BAB IV
ANALISA PERENCANAAN
IV.1 ANALISA PENGEMBANGAN DAN PENATAAN IV.1.1 Alasan Pengembangan
Kondisi Rumah Sakit Kanker Dharmais saat ini membutuhkan pengembangan pada ruang rawat inapnya dan fasilitas penunjangnya, hal tersebut ditunjang dari data yang memperlihatkan pertumbuhan pasien penyakit kanker yang dari tahun ketahun meningkat.
Untuk pengembangan bangunan baru akan dibangun pada area B dikarenakan pada area A sudah terbangun bangunan 9 lantai dan dengan keadaan tersebut sangat sulit untuk mengembangkan bangunan baru diarea tersebut . Pengembangan pada area B disesuaikan dengan kondisi eksisting bangunan yang ada dan memaksimalkan Batasan Intesitas Pemanfaatan Lahan yang ada. Lihat gambar tapak perencanaan (gambar 4.1)
Gambar 4.1 Tapak Perencanaan
Pemanfaatan bangunan yang kurang maksimal pada bangunan service dan genset yang seharusnya dapat ditempatkan dibasement dapat dilihat pada gambar 4.2.
A
B
Rezha Vahlevy 41208010043 31 FTPD UMB - Teknik Arsitektur Gambar 4.2 Kondisi Bangunan service dan genset
Kurang tertatanya area parkir di area bangunan service dan genset sehingga dapat membuat sirkulasi kendaraan lain terganggu. Dapat dilihat pada gambar 4.3.
Gambar 4.3 Kondisi kendaraan yang parkir tidak pada area parkir
Pada Area kantin pegawai sangatlah tidak teraturdan tidak tertata dengan baik dan terlihat sangat kecil dan kurang memadai untuk pegawai rumah sakit. Dapat dilihat pada gambar 4.4.
Gambar 4.4 Kondisi kantin pegawai rumah sakit yang kurang memadai dan kurang tertata dengan baik
Penempatan parkir motor pada area depan tapak dan pemagaran membuat akses ke area tapak sangat sulit, dan kurang tertatanya area tersebut menjadikan area tersebut menjadi kurang nyaman untuk dilihat. Dapat dilihat pada gambar 4.5.
Gambar 4.5 Kondisi parkiran motor dan pagar bagian depan rumah sakit dharmais
IV.1.2 Aspek Penataan
Perbaikan akses masuk rumah sakit sehingga mempermudah pengunjung rumah sakit masuk.
Memperbaiki pengerasan jalan diarea tapak agar dapat menyerap air dengan baik dan tidak ada genangan pada saat hujan
Memperindah lingkungan didalam tapak dengan penghijauan.
Penataan ruang parkir.
Penataan ruang service dan genset yang akan dipindahkan pada basement bangunan baru.
IV.1.3 Aspek Rencana Pengembangan
Pembuatan bangunan baru untuk ruang rawat inap dan fasilitas penunjang.
Penataan kantin baru pada bangunan baru.
Pembuatan jembatan penghubung antara gedung utama dengan gedung baru.
Penghijauan dan penambahan area taman.
Pengolahan air bersih dan pengumpulan air hujan yang dapat digunakan kembali.
IV.2 ANALISA MANUSIA IV.2.1 Analisa Pelaku
Pelaku dalam Rumah Sakit Kanker Dharmais a. Pelaku yang mendapat pelayanan medik
Penderita yang datang untuk konsultasi / periksa oleh dokter ahli (out patient).
Penderita yang dirawat karena perlu perawatan khusus (in patient)
Penderita rujukan dari rumah sakit lain.
Terdiri dari pria, wanita, lanjut usia, dewasa dan anak-anak.
b. Pelaku yang tidak mendapatkan pelayanan medik
Rezha Vahlevy 41208010043 33 FTPD UMB - Teknik Arsitektur
Pengunjung yang mengantar atau menjenguk pasien.
Pengunjung yang berhubungan dengan bagian administrasi.
Tamu yang mengadakan seminar, pertemuan, dll.
c. Pelaku yang memberi pelayanan medik
Tenaga medis terdiri dari : i. Dokter Spesialis.
ii. Dokter Sub Spesialis.
iii. Asisten dokter.
Tenaga para medis perawatan, terdiri dari : i. Penata Perawat.
ii. Perawat Kesehatan.
iii. Perawat Khusus.
Tenaga para medis non perawatan terdiri dari : i. Penata rontgen.
ii. Bagian gizi.
iii. Asisten apoteker.
d. Pelaku yang menunjang pelayanan medis
Tenaga administrasi.
Tenaga bagian teknis.
Tenaga bagian ilmu sosial.
e. Pelaku yang menggunakan sarana akomodasi
Dokter -> diutamakan bagi yang berasal dari daerah dan belum berkeluarga.
Perawat -> diutamakan yang berasal dari daerah dan belum berkeluarga dan yang sedang mengadakan pendidikan dan penelitian.
f. Pelaku kegiatan service.
Bagian dapur.
Bagian pengadaan barang.
Bagian kebersihan.
Dll.
IV.2.2 Analisa Aktivitas dan Kebutuhan Ruang
JENIS PELAYANAN AKTIVITAS RUANG YANG
DIBUTUHKAN PELAYANAN MEDIS
a.Pelayanan Rawat Inap
Mengadakan perawatan.
Mengadakan pemeriksaan dan pengobatan.
Menunggui pasien.
Menjenguk pasien.
Memonitor kebutuhan pasien
R.Perawatan.
R.Tunggu.
Nurse Station.
R.Perawat.
R.Istirahat.
Loker.
R.Periksa.
R.Obat.
Linen Kotor.
Linen Bersih.
Bed Stretcher.
Cleaning Service.
Gudang.
b.Pelayanan Rawat ICU Mengadakan perawatan intensif.
Mengadakan pemeriksaan dan pengobatan intensif.
Menunggui pasien.
Istirahat dokter dan pasien.
R. Perawatan.
Nurse Station.
R. Dokter dan perawat.
R. Rapat.
R.Obat.
Loker.
Bed stretcher.
R. Istirahat.
Toilet.
c,Pelayanan Rehabilitasi Medik Melayani rehabilitasi medik secara intensif maupun psikis.
Sehingga penderita kanker yang sudah menjalani pengobatan dapat pulih kembali secara tuntas.
Terapi dengan menggunakan alat-alat yang bersifat mekanis dan elektris.
Terapi dengan uap air atau air.
Terapi dengan menggunakan alat-alat olahraga.
Terapi dengan pemijatan.
Hall.
R. Tunggu.
R. Administrasi.
R. Periksa.
R. Psikologi.
R. Psikiatris.
R. Terapi.
Loker pasien.
Cleaning Service..
Gudang.
R. Infus Open Bay.
R. Infus Cubical.
R. Infus Private.
Rezha Vahlevy 41208010043 35 FTPD UMB - Teknik Arsitektur
Terapi dengan alam luar.
Chemoteraphy
Toilet.
PENUNJANG MEDIS a.Pelayanan Strelisasi (CSSD)
Mengadakan sterilisasi peralatan dan bahan-bahan di unit-unit tertentu.
Mengadakan pekerjaan sterilisasi.
Mengadakan pendistribusian.
Mengadakan penyimpanan
R. Staff.
R. Storing.
R. Sterilize.
R. Wrapping.
R. Glass.
R. Gloves.
R. Trolleys.
R. Administrasi.
R. Delivery.
R. Instrument.
Loker.
b.Pengolahan Makan dan Gizi Melayani kesehatan gizi makanan baik dalam pengadaan, pengolahan, dan distribusi makanan biasa dan diet.
Memasak.
Mengadakan penyimpanan dan pendistribusian.
Mengadakan pencucian alat.
R. Ka Gizi.
R. Pegawai.
Dapur.
R. Penyimpanan.
Gudang.
R. Penerimaan bahan.
R. Pencucian.
R. Disposal.
R. Elektrikal.
PENUNJANG UMUM a.Pelayanan Publik
Pengunjung dan pegawai dapat makan.
Membeli souvenir atau makanan.
Mengambil uang.
Cafetaria.
Toko buku, souvenir.
Toko bunga.
Minimarket.
Atm center.
b.Pelayanan Administrasi Pelayanan administrasi medik yang mengelola informasi dalam menyangkut masalah pasien.
R.Tunggu.
R.Informasi.
R.Pegawai.
R.Fotocopy.
R.Komputer.
R.Arsip.
Pantry.
Cleaning Service.
Toilet.
c.Pelayanan Bahan Linen Menyeleksi bahan linen.
Pencucian dan pengeringan.
Pemeliharaan dan perbaikan.
R.Administrasi.
R.Pelayanan.
R.Cuci.
Penyetrikaan.
Penyimpanan dan distribusi linen.
R.Setrika.
R.Pegawai.
R.Penerimaan.
R.Pembasmian kuman.
R.Penyimpanan.
R.Jahit.
R.Steam boiler.
R.Elektrikal.
d.Pelayanan Keamanan Menyediakan komunikasi untuk publik.
Mengawasi keamanan rumah sakit.
Memanggil mobil.
R.Monitor.
R.Penjaga pusat.
Car call.
e.Mushola Tempat sholat.
Tempat berwudhu.
R. Penitipan barang.
R.sholat.
Tempat wudhu dan toilet.
Tabel 4.1 Analisa Aktivitas dan Kebutuhan Ruang
IV.2.3 Perhitungan Kapasitas Rumah Sakit Kanker IV.2.3.1 Kapasitas Tempat Tidur
Kapasitas Tempat Tidur yang sudah ada pada Rumah Sakit Kanker Dharmais adalah 265 tempat tidur, berdasarkan pengembangan sebesar 40% jadi :
265 x 40% = 106 Penambahan Tempat Tidur Klasifikasi Ruang Perawatan :
Berdasarkan Departemen Kesehatan RI VVIP = 5% x 106tt = 5 tt VIP = 5% x 106tt = 5 tt Kelas I = 15% x 106tt = 16 tt Kelas II = 40% x 106tt = 42 tt Kelas III = 25% x 106tt = 26 tt
Anak = 10% x 106tt = 11 tt dibulatkan menjadi 12 tempat tidur.
VI.2.3.2 Kapasitas Tenaga Pelayanan Kesehatan
Menurut peraturan Departemen Kesehatan RI1, untuk jumlah tenaga pelayanan kesehatan minimum bagi rumah sakit khusus, disetarakan dengan rumah sakit Kelas C, dan
1 Mentri Kesehatan RI, No 262 tahun 1979, Standarnisasi Ketenagaan Rumah Sakit Pemerintah. Pasal 1
Rezha Vahlevy 41208010043 37 FTPD UMB - Teknik Arsitektur berikut ini penambahan tenaga pelayanan rumah sakit kanker dharmais untuk pengembangan bangunan baru :
TT : Tenaga Medis = 9 : 1 = 12 orang
TT : Para Medis Perawatan = 1 : 1 = 106 orang
TT : Para Medis Non Perawatan = 5 : 1 = 23 orang
TT : Non Medis = 4 : 3 = 80 orang
Total untuk keseluruhan tenaga pelayanan kesehatan Rumah Sakit Kanker Dharmais adalah
Status Jenis
Tenaga Pelayanan
Lama
Tenaga Pelayanan
Baru
Total Tenaga Pelayanan
Medis 108 12 120
Paramedis Perawatan 259 106 365
Paramedis non
Perawatan 162 23 185
Non Medis 506 80 586
Jumlah 1035 221 1256
Tabel 4.4 Tabel Total Tenaga Pelayanan
Rezha Vahlevy 41208010043 39 FTPD UMB - Teknik Arsitektur
Rezha Vahlevy 41208010043 41 FTPD UMB - Teknik Arsitektur
Rezha Vahlevy 41208010043 43 FTPD UMB - Teknik Arsitektur
Rekapitulasi Kebutuhan Ruang
Tabel 4.4 Tabel Rekapitulasi Besaran Ruang
IV.2.5. Analisa Jalur Aktifitas Pelaku
Pelaku yang dimaksud adalah pasien, tenaga medis, karyawan, tenaga service, dan pengunjung. Yang termasuk pelaku dalam Rumah Sakit Kanker Dharmais adalah sebagai berikut:
a. Pasien
Aktivitas yang dilakukan oleh Pasien Rumah Sakit Kanker Dharmais ditunjukkan oleh diagram 4.1.
Diagram 4.1 Skema Kegiatan Pasien.
b. Tenaga Medis
Aktivitas yang dilakukan oleh Tenaga Medis Rumah Sakit Kanker Dharmais ditunjukkan oleh diagram 4.2.
Diagram 4.2 Skema Kegiatan Tenaga Medis.
Bangunan Pengembangan Total Luas
Total Keseluruhan Bangunan Pengembangan dan Sirkulasi 8620 m2
Total Luas Kebutuhan Parkir dan Sirkulasi 2.217 m2
TOTAL 10.837 m2
Tidak Menggunankan kendaraan
Rezha Vahlevy 41208010043 45 FTPD UMB - Teknik Arsitektur c. Karyawan dan Tenaga Service
Aktivitas yang dilakukan oleh Karyawan dan Tenaga Service Rumah Sakit Kanker Dharmais ditunjukkan oleh diagram 4.3.
Diagram 4.3 Skema Kegiatan Karyawan dan Tenaga Service.
d. Pengunjung
Aktivitas yang dilakukan oleh Pengunjung Rumah Sakit Kanker Dharmais ditunjukkan oleh diagram 4.4.
Diagram 4.4 Skema Kegiatan Pengunjung.
IV.2.6. Analisa Pengelompokan Ruang
Kelompok Ruang Publik Kelompok Ruang Private Kelompok Ruang Service
Cafetaria Administrasi Genset
Minimarket Ruang Rawat Inap Bahan Linen
Toko Bunga Ruang ICU Mushola
Atm Center Ruang Rehabilitasi Medik Pengolahan Makanan dan GIzi
Toko Buku Ruang Sterilisasi
Toko Souvenir
IV.3. ANALISA SISTEM BANGUNAN IV.3.1. Analisa Struktur
1. Sub Struktur
Sistem Sub Struktur pada bangunan lama rumah sakit kanker dharmais menggunakan tiang pancang, sedangkan pada bangunan pengembangan yang cocok dengan kondisi tanah, dan lingkungan rumah sakit yang membutuhkan ketenangan dan dengan kondisi lingkungan yang padat, maka pondasi pelat beton sangat cocok untuk sub struktur pada bangunan pengembangan.
2. Upper Struktur
Karena proyek ini adalah Pengembangan Rumah Sakit Kanker Dharmais, dan melalui beberapa pertimbangan maka sistem struktur pada bangunan lama tidak ada perubahan. Sistem struktur yang dipakai adalah Portal. Dengan menggunakan beton bertulang. Sedangkan untuk pengembangannya akan direncanakan menggunakan sistem struktur yang sama yaitu Portal dengan material beton bertulang.
Dan untuk struktur atap, pada bangunan lama Rumah Sakit Kanker Dharmais menggunanakan struktur atap kuda-kuda.bangunan pengembangan Rumah Sakit Kanker Dharmais menggunakan atap dak beton, dengan sistem solar green roof yang sesuai dengan tinjauan tema.
IV.3.2. Analisa Utilitas
a. Sistem Sirkulasi
Sirkulasi merupakan kriteria dasar di dalam perencanaan dan perancangan Rumah Sakit Kanker Dharmais. Sistem sirkulasi harus mampu menyediakan kemudahan, kelancaran, serta kenyamanan pengguna bangunan dalam beraktifitas, dengan dimensi ruang sirkulasi yang memadai bagi penyandang cacat dan lalu lintas tempat tidur.
Sirkulasi rumah sakit hendaknya dapat dicapai sesingkat mungkin dalam hal hubungan pelayanan cepat tanggap terhadap pasien. Adanya zona sirkulasi bagi pegawai, pasien, serta barang dan bahan.
Sirkulasi Horizontal
Pola sirkulasi yang terjadi secara horizontal atau menerus di dalam satu lantai.
Pola ini akan menentukan perletakan ruang-ruang kegiatan berdasarkan perletakan sistem koridornya. Sistem koridor yang akan digunakan pada bangunan pengembangan adalah :
Rezha Vahlevy 41208010043 47 FTPD UMB - Teknik Arsitektur
Cahaya matahari akan optimal pada ruangan
Koridor mendapat cahaya matahari ( dengan sistem ventilasi kaca pada atap dak yang memungkinkan cahaya matahari masuk).
Efisien di dalam penempatan ruang-ruang .
Cocok untuk penempatan kamar-kamar.
Sirkulasi Vertikal
Sirkulasi ini menghubungkan lantai ke lantai, dengan penggunaan sistem sirkulasi yang mampu mengakomodasikan penyandang cacat, pengguna kursi roda, dan tempat tidur. Alat transportasi vertikal yang akan digunakan yaitu :
Tangga, merupakan transportasi utama, khususnya pada bangunan rendah, memiliki lebar minimal 1,20 M, tinggi anak tangga 17-18 cm, dan lebar anak tangga 28-30 cm.
Lift, dengan penggunaan lift khusus rumah sakit (mampu mengangkut tempat tidur), lift barang, dan lift penumpang biasa.
Ramp, dengan kemiringan maksimal 7º, mampu mengakomodasi penyandang cacat dan kursi roda di saat penggunaan lift tidak dimungkinkan.
b. Sistem Air Bersih
Sumber air yang dipergunakan berasal dari PAM dan deep well. Pendistribusian air dengan menggunakan sistem down feed distribution.
PAM Treated water
tank (TWT) bawah
Reservoir
bawah Pompa
transfer Roof Tank Distribusi
Sumur
Dangkal Ground
Tank
c. Sistem Air Kotor Pembuangan Air Kotor
Air kotor cair berasal dari kamar mandi, dapur, laundry, dll. Disalurkan ke Sewage Treatment Plant lalu dibuang ke riool kota.
Air kotor padat berasal dari kamar mandi disalurkan ke septic tank, resapan ke Sewage Treatment Plant lalu dibuang ke riool kota.
Pembuangan Air Hujan
Distribusi air hujan ke dalam bangunan akan terjadi dengan cara berikut:
Air hujan akan digunakan untuk beberapa keperluan teknis bangunan, seperti:
a. Air flush kloset toilet
b. Air untuk penyiraman tanaman (irigasi secara otomatis)
Pembuangan Air Kotor Kimiawi
Air kotor kimiawi berasal dari ruang radiology, sisa pembedahan, kamar mayat, dsb. Menjalani proses di Water Chemical dilanjutkan ke Treatment Process Sewage Treatment Plant baru ke riool kota.
d. Penanganan Sampah Pembuangan Sampah
Sistem pembuangan sampah menerapkan sistem distribusi per lantai agar tidak membuat sampah hancur dan berserakan (jika menggunakan shaft sampah).
Dipisahkan antara sampah medis dan non-medis.
Hujan Roof Tank Reservoir
atas Distribusi
Rezha Vahlevy 41208010043 49 FTPD UMB - Teknik Arsitektur Sampah yang dibuang diklasifikasikan dengan jenis sampah, seperti sebagai berikut:
Sampah biasa langsung diangkut menuju tempat pembuangan sampah.
Sampah terinfeksi berasal dari ruang operasi, laboratorium, dsb yang sebelumnya dibakar/dikremasi dalam incinerator.
e. Jaringan Listrik
Sumber energi listrik yang dipakai menggunakan sumber dari PLN untuk mencukupi penerangan pada bangunan. Pada saat aliran listrik PLN mati, listrik akan otomatis menggunakan tenaga genset.
f. Sistem Kebakaran A. Sistem Kebakaran Pasif
Penggunaan standar tangga darurat setiap jarak 25 m2 tanpa penyempitan border, dan lebar minimal 15 m2 untuk setiap jalurnya yang mudah pencapaiannya. - Penggunaan material dan struktural yang tahan api, terutama pada ruang yang dekat tangga darurat.
B. Sistem proteksi kebakaran aktif
Pelayanan penggunaan smoke detector pada daerah yang strategis, jelas dan mudah dijangkau, terutama pada bangunan yang banyak pengunjungnya.
Penempatan fire alarm dan call box yang ditempatkan 1 unit per 5 m2 pada daerah yang strategis, jelas dan mudah dalam pencapaian. - Penempatan fire extinguisher pada bangunan, penempatan fire sprinkler dengan jangkauan 1 unit per 25 m2 dan selang dengan panjang 30 m pada setiap penjuru bangunan. - Perancangan fire hydrant dengan luas area 400 m2 per unit.
Seleksi menurut potensi bahaya Sampah
Non-medis dapur
Umum
Medis
Seleksi basah atau
kering TPA
kota
incenerator
Sanitary landfill offsite kontainer
IV.3.3. Analisa Pengudaraan dan Pencahayaan 1. Sistem Pengudaraan
Bagian-bagian ruang dari Rumah Sakit yang menggunakan pengkondisian udara, seperti pada ruang bedah, ruang pulih sadar, ruang rawat inap, laboratorium, poliklinik, dll. Karena pada ruang-ruang ini terdapat peralatan-peralatan yang membutuhkan persyaratan temperature dan kelembaban tertentu. Sistem yang digunakan :
Sebagian ruangan menggunakan AC split, untuk menghindari terjadinya pertukaran kuman melalui udara.
Untuk ruang-ruang yang membutuhkan tingkat kesterilan khusus seperti ruang bedah, ruang pulih sadar yang membutuhkan sirkulasi udara yang sangat bersih menggunakan sistem AC filter agar bebas dari debu dan kuman.
Khusus laboratorium menggunakan Exhaust Fan untuk mengeluarkan bau zat kimia.
2. Sistem Pencahayaan
Pencahayaan alami dapat dimaksimalkan dengan memberi bukaan berupa jendela atau kaca atau bukaan lain seperti courtyard dalam ruangan sekaligus sebagai penghawaan alami. Selain itu, dapat pula diberi skylight pada bagian-bagian tertentu seperti selasar. Penggunaan energi listrik dari solar cell dioptimalkan untuk pencahayaan ruangan, sehingga mengurangi penggunaan energy fosil.
Rezha Vahlevy 41208010043 51 FTPD UMB - Teknik Arsitektur
IV.4. ANALISA PENGEMBANGAN IV.4.1. Analisa Perancangan Pengembangan
a. Luas area pengembangan dan luas bangunan yang dapat dibangun L.Tapak = 10.400 m2
KDB = 51.32%
Lt.Dasar = 51.32% x 10.400 m2 = 5337 m2 KLB = 3.44
Luas Bangunan = Luas Lahan x KLB = 3.44 x 10.400 m2 = 35.776 m2 b. Luas bangunan eksisting pada area pengembangan
Area yang akan di Kembangkan dengan memaksimalkan Intesitas Pemanfaatan Lahan.
Denah Lantai 2-7 : 9.078 m2 ( per lantai 1.513 m2 )
Denah Lantai 8 : 1.101,6 m2 Denah Lantai Basement : 7.766,02 m2 Denah Lantai Dasar : 7.418,02 m2 Denah Lantai 2 dan 3 : 9.814,8 m2 ( per lantai 4.907,40 m2 )
Denah Lantai 4 – 8 : 16.762,1 m2 ( per lantai 3.352,42 m2 )
Denah Lantai 9 : 2.861,8 m2
Denah Rumah Duka 2 lantai : 1.904 m2 ( per lantai 952 m2 )
Denah Bangunan Service : 1.258 m2
Denah Genset & Incenerator : 240 m2 Denah IPRS 2 lantai : 2.238,58 m2 ( per lantai 1.119,29 m2 )
Total Luas Keseluruhan Eksisting : 63.540,67 m2
Area bangunan eksisting yang fungsi dan bangunan dipertahankan, mungkin hanya pengembangan fasade pada bangunan eksisting.
IV.4.2. Analisa Bentuk Gubahan Massa Pengembangan
Bangunan baru dibuat dengan bentuk masa balok memanjang menghadap utara dan selatan, untuk menghindari panas matahari langsung yang masuk keruangan nantinya.Bangunan baru tersebut dibuat untuk menambah daya tampung Pelayanan Rawat Inap, Pelayanan Penunjang Medis, Pelayanan Penunjang Umum dan Parkir.Sedangkan bangunan eksisting hanya perubahan zona ruang yang akan dirubah.
IV.4.3. Analisa Perencanaan Pengembangan Sirkulasi di Dalam Tapak
Bangunan eksisting tidak ada yang dirubah bentuk atau pun fungsinya, hanya akan menambah bangunan baru di area samping bangunan utama sebagai penambahan fasilitas ruang rawat inap dan penunjangnya.
Bangunan Eksisting Pertokoan
RS. Harapan Kita Pemukiman
Bangunan Eksisting Pertokoan
RS. Harapan Kita Pemukiman
Bangunan Baru
Pintu akses keluar masuk kendaraan yang seharusnya dapat dipergunakan, tetapi tidak dipergunakan menjadikan akses keluar hanya menjadi satu yang sering menyebabkan kemacetan pada pintu keluar utama.
Pintu keluar utama semua kendaraan dari dalam rumah sakit sering menyebabkan kemcetan, tidak adanya perbedaan akses pintu keluar kendaraan pribadi, motor dan kendaraan service.
Pintu masuk utama tidak adanya perbedaan akses pintu masuk kendaraan pribadi, ambulance, motor dan kendaraan service.
Akses Rumah Duka seharusnya mempunya akses sendiri melalui jalur pintu belakang sehingga tidak ada penumpukan kendaraan.
Pintu masuk dan keluar service maupun limbah, seharusnya dapat mempergunakan akses ini, tetapi akses ini ditutup dan semua menggunakan akses utama.
Rezha Vahlevy 41208010043 53 FTPD UMB - Teknik Arsitektur Sirkulasi pengembangan seperti di atas untuk meminimalisir kemacetan yang ada, dan keteraturan sirkulasi kendaraan yang masuk dan keluar area rumah sakit. Jalur akses service pun menjadi satu melalui akses belakang rumah sakit, hal tersebut agar mempermudah kendaraan service untuk loading barang tanpa harus terganggu oleh kendaraan pribadi.
IV.4.4. Analisa Perencanaan Ruang Penghubung
Sirkulasi ambulance Sirkulasi kendaraan pribadi
Sirkulasi service
Ruang Penghubung antara bangunan menggunakan jembatan penghubung atau skywalk, dapat dijadikan ruang tunggu, dan terdapat taman sebagai innercorut.
Taman tersebut bisa dijadikan filter terhadap matahari langsung yang datang dari arah timur, dan juga sebagai penyejuk.
Jembatan Penghubung tersebut langsung terhubung dengan ruang operasi dan ICU untuk mempermudah akses operasi pasien rawat inap pada bangunan baru.
IV.2.4. Analisa Kebutuhan Ruang, Fungsi Ruang, dan Luasan Ruang Bangunan Pengembangan (pada Area B)
No. Kebutuhan Ruang Ruang Kapasitas Orang M
2Standard Sumber Luas
1. Pelayanan Medis
Pelayanan Rawat Inap
1.1 Ruang Perawatan
Kelas VVIP 5 1 15/tt 3 75
Kelas VIP 5 1 15/tt 3 75
Kelas I 8 2 12/tt 3 48
Kelas II 11 4 8,23/tt 6 264
Kelas III 5 6 7,8/tt 6 180
Anak 6 2 12/tt 7 84
1.2 Ruang Tunggu 106 0,6/tt 2 63,6
1.3 Nurse Station 106 0,4/tt 2 42,4
1.4 Ruang Perawat 106 0,7/tt 2 74,2
1.5 Ruang Periksa 106 0,7/tt 2 74,2
1.6 Ruang Obat 106 0,8/tt 2 84,8
1.7 Ruang Administrasi / Kantor 2 3~5 / petugas
(min.9 m2) 1 10
1.8 Ruang Dokter Jaga 4 27
1.9 Ruang Loker 106 0,1/tt 1 10,6
1.10 Pantry 106 0,6/tt 1 63,6
1.11 Ruang Linen Bersih 106 0,4/tt 1 42,4
1.12 Ruang Linen Kotor 106 0,4/tt 1 42,4
1.13 Gudang Bersih 106 0,2/tt 1 21,2
1.14 Gudang Kotor (Spoolhoek/Dirty
Utility) 4-6 1 18
1.15 Toilet (pasien, petugas, pengunjung) Toilet
pria/wanita luas 2 – 3
1 16
1.16 Janitor/ Ruang Petugas Kebersihan 106 0,2/tt 1 21,2
1.17 High Care Unit (HCU) 1 10 9 /tt 1 90
1.18 Ruang Perawatan Isolasi 6 6 Min. 12/tt 1 72
Sub Total
4.117,72 m2Pelayanan Rawat ICU
2.1 Ruang Perawatan
Rezha Vahlevy 41208010043 39 FTPD UMB - Teknik Arsitektur
ICU 6 16 1 96
Isolasi 4 21 1 84
2.2 Ruang Istirahat 10 21,15 2 21,5
2.3 Ruang Rapat 5 21,15 2 10,75
2.4 Nurse Station 8 1 8
2.5 Ruang Perawat 1 12,25 1 12,25
2.6 Ruang Dokter 2 9 1 18
2.7 Ruang Obat 1 6 1 6
2.8 Ruang Stretcher 1 6 1 6
2.9 Loker 10 15 1 15
2.10 Toilet 1 Toilet
pria/wanita luas 2 – 3
5 16
Sub Total
293,5 m2 Pelayanan Rehabilitasi Medik3.1 Hall 1 30 1 30
3.2 Ruang Tunggu 30 1 30
3.3 Ruang Administrasi 1 30 1 30
3.4 Ruang Periksa 2 21,6 1 43,2
3.5 Ruang Perawat 1 25 1 25
3.6 Ruang Dokter 1 12 1 12
3.7 Ruang Istirahat 1 20 1 20
3.8 Ruang Rapat 1 5 2,25 2 12
3.9 Ruang Psikologi 1 15 1 15
3.10 Ruang Psikiater 1 15 1 15
3.11 Ruang Gymnasium 1 100 1 100
3.12 Ruang Macanotherapy 1 50 6 50
3.13 Ruang Spectheraphy 1 24 1 24
3.14 Ruang Ocupansitherapy 1 50 6 50
3.15 Ruang Elektrotheraphy 2 100 4 200
3.16 Ruang Whirpool 4 3 2 12
3.17 Ruang Infus Open Bay 1 62 62
3.18 Ruang Infus Cubical 6 3,6 21,6
3.19 Ruang Infus Private 4 10,5 42
3.20 Toilet Toilet pria/wanita
luas 2 – 3
1 16
3.21 Loker Pasien 1,5/or 2 30
3.22 Loker 0,8/or 2 15
3.23 Gudang 1 20
3.24 Cleaning Service 1 4 2 4
Sub Total 878,8 m2 Total Luas Ruang Pelayanan Medis 5290 m2
2. Pelayanan Penunjang Medis
Pelayanan Sterilisasi
4.1 Ruang Staff 1 15 1 15
4.2 Ruang Storing 1 60 1 60
4.3 Ruang Sterilize 1 40 1 40
4.5 Ruang Wrapping 1 15 1 15
4.6 Ruang Glass 1 15 1 15
4.7 Ruang Gloves 1 15 1 15
4.8 Ruang Trolleys 1 15 1 15
4.9 Ruang Administrasi 1 15 1 15
4.10 Ruang Delivery 1 15 1 15
4.11 Ruang Instrument 1 18 1 18
4.12 Loker 1 0,8/or 2 15
4.13 Ruang Steam Generating Water Soft 1 15 1 15
4.14 Gudang 1 16 1 16
4.15 Toilet 1 Toilet
pria/wanita luas 2 – 3
1 16
Sub Total 285 m2 Pengolahan Makanan dan Gizi
5.1 Ruang Ka Gizi 1 12 1 12
5.2 Ruang Pegawai 1 32 1 32
5.3 Ruang Pelayanan 1 30 1 30
5.4 Ruang Administrasi 1 12 1 12
5.5 Ruang Pengolahan 1 1 20
5.6 Dapur Umum 1 5 60
Rezha Vahlevy 41208010043 41 FTPD UMB - Teknik Arsitektur
5.7 Gudang Peralatan 1 25 1 25
5.8 Gudang Penyimpanan 1 25 1 25
5.9 Ruang Penerima Bahan 1 20 1 20
5.10 Loker 1 12 1 12
5.11 Ruang Persiapan 1 60 1 60
5.12 Ruang Pencucian Alat 1 20 1 20
5.13 Ruang Disposal 1 9 1 9
5.14 Ruang Elektrikal 1 4 1 4
Sub Total 341m2 Total Luas Ruang Pelayanan Penunjang Medis 626 m2
3. Pelayanan Penunjang Umum
Pelayanan Publik
6.1 Ruang Cafetaria 1 4 100
6.2 Toko Buku 1 4 12
6.3 Toko Bunga 1 4 12
6.4 Toko Souvenir 1 4 12
6.5 Mini Market 1 5 24
6.6 Atm Center 1 4 12
Sub Total
172 m2 Pelayanan Administrasi7.1 Ruang Tunggu 1 20 2,25/or 2 45
7.2 Ruang Informasi 1 5 6
7.3 Ruang Pegawai 1 5 16
7.4 Ruang Fotocopy 1 5 12
7.5 Ruang Komputer 1 65 2 65
7.6 Ruang Arsip 1 5 24
7.7 Pantry 1 5 12
7.8 Cleaning Service 1 5 6
7.9 Gudang 1 5 8
7.10 Toilet 1 5 16
Sub Total
210 m2Pelayanan Bahan Linen
8.1 Ruang Administrasi 1 13,75 2 13,75
8.2 Ruang Cuci 1 26,5 2 26,5
8.3 Ruang Penyabunan 1 17,5 2 17,5
8.4 Ruang Pengeringan 1 17,5 2 17,5
8.5 Ruang Penyetrikaan 1 17.5 2 17,5
8.6 Ruang Pegawai 1 65 2 65
8.7 Gudang 1 12 2 12
8.8 Ruang Penerimaan 1 15 2 15
8.9 Ruang Pembasmian Kuman 1 17.5 2 17,5
8.10 Ruang Penyimpanan 1 18 2 18
8.11 Ruang Jahit 1 12 2 12
8.12 Ruang Steam Boiler 1 30 2 30
8.13 Ruang Elektrikal 1 6 2 6
8.14 Toilet 1 1 16
Sub Total
284.25 m2 Pelayanan Keamanan9.1 Ruang Monitor CCTV 1 4 20
9.2 Ruang Penjaga Pusat 1 4 9
9.3 Car Call 1 4 3
Sub Total
32 m210.2 Ruang Wudhu dan Toilet 1 5 18
10.3 Ruang Sholat 1 5 16
Sub Total
37 m2Total Luas Ruang Pelayanan Penunjang Umum
735.25 m24.Genset dan Sanitasi
Genset
11.1 Ruang Genset 1 5 286
Sanitasi
12.1 Ruang Kerja dan Arsip 1 3 – 5 / Petugas
(min 6 m2) 1 30
12.2 Ruang Laboratorium Kesehatan
Lingkungan 1 1 – 1,5 / Orang
(min 12 m2) 1 15
12.3 Area Pengolahan Limbah 1 Sesuai
Kebutuhan 1 40
12.4 Area Incenerator 1 5 120
12.5 Area TPS 1 Sesuai
Kebutuhan 1 25
Rezha Vahlevy 41208010043 43 FTPD UMB - Teknik Arsitektur
12.6 KM/WC Petugas 1 Toilet
pria/wanita luas 2 – 3
1 16
Total Luas Ruang Genset dan Sanitasi
532 m2Total Keseluruhan Bangunan Pelayanan Medis, Penunjang Medis, Penunjang Umum, Genset dan Sanitasi 7183,25 m2 Luas Sirkulasi Bangunan 20% 1.436,65 m2 Total Keseluruhan Bangunan Pengembangan dan Sirkulasi 8620 m2
5.Parkir
13.1 Unit Keperawatan
VVIP 1 TT= 1 mobil 5 TT = 5 mobil 12,5 m2/mobil 4 62.5
VIP 1 TT= 1 mobil 5 TT = 5 mobil 12,5 m2/mobil 4 62.5
Kelas I 5 TT= 1 mobil 16 TT = 4 mobil 12,5 m2/mobil 4 50
Kelas II 10 TT= 1 mobil 42 TT = 5 mobil 12,5 m2/mobil 4 62.5
Kelas III 20 TT= 1 mobil 26 TT = 2 mobil 12,5 m2/mobil 4 25
Anak 5 TT = 1 mobil 12 TT = 3 mobil 12,5 m2/mobil 4 37.5
13.2 Pengunjung Mobil sama
dengan jumlah mobil pasien perawatan dan perkiraan 25%
motor
24 mobil 12,5 m2/mobil 4 300
25% x 371 TT=
93 motor 1,5 m2 /motor 139.5
13.3 Tenaga Medis 12 mobil 12,5 m2/mobil 4 150
13.4 Staff Diasumsikan 50%
dari jumlah mobil pengunjung
12 mobil 12,5 m2/mobil 4 150
46 motor 1,5 m2 /motor 69
Total Luas Kebutuhan Parkir 1.108,5 m2 Luas Sirkulasi Parkir 100% 1.108,5 m2 Total Luas Kebutuhan Parkir dan Sirkulasi 2217 m2
Tabel 4.3 Analisa Kebutuhan Ruang, Fungsi Ruang, dan Luasan Ruang Bangunan Pengembangan (pada Area B)
1. Standar Departemen Kesehatan RI.
2. Neufert, Architect Data.
3. Sleeper, Harold R. Building Planning and Design Standard.
4. Asumsi.
5. Studi Perbandingan.
6. Hospital Planning and Design Process
Keterangan :
Rezha Vahlevy 41208010043 54 FTPD UMB - Teknik Arsitektur IV.4.4. Analisa Penzoningan
Bangunan Eksisting
Medical Record Radio Therapy CSSD
Laboratorium Pet Scan GSG dan Cafe
Kantor Humas IGD
Gizi
Laboratorium Klinik Poliklinik Farmasi
R.Diskusi Staff Medis Rehab dan Therapy
Poli oncology Endoscopy
Cafe
Laboratorium Litbang Registrasi Kanker
ICU HCU
HCU VVIP Ruang Pra Operasi
Ruang Operasi Penunjang
Rawat Inap Pediatric Rawat Inap Jamkesmas
Diklat
Rawat Inap Jamkesmas Diklat
Penunjang GSG dan Cafe Rawat Inap Pediatric Penunjang
Rawat Inap VIP Rawat Inap Kelas I
Atap
Penunjang
Rawat Inap VIP Rawat Inap Kelas1
GSG dan Cafe General Day Care
Perkantoran RS Penunjang
Poliklinik VIP
Lantai Basement Lantai Dasar
Lantai 4
Lantai 3
Lantai 2 Lantai 5 Lantai 6 Lantai 7 Lantai 8