinamis diiringi tatanan irama musik (lagu) yang tepat dan khas (Fahmi F, 2001. 2). Susunan gerak biasanya dipersiapkan sesuai dengan karakter (watak/cerita) yang ingin ditampilkan, namun koreografi harus selalu mempertontonkan kekuatan, kelincahan.

kelentukan, keseimbangan dan kesempurnaan pelaksanaannya

Pada senam aerobic gymnastics kelompok usia 10-12 tahun terdapat beberapa contoh gerakan yang

(5)

Volume I Nomor 2 Edisi November-April

24 didukung oleh pola gerak lokomotor antara Iain: tuck jump to split.

Sedangkan pada pola gerak non

lokomotor senam mampu

meningkatkan kekuatan, kelentukan, dan keseimbangan statis. Adapun contoh gerakan yang terdapat pada elemen aerobic gymnastics kelompok usia 10-12 tahun antara Iain: sit-up dan split. Karakteristik gerak dasar senam aerobic gymnastics ada 3 yaitu: (a) lokomotor, merupakan gerak berpindah tempat antara lain: jalan. lari lompat, skipp, lunges, knee up, jumping jack.

(b) non lokomotor, merupakan gerakan yang tidak berpindah tempat serta gerakannya mengandalkan ruas-ruas persendian tubuh untuk membentuk posisi yang berbeda dengan tetap tinggal pada titik poros tubuh, contohnya: gerakan straddle press; (c) manipulatif. merupakan kemampuan untuk memanipulasi obyek tertentu dengan anggota tubuh: tangan kaki, kepala. Namun di dalam aerobic gymnastics, gerakan manipulatif jarang ditemui, gerakan ini banyak ditemui pada senam ritmik sportif karena menggunakan alat seperti tali, simpai.

gada, bola

Cabang olahraga ini merupakan olahraga yang singkat bila dilihat dari

waktu tampilannya, yaitu: 1 menit 30 detik untuk kategori perorangan putra dan perorangan putri, dan 1 menit 45 detik untuk kategori, berpasangan, trio, grup, sedangkan untuk kelompok umur dimulai dari 1 menit 15 detik sampai dengan 1 menit 30 detik, sehingga banyak unsur-unsur fisik yang terlibat di dalamnya, antara lain: kekuatan, kelincahan, koordinasi, fleksibilitas, keseimbangan dan daya ledak pada setiap tampilannya.

Peraturan-peraturan senam ini diatur dalam code of point yang dikeluarkan FIG (Federation Internationale de Gymnastique) Peraturan ini berlaku untuk seluruh negara yang menjadi anggotanya dan akan mengalami perubahan setiap 4 tahun. Adapun dasar perubahan biasanya disebabkan oleh evaluasi maupun hasil perkembangan kemampuan kondisi fisik, teknik, skill atau hal lainnya.

Dalam aerobic gymnastics beberapa komponen biomotor yang dikembangkan: Menurut Sukadiyanto (2009: 109), (1) Pengertian kekuatan adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk mengatasi beban atau tatanan, dalam olahraga senam kekuatan otot diperlukan paling besar

(6)

AbdiMuh : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Volume I Nomor 2 Edisi November-April

25 dibandingkan kualitas fisik yang lain.

Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa contoh gerakan di dalam senam artistik antara main gerakan flig flag, atau di dalam aerobik terdapat gerakan press, (2) Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan gerak atau serangkaian gerak secepat mungkin sebagai jawaban terhadap langsang.

Dalam menjawab rangsang dapat dengan bentuk gerak atau serangkaian gerak yang dilakukan secepat mungkin, seorang pesenam memerlukan kecepatan untuk: awalan kuda lompat, putaran salto, lecutan saat kipp, dan sebagainya. Dengan kata lain kecepatan adalah kemampuan otot untuk berkontraksi dalam waktu singkat.

Rendahnya tingkat kecepatan akan mengakibatkan ketidakberhasilan pesenam dalam menentukan gerakan tertentu.

METODE PENGABDIAN

Kegiatan sosialisasi dan lomba senam aerobic gymnastics merupakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh tim pengabdi dalam rangka membantu memilih calon atlet kategori pemula aerobic gymnastics DIY. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan adalah dengan memanfaatkan IT sehingga akan lebih mudah dalam pemasalannya. Langkah yang

dilakukan adalah Tim PPM akan membuat tutorial video koreografi senam aerobic gymnastics untuk usia dini selanjutnya akan dikirimkan melalui Pengkab/kota Persani yang ada di Yogyakarta serta diunggah di Youtuube dengan harapan daya serap peserta lomba akan banyak.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Indikator pencapaian tujuan adalah terlaksananya sosialisasi dan lomba senam aerobic gymnastics bagi siswa sekolah dasar usia 10 tahun di DIY. Rancangan kegiatan pengabdian ini mengalami sedikit perubahan. Pada awalnya kegiatan ini adalah lomba secara luring namun dikarenakan adanya pandemi covid 19 maka kegiatan diubah menjadi daring/virtual, selain itu kegiatan perlombaan pun dirubah menjadi festival berdasarkan hasil rapat koordinasi dan masukan dari mitra, pengurus kabupaten/kota dan para pelatih. Dasar dari perubahan kegiatan ini mengingat tujuan utama dari pengabdian ini adalah sosialisasi, mencari bakat dan sangat jarangnya kegiatan penjaringan atlet senam sehingga perlu diselenggarakan festival.

Faktor Pendukung Dan Penghambat 1. Faktor Pendukung

Beberapa faktor pendukung terlaksananya kegiatan yang berupa; (1)

(7)

Volume I Nomor 2 Edisi November-April

26 Terjalinnya koordinasi yang baik antara TIM Pengabdi dengan Mitra, (2) Tersedianya alat dan fasilitas yang memadai untuk pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan penilaian lomba senam, (3) Terjalin komunikasi yang baik antara mitra, kelompok sasaran dengan TIM Pengabdi, (4) Peserta dapat mengikuti gerakan dalam video yang disosialisasikan oleh tim PPM, (5) Peserta ada yang dari luar DIY sehingga kompetisi semakin ketat, (6) Antusisame perserta sangat bagus dikarenakan jarang event pada cabang senam sehingga respon positif dan harapannya dapat dilaksanakan setiap tahun.

2. Faktor Penghambat

Selain faktor pendukung tentu saja ada faktor penghambat yang terjadi, baik saat proses penyelenggaraan maupun pelaksanaan, antara lain; (1) pembuatan video terkendala karena pandemi covid 19 sehingga hasil kurang memuaskan karena keterbatasan tempat dan peralatan pengambilan gambar, (2) Proses sosialisasi menggunakan tautan sehingga terkadang pengunduhan file tidak sempurna, sehingga mengakibatkan pencermatan video tidak tuntas, (3) Perlu sistem yang lebih baik lagi dan persiapan dari segi perekaman juga perlu diperbaiki kedepannya.

SIMPULAN

Pelaksanaan sosialisasi dan lomba senam aerobic gymnastics merupakan salah satu cara yang efektif dalam rangka meningkatkan kualitas penjaringan atlet serta menghasilkan inovasi dan kreatifitas. Dengan diselenggarakan event tersebut para siswa menjadi tahu dan memahami bahwa jenis senam ada bermacam-macam dan setelah mengikuti festival diharapkan akan-anak menjadi semangat berlatih.

Kegiatan sosialisasi dan lomba senam aerobic gymnastics perlu dilaksanakan secara rutin, selain untuk memperkenalkan juga dapat menjaring siswa untuk dilatih menjadi atlet sehingga kedepannya dapat bersaing ditingkat nasional dan tidak tertinggal dalam perkembangnnya.

UCAPAN TERIMAKASIH

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY yang telah memberikan dukungan moral dan material sehingga kegiatan PPM dapat terlaksana dan hasil yang diperoleh sesuai dengan prediksi yaitu terciptanya model senam aerobic gymnastics dan terlaksananya lomba senam secara daring. Selain itu penulis juga mengucapkan terimakasih kepda

(8)

AbdiMuh : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Volume I Nomor 2 Edisi November-April

27 seluruh tim dan para guru yang turut membantu dalam pelaksanaan kegiatan ini.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Mahendra. (1999). Senam. Jakarta:

Depdikbud.

_____________, (2000). Senam.

Jakarta: Dirjen Dikdasmen Depdiknas.

Fahmi, F. (2001). Mengenal dan Memahami Sport Aerobics.

Jakarta: Estafet Klub.

F.I.G. (2008). Aerobics Gymnastics Draft Code of Point 2009- 2012.FIG: Federation Internationale de Gymnastics.

Soenyoto, Tommy. (2014).

Pengembangan Prototipe Alat Jamur Cabang Olahraga Senam Artistik Putra Di Provinsi Jawa Tengah. Journal Of Physical Education, Health, and Sport, 1 (1).

Sukadiyanto. 2009. Pengantar teori dan meto-dologi melatih fisik . Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Triyasari, A., Soegiyanto, & Soekardi.

(2016). Evaluasi Pembinaan Olahraga Senam Artistik Di Klub Senam Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang. Journal of Physical Education and Sport, 5 (1).

Referensi

Dokumen terkait

Tidak boleh melakukan tindakan yang menyangkut risiko pribadi atau tanpa pelatihan yang sesuai.. Pindahkan wadah dari kebakaran jika ini dapat dilakukan

Dalam kasus sengketa wilayah tersebut, peran Indonesia sebagai mediator memang masih dalam tahap mendengarkan pernyataan-pernyataan dari pihak Thailand dan Kamboja

Formula Bayi dan/atau produk bayi lainnya yang melakukan pemberian bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memberikan laporan kepada Menteri atau pejabat

Implementasi Model ROPES sebagai salah satu rencana pembelajaran dalam mencapai satu kompetensi dasar diharapkan mampu menjadikan kegiatan pembelajaran lebih

Praktek ini difokuskan pada peningkatan kemampuan berfikir kritis dan peningkatan ketrampilan tehnikal (ketrampilan melakukan prosedur keperawatan gawat darurat)

intelegensi yang tinggi, bersekolah di sekolah favourit, dan ditunjang oleh sarana dan prasarana yang serba ada, belum tentu dapat belajar dengan baik, sebab masih ada beberapa

Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah “Sejauhmanakah hubungan antara tayangan Iklan Maybeline di Televisi terhadap Keputusan Membeli di kalangan Mahasiswi

[r]