• Tidak ada hasil yang ditemukan

Klasifikasi Penyakit berdasarkan ICD - X

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Klasifikasi Penyakit berdasarkan ICD - X"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENYAKIT- PENYAKIT PARASITIK DAN INFEKSI TERTENTU PENYAKIT INFEKSI USUS (A00-A09)

A 00 Kolera

A 01 Demam tifoid dan paratifoid A 02 Infeksi Salmonella lainnya A 03 Shigellosis

A 04 Infeksi bakterial usus lainya A 05 Intoksikasi

A 06 Amubiasis

A 07 Penyakit-penyakit protozoal usus lainnya A 08 Infeksi viral dan infeksi usus lainya

A 09 Diare dan gastroenteritis oleh penyebab infeksi tertentu TUBERKULOSIS (A15-A28)

A 15 Tuberkulosis paru, terbukti secara histologik dan bacteriologik A 16 Tuberkulosis paru, tidak terbukti secara histologik dan bakteriologik A 17 Tuberkulosis pada sistem saraf

A 18 Tuberkulosis pada organ lain A 19 Tuberkulosis milier

A 20 Plaque A 21 Tularemia A 22 Antraks A 23 Bruselosis

A 24 Glanders dan meliodosis A 25 Demam gigitan tikus A 26 Erisipeloid

A 27 Leptospirosis

A 28 Penyakit-penyakit bakterial zoonotik lain yang tidak diklasifikasi di tempat lain.

PENYAKIT BAKTERIAL LAINNYA (A30-A68) A 30 Lepra/Morbus Hansen

A 31 Infeksi oleh mikobakteria lainnya A 32 Listeriosis

A 33 Tetanus neonatorum A 34 Tetanus kandungan A 35 Tetanus lainnya A 36 Difteri

A 37 Pertusis A 38 Demam skarlet A 39 Infeksi meningokok A 40 Septikemia streptokok A 41 Septikemia lainnya A 42 Aktinomikosis A 43 Nokardiosis A 44 Bartonelosis A 45 Erisipelas

A 48 Penyakit bakterial lain, yang tidak diklasifikasi di tempat lain A 49 Infeksi bakterial pada tempat yang tidak diketahui

A 50 Sifilis kongenital A 52 Sifilis lambat

A 53 Sifilis lain dan yang tidak dapat dispesifikasi

(2)

A 54 Infeksi gonokok / GO

A 55 Limfogranuloma klamidial (venereum)

A 56 Penyakit klamidial lain yang ditularkan melalui hubungan seksual A 57 Chancroid

A 58 Granuloma inguinale A 59 Trikomoniasis

A 60 Infeksi herpesviral anogenital (herpes simplek) A 63 PHS yang tempatnya tidak dapat diklasifikasi A 64 PHS yang tidak dapat dispesifikasi

A 65 Sifilis nonvenereal A 66 Yaws (frambosia) A 67 Pinta

A 68 Infeksi spirokaetal lainnya

PENYAKIT LAIN YANG DISEBABKAN KLAMIDIA (A70-A74) A 70 Infeksi chlamydia psittaci

A 71 Trakoma

A 74 Penyakit lain yang disebabkan klamidia RIKETSIOSIS (A75-A79)

A 75 Demam tifus A 77 Demam bercak A 78 Demam Q A 79 Riketsiosis lain

INFEKSI VIRUS PADA SISTEM SARAF PUSAT (A80-A89) A 80 Poliomielitis akut

A 81 Infeksi virus lambat pada sitem saraf pusat A 82 Rabies

A 83 Ensefalitis viral ditularkan nyamuk A 84 Ensifalitis viral ditularkan kuman

A 85 Ensifalitis viral lainnya, yang tidak diklasifikasi di tempat lain A 86 Ensifalitis viral yang tidak dispesifikasi

A 87 Meningitis viral

A 88 Infeksi viral lain pada SSP yang tidak diklasifikasi di tempat lain A 89 Infeksi viral pada SSP yang tidak dispesifikasi

INFEKSI VIRAL YANG DITANDAI OLEH LESI MEMBRANA MUKOSA DAN KULIT (B00-B09) B 00 Infeksi herpesviral

B 01 Varisela/Chicken fox (cacar air) B 02 Herpes zoster

B 03 Smallpox - variola mayor/cacar B 04 Cacar monyet - impetigo vesicobulosa B 05 Campak/measles/Rubiola/morbili B 06 Rubela (campak jerman)

B 07 Kutil (viral/veruca)

B 08 Infeksi viral lainnya yang ditandai oleh lesi-lesi lesi pada membrana mukosa dan kulit, yang tidak dapat diklasifikasikan tempatnya.

B 09 Infeksi viral yang tidak dapat dispesifikasi ditandai oleh lesi pada membrana mukosa dan kulit

HEPATITIS VIRUS (B15-B19) B 15 Hepatitis A akut B 16 Hepatitis B akut

(3)

B 17 Hepatitis viral akut lainnya B 18 Hepatitis viral kronik

B 19 Hepatitis viral yang tidak dapat dispesifikasi

PENYAKIT VIRUS PENYEBAB IMUN PADA MANUSIA (HIV) (B20-B24) B 20 Penyakit virus HIV pada penyakit infeksi dari parasitik

B 21 Penyakit HIV pada neoplasma ganas B 22 Penyakit HIV pada penyakit tertentu lainnya B 23 Penyakit HIV pada kondisi lain

B 24 Penyakit HIV yang tidak dapat dispesifikasi PENYAKIT VIRAL LAINNYA (B25-B34)

B 25 Penyakit virus sitomegali B 26 Gondok

B 27 Mononukleosis infeksiosa B 30 Konjungtivitis viral

B 33 Penyakit viral lain, yang tidak dapat diklasifikasi tempatnya B 34 Infeksi virus pada tempat yang tidak diketahui

MIKOSIS (B35-B49) B 35 Dermatofitosis

B 36 Mikosis superfisial lain B 37 Kondidiasis

B 38 Koksidiaidomikosis B 39 Histoplasmosis B 40 Blastomikosis

B 41 Parakoksidioidomikosis B 42 Sporotrikosis

B 43 Kromomikosis dan abses feomikotik B 44 Aspergilosis

B 45 Kriptokosis B 46 Zigomikosis B 47 Misetoma

B 48 Mikosis lain, yang tidak dapat diklasifikasikan tempat B 49 Mikosis yang tidak dapat dispesifikasi

PENYAKIT PROTOZOA (B50-B64) B 50 Malaria plasmodium falciparum B 51 Malaria plasmodium vivax B 52 Malaria plasmodium malariae

B 53 Malaria yang ditegaskan secara parasitologi B 54 Malaria, yang tidak diklasifikasikan

B 55 Leishmaniasis

B 56 Tripanosomiasis Afrika B 57 Penyakit chagas B 58 Toksoplasmosis B 59 Pnemositosis

B 60 Penyakit protozoa lainnya, yang tidak dapat diklasifikasi di tempat lain B 64 Penyakit protozoa, yang tidak diklasifikasikan

HELMINTIASIS (B65-B83)

B 65 Akhitosomiosis (bilharziasis) B 66 Infeksi cacing pipih lainnya B 67 Ekinokosis

(4)

B 68 Taeniasis B 69 Sistiserkosis

B 70 Diphyllobathriasis dan sparganosis B 71 Infeksi sestoda lainnya

B 72 Drakunsuliasis B 73 Onkoseriasis B 74 Filariasis B 75 Trikinelosis

B 76 Penyakit hookworm B 77 Askariasis

B 78 Strongiloidiasis B 79 Trikuriasis B 80 Enterobiasis

B 81 Helmitiasis usus lainnya, yang tidak dapat diklasifikasi di tempat lain B 82 Parasit usus, yang tidak diklasifikasikan

B 83 Helmintiasis lainnya B 84 Pedikulosis dan phthiriosis B 85 Skabies

B 86 Miasis

B 87 Gangguan lainnya

B 89 Penyakit parasit, yang tidak diklasifikasikan

GEJALA SISA PENYAKIT INFEKSI DAN PARASIT (B90-B94) B 90 Gejala sisa tuberkulosis

B 91 Gejala sisa poliomielitis B 92 Gejala sisa leprosi

B 94 Gejala sisa penyakit infeksi dan parasit lainnya dan yang tidak diklasifikasikan KUMAN, VIRUS DAN PENYEBAB INFEKSI LAINNYA (B95-BB97)

B 95 Streptokokus dan stafilokokus sebagai penyebab penyakit yang diklasifikasikan pada bab lain

B 96 Kuman lain sebagai penyebab penyakit yang diklasifikasi di bab lain B 97 Virus sebagai penyebab penyakit yang diklasifikasi di bab lain PENYAKIT INFEKSI LAINNYA (B99)

B 99 Penyakit-penyakit infeksi yang tidak dapat dispesifikasi BAB II NEOPLASMA

NEOPLASMA GANAS BIBIR, RONGGA MULUT DAN FARINGS (C00-C14) C00 Neoplasma ganas bibir

C01 Neoplasma dasar lidah

C02 Neoplasma ganas bagian lidah lainnya dan yang tidak ditentukan C03 Neoplasma ganas gusi

C04 Neoplasma ganas dasar mulut C05 Neoplasma ganas palatum

C06 Neoplasma ganas bagian mulut lainya dan yang tidak ditentukan C07 Neoplasma ganas kelenjar parotis

C08 Neoplasma ganas kelenjar liur lainya dan yang tidak ditentukan C09 Neoplasma ganas tonsil

C10 Neoplasma ganas orofaring C11 Neoplasma ganas nasofaring C12 Neoplasma ganas sinus piriformis

(5)

C13 Neoplasma ganas hipofaring

C14 Neoplasma ganas pada bibir, rongga mulut dan faring lainya dan yang tidak jelas tempatnya.

NEOPLASMA GANAS ALAT CERNA (C15-C26) C15 Neoplasma ganas esofagus

C16 Neoplasma ganas lambung C17 Neoplasma ganas usus halus C18 Neoplasma ganas kolon

C19 Neoplasma ganas daerah rektosigmoid C20 Neoplasma ganas rectum

C21 Neoplasma ganas anus dan anus

C22 Neoplasma ganas hati dan saluran empedu intrahepatik C23 Neoplasma ganas kandung empedu

C24 Neoplasma ganas saluran empedu lainnya dan ytt C25 Neoplasma ganas pankreas

C26 Neoplasma ganas alat cerna lainnya dan yang tidak jelas tempatnya NEOPLASMA GANAS ALAT NAFAS DAN RONGGA DADA (C30-C39)

C30 Neoplasma ganas rongga hidung dan telinga tengah C31 Neoplasma ganas sinus aksesorius

C32 Neoplasma ganas laring C33 Neoplasma ganas trakea

C34 Neoplasma ganas bronkhus dan paru C37 Neoplasma ganas timus

C38 Neoplasma ganas jantung, mediastinum dan pleura

C39 Neoplasma ganas pada sistem nafas dan rongga dada lainnya dan yang tidak jelas C23 Neoplasma ganas kandung empedu

C24 Neoplasma ganas saluran empedu lainnya dan ytt C25 Neoplasma ganas pankreas

C26 Neoplasma ganas alat cerna lainnya dan yang tidak jelas NEOPLASMA GANAS ALAT NAFAS DAN RONGGA DADA (C30-C39)

C 30 Neoplasma ganas rongga hidung dan telinga tengah C 31 Neoplasma ganas sinus aksesorius

C 32 Neoplasma ganas laring C 33 Neoplasma ganas trakea

C 34 Neoplasma ganas bronkhus dan paru C 37 Neoplasma ganas timus

C 38 Neoplasma ganas jantung, mediastinum, dan pleura

C 39 Neoplasma ganas pada sistem nafas, dan rongga dada lainnya NEOPLASMA GANAS TULANG DAN TULANG RAWAN SENDI (C40-C41)

C40 Neoplasma ganas tulang dan tulang rawan sendi tungkai

C41 Neoplasma ganas tulang dan tulang rawan sendi lainnya dan yang tidak jelas tempatnya MELANOMA DAN NEOPLASMA GANAS KULIT LAINNYA (C43-C44)

C43 Melanoma ganas pada kulit C44 Neoplasma ganas kulit lainnya

NEOPLASMA GANAS MESOTELIAL DAN JARINGAN LUNAK (C45-C49) C45 Neoplasma ganas mesothelioma

C46 Neoplasma ganas sarkoma Kaposi

C47 Neoplasma ganas saraf perifer dan sistem otonomik C48 Neoplasma ganas retroperitoneum dan peritoneum

(6)

C49 Neoplasma ganas jaringan ikat dan jaringan lunak lainnya NEOPLASMA GANAS PAYUDARA (C50)

C50 Neoplasma ganas payudara

NEOPLASMA GANAS ALAT KELAMIN WANITA (C51-C58) C51 Neoplasma ganas vulva

C52 Neoplasma ganas vagina C53 Neoplasma ganas serviks C54 Neoplasma ganas korpus uteri

C55 Neoplasma ganas uterus yang tidak ditentukan letaknya C56 Neoplasma ganas ovarium

C57 Neoplasma ganas alat kelamin wanita lainnya dan yang tidak ditentukan letaknya C58 Neoplasma ganas plasenta

NEOPLASMA GANAS ALAT KELAMIN PRIA (C60-C63) C60 Neoplasma ganas penis

C61 Neoplasma ganas prostat C62 Neoplasma ganas testis

C63 Neoplasma ganas alat kelamin pria lainnya dan yang tidak ditentukan letaknya NEOPLASMA GANAS SALURAN KEMIH (C64-C68)

C64 Neoplasma ganas ginjal, kecuali pelvis renalis C65 Neoplasma ganas pelvis renalis

C66 Neoplasma ganas ureter

C67 Neoplasma ganas kandung kemih C68 Neoplasma ganas alat kemih lainnya

NEOPLASMA GANAS MATA, OTAK, DAN SUSUNAN SARAF PUSAT LAINNYA (C69-C72) C69 Neoplasma ganas mata dan adneksa

C70 Neoplasma ganas selaput otak C71 Neoplasma ganas otak

C72 Neoplasma ganas medulla spinalis, saraf otak dan bagian susunan saraf pusat lainnya NEOPLASMA GANAS TIROID DAN KELENJAR ENDOKRIN LAIN (C73-C75)

C73 Neoplasma ganas kelenjar tiroid C74 Neoplasma ganas kelenjar adrenal

C75 Neoplasma ganas kelenjar endokrin lain dan struktur terkait

NEOPLASMA GANAS SEKUNDER, TEMPAT TIDAK JELAS, TEMPAT TIDAK DITENTUKAN (C76-C80) C76 Neoplasma ganas lain dan yang tempat tidak ditentukan

C77 Neoplasma ganas sekunder dan tumor ganas yang tidak ditentukan dari kelenjar getah bening C78 Neoplasma ganas sekunder saluran nafas dan saluran cerna

C79 Neoplasma ganas sekunder tempat lain C80 Neoplasma ganas tanpa penjelasan tempat

NEOPLASMA GANAS LIFOID, HEMOPOETIK DAN JARINGAN TERKAIT (C81-C96) C81 Penyakit hodgkin

C82 Limfoma folikular (nodular) non hodgkin C83 Limfoma difus non hodgkin

C84 Limfoma sel T perifer dan kutan C85 Limfoma non hodgkin lainnya C88 Penyakit imunoproliferatif ganas

C90 Meiloma multipel dan neoplasma plasma sel ganas

(7)

C91 Lekemia limfoid C92 Lekemia mieloid C93 Lekemia monositik

C94 Lekemia lain jenis sel khusus C95 Lekemia jenis sel tidak ditentukan

C96 Neoplasma ganas limfoid, hematopoetik dan jaringan terkait lainnya NEOPLASMA GANAS MULTIPEL PRIMER (C97)

C97 Neoplasma ganas primer multipel

KARSINOMA IN SITU (D00-D09)

D00 Karsinoma in situ rongga mulut, esofagus dan lambung

D01 Karsinoma in situ saluran cerna lain dan tempat tidak ditentukan D02 Karsinoma in situ telinga tengah dan saluran nafas

D03 Melanoma in situ D04 Karsinoma in situ kulit D05 Karsinoma in situ payudara D06 Karsinoma in situ serviks uteri

D07 Karsinoma in situ alat kelamin lain dan tidak jelas tempatnya D09 Karsnoma in situ lain ytt

NEOPLASMA JINAK (D10-D36)

D10 Neoplasma jinak mulut dan farings D11 Neoplasma jinak kelenjar liur

D12 Neoplasma jinak kolon, rektum, anus dan saluran anal D13 Neoplasma jinas saluran cerna lain dan ytt

D14 Neoplasma jinak telinga tengah dan saluran nafas D15 Neoplasma jinak organ rongga dada lain

D16 Neoplasma jinak tulang dan tulang rawan sendi D17 Neoplasma jinak jaringan lemak

D18 Hemangioma dan limfangioma, pada semua tempat D19 Neoplasma jinak jaringan mesotelial

D20 Neoplasma jinak jaringan lunak tetroperitoneum dan peritoneum D21 Neoplasma jinak jaringan ikat dan jaringan lunak lainnya

D22 Nevus melanositik

D23 Neoplasma jinak kulit lainnya D24 Neoplasma jinak payudara D25 Leiomia uterus

D26 Neoplasma jinak uterus lainnya D27 Neoplasma jinak ovarium

D28 Neoplasma jinak alat kelamin wanita lain dan ytt D29 Neoplasma jinak alat kelamin pria

D30 Neoplasma jinak saluran kemih D31 Neoplasma jinak mata dan adneksa D32 Neoplasma jinak selaput otak

D33 Neoplasma jinak otak dan susunan saraf pusat lainnya D34 Neoplasma jinak tiroid

D35 Neoplasma jinak kelenjar endokrin lainnya dan ytt D36 Neoplasma jinak lainnya dan ytt

NEOPLASMA YANG TAK MENENTU PERANGAINYA (D37-D48)

D37 Neoplasma rongga mulut dan saluran cerna yang tidak menentu

(8)

perangainya

D38 Neoplasma telinga tengah dan saluran nafas serta alat rongga dada yang tidak menentu perangainya

D39 Neoplasma yang tidak menentu perangainya atau tidak diketahui perangainya dari alat kelamin wanita

D40 Neoplasma yang tidak menentu perangainya atau tidak diketahui perangainya dari alat kelamin pria

D41 Neoplasma yang tidak menentu perangainya atau tidak diketahui perangainya dari saluran kemih

D42 Neoplasma yang tidak menentu perangainya atau tidak diketahui perangainya dari selaput otak

D43 Neoplasma yang tidak menentu perangainya atau tidak diketahui perangainya dari otak dan susunan saraf pusat

D44 Neoplasma yang tidak menentu perangainya atau tidak diketahui perangainya dari kelenjar endokrin

D45 Polisitemia vera

D46 Sindroma mielodisplastik

D47 Neoplasma lain jaringan limfoid, hematopoetik dan jaringan terkait yang tidak menentu perangainya atau tidak diketahui perangainya

D48 Neoplasma yang tidak menentu dan perangainya pada tempat yang tidak diketahui BAB III

PENYAKIT DARAH DAN ORGAN PEMBUATNYA

DAN BEBERAPA KELAINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN MEKANISME IMUN ANEMIA GIZI (D50-D53)

D50 Anemia defisiensi zat besi D51 Anemia defisiensi vitamin B-12 D52 Anemia defisiensi folat

D53 Anemia gizi lainnya.

ANEMIA HEMOLITIK (D55-D59)

D55 Anemia karena kelainan enzim D56 Thalassemia

D57 Kelainan sel sickle

D58 Anemia homolitik herediter lainnya

ANEMIA APLASTIK DAN ANEMIA LAINNYA (D60-D64)

D60 Aplastik murni sel darah merah didapat (eritroblastopenia) D61 Anemia aplastik lainnya

D62 Anemia akut pasca perdarahan

D63* Anemia pada penyakit kronik yang diklasifikasi di bab lain D64 Anemia lainnya

DEFEK KOAGULASI PURPURA DAN KELAINAN PERDARAHAN LAINNYA (D65-D69) D65 Koagulasi intravaskuler diseminata (Sindroma defibrinasi)

D66 Defisiensi faktor VIII herediter D67 Defisiensi faktor IX herediter D68 Defek koagulasi lainnya

D69 Purpura dan penyakit hemoragik lainnya

PENYAKIT DARAH DAN PENYAKIT ORGAN PEMBUAT DARAH LAINNYA (D70-D77) D70 Agranulositosis

(9)

D71 Kelainan fungsional netrofil polimorfonoklier D72 Penyakit lain dari sel darah putih

D73 Penyakit limpa D74 Methemoglobinemia

D75 Penyakit darah dan organ pembuat darah lainnya

D76 Beberapa penyakit yang menyangkut jaringan limforetikuler dan sistem retrikuler histiosit

D77* Penyakit darah dan organ pembentuk darah lainnya yang diklasifikasikan di tempat lain

BEBERAPA PENYAKIT YANG MENYANGKUT MEKANISME IMUN (D80-D89) D80 Defisiensi imun dengan faktor utama defek antibodi

D81 Kombinasi defisiensi imun

D82 Defisiensi imun yang berhubungan dengan defek mayor lainnya D83 Defisiensi imun variabel imun

D84 Defisiensi imun lainnya D86 Sarkoidosis

D89 Penyakit lain yang menyangkut mekanisme imun dan tidak masuk klasifikasi lain

BAB IV

PENYAKIT ENDOKRIN, GIZI DAN METABOLIK GANGGUAN KELENJAR TIROID (E00-E07)

E00 Sindrom defisiensi jodium kongenital

E01 Gangguan tiroid berhubungan defisiensi jodium dan keadaan yang menyertainya.

E02 Hipotiroidisme defisiensi jodium sub klinis E03 Hipotiroidisme lain

E04 Gondok non toksik lain E05 Tirotoksikosis (hipertiroidisme) E06 Tiroiditis

E07 Gangguan tiroid lain DIABETES MELITUS (E10-E14)

E10 Diabetes melitus tergantung insulin E11 Diabetes melitus tidak tergantung insulin E12 Diabetes melitus berhubungan malnutrisi E13 Diabetes melitus ditentukan lainnya E14 Diabetes melitus tidak ditentukan

GANGGUAN REGULASI GULA DAN SEKRESI INTERNAL PANKREAS LAIN (E15-E16).

E15 Koma hipoglikemia tidak diabetes E16 Gangguan sekresi internal pankreas lain GANGGUAN KELENJAR ENDOKRIN LAIN (E20-E35)

E20 Hipoparatiroidisme

E21 Hiperparatiroidisme dan kelenjar paratiroid lain E22 Hiperfungsi kelenjar pituitari lain

E24 Sindrom Cushing E25 Gangguan adrenogenital E26 Hiperaldosteronisme

E27 Gangguan lain kelenjar adrenal E28 Disfungsi ovarium

(10)

E29 Disfungsi testis

E30 Gangguan pubertas, tidak diklasifikasi di tempat lain E31 Disfungsi poliglandular

E32 Penyakit timus

E34 Gangguan endokrin lain

E35 Gangguan kelenjar endokrin pada penyakit yang diklasifikasi di tempat lain.

MALNUTRISI (E40-E46) E40 Kwasiorkor E41 Marasmus nutrisi E42 Kwasiorkor marasmus

E43 Malnutrisi protein-kalori berat yang tak ditentukan E44 Malnutrisi protein-kalori sedang dan berat

E45 Tumnuh kembang terhambat karena malnutrisi protein kalori E46 Malnutrisi protein-kalori yang tidak ditentukan.

DEFISIENSI NUTRISI LAIN (E50-E64) E50 Defisiensi vitamin A

E51 Defisiensi tiamin

E52 Defisiensi niasin (pelagra) E53 Defisiensi grup vitamin B lain E54 Defisiensi asam askorbat E55 Defisiensi vitamin lain E56 Defidiensi vitamin lain E58 Defisiensi diet kalsium E59 Defisiensi diet selenium E60 Defisiensi diet seng E61 Defisiensi elemen gizi lain E62 Defisiensi nutrisi lain

E64 Gejala sisa malnutrisi dan defisiensi gizi lain OBESITAS DAN HIPERALIMENTASI LAIN (E65-E68)

E65 Adipositas perlokasi E66 Obesitas

E67 Hiperalimentasi lain E68 Gejala sisa hiperalimentasi GANGGUAN METABOLISME (E70-E90)

E70 Gangguan metabolisme asam amino aromatik

E71 Gangguan metabolisme asam amino rantai cabang dan metabolisme asam lemak E73 Intoleransi laktosa

E74 Gangguan metabolisme karbohidrat lain E75 Gangguan metabolisme sfingolipid

E76 Gangguan metabolisme glikosaminoglikan E77 Gangguan metabolisme glikoprotein

E78 Gangguan metabolisme lipoprotein dan lipidal urin lain E79 Gangguan metabolisme purin dan pirimidin

E80 Gangguan metabolisme porpifirin dan bilirubin E83 Gangguan metabolisme mineral

E84 Fibrosis kistik E85 Amiloidosis E86 Deplesi isi

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa yang menjadi pokok masalah dalam perkara ini adalah Pemohon mengajukan permohonan cerai talak terhadap Termohon dengan alasan antara Pemohon

Penulisan instrumen penilaian memuat kisi-kisi, master soal, dan kunci jawaban menggunakan format yang dikeluarkan oleh Pengurus KKG dan/atau Tim Editor.. Penulisan

Hal itu juga didukung oleh pendapat dari Siagian (2002:263) bahwa “Sangat pentingnya memelihara kondisi fisik dan psikologis para karyawan perusahaan sudah terbukti

[r]

Serat Optik Sebuah Penghantar, edisi ke 3.. Fibers

Başlan­ gıçta samadhi sırf oluştan veya varoluştan ibaretmiş gibi gelebilir, fakat samadhi’ye eriştiğinizde siz de onun çok daha farklı olduğunu

KEDUA : Pedoman Pembibitan Sapi Perah Yang Baik (Good breeding practice) sebagaimana dimaksud pada diktum KESATU merupakan pedoman bagi pembibit sapi perah dalam menghasilkan

Social skills appropriate behavior towards teachers and peers will lhcilrtate academic engagement (such as following orders, listening to the teacher, and so on):