6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Awal (2017) dalam penelitiannya yang berjudul Analisis Sistem dan Prosedur Terhadap Penerimaan dan Pengeluaran Kas Hotel Sahid Montana Dua Malang, dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi dan mempelajari dokumen yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas hotel.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa sistem dan prosedur pada penerimaan dan pengeluaran kas Hotel Sahid Montana Dua Malang beberapa aspek sudah menerapkan standar operasional prosedur dan telah berjalan dengan efektif dan efisien. Seperti dalam aspek praktik yang sehat khususnya perputaran jabatan dan karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabannya serta formulir yang digunakan juga sudah bernomor urut. Akan tetapi masih ada beberapa perangkapan jabatan dan tidak dibuatnya flowchart atau bagan alir sehingga pihak hotel tidak dapat melihat langsung kekurangan pada sistem dan prosedur Hotel Sahid Montana Dua Malang serta tidak pernah dilakukan pemeriksaan mendadak oleh pimpinan Hotel Sahid Montana Dua Malang.
Mukjizatiah & Arisman (2016) dalam penelitiannya yang berjudul Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada PT Mardiatama Konstruksi Palembang dengan metode penelitian yang digunakan dalam
penulisan ini menggunakan metode kualitatif, jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi.
Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif.
Berdasarkan hasil wawancara dan analisis yang telah dilakukan mengenai sistem informasi akuntansi penerimaan kas dan pengeluaran kas pada PT.
Mardiatama Konstruksi Palembang disimpulkan bahwa sistem Informasi Akuntansi penerimaan kas sudah cukup baik namun belum dilakukan dengan maksimal karena itu diperlukan sistem komputerisasi yang dapat meminimalisir dan mengurangi kecurangan sehingga PT Mardiatama dapat menjalankan kegiatan usaha dengan baik. Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran kas masih belum efektif. Terdapat beberapa kelemahan di dalam prosedur penerimaan kas dan pengeluaran kas.
Prasasti (2021) dalam penelitiannya yang berjudul Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada PT Anjungan Buana Wisata, dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data, menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasilnya menunjukkan sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada PT Anjungan Buana Wisata dilakukan secara sistematis, semua proses penerimaan kas dan pengeluaran kas harus mendapat persetujuan dari pihak-pihak yang bersangkutan. Ada pemisahan fungsi keuangan, akuntansi dan kas sehingga keamanan dapat
terjamin. Hal ini sesuai dengan teori dan diimplementasikan dengan baik di PT Anjungan Buana Wisata. Sistem penerimaan dan penerimaan kas yang didukung oleh sistem pengendalian internal yang sangat baik.
Perusahaan telah menggunakan sistem komputer untuk merekam Semua Transaksi. Semua data telah tersedia secara otomatis di sistem ini yang sangat efektif dan efisien bagi perusahaan.
Lestari (2014) dalam penelitiannya yang berjudul Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Pada Siklus Penerimaan Kas Studi Kasus Pada Grand Jaya Raya Resort & Convention Hotel dengan metode penelitian kualitatif dan informasi dari penelitian ini dikumpulkan dengan dokumentasi, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dengan menganalisis siklus penerimaan kas di Grand Jaya Raya Resort &
Convention Hotel belum menerapkan kriteria COSO dalam menilai sistem yang dipakai. Terdapat kelemahan dan kelebihan sistem informasi akuntansi pada siklus penerimaan kas. Kelemahan yang terjadi diantaranya sebagian besar sudah dilakukan pemisahan tugas namun pada bagian penyetor uang ke bank dilakukan oleh petugas yang menyiapkan setoran, selain itu bukti setoran bank seharusnya diterima oleh petugas yang tidak bertugas sebagai penyetor agar adanya pemisahan tugas yang bertujuan untuk menghindari terjadinya kecurangan yang dilakukan yang dilakukan oleh petugas penyetor. Selain itu ditemukan beberapa bagian tidak melaksanakan tugas berstandarkan SOP yang berlaku, yakni tamu group tidak membayar uang muka sebesar 50% sedangkan menurut SOP yang
berlaku, setiap tamu yang melakukan reservasi terlebih dahulu wajib membayar uang muka sebesar 50% dari jumlah pembayaran fasilitas yang digunakan. Pada proses penyetoran uang ke bank, petugas pembuat slip setoran memiliki kewenangan sebagai penyetor uang ke bank, dan juga petugas tersebut yang menerima bukti setoran uang.
Aznedra (2015) dalam penelitiannya yang berjudul Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas Di PT Harapan Jaya Sentosa dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung. Dengan wawancara dan literatur belajar. Hasil dari penelitian ini adalah sistem yang digunakan oleh perusahaan selama 7 tahun sudah benar dan sesuai dengan menggunakan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan sistem informasi penerimaan dan pengeluaran kas sangat mungkin terjadi kecurangan dan manipulasi data sehingga diperlukannya evaluasi sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas setiap tahun agar lebih efektif dan efisien. Pada umumnya sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang diterapkan PT. Harapan Jaya Sentosa telah memadai. Hal ini dapat dilihat dari flowchart penerimaan dan pengeluaran kas. Dokumen yang digunakan telah bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dapat dipertanggung jawabkan. Hasil penelitian ini bahwa penerapan sistem informasi akuntansi pada penerimaan dan pengeluaran kas di PT. Harapan Jaya Sentosa sudah sesuai dengan SOP perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari flowchart dengan SOP
Perusahaan yang telah dibahas di bab sebelumnya. Tidak ada terjadi masalah semuanya sesuai dengan tugas dan prosedurnya masing-masing bagian yang tercantum baik di flowchart maupun di SOP perusahaan.
Dari penjelasan penelitian terdahulu yang telah disebutkan diatas, dapat disimpulkan bahwa permasalahan pada sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada industri perhotelan masih belum bisa menerapkannya dengan baik. Permasalahan yang perlu diselesaikan yaitu belum dibuatnya flowchart sistem dan SOP mengenai pemisahan jabatan (Awal, 2017). Permasalahan prosedur sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas masih belum efektif dan terdapat beberapa kelemahan di dalam prosedur penerimaan kas dan pengeluaran kas (Mukjizatiah & Arisman, 2016). Perusahaan telah menggunakan sistem komputer untuk merekam Semua Transaksi. Semua data telah tersedia secara otomatis di sistem ini yang sangat efektif dan efisien bagi perusahaan (Prasasti, 2021). Permasalahan perangkapan jabatan dan tidak adanya flowchart SOP penerimaan kas (Lestari, 2014). Perusahaan telah membuat flowchart penerimaan dan pengeluaran kas sesuai SOP (Aznedra, 2015). Maka dari itu penulis melakukan penelitian ini guna mengkaji lebih lanjut terkait sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada objek yang sama, yaitu pada industri jasa.
B. Tinjauan Pustaka
1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan mengolah data untuk menghasilkan informasi bagi pengambil keputusan. Sistem ini meliputi orang, prosedur dan instruksi, data, perangkat lunak, infrastruktur teknologi informasi, serta pengendalian internal dan ukuran keamanan (Romney & Steinbart, 2015).
Hal tersebut serupa dengan pernyataan Widjajanto (2001), sistem informasi akuntansi adalah susunan berbagai formulir catatan, peralatan, termasuk komputer dan perlengkapannya serta alat komunikasi, tenaga pelaksananya, dan laporan yang terkoordinasikan secara erat yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen.
2. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Mulyadi (2016:15) tujuan umum pengembangan sistem akuntansi adalah sebagai berikut:
• Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
• Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik membenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.
• Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan internal, yaitu memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
• Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
3. Unsur Sistem Informasi Akuntansi
Unsur - unsur dari sistem informasi akuntansi adalah segala sesuatu yang dapat menopang dan mendukung adanya sebuah sistem itu sendiri. Menurut (Mulyadi, 2016) unsur sistem akuntansi adalah:
• Formulir
Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam di atas secarik kertas.
• Jurnal
Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasi, dan meringkas data keuangan dan data lainnya.
• Buku Besar
Buku besar terdiri dari akun-akun yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal.
• Buku Pembantu
Buku pembantu terdir dari akun-akun pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam akun tertentu dalam buku besar.
• Laporan
Laporan berisi infromasi yang merupakan keluaran (output) sistem akuntansi. Laporan dapat berbentuk hasil cetak komputer dan tayangan pada layar.
4. Faktor- Faktor dalam Penyusunan Sistem Akuntansi
Penyusunan sistem akuntansi dalam sebuah perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa faktor-faktor yang dapat menentukan atau tidaknya suatu sistem informasi akuntansi. Menurut (Baridwan, 2010) menjelaskan tentang faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan tersebut adalah:
1) Sistem akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu bahwa sistem akuntansi harus menyediakan informasi yang diperlukan tepat pada waktunya, dapat memenuhi kebutuhan, dan dengan kualitas yang sesuai.
2) Sistem akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yang berarti bahwa sistem akuntansi harus dapat menjaga
keamanan harta milik perusahaan maka sistem akuntansi harus disusun dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip pengawasan intern.
3) Sistem akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti biaya untuk menyelenggarakan sistem akuntansi itu harus dapat ditekan sehingga tidak mahal, dengan kata lain dipertimbangkan biaya (cost) dan dan manfaat (benefit) dalam menghasilkan suatu informasi.
5. Tujuan Pokok Sistem Pengendalian Internal
Menurut (Mulyadi, 2016) tujuan sistem pengendalian internal adalah :
1) Menjaga aset organisasi
2) Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi 3) Mendorong efisiensi
4) Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen
6. Langkah-Langkah Analisis Sistem
Pada tahap analisis sistem ini, penelitian atau pengumpulan fakta yang dilakukan oleh analis sistem merupakan penelitian terperinci (detail). Menurut Jogiyanto (2005:130) pada tahap ini langkah- langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem adalah sebagai berikut:
a. Identify, mengidentifikasi masalah.
Mengidentifikasi atau mengenal masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan oleh analis pada tahap analisis sistem.
Masalah dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang hendak dipecahkan dan ditemukan solusinya.Masalah inilah yang menyebabkan sasaran atau tujuan dari sistem tidak dapat tercapai Jogiyanto (2005:133). Tugas-tugas analis sistem yang harus dilakukan pada langkah pertama ini yaitu mengidentifikasi penyebab masalah, mengidentifikasi titik keputusan, dan mengidentifikasi personil-personil kunci Jogiyanto (2005:133).
b. Understand, memahami dari kerja sistem yang ada.
Langkah kedua dari tahap analisis sistem adalah memahami kerja dari sistem yang ada. Langkah ini dapat dilakukan dengan cara mempelajari bagaimana sistem yang ada saat ini beroperasi. Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana sistem yang ada beroperasi sebelum mencoba untuk menganalisis permasalahan, kelemahan, dan kebutuhan pemakai sistem untuk memberikan rekomendasi dan perbaikan Jogiyanto (2005:138). Dalam melakukan analisis, analis dapat memperoleh data melalui proses wawancara, observasi, dan pengambilan sampel.
Langkah kedua ini terdiri dari beberapa tugas yang perlu dilakukan oleh seorang analis yaitu Jogiyanto (2005:139):
• Menentukan jenis penelitian
• Merencanakan jadwal penelitian
• Mengatur jadwal observasi
• Mengatur jadwal wawancara
• Mengatur jadwal pengambilan sampel
• Membuat penugasan penelitian
• Membuat agenda wawancara
• Mengumpulkan hasil penelitian c. Analyze, menganalisis sistem.
Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Analis sistem perlu menganalisis masalah yang ada untuk kemudian menemukan solusi dan juga penyebab dari masalah tersebut. Pada tahap ini analis biasanya melakukan analisis pada dokumen, pengukuran pekerjaan, keandalan, teknologi, laporan, dan lain sebagainya Jogiyanto (2005:145)
d. Report, membuat laporan hasil analisis.
Ini merupakan langkah terakhir dari proses analisis sistem.
Analis membuat laporan hasil analisis yang ditujukan kepada steering committee yang selanjutnya akan diserahkan kepada pihak manajemen. Pihak manajemen akan mempelajari hasil temuan dari analis sistem yang disajikan dalam laporan ini.
Tujuan utama dari penyerahan laporan ini kepada pihak
manajemen adalah pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan dan juga meluruskan apa yang telah dianalisis oleh analis tetapi tidak sesuai menurut manajemen
7. Penerimaan Dan Pengeluaran Kas a. Penerimaan Kas
Menurut Mulyadi (2016:379) Penerimaan kas bisa berasal dari berbagai macam sumber yaitu dari penjualan tunai, penjualan aktiva tetap, pinjaman baik dari bank maupun dari wesel, setoran modal baru. Tetapi penerimaan kas perusahaan biasanya berasal dari 2 sumber utama: penerimaan kas dari penjualan tunai dan penerimaan kas dari piutang. Penerimaan kas adalah kas yang diterima perusahaan baik yang berupa uang tunai maupun surat-surat berharga yang mempunyai sifat dapat segera digunakan, yang berasal dari transaksi perusahaan maupun penjualan tunai, pelunasan piutang, atau transaksi lainnya yang dapat menambah kas perusahaan.Sumber penerimaan kas terbesar suatu perusahaan dagang berasal dari transaksi penjualan tunai.
1. Fungsi Terkait Penerimaan Kas
Adapun fungsi yang terkait dengan akuntansi penerimaan kas menurut Mulyadi (2016:385) yaitu:
• Fungsi penjualan
• Fungsi kas
• Fungsi gudang
• Fungsi pengiriman
• Fungsi akuntansi.
2. Formulir yang Terkait Penerimaan Kas
Dokumen yang digunakan dalam penerimaan kas dari penjualan tunai menurut Mulyadi (2016:386) adalah:
• Faktur penjualan tunai
• Pita registrasi kas
• Credit card sales slip
• Bill of loading
• Faktur penjualan COD
• Bukti setor kas
• Rekap harga pokok penjualan.
3. Jaringan Prosedur yang Membentuk Akuntansi Penjualan /Penerimaan Kas
Ada beberapa jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi penjualan/penerimaan kas. Menurut Mulyadi (2016:392) jaringan prosedur tersebut antara lain meliputi:
• Prosedur order penjualan
• Prosedur penerimaan kas
• Prosedur penyerahan barang
• Prosedur pencatatan penjualan tunai
• Prosedur penyetoran kas ke bank
• Prosedur pencatatan penerimaan kas
• Prosedur pencatatan beban pokok penjualan.
4. Catatan akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai menurut (Mulyadi, 2016) antara lain adalah :
• Jurnal Penjualan
• Jurnal Penerimaan Kas
• Jurnal Umum
• Kartu Persediaan
• Kartu Gudang b. Pengeluaran Kas
Mulyadi (2016:425) menyatakan bahwa sistem akuntansi pengeluaran kas adalah suatu catatan yang dibuat untuk melaksanakan kegiatan pengeluaran baik dengan cek maupun dengan uang tunai yang digunakan untuk kegiatan umum perusahaan.
Dalam penelitian Awal (2017) Krismaji mengatakan dalam bukunya yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi siklus pengeluaran kas merupakan serangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pengolahan data yang berhubungan dengan pembelian dan pembayaran atas barang atau jasa yang di beli. Dalam siklus pengeluaran terkait empat kejadian ekonomi atau transaksi akuntansi, yaitu pembelian, penerimaan barang, pencatatan utang, dan pelunasan utang. Dalam melaksanakan keempat
transaksi tersebut, perusahaan menggunakan empat buah subsistem yaitu sistem pembelian, sistem penerimaan, sistem pencatatan utang, atau sistem voucher dan sistem pengeluaran kas. Tujuan dari siklus pengeluaran kas adalah untuk mengubah kas perusahaan ke dalam bentuk bahan baku fisik serta sumber daya manusia yang dibutuhkannya untuk menjalankan bisnis.
c. Fungsi Terkait Pengeluaran Kas
Dalam pelaksanaannya melibatkan fungsi yang terkait dalam Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas. Menurut Mulyadi (2016:429) fungsi yang terkait dalam hal ini adalah:
• Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas
Jika suatu fungsi memerlukan pengeluaran kas (misalnya untuk pembelian jasa dan untuk biaya perjalanan dinas), fungsi yang bersangkutan mengajukan permintaan cek kepada fungsi akuntansi (Bagian Utang). Permintaan cek ini harus mendapatkan persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan.
• Fungsi kas
Fungsi ini bertanggungjawab dalam mengisi cek, memintakan otorisasi atau cek, dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayar langsung kepada kreditur.
• Fungsi akuntansi
Fungsi akuntansi bertanggungjawab atas:
a. Pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya persediaan.
b. Pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek.
c. Pembuatan bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi kas dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut.
• Fungsi pemeriksaan intern.
Fungsi ini bertanggungjawab dalam melakukan penghitungan kas (cash count) secara periodik dan mencocokan hasil penghitungan dengan saldo kas menurut catatan akuntansi ( rekening kas dalam buku besar). Selain itu, fungsi ini juga bertanggungjawab dalam melakukan pemeriksaan secara mendadak (surprised audit) terhadap saldo kas yang ada di tangan dan membuat rekonsiliasi bank secara periodik.
d. Jaringan Prosedur yang Membentuk Akuntansi Pengeluaran Kas
Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi pengeluaran kas menurut Mulyadi (2016:430) adalah:
• sistem akuntansi pengeluaran kas yang tidak memerlukan permintaan cek
• sistem pengeluaran kas yang memerlukan cek.
e. Dokumen yang digunakan dalam Sistem Akuntansi dan Prosedur Pengeluaran Kas Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi pengeluaran kas menurut (Mulyadi, 2016) adalah sebagai berikut:
• Bukti kas keluar
Dokumen ini berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas kepada bagian kasa sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut. Dokumen ini juga berfungsi sebagai surat pemberitahuan yang dikirim kreditur dan berfungsi sebagai dokumen sumber bagi pencatatan utang.
• Cek
Cek merupakan dokumen yang digunakan untuk memerintahkan bank melakukan pembayaran sejumlah uang kepada orang atau organisasi yang namanya tercantum pada cek.
• Permintaan cek (check request)
Dokumen ini berfungsi sebagai permintaan dari fungsi yang memerlukan pengeluaran kas kepada fungsi akuntansi untuk membuat bukti kas keluar.
f. Catatan Akuntansi yang digunakan dalam Sistem Akuntansi dan Prosedur Pengeluaran Kas Menurut (Mulyadi, 2016) catatan
akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi pengeluaran kas adalah:
• Jurnal pengeluaran kas (cash disbursement journal) Untuk mencatat pengeluaran kas digunakan jurnal pengeluaran kas.
• Register cek (check register)
Register cek digunakan untuk mencatat cek-cek perusahaan yang dikeluarkan untuk pembayaran para kreditur perusahaan atau pihak lain.
8. Pengertian Hotel
Kata hotel memang tak asing lagi hampir di setiap negara ada yang namanya hotel. Sebagian masyarakat berasumsi bahwa hotel adalah bangunan megah dan mahal padahal tidak semua demikian ada banyak hotel yang murah dan terjangkau. Pengertian hotel adalah salah satu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau keseluruhan bagian untuk jasa pelayanan penginapan, penyedia makanan dan minuman serta jasa lainnya bagi masyarakat umum yang dikelola secara komersil ("Surat Keputusan Menparpostel nomor KM 94/HK.103/MPPT-87,").
9. Flowchart
Berdasarkan pernyataan Romney & Steinbart (2015) flowchart / bagan alir merupakan teknik analitis bergambar yang digunakan
untuk menjelaskan beberapa aspek dari sistem informasi secara jelas, ringkas, dan logis.
Flowchart digunakan baik oleh auditor maupun oleh personel sistem. Pemakaian flowchart meluas seiring dengan berkembangnya komputerisasi pemrosesan di setiap pemrosesan data bisnis.
Sehingga pemakain yang meluas ini memicu perlunya keseragaman simbol yang digunakan. Maka dari itu mengetahui bahwasanya penggunaan flowchart atau bagan alir memiliki manfaat dibandingkan dengan uraian tertulis dalam membuat sebuah sistem.
Berikut manfaat yang dipaparkan menurut Mulyadi (2016:50):
1. Gambaran sistem menyeluruh lebih mudah diperoleh dengan menggunakan bagan alir.
2. Perubahan sistem lebih mudah digambarkan dengan menggunakan bagan alir.
3. Kelemahan-kelemahan dalam sistem dan identifikasi bidang- bidang yang melakukan perbaikan lebih mudah ditemukan dengan bagan alir.
4. Dokumen sistem akuntansi dilakukan dengan menggunakan bagan alir.
• Flowchart Penerimaan Kas
Menurut Mulyadi (2016) bagan alir atau flowchart penerimaan kas terdiri dari Over-the-Counter Sale, COD Sale, Credit Sale, dan penerimaan kas dari piutang.
a. Over-the-Counter Sale
Gambar 2. 1 Penerimaan Kas dari Over-the-Counter Sale
Gambar 2. 2 Penerimaan Kas dari Over-the-Counter Sale (lanjutan)
b. COD Sale
Gambar 2. 3. Penerimaan Kas dari COD Sale
Gambar 2. 4 Penerimaan Kas dari COD Sale c. Credit Sale
Gambar 2. 5 Penerimaan Kas dari Credit Sale
Gambar 2. 6 Penerimaan Kas dari Credit Sale (lanjutan)
d. Piutang Lock-Box-Collection Plan & Pos
Gambar 2. 7 Penerimaan Kas dari Piutang Lock-Box-Collection Plan
Gambar 2. 8 Penerimaan Kas dari Piutang Pos
• Flowchart Pengeluaran Kas
Menurut Mulyadi (2016) bagan alir atau flowchart dari siklus pengeluaran kas terdiri dari Account Payable dengan Cek, Voucher Payable Cash Basis, Voucher Payable Accrual Basis, dan Built-up Voucher Payable System.
Gambar 2. 9 Pengeluaran Kas Account Payable dengan Cek
Gambar 2. 10 Pengeluaran Kas Voucher Payable Cash Basis
Gambar 2. 11 Pengeluaran Kas Voucher Payable Accrual Basis
Gambar 2. 12 Pengeluaran Kas Built-up Voucher Payable System