• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Ringkasan Seminar Antara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hasil Ringkasan Seminar Antara"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Hasil Ringkasan Seminar Antara

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu faktor utama bagi pengembangan sumber daya manusia.

Karena pendidikan diyakini mampu meningkatkan sumber daya manusia untuk menciptakan manusia produktif yang mampu memajukan bangsanya. 1 Pendidikan dalam arti luas terkandung pengertian mendidik, membimbing, mengajar, dan melatih. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang pokok. 2 Menurut UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 5 ayat 1 bahwa setiap warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Pada pasal 4 ayat 1 dijelaskan pendidikan dilaksanakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa.

Lembaga pendidikan saat ini bukan saja diselenggarakan konsep sekolah umumnya tetapi terdapat trend semakin banyak sekolah swasta berkonsep Islamic boarding school. Hal ini menjadi kemajuan bagi generasi Islam masa depan. Islamic boarding school memiliki magnet sendiri bagi orang tua atau wali calon siswa yang akan menyekolahkan anaknya.

Pendidikan dengan sistem boarding school adalah integrasi sistem pendidikan pesantren dan madrasah yang efektif untuk mendidik kecerdasan, ketrampilan, pembangunan karakter dan penanaman nilai-nilai moral peserta didik, sehingga anak didik lebih memiliki kepribadian yang utuh dan khas. Pendidikan juga berfungsi untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan secara spesifik sesuai dengan keyakinan agama, maka setiap pembelajaran yang dilakukan hendaknya selalu diintegrasikan dengan perihal nilai di atas. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan anak didik yang berkepribadian utuh, yang bisa mengintegrasikan keilmuan yang dikuasai dengan nilai-nilai yang diyakini untuk mengatasi berbagai permasalahan hidup dan sistem kehidupan manusia. Sementara pendidikan di Indonesia selama ini, disadari atau tidak, belum banyak menyentuh pemberdayaan dan pencerahan kesadaran dalam perspektif global, karena persoalan pembenahan pendidikan masih terpaku pada kurikulum nasional dan lokal yang belum pernah tuntas. 3

1

Hadikusumo, Kunaryo. 2000. Pengantar Pendidikan. Semarang: IKIP Semarang. PRESS

2

Darajat, Zakiah dkk. 2000. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara

3

Hadikusumo, Kunaryo. 2000. Pengantar Pendidikan. Semarang: IKIP Semarang. PRESS

(2)

Boarding school adalah konsep sekolah tinggal di asrama, yang membedakan dengan sekolah umum selain tinggal di asrama adalah tambahan kurikulum pesantren didalamnya. Dapat dikatakan bahwa boarding school adalah perpaduan antara sekolah umum dan pesantren.

Sehingga animo masyarakat menyekolahkan anak di boarding school tinggi (harianaceh, 2019). Akan tetapi pertanyaannya, berapa banyak masyarakat miskin yang tertampung untuk mendapatkan pendidikan pada sekolah swasta berkonsep Islamic boarding school di Aceh.

Seperti kita ketahui bahwa biaya pendidikan pada sekolah swasta berkonsep Islamic boarding school sangat mahal. Hal tersebut sesuai dengan wawancara awal dengan salah satu orang tua murid di Pesantren Modern Chik Oemar Diyan (Cut Zamharira, 2021).

Jangan sampai Islamisasi lembaga pendidikan hanya bagian dari trend memanfaatkan kesadaran beragama yang semakin baik untuk “bisnis” pendidikan. Padahal semuanya

didirikan atas nama yayasan pendidikan yang nirlaba. Pengelolaan pendidikan harusnya memenuhi nilai moderasi Islam yaitu keadilan dan kesetaraan. Keadilan dan kesetaraan dalam pendidikan menjadi sangat penting untuk memastikan proses pendidikan yang berkeadilan (equity) dan berkesetaraan (equality) untuk menampung anak miskin menjadi peserta didik.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah penelitian ini antara lain: Bagaimana akses pendidikan gratis bagi masyarakat miskin pada sekolah swasta Islamic Boarding School di Aceh?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah aksesibilitas pendidikan gratis bagi masyarakat miskin pada sekolah swasta Islamic Boarding School di Aceh, maka tujuan penelitian yaitu mengetahui informasi dan menganalisis peran Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh, Dinas Pendidikan Provinsi Aceh sebagai penentu kebijakan dan Dayah Terpadu sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan pada sekolah swasta Islamic Boarding School di Aceh.

D. Metode

1. Rancangan penelitian

Berdasarkan dari permasalahan yang diajukan, penelitian ini menggunakan pendekatan

kualitatif dan bersifat deskriptif. Metode kualitatif merupakan suatu cara dalam meneliti

(3)

dengan mendeskripsikan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. 4 Pendekatan ini sangat cocok untuk penelitian ini dengan tujuan memperoleh atau berusaha mendapatkan gambaran secara utuh mengenai akses pendidikan gratis pada sekolah swasta Islamic boarding school di Aceh. Data-data yang ditemukan kemudian akan dideskripsikan dalam bentuk narasi.

2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian yaitu pada Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh, Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Dayah Terpadu RIAB Aceh Besar dan Darul Ulum Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September

3. Fokus Penelitian

Fokus penelitian merupakan suatu pembatasan masalah. Fokus penelitian merupakan pemusatan konsentrasi pada tujuan atau fokus dengan intisari dari sebuah penelitian yang akan dilakukan. Tujuannya adalah untuk mempermudah peneliti melakukan penelitian. 5 Yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah akses pendidikan gratis bagi masyarakat miskin pada dayah yang menerapkan sistem pendidikan terpadu.

4. Subjek dan Objek Penelitian

Menurut Faisal, subjek penelitian adalah merujuk kepada orang, individu, kelompok atau organisasi yang dijadikan satuan atau unit yang akan diteliti. Sedangkan objek penelitian merupakan sifat dari keadaan dari orang, individu, benda atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran dari penelitian. 6 Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah para penentu keputusan di Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh, Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Dayah Terpadu RIAB Aceh Besar dan Darul Ulum Banda Aceh. Sedangkan yang menjadi objek penelitian yaitu aksesibilitas pendidikan gratis bagi masyarakat miskin di Aceh. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini sebanyak 5 orang narasumber.

5. Tehnik pengumpulan data.

Teknik pengumpulan data adalah sebuah cara yang dilakukan untuk mendapatkan data dari suatu hal yang diteliti, tahapan ini yaitu langkah paling utama dari penelitian

4

Lexy J. Moeleong. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

5

Salim, Haidir. 2019. Penelitian Pendidikan: Metode, Pendekatan dan Jenis. Jakarta: Kencana.

6

A. Muri Yusuf,. 2017. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.

(4)

karena tujuannya merupakan untuk mendapatkan data. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang peneliti lakukan adalah dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi.

a. Wawancara

Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat di intruksikan makna suatu topik tertentu. 7 Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara berstruktur yaitu wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara. Tujuan dari pedoman wawancara merupakan untuk menuntun si pewawancara dalam melakukan wawancaranya dengan narasumber. Pedoman wawancara yang peneliti gunakan yaitu pertanyaan-pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Wawancara dilakukan terhadap para penentu keputusan di Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh, Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Dayah Terpadu RIAB Aceh Besar dan Dayah Trepadu Darul Ulum Banda Aceh sebanyak 5 orang.

b. Dokumentasi

Dokumentasi adalah catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya atau monumental dari seseorang. 8 Data yang dicari dalam penelitian ini yaitu dokumentasi yang dimiliki oleh peraturan daerah atau qanun, SOP, data dayah, data pekerjaan

E. Hasil

Dayah Terpadu/Pesantren Terpadu merupakan lembaga pendidikan Dayah Salafiyah dan menyelenggarakan pendidikan formal. Dayah terpadu bertuuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap melalui proses belajar mengaar dan harus dipadukan dengan Kurikuluk Pendidikan Dayah Salafiyah.

Menurut Keputusan Gubernur Aceh Nomor 451.44/770/2019 tentang Penetapan Tipe Dayah di Aceh tahun 2019, terdapat dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 1. Jumlah Dayah Terpadu per Kabupaten/Kota di Aceh

No. Dayah Terpadu Jumlah

7

Sugiono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

8

Ibid., 240.

(5)

1 Banda Aceh 4

2 Sabang 1

3 Aceh Besar 27

4 Pidie 8

5 Pidie Jaya 6

6 Bireuen 13

7 Lhokseumawe 10

8 Aceh Utara 31

9 Aceh Timur 7

10 Langsa 3

11 Aceh Tamiang 5

12 Bener Meriah 18

13 Aceh Tengah 15

14 Gayo Lues 9

15 Aceh Tenggara 31

16 Aceh Jaya 6

17 Aceh Barat 6

18 Nagan Raya 5

19 Aceh Barat Daya 3

20 Aceh Selatan 5

21 Subulussalam 15

22 Aceh Singkil 3

23 Simeulue 4

Dayah-dayah terpadu tersebut terdiri dari tipe A, B, C dan Non Tipe. Perbedaan tipe dari berbagai aspek seperti jumlah santri, guru dan sarana didayah itu sendiri. Dari aspek antuan dari pemerintah. Tipe A bisa menampung bantuan dana maksimal 3 milyar, tipe B 2,5 milyar dan tipe C 2 milyar. Sedangkan Non tipe bisa menampung bantuan maksimal hanya 1 Milyar

a. Aspek Legal Formal

Jika dilihat dari aturan formal dalam aksesibilitas hanya pada izin operasional Dayah Terpadu

dengan dipercepat oleh Kantor Kementerian Agama Provinsi Aceh namun tetap dengan

prosedural yang akan disurvei ke lapangan menyangkut dokumen dan aplikasi izin

(6)

operasional yang telah diisi oleh yayasan yang akan menjalakan proses penyelenggaraan pendidikan. Perihal dengan madrasah swasta, pemerintah sangat terbantu karena untuk madrasah negeri belum ada penegerian di Aceh selama kurang lebih sepuluh (10) tahun.

Kendala penegerian terkait dengan DIPA, persetujuan DPR dan MenPAN. Peluang aksesibilitas masyarakat miskian yaitu setelah 2 tahun dapat izin operasional maka akan terbantu lewat BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Sekolah menggunakan Dana BOS Reguler untuk membiayai operasional penyelenggaraan pendidikan di sekolah meliputi komponen: 9

a. penerimaan Peserta Didik baru;

b. pengembangan perpustakaan;

c. pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler;

d. pelaksanaan kegiatan asesmen dan evaluasi pembelajaran;

e. pelaksanaan administrasi kegiatan sekolah;

f. pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan;

g. pembiayaan langganan daya dan jasa;

h. pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah;

i. penyediaan alat multimedia pembelajaran;

j. penyelenggaraan kegiatan peningkatan kompetensi keahlian;

k. penyelenggaraan kegiatan dalam mendukung keterserapan lulusan; dan/atau l. pembayaran honor.

Sedangkan pada Kemenag Satuan Biaya Bantuan Operasional Pendidikan dan Bantuan Operasional Sekolah meliputi sebagai berikut: 10

1. RA sebesar Rp 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) per 1 (satu) peserta didik setiap 1 (satu) tahun;

2. MI sebesar Rp 900.000,00 (sembilan ratus ribu rupiah rupiah) per 1 (satu) peserta didik setiap 1 (satu) tahun;

3. MTs sebesar Rp 1.100.000,00 (satu juta seratus ribu rupiah) per 1 (satu) peserta didik setiap 1 (satu) tahun;

4. MA dan MAK sebesar Rp. 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiahl per 1 (satu) peserta didik setiap 1 (satu) tahun.

9

Permendikbud nomor 6 tahun 2021 tentang juknis pengelolaan dana bos reguler

10

Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6572 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional

Pendidikan (BOP) pada Raudlatul Athfal (Ra) Dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pada Madrasah Tahun Anggaran 2021

(7)

Adapun pengertian umumnya yaitu

1. Madrasah adalah satuan Pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan umum dan kejuruan dengan kekhasan agama Islam yang mencakup Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan.

2. Raudlatul Athfal adalah yang selanjutnya disingkat RA adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggaralcan pendidikan anak usia dini dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan anak usia dini.

3. Madrasah Ibtidaiyah yang selanjutnya disingkat MI adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendiciikan umum dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan dasar.

4. Madrasah Tsanawiyah yang selanjutnya disingkat MTs adalah salah satu bcntuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggaralcan pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan dasar sebagai kelanjutan dari MI/SD atau sederajat.

5. Madrasah Aliyah yang selanjutnya disingkat MA adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan menengah sebagai kelanjutan dari MTs/SMP atau sederajat.

6. Madrasah Aliyah Kejuruan yang selanjutnya disingkat MAK adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan mcncngah scbagai kelanjutan dari MTs/SMP atau sederajat.

7. Madrasah Negeri adalah Madrasah yang diselenggaralcan oleh Pemerintah.

8. Madrasah Swasta adalah Madrasah yang diselenggarakan oleh Masyarakat

Selain dana BOP dan BOS terdapat program pemerintah pusat yaitu PIP (Program

Indonesia Pintar). Program Indonesia Pintar yang selanjutnya disingkat PIP adalah bantuan

berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah yang diberikan

kepada peserta didik dan mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin

untuk membiayai pendidikan. Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha

mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jenjang

pendidikan dasar dan menengah. Mahasiswa adalah peserta didik pada jenjang pendidikan

(8)

tinggi. Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi. Kartu Indonesia Pintar yang selanjutnya disingkat KIP adalah kartu yang diberikan kepada Peserta Didik pada satuan pendidikan formal atau nonformal sebagai penanda atau identitas untuk mendapatkan PIP. 11

PIP pada Kemenag yaitu sasaran Program Indonesia Pintar dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan akan diberikan dana bantuan pendidkan dengan rincian sebagai berikut : - Madrasah Ibtidaiyah : Rp. 225.000,-/semester, atau Rp. 450.000,-/tahun - Madrasah Tsanawiyah: Rp. 375.000,-/semester, atau Rp. 750.000,-/tahun - Madrasah Aliyah : Rp.

500.000,-/semester, atau Rp. 1.000.000,-/tahun. Adapun kriteria yaitu : a. Siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP);

b. Siswa yang berasal dari keluarga penerima Kartu Sejahtera/Kartu Perlindungan Sosial (KKS/KPS) atau peserta Program Keluarga Harapan (PKH) tetapi belum mempunyai Kartu Indonesia Pintar;

c. Apabila masih terdapat sisa kuota dan anggaran, dapat diberikan kepada siswa madrasah yang orang tuanya tidak mampu berdasarkan data yang ada di Educational Management Information System (EMIS) yang dikirim Kementerian Agama Pusat dan dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Desa/Kelurahan;

d. Siswa dari keluarga tidak mampu yang berasal dari provinsi Papua dan Papua Barat dapat diprioritaskan menerima manfaat PIP tanpa memiliki KIP/KKS/KPS atau peserta program PKH dibuktikan dengan SKRTM/SKTM/SKMM dari Kelurahan/desa/madrasah e. Berada pada usia sekolah yakni 6 – 21 tahun Bagi anak usia sekolah (6-21 tahun)

penerima KIP yang tidak terdaftar di madrasah (putus sekolah) untuk mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar harus mendaftarkan diri kembali ke madrasah terlebih dahulu. 12

Selain aspek legal formal secara nasional atau kebijakan pemerintah pusat. Aksesibilitas pendidikan terdapat juga pada kebijakan daerah Aceh yaitu Peraturan Gubernur Aceh.

Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberian Bantuan Sosial Beasiswa kepada Anak Yatim, Piatu dan/atau Yatim Paiatu Dalam Wilayah Aceh. Dalam Pergub tersebut berupaya penyediaan, perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh

11

Permendikbud 10 tahun 2020 tentang Program Indonesia Pintar

12

Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 967 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Indonesia Pintar

Untuk Siswa Madrasah tahun anggaran 2020

(9)

pendidikan yang bermutu bagi masyarakat Aceh dan meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar dua belas tahun yang bermutu.

Namun dalam Pergub tersebut tidak dijelaskan secara rinci tentang peruntukan untuk masyarakat miskin karena anak yatim atau piatu atau yatim piatu belum semua bisa dikategorikan miskin.

Pada tata kelola Dayah Terpadu sendiri aksebilitas bagi masyarakat miskin terletak pada kebijakan internal yayasan yaitu adanya program orang tau asuh bagi anak didik yang miskin.

b. Sumber Anggaran

Pada konteks anggaran untuk aksesibilitas pendidikan masyarakat pada sekolah swasta Islamic Boarding School di Aceh yaitu BOS madrasah dibiayai dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belana Negara) melalui daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dan Program Indonesia Pintar pada. Kementerian Agama yang disalurkan kepada peserta didik/siswa/santri penerima manfaat PIP, serta program orang tua asuh dari yayasan tempat penyelanggaraan pendidikan tersebut.

F. Daftar Pustaka

1. A. Muri Yusuf. 2017. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.

2. Darajat, Zakiah dkk. 2000. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara

3. Hadikusumo, Kunaryo. 2000. Pengantar Pendidikan. Semarang: IKIP Semarang.

PRESS

4. Lexy J. Moeleong. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

5. La Ode, Aj.Suhardjo. 2004. Aksesibilitas Dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Di Perdesaan. Jurnal Transportasi Vol. 4 No. 2.

6. Matthew. B Miles, dan Huberman, A. Michael. 1992. Analisis Data Kualitatif.

Jakarta. UI Press.

7. Nunung Nurwati. 2008. Kemiskinan : Model Pengukuran, Permasalahan dan

Alternatif Kebijakan. Jurnal Kependudukan Padjadjaran, Vol. 10, No. 1.

(10)

8. Salim, Haidir .2019. Penelitian Pendidikan: Metode, Pendekatan dan Jenis. Jakarta:

Kencana.

9. Sugiono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Peraturan perundang-undangan :

1. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Permendikbud Nomor 6 tahun 2021 tentang juknis pengelolaan dana bos reguler 3. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6572 tahun 2020 tentang

Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) pada Raudlatul Athfal (Ra) Dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pada Madrasah Tahun Anggaran 2021

4. Permendikbud 10 tahun 2020 tentang Program Indonesia Pintar

5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 967 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Untuk Siswa Madrasah tahun anggaran 2020

Link Internet:

https://www.ceritabumi.com/pesantren-terbaik-di-aceh/

https://media.neliti.com/media/publications/130878-ID-menjembatani-aksesibilitas- masyarakat-mi.pdf

https://www.harianaceh.co.id/2019/08/16/animo-masuk-boarding-school-tinggi-di-banda- aceh/

https://pipmadrasah.kemenag.go.id/home/2021/mi

https://min5bm.sch.id/2021/02/15/juknis-bos-madrasah-mi-mts-ma-mak-bop-ra-tahun-2021/

https://edukasi.kompas.com/read/2020/02/11/12334031/14-pembiayaan-bisa-pakai-dana-bos- apa-saja-itu?page=all

https://www.worldbank.org/in/news/press-release/2016/10/02/tackling-inequality-vital-to- end-extreme-poverty-by-2030

https://regional.kompas.com/read/2019/03/19/13464061/akses-pendidikan-bagi-warga- miskin-perlu-diperluas?page=all

https://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/17/05/09/opoqfm284-keluarga- miskin-belum-mampu-akses-pendidikan-berkualitas

https://lokadata.id/artikel/pendidikan-gratis-saja-tidak-cukup

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 2 memperlihatkan bahwa berat brangkasan tanaman kubis bunga dengan pemberian komposisi rumen sapi sebesar 400 g/polybag berbeda sangat nyata dengan

Buku ini adalah suatu komentari panduan belajar, yang artinya bahwa andalah yang bertanggung jawab terhadap penafsiran anda terhadap Alkitab. Setiap kita harus berjalan dalam

Kesimpulan dari hasil kajian menunjukkan efisiensi kipas pada stack sel bahan bakar adalah 0,579 dan aliran hidrogen yang terjadi di dalam microchannel adalah aliran

Hasil uji tidak serempak juga menyatakan bahwa kemandirian antara anak tunggal dengan anak sulung, anak tunggal dengan anak tengah, anak tunggal dengan anak

Setelah dilakukan analisis sebagaimana yang dijelaskan secara rinci pada Bab III Laporan Kinerja ini, maka dapat dikatakan bahwa pencapaian kinerja Dinas Tenaga Kerja dan

Pemanfaatan cangkang kupang yang dibuat menjadi tepung kalsium dan diaplikasikan sebagai bahan tambahan dalam produk susu sari kedelai, diharapkan dapat

Pengertian tauhid Asma  (mengesakan Tuhan dengan asma -Nya) yang dimaksud oleh Syaikh Nafis al-Banjari pada intinya menyatakan bahwa semua asma  yang ada di dalam alam

Bagian pertama tentang pendekatan dalam kajian etika komunikasi yaitu pendekatan kultural guna menganalisis perilaku pelaku profesi komunikasi dan pendekatan strukrural