• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN SIAP SAJI DENGAN BB PADA ANAK USIA PRASEKOLAH TERHADAP STATUS GIZI ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK AZ-ZUMAR RUBARU SUMENEP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN SIAP SAJI DENGAN BB PADA ANAK USIA PRASEKOLAH TERHADAP STATUS GIZI ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK AZ-ZUMAR RUBARU SUMENEP"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN SIAP SAJI DENGAN BB PADA ANAK USIA PRASEKOLAH TERHADAP STATUS GIZI

ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK AZ-ZUMAR RUBARU SUMENEP

Achmad. Robbi Armansyah

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang

Armansyah_roby@yahoo.com

email:

Latar Belakang : Makanan siap saji dewasa ini menjadi alternative pilihan yang semakin sering dilakukan oleh orang tua ( ibu ) dalam memberikan asupan makanan kepada anaknya karena selain cepat disajikan, rasanya juga disukai anak-anak.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian makanan siap saji dengan BB pada anak usia prasekolah terhadap status gizi anak usia prasekolah di TK Az-Zumar Rubaru Sumenep.

Metode : Desain penelitian adalah korelasi (hubungan) dengan pendekatan cross secsional. Populasi ibu dan murid di TK Az-Zumar Rubaru Sumenep sejumlah 47 dengan sampel 47. Teknik yang digunakan total sampling secara keseluruhan pengumpulan data menggunakan wawancara dan KMS yang disajikan dalam bentuk diagram dan tabel frekuensi. Analisa data mengggunakan Rank Spearman.

Hasil : Hasil Penelitian diperoleh frekuensi pemberian makanan siap saji dengan kuesioner yaitu sebagian besar sering sebanyak (70,2%), dan sebagian kecil jarang sebanyak (6,4%,) sedangkan data status gizi anak dengan pengukuran menggunakan KMS yaitu sebagian besar GN ( Gizi Normal ) sebanyak (53,2%), sedangkan sebagian kecil memiliki satus gizi BGM dan BGT sebanyak (14,9%).

hasil perhitungan Rank spearman sebesar ρ = 0,000 < α (0,05), maka Ho ditolak.

Kesimpulan : Ada Hubungan antara Pemberian Makanan Siap Saji dengan Status Gizi Anak Usia Prasekolah di di TK Az-Zumar Rubaru. Rekomendasi dari penelitian ini adalah agar orang tua untuk lebih aktif mendapatkan informasi tentang pemberian makanan siap saji yang sehat dan bergizi, dan perlu adanya pengembangan yang lebih lanjut pada penelitian ini karena masih banyak factor lain disamping pemberian makanan siap saji yang juga memiliki hubungan dengan status gizi anak usia prasekolah.

Kata Kunci : Makanan Siap Saji, Status Gizi , Anak Usia Pra Sekolah

PENDAHULUAN

Makanan siap saji pada dasarnya adalah jenis makanan yang dikemas, mudah disajikan, praktis, atau diolah dengan cara sederhana.

Makanan tersebut umumnya diproduksi oleh industri pengolahan pangan dengan teknologi tinggi dan memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi produk tersebut. Makanan siap saji biasanya berupa lauk pauk dalam kemasan, mie instan, nugget, atau juga corn flakes sebagai makanan untuk sarapan (Subagyo,2006).

Di Indonesia tepatnya berdasarkan umur balita, 5-18 tahun, dan dewasa. Pada umur balita (<5 tahun) didapatkan status gizi gemuk sebanyak 11,9% pada tahun 2013.

Pada umur 5-12 tahun didapatkan status gizi gemuk sebanyak 10,8% dan obesitas sebanyak 8,8%, Berdasarkan tempat tinggal prevalensi kegemukan lebih tinggi di perkotaan dibandingkan dengan prevalensi kegemukan di pedesaan yaitu 10.4% dan 8,1%. Ada 11 provinsi yang memiliki prevalensi kegemukan di atas prevalensi nasional, yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta,

(2)

Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara dan Papua Barat (RISKESDAS, 2010). Sedangkan di Jawa Timur status gizi gemuk sebanyak 23,8% dan obesitas sebanyak 15,8% Pada tahun 2013 di Kabupaten Sumenep pada tahun 2014 anak yang memakan makanan siap saji mencapai 38,3%, (Diknas Sumenep, 2014). Data yang kami temukan di TK Az-Zumar Rubaru Sumenep dari 47 anak seluruhnya (100%) pernah memakan makanan siap saji.

Salah satu faktor penyebab status gizi anak adalah asupan gizi pada makanan yang tidak seimbang, dimana kandungan gizi makanan siap saji tidak mengandung unsurunsur gizi yang diperlukan oleh tubuh baik kualitas dan kuantitasnya.

Sedangkan zat gizi yang terkandung dalam makanan siap saji adalah garam, gula, lemak, dan kalori yang tinggi, tetapi kandungan gizinya sedikit juga rendah serat Westcott, Patsy (2008).

Pemberian informasi tentang makanan siap saji akan meningkatkan pemahaman ibu – ibu tentang hubungan makan siap saji pada anak pra sekolah dengan status gizi anak. Selain program pendidikan pembagian leafle kepada ibu-ibu serta menempelkan leaflet di tempat – tempat yang strategis dimana leaflet tersebut menjelaskan bahwa makanan siap saji tidak bagus untuk status gizi anak.

METODELOGI PENELITIAN

Penelitian analitik korelasional dengan pendekatan croos sectional bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel.

Hubungan korelatif mengacu pada kecenderungan bahwa variasi suatu variabel diikuti oleh variasi variabel yang lain (Nurusalam, 2011).

Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu dan siswa yang ada di TK AzZumar Rubaru Sumenep yang telah mendapat persetujuan dari pihak TK Az- Zumar.

Sampel pada penelitian ini adalah semua siswa yang ada di TK Az-Zumar Rubaru Sumenep yaitu sejumlah 47 responden yang memenuhi kriteria sampel dari tanggal 4 – 11 April 2016.

Proses penyeleksian populasi dalam penelitian ini menggunakan tehnik Total sampling untuk menetapkan sampel yang dipilih. Total Sampling

yaitu pengambilan sampling pada seluruh anggota populasi (Sugiyono, 2010).

Variabel independen dalam penelitian ini adalah Pemberian Makanan Siap Saji Dengan BB Pada Anak Usia Prasekolah. Variabel dependen dalam penelit ian ini adalah Status Gizi Anak Usia Prasekolah.

Instrumen adalah alat ukur pengumpulan data (Hidayat, 2010). Instrumen yang digunakan untuk Pemberian Makanan Siap Saji adalah Wawancara, sedangkan untuk Status Gizi Anak Usia Prasekolah Timbang Badan dan tanggal lahir anak,

Penelitian dilakukan di TK Az-Zumar Rubaru Sumenep pada bulan Januari-April 2016. Setelah data terkumpul maka dilakukan pengolahan data kemudian dianalisis, pengolahan data terdiri 5 langkah : editing, coding, scoring, transfering dan tabulating. Setelah melakukan pengumpulan dan pengolahan data kemudian data yang diperoleh dilakukan analisa data dengan maksud mengetahui pengaruh pada variabel. Untuk mengetahui pengaruh tersebut maka dilakukan uji dengan rank spearman.

HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 5.1 Karakteristik Responden

Berdasarkan Umur Orang Tua

Di TK AzZumar Rubaru Sumenep 4 – 11 April 2016

No Umur Jumlah Persentase (%) 1. < 20 Tahun 15 31,9 2. 20-35 tahun 22 46,8 3. > 35 Tahun 10 21,2

Total 47 100,0

Sumber : Data Kuesioner april 2016

Berdasarkan tabel 5.1 menunjukkan bahwa hampir setengah responden berumur 20-35 tahun sebanyak 22 orang (46,8%), sedangkan sebagian kecil responden sebanyak 10 orang (21,2%) memiliki umur

>35 tahun.

Tabel 5.2 karakteristik responden berdasarkan usia anak Di TK AzZumar Rubaru Sumenep 4 – 11 April 2016

No Umur Jumlah Persentase

(%)

(3)

1. < 60 bulan 3 6.4

2. 60-70 bulan 11 23.4

3. > 70 bulan 33 70.2

Total 47 100.0

Sumber: Data Kuesioner April 2016

Berdasarkan tabel 5.2 menunjukkan bahwa lebih dari separuhnya responden yang memiliki anak berusia 60-70 bullan tahun sebanyak 33 orang (70,2%), sedangkan sebagian kecil responden sebanyak 3 orang ( 6,4%) memiliki umur <

60 bulan.

Tabel 5.3 Karakteristik Responden

Berdasarkan Pendidikan

Di TK AzZumar Rubaru Sumenep 4 – 11 April 2016

No Pendidikan Jumlah Persentase (%)

1. Dasar 24 51.1

2. Menegah 15 31.9

3. Tinggi 8 17.0

Total 47 100,0

Sumber: Data Kuesioner April 2016

Berdasarkan tabel 5.3 dapat menunjukkan bahwa lebih dari separuhnya responden berpendidikan dasar sebanyak 24 orang (51,1%), sedangkan sebagian kecil responden sebanyak 8 orang (17,0%) berpendidikan tinggi

.

Tabel 5.4 Karakteristik

Responden Berdasarkan Pekerjaan

Di TK Az-Zumar

Rubaru Sumenep 4 – 11 April 2016

No Pekerjaan Jumlah Persentase (%)

1. Petani 14 29.8

2. Swasta 5 10.6

3. Wiraswast

a 3 6.4

4. PNS 2 4.3

5. IRT 23 48.9

Total 47 100,0

Sumber: Data Kuesioner Mei 2015

Berdasarkan tabel 5.4 dapat menunjukkan bahwa hampir

setengahnya responden adalah IRT sebanyak 23

orang (54,8%), sedangkan sebagian kecil responden sebanyak 2 orang (4,3%) adlah PNS

.

Tabel 5.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Sosial Ekonomi Di TK AzZumar Rubaru Sumenep 4 – 11 April 2016

No Sosial Ekonomi

Jumlah Persentase (%)

1. > 1 Juta 4 8.5

2. 500 Rb – 1 juta 37 78.7

3 < 500 Rb 6 12.8

Total 47 100

Sumber: Data Kuesioner April 2016 Berdasarkan tabel 5.6 dapat menunjukkan bahwa hampir seluruhnya responden memiliki sosial ekonomi sedang ( 500.000 – 1.000.000 sebanyak 37 orang (78,7%)

sedangkan sebagian kecil responden sebanyak 4 orang (8,5%) memiliki sosial ekonomi atas >

1.000.000

Sumber: Data Kuesioner April 2016

Gambar 5.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan pemberian makanan siap saji

Di TK Az-Zumar Rubaru Sumenep 4 – 11 April 2016.

Berdasarkan gambar 5.1 dapat menunjukkan bahwa lebih dari separuhnya responden sering memberikan makanan siap saji kepada anaknya sering sebanyak 33 responden (70,2%), sedangkan sebagian kecil responden sebanyak 3 orang ( 6,4%) jarang memberikan makanan siap saji kepada anaknya

3 (6,4%) jarang

11 (23,4%) kadang -

kadang 33 (

70,2%) sering

PEMBERIAN MAKANAN SIAP SAJI

jarang kadang-kadang sering

(4)

April2016 ,1

53 8

Sumber : Data Kuesioner Aprli 2016 Gambar 5.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Status Gizi Anak Usia Prasekolah

Di TK Az-Zumar Rubaru Sumenep 4 – 11 April 2016

`

Berdasarkan gambar 5.2 dapat menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden memiliki status Gizi GN ( Gizi Normal ) sebanyak 25 orang (53,2%), sedangkan sebagian kecil responden sebanyak

7 orang (14,9%) memiliki satus gizi BGM dan

BGT

Tabel 5.7 Tabulasi Silang Hubungan Pemberian Makanan Siap Saji Dengan BB Pada Anak Usia Prasekolah Terhadap Status Gizi Anak Usia Prasekolah Di TK Az-Zumar Rubaru Sumenep 4 – 11 April 2016 Jarang 0 0 0 0 3 100 0 0 3

100

Kadang- 2 18,1 3 27,2 6 54,4 0 0 11 100 kadang 5 15,1 4 12,1 16 48,4 8 24,2 33 100

Sering

Total 7 14,4 7 14,4 25 17 47 100

Sumber: Data Kuesioner

Berdasarkan tabel 5.7 menunjukkan bahwa dari 33 responden sering memberikan makanan siap saji kepada anaknya, 25 (53,1%) status gizi anak normal (GN).

Tabel 5.4 Uji Spearman Rank

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2- tailed).

Berdasarkan hasil uji Rank

Spearman didapatkan ρ = 0,000 < α (0,05), maka Ho

(hipotesa nol) ditolak, artinya ada Hubungan Pemberian Makanan Siap Saji Dengan BB Pada Anak Usia Prasekolah Terhadap Status

Gizi Anak Usia Prasekolah Di TK AzZumar Rubaru Sumenep adalah sangat kuat.

PEMBAHASAN

Pemberian Makanan Siap Saji Dengan BB Pada Anak Usia Prasekolah

Berdasarkan tabel 5.6 dapat menunjukkan bahwa lebih dari separuhnya responden sering memberikan makanan siap saji kepada anaknya sebanyak 33 responden (70,2%). Hal ini dapat dipengaruhi oleh hampir setengahnya orang tua responden berumur 20-35 tahun sebanyak 22 orang (46,8%). lebih dari separuhnya orang tua responden berpendidikan dasar sebanyak 24 orang

(51,1%). hampir setengahnya orang tua responden adalah IRT sebanyak 23 orang (54,8%), lebih dari setengah hampir seluruhya orang tua responden yang lingkungannya mendukung sebanyak 41 orang (87,2%), dan hampir seluruhnya orang tua responden memiliki sosial ekonomi sedang sebanyak 37 orang (78,7%).

Pemberian makanan siap saji yang dimaksud adalah pemberian jenis makanan yang dikemas, mudah disajikan, praktis, atau diolah dengan cara sederhana. Makanan Pemberian

Makanan

Status Gizi Anak Usia Prasekolah

BGM BGT GN GL Total

Correlations Pember

ian makana

n siap saji

Status gizi anak

usia

Spearma n's rho

Pemberia n makan siap saji

Correlation Coefficient Sig.

(2tailed)

,925**

,000

,925**

,000

N 47 47

Status gizi anak usia pra sekolah

Correlation Coefficient Sig.

(2tailed)

,925**

,000

1,000

,

N 47 47

(14,9%) 7

BGM

7 (14,9%) 25 ( BGT

53,2%) GN 8 ( 53,2%)

GL

STATUS GIZI ANAK USIA PRA SEKOLAH

BGM BGT GN

Siap Saji % % % % %

(5)

tersebut umumnya diproduksi oleh industri pengolahan pangan dengan teknologi tinggi dan memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi produk tersebut. Makanan siap saji biasanya berupa lauk pauk dalam kemasan, mie instan, nugget, atau juga corn flakes sebagai makanan untuk sarapan Supariasa, dkk (2010).

Upaya untuk dapat mengurangi atau menghindari makan siap saji mungkin tidak bisa di karenakan makan siap saji sudah menjadi alternatif tersendiri bagi ibu-ibu atau keluarga tertentu, dikarenakan kesibukan dan kemudahan sehingga makanan siap saji menjadi alternatif tersendiri. dalam memilih makanan siap saji para orang tua harus tahu mana yang sehat dan mana yang tidak buat anak dan keluarga. memodifiikasi makanan juga bisa dijadikan saran menggugah nafsu makan sang anak, seperti telur yang dimasak dengan di beri hiasan di atasnya sehingga menarik untuk di lihat.

Status Gizi Anak Usia Prasekolah Berdasarkan tabel 5.6 dapat menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden memiliki status Gizi GN ( Gizi Normal ) sebanyak 25 orang (53,2%). Hal ini dapat disebabkan oleh hampir setengahnya responden adalah IRT sebanyak 23 orang (54,8%). hampir seluruhnya responden memiliki sosial ekonomi sedang sebanyak 37 orang (78,7%).

Gizi adalah proses organisme dalam menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan,

pertumbuhan dan fungsi normal dari organorgan serta menghasilkan energi.

(Supariasa, 2009:17)

Menurut peneliti, pemberian makanan siap saji kepada anak mempunyai dampak yang negatif, dapat mempengaruhi pertumbuhan bagi anak karena kandungan zatzat yang terdapat didalam makanan siap saji dapat menyebabkan anak mengalami obesitas atau malah sebaliknya.

Hubungan Pemberian Makanan Siap Saji Dengan BB Pada Anak Usia Prasekolah Terhadap Status Gizi Anak Usia

Prasekolah

.

Berdasarkan tabel 5.7 menunjukkan menunjukkan bahwa dari 16 responden sering memberikan makanan siap saji kepada anaknya, 25 (53,1%) status gizi anak normal (GN). Berdasarkan hasil uji Rank Spearman didapatkan ρ = 0,000 < α (0,05) maka Ho (hipotesa nol) ditolak, artinya ada Hubungan Pemberian Makanan Siap Saji Dengan BB .

Pada Anak Usia Prasekolah Terhadap Status Gizi Anak Usia Prasekolah Di TK Az-Zumar Rubaru Sumenep adalah sangat kuat. Nilai correlation coefficient sebesar 0,925 sehingga dapat disimpulkan bahwa Hubungan Pemberian Makanan Siap Saji Dengan BB Pada Anak Usia Prasekolah Terhadap Status Gizi Anak Usia Prasekolah Di TK Az-Zumar Rubaru Sumenep adalah sangat kuat. Pemberian makanan siap saji yang dimaksud adalah pemberian jenis makanan yang dikemas, mudah disajikan, praktis, atau diolah dengan cara sederhana. Makanan tersebut umumnya diproduksi oleh industri pengolahan pangan dengan teknologi tinggi dan memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi produk tersebut. Makanan siap saji biasanya berupa lauk pauk dalam kemasan, mie instan, nugget, atau juga corn flakes sebagai makanan untuk sarapan Supariasa, dkk (2010). Gizi seimbang artinya ada keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan tubuh. Makanan yang dikonsumsi “ hari ini “ mempunyai peran yang sangat besar dalam menentukan

“ Mutu “ dari induvidu, kelompok maupun suatu Bangsa dikemudian hari. Status Gizi adalah keadaan gizi balita 060 bln yang ditentukan dengan metode antropometri, berdasarkan indeks BB/U, TB/U, BB/TB. ( Dep Kes RI, 2008:4). Menurut peneliti dalam kehidupan sehari-hari tidak akan lepas dari yang namanya makanan karena makanan merupakan unsur penting dalam kehidupan, melihat jaman yang serba moderenisasi seperti sekarang ini, masyarakat selalu di mudahkan dalam

(6)

segala macam hal salah satunya adalah makanan.

KESIMPULAN

Pemberian Makanan Siap Saji Dengan BB Pada Anak Usia Prasekolah di TK Az- Zumar Rubaru Sumenep adalah sering memberikan makanan siap saji kepada anaknya sering sebanyak 33 responden (70,2%). Status Gizi Anak Usia Prasekolah Di TK Az-Zumar Rubaru Sumenep adalah Gizi GN ( Gizi Normal ) sebanyak 25 orang (53,2%). Ada Hubungan Pemberian Makanan Siap Saji Dengan BB Pada Anak Usia Prasekolah Terhadap Status Gizi Anak Usia Prasekolah Di TK Az-Zumar Rubaru Sumenep yang dibuktikan dari hasil uji Rank Spearman didapatkan ρ = 0,000 < α (0,05), maka Ho (hipotesa nol) ditolak.

SARAN

Bagi responden :

Di harapkan menambah wawasan dan pengetahuan pemberian makanan siap saji bagi usia anak pra sekolah dengan status gizi anak.

Bagi Institusi Pendidikan : Diharapkan Penelitian ini diharapkan menjadi penyediaan data dasar yang dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut khususnya mengenai makanan siap saji dengan status gizi anak.

Bagi Peneliti : Diharapkan penelitian ini dapat digunakan untuk belajar melakukan penelitian dan mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat

Bagi Tempat Peneliti : Diharapkan dapat memberikan masukan serta wawasan terkait hal dampak pemberian makanan siap saji bagi anak pra sekolah dengan statsus gizi anak.

DAFTAR PUSTAKA

Dinas Kesehatan kabupaten sumenep (2014). Profil Kesehatan kabupaten sumenep Tahun 2014 Available online

(http://www.dinkes.sumenep.o.id.pd f diakses, 12-01-2016, jam : 14.00 WIB).

DEPKES RI (2008). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan

Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Jakarta

Hidayat, (2008), Pertumbuhan dan Perkembangan Anak, Jakarta, Salemba Medika.

Nursalam, (2013), Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Surabaya : Salemba Medika

Subagyo Partodiharjo.,dkk. (2004).

Makanan untuk Cerdas dan Sehat.

Jakarta : Yayasan Karya Bakti Supariasa, Yupi (2010), Buku Ajar Konsep

Dasar Keperawatan Anak, Jakarta, EGC Sugiyono. (2009). Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta Westcott, Patsy (2008). Makanan Sehat

untuk Bayi dan Balita. Jakarta : Dian Rakyat.

Program Studi S-1 Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada

Jombang

Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah suatu

penyakit dimana kadar glukosa didalam darah mempunyai kadar yang tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.

Perubahan gaya hidup, pola makan, faktor lingkungan, stress dan olah raga dapat memicu terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

hubungan tingkat pengetahuan tentang terapi diet pasien diabetes melitus dengan kadar gula puasa pada pasien diabetes melitus di Ruang Dahlia 2 RSUD Jombang.

Metode : Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien

diabetes melitus

Gambar

Tabel 5.3    Karakteristik   Responden

Referensi

Dokumen terkait

Perhiasan yang dikenakan para tokoh dalam Relief Lalitavistara memiliki perbedaan antara pria dan wanita pada strata sosial yang setara, hal tersebut dapat dilihat dari

Influence of extractive solvents on lipid and fatty acids content of edible freshwater algal and seaweed products, the green microalga Chlorella kessleri and the cyanobacterium

Seperti yang dikemukakan olen Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status

Dalam implementasinya aplikasi mobile distro merupakan aplikasi android berupa file .apk yang diinstal pada smartphone bersistem operasi Android, serta dilengkapi oleh web

ya disini saya akan berbagi cara membuat atau membagi partisi kosong atau baru untuk menyimpan file-file anda dengan format NTFS atau FAT32 ,membuat partisi kosong ataupun

Menurut undang-undang nomor 20 tahun 2008 mengenai usaha mikro, kecil dan menengah terdapat beberapa definisi suatu entitas dapat diklasifikasikan ke dalam jenis

Pembinaan dan pembangunan karakter bangsa (character building) f. Membantu program pemerintah dalam mempercepat proses pembangunan di daerah dalam bidang agama,

Pengelolaan pemetikan pada Unit Perkebunan Bedakah sudah cukup baik, hal ini bisa dilihat dari beberapa indikator, yaitu waktu pelaksanaan pemetikan jendangan,