BAB
METODE PENELITIAN
1 Jenis Penelitian dan Gambaran dari Populasi Penelitian
Jenk penelitian yang dilakukan adalah eksplorasi, dimana dengan berdasarkan jurnal penelitian yang telah ada, yaitu penelitian oleh Michael J.
Seiler dan Walter Rom, ‘A Historical Analysis Of Market Eficiency: Do Historical Returns Follow A Random Walk?’, yang diambil dari Journal of Financial And Strategic Decisions, volume 10 nomor 2, tahun 1997. Seiler dan Rom menguji perilaku tingkat pengembalian saham di New York Stock Exchange (NYSE) selama periode Febuari 1885 sampai Juli 1962. Tujuannya adalah untuk menguji efisiensi pada NYSE selama periode 1885 hingga 1962, yaitu periode sebelum Center for Research in Security Prices (CRSP) dikembangkan.
Berdasarkan pada jumd penelitian tersebut, maka penulis tertarik untuk menguji efisiensi pasar modal Indonesia dengan menganalisa Indeks Harga Saham Gabungan (MSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) selama periode 1997- 1999, yaitu periode setahunsebelum dan sesudah puncak dari krisis moneter.
Penulis menggunakan purposive population, yang berarti bahwa populasi diambil untuk memenuhi tujuan penelitian. Dimana populasi yang diambil adalah data IHSG di BEJ.
Selain itu, pengujian ini tidak akan menggunakan metode Box-Jenkins (seperti yang digunakan Seiler dan Rom), melainkan akan menggunakan metode ARCH. Pertimbangannya adalah metode ARCH memberikan hasil
yang lebih baik dalam perhitungan IHSG karena menghasilkan nilai MAD (Mean Absolute Deviation) dan MSE (Mean Square Error) yang terendah sehingga data yang dihasilkan akan lebih akurat dan tepat (Shirley Adelia, 1999, p.40-4 1).
2. Metode dan Prosedur Pengumpulan Data
1. Pengumpulan landasan teori/landasan berpikir dari perpustakaan, berupa literatur-literatur yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas.
2. Pengumpulan data sekunder dari Bridge Station berupa HSG di BEJ periode 1997-1 999
3. Teknik Analisa Data
Pengumpulan data sekunder dari Bridge Station yang berupa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEJ periode 1997-1999
akan
diolah dengan menggunakan metode statistik ARCH (1), dimana dalam pengolahannyaakan
dibagi menjadi 2 metode. Pertama data MSG tersebut akan diolah dengan menggunakan Metode estimasi Yule Walker, kemudian akan dilanjutkan dengan menggunakan Metode estimasi Maximum Likelihood yang fungsinya untuk menyempurnakan hasil pengolahan data yang dilakukan oleh Metode estimasi Yule Walker. Tujuan dilakukan metode pengolah data dengan menggunakan Metode estimasi Maximum Likelihood adalah untuk memperhalus atau memperkecil standard error (simpangan) yang terjadi dalam pengolah data dengan menggunakan Metode estimasi Yule Walker. Kemudian
untuk menguji nilai signifikan dari IHSG aktual dengan IHSG peramalan, digunakan uji Paired Sample T Test dengan menggunakana = 5%.
Dibawah ini akan disajikan rumus dan model statktik yang
akan
digunakan oleh penulis untuk mengolah data MSG tersebut.
3.1 Proses ARCH
1.1 Metode Estimasi Yule Walker
Persamaan awal yang dipakai adalah :
Keterangan :
t = waktu
a = Parameter Pembobotan
= Parameter Level
=Error
= Data MSG (Last Price)
Dimana
Keterangan :
i = Rata-rata
Dari Subtitusi rumus (1) dan (2) didapatkan :
(3 ) Keterangan :
= Membuat sesuatu yang tidak AR(1) menjadi AR(1)
Secara ringkas persamaan yang didapatkan dari estimasi Yule Walker di atas adalah sebagai berikut :
Y o (4)
( 5 )
Dimana Yo
= Autokovarians
=VarianError
= Autokorelasi
= Kovarians pada leg 0
1.2 Metode Estimasi Maximum Likelihood Rumus yang digunakan adalah :
Max
Keterangan :
Const = Konstanta
3.2 Uji Signifikan dengan Menggunakan Paired Sample T Test Ho : = Ho = pergerakan MSG mengikuti pola random walk H1: H1 = pergerakan MSG tidak mengikuti pola random
walk
Rumus :
Dimana
-
B = mean dari beda pengamatan
= standard error dua mean yang berhubungan
Jika t hitung >= t tabel 0,05 dengan df n-1 maka Tolak Ho Jika t hitung < t tabel 0,05 dengan df n-1 maka Terima Ho