• Tidak ada hasil yang ditemukan

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

BERITA NEGARA

REPUBLIK INDONESIA

No.1532, 2021 KEMENKUMHAM. Uji Kompetensi. JFPH.

Pencabutan.

PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 45 TAHUN 2021 TENTANG

UJI KOMPETENSI

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH HUKUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 31 ayat (2) Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Nomor 3 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Hukum dan Angka Kreditnya, telah ditetapkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 12 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Uji Kompetensi Penyuluh Hukum;

b. bahwa Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 12 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Uji Kompetensi Penyuluh Hukum sudah tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan hukum, sehingga perlu diganti;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Penyuluh Hukum;

www.peraturan.go.id

(2)

2021, No.1532 -2-

Mengingat : 1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5216);

3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6037) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2020 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6477);

5. Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2015 tentang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 84);

6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 3 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Hukum dan Angka Kreditnya (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 750);

7. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1365);

www.peraturan.go.id

(3)

2021, No.1532 -3-

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA TENTANG UJI KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH HUKUM.

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

1. Penyuluhan Hukum adalah kegiatan penyebarluasan informasi hukum dan pemahaman terhadap norma hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta pengembangan kualitas penyuluhan hukum guna mewujudkan dan mengembangkan kesadaran hukum masyarakat sehingga tercipta budaya hukum dalam bentuk tertib, dan taat atau patuh terhadap norma hukum dan peraturan perundang- undangan yang berlaku demi tegaknya supremasi hukum.

2. Jabatan Fungsional Penyuluh Hukum yang selanjutnya disingkat JFPH adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak untuk melakukan kegiatan Penyuluhan Hukum.

3. Penyuluh Hukum adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh untuk melakukan kegiatan Penyuluhan Hukum.

4. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keahlian, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional.

5. Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Penyuluh Hukum adalah ukuran kriteria kemampuan meliputi aspek pengetahuan, keahlian, dan sikap kerja yang diperlukan untuk melaksanakan tugas jabatan secara profesional di bidang Penyuluhan Hukum.

6. Uji Kompetensi adalah suatu metode penilaian kompetensi pegawai untuk menangani tanggung jawab yang akan datang melalui instrumen penilaian kompetensi dan simulasi perilaku manajerial dan teknis

www.peraturan.go.id

(4)

2021, No.1532 -4-

yang mengukur kemampuan pegawai yang dinilai secara komprehensif dibandingkan dengan standar kompetensi jabatan.

7. Penyelenggara Uji Kompetensi adalah insitusi yang memfasilitasi pelaksanaan Uji Kompetensi JFPH.

8. Tim Penguji Kompetensi adalah tim yang bertugas melakukan pengujian dan melaporkan hasil Uji Kompetensi sebagai syarat pengangkatan dari jabatan lain atau kenaikan jenjang jabatan setingkat lebih tinggi.

9. Tempat Uji Kompetensi yang selanjutnya disingkat TUK adalah tempat penyelenggaraan Uji Kompetensi yang ditetapkan dan memiliki dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

10. Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh Penyuluh Hukum dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan.

11. Penetapan Angka Kredit yang selanjutnya disingkat PAK adalah formulir yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Hukum dan satuan nilai dari hasil penilaian butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Hukum dan telah ditetapkan oleh pejabat penetap angka kredit.

12. Instansi Pembina JFPH yang selanjutnya disebut Instansi Pembina adalah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

13. Instansi Pengguna adalah Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota yang mempergunakan kamus kompetensi teknis, kamus kompetensi manajerial dan kamus kompetensi sosial kultural dan/atau menggunakan standar kompetensi jabatan.

14. Pejabat yang Berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan melaksanakan proses pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian pegawai aparatur sipil negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

www.peraturan.go.id

(5)

2021, No.1532 -5-

15. Pejabat Pembina Kepegawaian adalah pejabat yang mempunyai kewenangan menetapkan pengangkatan, pemindahan, pemberhentian, dan pembinaan manajemen aparatur sipil negara di instansi pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

16. Kantor Wilayah adalah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Pasal 2

Uji Kompetensi JFPH menjadi dasar pelaksanaan Uji Kompetensi dalam:

a. perpindahan dari jabatan lain atau promosi; dan b. kenaikan jenjang jabatan.

Pasal 3

(1) Instansi Pembina menyelenggarakan Uji Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.

(2) Instansi Pengguna dapat menyelenggarakan Uji Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) setelah memperoleh akreditasi dari Instansi Pembina.

(3) Dalam pelaksanaan Uji Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Instansi Pembina memberikan pendampingan kepada Instansi Pengguna.

Pasal 4

Ketentuan mengenai Uji Kompetensi JFPH tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 5

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 12 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Penyuluh Hukum (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 485), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

www.peraturan.go.id

(6)

2021, No.1532 -6-

Pasal 6

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

www.peraturan.go.id

(7)

2021, No.1532 -7-

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 31 Desember 2021

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

YASONNA H. LAOLY

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 31 Desember 2021

DIREKTUR JENDERAL

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

BENNY RIYANTO

www.peraturan.go.id

(8)

2021, No.1532 -8-

www.peraturan.go.id

(9)

2021, No.1532 -9-

www.peraturan.go.id

(10)

2021, No.1532 -10-

www.peraturan.go.id

(11)

2021, No.1532 -11-

www.peraturan.go.id

(12)

2021, No.1532 -12-

www.peraturan.go.id

(13)

2021, No.1532 -13-

www.peraturan.go.id

(14)

2021, No.1532 -14-

www.peraturan.go.id

(15)

2021, No.1532 -15-

www.peraturan.go.id

(16)

2021, No.1532 -16-

www.peraturan.go.id

(17)

2021, No.1532 -17-

www.peraturan.go.id

(18)

2021, No.1532 -18-

www.peraturan.go.id

(19)

2021, No.1532 -19-

www.peraturan.go.id

(20)

2021, No.1532 -20-

www.peraturan.go.id

(21)

2021, No.1532 -21-

www.peraturan.go.id

(22)

2021, No.1532 -22-

www.peraturan.go.id

(23)

2021, No.1532 -23-

www.peraturan.go.id

(24)

2021, No.1532 -24-

www.peraturan.go.id

(25)

2021, No.1532 -25-

www.peraturan.go.id

(26)

2021, No.1532 -26-

www.peraturan.go.id

(27)

2021, No.1532 -27-

www.peraturan.go.id

(28)

2021, No.1532 -28-

www.peraturan.go.id

(29)

2021, No.1532 -29-

www.peraturan.go.id

(30)

2021, No.1532 -30-

www.peraturan.go.id

(31)

2021, No.1532 -31-

www.peraturan.go.id

(32)

2021, No.1532 -32-

www.peraturan.go.id

(33)

2021, No.1532 -33-

www.peraturan.go.id

(34)

2021, No.1532 -34-

www.peraturan.go.id

(35)

2021, No.1532 -35-

www.peraturan.go.id

(36)

2021, No.1532 -36-

www.peraturan.go.id

(37)

2021, No.1532 -37-

www.peraturan.go.id

(38)

2021, No.1532 -38-

www.peraturan.go.id

(39)

2021, No.1532 -39-

www.peraturan.go.id

(40)

2021, No.1532 -40-

www.peraturan.go.id

(41)

2021, No.1532 -41-

www.peraturan.go.id

(42)

2021, No.1532 -42-

www.peraturan.go.id

(43)

2021, No.1532 -43-

www.peraturan.go.id

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini adalah diterima karena ada perbedaan yang signifikan empati antara peserta didik

Permasalahan prioritas mitra yang diatasi melalui kegiatan ini adalah aspek produksi dan manajemen industri kertas handmade dalam rangka meningkatkan K3 pada hulu (mitra I)

Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan daya anthelmintik pada perasan dan infusa rimpang bengle terhadap cacing Ascaridia galli dibandingkan dengan larutan piperazin sitrat

Tahun 2017: sesuai Pasal 11 ayat (15), Dana Transfer Umum, yaitu sekurang-kurangnya 25% untuk belanja infrastruktur daerah (UU Nomor 18 Tahun 2016 tentang APBN). rekonstruksi,

Perlengkapan Mesin Pesawat Engine Accessories of Aircraft 2915,2925, Terbang untuk Jenis Mesin Torak, Reciprocating Engine, Gas Turbine, 2935,2945, Mesin Gas Turbin, Mesin Jet,

kasih sayang, bagi terwujudnya akuntansi syari’ah spiritual berlandasakan memayu hayuning bawana sebagai realisasi spiritual kecintaan kepada Tuhan (Sang Maha). Basis akuntansi

Secara garis besar alat yang dirancang tersusun dari PLC sebagai pengendali kerja sistem, dengan input sensor level air sumur (mercury switch), sensor level air bak

66 fashion melalui fasad bangunan dengan menggunakan teknologi yang semakin maju seperti baja, kaca, dan alumunium. Salah satu ciri-ciri Arsitektur futuristik adalah