• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN REVIU PELAKSANAAN ANGGARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN REVIU PELAKSANAAN ANGGARAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

REVIU PELAKSANAAN ANGGARAN

S E M E S T E R I T A H U N 2 0 2 1

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERALPERBENDAHARAAN NEGARA KANTOR WILAYAH DJPB PROVINSI SUMATERA BARAT KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA PAINAN

K P P N

P A I N A N

K P P N

P

A

I

N

A

N

(2)

KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA TIPE A2 PAINAN

JALAN ILYAS YACUB NO. 3 PAINAN; TELEPON: (0756) 21521, 21613; FAKSIMILE: (0756) 21716;

SUREL : [email protected]; LAMAN: WWW.DJPBN.KEMENKEU.GO.ID/KPPN/PAINAN

NOTA DINAS

NOMOR ND-383/WPB.03/KP.06/2021

Yth : Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I

Dari : Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tipe A2 Painan

Sifat : Segera

Lampiran : 1 (Satu) Berkas

Hal : Laporan Reviu Pelaksanaan Anggaran (RPA) KPPN Painan Semester I TA 2021

Tanggal : 29 Juli 2021

Sehubungan dengan Nota Dinas Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Barat Nomor ND-775/WPB.03/2021 tanggal 21 Juli 2021 hal Penyusunan Reviu Pelaksanaan Anggaran (RPA) Wilayah Semester I TA 2021 dan RPA KPPN Semester I TA 2021, dengan ini kami sampaikan Laporan Reviu Pelaksanaan Anggaran (RPA) KPPN Painan Semester I TA 2021. Softcopy laporan telah kami kirimkan melalui alamat https://bit.ly/RPAsumbar03.

Demikian kami sampaikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Ditandatangani secara elektronik Elwy Syahdely

Tembusan:

Kepala Seksi Pencairan Dana dan Manajemen Satker

(3)

Reviu Pelaksanaan Anggaran (RPA) Semester I Tahun Anggaran 2021 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Painan

1

PERMASALAHAN SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2021

1. Realisasi Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa Belum Maksimal

1.1 Rumusan Masalah

Dalam rangka percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas nasional, Pemerintah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Desa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). KPPN Painan selaku penyalur Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Desa mengelola dana sebesar Rp.321.082.755.000,- yang disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dimana pagu untuk DAK Fisik adalah sebesar Rp 151.280.528.000,- dan pagu untuk Dana Desa sebesar Rp 169.802.227.000,-.

Realisasi Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa pada semester 1 tahun 2021 adalah 21,44%. Realisasi ini lebih kecil dibandingkan dengan realisai pada semester 1 tahun 2020 yang mencapai 44,81%. Sampai dengan 30 Juni 2021, realisasi 21,44% tersebut merupakan seluruhnya adalah Dana Desa, sementara realisasi untuk DAK Fisik adalah 0%.

1.2 Penyebab

Penyebab Dana Desa belum maksimal disalurkan adalah sebagai berikut:

a. Keterlambatan penyampaian penetapan penerima KPM BLT.

b. Terdapat perubahan kebijakan dan peraturan.

c. Terdapat perubahan Kepala Daerah beserta perangkat.

d. Desa terkendala sinyal ketika melakukan upload dokumen.

Penyebab DAK Fisik belum maksimal disalurkan adalah sebagai berikut:

a. Terdapat perubahan kebijakan dan peraturan.

b. Terdapat beberapa bidang/subbidang yang memiliki perbedaan antara RKA dan RK.

c. Terdapat media pengadaan berupa e-purchasing yang sedang dalam masa perbaikan sampai dengan bulan Juli 2021.

d. Terdapat perubahan pejabat dan pegawai terkait pada Pemda yang mengakibatkan keterlambatan pemenuhan dokumen persyaratan penyaluran.

1.3 Keterjadian

KPPN Painan sebagai penyalur DAK Fisik dan Dana Desa mengelola satu Pemerintah Daerah yaitu Kabupaten Pesisir Selatan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/PMK.07/2021 Tentang Pengelolaan transfer ke Daerah

(4)

2 dan Dana Desa tahun Anggaran 2021 dalam rangka mendukung penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Dampaknya. Terdapat perubahan alokasi pagu penyaluran DAK Fisik Kabupaten Pesisir Selatan TA 2021, yang awalnya sebesar Rp 159.876.353.000,- menjadi sebesar Rp 151.280.528.000,-. Pagu tersebut akan disalurkan ke 22 sub bidang dan 2 jenis bidang yaitu DAK Fisik Reguler dan DAK Fisik Penugasan. Sampai dengan 30 Juni 2021 penyerapan anggaran DAK Fisik adalah 0%.

Alokasi pagu Dana Desa yang dikelola KPPN Painan pada Tahun Anggaran 2021 adalah sebesar Rp 169,802,227,000,-. Sampai dengan 30 Juni 2021 KPPN Painan telah melakukan penyaluran Dana Desa yang terdiri dari Penyaluran earmark 8%, BLT desa, dan Non BLT Desa Tahap I dan II dengan total sebesar Rp.68.831.466.200,- Sehingga penyerapan anggaran Dana Desa mencapai 40,54%.

1.4 Penyelesaian Masalah

Berikut ini adalah beberapa upaya yang telah dilakukan KPPN Painan dalam penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa adalah sebagai berikut:

a. Meningkatkan Koordinasi dengan Pemerintah Daerah terkait penyaluran Dana Desa.

b. Melakukan FGD penyaluran DAK Fisik

1.5 Hasil

Pada Semester I Tahun Anggaran 2021 DAK Fisik belum ada realisasi, namun pencairan sudah mulai dilakukan pada bulan Juli 2021. Penyerapan anggaran untuk Dana Desa sudah mencapai 40,58%. Namun apabila di total, persentase realisasi Penyerapan DAK Fisik dan Desa adalah sebesar 21,44%. Setelah beberapa upaya yang telah dilakukan KPPN Painan, Penyaluran DAK Fisik akan dimulai pada bulan Juli Tahun 2021.

(5)

Reviu Pelaksanaan Anggaran (RPA) Semester I Tahun Anggaran 2021 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Painan

3

2. Penyerapan Belanja Modal Belum Maksimal

2.1 Rumusan Masalah

Pagu Anggaran Belanja Modal seluruh satker lingkup kerja KPPN Painan TA 2021 berjumlah Rp. 8.751.808.000,- dengan realisasi sebesar Rp 2.816.154.355,- atau 32,18%. Penyerapan anggaran ini masih dibawah target penyerapan anggaran semester I.

2.2 Penyebab

Ada 3 (tiga) satker yang cukup signifikan yang mempunyai pagu belanja modal dimana sampai dengan semester I realisasinya masih kecil atau belum dilakukan perikatan kontrak. Adapun beberapa penyebab kecilnya serapan atas belanja modal ini adalah sebagai berikut:

a. Cabang Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan di Balai Selasa (009141):

 Proses masalah RAB dan gambar dari PU sedikit lambat dan rencana anggaran yang telah dihitung untuk melakukan pekerjaan melebihi pagu belanja modal.

 Kesulitan menentukan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa karena pada satker tersebut tidak ada pejabat yang mempunyai sertifikat pengadaan Barang dan Jasa.

b. Madrasah Tsanawiyah Negeri Salido Kab. Pesisir Selatan (309243):

 Pembentukan Tim Pokja lama

 Evaluasi dari Pokja lama

 Petunjuk dan Teknis pelaksanaan kegiatan keluarnya lama

 Ada banyak kegiatan namun panitia terbatas

 Panitia kesusahan dalam memverifikasi karena tidak ada anggaran untuk terjun langsung ke lapangan.

c. Kantor Pertanahan Kab. Pesisir Selatan (430910)

 Masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan dari kantor pusat.

2.3 Keterjadian

Total Belanja Modal seluruh satuan kerja mitra kerja KPPN Painan adalah sebesar Rp.8.751.808.000,-, namun hingga 30 Juni 2021 Belanja Modal yang terealisasi masih sebesar Rp 2.816.154.355,- atau 32,18%. Walaupun persentasenya masih dibawah target penyerapan, namun beberapa pagu belanja modal sudah dilakukan perikatan kontrak.

(6)

4 Ada 3 (tiga) satker yang sampai akhir semester I Belum ada realisasi dan perikatan kontrak yaitu satker Cabjari, MTsN Salido Kab.Pesisir Selatan dan Kantor Pertanahan Kab. Pesisir Selatan.

Anggaran belanja modal pada satker Cabjari adalah sebesar Rp.100.000.000 dimana sampai akhir semester I belum ada realisasi (0%), dana ini direncanakan untuk pembangunan gudang Penyimpanan Barang bukti, namun ada kendala setelah rincian anggaran biayanya dihitung karena melebihi pagu anggaran. Satker tersebut juga kesulitan untuk menentukan pejabat pengadaan barang dan jasa karena tidak ada pejabat yang mempunyai sertifikat pengadaan barang dan jasa.

Anggaran belanja modal pada satker MTsN Salido adalah sebesar Rp.3.666.953.000,-, dimana dana tersebut akan digunakan untuk Pembangunan Ruang Kelas Baru pada MTsN Salido Kab.Pesisir Selatan. Sampai akhir semester I realisasinya adalah sebesar Rp.298.308.231,- dimana yang telah dilakukan perikatan kontrak adalah sebesar Rp.167.700.000,-.

Anggaran belanja modal pada satker Kantor Pertanahan Kab. Pesisir Selatan adalah sebesar Rp. 95.583.000,- dimana sampai akhir semester I TA 2021 realisasi masih sebesar Rp.8.500.00.

2.4 Penyelesaian Masalah

Berikut ini adalah beberapa upaya yang telah dilakukan KPPN Painan dan Satker mitra kerja KPPN Painan dalam penyerapan anggaran belanja modal, yaitu:

 KPPN Painan selalu melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan satuan kerja agar tidak menunda-nunda kegiatan terutama satker yang mempunyai pagu anggaran belanja modal yang besar.

 Beberapa satker lain telah berusaha untuk melakukan kegiatan pada semester I TA 2021 dan juga telah melakukan pendaftaran kontrak ke KPPN Painan.

 Satker Cabjari sudah melakukan upaya untuk meminta bantuan dari Kejati terkait penunjukan pejabat pengadaan yang bersertifikat.

 MTsN Salido Kab. Pesisir Selatan telah berusaha maksimal agar pelaksanaan kegiatan segere dilakukan, namun karena ada beberapa kendala sehingga kegiatan tidak bisa dilakukan di semester I.

 Kantor Pertanahan Kab. Pesisir Selatan sudah berusaha menghubungi kantor pusat agar segera mengeluarkan petunjuk teknis terkait pelaksanaan kegiatan.

(7)

Reviu Pelaksanaan Anggaran (RPA) Semester I Tahun Anggaran 2021 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Painan

5 2.5 Hasil

Setelah beberapa upaya yang telah dilakukan KPPN Painan dan Satker mitra kerja KPPN Painan dalam penyerapan anggaran belanja modal, persentase realisasi belanja modal sampai dengan 30 Juni 2021 adalah 32,18%, beberapa kegiatan juga telah dilakukan perikatan kontrak. Tetapi, untuk kegiatan yang belum terlaksana seperti yang ada pada satker Cabjari, MTsN Salido Kab.Pesisir Selatan, Kantor Pertanahan Kab.Pesisir Selatan, pelaksanaan kegiatan akan dilakukan pada semester II TA 2021.

3. Tunjangan Profesi Guru Dibayarkan Setiap 3 (Tiga) Bulan

3.1 Rumusan Masalah

Pembayaran tunjangan profesi guru pada satker Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan (299629) dilakukan secara rapelan yaitu setiap 3 (tiga) bulan, sehingga penyerapan yang seharusnya bisa terjadi di semester I TA 2021 menjadi terealisasi pada Semester II TA 2021.

3.2 Penyebab

Adapun penyebab tunjangan profesi guru ini dibayarkan secara rapelan adalah karena:

 Membutuhkan waktu dalam mengumpulkan bahan usulan pencairan sertifikasi

 Surat Keputusan KPA tentang Penetapan Penerima Tunjangan Profesi dibuat setiap Triwulan

3.3 Keterjadian

Berdasarkan review yang kami lakukan pada aplikasi OMSPAN, pada bulan Juli satker Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan (299629) telah mengajukan SPM Pembayaran Tunjangan Profesi Guru untuk bulan April sampai dengan bulan Juni.

SPM yang diajukan ada sebanyak 7 (tujuh) dengan total nilai SPM sebesar Rp.4.075.925.200,-. Nilai ini seharusnya bisa dicairkan pada bulan Mei dan Juni, namun karena terkendala beberapa hal sehingga mengakibatkan pembayaran tunjangan profesi guru dilakukan secara triwulan.

3.4 Penyelesaian Masalah

KPPN Painan telah menghimbau dan berkoordinasi dengan satker Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan agar pembayaran tunjangan profesi sebaiknya dilakukan setiap bulan seperti satker-satker lainnya.

(8)

6 3.5 Hasil

Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan (299629) tetap melakukan pembayaran tunjangan profesi setiap triwulan karena mengingat dibutuhkannya waktu dalam mengumpulkan bahan usulan pencairan sertifikasi dan menimbang ada banyak sekolah Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) yang berada dibawah Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan.

Referensi