• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

Universitas Kristen Petra

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Di era globalisasi saat ini, persaingan antar perusahaan semakin ketat. Peru- sahaan untuk dapat bertahan ditengah persaingan yang semakin ketat dan tetap memperoleh keuntungan, perlu mengelola sumber dayanya dengan baik. Salah satu sumber daya yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan dan target yang akan dicapai perusahaan adalah sumber daya manusia.

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan pelaku bisnis yang menentukan kompetitif tidaknya sebuah perusahaan dalam menghadapi kompetitornya (Nawa- wi, 2008, p.70). Daya saing pekerja yang tinggi sangat diperlukan karena perusa- haan harus bertahan dalam persaingan yang semakin ketat. Adanya penjabaran di atas, perusahaan tidak boleh mengabaikan pengembangan kualitas sumber daya manusianya.

Daya saing pekerja di Indonesia masih tergolong rendah, bahkan mengalami penurunan peringkat dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini dibuktikan dari data Human Development Index (HDI) yang menunjukkan bahwa ada penuru- nan peringkat di Indonesia pada tahun 2015 yang berada di urutan 113 dari 188 negara dengan nilai HDI, yaitu sebesar 0,689. Peringkat tersebut mengalami penu- runan 3 peringkat dari tahun sebelumnya, yaitu tahun 2014 yang mana berada pada posisi 110 dari 188 negara. Dibandingkan dengan negara-negara lain, misalnya negara Malaysia yang dapat mencapai nilai HDI sebesar 0,789 Indonesia masih lebih rendah, bahkan Indonesia jauh lebih rendah dari Jepang yang memiliki nilai HDI sebesar 0,903 dan berada di peringkat 17 (Human Development Index, 2015).

Rendahnya nilai HDI Indonesia tersebut disebabkan oleh rendahnya daya saing

sumber daya manusia di Indonesia, yang merupakan dampak dari kurangnya pe-

nguasaan aspek pengetahuan, kurangnya keterampilan kerja, dan belum memiliki

sikap kerja yang baik. Adanya penjabaran di atas, penyebab rendahnya nilai HDI

Indonesia, perusahaan perlu melakukan pelatihan untuk meningkatkan kinerja kar-

yawan karena sumber daya manusia yang kurang menguasai pengetahuan dan tidak

memiliki keterampilan kerja dapat berpengaruh pada kinerja karyawan.

(2)

2

Universitas Kristen Petra

Menurut Safitri (2013), kinerja karyawan adalah proses dimana perusahaan memperoleh informasi tentang seberapa baik karyawan melakukan pekerjaannya.

Kinerja karyawan merupakan suatu hal yang penting dalam perusahan karena ki- nerja menjadi dasar dalam suatu perusahaan, tanpa adanya kinerja tujuan perusa- haan tidak dapat tercapai. Menurut penelitian Jeffrey dan Ruliyanto (2017), untuk dapat mencapai tujuan perusahaan, tentunya diperlukan kinerja karyawan yang baik. Dengan kinerja yang baik, maka setiap karyawan dapat menyelesaikan peker- jaan secara efektif dan efisien serta tujuan perusahaan dapat tercapai. Ada dua fa- ktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan, di antaranya pelatihan, dan disiplin kerja (Jeffrey & Ruliyanto, 2017).

Penelitian Mangkunegara dan Waris (2015), pelatihan adalah upaya peren- canaan untuk mencapai keterampilan, pengetahuan, dan sikap dari karyawan. Pela- tihan sangat memegang peranan penting dengan kinerja karyawan dalam perusa- haan, karena karyawan yang terlatih dan memiliki kemampuan dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam pekerjaannya. Pelatihan yang dilakukan dalam perusahaan dikatakan penting, supaya karyawan dapat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan suatu perilaku yang lebih baik. Menurut Saks, Robert, dan Haccoun (2010), Pelatihan yang dilakukan memiliki konsep yang efektif. Konsep pelatihan yang efektif bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang sesuai dengan hasil analisis kebutuhan dan evaluasi pelatihan. Adanya penjabaran di atas, pelatihan perlu ditekankan dalam perusahaan untuk meningkatkan kinerja sumber daya manusianya.

Disiplin kerja merupakan suatu hal yang penting bagi seorang pekerja untuk memiliki kinerja yang baik dalam perusahaan (Mangkunegara & Waris, 2015). Di- siplin kerja selalu diterapkan di setiap perusahaan dengan tujuan, agar karyawan dapat mematuhi semua aturan dan kebijakan perusahaan yang berlaku baik secara tertulis maupun tidak tertulis. Karyawan yang tidak mematuhi peraturan yang ada, tentunya perusahaan tidak dapat mencapai target yang diinginkan. Sebagai contoh, apabila dalam sebuah perusahaan manufaktur operator produksinya tidak datang tepat waktu tentu akan mengakibatkan penurunan jumlah produksi.

PT Bumi Menara Internusa adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di

bidang pengolahan pangan seafood, yaitu udang, kepiting, dan beberapa spesies

(3)

3

Universitas Kristen Petra

ikan. PT BMI telah berdiri sejak tahun 1992 dan kini telah memiliki jumlah karya- wan sekitar 2000 orang, dimana level staf ke atas berjumlah sekitar 100 orang se- dangkan sisanya merupakan karyawan produksi. PT Bumi Menara Internusa meru- pakan perusahaan pengolahan seafood yang memiliki skala internasional.

Menurut Merry selaku manajer HRD di PT BMI fenomena yang ada dalam perusahaan adalah kinerja dari karyawan. Kedua faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan terdapat pada PT Bumi Menara Internusa, yaitu pelatihan dan disiplin kerja. Untuk meningkatkan kinerja dari karyawan dalam perusahaan diperlukan kegiatan pelatihan. Kegiatan pelatihan sangat penting bagi setiap perusahaan, ter- masuk PT BMI. Menurut Merry selaku manajer HRD di PT BMI, kegiatan pelati- han yang diadakan perusahaan memiliki beberapa materi yang diberikan dan me- tode yang digunakan. Hal ini dapat dibuktikan dari data berikut:

Tabel 1.1 Data Pelatihan

Pelatih Peserta Materi Metode HRD dan Operator dan Adm Food safety Diskusi dan

tim proses dan luar proses studi kasus HRD dan Operator dan Adm Personal hygiene Diskusi dan tim proses dan luar proses studi kasus HRD dan Operator di area Critical Critical control On the job tim control point point training HRD dan Seluruh karyawan Manajemen krisis Diskusi dan

tim studi kasus

HRD dan Seluruh karyawan Visi, Misi Diskusi tim

Sumber: PT Bumi Menara Internusa

Data di atas, menunjukkan bahwa dengan adanya kegiatan pelatihan yang di- adakan PT BMI dapat membekali karyawan dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan, sehingga karyawan dapat memiliki kinerja yang baik. Selain itu, adanya kegiatan pelatihan, karyawan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik tanpa melakukan banyak kesalahan dan karyawan juga dapat terampil dalam melakukan pekerjaannya.

Di sisi lain, untuk meningkatkan kinerja dari karyawan diperlukan juga kedi-

siplinan dari karyawan. Karyawan dalam perusahaan harus memiliki kedisiplinan

dalam bekerja, karena karyawan yang bekerja dalam perusahaan tidak disiplin,

(4)

4

Universitas Kristen Petra

maka kinerja dari karyawan tidak dapat bekerja secara optimal. Untuk itu, karyawan dituntut untuk dapat patuh terhadap peraturan perusahaan yang telah ditetapkan. PT BMI menerapkan peraturan perusahaan yang harus ditaati oleh setiap karyawannya, supaya karyawan dapat patuh terhadap peraturan tersebut. Karyawan yang tidak patuh terhadap peraturan yang ditetapkan, maka karyawan tersebut akan diberikan sanksi berupa surat peringatan (SP).

Adanya penjabaran latar belakang di atas, maka dapat diangkat judul mengenai

“Pengaruh pelatihan, dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT Bumi Menara Internusa”.

1.2 Rumusan Masalah

Pemaparan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Apakah pelatihan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Bumi Mena- ra Internusa?

2. Apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Bumi Menara Internusa?

1.3 Tujuan Penelitian

Adanya rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui dan menguji pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan

pada PT Bumi Menara Internusa.

2. Untuk mengetahui dan menguji pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karya- wan pada PT Bumi Menara Internusa.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dari segi manfaat teoritis dan manfaat praktis :

a. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk mengaplikasikan te-

ori yang didapat selama kuliah di jurusan Manajemen dan dapat mempelajari

pengaruh pelatihan, dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Selain itu,

(5)

5

Universitas Kristen Petra

penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pembaca mengenai pengaruh pelatihan, dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan.

b. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran bagi PT Bumi Menara Inter-

nusa dalam meningkatkan kinerja karyawan berdasarkan variabel dari pelatihan,

dan disiplin kerja.

Referensi

Dokumen terkait

Ujian regrasi yang dijalankan menunjukkan bahawa wujudnya hubungan positif yang signifikan antara kepimpinan dengan pengurusan personal dan sosial kecerdasan emosi dalam kalangan

segala sesuatu produk yang berstatus syubhat, karena telah diterangkan juga dalam Al-Quran bahwasannya Allah telah melarang umatnya untuk mengkonsumsi produk

(iv) penggunaan logo rasmi SKUM pada sijil penyertaan / penghargaan tertakluk kepada program dan aktiviti yang dijalankan oleh syarikat korporat, NGO dan badan-badan lain

Metode ini berbeda dari metode peleburan, dalam hal sumber unsur penentu tidak perlu pada air kristal asam sitrat, akan tetapi boleh juga air ditambahkan ke dalam bukan

Verifikasi hasil perhitungan dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan Excel dengan hasil perhitungan manual dengan metode yang ada pada buku teks untuk desain

Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) membukukan kinerja positif sepanjang kuartal I/2016 dengan pertumbuhan kuantitas penjualan sebesar 23,88% dan penaikan pendapatan sebesar

Peraturan Desa Nomor 01 Tahun 2014 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bleberan Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul.. Diakses tanggal 10

Dengan melihat analisa hasil dalam penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kekuatan otot lengan dilakukan dengan cara melakukan push up dengan kemampuan passing atas